Annyeong Suunders … kali ini ada pemberitahuan baru bagi kamu yang mau menyumbangkan hasil karyanya (Fanfics) di SuunSHINee YAOI Fanfics ~, dan kali ini bernama ….
♥ Suunders YAOI Freelance (SYF) ♥
Posted in Uncategorized
Annyeong Suunders … kali ini ada pemberitahuan baru bagi kamu yang mau menyumbangkan hasil karyanya (Fanfics) di SuunSHINee YAOI Fanfics ~, dan kali ini bernama ….
26 Saturday May 2012
Anyeong…
Hiyaaa… Nhaa kembali.. Akhirnya setelah sekian lama, Nhaa baru bisa lanjutin semua ff Nhaa. adakah yang nunggu lanjutan ff ini ??
Maaf, selama ini Nhaa terlalu sibuk sama kegiatan sekolah. Apalagi sekarang lagi bingung nentuin masa depan, milih kuliah apa kerja ya ?? Haduh.. masalahnya Nhaa belom siap buat masuk ke dunianya orang dewasa, Nhaa masih ngerasa jadi orang dewasa tuh susah banyak yang harus di pikirin matang-matang Gak kayak sekarang dimana Nhaa masih bisa seneng-seneng tanpa tahu ini itu.
Oh ya.. chapter ini ada beberapa adegan yang bisa di katakan NC meskipun gak full juga, Ternyata oh ternyata Nhaa tetep gak bisa buat yang namanya NC jadi harap di maklum karena akhirnya chapter ini gaje dan sedikit abal..
Kok kayanya jadi curhat ya, Mian.. Dari pada makin banyak curhatnya, Silakan baca dan jangan lupa komennya…
-You’re Mine-
Malam yang semakin larut membuat namja cantik yang tengah tertidur itu merapatkan selimutnya. Tanpa di sadari, ada sesosok namja tampan berambut brunette coklat yang tengah memperhatikan namja cantik yang tertidur itu.
” Key-ah.. Aku merindukanmu, sangat merindukanmu..” gumam sosok itu lirih.
Sosok itu semakin mendekatkan dirinya kepada Key, Key yang tertidur nyenyak tak menyadari sosok tampan yang semakin medekatinya itu.
“Key-ah, biarkan malam ini aku memilikimu kembali.. seperti saat..” sosok itu menundukan kepalanya dan bergumam lirih. ” Kau masih hidup dulu..”
” Eunghh..” Lenguh Key saat dia menarik selimut dan semakin merapatkan selimutnya.
Tiba-tiba sosok itu menyeringai, kepalanya mendongkak perlahan dan menunjukan sepasang bola mata berwarna merah darah.
” Aku.. Mencintaimu Key-ah, bahkan sejak dulu tak pernah berubah” ujar sosok itu seraya mengelus pipi putih Key.
Key yang merasa terganggu akhirnya membuka matanya, dan betapa kagetnya Key begitu mendapati sosok bermata merah itu ada di depannya.
” Siapa kau ?” tanya Key ketakutan, key langsung duduk dan merapatkan punggungnya ke kepala tempat tidurnya.
” Aku ?” sosok itu menunjuk dirinya sendiri, kemudian tertawa.
” Aku disini justru untuk mengingatkanmu tentang diriku dan masa lalu kita chagiya..” sosok itu mendekatkan wajahnya ke hadapan wajah Key.
” K-kau.. Mau a-pa ?” seru Key.
Sosok itu hanya menyeringai, kemudian langsung mencium bibir cherry Key.
” Hmmptt..” Key mencoba berontak namun sosok itu menahan kedua tangan Key.
” Oh shit.. Orang ini mencuri ciuman pertamaku..” gerutu Key dalam hati.
Sosok itu menatap kedua mata Key dengan mata merahnya dan langsung membuat Key terdiam seakan terhipnotis.
” Mianhe Key-ah, aku terpaksa melakukan hal ini” ujar sosok itu setelah melepaskan ciumannya dengan Key.
” Ciumannya masih tetap sama, manis..” sosok itu membelai pipi putih Key dengan lembut. Key yang terdiam hanya menatap kosong ke depan.
” Bagaimana pun, malam ini kau milikku seutuhnya Key-ah..” sosok itu kembali mencium bibir Key, atau lebih tepatnya melumat bibir Key dengan cukup panas. Key tak merespon atau pun menolak, dia seolah-olah menjadi raga tanpa nyawa.
” Key-ah, balaslah ciumanku..” bisik sosok itu di telinga kiri Key.
Sosok itu kembali melumat bibir Key, namun kali ini Key membalas ciuman sosok bermata merah di hadapannya itu. Dengan seringaiannya sosok itu mendominasi ciuman antara dirinya dan Key, mengekploitasi bagian dalam mulut Key dengan brutalnya kemudian menyesapnya berulang kali.
” Eunghh..” Lenguh Key saat sosok itu menurunkan ciumannya ke leher jenjang milik Key.
” Wangi tubuhmu juga sama sekali tak berubah..” bisik sosok itu di telinga kanan Key seraya mencium perlahan pelipisnya.
” Key-ah.. Mendesahlah dan sebut namaku..”
” …, itulah namaku..” sosok itu kembali berbisik di telinga Key.
” Eunghh.. Ahkhh..” Key mendesah dengan cukup kencang saat sosok itu mulai menyesap dua tonjolan berwarna coklat di dadanya, padahal baju Key masih melekat di tubuhnya.
