[Oneshoot] I decided to believe you/yaoi/2min


A/N : Hm, ini sebenernya fanfics pertama yang gue buat,bener” yang pertama,dan ini 2MIN >////<  hahahha, i love this couple so dam much!!! fanfic ini sebenarnya udah di publish di blog orang,gue ngajuin ke dia supaya fanfic gue di publish dan akhirnya disetujuin, lo bisa liat sendiri di SHINING FANFICTION , THANK YOU SO MUCH for CHOI SEUNGMI selaku Admin nya yang udah ngebolehin gue ngirim FF pertama gue dan di publishkan. Btw, gue dapet ide ini dari komik yg pernah gue baca,dan gue ceritain sesuai otak gue. hehehehehe … SO, HAPPY READING !!

 

TAEMIN POV ~

Aku berjalan dengan langkah dipercepat, udara dingin aku lawan dengan mempererat tanganku masuk kedalam saku jaket tebalku. Aku tidak benci musim dingin, tidak sama sekali, tapi kali ini aku benar-benar merasa benci. Nafasku naik turun, well… karena lelah aku berjalan terlalu cepat, aku yakin, orang yang melihatku mengira aku sedang ingin ambil gaji *apa deh?

“Cepet amat non jalannya?”, tegur seseorang dari belakangku. Aku kenal suara itu, suara yang sangat aki benci.

“Bukan urusanmu!”, kataku berjalan lebih cepat, “DAN, berhenti panggil aku NONA, aku cowok,dan kamu bisa liat itu,kalau matamu masih normal!” kataku jutek. Well, aku jarang jutek dengan orang lain,tapi tidak dengan makhluk yang satu ini.

“Ckckck… galak banget, pasti lagi ribut sama pacar yah? Pantes nggak pulang bareng… “,kata cowok itu masih saja membuntutiku dengan sepedanya,aku diam saja benar-benar tidak perduli, tapi omongannya yang terakhir membuat hatiku tercekat. “Bareng aja yuk, biar cepet,dingin loh udaranya….”, katanya tiba-tiba memberhentikan sepedanya tepat didepanku. Aku berhenti dan memandangnya sinis.

“YAH, KIM JONGHYUN! Bisa tidak kau jangan mengganggu ku dalam sehari,dan behenti ikut campur urusan orang!”, kataku hampir mau menangis dan membentaknnya dengan wajah memerah. Aku melihat dia terkejut sesaat dengan bentakanku. Aku masih menatapnya diam, tatapanku berkat ce-pet ka-u m-nying-kir da-ri ha-da-pan-ku a-tau…

“Ck, mianhee nonaa… silahkan jalan….”,katanya menyingkir juga dari hadapanku. Aku melanjutkan jalanku dengan cepat,ya DENGAN CEPAT,aku ingin cepat sampai rumah.

“Pasti lagi ribut sama Minho, bisa ditebak …,sial,beruntung sekali si Jangkung itu!”,aku mendengar dengan jelas Jonghyun hyung berkata apa, tapi aku tidak bisa berkomentar dengan apa yang ia katakana barusan,itu memang benar sedang terjadi.

 

FLASH BACK ~

“Mianhe taeminniie … aku rasa kita nggak bisa pulang bareng lagi hari ini, ada rapat club, dan kamu tahukan sebentar lagi turnamen?aku harus datang …”, Minho mengatupkan kedua telapak tangannya didepan wajahnya.

Si maknae menatapnya diam dan menggigit bibir bawahnya. “Lagi?”, katanya menundukkan kepalanya. Dia menahan sedihnya dan marahnya didepan pacarnya.

“Mianhe, jeongmal mianhe… aku janji,setelah turnamen ini aku menebus semuanya deh ya?”kata Minho mengelus pipi sang maknae lembut. Maknae hanya diam,dan pelan memundurkan tubuhnya untuk menjauhi wajah nya.

“Waktu kemarin juga begini, kamu janji setelah soccercamp kita sama-sama, tapi kamu langsung sibuk turnamen samapai sekarang,aku tahu,aku tidak bisa egois,tapi….”, Maknae menarik nafas, menahan air matanya yang ingin jatuh. “bisa nggak sedikit aja,aku cuma minta sedikit pengertian dari kamu,kam tahu kita tidak senormal yang lain…”, kata Maknae mempertegas hubungan mereka selama ini (you know what guys? Its BOY x BOY hehhe). Dan air matanya mulai menjatuhi pipinya.

