[Oneshoot] Onkey – i still love you


A/n : im come back… hahahaha… guess wht? i try to write about my 2nd bias, this it is ONKEY’couple! muahahaha … :)) i hope you like it guys, dont be silent reader, neh? READ, ENJOY, and Leave ya COMMENT. Annyeong.

_________________________________________ by : SanniieW _____________________________________________

ONEW POV~

Bisa dibayangkan jika dua orang yang mempunyai sifat yang sangat bertolak belakang satu sama lain menjadi satu, dan seharusnya perbedaan itu bisa saling melengkapi satu sama lain bukan? justru perbedaan itulah yang dapat menyatukan dua orang yang saling mencintai, bayangkan jika tidak ada perbedaan, pasti setiap hubungan akan terasa membosankan dan datar saja.

Lalu bagaimana dengan hubungan yang satu ini?

Mr. Clumsy and Mr. almighty

Onew dan Key

” Kenapa kau selalu saja marah-marah,yeobo ah~…”, Jinki memeluk pinggang Key yang sedang sibuk memasak untuk makan malam mereka.

” Aku hanya ingin semua nya tertata dengan baik, kau bisa liat sendiri perbuatan Jonggie Hyung, dia selalu melempar segala nya kesembarang tempat!”, Key mengacungkan spatula yang entah dari mana didepan Jinki. Jinki menarik nafas, dan berusaha memeluk key lagi, tapi kali ini ditepis oleh tangannya.

” Sudahlah, kita bisa bicarakan nanti, aku sedang sibuk, lebih baik kau kembali ke ruang tv dengan yang lain.”, Key berbalik, mood nya sedang jelek. Jinki menarik nafas menatap punggung pacarnya.

Minho dan Taemin masuk ke dapur untuk mengambil snack mereka, dan tersenyum sekilas ke arah Jinki

” Baiklah, tapi kau juga harus berhenti bersikap se akan-akan kau selalu menjadi penguasa, Key…”, Jinki bergumam pelan, dan dia tidak menyangka Key mendengarnya. Key berdiri menatap Jinki dengan tatapan apa-maksud-mu ? dengan bersender di rak dapur.

“Kenapa … kau menatapku begitu…?”, Jinki salah tingkah, dia merasa tidak nyaman. Key menarik nafas, dan menatap Jinki lekat.

“Maksud mu adalah, kau bosan dengan ku?”, Key menyelidik.

2Min couple yang masih berada disitu saling berpandangan, dan sekejap mereka cepat pergi dari tempat itu, 2min Ninja!

“A-apa?! aku tidak bermak-…”

“Fine, jadi apa maksudmu?” Key menyaut. Key menetap Jinki dingin.

“Ya-yah… Yeobo~, maksudku itu… eehmm … aku rasa … semua pasti kadang merasa jenuh kau selalu berteriak, hmm.. kepada mereka…”, Jinki berusaha memeberikan penjelasan yang logis. Key mengerutkan alisnya.

“Jinki, apa kau berpikir seperti itu karena aku selalu dominan dibanding dirimu dalam hubungan ini?”, Key menatap mata Jinki, Jinki terkejut. Apa iya? dia berpikir, memang selama ini dia banyak bersabar dengan semua tindakan Key, dan ia menjadi peredam dalam setiap hubungan mereka, ia memilih untuk mengalah, apa karena ini?

“Hhm… aku tidak selalu berpikir seperti itu…”, Jinki menggaruk kepalanya, ia sangat gusar.

Key mengerutkan alisnya, “Apa… kita tidak cocok?”, tanyanya.

Jinki mendongak menatap Key, tapi Key membuang mukanya.

” Kalau begitu, jika kita putus, apa kau bisa lebih baik?”,

“Eeh..ah, WHAT?”. Jinki terkejut, Key berbalik dan menatap Jinki sedih.

“Kita… putus saja,hyung …”, Key memalingkan wajahnya, Jinki menganga lebar? apa maksudnya, sebelum ia meminta penjelasan dari Key, Key menabraknya dan berlari keluar dorm.

“KEY! KEY! TUNGGU!”, Jinki berdiri, dan berusaha mengejar nya, tapi ketika dia keluar, Key sudah tidak terlihat.

“SHIT! what the fuck was i said!”, Jinki memukul tembok gedung dorm mereka, perasaannya mulai tidak tentu.

.

.

