[Yaoi-OneShoot]2min- you ignored me?


A/N : Hai,everyone… this is my first fanfic that i’ve made. aku tidak berharap banyak dengan apa yg aku tulis sekarang,oh well…setidaknya blog ku ini bisa sangat berguna untuk menyalurkan hobiku yang sedang menggunung. LMAO~~. Aku menulis ini karena aku terinspirasi dari adikku,dia sedang sibuk ujian, dan dia mulai mengacuhkan pacarnya yg umurnya lebih muda,dan pcrnya sangat bawel,dia terus menelponku dan bertanya “apakah Sakti ada?” yah right! aku bukan kanguru yg bisa bawa dia kemanapun. Oke,aku sudah banyak omong, SO, READ,ENJOY, LEAVE COMMENT IF YOU LIKE IT! PLEASE BARE WITH ME! Annyeong!

MINHO POV~

Aku tidak tahu sejak kapan dia berubah jadi seperti ini,oh ayolah… dia adalah pacarku,belahan jiwaku,dan aku tahu dia mencintaiku lebih dari yang bisa aku bayangkan. Tapi tidak kali ini,aku merasa jarak diantara kita semakin jauh,atau hanya perasaanku saja? Hei, aku susah menjangkaunya, kau tahu, aku sibuk dengan filmingku di dream team, dan acara lainnya, tentu saja dengan jadwal group kami juga. Tapi tidak seperti biasanya aku sulit untuk mendekatinya,bercanda dengannya,menggodanya,bahkan… bercinta dengannya? WTH? Ada apa sebenarnya dengan Taeminniie ku?

“Aku pulang!”, Well,aku dapat mendengar suaranya jelas memasuki dorm kami, kemudian ku dengar dia masuk ke kamarnya, Hei, ada apa ini? Dia biasanya melihat ke ruang televisi, dan memeriksa semua anggota, terutama aku.

“Oh,Taeminniie sudah pulang?”,key berseru dari dapur, “Yah Minho!cepat kau suruh dia keluar dari kamar,makan malam sudah siap!” Key berteriak padaku dari dapur. Aku menjawabnya dengan bergumam kencang,berdiri dari sofa,dan berjalan ke kamar kami.

“Taemin?”, aku membuka pintu kamar,mencoba mencari sosoknya. Aku melihatnya terbaring dikasur, dia sudah melepas seragam sekolahnya. Dia tidak menjawab panggilanku,jadi kuputuskan untuk menghampirinya.

“Taeminniie…”, aku mengelus punggungnya pelan, dia tidur membelakangiku.

“Hmm…?”,dia hanya bergumam dan tidak menoleh ke arahku, aku mengerutkan alis, ada apa dengannya?. Sudah selama seminggu ini dia acuh padaku.

“Hey,kita makan malam dulu, Key sudah menyiapkannya untukmu, kau tidak lapar?”, kataku lagi, aku membungkukkan badanku sedikit,membelai rambutnya,dan berbisik ditelinganya,aku tidak berniat mengganggunya.

“Aku sudah makan,Hyung…”,dia bergumam pelan,matanya tertutup. Aku dapat melihat dia sangat lelah. Aku menghela nafas. Sabar minho…kau harus sabar…

“Benarkah? Dimana? Kau yakin?”, kataku mengelus rambutnya terus menerus, dia hanya mengangguk. Kemudian kami terdiam, entah mengapa kita menjadi canggung.

“Hyung…”, dia memanggilku dengan lembut. Tetap tidak mau melihatku, tidak membuka matanya,dan tidak perduli aku sedang ingin sekali menciumnya walau sedikit saja.

“Ya minniie?”,

“Hmm… maaf,bisakah aku istirahat? …aku lelah sekali…”, dia berbicara pelan. “Katakan pada Key Hyung, aku sudah makan malam…dan katakan maaf padanya aku tidak ikut bergabung…”,  dia membenarkan posisi tidurnya,tangannya memeluk boneka tedy bear kesayangannya, meringkuk seperti udang.

