[JoonTae/2min-NC’17] Thinking of you or Him[?] part.7 of ?


Foreword: hai … apa kabar? hehehe … bagaimana part.6? seru nggak? oke gak penting dijawab, hehehe …

THANK YOU SO MUCH FOR ALL READER, THNX FOR SUPPORT AND COMMENT! ITS REALLY MADE ME HAPPY!!

dan, untuk semua yang bertanya akan menjadi apakah akhirnya? 2min or Joontae? will see… hahahaha

CAST : Lee Joon, Lee Taemin, Choi Minho.

Support Cast : SHINee

summary : Minho, Taemin terjebak dalam situasi dimana orang yang selama ini mereka benci dan berusaha untuk menghindar dari segala traumatik mereka datang kembali menemui mereka, dan mereka harus mendengar kenyataan lain dari sosok Jonghyun. Disaat nyawa mereka dalam bahaya, Joon datang dengan tepat waktu untuk menolong mereka, tapi kehendak Jonghyun lah yang merubah semuanya, lalu bagaimana dengan Joon? apakah ia dapat diselamtkan? will see… kekekek~~

PART

PLEASE STAY WITH ME

Lampu ruang operasi belum juga mati, tandanya masih ada orang didalam yang sedang menjalani proses penyelamatan. Minho duduk dibangku ruang tunggu, disampingnya ia memeluk Taemin, ia sudah berhenti menangis, sekarang lebih buruk lagi, dia tidak bicara sama sekali, dia hanya duduk diam, dan tangannya memeluk badan Minho, kepalanya ia benamkan dalam-dalam ke dada bidang Minho.

“Taemin … Minho!”, sebuah suara memanggil mereka, sosok itu berlari mendekat.

“Taemin!”, Key dan Onew datang menemui mereka, Key langsung duduk di samping Taemin. Taemin yang mengetahui keberadaan Key langsung memeluknya.

“Minho…”, panggil Onew. Minho mendongak dan berdiri, memeluk Onew sebentar.

“Kalian baik-baik saja?”, tanya Onew, Minho melirik ke arah Taemin sebentar dan mengangguk.

“Kalian tahu dari mana kami disini?”, tanya Minho pada Onew.

“Kami baru mau ke apartemen Taemin …”, Onew melihat ke arah Key dan Taemin sejenak. “…dan kami ingin mereyakan pesta, karena ia memenangkan pameran …”, Oh, itu tidak penting lagi sekarang, karena baik Minho dan Taemin tidak perduli hal itu.

“Tapi, setelah kami disana kami dapat berita kalau Joon-hyung …”, Onew berhenti bicara, ia menarik nafas, rasanya tidak perlu lagi ia menjelaskan ulang apa yang ia dengar dari tetangga mereka.

“Ini, kami bawakan makanan … mungkin kalian lelah, setidaknya makanlah sedikit.”, Onew menyerahkan plastik berisi nasi kepal dan minuman. Minho mengangguk, ia kemudian mengambil botol minuman, dan berlutut didepan Taemin.

“Taemin ah~ … minum ini, kau pasti haus..”, kata Minho. Taemin hanya diam saja, matanya sembab dan tatapannya kosong. Key bergantian menatap Minho dan Onew, ia sangat cemas dengan Taemin.

“Taemin …”, Minho memegang tangan Taemin. “Minum in–“

PLAK!! Minho dan yang lainnya kaget, Taemin menepis tangan Minho dan air digenggamannya tumpah ke lantai. Taemin kembali menangis, badannya bergetar hebat. Dengan cepat Minho bangkit dan memeluk tubuhnya. Ia mengelus punggung Taemin.

“Its gonna be alright Taemin … i promise … its gonna be alright …”, berkali-kali Minho berkata seperti itu, ia bohong. ia juga khawatir dengan keadaan Joon, didalam sana adalah Kakak yang paling ia sayangi, dan sekarang ia harus tegar untuk menghadapi Taemin. Ia tidak ingin terlihat cemas didepannya.

Key berjalan ke arah Onew, dia juga tidak kuat melihat Taemin, ia tahu semua apa yang terjadi diantara Joon dan Taemin, ia sahabatnya, dan Taemin selalu cerita apapun tentang mereka, termasuk trauma Taemin dan masalah keluarga meraka, maka dari itu, ia orang kedua setelah Joon yang sangat menjaga Taemin.