Jinki duduk di sofa dengan cemas, berkali-kali dia melihat jam dinding, sekarang pukul 12 malam, Key belum juga pulang, dia sudah mencoba menghubungi ponselnya, tapi ternyata ia meninggalkannya di drom mereka. Dia juga sudah mencoba mengunjungi dorm sunbae nya yang lain, mereka juga tidak bertemu Key.

“Damn Key… kau kemana?”, Jinki mondar-mandir dengan cemas.

Member yang lain sudah masuk ke kamar mereka, setelah memutuskan membuat makan malam sendiri, dan makan malam berlangsung dengan canggung, tidak ada yang berani bertanya ada masalah apa diantara leader dan umma mereka.

“Hyung?”, Jinki menoleh, Minho berdiri menatapnya.

“Minho, kau belum tidur?”, Jinki menoleh, dan duduk di sofa lagi, tatapannya ke layar ponselnya.

Minho tidak menjawab, dan berjalan kedapur, dia menghapiri Jinki sambil membawa 2 cangkir berisi teh.

” Key-hyung masih belum pulang?”, Minho menyerahkan cangkir teh kepada Jinki.

Jinki menggelengkan kepala dan menerima cangkir teh itu.

“Aku sudah cari dia kemana pun juga, tapi tidak ketemu …”, Jinki menyeruput teh nya “Aku … aku khawatir, dan kenapa dia mengatakan putus? aku tidak mengerti …”, Jinki meremas ujung rambutnya,ia frustasi.

Minho merangkul pundak Hyungnya.

” Aku … tidak tahu harus bagaimana, aku tidak bermaksud berbicara seperti itu… aku,aku hanya merasa hubungan kami tidak sehat, mungkin aku memang egois, aku suka dia selalu mengatur ku, tapi aku juga bimbang … aku seperti selalu di bawah kendalinya, kau..mengerti maksud ku kan? aku …”, Jinki kehabisan kata-kata, dia bena-benar merasa tidak nyaman dengan perasaannya.

Di satu sisi dia sangat mencintai Key, bahkan lebih, tapi di sisi lain, dia merasa tidak ingin selalu berada di bawah kendali Key, ia merasa sisi egois nya timbul dan terkekang. Ia sangat menyayangi Key, dia frustasi jika Key tidak ada disampingnya,di balik sikap diva-ness nya Key adalah orang yang sangat bisa membuat Jinki nyaman, dia akan menunjukkan rasa bosan jika Onew sangtae nya kambuh, tapi sedetik kemudian ia akan menghampiri Jinki, dengan tersenyum dan memeluknya, mengatakan bahwa ia sangat cute dengan Onew sangtae nya. Tapi sekarang, apa yang ia lakukan kepada Key membuat hubungan mereka di ujung tanduk.

“Hyung, aku rasa kau tahu apa yang harus kau lakukan.”, Minho menepuk pundak Jinki.

“Maksudmu?”,

” Kau bicarakan semua padanya Hyung, ini hanya masalah ego kalian masing-masing…”, Minho menyeruput tehnya “Jenuh,cemburu,dan apapun dalam setiap hubungan itu sangat wajar, karena kita punya jalan pikiran masing-masing dalam menghadapinya …”,

Jinki menatap Minho seksama.

” Mungkin ini tidak  banyak membantu, tapi aku pernah membaca, perbedaan lah yang menyatukan kita, dibalik perbedaan itu kita di uji seberapa besar kemampuan kita dalam mengatasinya, dengan saling mengisi dan juga memahami.”, Minho tersenyum menatap Jinki.

Jinki mencerna secara seksama setiap kata yang diucapkan dongsaeng nya.

“Aku harus pergi!”, Jinki berdiri, masuk ke kamarnya membawa jaket nya dan juga milik Key.

“Kau mau kemana?”, Minho mengikuti nya.

“Kemana lagi? mengejar cinta ku lagi.”, Jinki tersenyum dan berlari keluar dorm.

Minho menarik nafas, ‘aakh … i talk to much.’, pikirnya dalam hati.

“Hyung?”, Minho menoleh, Taemin berdiri dibelakangnya sambil mengusap mata ngantuknya, Minho tersenyum menghampirinya.

“Ya, Minnie? mworago?”, Minho merengkuh pinggang Taemin.

“Apa yang kau lakukan?”, Taemin memeluknya.

