[OnKey/NC-17] Who are you? part.1 of ?


A/n : Hmm.. ini cerita ilhamnya gue dapet malam hari coba? dengan mata terkantuk tapi dari pada keburu ilang nih ide brilian gue,mending gue tulis aja ya nggak? muahahahha >////<. and now … ONKEY couple yeiy!! happy reading!

WARNED : YAOI [BOYxBOY] if you dont like it, leave this. I WARNED YOU!!😀

Entah apa yang membuat kami bertemu, entah apa yang membuatnya memilihku untuk menemaninya, dan entah apa yang membuatku ingin berada disampingnya malam ini. Aku berdiri didepan pintu kamar motel yang telah kami pesan, aku membuka jaket tebalku,dan juga sepatu boot ku.

“Kau mau mandi dulu,atau kita langsung saja?”, dia tersnyum padaku. entah mengapa jantungku berdebar kencang, wajahnya putih halus dan lembut, mengingatkan ku pada tahu, pipinya lucu, dan ketika ia tersenyum, mata nya akan membentuk menjadi sebuah garis karena terlalu sipit.

“Mm,mungkin kita langsung saja,sebelumnya kau mau memberikanku uang yang kau janjikan?”, aku berkata padanya yang sedang membuka jas nya. Kemudian dia mendekatiku, membelai rambutku, dan kemudian dia mendekatkan wajahnya ke arahku,dia mencium telingaku, kemudian turun ke leher, aku mendesah menerima sentuhan nya. Aku mencengkram kemejanya, dia mendaratkan ciuman ke bibir tipis ku, lidahnya menjelajahi setiap inci bibir ku, menjilat dengan lembut. Aku julurkan lidah ku untuk menangkap lidahnya, kami memulai ciuman dengan panas.

Kemudian yang aku tahu dia membawaku masuk ke kamar mandi, kami menyelesaikannya disana. (Kalian tahu apa yang terjadi kan?). aku keluar dari kamar mandi setelah membersihkan badanku, memakai bajuku kembali. Aku melihat ke arah kamar mandi, dia masih didalam, aku berjalan menuju jas nya, aku mengambil beberapa lembar uang didompetnya. Tapi kemudian aku menemukan sesuatu, sebuah cincin dengan batu saphire, itu bukan barang yang murah bukan?. Aku mengembalikannya ke dalam jasnya, mengambil jaket ku dan pergi dari motel itu.

Jika orang melihat dan mengetahui bahwa aku laki-laki, pasti mereka berpikir aku sudah gila. Ya aku gila, aku bertemu dengan pria itu, pria yang tidak aku tahu namanya,dia membeli ku dengan 8000 won. Siapa sebenarnya pria yang bersamaku dalam semalam ini?. Dan dia lebih memilih seorang gay untuk menemaninya dibanding para wanita di luar sana. Benar-benar konyol.

.

.

BIP! Kami dari toko XXX, anda belum membayar tagihan bulan kemarin,mohon hubungi kami!

BIP! Kami dari perusahaan kartu kredit XXX, batas pembayaran tagihan anda sudah lewat, mohon segera dibayar!

BIP! Maaf merepotkan, kami dari kredit XXX, kartu anda sudah tidak bisa lagi digunakan …

BIP! Kibum, ini umma, kapan kamu pulang? mengenai perjodohan waktu itu, bisakah kau pulang ke rumah sebentar? kau dusah dewasa dan cukup umur, tidak mungkin kau selamanya menjadi bujangan kan?

Menikah, ya … Pri itu, cincin tadi pasti untuk calon istrinya, sudah mau menikah tapi dia masih bermain dengan seorang pria atau bahkan wanita lain, sepertinya dia sedang sedih… Aaakh… buat apa aku ingat lagi? aku yang merasa paling kesepian.

.

.

“Maaf, kartu kredit anda sudah tidak bisa digunakan lagi.”, pelayan toko itu berkata padaku. Aku menarik nafas, ini sudah kartu kredit ku yang ke duabelas, dan semua telah habis terkuras karena hobi belanjaku.

“Hmm … kalau begitu bisa tunggu sebentar? tolong titip barang ini, nanti aku akan kembali membawa uang untuk mengambilnya …”, kataku. Aku keluar dari toko, dan mengeluarkan ponselku, menekan tombol telpon keluar.

. . .

“Key?”, aku menoleh. Dia berdiri tersenyum padaku.

“Oh, kau …?”, aku terkejut, pria itu berdiri didepanku, dia tersenyum. Kenapa pria ini lagi yang datang? aku hanya menyebarkan email singkat bahwa aku sedang butuh uang, sama seperti waktu itu, apakah dia masih mengingatku?

“Annyeong.  Bagaimana? apakah kamu mau makan?”, dia tersenyum lagi, aku suka senyumnya, oh tunggu Key … kau harus profesional.

“Tidak usah,terima kasih. Aku sedang butuh uang segera.”, jawabku. Dia tersenyum, dan menggandeng lenganku, kami pergi lagi ke motel itu, motel yang sama, dan… kamar yang sama.

. . .

“AHH… F-fucck … ahh …ahnnn…”, aku mengerang, dia memeluk pinggangku untuk menjaga keseimbangan, berulang kali dia memajukan badannya ke arahku.

“ah.. damn.. tight.. hh…”, dia berbisik ke kupingku. Hingga kami mencapai puncak bersamaan.

. . .

“Apa ini, 3000 won? janji mu 4000 won kan?”, kataku menghitung duit ditanganku, dia menghembuskan asap rokok dari mulutnya dan tersnyum padaku.

