[JoonTae/2min-NC’17] Thinking of you or Him[?] part.1 of ?


foreword : im come back again with another ff, muahahaha … Kalian heran kenapa aku selalu mudah mendapat ide? ini karena aku suka nongkrong di wc, muahahaha … . so, read, enjoy, n leave comment …Kali ini gue akan mengangkat pasangan yg sangat jarang di publikasikan, yaitu JOONTAE ( Lee Joon & Taemin ) ada yang baru dengar? haha … sebenarnya gue suka jg sm pasangan ini, but i still love my 1st bias that is 2MIN,actually.

cast : Lee Joon MBLAQ , Lee Taemin SHINee, Minho SHINee

support cast : will see …

warned : broken! JoonTae, 2min . and … will see … hahahaha*evilsmile

 

PART 1

WHAT A PERFECT LOVE! LIFE, ACTUALLY

Taemin tidak pernah tahu ia akan sangat bahagia hanya mempunyai sosok pria ini disampingnya. Pria yang sangat ia sayangi, ia cintai sepenuh hati sehingga ia merasa hati nya ingin meledak jika memikirkannya. Hatinya sangat nyaman dan polos di bawah kendali dan juga rengkuhan sosok pria itu.

Taemin menatap lekat sosok pria disebelahnya yang tertidur lelap, tangannya yang kekar memeluk pinggangnya seakan tidak membiarkan ia pergi dari nya. Memandangi sosok itu, rahang yang tegas, hidung yang sempurna, kulit nya yang lembut dan berkilau terkena sinar matahari yang mengintip dari balik jendela kamar nya, ia menarik nafas betapa wajahnya juga sangat sempurna ketika ia tertidur.

Taemin menggerakan tangannya perlahan menyentuh setiap inci wajah pria itu, ia membelai pipinya, menyentuh pelan matanya yang tertutup, turun kehidung, dia tidak berhenti tersenyum ketika ia melakukan itu, perlahan tangannya turun ke bibir merahnya, ia mengingat dengan jelas jika pria itu tersenyum, bibir nya akan terbuka dengan indah dan terlihat unik, ia selalu membayangkan bahwa itu sangat mirip dengan senyum badut Ronald McDonald.

Perlahan ia memajukan wajahnya beberapa senti lebih dekat, dia mencium bibir pria itu dengan lembut. Ketika ia membuka mata nya, betapa terkejut nya pria itu sudah menatapnya samabil tersenyum, senyum yang sangat ia sukai.

Ia terkejut, dan memundurkan wajahnya, menatap ke arah lain, wajahnya memerah karena ia sangat malu. Ia menggigit bibir bawahnya dengan cemas, tetapi pria itu menatap lembut sosok bertubuh kecil di depannya.

“Morning,Minnie … cara yang sangat manis untuk membangunkanku!”, Pria itu berkata, dan tangannya mengangkat tubuh kecil Taemin ke atasnya. Taemin terperangah, ia terkejut, sekarang pria itu memeluk pinggang nya dan menaruh tubuh mungilnya di atas badannya yang besar, Taemin menahan jaraknya dengan menaruh tangannya di dada lebar pria itu.

Pria itu mencium bibir Taemin dengan lembut sambil membelai kepala Taemin.

“Morning …”, Taemin menyeringai dan memiringkan kepalanya setelah pria itu melepas ciumannya.

“Aigoo~~ … how cute you are,baby…” pria itu menepuk kepala Taemin. Taemin memanyunkan bibirnya.

“Im not a dog, Hyung …”, cibir nya, pria itu hanya tertawa. Kemudian segera berhenti karena Taemin melirik kesal ke arahnya.

“Mianhee Taeminnie … Morning too you,baby..”, pria itu mencium leher dan rahang Taemin, yang membuat tubuh kecil nya bergidik geli.

“H-hyung .. hentikan …”, Taemin berusaha menolak ketika pria itu terus menciumi nya.

“Wae?”, pria itu menatap Taemin keheranan sambil mencibirkan bibirnya. Taemin terkikik.

“Kau harus cepat bangun kalau tidak mau terlambat!”, Taemin mencubit hidungnya dengan gemas.

Pria itu mengerutkan alisnya, dan melihat ke jam dinding dibelakang kepala Taemin. Kemudian matanya beralih lagi ke muka kekasihnya yang sedang tersenyum senang.