“Tidak ada. Mau tidur dengan ku?”, Minho membelai wajah Taemin. Taemin hanya mengangguk, dan membenamkan wajahnya ke dada Minho. Minho tersenyum, dan menuntun pacarnya masuk ke kamar.

.

.

Jinki berlari dan terus berlari, dia menjelajahi sekitar dorm mereka, dan dorm Sunbae nya yang lain, tapi tidak bisa menemukan Key. Dia tidak mungkin mengetok setiap pintu kamar sunbae nya dan bertanya apakah ada Key disana. Itu sangat mengganggu.

Dan Key bukanlah tipe orang yang akan menyusahkan orang lain jika ia sedang punya masalah. Matanya terus mencari ke setiap jalan, pertokoan makanan pinggir jalan. Entah sejak kapan udara berubah menjadi dingin, terlebih ia khawatir karena Key tidak membawa jaket nya.

“Key … Key …”, Jinki berulang kali menggumamkan nama Key, dan matanya terus mencari.

Nafasnya yang tersengal sudah tidak ia hiraukan lagi. Dia melirik jam di ponsel nya, pukul 1 am. Dia harus cepat menemukan Key.

Ia berlari melewati taman, kemudian sebelum dia sempat berlari ketempat lain, dia berbalik, dia berdiri dan memicingkan matanya, dia melihat seseorang terduduk di tanah, memebenamkan kepalanya dengan tangannya dan bersandar di kursi taman.

Ia berjalan mendekat, nafasnya yang tersengal. Kemudian dia menangkap sosok yang sangat tidak asing. Rambut yang berwarna hitam ke biruan, dan terlihat highlight yang terpancar oleh lampu taman yang redup, ia mengenal sosok itu. Sosok yang ia cari kurang lebih selama 6 jam.

Jinki perlahan mendekat, dia mengulurkan tangannya membelai kepala orang itu.

“Siapa?”, sosok itu terkejut, dan mengangkat wajahnya

“Jinki…?”. dia bergumam menatap Jinki, Jinki tersenyum.

“Apa yang kau lakukan di cuaca dingin begini …?”, Jinki membalut tubuh Key dengan jaket yang dibawa olehnya. Key menatap Jinki diam.

“Aku tahu kau kedinginan….”, Jinki berkata lagi tersenyum, dan menyentuh pipi Key.

“Terus kenapa?”, Key menjawab dengan dingin. Dia berdiri dan jalan meninggalkan Jinki. Kali ini ia tidak berlari, ia lelah berlari.

“Kau masih marah padaku,Key?”, Jinki berjalan di belakangnya.

“Seharusnya kau yang marah padaku,Hyung.”, ia menjawab dingin,tanpa menoleh. Jinki tersenyum.

“Kenapa aku harus marah?”,

Key menghentikan langkahnya.

“Karena … aku telah bilang putus padamu.”, jawabnya pelan tanpa menoleh. Jinki mengehela nafas lagi.

“Tapi aku tidak bilang setuju ingin putus dengan mu.”,

” Tapi aku sudah mengatakannya, untuk apa kau mencariku lagi?’

“Karena aku masih menyayangimu.”, jawab Jinki cepat, Key tidak menoleh. Dia hanya terdiam, Jinki melihat pundak Key bergetar, dan ia menutup mulut nya sendiri.

“Key…”

“Jangan mendekat!”, langkah Jinki terhenti. “A-aku mohon, kau .. pulang lah …”

“Aku tidak mau!”,jawab Jinki tegas.

“AKU BILANG PULANG, TINGGALKAN AKU SENDIRI!”, teriak Key tanpa menoleh. Jinki menarik nafasnya, dia mencengkram tangannya sendiri.

” Aku akan pulang, tapi berikan aku satu ciuman dulu.”, jawabnya. Key mendongakkan kepalanya.

“Bagaimana?”, Jinki meminta persetujuan Key sekali lagi, hanya ini yang bisa ia lakukan, hanya ini yang bisa menjawab semua pertanyaan di otaknya, dan hanya dengan ini semua akan terungkap.

Jinki berjalan mendekati Key, perlahan ia menyentuh pundak Key, dan membalikkan tubuhnya berhadapan. Key membuang wajahnya kesamping, menyembunyikan matanya yang bengkak karena tangis.

“Sekali saja, setelah itu aku pulang.”, pinta Jinki. perlahan Key menghadapkan wajahnya, matanya masih menghindar dari tatapan Jinki.

