[drabble/yaoi] Best Place-SHINee part.2


A/n : allright, ini lanjutannya cin … semoga suka. happy reading !!

 

Minkey, broken! Jongkey (628 kata)

Aku tidak tahan lagi terus berada di dalam dorm, tidak ada suatu hal pun yang bisa menghiburku dan membuatku terus berada disana, tersenyum kepada semua member seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bertahan dengan senyum maut ku dan segala tingkah diva ku, aku bukanlah seorang diva yang sempurna seperti yang disanjung oleh para SHAWOL. Aku hanyalah Kim kibum, seorang laki-laki biasa yang secara kebetulan diberikan anugerah oleh Tuhan sebuah bakat dan menjadi salah satu personil boyband korea, SHINee.

Aku bukan lah termasuk orang yang lemah, tapi, hei, aku juga manusia, dan aku juga punya perasaan dan hati, dan hatiku juga bisa saja sakit dan terluka. Seperti sekarang, semua nya benar-benar sirna didepan mataku, semua hal yang aku harapkan untuk terus berada disisinya, selalu memeluknya, selalu bercanda dengannya, dan hal lain yang membuatku terus ingin disampingnya. Semua itu tidak akan tercapai, dan semakin tidak bisa kucapai, setelah aku melihat berita gossip di media elektronik dan media cetak.

KIM JONGHYUN, SHINee tertangkap kamera bersama dengan kekasih nya SHIN SEKYUNG

Tulisan itu dengan berbagai judul terpampang di segala bentuk media cetak tentang gossip terhangat kali ini. Aku tidak bisa menahan perasaan ku lagi, marah, kesal, sakit hati, dicurangi, dan sebagainya. Kami memutuskan untuk break up 5 bulan yang lalu karena keegoisan kami, dan demi memperbaiki semua gossip miring tentang kami. Tetapi seiring dengan itu aku paham, Jonghyun berbeda dengan ku, dia straight, hanya aku yang tidak normal. Oleh karena itu dia menjalin hubungan dengan Sekyung sekarang. Apakah aku menerimanya? tentu saja, tapi hati ku tidak.

“Mau sampai kapan kau mengikutiku,Minho?”, aku terus berjalan menyusuri taman, aku sengaja pergi ke Gangwom dengan kereta pagi ini, aku ingin pergi ke tempat dimana saat pertama kali kami pergi berkencan. Aku benci tempat ini, seharusnya kaki ku yang bodoh tidak membawaku ke sini.

“Sampai kau berhenti karena lelah, dan berbalik menatapku.”, Dia berkata, aku menghentikan langkahku di anak tangga berikutnya. Aku menarik nafas, memandang langit, tidak ada bintang, tandanya udara saat itu mendung, sama seperti hatiku. Perlahan aku merasakan sebuah tangan yang besar memeluk pinggangku, aku merasakan hembusan nafas yang hangat dileherku, dan kehangatan tubuh yang tegap berdiri dibelakangku. Aku tahu siapa orang itu. Aku tidak menolak perbuatannya, aku hanya membutuhkan ini sekarang, membutuhkan seseorang yang melindungiku dari udara dingin ini, juga menghangatkan hatiku yang mendingin. Aku tidak bisa lagi menangis, aku lelah.

“Aku seperti tidak mempunyai hati lagi … tidak bisa merasakan sakit lagi, hingga menangispun aku sudah tidak bisa.”, aku berkata padanya, memandang langit diatasku. Dia menarik nafasnya, kemudian membalikkan tubuhku menatap mata nya yang besar. Dia tersenyum, kemudian menundukkan kepalanya didadaku, memejamkan matanya.

“Halo, Kibum …”, dia bersuara. Aku memperhatikan perbuatannya.

“Kau tahu, hatimu berkata ‘Halo juga,Minho’.”, dia menyentuh pipiku dengan lembut. “Kalau kau tidak mempunyai hati, dia tidak akan berdebar ketika aku melakukan ini padamu. Dan kau tidak akan menangis di pelukanku saat itu. Kau mengatakan bahwa kau sakit hati. Kau masih manusia Kibum ah~… yang terdiri dari darah dan daging. “, lanjutnya. Aku membelalakan mataku. Dia tersenyum dan mengelus pipiku dengan lembut. Aku tidak bisa menahan air mataku lagi, itu perasaan yang alamiah ketika kau merasa tersakiti.

Aku memeluk tubuh nya yang tegap, membenamkan kepalaku ke dada bidangnya. Menangis keras, dan membuat basah bajunya. Dia memelukku dan terus mengelus punggungku dengan lembut. Sampai akhirnya aku berhenti menangis.

“Minho…”, aku masih memeluknya.

“Hmm?”

“Hati mu berkata, ‘Aku akan selalu disisimu’, apakah itu benar?”, kataku mengangkat kepalaku menatap matanya. Dia terkejut, kemudian dia mengangkat daguku.

