[oneshoot/yaoi/NC-21] 2min – Taemin’s home


A/N : OMFG, tangan gue gak bisa berhenti nulis ttg pasangan yg satu ini, gue harap pembaca paham akan hasrat ku dgn pasangan ini *lebay. Ini sebenernya request dari pembaca setia gue Cho myura, sorry beb, ini bukan adegan dirumah sakit, tapi dirumah Taemin. muahahahaha … its oke neh? so, READ, ENJOY, and Leave comment. SEDIA TISU! muahahahahaha*evilsmile

_____________________________________________ by: SanniieW ______________________________________________

“Aigooo~~~ capeknyaa….”, Jinki membuka pintu dorm mereka, membuka sepatunya, dan melemparkan diri nya di sofa.

“Aishh yeoboo~~… bersihkan badanmu dulu …”, Key bertolak pinggang didepan Jinki dengan tatapan kesal. Jinki menatap Key yang cemberut, kemudian menarik tangan Key, dan Key jatuh dipelukan Jinki, tanpa bisa berbicara lagi bibir pink nya sudah dicapture oleh bibir Jinki. Jinki menarik pinggang Key lebih dekat, sedang tangan sang diva melingkar di leher Jinki. Suara desahan segera terdengar dari mereka berdua, french kiss sudah hal yang biasa dilakukan.

“Mmmhm… Ye..Oboo~…”, desah Key.

“Aish! get a room please!”, bentak Jonghyun yang melihat ke arah mereka, dan masuk ke kamarnya dengan ngedumel.

“Omo! appa umma~~…”, Taemin yang baru menginjakkan kakinya diruang tamu menutup mulutnya dengan tangannya, dan tidak beranjak dari tempatnya,sampai sebuah tangan yang besar menarik pinggangnya untuk menjauh.

“Hyung?”, Taemin menoleh kebelakang, Minho yang menenteng tas di tangan kanannya tersenyum.

“Mmm .. aku rasa seorang anak tidak baik melihat adegan orang tuanya…”, Minho mengedipkan matanya, “Dan lebih baik kita masuk ke kamar, dan buat adegan sendiri …”, goda Minho, Taemin menganga dan memukul lengan Minho, Minho terkekeh melihat pacarnya yang sudah menggembungkan mulutnya, dan berjalan ke kamar mereka, Minho mengikutinya dari belakang.

.

.

“Umma appa selalu tidak tahu tempat …”, Taemin ngedumel sabil membuka jaketnya, Minho yang baru masuk dan menutup pintu tersenyum. Kemudian berjalan ke arah Taemin, memeluk pinggang sang Magnae dari belakang, meletakkan dagunya dipundak Taemin.

“Hyu-…ssh..”, kata-kata Taemin terhenti, karena Minho sudah mencium leher mulus Taemin dari belakang, tangannya dari depan menelusup ke dalam kaos spongebob Taemin. Taemin memeringkan kepalanya menikmati ciuman di lehernya, matanya terpejam. Ia ingin menolaknya karena ia sangat lelah, tapi otak dan tindakannya sangat bertolak belakang.

“Kau iri hah? kita juga bisa melakukannya …”, Minho berkata disela ciumannya, lidahnya menjelajahi leher mulus Taemin, dan tangannya terus membelai tubuh Taemin, dia menarik Taemin duduk dipangkuannya, karena badan sang Magnae mulai tidak bisa berdiri dengan baik.

“..ehmm.. bu-kan..ssh.. aku hanya…”,

“Aku lelah sekali, kalau mandi air panas sangat enak, kita mandi bareng yah?”, Minho meloloskan baju Taemin dari tubuh kecilnya. Taemin menoleh, dan mereke berciuman lagi, tangan Minho sekarang sudah berada di belt Taemin, dan ingin memulai membuka resleting celana sang Magnae..

RING DING DONG RING DING DONG DING DIGI DING DING DING …

“Oh!”, Taemin melepaskan ciumannya, kantong celananya bergetar, hp nya berbunyi.

