[JoonTae/2min-NC’17] Thinking of you or Him[?] part.6 of ?


FOREWORD : ANNYEOONGG~~~ hehehehe… miss me? oh,god. i think your not! LOL :p . alright then, here it is part 6!! as you wish i try to continue this story, its really compilcated right? hehe … oke lets begin!

Seperti yang aku janjikan, aku perkenalkan tokohnya dan berapa umur mereka, supaya kalian bisa kira” umur mereka masing”:

CAST :

Lee Joon (24 thn) pacar Lee Taemin, pekerja di sebuah perusahaan konstuksi, penyayang, dan juga dewasa.

Lee Taemin (19 thn) Pacar Lee Joon, dan ternyata ia adalah saudara tiri dari Lee Joon, mahasiswa semester awal desain grafis, periang, dan sensitif.

Choi Minho (21 thn) Sepupu Lee Joon, dan mempunyai sebuah kenangan dengan Taemin, ia mengalami depresi berat, dan membuatnya susah mengingat nama orang lain,bahkan wajah, punya trauma tersendiri dengan pria bernama Jonghyun.

Kim Kibum (19thn)  dan Lee Jinki (21thn) sahabat Taemin.*aku akan coba menyisipkan kisah mereka,ASAP!*

Lee (Kim) Jonghyun (23thn) adik kandung dari Lee Joon, trouble maker, dia yang memperkosa Minho dan Taemin,sehingga mereka mempunyai trauma masing-masing.

OH IM SORRY FOR THIS (ITS SUCK) HOPE YOU UNDERSTAND WHAT I MEAN!

SUMMARY :

Ternyata Joon yang Minho dengar selama ini dari mulut Taemin adalah sepupunya sendiri, Lee Joon, seorang kakak yang sangat baik dan juga melindunginya, terlebih dari Jonghyun,yang dimana asik kandung dari Joon sendiri. Dan ia mengetahui bahwa Taemin adalah adik tiri Joon yang selama ini ia rindukan, dan ia mempunyai rahasia sendiri yang membuat ia kembali ke Seoul selain untuk bertemu dengan Joon dan jga mencari Taemin, dan kenapa ia tidak bisa mengingat Taemin bahkan namanya sekalipun? sebenarnya apa yang terjadi pada ingatan Minho? dan bagaimana ia dapat menutupi perasaannya terhadap Taemin? dan bagaimana nasib nya jika ia bertemu kembali dengan Jonghyun,yang bahkan ia lupakan wajahnya? will see…kekekekek~

PART 6

BETWEEN US

“Pagi Minho”, Joon tersenyum menyapa Minho yang baru keluar dari apartemennya

“Pagi Minho…”, Taemin keluar dari kamar nya dan sudah rapi dengan tas dan juga perlengkapan kuliah.

“Hai, selamat pagi Hyung, Taemin …”, Minho tersenyum. Kemudian Joon memperhatikan Minho sejenak, Minho mengangguk, dan kemudian Joon mengerti maksudnya, ia tersenyum lega.

“Kau mau berangkat?”, tanya Joon.

“Ya, aku ada kuliah pagi …”, jawabnya.

“WAH, sama! kalau begitu kau bisa bareng denganku, aku akan diantar Joon-hyung, ya kan Hyung?”, Taemin menoleh ke Joon, dan Joon mengangguk sambil mengelus kepala Taemin.

“Hmm..tidak merepotkan Hyung?”

“Jangan kaku begitu, aku juga sengaja masuk terlambat untuk mengantarnya …”, Joon tersenyum sambil menunjuk ke arah Taemin, dan memberikan sebuah penjelasan ke arah Minho dengan matanya, Minho menundukkan kepalanya sedikit, ia mengerti maksud Joon mengantar Taemin.

Akhirnya mereka berjalan menuju parkiran,dan Joon mengemudikan kendaraan nya menuju kampus mereka.

.

.

“Well… we’r here guys…”, Joon mematikan mesin mobilnya,dan menoleh kearah Taemin dan Minho bergantian. Kemudian mereka keluar dari mobil masing-masing.

“Gomawo Hyung …”, Minho berkata, Taemin hanya tersenyum.

