Onkey – To Be an Angel


a/n : Yeiy, ONKEY in here… hehehe … tapi,sadending loh,walaupun gue gak yakin ini bisa bikin sedih atau nggak,bahahaha… SO,HAPPY READING !! -SANNIIEW-


Dihadapan semua yang hadir … saya bersumpah,untuk setia mengabdi, dan menjalankan profesi saya …

Aku … aku berjanji Tuhan, aku akan menjadi perawat laki-laki yang baik …

“Tae … Taemin…”, aku mendengar suara “YAH! LEE TAEMIN,CEPAT BANGUN!!!”, aku setengah terduduk dari posisi tidurku, aku mengusap mataku berusaha melihat sosok yang berteriak didepanku.

“Aissshh~~, mau sampai kapan kau tertidur? Cepat bangun! Kita hari ini ada latihan praktek di bangsal, kau ingat?”, Jino berteriak padaku,dan mengguncangkan pundakku membuatku tersadar. Aku menyipitkan mataku dan menatap jam dinding asrama kami.

“MWOOOOO?!!!”, aku berdiri tegap, aku terlambat!!!

“Kau ini lama sekali ? kita bisa telat di hari pertama praktek kau tahu?!”, Sully, berteriak padaku. Kami berlari menyusuri koridor asrama.

“Aku berpimpi dilantik menjadi perawat … aku sudah tidak sabar ingin jadi perawat!”, kataku sambil tetap berlari dan memegang tas dipundakku.

“Kau benar, kita sudah dua tahun sekolah disini, dan kau tahu, sebentar lagi ini akan berakhir dengan bahagia …”, kali ini Jino berkata sambil cekikikan. Kami tersenyum membayangkan perkataannya.

Ya, aku Lee Taemin, Sully, dan Jino, kami berteman baik, dan kami adalah calon perawat yang telah bersekolah selama 2 tahun untuk menjadi perawat yang baik. Kali ini adalah hari pertama ku, hari penentuan dimana menunjukan dedikasiku yang sebenarnya untuk mengabdi pada profesi yang aku pilih.

***

“Lee Taemin!”, Seorang suster bernama Yoona memanggilku.

“Ya!”, aku menatapnya tersenyum. “Annyeonghaseyo, saya Lee Taemin…”, aku membungkukkan badanku padanya memberi hormat.

“Mari kuperkenalkan pasien yang akan dirawat olehmu,ayo ikuti aku…”, dia tersenyum dan memberikan tanda untuk mengikutinya. Aku berjalan dibelakangnya dan tersenyum, aku tidak bisa berhenti menyunggingkan senyumku, aku sangat penasaran, pasienku yang pertama, seperti apakah dia?

Selama perjalanan menuju ruang pasien, Suster Yoona memberikan data diri pasien tersebut padaku. Namanya Kim Kibum, 20 tahun, dia mempunyai penyakit kanker lambung, menurut suster Yoona, dia sudah menjalani operasi, tetapi racun sudah terlanjur menyebar ke bagian tubuhnya.

“Ini kamarnya, kau perlu ingat, dia hanya tahu bahwa hanya terdapat bisul didalam lambungnya, jadi kau harus berhati-hati dalam berbicara padanya.”,Suster Yoona memperingatkanku. Aku mengangguk cepat, menarik nafas menenangkan kegugupanku.

“Selamat Pa-…”

WAHAHAHAHAHAHAHAHA… “Kau gila ya?” “AH,JANGAN AMBIL AYAMKU!” “Yah… diamlah,kau berisik!”,

Saat kami mebuka pintu kamarnya aku terkejut, disana terdapat banyak orang, kurang lebih tiga orang. Apa yang mereka lakukan dikamar pasien sepagi ini?

“Yah! apa yang kalian lakukan?”, Suster Yoona menatap semua yang ada di kamar itu. “ah,bau soju!”, dia berteriak menatap orang-orang yang sedang memenuhi ruangan itu.

“AH,ketahuan!”, teriak pemuda berambut landak, yang lainnya tertawa. Kemudian sedetik kemudian, suster Yoona,mendorong mereka semua untuk keluar dari ruangan itu. Aku memandang pasien ku yang sedang duduk diatas kasurnya.