Dengan perlahan sosok itu mulai membuka satu persatu kancing piyama tidur
Key. Sosok itu semakin melebarkan seringaiannya, namun mata merah yang menghiasi wajah tampannya kini mulai memudar dan berganti menjadi berwarna coklat seperti saat sosok itu memperhatikan Key yang tertidur tadi.
” Key-ah..” panggil sosok itu lembut.
Key tak menjawab, dia seolah-olah kehilangan kesadarannya dan membiarkan sosok itu menjelajahi setiap jengkal lekuk tubuhnya.
-You’re Mine-
Disisi lain, nampak namja manis yang tengah berjalan seorang diri setelah terpaksa mengalah pada sang hyung, untuk membeli beberapa makanan di mini market dekat rumah.
” Kau menyebalkan hyung.. masa, kau membiarkan dongsaengmu yang manisnya melebihi susu pisang ini keluar tengah malam seperti ini.. mana perasaanmu ?” gerutu Taemin di sepanjang jalan menuju rumahnya.
Tanpa Taemin sadari sejak tadi ada sosok misterius yang mengikutinya, sosok itu terus tersenyum memperhatikan tingkah Taemin.
” Siapa ?” Seru Taemin saat dia merasa ada yang mengikutinya.
Taemin menatap sekelilingnya namun tak ada siapa pun disana, Taemin menatap takut sekelilingnya, kemudian kembali menatap ke depan.
” Ini menakutkan..” gumam Taemin seraya berjalan lumayan cepat meninggalkan tempat itu.
Sosok yang memperhatikan Taemin hanya tersenyum geli melihatnya.
” Minho..” Panggil sebuah suara.
Sosok yang di panggil Minho itu sedikit tersentak sebelum menundukan kepalanya perlahan.
” Ne yang mulia..” sahut Minho hormat.
” Kau sudah menjalankan perintahku ?” tanya suara misterius itu.
” Sudah saya lakukan yang mulia..”
” Jangan biarkan dia keluar dan tahu tentang ini” ujar suara misterius itu lagi.
” Ne yang mulia saya tahu..” Minho mendongkakan kepalanya dan menampakan sepasang bola mata yang berwarna semerah darah.
Setelah suara misterius itu hilang, dengan cepat sosok Minho pun menghilang di telan kegelapan.
-You’re Mine-
” Eunghh.. Ouhh.. Hah.. Hah..”
” Ouchh.. Keyhh.. Babyhh..”
” Keyhh.. Men-hh.. Desahlahh untukkuhh..” bisik sosok tampan yang tengah menggagahi Key itu di telinga Key.
” Eumhh.. Ouhh.. Hhh..” Desah Key.
” Key-ahh.. Panggil namakuhh..”
” Akhh.. ONEW.. Akhh.. Ouhh..” Desah Key dengan kencangnya.
” Key-ahh.. Akuhh.. Ouhh.. Akhh..”
” Engghh.. Akhh.. Akhh.. AAHHH..” Key mencapai klimaksnya dan membiarkan spermanya membasahi tangan dan perut sosok yang di panggilnya Onew itu.
” Ouhhh.. Key-ahh..” Onew semakin mempercepat gerakan tubuh bagian bawahnya saat akan mencapai klimaksnya.
Onew menarik tubuh Key hingga setengah duduk dan semakin mempercepat gerakannya, Key kembali terdiam seperti sosok tanpa nyawa. Tak ada lagi desahan yang keluar dari bibir cherry Key, yang ada Key hanya mengikuti apa yang di lakukan sosok di atasnya.
Onew mendekatkan bibirnya di telinga Key dan membisikan sebuah mantra yang tak di mengerti.
” Ouhhh.. Key-ahh..” Onew mendesah dengan kencang saat dirinya mencapai klimaksnya.
Tangan Onew yang berada di pinggang Key naik perlahan menuju punggungnya.
Dengan masih terengah-engah Onew kembali membisikan mantra di telinga Key di sertai dengan tangannya yang mengelus punggung Key perlahan.
” AKHHH..” Key tercekat, matanya melebar karena kaget.
Tangan Onew menepel di punggung Key dengan cahaya yang keluar perlahan.
” Ingatlah masa lalumu Key-ah.. Ingatlah kembali tentangku..” Onew tetap berbisik di telinga Key.
” Hhh.. Akhh..” Key berteriak kesakitan saat cahaya di punggungnya semakin terang.
Setelah lumayan lama, akhirnya kepala Key terkulai dengan lemahnya di pundak Onew, tak sadarkan diri.
” Kau lelah chagiya ?” tanya Onew pelan seraya mengelus rambut Key yang basah dengan peluh penuh kasih sayang.
Onew melepaskan persatuan tubuhnya dengan Key perlahan dan membaringkan tubuh Key yang penuh peluh dan kissmark itu dan menyelimutinya.
Dalam sekejap tubuh polos Onew yang turun dari tempat tidur sudah mengenakan kembali baju yang di pakainya.
” Key-ah..” Panggil Onew.
Onew mencondongkan tubuhnya, kemudian menyingkap poni basah yang menutupi dahi Key.
” Saranghae..” Ucap Onew seraya mencium dahi Key penuh cinta.
Onew membenarkan letak selimut Key kemudian melangkah mendekati jendela dan menatap bulan yang bersinar terang.
Seringaian keji kembali muncul di bibir tebal Onew, mata berwarna coklat itu kembali berwarna semerah darah.
” Hhh.. Sudah hampir fajar..” desahnya pelan.
” Aku mendapatkannya kembali Jjong.. Kau kembali kalah..” ujar Onew entah pada siapa.
