[JoonTae/2min-NC’17] Thinking of you or Him[?] part.4 of ?


Summary : Taemin terkejut ternyata Minho merupakan tetangga barunya, ia sekarang tinggal satu lantai dengan kamar Taemin, dan ia menemukan sisi lain dari Minho yang ternyata menyenengkan. Ia juga sangat senang ternyata Joon akhirnya kembali dan memberikan surprise yang… ehm,luar biasa*kekek~~… ia merasa hidupnya benar-benar lengkap karena ada Joon disisinya? dan apa yang terjadi selanjutnya? will see …

Cast : Lee Joon MBLAQ, Lee Taemin SHINee, Choi Minho SHINee…

support cast : SHINee n will see…

PART 4

ANOTHER GUY

Taemin berjalan menyusuri pelataran kampus dengan senyum terkembang, ia bisa merasakan kalau senyumnya terkembang lebar hingga mencapai kupingnya. Dia sangat sangat sangat bahagia … Joon akhirnya kembali, dan ia bisa bersama-sama lagi menghabiskan waktu berdua, tentu ia juga terkejut kenapa Joon tiba-tiba pulang dengan waktu yang cepat, mengingat ia orang yang sibuk bekerja, tapi hal itu membuat Taemin sangat tersentuh karena ia segera menyelesaikan semua pekerjaannya agar cepat pulang dan bertemu dengan Taemin.

flashback~

Taemin menggeliat dipelukan tangan yang hangat dan kekar, ia merasa itu benar bukan sebuah mimpi baginya, tanpa ia membuka mata, ia tahu siapa yang ada di sisinya.

“Morning, sleepingbaby…”, Joon mencium bibir Taemin, ia tersenyum menerima perlakuan manis dari Joon.

“Morning,Hyung …”, ia membuka matanya,dan menatap Joon sedang tersenyum lebar.

“Jam berapa sekarang?”, tanya Taemin.

“Jam 10, kau lapar?”,

“Hmmm… sangat~, buatkan aku sarapan Hyung,perutku lapar~…”, Taemin bergeliat dipelukan Joon.

“Alright then, aku akan masak enak untukmu…”, Joon mencubit pipi Taemin “Hmm, mau kemana kita hari ini?aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu.”, tanya Joon seraya berdiri dari kasur.

Taemin bangun dengan cepat dan memeluk tubuh Joon dari belakang.”Kemana saja, asal bersama,Hyung.”,

“Baiklah,kita dirumah saja,nonton dvd dan ngobrol sseharian.”, Joon mengelus kepala Taemin.

“Oke,good idea! ayo cepat buatkan sarapan untukku~…”, Taemin mendorong tubuh Joon,dan Joon berbalik mencium bibir Taemin, mereka tertawa geli.

seharian penuh mereka habiskan dengan berbicara satu sama lain, Joon bilang ia akan menghadapi proyek yang besar, dan dia sangat berharap ia akan mendapatkan promosi nantinya,dan hidupnya akan lebih baik lagi bersama Taemin. Dan Taemin juga menyatakan bahwa ia akan ikut pameran seni, dan jika hasil karyanya ia bisa mendapatkan promosi beasiswa dan juga tempat kerja selepas kuliah. Meraka menceritakan impian masing-masing, saling tertawa, bercanda, memeluk satu sama lain, dan terkadang mencuri ciuman dari satu sama lain.

“Aish~~ sudah kuduga kau kurang waras.”, sebuah suara mengagetkan Taemin.

“Minho?!”, Taemin terkejut, Minho sudah berdiri disampingnya.

“Yo! annyeong!”, ia memberi senyuman dan tanda peace ditangannya.

“Apa yang kau lakukan di ruangan ini?”, Taemin celingak celinguk, karena tempatnya sekarang adalah ruang seni, dan belum seorang pun yang datang ketempat itu, setahunya Minho juga bukan anak seni.

“Hm,aku ada janji dengan Jinki, tapi entahlah, dia menyuruhku kesini…”, Taemin mengangguk acuh dan melanjutkan pekerjaannya. “Apa ini?”, Minho duduk disebelah Taemin, ia menunjuk yang sedang dilakukan Taemin.

“Oh,ini rancangan proyek ku untuk pameran, bagaimana menurutmu?”, Taemin tersenyum lebar. Minho menatap karya Taemin, dan menggaruk kepalanya.

“Hmmm… aku tidak mengerti seni, jadi aku bilang ini bagus!”, Minho menyengir, Taemin cemberut, dasar orang tidak berjiwa seni! makinya dalam hati. Kemudian mereka tidak bicara masing-masing.

