[JoonTae/2min-NC’17] Thinking of you or Him[?] part.8 of ?


Foreword : God~~ aku terima kasih karena kau memberikan kesehatan padaku utk terus menulis FF ini disela hari ku yang gak penting. Oke, im here again my Sunnders (ngasal abis) ini gue buat panggilan buat kalian semua yg udah setia baca blog gue, dan komen segala, sumpah sumpah sumpah… gak tahu harus ngmg apa? tapi yg jelas, gue senengggg~ banget udah pd dukung FF ini. Gue nggak bisa bales komen kalian guys, tapi gue seneng, dan berusaha memenuhi permintaan kalian.

OKE, HERE IT IS … PART 8

🙂 LEAVE A COMMENT AND KEEP SUPPORTING ME, POPPO :* LOVE YOU ALL🙂

SUMMARY :

Minho dan Taemin meempunyai harapan yang sama, ia berharap Joon akan baik-baik saja, bisa kembali seperti sedia kala. Disamping mereka, dan melindungi mereka, tapi … apakah setiap harapan selalu bisa menjadi kenyataan? pelajaran nya adalah, apa yang selalu belum tentu kita dapatkan, manusia hanya bisa berharap, dan semua hanya Tuhan yang menentukan, begitu pula yang terjadi diantara mereka. Will see …

PART 8

I LOVE YOU … HYUNG.

Mereka berempat, Minho, Taemin, Key, dan Onew, menatap dengan cemas ruangan yang sunyi itu, mereka tidak tahu apa yang terjadi didalam sana, sudah hampir 1 jam mereka menunggu dan terus menunggu. Taemin sudah tidak lagi menangis, ia hanya mengeratkan pelukannya ditubuh kekar Minho, dia lelah menangis, dia lelah menjadi lemah, dia lelah membuat Joon khawatir, ia dapat mengingat jelas apa yang terjadi sebelum ini semua berlangsung.

FLASHBACK~

Setelah Minho keluar meninggalkan Taemin yang terduduk di depan Joon, Taemin berbalikkan badannya, ia menggenggam tangan Joon lagi, ia menahan air matanya, ia tidak mau menangis, tidak lagi …

“Hyung … bangunlah … aku bosan …kau tidak mau melihat ku? i still your baby Minnie right?”, Taemin tersenyum.

Tidak ada respon sama sekali, ia menatap wajah Joon yang pucat, dia sangat khawatir, ia dapat mendengar dengan jelas bunyi pendeteksi jantung didepannya, Oh god, dia tidak suka mendengarnya,sungguh …

Kemudian ia bangkit berdiri, dan mencium kening Joon, air matanya mengalir lagi, dengan cepat ia mengusapnya

“I love you ..Joon Hyung …”, ia berbisik ditelingan Joon sambil terus memegang tangan Joon. “I love you … more than you can imagine …”, ia berbisik lagi, itu kata-kata yang sama yang selalu Joon katakan padanya.

Kemudian ia mengelurkan sebuah kalung dari balik bajunya, dikalung itu terdapat cincin yang Joon berikan padanya saat 2nd anniversary mereka, kemudian ia melepasnya dan menaruhnya digenggaman Joon.

“Ini ..cincin yang kau berikan waktu itu padaku …kau ingatkan?”, Taemin duduk kembali. “Aku tidak tahu kalau kau akan memberikan surprise padaku Hyung… dan lucunya, kau berlari dari kantor mu menuju stasiun dan berlari lagi menemui ku ditaman…”, Taemin menghapus air matanya. “Kau terkadang membuatku berpikir, ternyata bukan hanya aku yang suka bertindak gegabah …”, ia menelan ludah sejenak.

Kemudian ia terdiam, dan membenamkan wajahnya ditangan Joon.

“Please… bertahanlah … I love you hyung…”, Taemin berbisik, lalu… tiba-tiba ia merasakan tangan Joon bergerak. Ia mendongak,

biipp..biipp…”Hyung!”, Taemin berdiri, mata Joon masih tertutup.

biip…biipp… “T-Tae …”

“Im here … im here Hyung…”, air matanya mengalir deras, Joon berusaha membuka matanya.