“Aish~ nanti saj- …”, Minho sudah memajukan wajahnya untuk menyium Taemin lagi,tapi,

“UMMA!”, Taemin berteriak melihat ke layar Hpnya, Minho mengerutkan alisnya. “Jamkkan-man,hyung ah~…”, Taemin mendorong tubuh Minho.

“Yoboseyo ummaaa~~ …”, Taemin wajahnya sumringah, Minho yang masih memeluk pinggang Taemin menatap pacarnya seksama.

“Ne, oh .. ya, ah, aku ingat umma~… ya bisa, aku sedang libur, arraso umma~ …annyeong~..”, Taemin menutup telponnya,senyumnya masih terkembang. Minho mengerutkan alis meminta penjelasan.

“Wae?”, Minho memiringkan kepalanya.

“Mmm.. itu.. Umma bilang kapan aku pulang, besok ulang tahun Taesun -hyung, aku sudah janji mau pulang, karena kita ada waktu libur selama 3 hari ,ngg.. jadi…aku memutuskan pulang kerumah …”, Taemin menundukkan kepalanya, dia ingin pulang, tapi sebenarnya ia sangat menyayangkan tidak bisa bertemu Minho selama 3 hari. Minho tersenyum, kemudian mengeluarkan ponsel dari celananya.

“Yoboseyo Manager-hyung, aku mau bertanya …”, Minho menatap Taemin sejenak. “Aku ingin menemani Taemin pulang ke rumahnya, besok Hyung-nya ulang tahun, bisa kami pergi selama 2 hari?”, tanya Minho, Taemin membelalakkan matanya, Minho hanya tersenyum.

“Oh, aniyo … jadwal ku juga kosong.. Ne … arrasoo Hyung, gomawo, annyeong…”, Minho menutup telponnya, dan tersenyum ke arah Taemin. Taemin membentuk mulutnya menjadi ‘O’ karena terkejut Minho membuat keputusan seperti itu.

“Gomawoo Minho Hyung~~…”, Taemin memeluk Minho dengan erat sambil terkekeh.

“Your welcome , Minnie…”, Minho membelai ujung kepala Taemin dengan lembut, Taemin melepaskan pelukannya , dan mencium bibir Minho, Minho membalasnya dengan senyum antara ciuman mereka.

.

.

“Hati-hati di jalan … Minho, jaga my baby baik-baik,awas kalau sampai hilang …”, Key berdiri didepan pintu. “Dab oh, kado nya sudah? salam untuk imo,ajoessi, dan Taesun-hyung,neh?”, Kata Key lagi. Taemin tersenyum.

“Annyeong umma appa Jonghyun -hyung …”, Taemin melambaikan tangan, dan Minho megandeng Taemin untuk masuk ke dalam taxi, karena rumah Taemin masih di Seoul, mereka hanya membutuhkan naik taxi selama 1,5 jam dari dorm mereka.

.

.

“Mmm..Hyung …”, Taemin melepas earphone iPod nya dan menatap Minho yang asik membaca buku.

“Hm?”, Minho menoleh. Taemin menggigit bibir bawahnya cemas.

“Mm.. itu, rumah ku tidak besar …” katanya di sela perjalanan mereka, Minho mengerutkan alisnya. Kemudian tersenyum , dan membelai rambut Taemin ..

“Terus kenapa?”,

“Ya.. mungkin tidak sebesar rumah mu,lagi pula .. hyung ku berisik, dan .. hmm ..”,

“Tidak apa-apa, di dorm juga berisik, contohnya umma dan appa mu itu, belum lagi Jonghyun-hyung yang selalu ngedumel tidak jelas, dan masalah rumah, dorm kita juga tidak besar? apa yang salah?”, Minho tersenyum. Taemin menunduk malu.

“Selama ada kamu, dimana saja aku merasa senang.”, Minho meraih dagu Taemin dan tersenyum, Taemin mengangguk dan membalas senyuman Minho. Dia sangat khawatir Hyungnya tidak suka dengan suasana rumahnya, karena ia tahu Minho tidak suka tempat yang terlalu berisik.

.

.