“AAAHHH… i hate monday … bisa kan aki tidak usah kerja, aku mau bersama mu seharian…”, Pria itu memeluk tubuh Taemin, kepala si kecil terbaring ke dadanya, Taemin terkikik senang.

“its a no-no hyung … kau harus cepat siap-siap, kalau kau tidak mau melewatkan proyek mu, kau ingat?”, Taemin tersenyum. Pria itu mencibir, kemudian dia menganggukkan kepalanya.

Taemin beranjak dari tubuh sang pacar, dan berdiri di pinggir kasur, menatap pria itu yang masih berbaring malas.

“Hurry up, kau akan telat!”, Taemin bertolak pinggang. Pria itu terkekeh, loncat dari posisinya dan mencium bibir Taemin.

“I dont!”, katanya dan beranjak ke kamar mandi. Taemin menarik nafas, ia tersenyum melihat tingkah pria itu. Kemudian ia berjalan ke dapur nya yang sederhana menyiapkan sarapan untuk mereka.

Itu merupakan hal yang biasa ia lakukan di pagi hari selama 1 tahun lebih, ya, ia Lee Taemin (19thn), ia tinggal bersama ke kasihnya Lee Joon (24 thn) di sebuah apartemen yang sederhana di pinggiran kota Seoul. Lee Joon bekerja di sebuah perusahaan swasta yang bergerak dibidang konstruksi, dan Taemin sebagai mahasiswa desain grafis di sebuah Universitas negeri di Seoul.

Ia melalui hari-harinya yang menurutnya sangat sempurna, ia merasa hari nya terasa lengkap jika bersama Joon. Joon sangat lembut padanya, mendengar kan segala keluh kesahnya, dan selalu bisa menghiburnya dengan tingkahnya yang bisa dikatakan absurd. Taemin adalah tipe orang yang sensitif dengan segala bentuk kepolosannya, tetapi ia adalah tipe orang yang juga pandai menyembunyikan perasaan nya sendiri, tapi hanya Joon lah yang bisa tahu sisinya dengan mudah, dan Taemin tidak bisa lagi menyembunyikan sesuatu dari jangkauan Joon.

Bagaimana dengan Joon? dia selalu mengatakan dia sangat beruntung bisa bertemu dengan Taemin, ia selalu menganggap bahwa Taemin adalah malaikat yang paling sempurna yang pernah ia temui dalam hidupnya. Ia merasa sosok nya yang menggemaskan dan terkesan lemah harus selalu ia lindungi, tidak peduli dengan segala kesibukkannya, dia akan berusaha sebaik mungkin untuk menjadikan Taemin prioritas utamanya, dan ia jamin ia tidak akan pernah melepaskan Taemin sedikitpun, meskipun seujung rambutnya. Ia merasa tubuhnya akan nyaman dan tentram jika sosok mungil itu berada dipelukannya, memeluknya di saat ia pulang dengan perasaan lelah dan penat karena pekerjaannya, ia merasa Taemin adalah vitamin nya.

” Kau buat apa?”, Joon memeluk tubuh kecil nya dari arah belakang. Taemin dapat mencium dengan jelas aroma wangi tubuhnya.

” Sandwich dan susu seperti biasa …”, Taemin terkekeh. Joon menyeringai, dan mencium pipi Taemin.

“Thank you.”, katanya, dan berbalik untuk berpakaian.

“Kau kuliah hari ini,Minnie?”, ia sudah duduk didepan meja makan.

“Yup, aku ada kelas pukul 10 nanti.”, Taemin berbalik membawa piring berisi sandwich dan segelas susu untuk Joon.

“Hmm … mau berangkat bersamaku? aku bisa antar kamu dulu baru aku ke kantor.” Joon mengunyah sarapannya dan menatap sosok didepannya. Taemin menggeleng.

“Tidak usah. sekarang masih pukul 8, dan kau harus cepat pergi kan? aku bisa berangkat sendiri,Hyung.”, ia tersenyum, Joon selalu suka melihat senyum itu, ia merasa bagaikan di sinari matahari jika melihatnya, senyum yang hangat.

“Baiklah kalau itu maumu … “, ia berdiri setelah meminum segelas susu nya, mengambil tas kerja nya,dan kunci mobil nya.