“Ehm,Minho!”,

“Hmm?”, Minho yang sedang bersender dikursi dan asik dengan ponselnya menyahut.

“Joon sudah pulang, kau sudah bertemu dengannya? kemarin aku mau perkenalkannya denganmu … tapi kau tidak ada.”, Taemin mengalihkan pandangannya ke Minho.

“Belum. Kemarin aku pergi ke rumah teman, habis berisik, aku tidak bisa tidur.”, Minho nyengir, Taemin merasa bingung.

“Berisik? sepertinya tidak akh?”, jawabnya polos. Minho melirik usil ke Taemin.

“Menurutmu tidak, tapi pikirkan perasaan tetanggamu…”, Minho berdiri berjalan ke arah rak seni. “Kau tahu, suaramu berisik sekali, sampai kedengaran ke kamarku.ckckck…”, ledek Minho, Taemin memiringan kepalanya. Suara? pikirnya… kenapa dengan suaranya … suara…su-a-ra…

“AAAAAHHH! K-KAU–K-KAU….”, Taemin menunjuk-nunjuk Minho, Minho menyengir iblis. Taemin berlari kearah Minho dan merengkuh kerah Minho “Y-YOU P-PERVERT!!!”, Minho tertawa kencang, muka Taemin memerah malu.

“A-apa yang kau tertawakan,hah??!! kau menguping!! pervert…pervert…!!!”, Taemin beteriak dan memukul pundak Minho berkali-kali, Minho tetap tertawa. Sial,dari mana dia tahu? seingatnya dia tidak berteriak dengan kencang, dan pintunya sudah ditutup,dan kenapa? apakah benar-benar dia berteriak sangat kencang?? matilah, ia mau sekali.

Taemin merasa malu sekali, ia berbalik dan membereskan semua perlengkapan gambarnya, ia ingin pergi dari hadapan cowok gila tukang mengintip dan mencari tahu rahasia orang lain. Oh, dia benar-benar salah menduga lagi, Minho bukan orang baik.

“Y-yah~ Taeminnie… kau mau kemana? maaf kan aku…dengarkan aku dulu..”, Minho menghampiri Taemin dan berusaha menahan tawanya.

“Bukan urusanmu pervert!!”, Taemin melotot ke Minho, Minho mengulum bibirnya berusaha tidak tertawa, ia merasa ekspresi Taemin sangat lucu.

“Leave me alone, and dont distrube me ever again!”, Taemin merasa ia akan meneteskan air matanya saking malunya. Oh Joon.. aku malu…

“W-wait.. im so sorry Oke?”, Minho berdiri didepan Taemin. Taemin memelototinya.

“GET OFF!”, bentak Taemin,ia benar-benar marah. Minho menarik nafas, dan minggir, kemudian Taemin berjalan melewatinya, ia masih ngedumel kesal. Dan tiba-tiba …

“Aaahhh…”

“YAH,TAEMIN!”, Minho berhasil menangkap tubuh Taemin yang hampir jatuh tersungkur ke tanah, kakinya kesandung meja,dan jika Minho tidak menangkapnya, mungkin kepalanya sudah terbentur.

“Gotcha~… y-you alright Taeminnie?’,Minho jantungnya berdebar kencang, ia panik. Taemin bernafas lega, saat ia membalikan badannya jarak tubuh dan pandang mereka sangat dekat, lagi-algi ia merasa harum tubuh Minho sama dengan Joon, ia melihat wajah Minho dari dekat, matanya yang coklat,dada yang kekar, rahang yang indah,bibir yang …

“Taemin? you oke?” OH SNAP!! back to earth Taemin!! Taemin mendorong tubuh Minho yang jarak wajah meraka sangat dekat.

“I-im Oke, apa yang kau lakukan? pervert!”, Taemin menyilangkan tangan didepan dadanya, entah mengapa ia berpikir seperti itu. Minho memebelalakan matanya.

“YAH! aku menolongmu ya, dan sekarang kau mengatakan aku pervert!”, Minho menunjuk Taemin kesal. “Kau tahu teriama kasih tidak hei Taemin…”, katanya lagi kesal. Taemin menunduk, wajahnya memerah.

“T-t-terima kas… YAH! aku tidak perlu berterima kasih pada orang yang sudah mencampuri urusan pribadiku dengan lancang!”, bentak Taemin, kemudian ia berlari keluar ruangan dengan cepat,Taemin Ninja!.