“Umma.. appa … Taesun Hyung… na jib-e wass-eo ~~…”, Taemin membuka pintu rumahnya dan tertawa senang. Minho berdiri dibelakangnya membawa tas Taemin dan tasnya, dia melihat ke sekililing rumah Taemin, rumah yang nyaman, walau tidak sebesar rumahnya, tapi ia merasa rumah Taemin sangat hangat dan segar, mengingat rumahnya berada di Seoul, yang tingkat polusinya lumayan tinggi.

“Taemin?”, seorang wanita sekitar berumur 40an keluar dari dalam dapur.

“Taemin!”, laki-laki sekitar berumur 20an turun dari tangga dengan senyum mengembang, dan laki-laki berumur 40an juga ikut keluar dari ruang tamu, mereka kemudian berpelukan dengan erat. Minho hanya berdiri di depan pintu tersnyum melihat adegan pertemuan keluarga didepannya.

“Omo! siapa ini?”, Taemin umma melepaskan pelukannya melihat ke arah Minho dengan terkejut, semua keluarga Taemin ikut menoleh ke sosok pria tinggi didepan mereka.

“Annyeonghaseyo, naneun Choi Minho imnida ..”, Minho membungkukkan badannya sopan dan tersenyum.

“Ah, Minho Hyung, ini umma..appa..dan Taesun -hyung..”, Taemin mengenalkan Minho, ia membungkukkan badannya lagi. “Umma,appa,hyung, ini Minho Hyung, dia satu grup dengan ku di SHINee, kalian tahu kan?”, Taemin berkata lagi sambil terkikik.

“Halo, Minho-ssi, senang bertem denganmu, kami sering melihat mu bersama anak kami…”, jawab appa Taemin, diikuti anggukkan umma dan kakak Taemin.

“Akh, kalian sudah makan?”, Umma nya berkata, Taemin menggelengkan kepala dengan semangat. “Taesun, bantu mereka bawa masuk barang-barangnya, hmm.. Minho-ssi maaf, kami tidak tahu kalau kau akan ke sini, nanti aku suruh Taesun membereskan kamar tamu untukmu..”, Ummanya berkata lagi.

“Ah, tidak usah repot-repot, kalau tidak keberatan aku bisa tidur dikamar Taemin saja .. hmm, apakah boleh?”, Minho menatap semua keluarga Taemin dengan cemas, Taemin menundukkan kepalanya, ia merasa malu, ia memang sekamar di dorm, tapi ini berbeda …

“Tidak apa-apa, jadi aku tidak usah beres-beres …”, ledek Taesun hyung.

“Aish,dasar!”, umma Taemin ingin memukul anaknya “Baiklah, kalau begitu, setelah menaruh barangnya, turun kebawah, kita makan sama-sama…ne?”, ucap umma nya lagi.

“Ne, gamsahabnida …”, Minho membungkukkan tubuhnya lagi. Taesun hyung memepersilahkan mereka menuju ke kamar Taemin, Minho melihat Taemin sekilas, sang Magnae mengalihkan pandangannya, dia melihat muka Taemin memerah, Minho hanya tersenyum melihat ekspresinya. ‘Cute! dia pasti gugup aku ada disini bersama keluarganya…’, pikir Minho, dan berjalan dibelakang Taemin.

.

.

saeng-il chugha hamnida saeng-il chugha hamnida saeng-il chugha Taesun -hyung saeng-il chugha hamnida~~

Mereka berkumpul duduk di kursi masing-masing, dan menyanyikan lagu ulang tahun untuk Taesun Hyung, didepan mereka sudah banyak makanan, seperti Ojengo bokom (tumis cumi) kesukaan Taemin, memil guksu (semacam mie/bihun tapi lebih tebal), gimbap (sushi korea), dll.

“Makan yang banyak, Minho-ssi …”, Taesun hyung tersenyum ke arah Minho, Minho mengangguk dan tersenyum.

“Hyung, dia tidak suka makan banyak … kalau di dorm, dia hanya makan setengah nasi, tapi karena Key Hyung yang masak, dia menghabiskannya..”, jelas Taemin, dan melirik Minho sambil terkekeh.

“Benarkah? wah .. pantas badanmu bagus begitu, jadi kau makan dengan porsi seimbang yah?”, tanya Taesun.