Aku menarik nafas. “Apa kau sakit,minniie?”,aku mulai khawatir. Aku memegang jidatnya,dia baik-baik saja. Aku rasa dia tidak demam. Dia menjawab hanya dengan menggelengkan kepalanya.

“Aku baik-baik saja,biarkan aku istirahat Hyung…”, dia bergumam lagi. Baiklah, aku rasa dia hanya lelah saja, terlebih dengan seluruh jadwal kami yang padat, dan dia juga masih harus bersekolah.

“Baiklah,selamat malam,minniie… “,aku mencium pipinya kirinya dari belakang. “I love you…”,bisik ku.

“Hmm… “, dia hanya bergumam, aku mengerutkan alisku. Hanya itu? Kenapa dia tidak bilang dia juga mencintaiku? Aissshh Minho, pacarmu sedang lelah,jadi berhenti berpikir yang tidak-tidak padanya. Aku mengelus punggungnya sekali lagi,dan berjalan keluar kamar,bergabung makan malam dengan anggota yang lain.

***

Mataku tidak bisa lepas darinya, hari ini jadwal kami latihan menari, kemudian latihan vocal. Aku bisa melihat dia melakukan kegiatan dengan sangat baik. Dia tetap tersenyum, bahkan bercanda dengan anggota lainnya, sesekali padaku. Tapi, aku merasa ada yang berbeda darinya, aku melihat tatapan matanya kosong. Setiap aku bertanya padanya ada apa, dia selalu menjawab dengan tersenyum dan berkata kalau dia baik-baik saja. Apa aku percaya? Oh,tentu tidak. Dia Taeminniieku, aku tahu sifatnya.

“Taemin ah-,bisa kita bicara sebentar?”, aku menarik tangannya saat kami ingin keluar dari ruang latihan.

“Huh? Owh… oke!”, dia tersenyum.

“Hmm… aku tahu aku sudah berkali-kali menanyakan ini padamu. Tapi, aku hanya ingin memastikan apakah benar kau baik-baik saja? Tidak ada masalah?”, aku mulai berbicara disaat manager kami dan anggota lain keluar ruangan. “Kamu tahu, aku mengkhawatirkanmu… “, aku memegang pipinya dengan lembut. Dia menghela nafas, entah mengapa kali ini aku tidak bisa membaca pikirannya. Apakah Taemin ku sekarang pintar menyembunyikan perasaannya?

“Aku sudah bilang padamu,Hyung. Aku baik-baik saja … berhentilah terlalu mengkhawatirkanku…’,dia tersenyum padaku. Mataku membesar. What? Berhenti mengkhawatirkannya?

“Kamu… kamu mau aku tidak khawatir padamu?”,aku menatanya penuh tanda Tanya. “Kenapa?kau kan pacarku…?”,

“aku tahu, bukan begitu maksudku…–”

“Yah! Kids, ayo kita pergi, kita masih punya jadwal lain.”, Manager Hyung memotong pembicaraan kami. Aku segera menurunkan tanganku dari pipi Taemin, kami berdua mengangguk. Tapi kemudian Taemin berbalik, dan berjalan ke arah pintu untuk keluar.

“Taemin,Tunggu…”, aku menarik lengannya lagi. Kami belum selesai bicara.

“Hyung… sudahlah, aku rasa itu hanya perasaanmu saja. Jadi,lebih baik sekarang kita keluar, sebelum manager mengomel pada kita.”, dia tersenyum padaku. “Dan percaya padaku, kamu paling malas mendengarnya.”, dia melepaskan genggamanku pada lengannya, dan berjalan keluar. Aku menatapnya dengan bingung, ada apa ini? Benar-benar tidak beres, Taemin ku bersikap dingin padaku.

