[Oneshoot] Strawberry special/NC-21/2min/yaoi


a/n : AIGO! MIANHEEE … sumpah maaf yah para reader, gue gak tahu kenapa postan gue yang ini gak ke publish dan cuma ada judulnya doang. sumpah gak ngerti … kayaknya ada kesalahan dari gue deh, mianheee…. so, here it is… Fanfics ini udah pernah gue publish sebelumnya di blog temen gue, dia orng pertama yang nolongin gue buat publish FF hasil gue sendiri, dan sampai akirnya gue bikin blog sendiri, makasih buat official Choi Seung mi.

WARNED : nggak gue kasih password karena gue yakin yg baca udah ngerti artinya NC-21 hehehe

___________________________________________________________________________________________

ALL IS TAEMIN POV~

Rambutnya yang tebal berwarna coklat kemerahan dan berkilauan, matanya yang besar, badan yang tegap dan atletis, dan baunya yang terkadang seperti stroberi, itu yang membuat aku suka padanya.

“Taemin ah~, kamu seperti stroberi ya?”, katanya menyapaku dipagi hari saat aku ingin masuk kekelas, dia berdiri didepan pintu kelasku sambil menggenggam buah stroberi ditangannya.

“Eh??”, aku menatapnya dengan wajah memerah, aku menundukkan kepalaku.

“Wajah kamu selalu gampang menjadi merah.”,katanya lagi terus menatapku dengan senyum.

“Ah?”, aku tambah malu, dan menundukkan kepala lebih dalam lagi, rasanya air mataku akan jatuh sebentar lagi.

“Sekarang malah lebih merah lagi.”, katanya lagi tetap memandangiku. Wajahku memanas, dan aku tidak dapat menahan air mataku lagi rasanya.

“Apa maksud …UBH”, tiba-tiba dia menjejalkan buah stroberi kemulutku.

“Makan!”, katanya tersenyum usil padaku. Aku mengunyah dengan susah payah stroberi yang lumayan besar didalam mulutku.

“YAH, Choi Minho, apa yang kau lakukan pagi-pagi begini terhadap my baby Taemin?”, sebuah suara dari arah belakangku, dan memelukku, menjauhkanku dari sosok berbadan tinggi didepanku.

“Khey…Fhungh…~~”, aku melihat ke arah Key Hyung yang berdiri disampingku memegang bahuku dan menatap Minho dengan tatapan membunuh.

“Tidak ada? Aku hanya memberinya buah.”, Minho berkata santai. “Yo,whats up bro?”, dia ber high five dengan Jonghyun Hyung dan Onew Hyung.

“Kau tidak bisa melihat dia akan menangis? Ooh… kasihan sekali kau Taeminniie, kau tidak apa-apa? Katakan padaku, apa dia menyakitimu kali ini?”, Key memeriksa pipiku, lenganku, dan memutar badanku apa ada yang terluka. Aku hanya menggelengkan kepala, tidak bisa bicara selama buah itu masih dimulutku.

“Ah~, kau sangat mendramatisir Key,aku masuk kelas duluan, ayo Jonghyun, Onew Hyung…”, katanya tidak memperdulikan Key.

“YAH! CHOI MINHO!!”, Key berteriak kesal kearahnya.

“SSTTT… sudah Baby!”, Jonghyun menenangkan pacarnya dan melambaikan tangannya pergi bersama Minho dan Onew Hyung.

“Buah Stroberinya aku minta…”, Onew Hyung terdengar meminta kepada Minho.

“Sudah habis.”, dia jawab dengan singkat.

Aku masih mengunyah buah stroberi itu dimulutku, aku menatap punggungnya yang tegap lama-lama menghilang dibalik lorong kelas. Meskipun aku sangat suka padanya, aku tidak bisa berbicara padanya, aku sangatlah pengecut, mengingat dia tidak sekelas denganku, dia seniorku, dan dia… dia populer dikalangan siswa satu sekolah. Aku seharusnya bersyukur, karena secara kebetulan Key adalah teman baikku, dia kekasih Jonghyun Hyung yang berteman dengan Minho dan Onew Hyung.

“Taeminniie~~ … kenapa masih berdiri disitu?ayo cepat masuk kelas?”, Key manarik tanganku masuk kedalam kelas.

***

“Hari ini dia tidak masuk sekolah lagi, kau tahu dia kemana?”, Jonghyun bertanya pada Onew yang sedang asik mengunyah ayam goreng kesukaannya. Kami duduk berempat difast food dekat sekolah.

“Hyai donft knowh?”, kata-katanya tidak jelas,mulutnya sangat penuh dengan ayam goreng.

“Hiysssh… kunyah dengan benar makananmu,Hyung!”, Key menutup mukanya dengan tangannya,takut terkena semburan ayam dari mulut Onew.