“Aku nggak ngerti dimana letak aku nggak ngertiin kamu? Tapi aku sekarang ini benar-benar butuh dukungan kamu, aku nggak mau kita ribut Cuma masalah sepele,dan aku nggak mau ini semua jadi beban hubungan kita…”, jelas Minho sambil berusaha menghapus air mata dari wajah si maknae yang ia cintai itu. Tapi si Maknae menghindari sentuhan pacarnya itu.

“Beban? Jadi selama ini hubungan kita beban yah? Jadi aku termasuk beban kamu? “, Taemin menatap Minho dengan tatapan geram, air mata menetes dipipinya, “Baiklah, kalau begitu aku pergi, supaya bebanmu hilang…”, katanya beranjak pergi. Sebelum Minho mencegahnya dia sudah berbalik lagi.

“Semoga sukses dengan turnamennya, aku dukung kamu, dan jangan cegah aku,aku bisa pulang sendiri, annyoeng!”, kata Taemin berjalan cepat,bahkan hampir berlari. Entah apa dipikiran Minho,tapi ia tidak mengejar pacarnya sama sekali dan hanya diam menatap punggung pacarnya menjauh keluar dari taman belakang sekolahnya.


MINHO POV ~

Jam dinding kamarku sudah menunjukan pukul 10 pm, aku duduk diatas kasur dan mengambil handphonek dari saku celana. Melihat layar HP, disana tidak ada sms atau miscall dari taemin seperti biasanya, aku menebak kali ini benar-benar serius,dia marah,bahkan hubungan kami terancam.

Kenapa dia tidak mengerti juga maksud ku, aku hanya butuh pengertiannya sedikit saja,tapi dia bilang aku juga harus mengertinya, aku tidak mengerti,siapa yang salah disini?.

RRRRRRR… RRRRRRRRRRR… aku kaget melihat layar diHP, kaget setengah mati.

Aaah~ KEY! Aku pikir siapa?

Sender: Key Received: 8:27:43 today “ YAH! CHOI MINHO! Apa yang sudah kamu lakukan sama my baby Taemin? Dia pulang kerumah langsung mengunci diri dikamar,dan saat ini belum keluar untuk makan malam, kalau terjadi apa-apa dengannya, MATI KAU!!!”

Aku tiba-tiba bergidik ngeri, aku rasa ini benar-benar serius dia ngambek padaku. Aku menekan sms balasan kepada Key.

To: Key Sent: 8:30:15 today “Mianhe,key, aku ada sedikit salah paham dengannya,maukah kau membujuknya untuk makan,aku benar-benar tidak bisa keluar rumah,kau tahu?diluar dingin,aku tidak tahan dengan udaranya,dan aku sangat lelah, jeongmal mianhe .”

Aku benar-benar tidak bisa keluar,besok masalahnya akan ku selesaikan, aku harap Taeminku bisa mengerti,dia mengenalku dengan baikkan? Aku tidak tahan dengan udara dingin,terlebih badanku lelah sekali. Saat mataku hendak tertutup aku menerima balsn dari Key.

Sender: Key Received: 8:35:07 today “ akan kuusahakan,ini demi my baby,bukan demi kau! Awas kalau ini terus berlanjut,bagian tubuhmu akan jadi santapan makan malamku!”

Aigoooo~ Key… bukan Cuma adiknya saja yang seram kalau marah,tapi kakaknya juga lebih-lebih. Entah kenapa Onew hyung mau sama dia? Itu yang ada dipikiranku treakhir kali,sebelum aku tersadar mulai menutup mataku untuk tidur.

 

TAEMIN POV~

TOK TOK TOK TOK…

“Taeminniie…. Weiku… yah,taeminniiiee… mau sampai kapan mengurung diri dikamar?”, aku mendengar suara Key umma (atau sebenarnya Hyungku). Aku mengedarkan pandanku kearah jendela,matahari sudah sedikit mengintip, salju berhenti turun,dan kurasa cuaca sedikit membaik pagi ini.