Minho menganga lebar,WTF? ada orang sepertinya didunia ini, lagi pula ia hanya menebak-nebak apa yang ia lakukan semalam dengan pacarnya itu. Minho meremas dadanya, ia juga heran kenapa debaran dijantungnya tidak juga hilang, apa spesialnya Taemin, hanya karena senyumnya mengingatkan akan seseorang yang dulu ia kenal, mengapa ia berdebar? berdebar dengan Taemin yang jelas sudah mempunyai kekasih?

PERVERT! ALIEN PABO! AKU TIDAK AKAN MEMAAFKANNYA LAGI, TIDAK AKAN! OMO JOON… ADA ORANG YANG ISENG PADAKU… Taemin bergumam dalam hati sambil ia melangkah lebih cepat, ia tidak mau melihat Minho lagi sekarang. Apa yang harus ia lakukan jika mereka bertemu di apartemen, ia akan sangat malu… aaahhhh…. Tapi ia juga bingung, pikiran kotor apa yang ada diotaknya tadi,sehingga ia mengamati Minho dengan seksama, seluruh inci wajahnya, aaahhh… i dont want become a pervert like him!!! makinya.

.

.

“Taemin”,

“Mwo?!!”, ia melotot ke arah Minho yang berdiri didepannya.

“Aku minta maaf!”, katanya. Taemin cemberut dan meneruskan makan siangnya. Minho menarik nafas,kemudian duduk di depan Taemin.

“Aku hanya bercanda … aku juga tidak tahu kalau pacar mu itu sudah pulang,dan kau… ehm, yah well…”, Minho tidak meneruskan bicaranya. BRAK! Taemin menggebrak meja, matanya menatap Minho marah.

“SUDAH BICARA NYA? NOW GET OFF OF MY FACE,PERVERT!!”, Taemin sangat emosi, sampai makanannya hampir menyembur dari mulutnya. Minho menatapanya dengan tidak enak.

“I-Im sorry oke? i’ll go …”, Minho akhirnya berdiri meninggalkan Taemin yang menjadi pusat tontonan.

Taemin menarik nafas, dan ia meneruskan makannya, wtf he is !! dia benar-benar kesal dengan makhluk yang satu itu, oh Joon… aku tidak akan membiarkanmu berkenalan dengannya. Disaat ia sibuk dengan pikirannya ponselnya berbunyi.

“Yoboseyo?”

“Miniieeee~~~”, senyum langsung terkembang di wajah Taemin.

“Hyunngg~~ … whats up?’

“I wanna pick you at 5 pm, you busy? aku mau mengajakmu makan malam diluar, jadi kau tidak usah masak!”,

“No, im not busy anymore Hyung~, of course i want! pick me up at campus,arra?”

“Arrasoooo~ … see ya, poppo :*”

“See ya~ …. ” Taemin tidak membalas sapaan terakhir karena ia tahu,ia masih dalam lingkungan kampus.

.

.

Taemin melihat jam tangannya, sudah jam 3 masih ada waktu 2 jam lagi, jika ia berangkat dari kampus saat itu juga,ia tidak akan terlambat bertemu Joon. Ia tersenyum sepanjang jalan, ia harus cepat sampai.

“Hai,Taemin.”, Panggil seseorang, Taemin menoleh.

“J-J-Jonghyun H-Hyung …”, ia berdiri kaku melihat sosok didepannya, suaranya mendadak menghilang, jantungnya berdebar cepat, ia mencengkram ujung bajunya. Ia memundurkan tubuhnya ketika pria itu berjalan mendekatinya,tapi sial, dia tidak bisa lari kemanapun, ia sudah terdesak ditembok besar.

“Hai,brother. Miss me?”, Pria itu mendekat, ia meletakkan tangannya ditembok dan mendesak Taemin. Taemin membungkam mulutnya, ia menundukkan wajahnya dalam-dalam.

“SSshhtt … kenapa? Kau tidak mau melihat Hyungmu ini?”, Jonghyun membelai rambut Taemin, dan Taemin semakin takut, air matanya mulai mengalir, ia ingin sekali berteriak, dan mendorong tubuh pria itu darinya, tapi keberaniannya hilang. “Kau menangis?”, Pria itu semakin mendekat kearah Taemin.

“P-please.. H-hyung … b-biarkan a-aku pergi…”, Taemin berbisik.

“Apa? Kenapa Taemin …? Aku datang kesini ingin melihat ke adaan mu…”, ia membelai rambut Taemin, yang membuat tubuh kecilnya kaku mendadak. “Dan … kau tambah manis…”, ia berbisik dikuping Taemin, air mata Taemin semakin mengalir deras, ia harus minta tolong siapa? Tidak ada seorang pun disekitarnya, kampus sangat sepi hari itu.