***

Sudah hampir dua minggu Taemin mengacuhkanku. Oke,aku dapat mengatakan seperti ini karena berbagai fakta dan peristiwa. Oke,berlebihan.

Pertama, hari setelah kami diruang latihan. Esoknya aku pulang terlambat. Itu sudah pukul 2 pagi hari. Aku masuk perlahan ke kamar ku, tentu kamar kami berdua. Aku melihatnya tertidur pulas, aku suka melihatnya, dia seperti malaikat yang sangat manis. Oh,kalau aku tidak mengingatnya dia berbeda padaku akhir-akhir ini,pasti aku sudah menyerangnya. Kau mulai gila,Minho!. Aku mendekati ranjangnya, duduk disampingnya. Posisinya menghadap kedinding. Perlahan tanpa ingin mengganggunya aku berbaring dibelakangnya, aku melingkarkan lenganku dipinggangnya,aku mencium aroma rambutnya, seperti bau stroberi,sangat segar. Aku mempererat pelukanku, ku cium kepalanya. Aku merindukanmu,Taemin ah~…

“hmmh…”, dia bergerak,bergumam karena menyadari aku mengganggu tidurnya.

“Mianhe Taemin ah~…”,aku membenamkan kepalaku kebelakang lehernya.

“Hyung,pergilah tidur…”, dia bergumam tidak jelas.

“Aku tidur bersamamu, kau tidak keberatan kan?”, aku mempererat pelukanku dipinggangnya. Dia terdiam, kemudian perlahan membalikkan badannya. Matanya sedikit terbuka,mencoba memandangku.

“Pergilah ke kasurmu sendiri,aku mohon…”, dia mendorong tubuhku pelan. WHAT?? Dia menolakku?.

“Hyung…”, dia mendorongku pelan,dengan ekspresi memohon. Aku tidak banyak bertanya, aku tahu,dia tidak mau aku membahasnya sekarang. Aku hanya mengehela nafas,dan mencium jidatnya,kemudian beranjak turun dari kasurnya.

Kedua, setiap dia pulang sekolah, dia masuk kekamar, entah apa yang dilakukannya. Itu yang dilaporkan Key, Jonghyun Hyung, dan Onew Hyung padaku. Dia menyantap semua sarapan, dan melakukan kegiatan kami sesuai jadwal. Tetapi sering kali jika aku terbangun dipagi hari dia sudah berangkat ke sekolah, aku mengutuk diriku yang tidak bisa bangun lebih awal untuk mengucapkan selamat pagi,atau paling tidak mengantarnya?. Dan jika kami melakukan kegiatan bersama,dia lebih sering diam, atau sibuk dengan iPod nya, atau bahkan tertidur.

Ketiga, dia jadi jarang menatapku, dia seperti mengacuhkanku,membuat Key bertanya ada apa sebenarnya dengan Taemin kami. Aku hanya bisa mengangkat bahu, dan menggeleng kepala. Berulang kali aku tanyakan hal yang sama padanya,dia tidak mengatakan apapun, aku benci seperti ini, tidka bisa melakukan apa-apa,aku memutuskan mengalah,aku tidak mau bertengkar dengannya.

***

Samar-samar aku mendengar suara berisik disampingku. Aku membalikan posisi tidurku yang sedari tadi menghadap dinding. Aku memicingkan mata melihat sinar redup tidak jauh dari tempat tidurku.

“Taemin ah~…?”, aku memanggil namanya pelan, aku melihatnya terduduk didepan meja belajarnya, sibuk membuka buku. Dia menoleh padaku, mukanya terkejut.

“Hyung?”, dia cepat-cepat membereskan bukunya.

“Apa yang kau lakukan malam-malam begini?”, aku terduduk dipinggir ranjangku,menatapnya lekat. Dia berbalik meneruskan kegiatannya.

“Aku habis belajar.”, dia menjawab, dan tersenyum padaku. Belajar? Aku melirik jam di ponsel ku,belajar jam 3 pagi?