“Iy-” sebelum Minho menjawab, Taemin sudah memotongnya…

“Tentu Hyung, kau bisa lihat ototnya kan? dia sangat teratur menjaga pola makan, tidak seperti mu Hyung…”, potong Taemin meledek kakaknya.

“Yah! sebaiknya kau berkaca, tubuh mu juga sangat kecil Taemin ah..”, Taesun tertawa sambil mengacak rambut Taemin, Taemin memanyunkan bibirnya kesal, dia melirik Minho sinis karena ia ikut tertawa bersama keluarganya yang lain. Minho cepat-cepat mengalihkan pandangannya karena tahu Magnae tidak suka jadi bahan tertawaan.

.

.

“Minho-ssi itu orang yang sopan ya? kau sangat dekat dengannya,Taemin?”, tanya Umma nya saat Taemin membantunya mencuci piring.

“Hm, dia sangat baik umma, dia Hyung yang paling dekat denganku diantara member yang lain , dia sangat menjagaku seperti Taesun Hyung…”, jawab Taemin, dia tidak bissa bilang kan kalau Minho itu orang yang paling dia cintai.

“Baguslah, jadi kau tidak kesepian, umma khawatir dulu kau sempat menangis saat siaran diradio karena merindukan kami …”, ummanya tersenyum,

“Tapi aku akan baik-baik saja Umma, banyak sunbae yang membantu ku disana …”, Taemin tersenyum.

“Iya aku tahu … lagi pula, umma tahu kamu sangat suka dengan Minho.”, Ummanya mengedipkan matanya, Taemin terbelalak.

“A-apa maksudnya?”, Taemin gugup, ummanya melirik ke arah Minho yang sedang duduk minum soju bersama appa dan Taesun.

“Hmm.. apa ya? menurut mu apa? habis tatapan mata mu tidak bisa lepas dari sosoknya …hehehehe…”, Umma nya mencubit pipi Taemin, Taemin ternganga, wajahnya memerah “Umma siap kan air panas untuk Minho dulu ya.”, sebelum Taemin bisa berkomentar, Ummanya pergi menuju kamar mandi.

Taemin merasa mukanya sangat merah, apa iya ummanya tahu tentang yang terjadi diantara mereka?. Taemin menatap ke arah Minho, dan Minho menoleh, dia tersenyum menatap Taemin, Taemin membuang muka, Minho benar-benar tampan! pikirnya.

.

.

“Minho-ssi air mandi nya sudah siap, kau duluan saja…”, kata umma Taemin. “YAH! appa, Taesun, masuk ke kamar, jangan tidur disini.”, bentak Umma ke appa dan Taesun.

“hm, gamsahabnida imo-ni…”, Minho kemudian berdiri dari duduknya, dan menhampiri Taemin yang sedang duduk di sofa sambil mengunyah cemilan ditangannya.

“Ayo.”, bisiknya ditelinga Taemin. Taemin menoleh, dia bingung.

“Kemana?”, Taemin menatap Minho dengan polos. Minho melihat ke arah Umma Taemin yang sibuk dengan kedua orang keluarganya, kemudian menarik lengan Taemin untuk berdiri dari kursi, Taemin nurut saja, dan mereka berdua naik ke lantai atas.

“Tung-tunggu.. kau -mau apa,Hyung?”, Taemin berhenti setelah mereka berada di depan pintu kamar mandi,ia panik,dan melihat ke arah bawah tangga, takut jika keluarganya memergoki mereka masuk ke kamar mandi bersamaan.

“Mandi.”, Minho menyengir nakal, tanpa bisa diprotes lagi, Minho menutup mulut Taemin, dan mengangkat tubuhnya dengan satu tangan. “Jangan berisik kalau kau tidak mau mereka tahu.arraso?”, Minho berbisik di telinga Taemin, jantung Taemin berdegup kencang, dia benar-benar panik, dia bukan berada di drom, tapi di RU-MAH-NYA. OMFG!

Minho mencium bibir Taemin, tangannya sambil membuka t-shrit Taemin, dia menjilat bibir Taemin memintanya untuk membuka mulutnya, Taemin menuruti kemauan Minho, dia kemudian membuka kancing celana Taemin.