“P-please H-Hyung … jangan lakukan hal ini… padaku…”, Taemin memohon, Hyungnya melihat kearahnya tersenyum sinis.

“Melakukan apa? Ini ….?”, pria itu mencium telingan Taemin, Taemin berusaha mendorong tubuhnya tetapi pria itu meneruskan mencium leher Taemin. Aku takut … please tolong aku… Joon.. siapapun tolong aku… mohonnya dalam hati. Tangannya masih berusaha mendorong tubuh pria itu, tapi ia sudah sangat lemas dan ketakutan.

“Bibir mu jadi manis juga sekarang … aku coba…”, Pria itu meraih dagu Taemin, Taemin segera menggigit bibir bawahnya dengan kuat, tapi kemudian …

BUK!! Taemin membuka matanya, ia melihat Jonghyun sudah tersungkur ke tanah.

“Sialan! What the fuck you do to him,bastard!!”, pria tinggi menarik kerah naju Jonghyun dan meninju mukanya sekali lagi, ia tersungkur, dan kemudian perutnya ditendang oleh pria itu.

“W-who are you!!”, Jonghyun berteriak, ia tidak bisa berdiri. Pria itu tidak menjawab, dan memberikan tinju nya lagi ke wajah Jonghyun, sehingga mulutnya mengeluarkan darah. Ia merenggut kerah Jonghyun.

“AKU, PACARNYA! KAU MAU APA? GET OUT HERE, OR I WANNA PUNCH YOUR FUCKING JERK FACE SHITT!!”, Pria itu berteriak didepan wajah pria itu, pria itu hanya menyengir lebar, dan kemudian melepas cengkraman dilehernya. Ia berdiri menatap pria itu kemudian melirik Taemin yang terduduk dilantai sambil menangis.

“See ya brother … don’t miss me, I’ll comeback.”, katanya.

“YOU!!”, sebelum pria itu bisa meninju nya, Jonghyun pergi meninggalkan mereka.

Taemin merasa kakinya lemas, tatapannya kosong, ia memeluk dengkulnya, dan air mantanya terus menangis, badannya gemetar ketakutan. Pria itu berbalik menatap tubuh Taemin yang bergetar hebat, dia mengerutkan alisnya, ia merasa khawatir, perlahan ia mendekati tubuh Taemin, dan berlutut didepannya. Taemin tidak menyadari nya.

“Taemin …are you–…” PLAK!! Tangan pria itu ditepis oleh Taemin.

“DON’T TOUCH ME PLEASEE … A-AKU AKAN JADI ANAK BAIK… T-TOLONG HENTIKAN HYUNG.. T-TOLONG…” Taemin berteriak histeris, ia menutup mukanya dan tubuhnya gemetar ketakukatan.

“Taem…”

“PLEASE… KU MOHON HYUNG.. AKU AKAN JADI ANAK BAIK… J-JANGAN LAKUKAN ITU LAGI PADAKU…A-AKU…”,  ia masih histeris, dan akhirnya pria itu memeluk Taemin dengan erat, Taemin berteriak semakin kencang, dia memukul tubuh pria itu dengan kencang.

“TAEMIN! TAEMIN! CALM DOWN! ITS ME MINHO!!”, Minho berteriak, Taemin membuka matanya, ia terkejut.

“M-Minho…??”, tubuhnya berhenti bergetar, tetapi ia masih menangis.

“Ssshh.. iya ini aku… aku Minho.. tenanglah, aku ada disini…”, Minho mengusap punggung Taemin memberikannya perlindungan.

“Minho… Minhoo….Minho…”, Taemin terus mengulang nama Minho sambil mengeratkan pelukannya,dia menangis di dada Minho. Minho mengeratkan pelukannya, ia tidak mengerti ada apa sebenarnya, tapi ia tidak perduli, ia hanya tahu harus melindungi Taemin saat itu.

Minho tetap memeluk Taemin hingga Taemin merenggangkan pelukannya dan berhenti menangis. Minho melepas pelukannya,dan menatap mata Taemin yang bengkak karena menangis. Minho menghapus sisa air mata diwajah Taemin dengan tangannya, ia tidak mengerti kenapa ia berdebar melihat sosok didepannya, yang ia tahu, ia sangat ingin melindunginya.

“T-terima kasih…”, bisik Taemi, ia menatap Minho. Minho tersenyum,ia menyentuh pipi Taemin.

“Tidak masalah. Kau baik-baik saja?”, Taemin mengangguk. Kemudian ia berdiri, dan Minho mengikutinya.