“Aku tidur Hyung…selamat malam.”, dia sudah berbaring dikasurnya setelah membereskan buku-bukunya. Aku menatapnya bingung. Aku perlahan mendekati ranjangnya. Duduk dipinggir kasurnya.

“Kau belajar tengah malam? Kau tidak lelah?”, aku mengelus punggungnya. Dia menggelengkan kepala. Aku tahu kau lelah,Taeminniie… batinku.

“Biarkan aku tidur disampingmu kali ini,aku rindu padamu…”, aku berbaring disebelahnya. Memeluk pinggangnya dari belakang. Dia hanya mengangguk, tidak lama aku merasa nafasnya teratur, ia sudah tertidur.

***

“Yoboseyo?”,

“Hyung, kau sudah sampai dirumah?”.aku berbicara dengan Onew Hyung.

“Belum. Kami sedang dalam perjalanan, kau dimana?”,katanya.

“Ah, aku sudah dekat. Kau bersama Taemin?”,

“Tidak. Dia tidak ikut kami hari ini, jadwalnya di tukar oleh manager,katanya dia harus ikut kelas bimbingan disekolahnya.”,jelas Onew Hyung.

“Bailah,aku akan menghubunginya. Sampai nanti Hyung…”, aku menutup teleponku. Menekan panggilan cepat angka satu, My Minniie❤.

Aku mendengar nada tersambung, tapi Taemin tidak mengangkat telpon dariku. Kemana dia? Aku mengulanginya hingga 5 kali,tapi tidak ada jawaban. Aku melirik jam tanganku,pukul 5 sore,aku yakin dia sudah sampai di dorm kami. Aku meminta supir taxi untuk lebih cepat.

***

Aku membuka pintu dorm kami, dan aku melihat sepasang sepatu disana. Taemin sudah pulang, aku cepat membuka sepatu dan jaketku,mencari keberadaannya.

“Taemin ah~…”, aku berseru, dan berjalan ke ruang Tv. Aku berjalan ke kamar,dia juga tidak ada. Akhirnya kuputuskan pergi kedapur. Tapi..

“Taemin!!!”, aku berlari kearahnya,dia terbaring dilantai dekat meja makan. Dia masih memakai baju seragam sekolahnya.

“Taemin,Taemin,bangun,kau tidak apa-apa?’,aku panik,aku angkat badannya,dan kubawa ke sofa. Dia tidak menjawab panggilanku. Aku tambah panik, mukanya pucat,aku pegang kepalanya,dia demam.

“Ya tuhan,Taeminniie…ku mohon bangunlah…”, aku merasa air mataku menggenang dimataku. Ada apa ini?kenapa dia bisa seperti ini disaat aku tidak disampingnya?

“Taeminniie??!! Ada apa ini?”, Key berteriak panik, dia berlari mendekati Taemin dan mengelus pipinya.

“Minho,ada apa ini? Taemin kenapa?”, Jonghyun Hyung bertanya padaku. Aku menggelengkan kepala, aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku benar-benar khawatir, Key menangis melihatnya, dan Onew Hyung segera menelpon manager kami.

Tidak lama manager hyung tiba didorm kami. Dia tanggap dengan apa yang terjadi dan menyuruh kami membawanya kerumah sakit terdekat. Aku menggendongnya dengan bridal style, dan membawanya kedalam van kami. Sepanjang perjalanan aku hanya terdiam menatap wajahnya yang pucat yang tertidur dipahaku, badannya sangat panas, dia tidak juga sadarkan diri. Aku khawatir,tidak terasa air mata jatuh dipipiku. Aku mengutuk diriku sendiri, mengapa aku tidak bisa menjaganya,mengapa dia bisa seperti ini.