“YAH! TAEMINNIIE… dengar tidaaaak…”, kali ini ketukan dipintu kamar semakin menggila,aku putuskan turun dari kasur dan beranjak membuka pintu.

“ Wae umma?” kataku seraya menyembulkan kepala dari dalam,dengan selimut melingkar dikepalaku. Key umma berkacak pinggang dengan muka ditekuk menatapku.

“Kamu tahu?dari malam aku khawatir denganmu,tidak makan malam,dan sekarang kamu coba-coba tidak makan pagi juga? Sadarlah taemin, hidup itu butuh makan…” katanya mulai menceramahiku. “Cepat bersihkan wajahmu yang sembab,dan turun sarapan denganku  …”,katanya sambil mencubit hidungku.

“Ck, semenjak appa dan umma pergi,dia benar-benar sangat bawel…”,kataku beranjak pergi ke kamar mandi,dan sekilas melihat wajahku dicermin lemari. Poor you taeminniie… mataku jadi sembab menangis semalaman. Minho? Yah MINHO!! Aku berlari kearah kasur mencari HP ku, penasaran apakah ada pesan dari Minho untukku?

Mataku meneliti satu persatu apa yang tertera dilayar HPku, 5 misscall dari Minho ‘oh sungguh aku sangat senang ternyata dia masih menghubungiku,walau yah karena aku tidur jadi maaf aku tidak mengangkat!’ ini sudah pukul 8 berarti pagi sekali dia menghubungiku? , 3 misscal dari jonghyun ‘buat apa dia miscall?nggak penting!’, tunggu… kenapa Cuma ada 1 sms? Dari MINHO,yess!!!

Sender: My MINHO Received: 7:25:15 today “Taeminniie, jeongmal mianhe … aku tidak bisa menjelaskannya lewat sms, tapi aku akan kerumahmu nanti,aku harus pergi sebentar,karena ada evaluasi pemain, mianhee taeminniie , SARANGE!”

“MWO??? Lalu buat apa kamu sms aku jika ujung-ujungnya kamu masih tetap pergi?sesukamulah!!!”, kataku membanting HPku kekasur, “AAAISSSHHH~~~…”,aku kesal dan mengacak-acak rambutku.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

TING TONG TING TONG !

“YAH! Siapa sih berisik banget pagi-pagi gini udah bertamu?”, gerutu Key umma beranjak berdiri dari kursinya.

“Biar aku saja umma…”,kata Taemin beranjak berdiri, dan berjalan kedepan.

“SELAMAT PAGI NONAAAA….”, suara nyaring terdengar begitu sang empunya rumah membuka pintu.

“JONGHYUN?”, kata Taemin kaget melihat sesosok laki-laki berdiri didepannya dengan senyum mengembang dan tangan terentang.

“Annyoeng Taeminniie… Key ada?”, kata sesosok laki-laki dibelakang Jonghyun tersenyum hangat.

“Onew? Its you,honey?”, Key menyembulkan kepalanya dari dalam dapur. Dan berlari menghampiri Onew,dan menariknya kedapur,entah apa yang akan mereka lakukan,entah makan atau…(well…lain cerita guys!)

Taemin menatap balik ke arah cowok dihadapannya dengan kesal, yang ditatap malah senyam senyum bahagia.

“Mau ngapain kamu kesini? Kenapa sih pagi-pagi sudah buat mataku gatel aja?”, kata taemin menggigit bibir bawahku gemas.

“Aigooo~ Nona, kamu ngambek mulu yah kalau ketemu aku? Aku kesini mau menghiburmu lah…”, Jonghyun menggaruk-garuk kepalanya dengan ekspresi sok innocent.

“Cih, nggak lucu…”, celotoh taemin.

“Jalan yuk, saljunya udah berhenti loh, kita mai ke mall aja, belanja-belanja…biar kamu seneng,dan nggak ditekuk terus wajahnya… ” kata Joghyun menarik tangan Taemin.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

TAEMIN POV~

Suara dentuman music mengalun bergantian, aku terpana secara bergantian melihat penari grup tampil bergantian didepanku.