Setelah itu tubuh Onew menghilang dalam sekejap di saat awan hitam menutupi cahaya bulan penuh yang bersinar terang.
-You’re Mine-
Di tempat lain, seorang namja tampan nampak putus asa setelah berulang kali mencoba keluar dari penjara bawah tanah yang menahannya.
” Aku bersumpah akan membunuhmu jika kau menyentuhnya Onew..” Teriak sosok itu seraya menyandarkan punggungnya di dinding dingin penjara itu.
” Percuma kau berteriak seperti itu, namja cantik itu sudah menjadi miliknya seutuhnya..” sahut sosok tinggi Minho.
Namja tampan dalam penjara itu langsung menggebrak teralis besi dengan keras.
” Apa maksudmu ?” teriaknya frustasi.
” Hah, aku bilang pangeran sudah mendapatkan namja itu.. Seutuhnya..” Minho dengan seringaiannya meremehkan sosok di depannya.
” SHIT.. AKU AKAN BENAR-BENAR MEMBUNUHMU ONEW..”
” Kau seharusnya mengatakan itu di hadapannya” ucap Minho dengan dinginnya.
” Akh, Jjong.. Kau tahu bukan jika namja itu sudah ‘di tandai’-nya, kau tak akan bisa lagi mendapatkannya..” Minho mengatakan hal itu sebelum melangkahkan kakinya menjauhi penjara bawah tanah itu.
BRAAKKK..
Namja tampan yang di panggil Jjong itu memukul teralis di hadapannya dengan keras.
” Kau kembali merebutnya dariku brengs*k..” teriak Jjong kalap.
Jjong kini memancarkan aura penuh kebencian, mata yang mengeluarkan aliran air mata kesedihan itu berubah warna menjadi merah, merah yang penuh luka dan merah yang sarat akan dendam.
Dengan perlahan Jjong bangkit kemudian membacakan beberapa mantra hingga ia menendang teralis di hadapannya yang akhirnya hancur berkeping-keping.
” Aku akan merebut kembali apa yang harusnya jadi milikku..” ucapnya penuh tekad.
Sosoknya yang berdiri tegap itu akhirnya hilang dalam sekejap.
-You’re Mine_Onkey_2Min-
Di sisi lain, nampak Onew tengah memperhatikan matahari terbit dari beranda kamarnya yang luas. Tanpa ia sadari sosok Minho datang mendekatinya.
“ Ada apa ??” Tanya Onew dengan dingin.
“ Sepertinya tahanan kita kabur, yang mulia.. “ sahut Minho seraya membungkukan tubuhnya perlahan.
“ Aku ingin kau dapatkan dia kembali, apapun yang terjadi.. aku tak suka jika sesuatu yang menjadi milikku di usiknya.. “ Ucap Onew.
“ Aku tahu yang mulia, perintah di laksanakan.. “ Minho menatap punggung sosok di hadapannya.
“ Anda sudah menandai-nya yang mulia ??” Tanya Minho penasaran.
“ Aku tak mungkin membiarkannya lepas bukan ??” Onew berbalik dan menatap Minho dengan seringaiannya.
“ Aku kenal baik anda, yang mulia.. “ Minho balik menyeringai pada sosok di hadapannya.
“ Kau tahu baik hal itu.. “ Onew berjalan melewati Minho begitu saja kemudian menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur besar di kamarnya.
“ Apa hal itu sangat melelahkan ??” Tanya Minho kembali.
“ Aniyo.. Bahkan aku tak puas sama sekali, hanya saja bukan hal itu yang menjadi prioritasku saat ini.. Aku ingin dia cepat mengingat masa lalunya.. hanya itu..” sahut Onew lirih.
Minho terdiam seraya menatap lantai di bawahnya yang tertutupi karpet bulu tebal berwarna coklat.
“ Kau tak berniat untuk menandai namja manja itu ?” Tanya Onew pada Minho.
“ Ye, Oh.. Tidak yang mulia belum saatnya. Aku menunggu waktu yang tepat “ Sahut Minho.
Onew menatap Minho aneh, kemudian tertawa. “ Terserah padamu saja, tapi menurutku jangan membuang-buang waktu mungkin saja sebentar lagi aka nada yang merebutnya darimu”
“ Maka orang itu akan mati di tanganku, yang mulia. Tak akan kubiarkan hal itu terjadi..”
“ Aku menyukai orang sepertimu Minho-ah.. “ Ujar Onew.
-You’re Mine_Onkey_2Min-
Matahari yang sudah tinggi mulai mmembangunkan Key yang masih bergelung dengan selimutnya, dengan perlahan Key membuka matanya yang terasa berat. Beberapa kali Key mengusap matanya yang masih belum bias melihat dengan jelas.
“ Ungghhh.. “ Lenguh Key.
Key melihat jam weker di atas nakas samping tempat tidurnya.
“ Baru jam 11.. “ Gumam Key pelan.
Key menguap seraya merenggangkan seluruh badannya, kemudian Key tersadar dan kembali melihat jam wekernya.
“ MWOOO.. JAM 11 ??” Seru Key panik.
Key segera beranjak dari tempat tidurnya, namun Key justru malah jatuh terduduk di lantai.
“ Uhh.. “ Key meringgis merasakan bagian bawah belakang tubuhnya yang terasa sakit.
Key sadar jika kini keadaannya tak bisa di katakan baik, Key dalam keadaan naked saat ini tanpa sehelai bennag pun ynag menutupi tubuhnya yang penuh dengan kissmark yang mulai berwarna merah kecoklatan.