“Miinniiieeee…Taeminniiee~~…”, suara lengkingan terdengar dari kejauhan, Taemin menoleh, oh dia sangat tahu siapa pemilik suara itu. Key berlari ke arahnya, dan dibelakangnya Onew berlari mengejar Key.

“Hah..hah..hai Minnie~…”, Key menyapa Taemin ditengah nafasnya.

“Hai Hyung, ada apa? kenapa lari-lari?”, tanya Taemin bingung.

“Gawat …gawaat … “, bicaranya terhenti ketika ia melihat sosok lain didepannya sedang memperhatikannya, mulutnya terbuka. “OH, Hai Joon Hyung … lama tidak bertemu,kau sehat? oh,hai Minho … loh,kenapa kalian bisa bersama?”, dia tiba-tiba mengalihkan pembicaraan.

“Hai,Key, aku sehat,terima kasih sudah menemani Taemin kemarin…”, Joon tersenyum. Minho langsung menyapa Onew yang baru datang,dan tidak tertarik bicara dengan Mr. bawel Key.

“Oh,Nope Joonniie~ hyung… aku suka melakukan itu pada my baby…”, Key mengelus kepala Taemin, yang cepat ditepis oleh Taemin. Joon hanya tersenyum.

“Ada masalah gawat apa tadi Hyung?”, Taemin menyadarkan Key, Key ingat harus menyampaikan hal penting, ia langsung berubah ekspresi.

“OH, aku baru liat pengumumman, kau harus segera menyelesaikan hasil karya mu sekarang, karena sore nanti harus sudah diserahkan! kau sudah menyelesaikannya kan?”, tanyanya panik. Taemin tersenyum lebar.

“Sudaaaahh~ …”, dia tersenyum girang sambil memberikan senyumnya ke arah Joon.

“Good, now follow me, kita serahkan sekarang,itu lebih baik,ASAP!”, Key menarik lengan Taemin.

“Wait!”, Taemin berlari kepelukan Joon. “Gomawo~… doakan aku ya! take care …”, katanya, Joon tersenyum.

“HWAITING!”, Joon membalasnya dengan mengangkat tangannya memberi semangat, dan kemudian secepat kilat Taemin dan Key melesat ke gedung fakultas mereka. Yang tersisa hanya Onew, Minho, dan Joon.

“Hmm.. aku harus masuk kelas juga Hyung, sampai nanti neh…?”,

“Tunggu Minho.”, kata Joon. Minho berbalik, dan menghampiri Joon, ia meminta Onew tunggu sebentar.

“Mwo?”, tanya Minho. Joon menarik nafas sesaat.

“Aku mengharapkanmu, aku rasa kau cukup mampu melindunginya sekarang disaat aku tidak bisa selalu bersamanya. Kau mengerti maksudku kan?” Joon menepuk pundak Minho. Minho menatap Joon ragu, kemudian dia tersenyum dan mengangguk.

“Bagus! aku serahkan padamu, jaga dirimu.”,katanya lagi.

“Iya Hyung, kau hati-hati.”, kata Minho saat Joon masuk kedalam mobilnya, ia melambaikan tangannya, kemudian Joon pergi. Minho masih menatap mobil Joon yang berjalan keluar.

“Dia … Joon pacar Taemin itu?’, tanya Onew.

“Hm.”, jawab Minho singkat. Kemudian saat mobil Joon tidak terlihat dia berbalik menuju kelasnya.

“Kalaian terlihat akrab.”, celetuk Onew.

“Memang”, hanya itu yang dijawab Minho, pikirannya kalut dengan segala kemungkinan yang ada.

.

.

Jam diatangan Taemin sudah menunjukkan pukul 6 sore, matanya celingukan melihat sekitarnya, stasiun hari itu sangat padat seperti biasa, dia melihat ponselnya, ada pesan baru dari Joon.

Minnie~ .. im sorry, aku pulang telat hari ini, kau makan diluar sendiri tidak apa-apakan? hati-hati dijalan. Oh, you can invite Minho for dinner maybe? you can treat him some food as a thk u ?🙂 Love you :*

Taemin menarik nafas. Dan mengetik balasan dnegan cepat.