“Tung-tunggu!”, cegah Taemin, Minho mengerutkan alisnya.

“Kau buka baju mu saja sendiri.. aku bisa sendiri…”, Taemin menunduk malu, Minho tersenyum, mencium leher Taemin.

“Oke,Minnie…”, bisiknya di kuping Taemin. Byur! Minho menoleh, Taemin sudha berada di dalam bak mandi, tidak berani menatapnya yang sedang membuka bajunya, Minho dengan cepat membuka semua bajunya, dan masuk ke dalam bak mandi.

“Yah! kenapa kau?seperti tidak pernah melihat aku telanjang saja…”, goda Minho yang melihat Taemin mengalihkan wajahnya tidak mau melihat Minho.

“A-aniyo… “, Taemin meremas tangannya didalam air. Dia duduk tepat didepan Minho, mereka diam sesaat.

“A-aku mau kelua- hmfp.”, Minho menarik lengan Taemin dan mencium bibir Taemin dengan lembut. Mata Taemin terbelalak, Minho memajukan posisinya dan kemudian mengangkat badan Taemin kepangkuannya tanpa melepaskan ciumannya.

“H-hyunh…”, Taemin berbisik

“Ssshh.. jangan berisik Minnie…”, Minho berbisik ditelinga Taemin, dia meletakkan lengannya dipunggung Taemin,menjaga keseimbangan tubuh Taemin, dia mencium leher mulus Taemin, menghisapnya dengan lembut.

“Mmh..Minhoo…”, Taemin mendesah.

“Sssstt…”, Minho mendesis,dia menyengir senang, Taemin menutup mulutnya dengan tangannya mencegah desahan yang keluar dari mulutnya. Ciuman Minho kemudian beralih lagi kebibir Taemin, mengulurkan lidahnya,menjilat seluruh gigi Taemin,dan mencari lidah mereka untuk bertemu, Taemin menjulurkan lidahnya menyambut lidah Minho, tangannya merenggut rambut cepak Minho, Minho mengelus punggung Taemin dengan sentuhan lembut, Taemin mendesah dalam diam diciuman mereka.

“Ahhh….”, kali ini Taemin melepas ciumannya, dia terkejut, tangan Minho sudah memegang member Taemin,menyentuh ujungnya membuat Taemin mendongakkan kepalanya kebelakang. “Min-ho..aah…”,

“Sssttt.. aku bilang jangan berisik sayang ..”, Minho mencium jakun Taemin, dan terus menaik turun kan tangannya di member Taemin. Taemin merangkulkan tangannya dileher Minho, matanya terpejam rapat, kepalanya tersandar di leher Minho, dia menciumi leher Minho dan menghisapnya.

“Ssh.. “, desah Minho, dia mempercepat kocokkannya.

“Aah..ssh..Min-hoo..sshhmm…”, Taemin mendongak, dia menjulurkan lidahnya, dan Minho mengerti, dia menyambut lidah Taemin, dan memasukkannya kedalam mulutnya, dia menghisap lidah Taemin dengan kuat. “Hh…fuck …”, desis Taemin. Minho mengigit bibir bawah Taemin, taemin menyentuh pipi Minho untuk lebih menempel dengannya.

“Minho! aah…sshh..i.i..im..c-c-omming…”, Taemin mencengkran rambut belakang Minho, kepalanya mendongak, dan merasakan tubuhnya mengejang mencapai orgasme. Kemudian kepalanya terkulai di bahu Minho, nafasnya naik turun.

“Hmm…delicious…”, Minho menjilat sisa percum Taemin di tangannya, dan menepuk punggung Taemin untuk bernafas lebih tenang. Taemin menatap Minho dengan kesal.

“You cheat!”, maki Taemin, Minho menyengir sinis. Tangannya mengatupkan muka Taemin.

“But you like it, did you?”, Minho mencium Taemin di bibir, kemudian keluar dari bak mandi. Taemin mentap terkejut, WTF? dia mengutuk Minho, Minho memang suka seenaknya.