“ Apa yang terjadi ?? “ Tanya Key bingung.
Key sama sekali tak bisa mengingat kejadian semalam, semakin berusaha mengingatnya justru Key merasa kepalanya terasa pening. Dengan perlahan Key bangkit dan berjalan dengan tertatih-tatih menuju ke kamar mandi.
“ Oh, apa yang sebenarnya terjadi ? aku sama sekali tak ingat.. “ Gerutu Key seraya memutar keran air wastafel.
Key menghela nafasnya kemudian mulai membasuh wajahnya dengan air berulang kali.
“ Saranghae.. “
“ Sampai kapan pun kita akan tetap bersama meskipun kau bukan lagi orang yang sama.. “
Sekelebat ingatan muncul dalam pikiran Key, Key langsung menatap pantulan dirinya di cermin wastafel.
“ Tubuhku penuh dengan tanda-tanda merah ini.. Uhh.. bagian belakangku pun sangat sakit.. “
” Ingatlah masa lalumu Key-ah.. Ingatlah kembali tentangku..”
Key merasa mendengar bisikan seperti itu tadi malam, tapi dia sama sekali tak ingat siapa yang telah mengucapkannya.
Key berbalik dan melihat bagian punggungnya yang juga tak luput dari tanda-tanda merah itu, namun ada satu hal yang menarik perhatian Key. Simbol aneh berbentuk seperti salib terbalik dengan lingkaran di bagian tengah yang ada di punggungnya.
“ Simbol ini… “
–TBc
Mian.. Banget Nhaa baru bisa lagi post ff hari ini, udah lama pendek lagi iya kan ??
Tadinya mau awal Mei kemaren comeback, tapi karena kakek Nhaa meninggal aku belom sempat post, gara-gara itu juga sempet buat aku drop dan gak berniat buat lanjutin ff-ffku lagi. Di tambah kesehatan yang gak bisa dikatakan baik yang bikin aku harus ikut terapi tiap minggu.
Oke.. ff ini sebagai hadiah aja deh, karena akhirnya setelah 3 tahun yang melelahkan sebagai anak SMK berakhir juga. Tadi pagi aku udah dapet surat kelulusan dan udah di nyatakan lulus. Buat yang tadi dapet surat kelulusan dan dinyatakan Lulus.. Chukkae…
Sudikah yang nemu dan baca ff ini memberikan komennya ?? Kritikan sama sarannya juga boleh..
25 Friday May 2012
22 Tuesday May 2012
Foreword : Annyeong,
ini ff terakhir sebelum hiatus selama 3 Minggu karena saya ada UAS. Doain sukses ya? supaya bisa naik ke kelas akhir dan segera kuliah.
Ini ceritanya tidak sesuai rencana, ya sudahlah tidak apa-apa. Part ini terinspirasi dari film anime yang aku tonton yaitu Guilty Crown. Part akhirnya doank. Ini dua part terakhir.
cek it out
By : Riataemints
Genre : Fantasy, Action.
NO SR, NO BASHING, NO COMMENT NO NEXT
Di kediaman keluarga Lee, seorang namja cantik yang tadi mengerang kesakitan. Perlahan dia membuka matanya, lalu ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Dia mengerutkan keningnya, merasa bingung dengan keadaan kamarnya.
“Ini bukan kamarku,” gumamnya.
Namja cantik itu berdiri berniat untuk keluar kamar, tapi dia terkejut ketika melihat seseorang yang terbaring di kasur yang tak lain adalah dirinya sendiri.
“Kenapa aku bisa……” katanya heran sambil menunjuk tubuhnya yang tengah tertidur lelap.
Cklekk
Pintu terbuka, seorang namja cantik paruh baya tengah masuk ke kamar itu. Matanya agak sedikit memerah karena dia baru saja menangis. Dia duduk di sebelah ranjang dimana ada namja cantik yang tengah terbaring disana.
“Key,,,” panggilnya.
Namja cantik yang berdiri tidak jauh dari ranjang tersebut menoleh. Melihat orang yang tadi memanggilnya.
“Ne, umma…” sahutnya berusaha untuk meraih ummanya. Namun, tidak bisa. Dia coba berkali-kali hasilnya sama saja. Dia malah menembus tubuh ummanya sendiri.
“Key, bertahanlah demi kami semua kumohon… betahanlah sampai Jinki dan hyungmu kembali,” isak namja cantik yang duduk di samping ranjang.
Key, namja cantik yang berdiri di samping namja paruh baya itu, atau lebih tepatnya roh Key yang kini ada di sebelahnya kini mengerutkan keningnya bingung. Sebenarnya apa yang tengah terjadi dan kenapa ia bisa berada di rumah keluarga Lee yang merupakan teman dari Jonghyun-hyung?
“Gwenchana, semua akan baik-baik saja,” tiba-tiba wajah jinki serta ucapannya muncul di benaknya.
Jinki, apa kau baik-baik saja? Apa kau bisa mendapatkan kalungku kembali? Pikir Key sambil memandang rumah neneknya Heechul yang ada tepat di seberang rumah keluarga Lee.
“Aku harus kesana dan menolongnya aku tidak mau merepotkan Jinki lagi,”gumam Key. Tiba-tiba saja sebuah cahaya muncul di depannya lalu ia menghilang dibalik cahaya tersebut.