“I gotta go know baby …”, ia menoleh ke Taemin, Taemin mengangguk, dan mengikuti langkah Joon sampai ke pintu.

“Are you sure tidak ingin aku antar?”, Joon berbalik menatap Taemin, Taemin membalas dengan anggukan mantap.

” Jangan sampai salah naik kereta.”, Taemin mengangguk lagi. “Dan oh, hati-hati  melengkah.”, Taemin mengangguk. ” Hati-hati dengan orang jahat, jangan lupa makan, dan …”

“Hyuungg~…”, Taemin melirik nya. “Aku bukan anak kecil.”, Taemin mencibir kan bibirnya kesal. Joon terkekeh, dia mendekat, membelai kepalanya dengan lembut, kemudian mencium bibir Taemin.

“Sorry~ … dan jangan selingkuh, hehehe …”, ledek Joon mencubit pipinya “I love you,minnie… take care.muah.”, Joon mencium pipi Taemin dan melambai keluar pintu.

“I love you too hyungg.. HWAITING!”, Taemin melambai.

Matanya terus mengikuti sampai Joon masuk kedalam lift, dia berdiri di balkon depan menunggu Hyungnya terlihat, ketika Joon berdiri untuk masuk kedalam mobilnya ia melambaikan tangannya lagi ke arah Taemin. Taemin membalas dengan semangat dan membuat suara “HWAITING!”, ia baru masuk kembali ketika mobil Joon sudah meninggalkan parkiran apartemen mereka.

“Yosh, sebaiknya aku siap-siap!”, ia tersenyum dan masuk ke kamarnya lagi.

.

.

Taemin mengetukkan kakinya mengikuti suara musik yang mengalun ditelinganya dari iPod nya, dia berdiri di garis batas jalur kereta menunggu kereta datang. Sesekali ia membetulkan posisi tas dipundaknya dan juga tas berbentuk tabung, tempat ia menaruh semua sketsa desainnya. Matanya memperhatikan beberapa orang disekitarnya, semua orang di Seoul sangat sibuk, pikirnya.

Tidak lama kemudian kereta yang ia tuju datang dari arah kanan, ia melihat jam tangannya, good … ia masih punya waktu 1 jam sebelum kelas dimulai, dan jika ia naik kereta hanya butuh waktu 15 menit sampai di stasiun berikutnya. Ia menunggu sebentar sampai pintu kereta berhenti di depannya. Oh no .. kereta hari ini sangat padat! pikirnya. Well, its a monday right? pikir nya lagi.

Ia membiarkan orang lain keluar dulu, dengan susah payah ia mencoba masuk ke dalam gerbong yang rasanya tidak akan muat lagi, tai ia berharap masih ada tempat untuk tubuh kecilnya masuk menjadi salah satu penumpang hari itu, karena ia tidak akan punya cukup waktu untuk menunggu kereta berikutnya tiba. Ia mendorong tubuhnya masuk perlahan. Dia bernafas lega, tubuh nya masih mendapatkan tempat yang cukup. Tapi, ketika ia berbalik ingin memposisikan tubuhnya, dari arah belakang tubuh kecilnya terdorong ke depan, dan bertepatan pintu kereta akan tertutup, ia panik ingin menggapai pegangan disekitarnya…dan…

“OMO! WATCH OUT!”, sebuah tangan menarik pinggang kecilnya kebelakang. Ia selamat,pikirnya.

“Gwencanayo?”, suara nge bass terdengar ditelinganya dengan sangat dekat. Dia terkejut, dan berbalik. Ia menatap sosok tinggi didepannya, pria itu menatap Taemin cemas. Taemin menarik nafas, dan menelan ludahnya.

“N-ne .. gwencana .. g-gomawo..”, jawabnya terbata-bata, mukanya memerah, ia membungkukkan badannya untuk berterima kasih.

“Its oke, lain kali hati-hati.”, ia menjawab singkat.

“N-ne…”, sebelum Taemin mengucapkan terima kasih lagi kepada sosok itu, pria itu sudah berjalan ke arah kerumunan orang lain, Taemin hanya menatap punggung tegapnya menjauh dari pandangannya.