“Mmm… maksud mu Minho Hyung yang tidak masuk sekolah,Hyung?”, akhirnya aku membuka mulutku, memberanikan diri bertanya. Mereka bertiga tiba-tiba menatapku, dan tersenyum.

“Aigoo~ akhirnya kau bertanya juga?hahahaha… ini yang kuharapkan…”, Jonghyun berkata dan mengacak-acak rambut Taemin gemas, dan tangannya cepat-cepat ditampar oleh Key. Aku hanya tertunduk malu, merasakan kupu-kupu terbang didalam perutku, aku salah bertanya rupanya.

“Hmm… aku tidak tahu Uri maknae…, tapi yang pasti dia sudah 2 hari tidak datang kesekolah,aku jadi bingung…”, Jonghyun menjelaskan.

“Kau tidak coba menghubunginya?”, Key bertanya. Aku hanya mendengarkan dengan seksama.

“Sudah, tapi tidak aktif. Onew juga sudah kerumahnya, tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan disana.”, Jonghyun menjawab sambil menyeringai. Perkataannya di setujui Onew dengan anggukan kepala.

“Hmm, apa dia sakit?”, Key memiringkan kepalanya berfikir, dan menatapku. Kami semua diam, dan tiba-tiba Key tersenyum padaku. Aku memandangnya curiga. Kenapa dengannya?

“Bagaimana kau yang coba melihat keadaannya, periksa apakah dia baik-baik saja, mengingat rumahmu dan apartemennya berdekatankan?”, Key menyampaikan sebuah ide padaku.

“Ap… apa??”, kataku membelalakan mataku mendengar ide gilanya. Oh ya benar, SANGAT GILA! Aku tidak mungkin berani pergi ke tempat Minho. Tapi Key,Jonghyun hyung, dan Onew Hyung, menatapku dengan puppy eyes mereka.

“Ayolah Taeminniie… aku dan Jjong akan berkencan hari ini…”, Key membujukku dengan menggenggam tanganku.

“Dan aku tidak bisa, kau tahu? Aku ada janji dengan Yoona, aku sangat merindukannya melebihi ayam goreng ini.”, Onew menyeringai padaku. “Dan titip catatan ini untuknya,terima kasih Taemin ah~…”, Onew berkata padaku dengan muka tidak bersalah.

“Tapi, kenapa harus aku?”, kataku panik. Mereka bertiga saling bertukar pandang, dan kemudian tersenyum padaku.

“Karena kami tahu, dia hanya mau kau!”, Joghyun menunjuk hidungku. Dan semuanya cekikikan, aku menundukkan kepalaku malu. Apa yang harus kulakukan? Berbicara padanya saja jarang, dan sekarang aku harus kerumahnya menanyakan kabarnya, setidaknya pasti aku akan masuk kerumahnyakan. Eottoekeee???

***

Aku berdiri tegang menatap pintu bernomer 10 didepanku. Aku menelan ludah, tanganku siap mengetuk pintu didepanku. Aku menarik nafasku dalam-dalam.

“Annyoenghaseyo~~…”, aku mengetuk pintu itu. Tidak ada jawaban. Aku menggigit bibir bawahku karena panik. Apkah dia tidak dirumah? Aku mengetuk pintu lagi, masih belum ada jawaban, atau mungkin tidak dengar, atau dia sedang tidur?

“Annyooengghasee~~…”, KLIK! Minho berdiri depan pintu, rambutnya basah, dan dia hanya menggunakan anduknya saja yang tersangkut dipinggangnya.

“AAAAAAAAAKKHHH…”, kataku spontan berteriak histeris kaget, dan menutup mata. Aku dapat melihat Minho menutup kedua telinganya.

“Maaf Hyung suaraku keras sekali…”,kataku akhirnya sudah masuk kedalam apartemennya.

“Padahal aku baru selesai mandi , lagipula aku tahu kamu yang datang, dan kamu kan laki-laki… pasti kamu perjaka!”,katanya spontan sambil memakai kaos dibadannya yang atletis itu. Wajahku sepontan memerah dan menunduk malu.

“Nah, kau jadi stroberi lagi sekarang…”, dia menoleh padaku, cekikikan melihat ekpresi mukaku. Aku hanya diam dan menatapnya malu.

“Kamu mau apa datang kesini?”, katanya dan menyuruhku duduk dimana saja, aku melihat kesekitar, kamarnya sangat bersih, tidak seperti anak laki-laki biasanya, aku putuskan duduk di sofa kecil dekat dengan kasurnya. Dia menatapku, aku hanya menatapnya bingung dan tidak bicara apapun.