“Yeobo, aku pulang dulu yah? Besok aku akan datang lagi …”, seorang pria memegang lengannya, pria itu berwajah manis, dengan senyum seperti malaikat, kemudian sekejap kemudian dia mencium bibir pasien itu dengan lembut, pasien itu merangkulkan lengannya ke leher pria itu. Mata ku melebar melihat pemandangan yang asing didepanku, mereka gay?. Kemudian pria itu melepaskan ciumannya,mengelus kepala kekasihnya,dan pergi. Dia sempat tersenyum padaku, aku membalasnya dengan tersenyum dan membungkukkan badanku.

“Key, sudah aku bilang jangan bawa teman-temanmu kan?”, suster Yoona datang dari arah pintu setelah selesai mengusir mereka. Pasien itu kemudian tersenyum dan memandang ke luar jendela.

“Habis,aku bosan terus berada dirumah sakit. Aku kesepian, jadi aku suruh mereka menginap disini…”, dia tersenyum ramah. Senyumnya sangat manis, walau dia seorang laki-laki,tapi wajahnya sangat cantik,rahangnya sempurna, bibirnya tipis kemerahan,dan potongan rambutnya sangat unik dengan potongan asimetris dan highlight merah.

“Tapi kau tahu ini akan mengganggu pasien yang lain…”,jelas suster Yoona.

“Maaf kan aku …”, katanya tersenyum, wah! Dia benar-benar cantik,dan sepertinya dia orang yang baik.

“Oh ya,ini Taemin, dia siswa sekolah perawat. Selama 3 minggu dia akan bersamamu.”, Suster Yoona menoleh padaku.

“Aa.. annyeonghaseyo, saya Lee Teaemin, mohon bantuannya…”, aku sangat gugup,dia tersenyum padaku.

“Annyeonghaseyo,sama-sama …”,syukurlah,sepertinya dia memang orang yang baik.

“Baiklah,saya tinggal dulu. Dan tolong jangan memakai anting,Key.”, suster menunjuk ke telingan kanan Key, disana terdapat tindikan anting berbentuk bulat. Dia tidak menghiraukannya,hanya tersenyum memegang telinganya. Setetlah suster Yoona keluar aku menjadi sangat gugup,tidak tahu apa yang harus aku lakukan.

“Berapa umurmu?”,tiba-tiba dia bertanya.

“Ah? Hm.. aku 18 tahun.”, aku tersenyum padanya,tapi dia hanya menunduk dan bergumam.

“Ng… baiklah,ada yang bisa saya bantu?”,kataku siap menulis di papaerfan ku.

“Kebetulan sekali.”, dia berkata,aku menatapnya semangat. “Buang sampah itu.”, HAH?? Dia menunjuk ke sampah dekat ranjangnya,sampah yang tersisa karena kedatangan teman-temannya.

***

“Taemin,pasien mu seperti apa?”, Tanya Jino padaku.

“ah? Ngg… dia pria berumur 20 tahun. Orangnya sangat tampan,tapi juga terlihat cantik…”,kata ku.

“Wah,asik. Umur kalian tidak jauh berbeda,pasti bisa diajak ngobrol. Kalau aku sih , kakek berumur 72 tahun,awalnya aku khawatir tidak bisa berbicara dengan lansia,tapi syukurlah dia orang yang baik…”,jelas Jino bahagia. Aku hanya mengangguk dan bergumam.

Apanya yang bisa di ajak ngobrol? Dia selalu menyuruhku membeli es krim,majalah, bahkan beres-beres kamarnya. Dia terlihat sangat baik jika didepan suster yang lain. Aku menatap buku ‘masalah perncernaan’ ditanganku, aku mengingat penyakitnya, Kanker lambung menyebar. Aku rasa dia pasti hanya bosan berada dirumah sakit,bukan karena sentimen padaku. Sabar Lee Taemin… ini baru hari pertama,baru permulaan,besok pasti lebih baik.

***

“Tarik ujungnya,tarik yang benar … kau bisa tidak?ayo cepat pegang ujungnya.”, Suster Yoona membantuku memasang sprei kasur. “Ini diajarkan disekolah kan?”, katanya geram. Aku hanya berkali-kali mengucapkan maaf.