‘siapa dia? aku tidak bertanya namanya.’ pikir Taemin, ia kemudian mengangkat bahunya dan memposisikan dirinya dengan benar. ‘siapapun kau, aku berterima kasih, bagaimanapun juga berkat kau aku selamat!’, ia tersenyum mengingat kebaikan pria itu.

.

.

“Shitt~…”, maki Taemin sambil ia terus berjalan cepat menuju kelas nya, ini semua gara-gara kereta sialan itu. Waktu yang sudah ia perhitungkan meleset dari perkiraan, sejak kapan kereta di Seoul bisa macet tiba-tiba? dan ada apa dengan alat transportasi masa itu? sudah bekas kah? makinya. Ia berulang kali melirik jam tangannya, ia sudah hampir telat masuk kelas 10 menit lagi, tapi sial, jarak kelas yang ia tuju lumayan jauh.

Ia berjalan melewati lorong gedung, dan sesekali membalas sapaan dari teman-temannya. Dia memang cukup dikenal, karena ia termasuk mahasiswa yang ramah, pintar, dan down to earth, terlebih ditopang dengan senyum dan juga tampangnya yang manis. Tidak sedikit wanita yang naksir padanya, dan diam-diam para pria iri dengannya, tentu mereka tidak tahu bahwa ia adalah seorang …ehm,gay.

Akhirnya kakinya sampai juga didepan kelasnya, dia mengatur nafas sebentar, membereskan letak tas dan merapihkan bajunya.

“Selamat pagi,maaf saya terlam—…”, SUNYI! Taemin terperangah menatap kelasnya yang kosong, hanya ada beberapa mahasiswa yang duduk disana, termasuk  sahabatnya.

“hai,Minnieeee~…”, laki-laki dengan rambut potongan asimetris dengan warna hitam kebiruan dan highlight melambaikan tangannya memanggil namanya dengan sedikit bernyayi.

“Hai,Key hyung …”, Taemin menghampiri Key yang asik berkaca membetulkan rambutnya.

“Kemana semua nya?”, Taemin bertanya sambil melihat ke seluruh ruang kelas. Key mengerutkan alisnya.

“Aku sudah kirim pesankan, hari ini Mr. Jung keluar kota, jadi kelas diundur sampai besok.”, jawab Key santai. Taemin menganga.

“Pesan?”, Taemin mengeluarkan ponsel dari tasnya. Dia membaca sms dari Key, sekitar 30 menit yang lalu.

“Dammit! aku tidak membacanya, ponsel ku ada di tas …”, gerutu Taemin, Key memutar bola matanya acuh. “AAAAHH.. tahu tadi aku tidak perlu desak-desakkan di kereta…”, ia membanting dirinya dikursi dengan kesal dan menggelumbungkan pipinya. Key mengerutkan alisnya.

“Sudahlah Minnie~ … ambil sisi positifnya, kau tidak didepak keluar kelas karena telat.”, Key menepuk pundak Taemin, ia mengangguk setuju.

“Aish~ im hungrrry~ ayo kita ke kantin, Kkajja!”, Key berdiri dan menarik lengan Taemin yang masih cemberut. Taemin menatapnya malas, tapi kemudian ia ikut berdiri karena Key menatapnya dengan  kau-tega-melihat-ku-kurus-kelaparan? puppy eyes.

Sepanjang koridor lebih banyak lagi orang yang menyapa mereka, terlebih sekarang ia berjalan dengan Mr. you-looks-so-gorgeous-like-a-perfect-diva, Kim Kibum aka Key. Sahabat terbaiknya saat SMP, Key sangat senang ternyata ia bertemu lagi dengan Taemin, dan begitupun Taemin. Terlebih Key benar-benar populer, selain Taemin tentunya, dia sangat fashionable, gayanya absurd, tetapi unik, selain itu otak nya brilian, terutama dalam attitude nya, maka dari itu ia disebut Mr. almighty Key or diva key or blablabla …

“Aish~ all girls in here so annoyying,you know!”, Key memutar bola matanya kesal.

“Mwo? tapi kau ramah dengan mereka,Hyung …” Taemin menggoda.

“Well,Minnie … kau tidak akan mengacuhkan orang yang menyapamu dengan ramah kan? tapi kalau mereka berlagak seakan mereka cantik dan iuwwh … berlebihan, itu terlihat membosankan!”, Key menjelaskan panjang lebar. Taemin mengangguk dan tertawa.