“Tenanglah,Taemin akan baik-baik saja…”, Onew Hyung yang duduk dikursi depan berbicara pada kami. Aku dapat melihat dia juga khawatir, dan Key tidak berhenti menangis dipelukan Jonghyun hyung.

***

Dia hanya terkena demam,tapi syukur kami membawanya tepat waktu,karena suhu panas badannya yang tinggi jika tidak segera ditolong akan menyebabkan kejang, dan sangat berbahaya bagi keselamatannya, dan dokter bilang, dia juga sedikit tertekan,mungkin banyak pikiran.

Aku menggenggam tangannya yang kurus, dia tetidur pulas dengan cairan infuse yang mengalir dilengan kirinya. Aku meletakkan telapak tangannya dipipiku. Apa yang kau pikirkan sehingga membuatmu sakit?

“Kumohon sembuhlah…”,aku berbisik padanya,air mataku jatuh. Aku sungguh takut,dan khawatir.

“Minho,kita bicara sebentar.”, Onew hyung menepuk pundakku,dan mengajak ku keluar dari kamar. Aku mengangguk,dan menghapus air mataku.

Kami berempat, dan manager hyung berdiri di lorong rumah sakit. Muka kami lesu dan tidak bersemangat, tentu saja, maknae tercinta kami jatuh pingsan, dan tidak ada yang tahu, dia adalah sumber vitamin di grup kami,dia yang selalu membawa keceriaan untuk semua anggota band.

“Kita akan batalkan wawancara besok, kali ini tidak apa-apa…semua bisa diatur.”, manager hyung berbicara pada kami, tapi kami hanya mengangguk, tentu saja, tidak ada yang ingin menanggapinya disituasi seperti ini. Kemudian manager hyung pergi meninggalkan kami untuk mengurus biaya rumah sakit.

“Kenapa kita tidak berada di sana saat dia pingsan…?’, Key tersedu.

“Sudahlah Key… Taemin akan baik-baik saja,kita sekarang semua ada disini…”, Jonghyun merangkul Key menenangkan pacarnya. Aku hanya terdiam,tatapan ku kosong. Aku membenarkan perkataan Key, kenapa aku tidak ada disana? Apa yang selama ini Taemin rasakan? Mukanya yang lelah setiap harinya, dan ahirnya dia jatuh sakit. Kalau bukan dari caraku yang kurang memperhatikannya , lalu apa lagi?

“Sebenarnya ada yang perlu aku katakan.”, Onew hyung mulai berbicara, dan menatap kami bergantian. Kami menatapnya serius.

“Aku kemarin menemukan sebuah surat di meja belajarnya saat aku ingin mengambil sesuatu.”, katanya. Kami memandangnya,memintanya meneruskan ceritanya.

“well… surat dari sekolahnya, disitu dikatakan bahwa ujian akhir negara sebentar lagi. Maka setiap siswa di haruskan lebih giat belajar, dan akan diadakan beberapa tes sebelum ujian sebenarnya dilakukan.”, Onew hyung menjelaskannya pada kami. Kami mengerutkan alis, mencoba menangkap maksudnya.

“Aku tahu…”, kataku bergumam. Mereka bertiga menatapku. “Aku pernah melihatnya belajar tengah malam disaat kita harus istirahat setelah latihan seharian penuh…”, aku menundukkan kepalaku. Memikirkan semua yang terjadi belakangan ini, sikapnya yang dingin padaku bukan karena masalah hubungan kami yang menjauh. Tapi karena semua ini… karena dia memaksakan dirinya.

“Lee taemin pabo…”, Key bergumam dan menangis dipelukan Jonghyun. Aku mengerti perasaannya, kami semua kecewa, kecewa pada diri kami, kami sebagai Hyungnya tidak bisa mengerti kesulitan dongsaeng kami, dan membiarkannya menyelesaikan masalahnya sendirian. Terutama aku, menyesali kenapa tidak bisa lebih mengerti perasaannya dan berfikir yang tidak-tidak.