Okeee~~🙂 nope hyung .. good idea, i’ll call him soon … take care your self, love you more :* bighugs

Kemudian Taemin melihat jam tangannya lagi, keretanya masih belum datang juga. Kemudian ia mencari nama Minho di daftar kontaknya, Oh damn! dia lupa kalau dia tidak memiliki nomer Minho, baiklah dia akan langsung menuju kamar Minho jika ia sampai nanti, semoga Minho belum makan apapun, jadi ia bisa mengajaknya makan bersama.

..

“Minho hyung…”, Taemin berkali-kali mengetuk pintu kamar Minho. Dia berdiri sesaat, tidak ada jawaban, mulutnya cemberut, terpaksa ia harus makan sendiri.

“Taemin!”, Taemin menoleh, dia melihat kepala Minho menyembul dari dalam kamarnya, Taemin tersenyum dan berjalan ke arah Minho.

“Mworago? maaf, aku tadi lagi habis mandi …”, kata Minho membuka pintunya lebih lebar.

“Iya aku mau…”, Taemin terdiam, dia menelan ludah, didepannya Minho berdiri hanya menggunakan boxer, dada bidangnya terekspos, waw, tidak diduga ternyata tubuh Minho itu sixpack,Taemin terpaku, wajah Minho terlihat segar dengan potongan rambut cepak dan masih ada beberapa air yang menetes ke pundak kekarnya.

“Hallooo~ .. back to earth!”, Minho melambaikan tangannya didepan wajah Taemin, Oh crap! Taemin mengalihkan pandangannya, wajahnya memerah, siaaalll … dia malu sekali.

“Haissh~ you like what you’d see right?”, ledek Minho. Taemin mendongak kaget, dan berusaha memukul Minho, tapi Minho cepat menghindar dan tertawa, Taemin benar-benar malu.

“So, mworago?”, tanya Minho lagi. Taemin menatap Minho dengan malu-malu.

“Hmm… i wanna treat some food for you, you wanna come?”, tanya Taemin, Minho memiringkan kepalanya tidak mengerti, ada paa? tumben sekali,pikirnya.

“Ini sebagai ucapan terima kasih ku… tapi,kalau kau tidak mau tidak apa-apa aku bisa–…”

“Boleh, jamkkan-manyo?”, kata Minho,kemudian ia masuk kekamarnya, Taemin mengangguk dan menunggu diluar. Tidak lama kemudian Minho sudah keluar menggunkan celana panjang dan kaos hitam,dan membawa jaketnya di tangan kanan.

“Lets go!”, katanya. Taemin tersenyum, dan mengangguk.

Kemudian mereka berjalan menuju ke kedai ramen langganan mereka.

..

“Aaaahh~ masissneunn~~…slurrpp…”, Taemin menyeringai senang, dia menyuap lebih banyak ramen kedalam mulut kecilnya. Minho menyeringai melihat tingkah Taemin yang kekanakkan.

“Aissh~ .. kau baru pertama kali makan ramen ya?”, ledek Minho.

“Nho.. akfhu sukha sekaplih Hyunghh…”, dia menjawab dengan mulut penuh, Minho bergidik jijik.

“Iya, tapi pelan-pelan makannya,nanti kau tersedak …”, jelas Minho, Taemin hanya terkekeh.

Minho menatap Taemin lekat, kenapa ia juga bisa melupakan pria ini juga? dia satu-satunya anak yang membuatnya bahagia ketika dulu orangtuanya meninggal, dan itulah kenapa ia tinggal dengan pamannya, ayah Joon, ia merasa masa kecilnya sangat menyenangkan walau hanya sesaat, benar sesaat … sampai akhirnya ia harus menerima perlakuan tidak menyenangkan oleh Jonghyun, sehingga ia mengalami stress berat, membuatnya seperti orang gila, melupakan orang-orang sekitarnya, melupakan keluarga, melupakan …Taemin juga.

“Hyung?”, Taemin menyentuh lengan Minho.

“A-AH YA?”, teriaknya kaget, Taemin mengerutkan alisnya.

“Kau kenapa? ada apa…?”, Taemin memajukan wajahnya, tatapannya serius dan khawatir.