Biip..biiiiiiip…biip…biiiiiiiiiip…

Taemin melihat mulut Joon sedikit membuka,tapi ia tidak bisa mendengar maksudnya, perlaha ia mendekatkan kupingnya ke arah mulut Joon, air mata membasahi pipinya.

biiiipp….biiiiiiiiipp…bip..”B-ba-..ha-gi a-lah..”, Taemin menoleh.

“A-Apa maksudmu Hyung? a-aku bahagia …aku memilikimu…”, ia semakin menangis.

“a-aku..se-lalu mencintaimu…j-adi ba-hagialah…”

BIPP..IPPP..BIIIPPPP… Tubuh Joon tiba-tiba mengejang hebat, Taemin panik.

“HYUNG! HYUNG!”, Taemin berteriak. “SUSTERRR… DOKTERR…SIAPAPUN TOLOONGG!!!”, teriaknya berlari ke luar kamar, kemudian seorang suster dengan tanggap menghampirinya dan memanggil bantuan.

Setelah itu ia bisa melihat didepan matanya Joon sekarat, oh tidak! dia benci mengatakan kata-kata itu barusan! Yang ia tahu semua suster dan dokter masuk kekamar Joon, ia digeret keluar, ia tidak mau, ia tidak sadar apa yang ia teriakan, sedetik kemudian ia melihat Minho berteriak memanggil namanya, ia hanya tahu harus pergi kemana selajutnya, berlari menuju Minho, hanya Minho, dia merasa nyaman didekatnya, sama rasanya seperti berada disisi Joon.

END FLASHBACK~

Semua kembali seperti semula, dokter mengatakan bahwa Joon hanya mengalami shock saja, entah pengaruh apa, tapi Taemin merasa tidak enak, ia duduk disamping Joon selama 3 jam dan tidak beranjak dari sana.

“Taemin … kita makan dulu ya?”, bujuk Key, Taemin hanya menggelengkan kepala. Key melihat ke arah Minho dan Onew. Ia menggelengkan kepala, kemudia perlahan Minho mendekatinya.

“Taemin …”, ia menyentuh pundaknya. “Kau ikut sebentar denganku, mau kan?”, kata Minho, Taemin menoleh dan menatap tidak mengerti, tapi kemudian ia berdiri, dan mengangguk, Minho menarik tangannya keluar kamar setelah membawa tas berisi makanan di tangannya, dan berjalan menyusuri lorong, Onew dan Key saling bertukar pandangan tidak mengerti.

..

Taemin tidak tahu ia akan dibawa kemana oleh Minho, entah apa yang membuatnya sangat menuruti Minho, tapi .. ia hanya mengikuti kata hatinya. Kemudian mereka berada dibelakang taman rumah sakit yang sedikit bersembunyi dari keramaian, ia menyuruh Taemin duduk dibangku itu, dan kemudian ia membuka bekal makanan ditangannya dan ia berlutut didepan Taemin.

“Buka mulutmu .. kau harus makan..”, perintah Minho. Taemin menoleh kekanan, ia menolak, buat apa Minho membawanya keluar kamar dan ujung-ujungnya menyuruhnya makan, ia tidak punya selera makan.

“Taemin, kau harus makan sedikit. Kalau tidak kau akan sakit … kau mau Joon-hyung tahu kau juga ikut sakit?”, kata Minho. Taemin menoleh padanya, Minho tersenyum dan mengarahkan sendok ke depan mulutnya, ia membuka mulutnya seakan menyuruh Taemin membuka mulutnya.

Perlahan Taemin membuka mulutnya, dia mengunyah makanannya, ia menyadari bahwa ia sangat lapar. Kemudian ia meraih kotak makan dari tangan Minho dan memakannya sendiri, Minho tersenyum, ia mengelus kepala Taemin dengan sayang.

“Thats my Taemin…”, katanya, Taemin menundukkan kepalanya, ia tidak tahu kenapa jantungnya berdebar.

Minho duduk disampingnya sampai ia menghabiskan semua makanannya.

“Minho …mm..maksudku Hyung …”, katanya pelan.

“Ya?”, kata Minho tanpa menoleh padanya, namun perlahan ia merasakan kepala Taemin bersandar dipundaknya. Ia menoleh terkejut, jantungnya berdebar kencang.

“T-Taemin ? kenapa?”, Minho mulai salah tingkah.