^^v
Sementara itu, di tempat Jonghyun berada. Dia terjatuh di tengah-tengah para zombie yang semakin banyak. Walaupun peluru pistol yang ia pegang tidak akan bisa habis, tapi tenanganya pasti akan habis. Biar bagaimanapun, dia tetaplah seorang manusia biasa yang pasti akan lelah. Jika tenaganya habis.
Namja tampan itu memejamkan matanya, seakan ia sudah pasrah pada apa yang akan menimpanya setelah ini. Semakin dekat, para zombie semakin mendekat ke arahnya dari berbagai tempat. Ketika para zombie akan menyentuhnya.
DOR
DOR
DOR
Suara tembakan telah mengalihkan perhatian zombie yang akan memakan Jonghyun. Awalnya dia bingung, siapa yang telah menolongnya? Sementara itu Heechul tersenyum melihat siapa yang datang.
“Wah wah wah, tidak aku sangka ternyata si bungsu dari keluarga Lee bisa datang kemari, memang kau mau apa? Menolong Hyungmu? Benarkan Lee Taemin?” Heechul menatap tajam ke arah namja cantik yang datang bersama dengan sang namja tampan dengan postur tubuh lebih tinggi darinya.
“Nenek, tolong hentikan semua ini, kami akan menolongmu,” sahut Taemin memohon pada Heechul.
“Tidak akan aku hentikan apa yang telah aku mulai, Key adalah satu-satunya harapan kalian, benarkan?” timpal Heechul mulai menyimpan pedangnya. Dan ajaibnya, semua zombie yang tadi mengerumuni Jonghyun menghilang begitu saja.
Minho mencoba untuk mengobati Jonghyun sedangkan Taemin kini menatap Heechul tajam. Selama di obati, Jonghyun juga menatap neneknya bingung.
“Jadi itu sebabnya kau mencoba membuat Key-hyung tidak sadarkan diri?” tanya Taemin mencoba menerawang, dimana keadaan Key yang kini terbaring di ranjangnya.
“Selain itu, sejak dulu aku mencoba untuk membunuhnya, tapi tetap saja tidak bisa. Untung, ayahnya yang bodoh itu membuat kalung untuknya yang bisa mengendalikan kekuatan Key yang begitu besar. Dan kekuatannya terserap dalam kalung itu,” jelas Heechul dengan santainya.
“Tapi, yang bisa mengeluarkan kekuatan terpendam Key adalah kakakmu, Lee Jinki. Maka dari itu, aku berusaha untuk memisahkan mereka dengan menyeret keluarga Lee ke Daegu, dan melindungi sang ratu zombie,” lanjutnya.
Jonghyun meringis pelan saat Minho menyentuh lukanya. Namun, pandangannya tidak beralih sedikitpun dari sang nenek.
“Cih, lalu kenapa kau membukakan pintu untuk kami tadi?” tanya Jonghyun.
“Aku masih mempunyai sedikit hati manusia dan ingin cucuku selamat, tapi disisi lain, aku tidak yakin kalau Jinki bisa kembali dalam keadaan hidup-hidup, karena sang ratu zombie ada disana,” sahut Heechul dengan santainya.
Taemin menunduk, matanya terpejam. Ia mencoba untuk melihat masa depan. Namun, tetap tidak bisa karena ia masih memikirkan keselamatan Hyungnya. Tiba-tiba dia jatuh terduduk dengan air mata yang mulai mengalir dari mata teduhnya.
Minho yang selesai mengobati Jonghyun segera menghampiri namja cantiknya. Dia peluk dan membisikkan kata-kata penenang untuknya. Jonghyun yang melihatnya mulai mengepalkan tangannya, mengisayaratkan kalau sebenarnya ia tengah marah saat ini. Selain itu rahanganya juga menutup rapat, matanya memandang tajam Heechul yang hanya duduk santai sambil menyesap teh hijaunya.
“Jadi, apakah kalian siap untuk melawanku lagi?” tanyanya membalas tatapan tajam Jonghyun dengan santai.
Taemin menghapus air matanya, lalu mengambil pistol yang tergeletak di sebelah kakinya. Begitu juga dengan Minho.
“Kami siap!” ujar Jonghyun, Taemin, dan Minho secara bersamaan.
Heechul menyeringai dan mengeluarkan pedangnya lagi. Lalu ia ayunkan dan keluarlah para zombie dengan berbagai accecoris (?). JongTaeHo bersiap untuk melawannya. Dan
DOR
Mereka menembak para zombie dengan brutal. Namun, pandangan Taemin tidak pernah lepas dari Heechul. Dia terus berfikir, bagaimana cara mengalahkan Heechul dan ia bisa menyelamatkan Jinki?
^^v
Sambil menunggu Taemin berfikir, mari kita lihat bagaimana keadaan Jinki saat ini?
Jinki menatap datar ratu zombie yang berjalan ke arahnya. Walaupun sang ratu sangat cantik tetap saja ia tidak tertarik sama sekali. Di genggamnya erat kalung Key. Seolah tidak ingin kalung itu jatuh ke tangan sang ratu.
“Ternyata putra sulung keluarga Lee sangat tampan, maukah kau memimpin kerajaan ini denganku?” tanya sang ratu zombie membelai pipi chubby Jinki.
“Mianhe, aku tidak bisa menjadi pendampingmu, karena aku telah menemukan orang yang telah ditakdirkan untukku,” sahut Jinki datar.
“Siapa orang itu? Apakah orang itu adalah sang pemilik kalung yang ada digenggamanku?” Jessica sang ratu zombie menyeringai. Diperlihatkannya kalung yang berliannya berwarna merah muda.