“Baiklah. Kalau begitu aku akan mengantarmu ke stasiun, kau harus cepat pulang…”, kata Minho.

“Tunggu!”, Taemin menarik tangan Minho. “Bi-bisakah kau mengantar ku sampai apartemen? A-aku…”, Taemin menundukkan wajahnya, ia sangat malu dan takut.

“Baiklah.”, Minho membelai rambut Taemin.

Mereka berjalan dalam diam, Taemin memegang jaket Minho dengan erat, dan Minho tidak keberatan. Ia tidak bertanya apapun pada Taemin, ia sangat penasaran, siapa pria itu, dan kenapa Taemin sangat ketakutan, apa yang membuat ia takut dengan Hyungnya sendiri?

“Minho..”, Taemin bersuara. Minho menoleh.

“Ya?”,

“Bisakah .. kau menghubungi Joon,dan katakana aku tidak bisa menemuinya? A-aku takut bicara dengannya…”. Taemin menyerahkan ponselnya,Minho masih bingung, tapi akhirnya ia menurutinya. Ia menghubungi Joon, mengatakan bahwa Taemin langsung pulang diantar olehnya, dan Joon mengatakan ia akan segera pulang.

.

.

Joon memarkir mobilnya, ketika ia turun, ada sebuah taxi datang. Ia berdiri sejenak, kemudian ia bisa melihat Taemin keluar dari dalam Taxi dan diikuti oleh seorang pria lain dari dalam taci, ia tidak melihat jelas. Kemudian ia berlari kea rah Taemin.

“Taemin!”, Taemin mendongak, kemudian ia berlari kea rah Joon, ia memeluk tubuh Joon dengan erat.

“Ada apa?”, Joon membelai kepala Taemin, tapi ia hanya diam saja tidak menjawab.

“Taemin aku masuk duluan …”, kata Minho. Taemin melepas pelukannya.

“Hyung kenalkan ini Minho…”, Joon mengalihkan pandangannya ke pria yang dimaksud, dia terdiam, begitu juga Minho.

“Hyung?”, Taemin menarik lengan Joon yang terpaku menatap sosok Minho.

“E-eh,iya… h-hai Minho, aku Lee Joon.”, ia membungkukkan badannya.

“Halo Hyung.. aku Choi Minho..”, katanya. “Aku permisi dulu…”, ia membungkukkan badannya.

“Baiklah, terima kasih Minho sudah mengantarkan Taemin.”, Kata Joon, Taemin tersenyum padanya. Minho hanya tersenyum dan berbalik masuk ke apartemennya.

.

.

JOON POV~

Minho? Aku tidak tahu kalau dia tinggal di apartemen yang sama. Oh tidak, apa ia sudah tahu siapa Taemin sebenarnya? Dan mengapa Taemin bisa kenal dengannya, dan kenapa ia bisa berdua dengannya. Dan apa yang terjadi dengan Taemin hari ini? Ia kelihatan seperti habis menangis? Ada apa sebenarnya? Ada apa?

MINHO POV~

Joon… dia Lee Joon, aku tidak tahu sama sekali kalau Joon yang selama ini dikatakan Taemin adalah Lee Joon . Itu berarti apakah Taemin … oh,tidak mungkin, itu sangat tidak mungkin… Kenapa bisa begini?? Ada apa sebenarnya?

 

P.s : GAAAAAAAAAHH~~ i feel its so freak, i think my inspiration is going down… im sorry for all my reader😦

i promise i’ll write better next time..🙂

please continue for supporting me! POPPO :*

53 thoughts on “[JoonTae/2min-NC’17] Thinking of you or Him[?] part.4 of ?

  1. Jonghyun? Ada apa dengan jjong?

    Apa joon dan minho saling mengenal?trus kenapa mengapa minho ama joon sama2 kaget?

    Wuah minho tukang ngintip!!wkwkwkwkw
    Ada yg berdebar debar ni.cieee tetem dah ada yg punya kali minho2

    Penasaran nih.sumpah keren dah thoor!!!
    Lanjuuuut nex cap!! Ajah dah><

    *2min*

  2. abang Ming jg Joon~shi saling kenal?! ahhh jng2 memang sdh ad benang takdir diantra 3sum ini. jjong ahjussi ap kbr?!:)

  3. Ini minho sama joon kenapa? Saling kenal o.O apa gimana
    Eeeehh itu jonghyun kaka nya taemin? Taemin punya masa lalu buruk, dilecehin sama kakanya *nebak asli
    Penasaran banget sama part selanjutnya ayayay caw keke~

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s