“Sssh … Key … jangan menangis, kau harus kuat demi Taemin”, bisik Onew, Minho dapat mendengarnya, hatinya juga miris. Ia berharap apa yang dikatakan untuk Taemin benar adanya, bahwa semua akan baik-baik saja.

“Keluarga Tuan Lee Joon?”, panggil seorang dokter dari dalam ruang operasi. Semua mata menoleh, dan bergegas menghampirinya.

“Ya, kami … kami keluarganya…”, kata Minho sambil memeluk Taemin disebelahnya. Dokter bertubuh tinggi itu memperhatikan sebentar ke empat pria didepannya.

“Ngg.. orangtuanya?”, katanya.

“Hanya kami keluarganya, kami adik nya.”, kata Minho lagi.

“a-apa … d-dia baik-baik s-saja?”, tanya Taemin dengan suara serak, matanya sambil berusaha melihat kebalik ruangan. Dokter itu diam sebentar.

“Kami sudah berusaha sebaik kami … dia sedang dalam masa kritis … maaf, hanya itu yang bisa kami lakukan..kalian berdoa semoga ia melewati masa krisisnya.”, katanya pelan, Taemin memeluk Minho lagi.

“Jadi, bagaimana keadaan sebenarnya,dokter?”, tanya Onew. Dokter itu melihat ke mereka sejenak.

“Mari saya jelaskan di ruangan saya …”, katanya. “Silahkan …”, katanya. Onew melihat ke arah Minho, Minho mengangguk, kemudian beralih ke Taemin.

“A-aku ikut..”, bisik Taemin, Minho mengangguk dan menuntunnya mengikuti dokter itu, Onew dan Key mengikuti mereka dan tunggu diluar saat mereka berdua masuk ke ruangan dokter itu.

..

Beberapa menit kemudian mereka keluar dari ruangan dokter itu, Onew dan Key mendekat, mereka tidak bicara apapun, Minho menatap ke arah Onew dan Key dengan tatapan gusar, dan Taemin terlihat diam saja, ia menundukkan kepalanya, ia sudah tidak bisa lagi menangis, Minho hanya memeluk pundaknya dengan erat. Dokter itu berdiri disamping Minho.

“Aku harap kalian terus berdoa demi keselamatannya, kami akan berusaha lebih baik.”, ia menepuk pundak Minho memberikan semangat, Minho hanya mengangguk. “Saya permisi dulu, masih ada yang harus saya kerjakan.”, katanya lagi.

“Terima kasih Dokter.”, kata Minho, kemudian ia pergi meninggalkan mereka.

“Taemin …”, Key menghampiri Taemin dan memeluk tubuhnya, Taemin tidak bergeming. Minho menoleh kearah Onew, ia merasa khawatir, dan Onew merangkul pundaknya untuk berusaha tabah.

“A-aku .. mau ..melihat Joon-hyung …”, kata Taemin pelan. Key menoleh ke Minho dan Onew.

“Iya… ayo aku antar kau melihatnya ..”, kata Key menuntun Taemin.

“Aku harus bicara padamu,Hyung..”, kata Minho pada Onew. Onew mengangguk.

“Ayo kita bicara.”, kemudian mereka berjalan menuju cafeteria dirumah sakit itu.

..

Taemin berdiri didepan pintu kamar rawat, dia menatap sosok didepannya dengan tatapan kosong, Joon terbaring miring, tubuhnya dibalut perban, tangannya diinfus, dan ia bernafas dengan tabung oksigen, bunyi alat detak jantung terdengar dengan jelas dirungan itu, Taemin tidak suka bau rumah sakit, ia benci mendengar alat itu bekerja, kakinya tidak melangkah sedikitpun ke arah Joon.

“Key hyung .. bisakah kau tinggalkan aku berdua saja dengan Joon-hyung?”, katanya tanpa menoleh. Key menarik nafas, dan memeluk Taemin sebentar.