“Yah Taemin ah~,tadi aku bertanya padamu, ada perlu apa kau datang ke tempatku?”, ulangnya lagi bertanya padaku. Aku menangkap pertanyaanya dengan membuat huruf ‘O’ dengan mulutku. Aku lihat dia menyeringai melihat ekspresiku.

“Hmm.. aku diminta Key,Jonghyun,dan Onew Hyung melihat keadaanmu,maksudku…mereka sangat khawatir padamu karena tidak masuk selama 2 hari dan kau tidak bisa dihubungi…”, Bagus Lee Taemin,kau dapat berbicara lancar.

“Oh begitu…?”, katanya singkat. Dia mengambilkan sekaleng coke dan memberikannya padaku dan berkata,

“Hmm.. aku memang sudah tidak ada niat lagi pergi ke sekolah.”, katanya tiba-tiba, aku terkaget dan mendongakkan kepalaku menatapnya yang berdiri tidak jauh didepanku.

“Ke… kenapa?”,kataku setengah berteriak. Itu mengejutkannya lagi, dia menoleh padaku dan tersenyum miris.

“Aku rasa badanku sedang tidak sehat,aku susah tidur,mungkin insomnia akut, jadi kuputuskan untuk tidak pergi kesekolah lagi. Lagi pula tidak ada yang mengasyikkan.”,katanya menatap lantai. Hatiku tercekat, ‘kalau dia tidak pergi ke sekolah,itu berarti aku tidak bisa bertemu dengannya lagikan?’

“Ja… Jangan begitu…”,kataku panik dan lagi-lagi dengan nada tinggi. Dia menatapku dan menyeringai. Kemudian dia berjalan kearahku,tepat berdiri didepanku,dia membungkukkan badannya,dan tangan kanannya menyentuh pipi kiriku.

“Kau mengkhawatirkanku?kalau begitu bagaimana kalau kau tinggal disini? Menemaniku dan tidur denganku?”,katanya menatapku lekat,jantungku berdetak dengan cepat,aku meremas tanganku dengan khawatir. “Aku tidak bisa tidur jika tidak ada orang perempuan disampingku.”,katanya lagi. Aku melotot mendengar ucapannya? Perempuan?tapi aku kan laki-laki?

“t-tapi aku ini laki-laki…”,kataku pelan. Dia melepaskan tangannya dari pipiku,menegakkan badannya.

“Aku tahu, tapi bagiku kau manis,dan mirip perempuan…”,jawabnya cuek. “Tapi,kalau kau keberatan,aku tidak akan memaksamu.”,kali ini dia memutar badannya membelakangiku. Aku menelan ludah,memutar otakku,berfikir apa yang sebaiknya aku lakukan.

“Mmm… baiklah…”,kataku akhirnya, tidak ada pilihan lain,ini demi Key,Onew,dan Jonghyun Hyung juga. Dan tidak ada yang salah jika dua orang laki-laki tinggal satu atap, itu tidak akan terlihat aneh.

***

Apa yang aku lakukan?sekarang aku berbagi tempat tidur dengan Choi Minho, seorang Namja yang selama ini aku kagumi,bahkan aku sukai. Mataku tidak bisa terpejam.

“Hmmmh…”, Minho bergumam dan membalikkan badannya menghadap padaku. Jantungku berdebar keras, wajahnya sangat dekat denganku,hanya beberapa inci saja, jika aku memundurkan tubuhku aku pasti akan jatuh kelantai. Aku menatapnya lekat,bulu matanya panjang,nafasnya teratur, bibirnya merah,aku bisa melihatnya dengan jarak sedekat ini? Baunya…ya,baunya seperti stroberi,aku suka….

Tanpa kusadari,aku mengikuti naluriku,aku perlahan memajukan kepalaku kearahnya,dan aku mencium bibirnya dengan bibirku dengan lembut. “Hem?”, dia bergumam, aku tersadar dari perbuatanku dan memundurkan wajahku dan menutup mataku. Aku mengintip sedikit,syukurlah dia masih terlelap tidur,APA YANG BARUSAN AKU PERBUAT?AKU MENCIUMNYA DISAAT DIA SEDANG TERTIDUR?OMGD!

Aku menggelengkan kepalaku,Lee Taemin,kau tidak boleh melakukannya lagi,dia akan membencimu jika dia tahu apa yang telah kau perbuat padanya. Tiba-tiba lengannya melingkar dipinggangku dan menarikku lebih dekat, kepalanya tersembunyi didadaku.