“Nothing … aku hanya ingin seperti ini sementara …”, katanya, Minho hanya terdiam, dan perlahan ia menggeser tubuhnya, dan menggerakan tangannya melingkari pundak Taemin. Taemin sendiri tidak mengerti, ia tidak menolak, ia merasa nyaman berada di samping Minho.

“Hyung …”, panggil Taemin lagi.

“Hmm?”

“Jadi kau sepupu jauh ku?”, Minho menoleh sekilas.

“Ya, begitulah …”,

“Lalu kenapa aku tidak tahu kau sebelumnya?”, Minho menelan ludah.

“Karena kita tidak pernah bertemu secara langsung, kita hanya bertemu di acara keluarga, dan aku tidak menyapamu waktu itu..”

“Kenapa?” Minho diam sejenak.

“Entahlah …”, ‘karena aku dulu berpikir kau sangat cantik, dan aku takut mendekatimu.’ pikir Minho.

“Lalu, apa yang terjadi denganmu kemudian? kenapa kau tidak ingat aku?”

Minho menelan ludah, ia tidak suka membicarakan hal itu.

“Itu .. karena aku dulu  mengalami gangguan jiwa.”, katanya, Taemin menegakkan tubuhnya dan menatap Minho terkejut.

“Ya … aku hampir masuk rumah sakit jiwa karena beban trauma ku setelah …”, ia berhenti sejenak .” … mm peristiwa itu, aku seperti melakukan pencucian otak bagi diriku sendiri, aku melupakan semua yang tidak ingin ku ingat, semua memori pahit yang membuatku trauma, dan aku sadar aku menghapus mu juga dalam otakku …” Minho menatap lurus kedepan. Taemin memperhatikannya seksama, bukan hanya dia, tapi Minho juga mengalami hal yang sama.

Kemudian Taemin mendekat dan melingkarkan tangannya melewati tubuh Minho, dia memeluk Minho, dan membenamkan wajahnya ke tubuh Minho. Minho terkejut, ia tidak tahu apa yang Taemin lakukan, tapi kemudian ia membalas pelukan Taemin. Mereka merasakan kehangatan tubuh masing-masing.

“Hyung … semua akan baik-baik saja kan?”, tanya Taemin.

“Ya .. semua —..”

RING DING DONG RING DING DONG DING.. Mereka terkejut, ponsel dikantong Minho  berbunyi, ia cepat mengambil ponselnya, tertulis dilayar AlmightKey, dengan cepat ia menjawab.

“Hallo?”, ia melihat kearah Taemin yang memandanginya, kemudian ia kaget.

“Benarkah?!!”, teriaknya, Taemin semakin penasaran, dia membuka mulutnya seakan bicara ‘ada apa?’ sambil menarik lengan Minho.

“Baik, aku kesana!!”, katanya, ia tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya, senyumnya terkembang, dia menutup ponselnya dan membereskan semua bekalnya.

“Ayo cepat!”, kata Minho menarik Taemin dan berlari

“A-ada apa?! apa terjadi sesuatu pada Joon-hyung?”, Taemin mulai panik, ia tidak sanggup lagi mendengar berita buruk, tidak lagi, sudah cukup.

“Joon-hyung sadarkan diri!”, Minho tersenyum dan tetap berlari, Taemin terbelalak, kemudian ia tersenyum lebar. Syukurlah ..syukurlah…

..

“Joon hyung!”, mereka berdua berteriak bersamaan memasuki ruangan.

“Ssshhhhtt…”, Onew dan Key berdesis, menyuruh mereka memelankan suaranya.

Taemin berlari kesamping ranjang, dan Minho berdiri dibelakangnya, Taemin meraih tangan Joon, Joon masih belum sadar sepenuhnya, ia hanya tersenyum sedikit, kemudian bergantian melihat ke arah Taemin dan Minho.

“Joon hyung .. syukurlah .. syukurlah …”, Taemin membenamkan wajahnya ke tangan Joon, Minho tersenyum dan meletakkan tangannya di antara tangan Taemin dan Joon.

“Syukurlah Hyung .. kami merindukanmu ..”, kata Minho.