“Baiklah, aku tunggu diluar, panggil aku jika kau membutuhkanku,ya?”,kata Key. Taemin hanya mengangguk, dan kemudian perlahan ia mendekati ranjang Joon, ia duduk dikursi kecil dekat ranjang.

Air matanya keluar lagi, ia menghapusnya dengan tangannya, ia harus tegar, ia tidak boleh terlihat lemah didepan Joon, sudah cukup ia membuat Joon khawatir dengan sifatnya yang penakut, dan tidak lagi kali ini. Ia memperhatikan wajah Joon yang sedang tertidur pulas, kemudian ia meraih tangan Joon, dan menggenggamnya dengan erat.

“Hyung … bertahanlah … kau janji padaku untuk tetap bersamaku kan …?”, kata Taemin perlahan, air matanya mulai mengalir. Ia mencium tangan Joon, dan ia membaringkan kepalanya ditempat tidur Joon, ia tetap menggenggam tangan Joon dan menempelkannya ke wajahnya.

Semua yang dikatakan dokter itu terngiang dengan jelas ditelinganya. Membuatnya semakin mengeratkan genggamannya, ia tidak mau kehilangan Joon, dia tidak mau itu terjadi, bahkan memikirkannya pun ia tidak mau.

“Hyung … kau harus bertahan, kau sudah janji padaku kan? Kalau kita akan hidup lebih baik .. kau dan aku ..”, Taemin berbicara, air matanya terus mengalir. “Kau mau mencapai proyek besar mu Hyung, kau ingatkan? Dan kau bilang, kau akan mendapatkan promosi jabatan yang baik …dan kita ..akan hidup lebih baik lagi …”,

“Lalu aku … aku akan menjadi desainer terbaik Hyung …mungkin jurusan ku akan cocok membantumu ..kau ingat? Aku pernah katakan padamu, aku akan mengikuti pameran, jika aku menang  aku akan mendapatkan beasiswa dan promosi selepas kuliah …”, ia terus menangis, tubuhnya bergetar hebat, kemudian ia membenamkan wajahnya ke tangan Joon.

“Aku sudah mendapatkannya …*sobs* a-aku menang Hyung …K-key mengatakan padaku *sobs* b-bahwa karya ku diterima …*sobs* .. kau senang kan? A-aku janji … aku tidak akan membuatmu khawatir …*sobs* k-kumohon padamu bertahanlah …*sobs* tetaplah bersamaku …aku akan melakukan yang terbaik untuk diriku sendiri …*sobs* dan … untuk kita…”, Taemin sesenggukan, ia menangis hebat, ia takut, ia ingin Joon cepat terbangun dan memeluknya lagi.

Ia rindu belaian dirambutnya, tangan kekar Joon yang selalu memeluknya, ia suka bau tubuh Joon saat memeluknya, caranya mencium Taemin, dan segala kelembutan dan perhatian Joon padanya. Ia tahu ia hanya kakak tiri yang berubah menjadi seorang kekasih untuknya dan juga sangat menyayanginya lebih dari apapun, dan ia ingin Joon nya kembali, kembali padanya, berjuang dari kondisinya sekarang. Ia tidak butuh apapun, tidak karyanya atau apapun, tanpa Joon itu bukan apa-apa, dia hanya mau Joon tetap disampingnya.

.

.

Minho memegang kepalanya yang terasa pusing, Jam ditangannya menunjukkan pukul 4 pagi, ia berjalan menuju ruangan Joon. Key sudah pulang bersama Onew, setelah ia mengatakan bahwa Taemin telah tertidur disamping Joon.

Ia membuka pintu kamar Joon, matanya menangkap sosok 2 orang yang dicintainya sedang tertidur pulas, Joon terbaring diranjangnya tidak sadarkan diri, dan Taemin tertidur sambil menggenggam tangan Joon. Ia mendekati mereka berdua, air matanya mengalir. Ia menutup mulutnya, menahan semua beban dihatinya, ia ingin kuat, ia ingin melindungi Taemin sesuai janjinya pada Joon waktu itu, tapi ia merasa ia tidak mampu, tidak tanpa Joon, ia begitu sayang terhadap Joon, sama seperti sayangnya pada Taemin. Mereka berdua adalah segalanya.