“Hmmm…aku tidak bisa tidur,aku merindukanmu…”, dia mengingau! Aku kaget dibuatnya,aku lega dia tidak bangun. Tapi…perempuan katanya?dia tidak bisa tidur kalau tidak ada perempuan?begitu ya?atau mungkin sebelumnya sudah banyak perempuan yang dia ajak tidur bersama? Aku menatapnya dalam diam,dan memikirkan itu air mataku akan mengalir. ‘Jeongmal Saranghe hyung…’ aku bergumam sangat pelan,bahkan bayanganku tidak dapat mendengarnya.

***

Aku menggosok gigiku, pantulan diriku dikaca aku pandangi, masih tidak percaya, aku, Lee Taemin, semalam menginap dirumah Choi Minho,satu tempat tidur, dan sekarang aku ada dikamar mandinya untuk membersihkan diriku.

“Hmm… mandi bareng yuk?”, tiba-tiba bisikan terdengar dikupingku. Aku menoleh kaget, melebarkan mataku mendengar perkataanya.

“MWO?!!!”, kataku kaget setengah mati. Dia berdecak menatapku.

“Ahh… begitu saja sudah membuat wajahmu memerah lagi, memang susah kalau masih perjaka.”,dia membalikkan badannya dan berjalan acuh masuk kekamar mandi. OH MY GOSSSHHH… aku menatapnya dengan dada berdebar tidak karuan,dia benar-benar sangat suka membuat jantungku ingin copot.

***

“Taemin ah~… kenapa tadi kau berangkat sendiri?kenapa tidak menungguku?”, Minho berdiri didepanku. Aku mengankat kepalaku menatapnya.

“Berangkat bersama? Hah, kenapa kalian harus bersama? Bukannya apartemen kalian berlawanan arah?”, Key bertanya bingung, dia menatapku dan Minho bergantian. Aku tersenyum canggung. Minho tidak menjawab pertanyaan Key, dai hanya diam saja, dan mengambil susu pisang ditanganku dan meminumnya.

“Ya yah Minho, aku bertanya padamu kan?”, Key menjadi tidak sabaran melihat kami yang tidak meresponnya. Minho melirik kearah Key.

“Aku tidur bersamanya semalam. Sudah ya, aku mau kekelas. Taemin ah~, gomawo atas susunya.”, Katanya cuek dan mengedipkan matanya padaku. Key membesarkan matanya memandang Minho. Mulutnya terbuka lebar menatapku.

“Oh ya, nanti malam kau datang kan?”,kata Minho lagi membalikkan badannya. Aku meremas tanganku.

“Aku harus datang lagi?kenapa….?”,

“Karena aku tidak bisa tidur kalau tidak ada yang bisa kupeluk, dan aku sudah memberi tahumu tentang hal ini kan?”,dia tersenyum dan melambaikan tangannya pergi. Wajahku panas, tidak mungkin! Aku harus sekamar lagi dengannya,ummaaaaa….tolong aku….

“Key?”,

“Hm?”,dia menatapku dengan tersenyum.

“Kenapa kali ini kau tidak marah padanya? Aku akan tidur dengannya,kau tidak mengkhawatirkanku?”, aku menatapnya memelas. Dia membesarkan matanya karena kaget.

“Hahahahaha… aku yakin kau akan baik-baik saja bersamanya,dia tidak berbahaya seperti my Dino Jonghyun…”,dia mengacak-acak rambutku dan tertawa bahagia. APA MAKSUDNYA? Akhir-akhir ini mereka sangat aneh,maksudku Key,Joghyun,dan Onew Hyung sangat aneh.

Aku menggigit bibir bawahku,cemas, kenapa dia ingin aku yang menemani ika ia ingin tidur. Setahuku dia popular, bahkan banyak Yeoja yang menginginkannya, kenapa tidak salah satu dari mereka yang ia minta tidur bersamanya? Atau mungkin…memang sudah banyak yang ia ajak tidur bersama? Aku meremas dadaku kali ini, ada rasa sesak menghimpit dadaku jika memikirkan hal itu.

“Tenanglah Taeminniie, kau akan dijaga olehnya baik-baik…” Key menepuk punggungku dan terkikik usil. Aku hanya menatapnya bingung sekaligus…cemas.

***

Sekarang aku benar-benar sudah hampir gila, tidak ada yang bisa aku perbuat. Aku menatap sosoknya tertidur disebelahku, dengan nafas yang teratur, aku sangat suka melihatnya seperti ini. Jika aku tidak ada, apakah kamu akan baik-baik saja jika tidur sendirian? Entah sampai kapan ini akan berakhir, tapi, jika hal ini terus dilanjutkan, aku akan sangat menderita, aku tidak mampu menahan perasaanku untuk menyentuhnya. Aku merasakan jantungku berdebar dengan sangat keras,aku takut dia juga dapat mendengar dalam tidurnya.