“Kau sedang butuh duit bukan, kalau ada itu kau tidak akan mengambil uang ku secara diam-diam kan?”, dia melirik ku dan menyengirkan bibirnya. Aku terdiam.

“Jadi kau ingat?”, aku menatapnya penasaran. Dia hanya tersenyum.

“Kau sedang tidak buru-buru? bukannya kau masih ada urusan?”, dia mengalihkan pembicaraan. Aku melirik jam tangan ku. Ya, benar, aku sedang terburu-buru, ingin membawa semua belanjaanku.

“Aku ambil ini, terima kasih…”, aku berjalan ke arah pintu. Tapi kemudian aku berbalik menatapnya.

“Hei, besok bisa bertemu lagi? Aku tunggu kau di sini jam 7 malam, aku tidak memaksamu … tapi, jika kau ingin, aku tunggu!”, kemudian aku berjalan keluar. Yah Kibum … kenapa kau bicara seperti ini? mungkin kau salah mengira, sepertinya dia bukan seorang gay seperti mu. Tapi, bercinta dengan orang itu sangatlah membuat ku nyaman, terlebih lagi dia sangat mudah memberi ku uang … dan juga ekspresinya itu, ekspresi nya seperti menderita dan kesepian, mungkin itu yang membuatku merasa ada kedekatan diantara kami …

.

.

Dia datang, walaupun aku tidak pernah meminta uang padanya, dia tetap memberiku uang. Mulai saat itu kami sering bertemu, bukan untuk bicara, tapi memenuhi kebutuhan sex nya. Apakah itu masalah bagiku, tentu tidak, dia orang yang baik, dan entah mengapa aku merasa nyaman bersamanya, apakah aku jatuh cinta padanya? oh hell no, ini hanya sebatas profesionalitas ku saja, well … sebagai gigolo.

“Nghh.. aku tidur dengan banyak pria .. hh.. seperti ini karena aku butuh uang…aaah…”, aku bercerita di sela kegiatan sex kami.

“Uangnya aku habiskan untuk belanja … aaAhh… a-aku merasa bahagia …j-jika pergi belanja …hHh-hh.. dan terkadang aku mencuri uang dari dompet mereka … AAH!”, dia menciumku untuk meredam rasa sakit di pantatku.

“Sejak kapan kau menjalani hidup seperti ini?”, dia berkata di sela ciuman kami. Aku menatap nya dengan pandangan samar, masih merasakan sakit. Aku berusaha menjawab dengan nafas lelah.

“Awalnya karena stress bekerja dan hubungan dengan pacarku, dia meninggalkan ku untuk menikah dengan teman gay nya…AAAHHHHHHH…”, aku mencapai puncak, begitu pun dia.

Dia terbabring disampingku. Kepalaku tersandar di dadanya. Aku merasakan nafasnya, bau tubuhnya, dan juga kehangatan tubuhnya.

“Kau? siapa kau sebenarnya?” aku bertanya padanya.

“Aku hanya pegawai negeri. Umurku masih 21 tahun, dan masih bujangan. Itulah aku …”, katanya singkat. Dia tidak banyak cerita tentang dirinya, dia hanya mendengarkan semua ceritaku, tapi aku merasa pikirannya entah kemana … tapi yang aku tahu, aku merasa nyaman didekatnya, tubuhnya sangat hangat, dan membuat hatiku tentram. Apakah akau mencintainya? mencintai orang yang bahkan aku tidak tahu siapa namanya.

“Ini untukmu!”, aku menatap sebuah buku tabungan yang ia berikan padaku di pagi hari setelah kami bersiap untuk pergi dari motel.

“A-apa ini?”, aku bingung. Dia menoleh dan tersenyum.

“Itu untukmu, uang didalamnya cukup untuk kebutuhan hidup dan belanja mu untuk beberapa bulan, sudah tidak aku gunakan lagi, jadi gunakan uang itu dengan baik …”, dia mengelus rambutku, aku menatapnya keheranan “Baiklah, aku pergi dulu, sampai besok!’, dia pergi setelah mencium pipiku. Aku terkejut, apa maksudnya dia memberikan semua ini?

.  . .

“MWOOOOOOOOOO???!!!!”, aku berteriak histeris, aku tidak bisa percaya dengan penglihatanku, mata ku membuka lebar, mulutku menganga lebar, mungkin air liur ku akan jatuh melihat jumlah angka di hadapanku. Tanganku gemetar, aku tidak bisa percaya, di situ tertera angka 2.500.000 won, angka yang sangat sangat sangat besar jumlahnya untukku.

Aku menutup mulutku, aku berpikir, siapa sebenarnya pria itu? dari mana dia mendapatkan uang sebanyak ini? . Mungkin sebaiknya aku tidak terlibat jauh dengan pria itu, dia bukan seperti orang kaya yang kelebihan uang dan bingung untuk menghabiskannya. Walau begitu aku sangat penasaran. Ada apa dengan nya,sebenarnya?

 

TBC~~

107 thoughts on “[OnKey/NC-17] Who are you? part.1 of ?

  1. Who are you? Yep, jdul ffnya brsamaan dng maksud jalan critanya🙂 sosok yg misterius bngt.. Nice,, tpi diawal kbingungan, ini yg lgi brcerita siapa, soalnya gak ada Key pov atau Onew pov.nya :3 next!😀

  2. Heh? Ini cerita kibum pov apa jinki pov?
    Aku rada bingung sih..
    Tp ceritanya bagus.
    Sukaaaaaaa 😄😄😄😄

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s