Perlahan Jinki memajukan wajahnya, tangannya membelai wajah Key dengan lembut, menghapus sisa air mata dipipi Key. Tangannya berpindah membelai kuping kiri Key dan meletakkan tangannya dibelakang leher Key. Key memejamkan matanya, ia ingin menolaknya, tapi sentuhan lembut Jinki membuatnya tidak bisa berkutik.

Perlahan Key merasa bibir nya bersentuhan dengan bibir dingin Jinki, Jinki menciumnya dengan sangat lembut, menghisap bibir bawah Key dengan lembut, Key tidak bisa memungkiri perasaannya sendiri, tangannya bergerak mencengkram baju Jinki.

Jinki tersenyum di ciumannya, perlahan tangan satunya meraih pinggang Key dan memeluknya lebih erat. Jinki mencium bibir Key dengan lembut, tidak berusaha memaksa nya membalas ciumannya, dan perlahan ia menjilat bibir Key berusaha masuk ke dalam rongga mulutnya. Key terkesiap.

“Jin-ki..”, Key mendorong kepalnya menjauh. Tapi di tahan oleh tangan Jinki di lehernya.

“Sssht .. i love you Key, i really love you…”, bisik Jinki, bibirnya masih beberapa senti diantara bibir Key, mata mereka saling bertemu dengan jarak yang sangat dekat, Jinki membelai wajah Key, tanpa menarik diri dari kedekatan mereka.

“Do you.. still love me , Key?”, bisik Jinki. Menatap mata Key, mencari kesungguhan masih ada dirinya di mata Key.

“Im sorry Key…”, Bisiknya lagi, karena Key masih tidak menjawab. Key menarik nafas, memejamkan matanya, air matanya turun membasai pipinya, Jinki mencium pipi Key dan menjilat air mata Key.

“Well … aku akan pulang. “, Jinki melepaskan pelukannya. “Lebih baik kau cepat pulang, yang lain mengkhawatirkanmu,Key.”, Jinki tersenyum, dan memberikan sentuhan terakhir di pipi Key.

1 … 2 …3…4…5…6…7…

“I still love you!”, Key yang berlari dan memeluk Jinki dari belakang. “I love you Jinki… i love you so much … maaf kan aku …aku takut Jinki… aku takut kau bosan dan jenuh padaku … aku takut …”, Key memeluk Jinki dengan erat dan menangis. Dada Jinki terasa sakit, ia sakit karena mendengar Key menangis.

Jinki berbalik dan memeluk erat Key, membenamkan wajahnya ke pundak Key.

“Pabo, aku sayang padamu, aku cinta padamu sampai hatiku mau meledak. Bagaimana kau bisa berpikir aku akan meninggalkanmu,Key?”,

“Kau tidak tahu betapa aku mencemaskanmu Key … please, jangan pernah katakan putus lagi, aku tidak mau …”, pinta Jinki, dan mengeratkan pelukannya.

Key mengangguk. “Maaf… maaf …”, hanya itu jawabannya.

Sebelum Key dapat berbicara lagi, bibir Jinki sudah mencium nya dengan lembut. Ciuman yang sangat mesra, dan lembut.

” Bagaimana aku menjelaskannya?”, tanya Jinki menyentuh pipi Key, setelah melepaskan ciuman mereka.

“Kau tidak perlu menjelaskan apapun, aku hanya ingin pulang.”, Key memeluk tubuh Jinki, menghangatkan tubuhnya. Jinki tersenyum, dan membelai rambut Key dengan lembut.

“Iya, ayo kita pulang.”, Jinki memeluk Key sesaat.

Dan mereka kembali ke dorm mereka dengan bergandengan tangan.

 

P.S : WHAT DO YOU THINK? HEHEHEHE… MAAF YA KALAU ANEH, LAGI GAK MOOD… HAHAHAHA*ngeles

 

66 thoughts on “[Oneshoot] Onkey – i still love you

  1. Ihh apa banget deh emak bilang putus ama babeh😮 babeh mah bukannya di kejar malah cuma di lihat doang sampe pintu issh ga asik babeh weh ,,
    Aduh pake acara poppoan di tempat yg dingin lagii hahaha cieee so sweet bener :*

  2. Hoooo kibum-ah~
    Gamungkin lah jinki bosen sama kamyuuuuhh~~~~
    Please deeehh..
    Udah jan mikir cem macem yaa bum :*
    kalo jinki pergi, masih ada aku kok di sini ;;) *eh

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s