“Oh, Dubuuu~ …”, Key berteriak menyapa sosok didepannya yang sedang duduk dikantin.

“Hai, Key… hai Taemin …”, Dubu aka Onew aka Lee Jinki tersenyum pada mereka.

“Sedang apa kau disini? tidak ada kelas?”, Key duduk didepannya.

“Ti-dak~~~…”, Onew menggeleng. “Kalian?”,

“Mr.Jung dinas luar kota, kelas diundur besok.”, jawab Taemin. Onew mengangguk tersenyum. Key beranjak dari duduk nya dan berjalan memesan makanan. Taemin memperhatikan Onew yang menatap Key lekat dan mengikuti sosoknya.

“Ehm, kau sebaiknya cepat utarakan perasaanmu,Hyung…”, ledek Onew, Onew terperangah.

“A-apa maksudmu?”, jawabnya panik.

“Ck,seperti aku tidak tahu saja…”, Taemin melirik Onew yang mukanya memerah, dan beralih menatap Key “Kau suka pada Key hyung kan? akui saja.”, ledek Taemin. Onew terkejut, dia menoleh ke arah Key, memastikan ucapan Taemin tidak terdengar olehnya.

“Ya-yah! i-itu tidak benar!” Bentaknya, Taemin tertawa geli. Ia suka menggoda Hyungnya yangssatu ini, ia orang yang kikuk dan mudah ditebak, tapi ia juga orang yang sangat dewasa dan juga pintar.

“Akuilah Hyung, sebelum kau menyesal kalau dia diambil orang lain.”, ledek Taemin. Onew semakin panik.

“Tidak akan! tidak ada yang bisa merebutnya dariku!”, bentak Onew.

“Nuguya?”, Key telah berdiri disampingnya menatap Onew dan Taemin bergantian, Taemin terkekeh melihat Onew bersikap gugup.

“Nothing hyung … hanya ada seseorang yang sedang jatuh cinta…”, Taemin melirik Onew, Key memiringkan kepalanya.

“Who?”, Key bertanya lagi,kali ini ke Onew. Tiba-tiba ponsel Taemin berbunyi, ia mengeluarkan ponsel dari celananya.

“Ah, Joon Hyung, jamkkan man,Hyung..”, Taemin sumringah melihat Joon menelponnya,kemudian ia berjalan menjauhi kedua Hyungnya yang sedang berdebat.

“Yoboseyo,Hyung ah~…”, Taemin terkikik.

“Minnie, kau dimana? kau baik-baik saja? sampai kampus dengan selamatkan?tidak luka kan?” tanya Joon berturut-turut, Taemin terkekeh mendengar Joon yang suka berlebihan.

“YAH! jawab aku, kenapa kau malah tertawa Minnie ah~…??”

“Mianhe Hyung~ im alright Hyung~ kau berlebihan, aku kan bukan anak kecil.” Taemin bisa mendengar Joon berdecak.

“But your still my precious boyfriend,remember?”

“A-HA! and .. mworago?”,

“Ah, kau selesai kuliah jam berapa?”, Taemin berpikir sejenak.

“Hmm, jam 2 siang, wae,hyung?”,

“GOOD, kau datanglah ke taman dekat stasiun , aku menunggu mu disana, kau harus segera kesana ketika selesai kuliah,arraso?”,

“he? tapi …”

“Kau harus datang Minnie…pleaseee~….”

“Baiklah Hyung~… sampai ketemu nanti.”

“Oke, i love you.”

“Love you too.”,

Taemin menatap ponselnya bingung, apa lagi yang akan dilakukan Joon padanya. Dia mengangkat bahunya dan tersenyum, dia kembali menghampiri Key dan Onew. Dia tersenyum dalam hati, tidak sabar menunggu waktu berlalu, dan bertemu dengan Joon hyung, dia penasaran dengan setiap kelakuan Joon yang selalu membuatnya merasa bahagia setiap waktu.

.

.

Taemin mengetukkan kakinya ke tanah, dan menggumamkan beberapa lirik lagu SHINee yang mengalun ditelinganya. Ia duduk di kursi taman, matanya sesekali mencari sosok Joon yang belum juga tiba. Dia menarik nafas, ia sudah menunggu sekitar 15 menit, ia sebenarnya tidak suka menunggu, karena itu hal yang membosankan, tapi untuk Joon? ia akan lakukan apapun.