“Nih minum!”, Jonghyun menawarkan coke padaku. Aku menerimanya dan tetap menatap penari diatas panggung.

“Keren kan? Tidak salah aku mengajakmu kesini, kamu suka dance kan?”, katanya . aku menoleh dan meneliti wajahnya, dia balik menatapku tersenyum.

“Tahu dari mana? Are you stalker?”, kataku memicingkan mata.

“HAHAHAHA… maybe yes, aku suka melihatmu berlatih dance di aula, dan kamu tahu? Itu alas an aku suka padamu, ini serius… kamu sexy dan cantik saat melakukan,you know, poppin dance… hehehehe…”, katanya menggaruk-garuk kepalanya. Aku membelalakkan mata? Suka padaku katanya tadi?

“Suka? Aku pikir kamu normal…”, kataku menyindir dan mengalihkan pandanganku ke panggung, tidak ku pungkiri wajahku sedikit memanas, you know what? Selain Minho belum ada laki-laki lain bilang suka padaku secara terus terang.

“Hehehe… tadinya kupikir begitu,tapi setelah bertemu denganmu,akal sehatku rasanya hilang entah kemana…”,katanya jujur,aku menoleh,dan ia sedang menatapku dengan serius. Aku menelan ludah.

“Jujur saja,aku benci dengan orang yang mengganggu hubungan orang lain dan mencoba masuk diantara mereka,aku bisa membenci orang itu…”,kataku pelan.

“Aku juga, dan kurasa kamu akan membenciku…”,katanya lagi.

“Kalau sudah tau kenapa…”tapi dia memotong pembicaraanku,

“Ya buktinya kamu tidak begitu padaku kan? Aku tahu kamu orang yang baik,dan aku semakin menyukaimu,terlebih saat kau marah padaku, its so…. SEXY! Hahahaha…”,katanya mengelus sedikit kepalaku. Mukaku sedikit memerah, HEI? Ada apa ini? Aku sudah punya Minho… yah… Minho,kemana dia?

RING DING DONG RING DING DONG DING…DIGGI DING DIGGI DING DING DING, ringtone Hp Jonghyun berbunyi,aku bergidik ‘hahaha…lagu SHINee, dia suka juga?’

“Key? Wae?”, katanya, aku menoleh penasaran,mau apa Key umma menghubungi Jonghyun? Kenapa bukan aku? OH YAAMPUN, HP KU TERTINGGAL! EOTTOKHEEEE?? Bagaimana jika Minho menghubungiku, aah~~ itu juga kalau dia ingat denganku. Aku menundukkan kepala sedih dan mulai meremas tangannku sendiri.

“Nih, Ummamu!”,kata Jonghyun memberikan ponselnya padaku.

“yoboseyo?”, kataku.

“Taeminniie,cepat pulang,aku mau pergi dengan Onew, ini sudah jam 7 kan?kamu sudah lama sekali perginya,cepat pulang dan gantian jaga rumah,arra?”,katanya disebrang sana.

“Arrasoo umma…”,kata ku dan menutup pembicaraan, aku menoleh kearah Jonghyun,dan ia mengerti maksud ku. Kami beranjak dari tempat itu dan berjalan pulang. Dalam pikiranku hanya,bagaimana kabar Minho,dan apakah dia menghubungiku? Aku gelisahsekali,aku berjalan dengan menggigit bibir bawahku berkali-kali.

JONGHYUN POV~

Seperti biasanya aku bertindak lebih agresif disbanding dengan Minho pacarnya yang sok perfect itu, tentu saja aku tidak kalah dengannya. Hei I’m Bling bling guy you know? Im so gorgeous, hahahaha*menghibur diri sendiri. Kali ini aku mengajaknya keluar,setelah kemarin melihat keadaannya tidak cukup baik,aku tahu dia sedang ribut dengan pacarnya itu. Ide ku lumayan bagus mengajaknya pergi menonton dance competition, well … acara itu sangat mendukung sekali rencanaku, thanks GOD.

Aku nekat secara sengaja menyatakan apa yang kurasakan sesungguhnya, hei, im not gay! But I decided to sayed it to him. Mukanya memerah,aku dapat melihatnya,tentu saja dengan jarak yang sedekat itu,walau penerangan tidak jelas mataku masih normal melihat perubahan ekspresinya,mukanya memerah menahan malu atas pernyataanku padanya.