“Eottoekhee Hyung…?”, kataku menatapnya. Perlahan aku genggam tangan kirinya. Aku menatapnya lekat, dan aku geser dengan perlahan posisi tubuhku, aku miringkan sedikit mendekatinya. Dan perlahan aku dekatkan wajahku padanya, aku mencium bibirnya dengan sangat lembut, dadaku berdetak semakin kencang,aku pejamkan mataku menikmatinya.

“Apa yang kamu lakukan?”, . MINHO?!!! Aku membuka mataku kaget. DIA BANGUN!!!.

“Ah!”, aku berseru kaget. Dia menggenggam kedua pergelangan tanganku dengan kedua tangannya,dan membanting posisi tubuhku,dia berada tepat diatasku,menatap ku dengan tatapan dingin. ‘Tamatlah riwayatku sekarang…aku akan dibencinya!’

“Kamu setiap hari menciumku terus, sebenarnya kamu mau apa, Taemin ah-?” dia menatapku dingin,rasanya dadaku sesak menahan debaran yang semakin tidak terkendali.

“Ah.. its becau-…hmfh!”, dia tiba-tiba menyerangku dengan ciuman dibibirku. Aku sangat kaget. Dia memejamkan matanya,kurasakan lidahnya menjilat mulutku, memerintahkanku untuk membuka mulutku menyambut lidahnya. Badannya yang tegap menimpa badanku dengan keras, tangan kanannya dapat kurasakan bergerak disekitar rahang kiriku,dan mengelus kupingku. Mataku masih terbuka melihatnya, ciumannya semakin ganas, mulutnya melumat habis bibirku. Aku takut, tiba-tiba kau menjadi takut…

“Ss…STO…STOP IT,hh…Hyung. Please Stop it!”,aku mendorong badannya sekuat tenaga. Dia melepaskan ciumannya,dan menatapku dengan bingung. Aku tidak bisa melihat ke arah matanya.

“tapi kenapa? Bukankah ini yang kamu inginkan?”, Dia menatapku kecewa. “DAMMIT!!!”, dia berteriak didepan wajahku,dan turun dari posisinya. Dia membelakangi, dan tidak mau menatap kearahku.

“Tapi…Tapi selain aku,kau bisa melakukannya pada siapa saja kan?”,kataku kecewa, air mataku tidak bisa dibendung lagi,akubagun dari tidur, dan berlari keluar apartemennya. Kakiku menuruni tangga darurat,dadaku sesak, aku menyesali perbuatanku, habis sudah harapanku, jika aku tidak menciumnya mungkin kami akan tetap menjadi teman, lebih baik dari pada aku dibenci olehnya.

“Jeongmal Babooo Taemin ah~~…”, Aku berhenti berjalan dan meremas dada ku yang terasa sesak. Air mataku turun semakin deras membasahi pipiku.

Tiba-tiba sebuah tangan merangkul pinggangku dari belakang, aku dapat merasakan kehangatan tubuhnya, tubuh yang selama 2 hari berada didekatku.

“Ada apa dengamu,Taemin ah-? Kenapa kau selalu pergi dariku,tidak pernah melihat padaku jika aku berbicara padamu?”, katanya berbisik dibelakang kupingku, aku dapat merasakan desahan nafasnya, air mataku tidak bisa dibendung, tetap mengalir dipipiku.

“Its becau-…”

“Aku hanya bercanda memintamu tidur bersamaku,tapi kemudian kau menuruti kemauanku,dan menciumku setiap malam,dan sekarang… sekarang kau ingin pergi dariku?”, katanya membalikkan tubuhku,matanya menatapku sedih, aku melihat sinar kekecewaan dari matanya. “Apa kau mempermainkanku, Taemin?”. Dia bertanya padaku dengan tatapan kecewa. Aku menatapnya bingung,mulutku rasanya terkunci.

“Kau tahu, aku tidak bisa tidur semalaman karena aku memikirkanmu,berfikir bagaimana bisa bicara denganmu,membuatmu tertawa padaku,bahkan…aku ingin memelukmu..”, katanya putus asa. Dia menundukkan kepalanya dan tangannya masih mencengkram bahuku.

“Tapi…aku laki-laki,jika kau ingin tidur ditemani perempuan kau bisa dengan siapa saja,sedangkan aku ini bukan perempuan…aku seorang Namja.”, kataku menundukkan kepala,air mata jatuh lagi kepipi ku, aku menyadari,aku seorang laki-laki,dan tidak bisa menjadi yang dia inginkan.

“Tidak,aku tidak bisa kalau itu bukan kamu Taemin ah~…kenapa kau tidak mengerti juga maksudku?”, Dia memegang kedua pipiku untuk menatap matanya.