“Hai,prince Minnie? menunggu lama?”, sebuah tangan besar memeluknya dari belakang. Taemin menoleh, Joon berdiri dengan nafas tersengal tersenyum padanya.

“Yah! Hyung! kau kenapa?”, Taemin menatap heran Joon yang berkeringat. Joon tersenyum, kemudian memberikan sebuah kue tart kecil dari belakang punggungnya.

“Makan ini!”, perintahnya, Taemin mengerutkan alisnya,tapi ia menerima kue itu. Joon berjalan,dan terduduk di kursi mengatur nafasnya. Taemin menatapnya aneh, kemudian ia mengeluarkan saputangan dari tasnya, mendekat ke arah Joon dan mengelap keringat Joon.

“Apa yang kau lakukan Hyung? kau maraton?”, Taemin menatap Joon polos. Joon memegang tangan Taemin yang berada di pipinya,mencium tangan kecil itu, yang membuat wajah Taemin memerah.

“Aku hanya ingin bertemu denganmu, dan memberikan kue itu untukmu… kau tahu, cari parkir disekitar sini sulit, jadi aku berlari dari stasiun karena aku tidak bawa mobilku dari kantor.” Taemin terperangah.

“Hmm .. kau tidak tahu ya Hyung? kalau kau naik busway kau akan memakan waktu lebih cepat dan jarak yang lebih dekat.”, Taemin menjelaskan sambil menunjuk Bus stop didepan taman. Joon terperangah, dia tahu kalau dia sangat bodoh. Taemin tertawa melihat tingkah Joon yang suka lugu. Tiba-tiba sebuah ciuman dibibir Taemin mengejutkannya. Taemin terkejut.

“Hyung!”, ia panik, takut orang disekitarnya melihat. Joon hanya terkekeh geli. Taemin cemberut, mukanya memerah.

“Sekarang kau makan!”, perintah Joon menyuruh Taemin lagi memakan kue ditangannya.

“Nanti saja…”

“Sekarang~~…aku mau melihatmu makan itu sebelum aku harus balik ke kantor ku lagi”,ia menatp dengan puppy eyes, Taemin akhirnya melahap kue berukuran buat kecil dengan satu suapan,masuk semua ke dalam mulutnya. Saat ia mengunyah dengan perlahan,ia merasakan sesuatu didalam mulutnya, ia mengerutkan alisnya, Joon tersenyum menatapnya.

Plop! Taemin mengeluarkan sebuah benda dari mulutnya, ia terkejut, sebuah cincin jatuh ditangannya. Dia menatap Joon terperangah, Joon tersenyum senang, kemudian dia mendekat, dan mengelus pipi Taemin lembut.

“Happy 2nd anniversary , Minnie…”, Joon mencium bibir Taemin lembut. Taemin terkejut, ia terperangah menatap Joon, ia sangat bingung antara senang dan tidak mengerti ada apa. Perlahan air matanya jatuh membasahi pipinya, ia sangat senang, Joon menyiapkan ini semua untuknya, bahkan cincin ini, dia rela meluangkan waktu kerjanya hanya untuk memberikan semua ini untuknya,hanya untuknya. Bahkan ia pun tidak sadar kalau hari ini adalah hari mereka jadian.

“Jangan menangis Minnie ah~ … aku sudah susah payah mempersiapkannya,aku mau melihat senyummu,bukan tangismu…”, Joon menghapus air mata Taemin dengan lembut, Taemin merasa bersalah.

“A-aku … m-maaf Hyung *sobs* aku t-tidak i-ingat kalau—“

“Ssshtt… tidak apa-apa, aku mengerti, berikan aku senyummu?”, pintanya. Taemin tersenyum lebar,walau air matanya terus mengalir.

“Good boy… “, Joon mengelus rambutnya. Taemin merangkulkan tangannya ke leher Joon, dan mencium bibir pacarnya, Joon terperangah dengan serangan Taemin yang sangat tiba-tiba.

“I love you so much,Hyung … Gomawoo..”, Taemin memeluk Joon dengan erat.

“I know … i love you too, more than you can imagine.”, Joon tersenyum dan menepuk mengusap rambut Taemin.