***

TAEMIN POV~

Bau apa ini? Rasanya ini bukan dikamarku, kepalaku pusing, samar-samar aku dengar sebuah suara memanggil namaku. Oh,tidak,tidak mungkin itu malaikat,aku belum matikan? Tidak,aku tidak mau mati,tidak sebelum bertemu Minho hyung dan yang lainnya. Kumohon jangan sekarang,jangan disaat aku akan beranjak dewasa, dan hei aku sudah dewasa,sebentar lagi aku lulus sekolah. Ya, lulus sekolah, itu yang aku nantikan.

Taemin… taeminniie…

What? Mengapa malaikat tahu nama panggilan kesayangan Minho Hyung? Oh,aku lupa, malaikat bisa tahu segalanya,mereka utusan Tuhan.

Taeminniie…please…bangunlah…

Bangun?? OMO, Sepertinya aku kenal suara ini?dan sentuhan lembut di pipiku ini,aku tahu ini tangan siapa.

“H..hyung?”, aku berusaha membuka mataku, ohhh…rasanya berat sekali, kepalaku pusing, mataku jadi berat.

“Taemin!!”,katanya. “Syukurlah…syukurlah…”,dia memelukku erat, aku tahu ini siapa, aku tahu dari baunya,aku tahu dari kehangatan tubuhnya yang memelukku, aku tahu suaranya yang berat, aku tahu semuanya yang melakukan ini padaku. Dia satu-satunya…

“Taemin?!”,aku melihat hyung yang lain berdiri didepanku,dan memanggil namaku

“Minho hyung…?”, aku memeluk tubuhnya. Dia tidak menjawabku, dia membenamkan wajahnya keleherku. Aku mengangkat badanku sedikit, untuk melepaskan pelukannya, tapi dia memelukku lebih kencang,membenamkan wajahnya kepundakku. Beruntung aku masih bisa bernafas dengan normal,kau tahu..aku rasa aku pingsan?mungkin! aku tidak ingat persis, saat itu aku lelah,dan didapur… oh lupakan.

Aku merasakan badan Minho bergetar, dia tidak bersuara, dia hanya memelukku. Aku tahu dia menangis,kenapa dia menangis? Apakah dia khawatir padaku? aku sadari air mataku juga menetes.

“Hmm… Minho,bisakah kau menyingkir sebentar?dokter ingin memeriksa keadaan Taemin.”, Onew hyung menepuk pundak Minho hyung. Tapi ia tidak menghiraukannya, dia mengeratkan pelukannya padaku,dan menggelengkan kepalanya. Aku melihat wajah dokter dan Hyung yang lain menjadi bingung. Aku menghela nafas.

“Tidak apa-apa  Onew hyung, aku baik-baik saja…”,aku tersenyum pada mereka. Mereka memandangku khawatir,terutama Key hyung,maaf umma membuatmu menangis….

“Baiklah,kita tinggal kalian sebentar.”, Onew hyung menarik Key dan Jonghyun hyung keluar kamar, diikuti dokter yang akan memeriksaku.

“Hyung…kau…menangis?”, dia melepaskan pelukannya, dia menyentuh pipiku dengan kedua tangannya. Menatapku dengan tatapan khawatir dan sedih, air matanya mengalir dipipinya. Oh, aku tidak suka melihatnya sedih karena aku.

“Kenapa? Kenapa kau .. menanggung bebanmu sendiri?”, katanya menatapku lekat. Aku menatapnya bingung. Dia memelukku lagi.

“Jangan pernah melakukan apapun tanpa bantuanku, jangan paksakan dirimu tanpa bantuanku, jangan pernah mengacuhkanku, dan jangan pernah berbuat apapun seolah kau tidak membutuhkanku..”, katanya berbisik ditelingaku. “Aku peduli padamu,bahkan aku bisa mati jika kau begini lagi…”,katanya

“Hyung…ada apa?”, aku bingung. Dia melepaskan pelukannya,dan menatapku bingung.