Joon hanya tersenyum dan mengangguk, kemudian ia berusaha menggerakan tangannya yang lemas, dan menyentuh pipi Taemin yang basah, ia menyeka air matanya, menggelengkan kepala memerintahkan Taemin untuk tidak menangis lagi. Taemin tersenyum dan membasuh air matanya.

“A-aku .. juga me-..rindukan mu Minho ..Taemin..”, akhirnya ia membuka suara, suaranya serak.

Taemin menoleh ke arah Minho, mereka berdua tersenyum, ia meraih tangan Minho dan meletakannya dalam satu genggaman dengan tangan Joon.

“Kami disini Hyung … cepatlah sembuh .. kami menyayangimu …ya kan,Minho?”, Taemin menoleh ke arah Minho, dia mengangguk sambil mengelus kepala Taemin dengan tangan yang lain.

Kemudian ia mencium kedua tangan yang berbeda yang ada digenggamannya, Minho terkejut, ia merasa jantungnya berdebar cepat, apa yang Taemin lakukan depan Joon?

“I love you ..Hyung.”, Katanya dan bergantian menatap Joon dan Minho, ia tersenyum dan meletakkan tangannya lagi dipipinya.

Joon hanya tersenyum dan mengangguk menatap Minho dan Taemin, Minho merasa jantungnya berdebar, tidak seharusnya ia merasa seperti ini, Taemin hanya mengatakan ia mencintaiku dan juga Joon-hyung, mencintai kami sebagai saudaranya…oh tidak, aku sebagai sahabat dan Joon sebagai kekasihnya, batinnya. Tapi itu membuat hati Minho sedikit miris.

“Syukurlah …”, kata Key keluar dari kamar, meninggalkan adegan keluarga didepannya. Ia berjalan ke arah Onew dan memeluknya.

“Ya, syukurlah … “, ia balas memeluk Key, kemudian melepaskan pelukannya. “Kau lelah? masih ada urusan yang harus kita selesaikan …”, kata Onew.

Key menggelengkan kepala, ia tersenyum sinis dan mengangguk, ia mengerti maksud Onew.

“Omo~ … kita harus menemui Jonghyun.”, dia menyengir ke arah Onew.

“Alright, lets go hurry!”, ia menggandeng tangan Key.

“Hyung.”, kata Key.

“What?”

“Aku rasa kita pahlawannya disini.”, kata Key menyengir , Onew tertawa dan mengelus rambut Key, pintu lift terbuka, mereka masuk dan memencet tombol ke lantai 1.

“Will see baby …”, jawabnya menyengir, dan meraih pinggang Key dan mencium bibirnya, Key menyengir lebar.

“Yeah. will see…”, bisiknya.

 

TBC~

 

P.S :

Apakah yang akan terjadi selanjutnya? apakah yang sebenarnya akan dilakukan oleh Onkey couple?

apakah ini akhir dari segalanya?

muahahahaha.. will see…

Thanks for read!

Leave ya comment if you like this!

SEE YA ON PART.9 POPPO :*

38 thoughts on “[JoonTae/2min-NC’17] Thinking of you or Him[?] part.8 of ?

  1. yeay selamat…
    minho juga ngalamin gangguan jiwa gara-gara jonghyun ini pasti..
    wah dari kecil aja minho udah suka ama taemin…
    iya deh onkey kalian pahlawannya… kekeke

  2. Sukurlaaah joon akhirnya sadaaar
    Ooh apakah yg mau dilakukan onkey ninjjaaa????????

    Wuaduh sempet2nya deh minho degdeg an
    Aahhaaiii tetem seneng banget yah joon sadar

    Hadeeeh dimanakah jjong berada!!!!
    Gilaa kereeen konflikknya

    Lanjuuuut neex caap

    Btw onkey lg kisss2 an tuuh><

  3. Aq ngga tw haru komen apa di part ini,,,

    syukur jong sadar tapi ngga rela jika 2min ngga bersatu

    next part aja deh

  4. ahayde… nae bumonim akhirx jadian jg acikiciwww:)

    uwah ini sdh pst joon~shi akn mrestui 2Min, ya tinggal mrk aj lg.

  5. Syukurlah sadar jg kau joon, tapi … Ah entahlah wkwkwk
    Taemin kaya ngasih harapan gitu ya ke minho
    Ini ada apa lagi sama onkey eoh?

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s