Ia menghapus air matanya, dan mendekati Taemin, ia mengangkat tubuh kecilnya perlahan tanpa membangunkannya, Taemin bergerak sedikit kemudian ia menggendongnya dan merebahkan Taemin di sofa terdekat, kemudian membuka jaketnya menyelimuti tubuh Taemin. Kemudian ia terduduk didepannya, wajah mereka berhadapan, ia membelai wajah Taemin, menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya, ia sangat khawatir, wajah itu sangat terlihat pucat, ia pasti lelah menangis.

“Aku akan melindungimu Taemin … aku janji …”, katanya, dan mencium bibir Taemin sekilas.

Kemudian ia membaringkan kepalanya di dekat Taemin, matanya kosong, ia mengingat semua yang dikatakan dokter itu. Joon mengalami luka tusuk yang cukup dalam, pisau itu menghujam tepat dibelakang punggungnya dan mengenai tulang rusuknya, itu yang berbahaya, kemungkinan terburuknya adalah jika Joon tidak bisa bertahan maka … Minho memejamkan mata, ia tidak mau membayangkan atau bahkan memikirkannya. Dan kemungkinan lainnya adalah, Joon akan selamat, tapi butuh waktu yang lama dalam masa penyembuhan, dan kemungkinannya ia akan cacat, tubuh bagian atasnya akan lumpuh dan susah bergerak. Namun hal itu masih bisa diatasi dengan terapi yang berkelanjutan.

Minho hanya berharap, ia hanya ingin Joon baik-baik saja, hanya itu, ia tidak mau mendengar ada kata-kata ‘kemungkinan’ lagi, ia hanya ingin melihat kepastian, kepastian bahwa Joon akan baik-baik saja. Ia berjanji, ia akan menjaga Taemin dengan baik sesuai janjinya, dia tidak akan bisa menjaganya tanpa bantuan Joon, dan ia membutuhkannya, sama seperti Taemin.

..

Taemin perlahan membuka matanya, sinar matahri masuk dan menyinari wajahnya, dia memicingkan mata, kemudian ia merasa kepalanya sangat pusing matanya terasa pegal. Ia memegang kepalanya dengan sedikit meringis, menatap langit-langit kamar, ini bukan kamarnya, dan ia ingat ia berada dirumah sakit. Ia menoleh kekiri, merasakan gerakan ditangannya.

“…Min..ho?”, Minho menggenggam tangan kiri Taemin, ia tertidur tepat disebelahnya. Perlahan ia menggerakan tangan kanannya, menyentuh ujung kepala Minho, dan .. ia bergerak sedikit, kemudian mencium ujung kepala Minho.

“Terima kasih …Minho..”, bisiknya.

Pandangannya beralih kearah Joon, ia masih terbaring tidak sadarkan diri, kemudian tatapannya beralih ke alat pendeteksi denyut jantung disamping nya, masih berdetak dengan baik, ia bersyukur dalam hati. Kemudian ia bangkit dari tidurnya perlahan, ia tidak mau membangunkan Minho, tapi saat ia ingin melepas genggaman tangannya dari Minho..

“Taemin!”, teriak Minho tiba-tiba, ia terbangun. Taemin terkejut, dan Minho menatapnya gusar setengah sadar.

“Minho … aku disini …”, kata Taemin dan mengelus kepala Minho. Minho diam sesaat, kemudian tersenyum mengelus pipi Taemin. Kemudian ia bangkit dari duduknya, badannya terasa pegal karena ia tidak dalam posisi tidur yang baik semalaman. Ia melihat jam tangannya, pukul 9 pagi.

“Kau lapar? Aku akan membelikan makanan untukmu …”, Minho mengelus kepala Taemin.

“iya, makasih Minho …”, Taemin tersenyum, Minho beranjak ke kamar mandi membersihkan wajahnya. Taemin berjalan menghampiri Joon, ia duduk disampingnya dan menggenggam tangan Joon.

“Morning baby …”, kata Taemin sewajar mungkin, ia menyembunyikan kesedihannya, dan berkata mengikuti gaya Joon jika ia mengucapkan selamat pagi untukknya. Minho menatap mereka tersenyum miris. Bagaimanapun juga ia tidak akan bisa menggantikan posisi Joon dihati Taemin.