Minho mengambil anduk mengeringkan tubuhnya, dan menoleh ke arah Taemin yang masih terduduk di bak mandi.
“Kita teruskan dikamar.”, Minho mengedipkan matanya, dan berjalan keluar. Taemin menganga lebar, kemudian mengatupkan kedua pipinya dengan tangannya, dia menggelengkan kepalanya frustasi, Minho sedang sangat bergairah malam ini. Mukanya memerah, keluar dari bak mandi, membilas badannya sebentar.

.

.

Taemin membuka pintu kamarnya perlahan, dia baru berani kembali ke kamarnya setalah 10 menit Minho keluar dari kamar mandi. Ia memicingkan matanya melihat kamarnya yang gelap, dia berniat mengambil baju tidurnya, karena saat mandi ia tidak membawa baju ganti. Perlahan dia melangkah masuk, dia melihat Minho sudah berada di atas kasur, nafasnya sangat teratur, dia menarik nafas lega mengetahui bahwa Minho sudah tertidur. Dia tersenyum menang, tebakkannya benar, Minho pasti lelah karena tadi ia mengkonsumsi soju, jadi ia sengaja memakan waktu lama di kamar mandi untuk menghindari Minho.

Dia berjalan ke arah kepojok ruangan menuju lemari baju nya, ada beberapa pakaian yang masih tersisa disana. Dia memicingkan matanya mencari baju yang bisa ia pakai, kemudian sebuah tangan merengkuh pundaknya dari belakang.

“Mau menghindar dari ku , hah?”, Minho mengagetkan Taemin, saat ia menoleh, tanpa bisa berbicara Minho sudah mencium bibir Taemin, tangan kanannya menahan kepala Taemin, dan tangan kirinya melingkar di pinggang Taemin yang hanya dibalut anduk.

“h-Hyung…”, Taemin berusaha mendorong tubuh Minho dengan kuat, tapi ia tidak bisa. Minho memiringkan kepalanya untuk lebih mudah mencium Taemin, Taemin menyerah, dia membuka mulutnya lebih lebar, membiarkan Minho menciumnya, lidah Minho masuk kedalam mulutnya, mencari lidah Taemin, setelah dapat ia menghisapnya, diikuti desahan pelan oleh Taemin.

Perlahan Taemin menaikkan kakinya ke pinggang Minho, Minho menggendong Taemin ala baby coala tanpa melepaskan ciuman panas mereka. Minho mendorong tubuh Taemin kearah tembok, dan menopang tubuh kecilnya dengan badannya, ciumannya berjalan ke rahangnya, dan kemudian ke leher mulus Taemin. Taemin mendesah sambil meremas rambut Minho, dia memeringkan kepalanya, matanya terpejam merasakan sentuhan tangan Minho di tubuhnya.

“Hh..Minho…”, setiap mendengar namanya disebut Minho semakin bergairah, dia melihat ciuman dileher Taemin, dia tersenyum sekilas melihat bekas hickey memerah kemudian balik mencium bibir Taemin lagi.

Taemin menurunkan kakinya, sehingga mereka berhadapan. Kemudian tangannya membuka baju Minho dan melemparnya kesembarang tempat, dia meraba tubuh Minho dan mencium rahang dan leher Minho, Minho memejamkan matanya, tangannya meraih handuk Taemin,dan melemparnya. Saat tangan Minho menyentuh member Taemin, Taemin mencegahnya.

“My turn…”, bisik Taemin, Minho mengangguk. Kemudian badannya didorong,sehingga terduduk di kasur. Taemin mencium Minho, tangannya bekerja melepas celana Minho, Minho mengangkat tubuhnya untuk memudahkan, yang tersisa hanya underware nya, ciuman Taemin menjelajah ke leher Minho, tangannya memainkan nipple Minho, yang membuatnya mengerang nikmat.

“Ssh..Taemin..”, ciuman Taemin turun ke collar bone dan akhirnya menjalar ke nipple Minho, dia hisap dengan lembut, dan tangannya mengelus member Minho dari luar underwarenya.

“Shit, dont tease me …”, Minho meremas rambut Taemin, Taemin tersenyum, ciumannya turun keperut Minho, dan akhirnya sampai di selakangan Minho. Ia menarik turun underware Minho, Minho menarik nafas, merasakan udara disekitarnya. Tapi kemudian dia merasakan hangat di bagian membernya, dia melihat mulut Taemin sudah berada di sana.