Dia mengatakan akan membenciku jika terus mengganggu hubungan mereka, aku bilang tidak mungkin, tapi bisa saja pacarnya itu yang akan diam-diam membunuhku, cih… Choi Minho itu,bisa-bisanya menyia-nyiakan namja semanis Lee taemin?.

Saat berjalan pulang aku tahu dia masih belum bisa senang sepenuhnya,wajahnya masih tersirat sedih dan khawatir akan perasaannya sendiri. Aku memutuskan untuk tidak banyak bertanya, untuk apa lagi?semua jelas, bahwa dia sedang bertengkar dengan Minho si jangkung itu.

TAEMIN POV~

Kami berjalan menuju apartemenku, udaranya bertambah dingin,salju sudah berhenti turun tapi tetap saja, aku merapatkan tanganku kedalam saku jas. Berulang kali aku menggertakan gigi menahan dinginnya malam.

Akhirnya tinggal satu belokan lagi aku sampai diapartemen ku yang nyaman,tidak sabar untuk masuk dan mencari Hpku untuk memeriksa apakah kali ini Minho masih peduli padaku. Tapi,tiba-tiba saat ingin mencapai gerbang gedung apartemenku…

“Taemin ah~…”, Jonghyun menarik lengan kananku. Aku menatapnya terkejut.

“Wae…~?”,kataku sangat malas. Dia hanya tersenyum melihatku.

“Gomawo taemin ah~… lain kali kalau ada masalah kita bisa jalan-jalan lagi,aku akan membawamu kemana pun kamu mau… arra?”, katanya tersenyum padaku. Aku hanya diam saja, namun sedetik kemudian mataku menatap sesosok laki-laki tinggi berdiri didekat pintu masuk lobi, aku memicingkan mataku lebih jelas.

MINHO???!!! Dia berdiri disana diam menatapku, wajahnya datar menatap kami sedang berdiri didepannya. Aku tersadar dengan genggaman tangan Jonghyun dilenganku,aku menepisnya dan menatap Minho takut. Aku terlihat dalam keadaan seperti sedang terjadi sesuati diantara aku dan Jonghyun. Eottokhe??

“Hyu… Hyung?”, kataku terbata, dan bergerak sedikit mengampirinya. Aku dapat melihat Jonghyun juga terkejut.

“Hmm … baru pulang dari jalan-jalan yah?”, katanya dingin menatapku. “SENANG?”, dia menekankan kata-kata itu dengan tegas menatapku kecewa. Hatiku tercekat,aku bingung berbuat apa. “Kelihatannya aku mengganggu ya?”, katanya lagi dan berjalan melewatiku dan Jonghyun hendak meninggalkan kami begitu saja.

“Hyu..Hyung… tungguu…”, kataku mengejarnya dan berusaha menarik tangannya. “Kau salah paham Hyung…”,kataku menarik lengannya, tapi.. PLAK! Tanganku ditepisnya dengan keras. Aku tertegun takut, dia menatapku dingin… yah tatapan yang tak pernah kulihat.

“Lakukan sesukamu!”, katanya tegas, dan berlalu pergi meninggalkanku. Aku tercekat,kakiku tidak bisa bergerak,apa yang telah aku lakukan?apa yang terjadi padaku. Aku sadari air mataku mengalir dipipiku dengan deras.

“Taemin ah~…”, aku mendengar Jonghyun memanggil namaku. Tapi aku sudah tidak bisa mendengar apapun,yang aku tahu aku lelah sekali,air mata terus mengalir dari mataku, aku telah melakukan kesalahan,nggak bisa dipercaya sama Minho,dan tidak berusaha pengertian dengannya,mendukungnya,apa yang telah aku lakukan sejak keluar kamar sampai sekarang.

MINHO POV~

Aku duduk meneguk hot coffee ku, menarik nafas panjang, menghirup udara didalam aula yang sudah tidak ada siapa-siapa,aku melihat layar Hpku, enggan melakukan sesuatu dengan elektronik itu. Aku menatap sebuah wajah namja dilayar Hpku, dia tersenyum sambil menyeruput banana milk kesukaannya dengan wajah manis, Taemin aah~~ pabo! Kataku kesal.