‘Tentu saja. Karena hatiku berkata ‘aku mencintai,Kibum’.”, kemudian dia mencium bibirku dengan lembut, memeluk erat pinggangku. Aku menyambut ciumannya. Maaf kan aku Minho, aku telah banyak membuatmu menungguku untuk melupakan Jonghyun. Tapi aku janji, aku akan membalas cintamu dengan segera. Aku janji.

 

OnTae (kata)

Taemin meringis kesakitan, dia memegang kaki kanannya, air matanya kini sudah mulai mengalir dipipinya. Dorm terasa sangat sepi ketika semua sudah tertidur lelap. Dia duduk didepan pintu dorm nya, sudah tidak lagi sanggup berjalan ke kamarnya sendiri dengan pergelangan kakinya yang semakin memar. Dia menutup mulutnya menahan suara rintihan sakit yang keluar dari mulutnya, dia meraba dinding disebelahnya,berusaha untuk berdiri dari posisi duduknya. hari itu ia sangat lelah sudah berlatih seharian, ia sangat bersemangat untuk pertunjukkan esok, tapi semua itu terasa mengerikan ketika kakinya terkilir disela kegiatannya melatih gerakan tarian barunya.

“Oh,Shiiitt …”, Taemin mengerang pelan. Tapi sedetik kemudian tubuhnya terayun keudara, dia terkejut, saat ia menatap siapa yang menggendongnya dengan bridal style matanya membelalak lebar.

“O-Onew Hyung..?”, Onew telah berdiri menopang tubuhnya yang kecil dan segera membawanya ke kamarnya. Merebahkan Taemin di kasurnya dengan perlahan. Kemudian tanpa berkata apa-apa,dia keluar kamar,dan dengan cepat kembali dengan perban di tangannya. Taemin tidak bicara apapun, hanya rintihan kecil yang keluar dari mulutnya ketika Onew membalutkan perban di kaki kecil Taemin.

“Kau selalu memaksakan diri …”, Jinki memecah kesunyian diantara mereka. Taemin menelan ludah, dari mana ia tahu?

“Mi-mianhe Hyung … ak-aku..”

“Masih sakit Minnie?”, Jinki menatap wajah Taemin. Taemin terdiam sesaat, dan menganggukkan kepalanya. Jinki menarik nafas, dan bangkit sedikit menyamakan posisi mereka, kemudian tiba-tiba ia memeluk Taemin. Taemin terkejut dengan sikap leadernya.

“H-hyung?”,

“Aku tahu kau selalu ingin membuktikan pada kami para Hyung mu kalau kau bekerja keras untuk grup kita,tapi aku tidak suka melihat salah satu member memaksakan diri mereka dan tidak perduli akan kesehatannya,terutama dirimu.”, dia melepaskan pelukannya, dan mengelus rambut Taemin. Taemin tersedu, dia menundukkan wajahnya.

“Aku lelah Hyung … aku hanya ingin tidak dipandang bahwa aku ini beban kalian …”,

“Kau bukan beban kami, kau bagian dari kami, jika kau sakit, kami juga akan merasakan sakit, jadi berhentilah memaksakan dirimu. aku peduli padamu, bahkan aku mencintai, aku pacar mu kau ingat kan?”, Jinki menyentuh kedua pipi Taemin dengan kedua tangannya. Taemin tidak bisa lagi membendung lagi tangisnya.

.

.

Jinki berbaring disebelah Taemin,memeluk tubuh kecil dan mungil disebelahnya. Mereka dapat merasakan nafas mereka masing-masing. Mata mereka terpejam, tapi mereka dapat merasakan aura hangat disekitar mereka, rasa aman dan nyaman.

“Hyung?”

“Hm?” Jinki bergumam.

“Kau masih bangun?”,

“Iya.”, Taemin merapatkan tubuhnya ke tubuh Jinki, dan Jinki meresponnya dengan mengeratkan pelukannya.

“Kaki ku sakit …”

“Hm…”

“Besok pasti akan sembuh kan?”

“Iya..”, Jinki menarik nafas,dan mengelus kepala Taemin. “Tidurlah, esok akan baik-baik saja,percaya padaku…”, Jinki mencium kening Taemin, dan maknae hanya menganggukkan kepalanya. Jinki tidak banyak bicara,tapi perhatiannya yang lebih dari kata-kata yang selalu ia ucapkan itu sudah cukup untuk Taemin, cukup untuk membuktikan bahwa ia peduli padanya, lebih dari yang bisa ia bayangkan.

 

P.S : IM SO SORRY … Aku merasa bagian OnTae kirang memuaskan, aduh,aku malas menggantinya. jadi mungkin lain kali akan kubuat lebih bagus dari ini. Oke,thnx you. see ya!!

25 thoughts on “[drabble/yaoi] Best Place-SHINee part.2

  1. Aku lebih suka 2min dari pd OnTae… Aku lebih suka OnKey dari pada MinKey… Huaaaa… Tp ceritanya bagus…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s