“Maaf ya menunggu lama…”, suster Yoona berkata pada Key,kemudian keluar kamar.

‘Tidak apa. Dia masih pelajar kan.”,katanya tersenyum.

“Mm..silahkan,kasur-..”

“Tahu begini lebih baik aku pasang sendiri lebih cepat,kau benar siswa perawat bukan sih?”, katanya sinis,dia berbaring dikasurnya. Uuh… aku malu sekali. Dia selalu bersikap kasar padaku, apakah karena aku pelajar dia jadi seenaknya padaku?

“Ng,ada lagi. Tolong jangan memakai anting.”, kataku mengusulkan padanya. Dia menatapku sinis.

“Itu lagi. Memangnya kenapa kalau aku pakai,toh tidak ada hubungannya dengan penyakitku kan?”, katanya acuh.

“Ng..iya..tapi anting dapat membawa bakteri…”, kataku.

“YAH! JANGAN KURANG AJAR YAH?!”, dia berteriak padaku. aku menatapnya kaget,gawat! Aku salah bicara.

“Kau tahu. Anting ini dibelikan Jinki untukku saat aku ulang tahun. Dia sampai malu-malu,aku suka melihat reaksinya…”, dia malah curhat padaku.”sejak aku masuk rumah sakit,kami jarang bertemu. Jadi kurasa,aku hanya ingin memakainya.”, katanya tersenyum lagi,tatapan matanya sangat bahagia saat membicarakan pria itu,sebenarnya dia mempunyai hati yang lembut.

“Tapi kau tidak akan mengerti. Kau kan tidak punya pacar!”,dia menyindirku. Tidak,dia bukan orang yang lembut.

“Tapi ini peraturan rumah sakit!”, kataku kesal. Dia memutar bola matanya acuh.

“Yeobo?”, sebuah suara dari pintu, dan sesosok pria menyembul dari pintu masuk dengan senyum lebar.

“Yeobo?? Aah.. aku kangen…”, Key merentangkan tangannya menyambut Jinki kepelukannya. Pria bernama Jinki itu memeluk nya,dan aku harus melihat adegan ciuman singkat mereka,lagi.

“Kau kenapa,Yeobo?kenapa kau bengong menatapku?”,kata Key.

“Ah? Tidak … aku merasa terpesona,walau kau sakit kau tetap cantik.”, MWOOO?! Rasanya aku ingin pingsan melihat kemesraan mereka.

‘YAH! Anak bocah. Mau apa kau terus disini? Cepat keluar.”, teriaknya padaku, aku kaget dan cepat keluar.

“Maaf yah… dia memang sedikit egois.”,kata pacarnya padaku,aku hanya tersenyum miris.

Aku ragu,apakah aku akan berhasil dengan tugas pertamaku. Dia hanya baik padaku jika hanya ada suster yang lain, dia selalu menyuruhku membuang sampah,membelikannya es krim vanilla dan bahkan menyuruhku menggantinya jika aku salah membeli,dia menyuruh apapun padaku yang sebenarnya bukan tugas ku sebagai perawat.

***

Aku tidak bermaksud ingin membuatnya tahu akan balas budi,tapi jika ia bilang terima kasih padaku, pasti aku akan sangat senang.

“Kemana Jinki?”, aku mendengar suaranya,sepertinya dia sedang kedatangan teman-temannya lagi.

“Oh,dia sedang ada urusan. Tenang saja Key.. ada aku disini,biar aku yang menghiburmu…”,

“Hm,terima kasih,Jjong. Tidak usah ya..”, dia menjulurkan lidahnya kesal, tapi sedetik kemudian mimik wajahnya berubah menjadi sedih,ada apa sebenarnya?

“Taemin!”, suster Yoona menepuk pundakku. Aku menoleh kaget.

“Ikut aku sebentar,ada yang perlu aku bicarakan padamu.”, katanya. Aku mengikuti langkahnya ke ruang jaga perawat.

“Catatan apa ini? Ini bukan catatan yang harus kamu kerjakan sebagai perawat.”, tegurnya dengan geram. Aku panic, memang disitu hanya tertulis, membuang sampah,membelikan es krim, membeli majalah,dan blab la bla…hal yang tidak penting.