“Kau, kembalikan kalung itu,” Jinki mulai geram. Tatapan dinginnya berubah menjadi tatapan tajam setajam silet.
Jessica mengembalikan kalung itu di kotaknya. Dan mulai melepas sarung tangannya. Benar sekali, sang ratu tidak bisa menggunakan kekuatan Key yang tersimpan di dalam kalung tersebut.
“Hahaha, ckckck, ternyata kau mencintai namja cantik itu? Apa yang kau suka darinya? Aku lebih cantik darinya, lebih berkuasa darinya,” Jessica mulai membandingkan dirinya dengan Key.
“Karena Key punya perasaan, dia punya hati, cinta, dan rasa sayang pada semuanya karena itulah dia menjadi kuat,” Jinki membela Key.
Sang ratu zombie itu terdiam. Namun, tak berapa lama, dia mulai tertawa bak setan yang akan mengamuk.
“Kau telah menyakitiku, Jinki, sekarang kau harus merasakan rasa sakit yang aku rasakan, Hyaaah,” Jessica mulai serangannya dengan mengeluarkan kukunya yang tajam.
Jinki berhasil menghindari serangan Jessica dengan mudahnya. Namun, sang ratu tidak menyerah. Dia memanggil pasukannya. Si zombie dengan kekuatan besar. zombie yang bisa mengendalikan robot.
Selain memanggil zombie tersebut, dia juga mengerluarkan banyak sekali pasukan zombie yang keluar dari tangannya.
Jinki bersiap dengan pistolnya. Sebelum membalas serangan itu, dia berdoa agar semua selamat. Lalu ia mulai menembaki satu persatu zombie yang mulai mendekat dan menghindari serangan bola api dari robot zombie.
Berbeda dengan Heechul yang dengan santainya mengayunkan pedangnya untuk mengeluarkan zombie, sedangkan sang ratu zombie cukup menjentikkan jarinya maka akan keluar tiga zombie dengan kekuatan yang berbeda.
Bukan Jinki namanya kalau ia tidak bisa menyelesaikan ini semua. Awalnya ia hanya dibekali satu buah pistol oleh Yunho, ayah Key. Namun, dia membawa senjata buatannya sendiri yang jauh lebih hebat dari punya Yunho. Dan persediaannya tidak akan pernah habis walau dipakai secara terus-menerus.
Sementara itu, tanpa ia sadari, dari kejauhan Key tengah memerhatikan Jinki bertarung. Dia masih tidak berani mendekat karena ada banyak sekali zombie disana. Apalagi, ia masih trauma atas kejadian yang menimpanya dalam waktu dekat ini.
“Maafkan aku Jinki, aku tidak bisa membantumu,” lirih Key. Air matanya mengalir dari mata kucingnya.
^^v
Mari kita lihat JongTaeHo yang bertarung melawan Heechul dan anak buahnya.
Entah kekuatan dari mana, Taemin tiba-tiba berlari menembus zombie yang mengerubunginya. Ia telah sampai dihadapan Heechul. Awalnya Heechul terkejut karena kedatangan Taemin yang tiba-tiba. Namun, ia langsung mengayunkan pedangnya dan berniat untuk menusuk namja imut tersebut.
“Minho-hyung, SEKARANG!” teriak Taemin pada Minho.
Minho yang sejak tadi menembaki zombie, kini beralih ke arah Heechul dan mulai menembak tangannya.
DOR
Pedang yang Heechul pegang, jatuh di lantai yang dingin. Sedangkan Taemin jatuh menimpa tubuh kurus Heechul. Ajaibnya semua zombie yang ada disana menghilang.
Minho dan Jonghyun segera menghampiri mereka berdua. Betapa mengejutkannya, Taemin ternyata terluka sangat parah di bagian perut. Dia sudah tidak sadarkan diri di atas tubuh Heechul.
“Taemin, Taemin, TAEMIIIN,” panggil Minho sambil mengguncang tubuh kekasihnya itu.
Jonghyun memilih memeriksa keadaan neneknya. Dia berjongkok dihadapan Heechul dan mulai menggunakan kekuatan yang Jinki salurkan kemarin. Yaitu mengetahui isi hati yang telah lama mati. Dia ingat kata-kata namja bermata bulan sabit kemarin.
Flashback
Jinki duduk di belakang Jonghyun yang tengah membuka kaosnya. Dia meletakkan tangan kanannya di punggung Jonghyun dan mulai menutup matanya.
“Aku peringatkan, ini sedikit sakit rasanya,” Jinki mengingatkan.
“Apapun akan ku lakukan demi keluargaku Hyung,” Jonghyun berkata mantab.
“Baiklah, kalau begitu, aku mulai,” Jinki mentransfer kekuatan yang tidak diketahui Jonghyun.
Awalnya namja dino itu merasakan hawa panas, tapi lama-kelamaan rasa itu berubah menjadi rasa sakit yang luar biasa. Dia mencoba untuk menahan rasa sakit itu. Namun, Jinki mengetahui apa yang dirasakan sahabatnya tersebut.
“Jika kau kesakitan, teriaklah sekencang-kencangnya, jangan kau tahan kalau kau tahan rasa sakitmu nanti tubuhmu sendiri yang akan hancur,” jelas Jinki masih terus berkonsentrasi untuk menyalurkan kekuatannya.
“AAAARGH,” akhirnya Jonghyun berteriak sangat kencang.
Ternyata memang berbeda dengan Key, kenapa aku menyalurkan kekuatanku untuknya, dia tidak mengerang kesakitan? Apa karena kekutannya lebih kuat dibandingkan aku? Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di kepala Jinki. Hingga tidak terasa kalau dia sudah selesai mentransfer kekuatannya itu.