“Saranghaeyo Taemin ah~,Jeongmal Saranghaeyo, apa kau tidak mengerti perasaanku juga?”, dia menatapku kecewa, aku menutup mulutku dengan kedua tanganku,tidak percaya dengan apa yang baru saja ku dengar dari mulutnya. Aku menatapnya lekat, dan air mata terus mengalir dipipiku.

“Taemin ah~,aku serius,jangan diam saja kumohon padamu….”,katanya frustasi menatapku.

Akhirnya aku merangkulkan kedua lenganku kelehernya, memeluknya lebih erat ke tubuhku,wajahnya terpendam kepundakku, “nado dangsin-eul saranghaeyo…”, bisikku dan mencium jidatnya. Dia menatapku terkejut, aku menundukkan kepala malu.

Kemudian dia menarik tangannku, aku berjalan kembali menaiki tangga,dan masuk kedalam apartemennya. Dia menutup pintu dan menguncinya,aku bisa dengar dari bunyinya. Kemudian dia berdiri menatapku,tersenyum padaku. Aku membalas senyumnya dan menundukkan kepalaku. Tangannya meraih daguku, He kissed me so deeply, tounges wrestling and, of course, he winning dominance. He licked all of my teeth. His mouth tasted like…sweets, rasa stroberi yang khas, yang sering kucium dari bau tubuhnya.

Aku menyambut ciumannya dengan melingkarkan tanganku di lehernya,membelai rambutnya yang panjang sampai keleher. Dia mendorong tubuhku perlahan menuju kasur,tetap mencium bibirku dengan panas.

“Mmhh hmmh…”, aku bergumam menikmati ciumannya. Kemudian tubuhku jatuh diatas kasur,dia berada tepat diatasku. Ciumannya beralih kerahangku, kemudian menggigit leherku. Aku memejamkan mataku, aku tidak percaya, seorang Minho yang selama ini hanya bisa kupandangi dan tentu saja…aku sangat ingin menyentuhnya.

“Ahh…”, aku mengerang dia memelintir putingku. Kaki kiriku dia raih dengan tangan kanannya dan dilingkarkan kepinggangnya. Tangan kananya membuka bajuku perlahan dan menciumi dadaku.

“Mmhh H-hh-Hyung…what are you..doing?”, kataku tetap memejamkan mata dan membelai ujung kepalanya. Dia memberhentikan ciumannya, aku membuka mata melihatnya.

“Aku ingin makan stroberi INI!”,katanya nyengir iblis kepadaku. Aku kemudian tersenyum malu,dan mengangguk setuju. Melihat reaksiku, dia mencium bibirku lagi, lidahnya masuk lebih dalam. Kurasakan tangan kanannya membuka resleting celanaku, ciumannya turun rahang, keleher, kedadaku, dan berakhir diperutku.

“Aaah.. Minho…”,aku bergumam nikmat. Kurasakan tangannya membuka celana panjangku sekaligs celana pendeknya. Dan terlihatlah juniorku terlepas dari pelindungnya. Dia memegangnya dengan tangannya, rasanya tubuhku tersengat listrik. Aku melihatnya kebawah,dia hanya melihatnya dan tersenyum usil padaku.

“Kau mau aku berbuat apa dengan ini?”, katanya sambil menunjuk yang dia pegang padaku. Aku menatapnya bingung. Apa maksudnya? Ya maksudku aku mau…

“Suck it!” kataku akhirnya. Oh DAMN! WTH TAEMIN? ARE YOU CRAZY NOW??? . dia tersenyum padaku, dan menuruti permintaanku.

“OoooHHhh!”, aku mengerang, dia mencium ujung penisku, kemudian mengulumnya dengan lembut, naik dan turun. Aku menutup mulutku, air mataku serasa akan menetes. Aku memandangnya lagi, dia terus mengulumnya dengan cepat. Tapi aku tidak sabar, akhirnya aku tarik kepalanya, dan dia melepaskan kulumannya. Aku mendorongnya sehingga dia berada dibawahku sekarang.

“Kau tidak adil!”, kataku kesal, dan mendaratkan gigitan kelehernya.

“Yah Taemin aaah~~…”,dia mengerang. Aku membuka celananya, dan miliknya sangat besar. Aku menatapnya dengan terkejut,khawatir apakah ini akan menyakitiku nantinya,aku menggelengkan kepalaku, dan kemudian mencium ujung penisnya yang membuat dia mengerang lagi. Dia bangun dari posisi tidurnya dan menarikku,kami berganti posisi lagi.

“Apa kamu siap,sayang?”, katanya menatapku. Well, here we go…

“Sepeti yang kau lihat!”,aku tersenyum padanya. Aku tidak perlu apa-apa, hanya FUCK ME RIGHT NOW!