“Seharusnya catatan psikis pasien yang harus kamu perhatikan. Bukan catatan seperti ini, kalau kau teliti, sebenarnya psikisnya sangat terlihat dengan jelas.”, katanya. Psikis? Maksudnya keadaan tubuhnya?tapi aku melihat dia seperti bukan orang yang sakit. “Dia masih memakai anting,dan make up. Apa yang kau lihat darinya selama ini?”, Make up? Aku tidak sadar dia memakai make up? Aku mengira kulitnya memang putih dan bersih, jadi itu make up?

***

“Ng.. aku bantu anda mengganti baju ya?”, kataku setelah selesai menggosok punggungnya.

“Tidak usah.”, jawabnya ketus.

“Ah. Tapi…kalau tidak diganti nanti badan mu bau, nanti dijauhi pacar loh…”, PLAK!! Aku kaget, dia melempar kan majalahnya ke arah mukaku.

“a..aduh..”

“CEREWET! KALAU KAU TIDAK ADA KERJAAN LEBIH BAIK KAU CEPAT BERES-BERES!”bentaknya.

“Tapi..itu bukan tugas perawat..”,

“SOK HEBAT! PADAHAL KAU TIDAK BISA APA-APA!”, bentaknya lagi. Kali ini aku benar-benar hilang kesabaran, aku mengambil lap basah,dan menempelkan ke wajahnya.

“YAH! APA-APAAN KAU!”,dia berusaha menepis tanganku,tapi aku tidak kalah kuat.

“Aku ingin membersihkan wajahmu,kau tidak seharusnya memakai make up bukan?”, kataku kesal.

“Hen… Hentikan!!”, Teriaknya, aku menghentikan perbuatanku,dia menutupi wajahnya, tangannya gemetar, dan… wajahnya pucat. Dia menatapku kesal,aku sungguh merasa bersalah.

“Aku muak melihatmu. Umur kita tidak jauh berbeda, kau tampak sehat, tapi kenapa hanya aku?”, air matanya mulai menggenang. “KAU TIDAK AKAN PERNAH TAHU PERASAANKU JIKA SETIAP HARI AKU BERDIRI DIDEPAN KACA!”, teriaknya,hatiku tercekat,dan aku sedih mendengarnya.

“Aku memang laki-laki,tapi aku suka melihat wajahku. Jinki berkata kalau aku manis,dan bahkan sebagai laki-laki aku cantik. KAU TIDAK PERNAH TAHU PERASAANKU!!”, teriak nya lagi. Aku menahan air mataku, bodohnya aku,seharusnya aku bisa lebih melihatnya dengan seksama, tentu bukan hal yang mudah baginya. Aku merasa gagal dengan tugas pertamaku.

***

“Jadi begitu?”,suster Yoona menjawab ceritaku. “Yah! Kau juga keterlaluan …tapi,memang akhir-akhir ini Jinki jarang berkunjung kerumah sakit.”, jelasnya.

“Ya,dan sepertinya dia sudah mengetahui penyakit Key sebenarnya. Belum lama ini Ibu Key bercerita kepada kami bahwa ia memberitahu Jinki.”, jelas suster yang lain. Aku terdiam.

“Dan menurut suster yang berjaga dimalam hari. Dia sering keluar kamar untuk menelepon seseorang. Mungkin itu Jinki…”, suster Yoona menunduk lesu.

“Tapi… mereka sangat dekat…”, kataku pelan.

“Memang benar.” Suster Yoona menghela nafas. “Tapi yang namanya perpisahan karena penyakit itu memang ada kan? Aku rasa Jinki tidak siap akan hal itu.”, lanjutnya.

“Apa… apa maksudnya?”, tiba-tiba kami terkejut, Key berdiri dibelakang kami semua,tatapannya kosong,suaranya bergetar,dan tubuhnya gemetar menahan marah.

“Ng… Tuan Key…”, kataku gugup.

“Jadi aku bukan sakit bisul lambung? … jadi karena itu Jinki tidak lagi menemui ku?”, dia tertunduk. Bagaimana ini?