“Oh tidak apa-apa Taemin … aku .. engg…”, dia meunduk menyari alasan. “Oh, ada noda dibibirmu…”, Minho mengulurkan jari tangannya, dan mengelap noda di ujung bibir Taemin dengan jarinya, kemudian ia menjilatnya.

“Hyung!”, Taemin terkejut melihat tindakan Minho,mukanya memerah, dan ia tidak mengerti kenapa wajahnya memerah, Minho hanya menatapnya bingung.

“Kenapa?”,

“Ti-tidak …”, jawab Taemin gugup dan tidak berani menatap Minho.

“Makanlah yang banyak…”, Minho mengusap kepala Taemin seperti adiknya sendiri. Taemin menepis tangannya, dia memang tidak suka jika orang melakukan itu padanya. Minho hanya tertawa melihat Taemin yang cemberut. Damn you Minho! kenapa aku jadi berdebar? oh shitt, forgive me Joon … batin Taemin mengutuk dirinya sendiri.

.

.

“Huaaahhh~ im full now…”, Taemin menepuk-nepuk perutnya. Minho terkekeh melihat tingkah Taemin.

“Ish, kau menertawaiku terus! memang aku badut?”, Taemin berhenti, ia bertolak pinggang menatap Minho kesal. “Terus saja kau seperti itu, lain kali aku smack kepalamu Hyung..aish!”, gerutunya sambil mengangkat satu tangan diatas.

“Eits, watch out boy!” Minho menggenggam tangan Taemin, Taemin terbelalak, damn! kenapa jantungnya berdebar lagi? oh shit! maki Taemin. “Mau eskrim? untuk cuci mulut …”, tawar Minho, Taemin langsung tersenyum lebar dan mengangguk semangat. Dengan cepat mereka pergi ke toko terdeat membeli eskrim.

Mereka berjalan pulang sambil menikmati eskrim ditangan masing-masing, and guess what? kali ini Taemin dibuat lebih berdebar lagi, saat eskrim ditangannya mulai meleleh, Minho dengan sigap menjilat eskrim itu, yang mengejutkan nya adalah,saat Minho menjilat eskrim miliknya,jarak antara mereka sangat dekat,dan Taemin bisa merasakan nafas Minho karena wajah mereka hanya dihalangi oleh eskrim ditangannya.

“Hmm..nyam, eskrim mu lebih enak, coba aku membeli yang ini tadi.”, hanya itu jawaban dari Minho,dan bertindak seolah tidak terjadi apapun. Taemin tidak menjawab, dia hanya diam, ia sibuk bertanya pada dirinya sendiri, kenapa ia bisa berkali-kali merasa berdebar jika bersama Minho?

“Well … well… well .. my little brother have new boyfriend right?”,

Mereka berdua menoleh ke sumber suara, jantung Taemin berdebar cepat, ia tahu suara siapa itu, es krim ditangannya jatuh, dan ia dengan cepat mendekat ke arah Minho, ia merangkul lengan Minho dengan kencang, ia menundukkan kepalanya dalam-dalam. Minho menoleh ke arah Taemin, ia bingung, kemudian matanya menangkap sosok yang perlahan terlihat dari balik pohon. Nafasnya seakan ikut berhenti, ia takut? tidak! ia tidak boleh takut, tidak saat ia harus melindungi Taemin dari … fucking Jonghyun.

“Woah … kenapa bersembunyi dari ku little brother?”, menyengir iblis, mata hitamnya menatap Taemin lekat. Minho bisa merasakan genggaman Taemin lebih kencang dilengannya, tubuhnya semakin bersembunyi dibelakang Minho.

“What do want hyung?”, tanya Minho, Jonghyun menatap tubuh tinggi didepannya, ia menatap dengan bingung, dan kemudian ia tersenyum sinis, ia menyadari siapa pria didepannya.

“Oh, omo! Minho … long time no see ~ you still remember me?”, jawab Jonghyun sambil melangkah mendekat, Minho memundurkan langkahnya,dan menarik memegang tangan Taemin, ia menatap lurus ke arah Jonghyun. Dari sudut matanya ia melihat Taemin menatapnya bingung, dan wajahnya sudah basah dengan air mata.

“Get off Hyung … mau apa lagi kau kesini?”, tanya Minho dingin. Jonghyun tertawa lepas, kemudian melirik ke arah mereka berdua.