“F-fuck … ssshmmm … suck it baby..”, Minho membelai rambut Taemin,dan membimbing gerakan kepalanya. Taemin mulai memaju mundur kan kepalanya, tangannya yang lain meremas bola Minho.

“Mmmhmm…”, hanya itu yang keluar dari mulut Taemin. Ia kulum semua member Minho, berusaha untuk tidak tersedak. Minho kemudian menarik tubuh Taemin, Taemin menatapnya kecewa, tapi ia tidak mau cepat selesai hanya dengan mulut Taemin. Minho merebahkan tubuh Taemin, sekarang ia berada di bawahnya. Minho kembali mencium leher Taemin dan menjilat semua inci tubuh mungil dan putihnya.

Ciumannya turun sampai ke member nya, Taemin mendesah hebat. Kemudian Minho menjulurkan jarinya ke mulut Taemin, Taemin menghisap tangan Minho dengan nafsu, setelah cukup ia menurunkan jarinya, dan memasukkan nya ke lubang Taemin.

“Aaah…”, Taemin menjerit sakit, dengan cepat bibirnya dilumat oleh Minho.

“Tahan suaramu, kita bisa terdengar …”, bisik Minho.

“Ngg..sshh..aaah…”, Taemin menutup mulutnya,merasakan jari Minho didalamnya.

“Siap,Minnie?”, Taemin hanya mengangguk. Perlahan Minho mengeluarkan jarinya dan menggantikan membernya masuk.

“Ah!”, Taemin mengerang, semoga eranganya tidak terdengar walau ia sudah menutup mulutnya. Minho membelai rambut Taemin yang basah.

‘”I love you,Minnie…can i move?”, Minho berbisik dan memegang pinggul Taemin, Taemin mengangguk pelan. Perlahan Minho menggerakkan tubuhnya maju mundur, Taemin menyesuaikan iramanya dengan baik, mereka saling berpelukan, dan Minho tidak henti mencium sekujur tubuh Taemin.

“Dammit ..fas-faster …”, perintah Taemin, Minho mengabulkannya,dia menekan dengan irama lebih cepat, Taemin memejamkan matanya, Minho mencium bibir mungilnya untuk mencegah suara yang keluar dari mulutnya.

“MINHO! f-fuck…”, Taemin menjerit ketika Minho menyentuh prostate nya, nafas mereka terengah. Minho mengangkat tubuh Taemin tanpa mengeluarkan membernya, sekarang Taemin terduduk diatas tubuhnya.

“Ride on,Minnie..”, perintahnya, Taemin memegang tangan Minho menjadi tumpuannya, dan menggerakkan tubuhnya naik turun.

“Fuck… so tight.”, gerutu Minho “Your beautiful,Minnie…”, Minho menyentuh pipi merah Taemin, Taemin yang menatap Minho dengan tersenyum.

“Ngg… ssh.. a-aku ra-ssaa… aku—…”,

“M e too…” , Taemin mendongakkan kepalanya, ia merasa sudah penuh di perutnya..

“AAAHHHHH…”, mereka teriak bersamaan, tubuh Taemin terkulai lemas ke samping, tapi Minho dengan cepat ditangkap oleh Minho.

Minho memeluk tubuh Taemin dengan erat, Taemin membenamkan wajahnya ke dada bidang Minho, dia perlahan mengatur nafasnya dengan seksama. Minho membelai rambut Taemin dan mencium keningnya, dan berbisik

“I love you so much Minnie… masih sakit?”, Taemin menggelengkan kepalanya, dan memeluk Minho dengan erat.

“I love you too Hyung …”, kemudian mereka tertidur setelah memakai baju, karena mereka tidak mau besok pagi ummanya bisa saja masuk ke kamar tiba-tiba.

.

.

“Gamsahabnida imo-ni,ajoessi, Taesun hyung… maaf merepotkan..”, Minho membungkukkan kepalanya. Dan keluarga Taemin tersenyum dan juga membungkukkan badannya.