“Aku yang harus bertanya padamu Taemin ah~, aku bertanya pada diriku apa salahku padamu sehingga kau akhir-akhir ini mengacuhkanku, kau tidak menatapku, tidak berbicara padaku, dan kau selalu terlihat lelah, jika aku bertanya ada masalah apa, kau bilang kau baik-baik saja…”, aku membesarkan mataku. Aku tahu maksudnya sekarang.

“Aku peduli padamu,aku khawatir kau tidak lagi butuh aku, sehingga kau menjaga jarak, aku berusaha mendekatimu,tapi kau bersikap dingin…aku bingung Taemin ah~…” dia mengelus pipiku. Aku terdiam sesaat. Mengapa kau begitu bodoh Taemin? Kau tidak sadar perbuatanmu akhir-akhir ini membuatnya khawatir?kenapa aku tidak menyadarinya?

“Hyung… mianhee… jeongmal mianhe…’, aku menyentuh pipinya, aku menangis.

“Aku hanya ingin…menunjukkan padamu, dan para hyung,bahwa aku mampu menjadi yang terbaik… aku khawatir dengan prestasiku…*sobs* aku takut aku tidak bisa membanggakan kalian dan juga orang tuaku…*sobs*… aku ingin menjadi yang terbaik dimata kalian, dan… aku tidak sadar ini membuatku lelah…”, kataku, dadaku sesak, aku membenamkan wajahku kedadanya, “Aku lelah Hyung…”, kataku lagi. Dia mengelus rambutku, memelukku dan menepuk pundakku untuk menenangkanku.

“Kau tidak perlu minta maaf…aku,dan Hyung mu yang lain akan selalu ada untukmu. Apapun yang kau lakukan kami selalu bangga padamu,tanpa kau harus memaksakan dirimu… cukup lakukan yang terbaik yang kau mampu, itu sudah cukup bagi kami melihat bahwa kau adalah Lee Taemin yang membuat kami bangga memilikimu.”, dia melepaskan pelukannya dan mengangkat daguku menatapnya. Sorot matanya yang lembut menatapku.

“Dengarkan aku, aku Choi Minho, sayang dan mencintai Lee Taemin yang apa adanya, dengan semua kekurangan dan kelebihannya, apapun yang ia lakukan, bagiku itu yang terbaik yang ia punya…” dia terdiam sesaat. “Jadi, jangan paksakan dirimu, aku bersedia jadi tempatmu bersandar jika kau mengalami kesulitan, aku sangat menjamin ini padamu…” dia terenyum lembut,senyumnya menghangatkan hatiku.

“setidaknya janji pada dirimu sendiri, kau cukup melakukan yang terbaik untuk dirimu, bukan untuk kami, tapi untukmu…”, dia menghapus air mata ku dengan lembut sambil tersenyum. Aku mengangguk, dan memeluknya erat.

“aku mencintaimu, Hyung… terima kasih… aku benar-benar mencintaimu.”,aku tersenyum dipelukannya. Terima kasih tuhan, kau memberikan malaikat sebaik dia.

“aku lebih mencintai mu, Taeminniie…”,

Kemudian dia mengangkat daguku, dia mencium bibirku dengan lembut. Aku menyambutnya, aku lingkarkan tanganku kebelakang lehernya,memainkan rambutnya yang pendek. Ciuman kami berubah panas, lidahnya masuk kedalam mulutku, tangannya menahan leherku untuk tetap menciumnya, aku mainkan lidahku bertemu dengan lidahnya. Kami bergumam dalam diam menikmati ciuman kami, well, karena sudah cukup lama kami tidak melakukannya. Tapi ketika kurasakan tangannya telah menelusup ke baju ku..