What a perfect love,right? oh,no, a perfcet life! pikir Taemin. Ia bersyukur mempunyai Joon disisinya, mempunyai Key dan Onew yang melengkapi hari nya, ia berharap semua ini tidak akan pernah berubah, bisakan? semoga saja …

 

 

A/n : PART 1 HAVE DONE! WHAT DO YA THINK HAH? HEHEHEHE … SEE YA ON NEXT PART, NEH?

LEAVE YOUR COMMENT, I NEED THAT SO MUCH … ANNYEONGGG~~~ :))

82 thoughts on “[JoonTae/2min-NC’17] Thinking of you or Him[?] part.1 of ?

  1. ini ff ud lama bgt yaa >.< hueee.. baru dapeeeeet -,- taemin.. selingkuh aj ma minho.. kkk #evil laugh

  2. Minho !!! mana minho ~~~~ T^T ,,, tapi kasihan juga kalo akhirnya berakhir dengan 2min,,, kan diawal Joontae manis banget ,,,,

  3. q q bner bner gk bisa bila9 apa apa . Joon klihatan’y s9at cinta bgt ama taemin ampe nglakuin apa aja buat taemin . . . Onew cpat tembau key biar gk d rbut ama ora9 lain .

  4. aaaaa”’ aaaaaa” oooooo” ooooo” perselingkuhan terjadi disini !!! Rasa g rela Taemin direngkuh sm Namja lain selain Minho #plaaaakkAbaikan

    Heheheh

  5. aaaaaa 3sum… eummm, jd dsni yg akan mnjd org k3x abang Ming?! eummm dliat btp kuatx cinta JoonTae br1x 2Min rsx SULIT

  6. Haha iya bener tuh, yg di atas (?), seberapa kuatkah,, sinta mereka, aahhh minho mana ini blum nongol,,, wahh, si Onew dubu ini juga masih dlm tahap pgn pedekate,, aiiih lanjuut

  7. baru tau kalo ternyata ada joontae kapel,mereka manis sekali,tapi 2min tetap yang pertama hahaha xD itu onyu sama key kapelan aja kkkk~~

  8. waahhh…taemin jadi pacar.y joon eum….??? siapa laki” yg nolongin taem?? minho??? gg sabar baca part selanjut.y

  9. Ini joontae manis banget sih hihi sempurna deh punya pasangan kaya gitu tpi rasanya kalo akur terus jg bosen, bosen kaga tae? Wkwkwk xD wohooo itu pasti minho haha kayanya bakal ada org yg baru nih yg ngisi hari2 taemin keke aigoo onkey kalian buruan jadian haha

  10. Ini sweet thor… Aduhh JoonTae tidak buruk juga haha tapi tetep Tumin number one kkk..

    Yang tadi nolongin Tae Minong kan ?? baru gitu doang tuminnya masih secuil.. Tapi bikin Tae berdebar waktu pertama liat Ming..
    Next to chap 2

  11. sisussss bacanya tadi jongtae
    sudah baca ceritanya ampe tengah2 “mana jonghyunnya? kenapa malah joon?” liat lagi ke atas ternyata salah hahahahaa
    jiahhhh minho udah masuk meskipun se uprit
    gak rela bgt si toge dicium org laen #dasar egois
    penasaran ntar minho masuknya dari mana ya

  12. Lah taemin sama joon tinggal satu rumah’-‘ mereka uda pernah anu dong/g
    Memangnya taemin ga punya keluarga? Atau bagaimana?
    Tadi yg know itu bukannya harusnya now ya now kan sekarang/?
    Hehe pasti td yg nolongin taemin si kodok’-‘)/
    Onewnya malu malu gitu ngakak jadinya. Biasa baca ff onew,onewnya gentle cool, lah disini onewnya begitu jadi ngakak aing.
    So sweet banget si Joon hehe jadi cemburu’-‘)/
    Tapi serem jg kalo ga sengaja ketelen bukannya jadi hari bahagia malah bersedih’-‘)b

  13. Akhirnya nemu juga joontae yg jadi couple, biasanya joon cuma jadi orang k3, hhe lanjut k part ke 2nya

  14. Minhonya belom muncul y???? Cie taemin seneng banget dikasih kejutan gitu wkwkwk ada onkey jg wkwkkw tp mereka belom pacaran,diam2 onew suka ma kibum sihh suka sama ffnya

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s