“Umma,appa,hyung.. aku pulang dulu, nanti aku hubungi kalian…”, Taemin memeluk satu-satu keluarganya.

“Jangan terlalu memaksakan dirimu, jaga kesehatan.”, pesan appanya.

“Minum susu yang banyak,dan bertambah tinggi. HWAITING!”, Hyungnya menepuk kepala Taemin, ia hanya tersenyum dan memukul lengan kakaknya.

“Salam untuk temanmu yang lain…”, Taemin mengangguk “Oh ya, umma berikan izin kau dengannya, tapi lain kali, harus pelan-pelan, jika appa mu dengar, habislah Minho mu itu …”, bisik Umma nya disela pelukan Taemin. Taemin terbelalak, mulutnya menganga lebar menatap Ummanya, tapi Umma nya tidak menghiraukan tatapan anak bungsunya.

“Ah, taxi nya datang, Minho-ssi, jaga Minnie baik-baik yah …”, Ummanya menghampiri Minho dan menepuk pundaknya, menekankan kata ‘JAGA’ dengan jelas, dan melirik ke arah Taemin yang masih shock.

“Baik imo-ni… Annyeong haseyo … bye bye…”, Minho berjalan keluar menuju taxi, dan Taemin sempat melihat ke arah ummanya yang terkekeh geli.

.

.

“Kenapa Minnie?”, Minho menatap Taemin yang sedang menatap kedepan dengan tatapan kosong. Taemin menoleh, dan air matanya mengalir tiba-tiba.

“Yah! waee???”, Minho panik, dia memegang wajah Taemin.

“Umma…dia…”, Taemin tersedu. Minho mengerutkan alis.

“Umma mendengar soal semalam …*sobs* dan…dia..merestui nya,tapi *sobs* bagaimana ini…Hyung, aku*sobs* maluu…”, Taemin sesenggukan menahan tangis.

“MWOO??!”, Minho sama kagetnya dengan Taemin, dia memegang kepalanya frustasi. Kemudian dia melirik ke arah Taemin yang sama shock nya, malah menangis dalam diam. Minho kemudian memeluk tubuh Taemin, dan menepuk punggung nya agar berhenti menangis.

“Sudahlah … tidak usah malu, itu awal yang baik kan? sudah sudah…semua akan baik-baik saja,diamlah…”, Minho menenangkan Taemin, Taemin menatap Minho.

“Benar?”, ia menatap dengan puppy eyes nya.

“Benar,percaya padaku!”, Minho menghapus air mata Taemin dengan jempolnya.

Dalam hatinya, ia harus lebih berhati-hati lagi. Ia harus mempersiapkan diri jika suatu saat bertemu dengan Umma Taemin sekali lagi, dan ia rasa appa dan Hyung nya belum menyadari hal ini. Tapi, setidaknya sudah dapat restu dari orang terdekat Taemin, dan mengetahui bahwa ia benar-benar mencintai Taemin dengan tulus.

PS. : MUAAHAHAHHA.. WHAT DO YA THINK! LEAVE YA COMMENT … MUAHAHAHAHAHA ….

MAAF MASIH BANYAK TULISAN YANG SALAH, SOALNYA GUE MALES NGE CHECK ULANG, HEHEHEHHEHE… :))

Advertisements

69 thoughts on “[oneshoot/yaoi/NC-21] 2min – Taemin’s home

  1. Wahahahaha
    Untung appa nya ngga denger kalo denger matilah mereka wkwk
    Lagian nc-an dirumah minnie;_;
    Dasar 2min

  2. 2min pervert… berani2nya main di rmh taemin…
    Untung umma taemin baik n ksh restu…. klu ngga bisa2 minho jd kodok goreng deh…

  3. Ngakak sumpah….. taemin nakal tapi malu juga ketahuan ummanya xDDLol…. mana minho ikut ikutan shock lagi xD

  4. Ahahahahha emak ya taemin gokil loch 😅😂
    Mknya minong jlek jgn mnum soju fufufu yeahh when taemin home.. mom’s know everything 😂 lol
    Selameutt dh dpet restu wawkwkwkk
    mantap xixiix

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s