“EHM! Aku rasa ada yang harus diperiksa?”, kami berhenti berciuman, menoleh kesumber suara. Key hyung berdiri dengan tangan dipinggangnya melirik Minho Hyung sinis.

“Cckckck… sayang sekali, belum sampai klimaks!”, Jonghyun hyung berdiri disamping Key sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah kami.

“SHUT UP,JJONG!”, Key Hyung memukul lengan Jonghyun Hyung yang membuatnya meringis kesakitan.

“WELL… setidaknya disini ada yang mengerti,bahwa kami, SHINee, tidak akan membiarkan sang Maknae memaksakan dirinya lagi,dan berhenti berpikir bahwa kami tidak bisa membantunya…”, Onew hyung menghampiriku, dan membelai rambutku dengan lembut. Aku menatap mereka, mereka tersenyum menatapku. Aku merasa air mataku jatuh kepipiku.

“Mianhe hyung….Gomawoo~…”, aku merentangkan tanganku meminta mereka memelukku. Mereka tersenyum dan menyambut tanganku, mereka saling memeluk ku dengan erat.

“I love you all…”, kataku terisak.

“Love you too Taemin ah~…”, mereka menjawab bersamaan, dan cekikikan. Aku bahagia, beruntung memiliki keluarga seperti mereka. Bahagia mempunyai seorang Choi Minho dan SHINee. Aku harus lebih belajar menghargai diri sendiri, dan juga menghargai ketulusan orang lain. Dengan umurku sekarang, masih banyak yang harus aku pelajari. Terutama belajar mencintai,dan menghargai diri sendiri dan juga orang lain.

P.S : ALLRIGHT… this is it! im so sorry if a lot of that i writing is wrong, I’m really lazy to proofread all of this, hehehehe….because I make this so long long ago, so im just copy and paste from my ms.word. hhehehe…

54 thoughts on “[Yaoi-OneShoot]2min- you ignored me?

  1. Salut sama Taemin, berusaha membanggakan hyungnya dan keluarganya, kerja seharian terus malamnya belajar. Tapi jangan terlalu memaksakan diri juga..
    Ku kira Taemin mengacuhkan Minho karena udah nggak cinta lagi..

  2. hmm,, kirain tae ngediemin minho karena cemburu
    tapi tnyt karena dia mau buat bangga hyung”a dari nilai bagusnya.. hmm tae, mereka semua sayang sama kamu apa adanya..

  3. taemin-ahh jgn memaksakan diri.. bener tuhh kta minho oppa lakukan yg terbaik untuk dirimu bkn untuk org lain..
    tpi itu aduhhh oppadeul negurny disaat yg tidak tepat wkwkwk

  4. Taeminn jjang!!!
    berusaha keras itu bagus, tp… kau hrs tw sampai mn kapasitasmu bs mlkukanx. uh abang Ming care sngt:)

  5. Suka kok suka. Pesan moral buat setiap aspek kehidupan kita, dapet banget. Sang maknae kita yang pekerja keras, fighting!

  6. qrain ngediemin minho karna ada masalah sma minho, eh ternyata cma pengen fokus sama sekolahnya…
    inilah magnae SHINee yg kita kenal… seorang pekerja keras! Fighting Taeminnie!!

  7. Key pacar Jjong?!? *Author: Sooo?!?
    Mm.. Okelah…*trpaksa..

    Ngakak pz adegn Jjong filming moment 2min. ^^

  8. Huahahahahahaha
    Taemin.. taemin.. gt banget sih, pas mau UN. Ckck
    Aku aja pa UN ga belajar segila itu taem 😂😂😂😂😂
    Tp btw ini jg kejadian sih sama aku..
    Pas duku UN jg jd jarang pegang hp, jarang pacaran(?), jarang komunikasi..
    Padal lg LDR 😂😂

    Untungan minho sabar banget deh..
    Coba kalo dia kepancing emosi, udah deh gatau gmana tambah sakitnya taemin(>_<)

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s