“Hosh Hosh Hosh,” nafas Jonghyun menggema di kamar Jinki yang sunyi.
“Apa sudah tidak apa-apa?” tanya Jinki pada Jonghyun yang masih mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.
“Neh, gwenchana,” sahutnya masih dengan nafas yang tersengal.
“Hah, sebenarnya kekuatan apa yang kau berikan padaku?” tanya Jonghyun.
“Aku menyalurkan kekuatan untuk menggali dan menarik hati yang telah mati, awalnya aku ingin memberimu kekuatan yang mematikan, tapi karena tubuhmu tidak kuat untuk menerimanya, aku memberimu kekuatan itu untukmu,” jelas Jinki berbaring di samping Jonghyun.
“Untuk apa kau memberiku kekuatan itu?” tanya Jonghyun tanpa menatap Jinki.
“Aku ingin kau menyelamatkan nenek Heechul, tolong kembalikan ia seperti semula,” jawab Jinki dengan senyum yang merekah.
“Kalau ratu zombie bagaimana mengalahkannya?” tanya Jonghyun lagi. #perasaan abang Jjong nanyak mulu ya/plak abaikan# .
“Molla, kata ayahku yang bisa mengalahkan sang ratu zombie adalah Key, tapi sayang kekuatannya terpendam terlalu dalam di kalungnya itu, makanya jika mereka terpisah, Key langsung tidak bisa melakukan apa-apa lagi,” jelas Jinki dengan mata yang terpejam.
Jonghyun terdiam, dia masih memikirkan apa yang akan dilakukannya setelah ini. Ia menatap Jinki yang telah terlelap di alam mimpi.
“Aku serahkan adikku padamu, Jinki,” ujarnya sebelum menyusul Jinki ke alam mimpi juga.
Flashback End
Jinki hyung sudah mempercayaiku, sekarang aku akan menyelamatkan nenek yang aku sayangi. Aku akan berusaha untuk menyelamatkannya. Itulah yang ada dipikirkan Jonghyun.
Dia mulai memejamkan matanya, dan menyentuh dada Heechul dengan tangannya. Dia berusaha untuk mencari jati diri sang nenek. Banyak sekali masa lalu yang ia lihat. Masa dimana ia dan Key saat kecil, juga masa dimana awal mula kejadian ini dimulai. Setelah menemukannya. Tiba-tiba tangannya bersinar dan perlahan sisi gelap Heechul menghilang.
Sementara itu, Minho terus mengobati Taemin sebisanya. Namun, apa daya, darah yang dikeluarkan namja cantik itu terlalu banyak. Namja mata belo itu menatap ke arah Jonghyun yang masih menyentuh dada Heechul. Dia tidak berani mengganggu Hyungnya.
“Minho-hyung,” Taemin memanggil Minho dengan lirih, tapi masih bisa di dengar olehnya.
“Ne, waeyo?” sahut Minho menggenggam tangan Taemin.
“Ada Key-hyung, dia ada di sisi Jinki-hyung, apakah ini akan segera berakhir?” tanya Taemin dengan suaranya yang lirih. Sangking kecilnya sampai-sampai suaranya seperti orang yang mendesah.
“Molla, tapi kumohon satu hal padamu,” Minho mengeratkan genggamannya.
“Mworagu?”
“Tetaplah disisiku, jangan pernah tinggalkan aku, Taemin,” Minho mulai menangis.
Taemin tersenyum dan mulai menghapus air mata namja tampan itu, lalu digenggamnya tangan Minho.
“Tangan ini akan menyembuhkanku hyung, percayalah,” kata Taemin meletakkan tangan Minho ke bagian perutnya yang telah terluka.
Minho mengangguk dan ajaibnya, luka-luka yang ada di tubuh Taemin mulai tertutup, begitu juga dengan mata namja cantik itu. Minho yang mengetahuinya langsung menghentikan aksinya.
“Taemin, ireona, Taemin?” paniknya.
“Hyung, jangan hentikan, ini masih sakit, aku mohon,” rengek Taemin masih memejamkan matanya.
Setelah mendengar perkataan Taemin, Minho melanjutkan apa yang tadi sempat tertunda. Ini demi orang yang ia sayangi. Demi cintanya, Lee Taemin.
“Minho,” panggil Jonghyun.
Minho terus berkonsentrasi, dia tidak memandang Jonghyun sedikitpun. Dia masih terfokus pada apa yang ia lakukan.
“Sepertinya Taemin terluka parah, semoga Jinki-hyung tidak apa-apa,” ucap Jonghyun memandang pintu besar yang masih terkunci rapat.
^^v
Jinki terus berusaha menembaki Jessica, tapi tidak bisa karena banyak sekali yang melindungi sang ratu. Sedangkan sang ratu hanya duduk diam sambil meminum teh untuk melihat pertarungan Jinki dengan anak buahnya yang kelewat banyak itu.
“Sh*t,” umpat Jinki setelah ia terkena serangan dari salah satu robot zombie.
Namun, bukan Jinki namanya kalau ia menyerah begitu saja. Dia terus berusaha untuk menembak sang ratu zombie tidak peduli walau sampai titik darah penghabisan sekalipun. Ini semua demi namja cantik yang sangat ia cintai. Key.