“Aku akan keluar sebentar oke? Hubungi aku jika kau membutuhkanku.. arraso?”, Minho membelai rambut Taemin, Taemin tersenyum dan mengangguk mengerti, kemudian Minho berjalan keluar sebelumnya ia melihat Joon dan Taemin sesaat dan menutup pintu dibelakangnya.

..

“Oh.Minho!”, Onew menyapanya ketika pintu lift terbuka.

“Hai,hyung.”,Minho menyapa mereka, Key berdiri disebelah Onew dan menggandeng tangannya. Minho mengerutkan alisnya.

“Kalian …”, Minho bertanya sambil tatapannya menunjuk kearah tangan mereka.

“Oh, a-aku dan Key…”, Onew menggaruk kepalanya bingung. Key memutar bola matanya.

“Kau tidak perlu tanya lagi, aku dan Onew hyung berpacaran, sudah cukup, kalau kau ingin tahu ceritanya nanti saja, bagaimana pria ini membuatku menunggunya begitu lama!”, katanya. Minho tersenyum melihat wajah Onew yang malu-malu.

“Oh, kau mau kemana?”, Tanya Onew lagi.

“Membeli makanan untuk Taemin dan aku ..”, jawab Minho.

“Tidak usah, aku membawakan makanan dan beberapa pakaian untuk kalian.”, jawab Key sambil menunjuk tas yang dibawa Onew, dan menunjuk bungkusan besar ditangannya.

“Oh, gomawoo Onew Hyung ..Key …”,

“Ayo kita temui Taemin …”, Key berkata sambil menggeret lengan Onew. Minho tersenyum berjalan kembali menuju kamar Joon. Lalu …

“Cepat hubungi Dokter Jung, pasien di kamar 244 butuh pertolongan …”, seorang suster berlari panik, kemudian beberapa suster juga berlari, dan tidak lama seorang dokter yang tidak asing berlari menuju lorong.

Key,Minho,dan Onew bertatapan, kemudian mereka berlari kearah lorong yang sama. No way… pikir Minho, semoga tidak terjadi apapun… ia sangat panik. Dari kejauhan ia melihat beberapa suster dan dokter itu memasuki ruangan, dan…

“TIDAK! LEPASKAN AKU! AKU MOHON… AKU MAU BERSAMANYA..LEPASKAN AKUUU!! TOLONG DIA.. AKU MOHOON…”, pria berambut merah kecoklatan menangis tersedu, ia digeret keluar oleh seorang suster.

“TAEMIN!”, Minho berlari menuju Taemin, Taemin menoleh ke arah Minho, dan berlari memeluknya.

“Minho… J-joon hyung …Joon hyung…”, isaknya dipelukan Minho, jantung Minho berdebar cepat, ada apa ini? Apa yang terjadi dengan Joon-hyung?

Ia memeluk Taemin erat, membenamkan tubuh nya kepelukannya, matanya mengikuti kegiatan didepan matanya, dokter dan suster yang sedang sibuk didalam kamar Joon. Air matanya jatuh, ia tidak mau memikirkannya … ia tidak mau menduga… ia tidak mau sama sekali … ia hanya mau Joon tetap bersama mereka … dia memohon dalam hatinya, berteriak dengan kencang… ia memohon dengan sangat … aku mohon selamatkan dia.. aku mohon … batin Minho.

 

TBC~

P.S : huaaaaa… deg degan gak? penasaran gak? dapet gak feel nya? semoga aja yah? hehehe…

SEE YA ON PART 8!

🙂 LEAVE COMMENT AND STILL SUPPORTING ME .. THANKS FOR READING! SEE YA POPPO :*🙂

 

42 thoughts on “[JoonTae/2min-NC’17] Thinking of you or Him[?] part.7 of ?

  1. Hueee joon jgn pergi T_T tpi kalo joon ngga pergi ntar 2min susah bersatu *eeh
    Maaf joon mending kau pergi aja biar 2min buruan bersatu wkwkwk tpi kasiaaaan huhuhu
    Uh yeaaay onkey akhirnya jadian jg keke dasar pria tua lamban wkwkwk

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s