“Aw, kau sudah dewasa ternyata … “, dia berjalan mendekat lagi. ” Dan bertubuh tinggi .. hmm… aku mau apa yah?”, sindirnya “Guess what i want to do,Minho?”, ia tersenyum sinis, dan menatap Taemin lagi tersenyum, Taemin langsung menyembunyikan wajahnya.

“Pergi kataku! jangan coba-coba kau mengganggunya, atau aku–“

“Atau kau akan apa?”, ia menyeringai dan mendekat ke arah Minho, CRAP! mereka tidak bisa kemana-mana, mereka terjebak ditembok besar, dengan sigap Minho menarik Taemin ke belakang tubuhnya.  “Atau kau … ingin bermain-main denganku lagi seperti dulu,Yeobo?”, Kali ini Jonghyun mendekat dan menyentuh wajah Minho dengan jarinya.

“FUCK OFF!”, Minho melayangkan tinjunya, kali ini Jonghyun menghindar dengan mudah, ia seperti sudah hapal gerakan Minho.

“WOWOWOW … you look so storng now yeobo~ …”, Jonghyun tersenyum lagi,dia mengelurkan sebilah pisau dari sakunya. DAMN SHITT! what does he want now? maki Minho, ia melihat sekitar,mencari sesuatu untuk melindungi diri. Ia bisa merasakan Taemin semakin mengeratkan dekapannya dipunggung Minho, dia sangat ketakutan.

“What do you want Hyung ? dont play with me …” Minho menatap kesal.

Jonghyun tertawa, dia memainkan ujung pisaunya, dan berdiri didepan Minho dengan tatapan membunuh.

“You know what? kau pasti benci padaku kan? karena aku telah menikmati tubuhmu dan…tubuh anak kecil itu …”, Minho terbelalak, sialan! dia tidak tahu malu. makinya. “Tapi .. akui saja kau menikmatinya saat itu, aww~ sayang sekali kau pergi dari jangkauanku Minho ah~ …permainan kita saat itu belum selesai kan?”, dia tertawa.

“Bangsat! tutup mulutmu, apa yang kau inginkan sekarang, hah?!!”, maki Minho. Jonghyun tertawa, sedetik kemudian ia bermimik serius.

“Kau bertanya aku mau apa?”, dia berjalan mendekat. “Aku ingin menghabisi keluarga Lee Joon, termasuk seluruh orang yang ia sayangi,dimulai dari si tua bangka itu, kemudian kau, Taemin, Lee Joon,dan mungkin … pelacur tua itu,right Taemin?”, Jonghyun berusaha melihat ke arah Taemin, ia tertawa senang.

“WHAT THE FUCK YOU SAID HAH? APA MAKSUDMU HAH?!! APA SALAH KAMI PADAMU?!!”, Minho berteriak, Jonghyun terpaku, kemudian tawanya semakin menggelegar, ia sampai mengeluarkan air mata. Kemudian ia memajukan satu langkah dan tatapannya dingin.

“Kalian, karena kalian aku begini … karena perbuatan tua bangka itu yang membuatku rusak, dia yang menciptakan aku seperti ini … kau tahu apa,hah? im a whore …”, jelasnya dingin. Minho tidak mengerti maskdunya.

“Kau menebak apa yang dilakukannya padaku?”, tanya Jonghyun, Minho hanya terdiam. “Dia melakukan hal yang sama seperti aku melakukan sesuatu padamu …”, tubuh Jonghyun bergetar hebat. “Aku bukan anaknya, aku adalah seorang anak yang dijual olehnya,dijadikan alat untuk mendapatkan uang, aku tidak tahu ini kan? well… let me tell you …”, Minho mendengarkan baik baik.

Hatinya tercekat mendengar penjelasan Jonghyun, dia tidak bisa mempercayai apa yang ia dengar. Jonghyun menerima perlakuan berbeda dibanding Joon kakaknya, itu dikarenakan diduga ia lahir dari ayah yang berbeda, dan akhirnya suatu saat ia diculik diam-diam dan di perkosa, setelah ia ketahui, orang yang melakukan itu adalah orang yang meminjamkan uang kepada ayahnya untuk biaya kuliah Joon nantinya, dan ia sebagai bayaran karena ayahnya tidak lagi mampu menebus hutangnya.