Dia merentangkan kedua kakiku, dan kemudian menciumku lagi, jari telunjuknya dia masukan kedalam mulutku.

“Suck it baby, Relax… mungkin akan terasa sakit.”, katanya lembut padaku, aku hanya menatapnya saja.

Kemudian jarinya ia masukan kedalam anusku. “AAAHH…”,aku teriak,ini sakit, tapi aku tidak peduli, ini lah yang aku inginkan, bersama Minho. Kemudian dia memasukan jari satu lagi,kemudian yang lainnya. Dan kemudian aku merasakan benda yang hangat menyeruak diantara anusku.

“Minhooo aahhhh…”, kataku berteriak, air mataku keluar membasahi pipiku. Dia diam sejenak, tidak menggerakkannya.

“Apa kamu tidak apa-apa?apakah sakit?”, katanya menyentuh pipiku. Aku membuka mata.

“Tidak apa-apa…aku …aku hanya bahagia…”,kataku tersenyum padanya. Tentu ini sakit, tapi sekali lagi, AKU TIDAK PEDULI, KARENA AKU MENGINGINKAMU.

Kemudian dia meraih pinggangku dan mulai menarik penisnya keluar masuk. Naik turun,keluar masuk. Nafas terlihat memburu. Dia menyentuh pipiku lagi,aku meraih tangannya dan meletakkannya di bibirku,aku menciumi tangannya.

“Min—Minho… Fas…Faster—Mmhm..more inside~~…”,aku mengerang nikmat. Dia mengabaikan permintaanku. Dia tarik penisnya keluar masuk dengan lebih cepat.

“Aah, Fuck!!”, dia berseru sambil meraih pinggangku lebih dekat, aku mengimbangi gerakannya dengan memaju mundurkan tubuhku.

“Hhh…Min—Hoo..i..im..c-c..om..mmingg…”, aku berkata getir menahan nikmat.

“Me too BeB…”, dia kemudian mendaratkan ciumannya pada leherku.

“AAAAHHH…”, akhirnya kami ejakulasi bersama-sama. Badannya kemudian jatuh diatasku,dan penisnya ia keluarkan perlahan.

“I Love you Taemin ah~…”, ia berbisik ditelingaku,dan berbaring disampingku,melingkarkan tangannya di belakang kepalaku.

“I Love you too,Minho, more than I can imagine…”, kataku dan mendaratkan ciuman di bibirnya,dia melumat bibirku dengan lembut.

Mataku tiba-tiba terbuka lebar,mengerjapkan mataku berusaha menatap sosok didepanku, tangannya memeluk erat tubuhku, nafasnya yang lembut menerpa keningku. Aku menatap wajahnya seperti malam sebelumnya,tapi kali ini dia yang memelukku dengan sangat erat. Aku menyentuh pipinya dengan lembut tidak bermaksud untuk membangunkannya dai tidurnya. Kemudian aku sentuh bibir tebalnya, masih tidak bisa percaya dengan apa yang terjadi. Choi Minho, pemuda yang selama ini aku kagumi lebih dari yang bisa kubayangkan menerima pernyataan cintaku. Aku bisa mencium aroma tubuhnya dengan jarak yang sangat dekat tanpa harus ada rasa canggung lagi diantara kami.

“Taemin ah~… cepat tidur, aku sangat mengantuk… jadi berhentilah mengujiku dengan menyentuhku terus…”, tiba-tiba dia berbicara dengan mata tetap terpejam dan seulas senyum terbentuk diwajahnya. Mataku membuka lebar, kaget.

“Mianheyo Minho ah~… aku hanya ingin melihatmu tidur saja.” Aku mendekatkan badanku ke dada bidangnya. Dia membelai rambutku, dan menarikku lebih dekat kepelukannya.

“Arraseoo … I love you,Taemin.”, dia kemudian tidka berbicara apapun lagi padaku.

“Me too…”, aku merasa mataku sudah tidak bisa dibuka lagi,dan tersadar aku mengantuk,dan memejamkan mataku tetap berada dipelukannya.

***

Aku merasakan matahari pagi menyinari pelupuk mataku,aku membuka mataku perlahan,menatap langit-langit kamar dengan tatapan samar. Ini bukan kamarku, kemudian aku menatap kesekeliling kamar. Kamar Minho. Aku sekarang berada dikamar Minho, apa yang terjadi semalam adalah nyata. Aku menoleh kesebelahku, Minho tidak ada disampingku. Dimana dia?

Aku turun dari kasur,seluruh badanku aku selimuti dengan selimut. Aku duduk ditepi kasur,menatap ruangan kosong.

“Hyung…?”, aku berjalan membuka pintu kamar mandi, aku berjalan kedapur, dia juga tidak ada,keruang Tv juga tidak ada.