“Bu..bukan seperti itu…” kataku menghampirinya. Tapi kemudian dia ingin berlari keluar. Aku langsung menangkap tubuhnya,aku peluk pundaknya,aku baru sadar,tubuhnya sangat kurus.

“Jinki pembohong! Dia berbohong padaku,katanya akan terus datang menjengukku dan menghubungiku,dan dia tidak masalah jika ada bekas luka jahitan.”, teriaknya histeris,dia mulai menangis,aku memegang tubuhnya untuk tetap tenang. “Buat apa aku pakai ini,hah?”, dia berhasil lepas dari pelukanku dan melempar anting yang dipakai nya keluar jendela. Kemudian dia tiba-tiba terbatuk, mulutnya mengeluarkan darah, dan badannya jatuh dilantai.

“Tuan Key!!”, semua suster berteriak. Aku terpaku menatap sosoknya yang terjatuh dilantai.

“Taemin! Cepat panggil dokter!”, teriak suster Yoona, tapi aku tidak bergeming dari tempat ku,badanku rasanya lemas, kakiku gemetar,aku terduduk dilantai.

“Kenapa kau?cepat panggilkan dokter!”, teriak suster Yoona lagi. Yang aku tahu, kemudian dia dibawa ke ruang operasi gawat darurat.

***

“Taemin, kau tidak pulang?”, Tanya Jino padaku.

“Kalian duluan saja,aku masih ingin mencarinya disekitar sini.”, kataku sambil terus mencari anting itu di rumput.

“Kalau belum ketemu juga,lebih baik kau pulang,besok pagi kami akan membantumu mencarinya…”, kata Sulli padaku. Aku menoleh,tersenyum padanya.

“Tidak apa-apa. Kalian tidak usah khawatir padaku,lebih baik kalian pulang ke asrama,nanti aku menyusul.”,kataku terus sibuk mencari. Mereka menarik nafas,dan akhirnya pergi meninggalkanku setelah berpesan aku harus jaga diriku,aku mengangguk pada mereka.

Aku menatap ke jendela gedung diatasku,pasti jatuhnya disekitar sini. Aku dapat merasa air mataku akan jatuh, aku sungguh khawatir dengan ke adaannya, itu bukan Key yang aku kenal, bukan Key yang selalu menyuruhku hal yang aneh,berteriak padaku, membuatku iri dengan kemesraannya dengan Jinki,dan angap lah aku seperti orang bodoh lagi …

***

“Ini untukmu!”, aku mengangkat kepalaku, melihat sosok yang berdiri didepanku memberikan sebuah bungkusan. Aku mengerutkan alisku, oh … aku tahu dia siapa.

“Dokter Choi?”, kataku kaget menegakkan posisi dudukku.

“Makanlah ini, kau pasti lelah …”, katanya menyerahkan bungkusan itu padaku.

“Ah,Gomawo…”,jawabku malu. Kemudian dia duduk disampingku.

“Kau mencarinya dari semalam kan? Sudah ketemu?”, katanya,aku terkejut,tahu dari mana dia kalau aku sedang mencari sesuatu. Aku menggelengkan kepalaku lemas. Dia tersenyum padaku.

“Aku melihatmu semalam,dan aku bertanya pada kedua temanmu,mereka menceritakan semuanya padaku.”, katanya tersenyum padaku, aku menunduk malu. Oh,dia memang tampan! Tapi Hey,Taemin. Fokuslah. Dia laki-laki,dan kau bukan gay.

“Ng… dokter. Aku baru pertama kali melihat Tuan Key seperti kemarin. Dia muntah darah dan pingsan. Aku sangat takut sekali…”, kataku pelan. “Aku belum pernah memikirkan tentang kematian sebelumnya,tapi melihatnya menderita.. aku jadi takut.”, aku berusaha menutupi kesedihanku dan juga ke khawatiranku.

“Hmm… sebenarnya memang manusia sewajarnya hidup bahagia. Tapi, kita harus belajar dan mengerti bahwa didunia ini banyak sekali sesuatu yang tidak bisa kita harapkan sesuai dengan keinginan kita…”, katanya menoleh padaku. “Jadi, kau harus lebih banyak belajar untuk menerima kenyataan,dan kuat menghadapi semua ini,ini profesi yang kau pilih sesuai hatimu kan?”, katanya,dia merangkul pundakku,dan menepuknya menyemangatiku. Aku tersenyum menatapnya, kau benar.