“Well… sekarang aku bisa lihat siapa yang lebih biadap dibanding aku right? “, dia tersenyum sinis, ia memajukan langkahnya, dengan cepat pisau itu telah berada dileher Minho. “Jadi, tidak ada salahnya aku juga merebut kebahagiaan orang-orang yang lebih bahagia dari pada aku bukan?”, ia berbisik, Minho tidak tahan lagi dia mencengkram tangannya, saat ia ingin meninjunya.

BUK!! Minho terperangah. Jonghyun terkapar dilantai, ia pingsan, dan kepalanya mengelurakan darah, yang lebih mengejutkan, Joon berdiri di depannya dengan tingkat baseball ditangannya, dialah yang datang tepat waktu dan memukul Jonghyun hingga terkapar.

“Kalian baik-baik saja?”, Joon berkata seketika setelah melihat Jonghyun tidak sadarkan diri.

“Aku .. baik-baik saja Hyung … tapi Taemin …”, ia menoleh ke belakang tubuhnya, Taemin terdiam membisu, hanya air mata yang kelaur terus menerus dari matanya. Joon menghampiri Taemin, dan memeluknya dengan erat, ia membelai punggung Taemin menenangkan tangisnya, tubuh kecilnya diam terpaku.

“Ssshhtt … sudah Minnie… im here im here…”, ia terus berkata begitu, dan menatap Minho.

“Sebaiknya kita pergi dari sini Hyung, dan panggil polisi …”, kata Minho melirik ke arah Jonghyun, Joon mengangguk, dan menuntun Taemin dipelukannya, mereka berjalan meninggalkan Jonghyun yang terkapar.

“This is … not over …” JLEP!! bunyi suara tusukan ditelinga mereka, suasana sunyi, Jonghyun tersenyum sinis dan JLEP!!

“AKH!!”, terdengar ringisan kesakitan,mata Minho terbelalak, Taemin jatuh kelantai, tubuhnya melemas.

” … brother!”, kata Jonghyun tersenyum, dan kemudia ia berlari meninggalkan mereka dengan cepat sambil tertawa senang.

“Hyung …”, Minho menghampiri Joon.

“Min …Hoo…”, desisnya.

“HYUNG!!”, Minho menangkap tubuh Joon yang berlmuran darah.

Taemin terduduk disamping mereka, tubuhnya bergetar hebat, ia menutup mulutnya, ia tidak percaya apa yang ia lihat.

“HYUNG! BERTAHANLAAH ..HYUNG!! TOLOOONGGG…”, Minho berteriak meminta pertolongan.

Mata Joon semakin nanar, ia merasa lelah, dan … sunyi, ia melirik ke arah Taemin yang menangis, ia julurkan tangannya berusaha menggapai Taemin…

“T-Taem ..in …”,

“HYUNG! BERTAHANLAH HYUNG!”, Minho terus memanggil Joon untuk tetap sadar.

Dan perlahan mata Joon terasa berat … ia ingin tidur …

 

TBC ~

(UN EDITED)

p.s : YEAAAAAHHH~~~ gimana gimana??? hahahaha.. deg deg an? ini berakhir? oh belum… masih banyak chapternya! so keep raeding, part 7 update soon!

MAAF KALAU BANYAK KATA-KATA YANG SALAH! MALES NGEDIT!

Masih penasaran apa yang terjadi selanjutnya? apakah terjadi Broken! JoonTae atau akan jadi 2min?

WILL SEE .. MUAHAHAHAHA

 

THNX FOR READING!

48 thoughts on “[JoonTae/2min-NC’17] Thinking of you or Him[?] part.6 of ?

  1. tuh kn, jjong ahjussi jd jahat krn dcurangi oleh ssorg yg dianggapx ayah. huft… joon~shi baik2 ajkn?! kena tusuk y?!

  2. Waaaah ini jonghyun ternyata menghadapi masa2 yg lebih sulit, kasian sekali kau bep huhu tpi kenapa dilampiasinnya ke taemin sama minho waaah gawat nih org ckck

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s