“Hyunggg…”, teriakku lebih kencang.

“Taemin ah- ada apa?”, tiba-tiba pintu apartemennya terbuka. Minho muncul dari luar sana, ditangannya membawa pelastik.

“Hyung, kau dari mana?”, kataku bingung.

“Maaf meinggalkanmu sendiri, aku membeli makanan untuk kita, aku tahu kamu pasti lapar…”, katanya menyentuh pipiku. “Dan aku membelikan ini untukmu.”, dia memberikan sebotol susu pisang padaku, ditambah dengan ciuman mendarat di bibirku. Aku tersenyum menerimanya.

====

“Hyung…”,aku duduk menghadap jendela.

“Hm?” dia menjawab dan duduk dibelakangku, tubuhnya menempel tubuhku dan bersender dismaping tempat tidur.

“Apakah aku harus tetap tinggal bersamamu? Maksudku, aku harus bilang apa kepada orang tuaku?rumahku kan tidak jauh dari sini,tidak mungkin aku tinggal denganmu padahal rumah kita berdekatan…”, kataku bertanya panjang lebar. Dia menatapku tersenyum, dan menyuapiku sereal.

“Tidak juga.”, katanya singkat.

“Tapi apakah kau akan baik-baik saja jika tidur sendirian?”,

“Tentu saja.”,

“Lalu kenapa kau memintaku tidur bersamamu? Lalu apa artinya jika tidak ditemani oleh seorang perempuan? Apa karena kau mencintaiku? Hanya itu alasanmu?”

“Ya hanya itu…” dia menjawab sambil memberiku sesuap sereal dan dengan sangat sangat sangat singkat. Aku sudah mulai kesal, kenapa dia selalu menjawab dengan sangat singkat.

“YAH,HYUNG, aku bertanya panjang lebar padamu, tapi kenapa kau hanya jawab dengan snagat singkat?!”, aku membalikkan badanku menatapnya kesal. Dia kaget akan reaksiku. Dia menyeringai padaku. Dia menaruh semangkuk sereal dilantai, dan menarik pingganku, dipeluknya dari belakang.

“Taemin ah~ kenapa kau cerewet sekali sekarang?”, katanya. Aku mau berbalik marah,tapi kemudian dia meletak kan kepalanya dipundakku, dia menarik nafas panjang, aku hanya terdiam.

“Ibuku berada diluar negeri, dari dulu kami sering berpindah tempat tinggal karena pekerjaannya, semenjak ayahku meinggal, dia yang bekerja demi membiayai hidup kami dan masa depanku, aku hanya tidak mau merepotkannya, maka dari itu,aku putuskan untuk hidup mandiri.”, dia menarik nafas. Dan tetap memelukku.

“Tapi terkadang aku sangat merindukannya…”, dia membenamkan wajahnya keleherku, ini pertama kalinya melihat Minho sedih. Aku menggenggam tangannya yang melingkar diperutku.

“Jadi… itu kenapa kau selalu mengigau kau merindukan seseorang?”, kataku pelan. Dia mendongakkan kepalanya kaget.

“Well, kau sering mengigau kau merindukan seseorang setiap malam, itu yang kuketahui saat tidur bersamamu…”,aku menjelaskan padanya. Kemudian aku membalikkan badanku menghadapnya. Tangannya masih melingkar dipinggangku.

“Sesekali hubungilah dia, aku rasa itu akan lebih baik, dan aku akan selalu disini jika kau membutuhkanku,kau harus tahu itu.”,kataku mengelus pipinya. Dia tersenyum padaku, dan mencium bibirku dengan penuh perasaan.

“Terima kasih, Taemin ah~, I love you so much.”, katanya memelukku. Aku memeluknya dengan erat.

“I Love you too Hyung…”.

“Taemin.”, dia melepaskan pelukannya dan menatapku.

“Ya?”,

“Kenapa kau tidak pakai baju? Apa kau mau menggodaku?”, katanya tersenyum jahil. Mataku memebesar. Dan melihat ketubuhku, mukaku memerah dan panas, aaahhhh… sangat memalukan.

“Wah, jadi merah lagi,aku mau memakanmu…”, Katanya menarik tanganku dan mengarahkan giginya kemukaku.

“Yaah ! Andweeee….” Kataku memundurkan badanku.

“Ronde kedua,sayang…”, dia menarikku dan menggendongku ke atas kasur.

P.S : sorry banget kalau masih banyak kesalahan dalm penulisan, soalnya ini gue copas dr journal gue langsung dan gue gak punya cukup waktu nge check nya lagi … hehehehe.. MIANHE!


Advertisements

67 thoughts on “[Oneshoot] Strawberry special/NC-21/2min/yaoi

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s