“Sudah pagi ya…”, katanya menarik nafas menghirup udara pagi. Aku mengangguk,dan mengangkat kepalaku melihat langit. Tapi kemudian…

“AH!!  ITU!!”, teriakku menunjuk kearah pohon diatas kami, Dokter Choi melihat kemana pandanganku tertuju. Aku melihat kilauan anting tersebut tersangkut dipohon diatas kepala kami.

***

“Annyeoghaseyo…”, aku membungkukkan badan menyapa sosok didepanku.

“Ah,annyeonghaseyo… kau …”, Jinki berdiri terkejut melihat ku ada didepannya.

“Iya,saya Taemin. Saya perawat yang menjaga Tuan Key…”, kataku, aku sengaja bertanya kepada suster Yoona untuk mengetahui dimana Jinki bekerja.

“Ada perlu apa ya?”, katanya. Aku mengeluarkan sesuatu dari kantong celana ku.

“Ini…aku ingin mengembalikan ini, dan kemarin Tuan Key pingsan.”,

“APA?”, wajahnya panic.

“Dia menderita menanti anda,dan aku menemukan anting ini…”, aku mengulurkan tanganku “KUMOHON! Pergilah menjenguknya, apakah karena penyakitnya kau tidak mau lagi melihatnya?”,

“Bukan begitu!”, Jinki menjawab tiba-tiba. “…Anting ini sangat murah … aku membelinya di toko pinggir jalan,tapi dia menerimanya dengan sangat bahagia. Aku tidak bisa memberikan hadiah yang mahal, seperti semua barang ber merek yang ia punya, tapi dia sangat senang hanya dengan kado seperti ini dariku.”, Jinki memegang anting itu dengan erat,suaranya bergetar.

“Waktu aku tahu penyakitnya … aku sangat ketakutan… tangan dan badannya kurus sekali, dia memakai bedak untuk menutupi wajahnya yang pucat. “, dia mulai terisak. “Aku berhenti menjenguknya,agar hatiku menganggap bahwa dia masih sehat…kalau dia meninggal.. aku bisa gila…”, Dia menundukkan kepalanya,aku mendengar dia terisak.

“Tapi … yang paling takut adalah Key… saya mohon datanglah …”, aku berlutut didepannya,air mataku juga menetes. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan perasaan Key yang kesepian.

***

“Siapa? Ibu…?”, Key menoleh ke arah pintu kamar nya yang terbuka. Dia tekejut, Jinki berdiri dihadapannya. Dia cepat-cepat menarik selimut menutupi wajahnya.

“Pergi!”, teriaknya. Jinki menghampirinya berusaha menarik selimut Key.

“Key … maaf kan aku… aku benar-benar minta maaf …”

“Jangan lihat. Aku… aku jelek, kau pasti tidak suka melihat wajahku..”, kata Key masih terus bersembunyi dibalik selimut. Jinki tersenyum menatap sosok didepannya. Perlahan dia menyentuh kepala Key dari luar selimutnya.

“Key,aku tidak peduli. Kau tidak mau melihatku? Masa kau tega membiarkan orang tampan seperti ku ini?”, katanya lembut. Kemudian Key segera membuka selimutnya,dia menarik Jinki kepelukannya.

“Dubu pabo…pabo…”, Key terisak dipelukan Jinki.

“Maaf Key, maafkan aku, aku benar-benar bodoh…”, kata Jinki memeluk Key lebih erat.

***

Aku gugup, apakah dia marah padaku, aku tidak berani masuk ke kamarnya,bagaimana ini?

“Apa yang kau lakukan? Kenapa mondar-mandir disana?”, dia berkata padaku. Aku terkejut,dan masuk kedalam dengan tersenyum malu.

“Kalau kau tidak ada kerjaan, lebih baik buang sampah itu. Bikin mataku sakit saja.”, Ugh, dia tetap ketus seperti biasanya. Tapi,tunggu… dia memakai anting itu lagi. Itu artinya…

“Baiklah aku buang sampahnya…”, aku tersenyum, aku senang dia kembali seperti biasa. Tapi tiba-tiba…

“Terima kasih.”, aku menoleh, aku terkejut, kalau aku tidak salah mendengar,dia bilang terima kasih padaku.