“Yah, Minho… ternyata duduk disini asik juga yah?”, kata sebuah suara mengejutkanku dari samping. Aku melihatnya sinis.

“Bisa-bisanya kamu muncul didepanku, mau membunuhku hah?”,kataku kesal. Dia tertawa sambil berdecak.

“Dasar,sudah bagus kemarin dia bisa tersenyum dengan usahaku sendiri…tapi BAM! Dengan satu kata darimu,semua berubah… “, katanya menggelengkan kepala. Aku menyipitkan mata,mencerna kata-katanya.

“Setelah kamu menepis tangannya,dia hanya diam,air matanya mengalir tanpa suara, rasanya itu suatu kesempatan bagus untukku,tapi itu tidak berpengaruh pada Taeminmu…”, dia menarik nafas. “Kau tahu,dia terpuruk sekarang, Cuma kamu yang bisa membujuknya keluar dari kamar,dia belum makan dan tidak mau pergi kesekolah atau melakukan apapun,kalau kau tak menyelesaikannya…”,katanya berdiri menatapku rendah. “ Ck,jangan harap kau selamat dari Key dan aku yang akan menyambutnya dipelukanku,Arraso?annyoeng!”,katanya terseyum sinis dan pergi meninggalkanku.

Aku menggertakan gigiku kesal. ‘APA-APAAN SI KIM JONGHYUN ITU,BERANINYA MENGANCAMKU?’.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

TING TONG TING TONG

“jamkkan man-yo…”, seseorang membuka pintu.

“Annyoeng haseyo!”, Minho berdiri didepan pintu apartemen dengan gugup. Yang empunya pintu tersenyum menatapnya.

“Minho ah~… ayo masuk.”, katanya yang diketahui adalah Onew sang kekasih Key tersayang. Minho menarik nafas lega,bahwa hyungnya ada diapartemen Taemin,sehingga dia tidka langsung ditendang keluar sebelum dipersilahkan masuk.

“Yeobo? Siapa yang da…”, sebuah suara muncul dari dalam dapur. “YAH!! MINHOO,MAU APA KAU?BERANINYA KAU ISSSSSHH… “,suara yang khas dari Key,dan siap menyerang Minho dengan tongkat dari mana entah asalnya. Untung saja Onew hyung sigap menagkap lengan kekasihnya dan memeluknya dari belakang.

“Minho,cepat pergi,Taemin ada didalam kamarnya,bujuk dia untuk keluar,sebelum terjadi perang disini…”,katanya memberikan isyarat,dan menahan Key untuk menyingkir dari jalan dan menghentikannya untuk tidak mencoba menendang Minho.

“YAH CHOI MINHO,AWAS KAU…”, Key masih berusaha menendang Minho yang berjalan kearah kamar Taemin. “Yeobo…please,berhenti,aku lelah memegangimu,kau tidak kasihan padaku?”,kata Onew menatap Key dengan puppy eyesnya, Key sontak berhenti marah. “Yeobo…aku lapar,jadi jangan membuat tenagaku terkurasss…”,katanya bergelayut manja dipundak pacarnya. “Omo! Mianhe Yeobo…”,key mengusap pipi pacarnya dengan lembut,dan meraka berkissu :* ria(oke,ini lain cerita!!!)

MINHO POV~

Aku membuka pintu,syukurlah pintunya tidak dikunci. “Taemin ah~…”, kataku masuk kekamar,tapi tidak ada jawaban. Kamarnya gelap, itu karena tirai yang menutupi jendelanya tidak ia buka untuk matahari masuk. Aku berjalan kearah jendela disamping tempat tidurnya,dia tertidur lelap dan kurasa dia tidak sadar akan kehadiranku, aku membuka tirainya sedikit agar lebih terang.

SREEK! Aku terkejut melihat sebuah bingkai foto besar didepanku, wajahku sedang memegang piala dan bola ditanganku terpampang dengan jelas, disudut bawahnya bertuliskan MY LOVELY MINHO !! mataku terbelalak, dari mana dia dapat foto ini?.