Sementara itu, Key yang melihat pertarungan Jinki merasa kasihan melihatnya. Karena Jinki terlihat sangat kelelahan, tapi ia terus memaksakan diri untuk bertahan. Dia tahu kalau Jinki berjuang untuknya. Seandainya saja, ia bisa membantu Jinki. Maka ia akan se…
DOR
Suara tembakan yang sangat keras terdengar memekakan telinga. Terlihat Jinki memegang tangannya yang mengeluarkan banyak darah di bagian pergelangannya. Selain itu, bagian bahunya juga mengeluarkan banyak darah. Wajah Jinki tak lagi segar seperti saat ia pertama bertarung tadi, kini berubah menjadi pucat pasi.
“Apakah aku akan mati disini? Kalau aku mati, bagaimana nasib orang-orang di luar sana, dan bagaimana nasib Key?” lirihnya.
Sang ratu teringat sesuatu, ia berjalan mendekati Jinki yang tengah terluka. Diangkatnya dagu namja tampan itu, ditatapnya mata Jinki. Sang ratu menggelengkan kepalanya.
“Ckckck, ternyata seperti ini keadaan orang yang akan mengalahkanku? Menyedihkan sekali, yang satu sedang terbaring tak berdaya sementara yang satunya sedang terluka parah dihadapanku ini,” ujarnya seraya melepaskan cengkaramannya di dagu Jinki dengan kasar.
“Oh iya, kalau besok pada saat senja tiba, kau tidak bisa mendapatkan kalung yang ada di kotak itu, maka dia akan mati, kau mengerti maksudku kan?” tambahnya.
Jinki hanya memasang wajah datar. Dalam otaknya hanya ada Key, Taemin dan juga orang-orang yang ada diluar sana. Tatapan mata namja itu seakan menyesal karena ia merasa gagal menyelesaikan misinya, menyesal karena tidak bisa melanjutkan apa yang selama ini kedua orangtuanya lakukan demi mengalahkan sang ratu zombie.
Key yang melihat kejadian itu mulai memejamkan matanya, ia rapatkan kedua telapak tangannya dan berdoa.
“Tuhan, berikan aku kekuatan supaya bisa menyelamatkan Jinki dan orang-orang sekitar, tolonglah hambamu ini, saya tidak tega melihat orang yang aku cintai dalam keadaan terpuruk seperti itu,” doanya.
Tiba-tiba saja, kalung yang berada di kotak merah yang tadi diletakkan Jessica. Keluar dari kotaknya.
“Jinki, kau bisa mendengarku kan?” tanya Key.
Jinki yang mendengar suara Key mulai mencari sumber suara, “Key? Apa itu kau?” tanyanya.
“Ne, ini aku, kau bisa memakai kekuatanku yang ada dalam kalung ini,” Jinki melihat kalung yang kini telah melayang dari kotaknya. Entah itu hanya halusinansinya atau apa, ia melihat sosok Key yang tengah mengenakan kalung tersebut.
“Bagaimana caranya, aku bisa memakai kekuatanmu?” tanya Jinki.
“Menembuslah kalung yang sejajar dengan jantungku ini, nanti kau akan tahu kekuatan apa yang tersimpan di dalamnya,” jelas Key.
“Yang paling penting adalah percayalah padaku,” lanjut Key.
Kalung permata merah muda itu bersinar terang seiring dengan mendekatnya tangan Jinki ke kalung itu, seuatu telah ia pegang dari kalung tersebut. Entah yang ia sentuh itu apa, yang terpenting adalah, ia percaya dengan dirinya dan percaya dengan Key yang kini memejamkan matanya. Dan
TBC
Otte? mianhe kalau misalnya banyak Wrong Typonya. soalnya saya malas baca lagi, RCL please
22 Tuesday May 2012
Pairing : MinhoxTaemin
Genre : Romance, Fluff
Rate : G
Author : @Sanniiew or Sanniiewkey~
Foreword:
I dont own 2min or both of them. But Taemin owned by Minho *ihopeso*. I just got bored from my PROPOSHITT’s task, so i decided to type this on this WP. i love writing drabble now. Kekekek~ Molla. it was kindda easy more than i wrote Oneshoot or series. Oh, im kindda got this idea after wathced 500 days of summer. But this story didnt like that of course. Just a little bit scene from it. Hope you enjoy … and well yah, feel free to comment ![]()

Summary :
Minho hanya perlu membedakan antara takdir dan kebetulan, dan semua itu ia rasakan ketika ia melihat sosok yang langsung membuatnya merasa dunia berhenti berputar , waktu berhenti berjalan, dan nafasnya tercekat begitu saja …
Melihat sosok dari sekian banyak orang didunia, dan hanya dia …
19 Saturday May 2012
Pairing : Onkey, OnewxKey
Genre : Fluff, Romance
Rate : G
Auhtor : @sanniiew or Sanniiewkey~
Foreword :
Annyeong, lagi ngecek tumblr Onkey, dan dapet fakta Onkey ini … hehehe … jadi kepikiran aja buat satu drabble lagi, karena nggak mungkin gue buat Oneshoot di blog ini kan? LOL … hope you enjoy, jangan marah kalau pendek. Namanya juga drabble … bahkan 2 paragraf aja udah cukup kayaknya HAHAHAHAH …
Summary :
Onew terkejut ketika ia bangun dari tidurnya, ia sudah melihat sosok namja yang selama ini ia kagumi, dan tidur disamping dirinya, di atas kasur yang sama, didalam selimut yang sama, dalam keadaan … NAKED!! Ia mencoba mengingat, apa sebuah kesengajaan atau tidak? apa reaksi Key ketika ia terbangun?