“Sudah sana keluar.”, katanya lagi membalikkan badannya, aku hanya tersenyum. Syukurlah… aku sangat senang.

***

Hari ini aku harus mengucapkan terima kasih padanya, ini hari terakhirku menemaninya sebagai perawat. Aku harus menemuinya. Aku membuka pintu, aku melihat dia duduk ditepi ranjang menghadap jendela kamarnya,di sebelahnya ada Jinki yang memeluk pundaknya.

“Jinki?”, aku seharusnya tidak mendengarkan ini.

“Ng?”

“Kau senang mengenalku?”

“Ya,tentu saja aku senang mengenalmu.”

“Walau kau tahu aku akan mati?”, jantungku berdebar cepat, hatiku tercekat mendengar kata-katanya. “Kalau aku tahu aku akan membuatmu sedih, lebih baik dari awal kita tidak usah bertemu.”, kali ini Key menyandarkan kepalanya dipundak Jinki. Aku menahan tangisku,aku menutup mulutku. Setelah diam sesaat Jinki bersuara.

“Kau keliru Key. Aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu,aku sangat bersyukur memiliki dirimu.”, katanya. Hanya kata-kata itu yang keluar diantara mereka. Aku berjongkok dilantai,melipat dengkulku hingga ke dada,dan membenamkan wajahku,aku menangis. Itu… itu terakhir kalinya aku melihat Key.

***

“Annyeonghaseyo, Taemin ah… lama tidak bertemu”, Jinki datang menemuiku di asrama,aku terkejut sekali.

“Annyeonghaseyo, ada perlu apa ya?”, tanyaku gugup. Dia tersenyum padaku.

“Key sudah meninggal…”, hatiku tercekat “Dan dia menyuruhku memberikan ini padamu…”, dia mengelurkan sesuatu dari kantong jasnya. Anting?

“Ti-tidak, ini kan barang kesayangannya…”

“Ambilah. Dia memintaku memberikan ini padamu. Dia berkata bahwa sisa hidupnya adalah pemberianmu. Tapi,mungkin kau sudah melupakannya.”, dia meraih tanganku dan memberikan anting itu. “Mungkin jika kau menerima ini, dia hanya ingin kau mengingatnya, dia hanya merasa kesepian … jadi,terimalah.”, dia tersenyum padaku. Kemudian berpamitan pergi.

Aku menatap anting itu ditanganku. Aku menggenggamnya dengan kuat. Aku tidak akan lupa. Pasien pertamaku, pertemuan pertamaku, dan ucapan terima kasih pertama untukku.

“Taemin? Ayo kita ada kelas praktek lagi …”, Sulli menegurku. Aku menghapus air mataku,menarik nafas lega.

“YAH! AYO BERJUANG!”, aku tersenyum, aku akan berusaha sebaik mungkin, ini semua demi pertemuan berikutnya. Terima kasih Key, aku tidak akan pernah melupakanmu, semoga kau akan menjadi malaikat paling indah disurga.

29 thoughts on “Onkey – To Be an Angel

  1. Set dah..
    Si key galak amat..
    Cem kucing lapar..
    Si taemin kasian kena semprot sana sini..

    Tapi tapi tapi
    Ini feel angst nya dapet banget lho ke aku..
    Bayangan perasaan jinki yg takut kehilangan key sama key yg takut jinki ninggalin dia..
    Sukses bikin aku terisak..

  2. walaupun key ketus mulu ama taemin sebenernya dia juga meratiin taemin..
    bahkan dia tau jinki balik lagi buat nemuin dia itu juga karna si taemin..
    jinkey momentnya manis bgt..
    kirain jinki orang yg berada makanya dia ninggalin key pas tau penyakit key yg sebenernya..
    ga tau nya jinki orangnya ga begitu..
    dia cuman mau mempersiapin diri kalo kalo key langsung pergi dari dia..
    huwaa makasih taem udh jd perantara bertemunya jinkey lagi sebelum key beneran pergi

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s