Sedetik kemudian aku menatap sosok namja yang tertidur pulas didepanku, aku duduk dihadapannya dengan kursi belajarnya,menatapnya. Wajahnya polos sekali, aku mengelus rambutnya yang coklat, dan menyentuh pipinya dengan lembut,ia bereaksi sedikit,aku menahan nafasku,takut membangunkannya. Aku lihat matanya membengkak,apakah ia menangis?benarkah yang dikatakan Jonghyun?dia terpuruk,dan itu karena aku tidak mau mendengarkannya sedikit saja.

‘Taemin ah~ kenapa kau tidak membalas telpon dan sms dariku,lalu jalan dengan Jonghyun itu? Dan kenapa aku terlalu egois tidak mau bertemu denganmu sebentar saja? Mianhee taemin ah~,jeongmal mianhee…’,kataku bergumam,dan membelai bibirnya,perlahan aku mengecup bibirnya dengan lembut dan sayang.

 

TAEMIN POV~

Aku merasakan ada yang menyentuh mukaku dengan lembut, mengelus pipiku,dan mengatakan sesuatu,tapi entah apa,aku merasa itu sauar Minho. Aku duga itu hanya mimpi,tapi sedetik kemudian aku merasakan lembut menyentuh bibirku,mungkinkah dalam mimpi aku bisa merasakan ciuman yang lembut dengan sangat nyata? Aku tidak tahu,tapi mata ini sangat berat untuk dibuka.

Akhirnya aku dengan sekuat tenaga,menahan rasa pegal dipelupuk mataku, samar-samar aku melihat sosok yang sangat familiar, sosok yang selalu hadir dimimpiku saat kemarin. Wajah itu tersenyum padaku,dan tangannya kurasakan menyentuh lembut pipiku.

“Minho hyung?”,kataku terduduk kaget menatap sosok didepanku,dia tersenyum padaku. Aku ulurkan tanganku kewajahnya,memastikan ini tidak mimpi,dan benar,ia menyambutnya,balik menggenggam tanganku.

“Hyungg…”,kataku memeluknya dan air mataku mengalir lagi. “Mianhee hyung…aku salah…aku tidak pernah percaya padamu dan berusaha mengerti posisimu…”,kataku masih memeluknya.

“Cup cup cup… apa-apaan sih kamu,kamu harus makan dan kesekolahkan?ini bukan Taeminniieku namanya…”,iya menepuk-nepuk punggungku.

“Ka..kamu membenciku kan,Hyung?”,kataku menggigit bibir bawahku. Dia mengulurkan tangannya dan mengelus pipiku.

“Tidak,kata siapa? Aku sayang padamu,aku cinta padamu,Taeminniie…”,katanya mengecup keningku.

Aku berusaha menerka ini mimpi atau bukan? Biarlah.

“Aku minta maaf, karena aku egois tidak memikirkan perasaanmu,dan membiarkanmu memikirkan hubungan kita sendiri,dan tidak mendengar penjelasan darimu…aku tahu aku salah,dan aku terlalu takut mengakui kesalahanku, aku pengecut bukan?”, katanya memegang tanganku. Aku menggelengkan kepala.

“Hyung salah… kita memang kurang komunikasi,aku rasa Hyung sudah berusaha sebaik mungkin untukku,tapi aku terlalu cemburu,cemburu kalau hyung tidak peduli lagi padaku,lebih peduli dengan hobby hyung,padahal aku sendiri tidak bisa dipercaya olehmu…mianhee hyung…”,kataku menarik bajunya.

“Aku janji akan mendukungmu kali ini,dan bersabar untuk bersamamu nanti…”, kataku tersenyum padanya, dan menyentuh pipinya. Tiba-tiba dia memelukku erat…

“Yah~ hyung…lepaskan,sesaaak…”,kataku berusaha mendorongnya.

“Andwee… Taemin ah~ gomawo, aku sudah banyak menerima cinta darimu,jadi biarkan nanti aku yang gentian membalasnya…”,katanya masih memelukku,dan membenamkan wajahnya lebih dalam kepundakku.

Aku melepaskan pelukannya dan menatapnya,tangannya msih bergelayut dipinggangku.

“Seperti apa? Lebih dari yang tadi?”,kataku mengisyaratkan dengan telunjuk menunjuk kebibirku.

“MWO? Jadi kamu tadii…”,katanya berdiri sigap,mukanya memerah dan salah tingkah.

“Hahaha…wae hyung?”,kataku berdiri didepannya, dan tersenyum jahil,wajahnya masih gugup,dan aku suka itu, aku sedikit akan menggodanya.

“Yaah hyung~~…aku rasa kamu bisa lebih pandai dari yang tadi kan?bisa aku meminta balasan darimu sekarang?”,kataku mendekatkan badanku kearahnya,menarik baju depannya agar sedikit mendekat kearahku, matanya membulat melihat kelakuanku,aku tidak peduli,aku hanya ingin iseng saja. “Hmm.. kalau begitu,biar aku saj yang mulai…”,kataku menarik lehernya dan mencium lehernya dengan bibirku,ya leher…entah setan apa yang merasukiku tapi itu hal tergila yang aku lakukan padanya.

“YAH! TAEMIN!”,dia kaget,dan hilang keseimbangan,sontak tangannya meraih tangannku,dan tepatlah ia jatuh dikasurku dan aku diatas dadanya.

“Apa yang kamu…”,katanya sebelum aku menutup mulutnya dengan bibirku. Awalnya tidak ada balasan apapun,tapi akhirnya dia mulai melumat bibirku,bibir atas dan bawah kamu saling melumat. Aku merasakan lidahnya menjulurkan kerongga mulutku,aku beranikan diri melakukannya juga,well…its my first frenchkiss… Tapi,TUNGGU TUNGGU…kenapa tangannya masuk kedalam baju belakangku,OH tidak! Ini harus di cegah…

“YAH! CHOI MINHO! WHAT ARE YOU DOING WITH MY BABY TAEMIN ?!!!”, suara menggelegar dari arah pintu kamarku. Kami berdua sontak berdiri kaget.

“Umma?!!!”,kataku kaget membereskan bajuku dan posisi kami.

“ARE YOU A JERK , HUH?” katanya geram,dan cepat-cepat ditahan Onew hyung dipeluknya tubuh Key Umma. Onew hyung menariknya keluar kamar,dan mengisyaratkan kami untuk cepat keluar dari situasi ini.

Sebelum keluar kamar,aku melirik kearah Minho dan berkata

“Hyung,lain kali aku tidak akan menunggu…!”,kataku nakal. DAMN! Benar-benar kerasukan kali ini,tadi ak akan menolaknya tapi sekarang aku meledeknya,dan aku rasa aku akan tahu akibatnya nanti berani meledek Choi minho seoreng yang tidak mau kalah.

“Oh ya?aku rasa kamu yang akan takut akan seranganku. Tadi saja sudah kelihatan kamu takut!”,katanya meledekku dan menyentil dahiku dan keluar kamar.

DAMN RIGHT! HE’S ALWAYS KNEW WHAT IM THINKING! Aku menggelembungkan pipiku. Aku memutuskan,aku harus percaya padanya bahwa dia memang MENCINTAIKU.

~END~

48 thoughts on “[Oneshoot] I decided to believe you/yaoi/2min

  1. Aaaakkkkkk taeminn nepsong amatannnnn. Kkkkkkk~
    Ceritamya taemin masih perawan ya thor? *eh* hehehehe.

  2. kok aku ngakak sih😄 wkwkwkwwk
    lucu aja liat kelakuan key itu. huahahahahahha
    onew modus banget elaaaaahhhh pake peluk” key :p

    aku pikir jonghyunnya jahat, ngeselin gmana gt..
    tapi tetep aja dia ngenes -_- wkwk

    awalnya sempet mau nethink sih sama minho, gegara dia ga ke rumah taemin buat nenangin taemin dengan alasan ‘di luar terlalu dingin’ hhhmm
    yakali dia realistis sih, ga kek epep lain ato drama” yg rela nembus apapun demi nemuin sang pacar😄 wkwk
    ngakak lg btw pas di ending..
    lg enak” lovely dovey gt eeeehhhh si emak malah teriak” ngacauin semuanya😄😄😄😄
    buakakakakakakakakakaka

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s