[JoonTae/2min-NC’17] Thinkng of you or Him[?] part.9 of?


Foreword : haiii~ long time no see … miss me? hahahaha… sorry if I’m late update this part, because I’m busy with college, oh, my value go down, I think because I watched too many Korean videos, reading fanfics, and always spend time in front of computers rather than learning, okay, I’m feeling talk to much, neh? so here it is!

WARNED :

Disini akan lebih banyak cerita tentang apa yang dilakukan oleh Onkey duo, dan juga ada sedikit smutt diantara mereka.. hehehe you know lah~ …

SUMMARY :

Joon sadarkan diri dari masa kritisnya, tentu Taemin dan yang lain merasa senang bahwa Joon baik-baik saja sekarang, apakah masalah selesai sampai disitu? oh hell no, bagaiman dengan Jonghyun? apa yang terjadi selanjutnya? dan apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh Onkey duo? disini semua akan diceritakan …

🙂 LEAVE A COMMENT IF YOU LIKE IT, I THINK THIS STORY WILL END ON PART 10, BUT I DONT KNOW .. WILL SEE .. AND I WANT MAKE A SEQUEL FOR THIS, SO BE PATIENT,OKE? POPPO :*🙂

PART 9

DETENTION

(ONKEY DUO POV~)

Langit di korea sudah gelap gulita, dan hanya bulan sebat dan beberapa suara binatang malam terdengat memecah kesunyian. Dan tentunya suara yang satu ini juga, memecahkan kesunyian di sebuah kamar, bayangan dua burung cinta tergambar dengan jelas dari remangnya lampu kamar …

Onew meringkuk tepat berada di atas tubuh Key, ia melingkarkan tubuh mereka seperti kucing satu sama lain, menghangatkan tubuh mereka. Tubuh mereka sudah polos satu sama lain, yang tersisa hanyalah selimut yang menutupi tubuh mereka, Onew mencium bibir Key dengan bergairah, tangannya ia lingkarkan di pinggang Key yang ramping, dan Key melingkarkan tangannya dileher Onew untuk mencium nya lebih dalam, lidah mereka saling menyatu dan bertukar air liur, yang terdengar selain jam yang berdetak adalah desahan pelan mereka.

Key mendorong tubuh Onew, sekarang ia berada diatas, for god sake, ia suka jika dia mendominasi, dont forget, he’s almighty Key, right? Ia menaiki tubuh Jinki  dan menekankan member nya ke tubuh Onew dan menggerakkannya secara seirama seiring ciumannya turun keleher mulus Onew, menghisap dan menggigit bagian sensitifnya. “UUuuhh..”, desah Onew, Key menyengir disela ciumannya, waw, Onew look so sexy for that voice.

Ia menurunkan ciumannya ke bahu, kemudian ke dada bidang Onew, tangannya turun perlahan dan menggenggam member Onew yang sudah mengerang, Onew memejamkan matanya, ia mengigit bibir bawahnya untuk menahan desahan yang leuar dari mulutnya, but useless …

“Ahhhn…”, ia mengerang, mulut Key sudah berada dimembernya, menjilat ujungnya dan kemudian memasukkan kedalam mulutnya, menghisap dan memajukan kepalanya naik turun.

“Oh..f-f-fuck Key!”, maki Onew, Key hanya menyengir, dia menjulurkan jarinya ke mulut Onew, Onew menghisapnya dengan bergairah, ia tahu apa yang selanjutnya akan terjadi. Satu tangan Key yang lain memijat kedua bola member Onew, membuatnya mendesah seperti menghisap ekstasi.

“Mmmh.. yeobo, you dont mind if i beeing on top right now?”, Key bertanya sambil kembali mencium leher Onew. Onew membuka matanya. “Sure beb .. do it gentle oke?”, bisiknya ditelinga Key.

“I will baby..”, Kemudian ia mencium bibir Onew menggantikan jari di mulutnya tadi, perlahan ia memasukkan kedalam lobang Onew, membuatnya mengerang, ia memejamkan matanya rapat, Key mencium bibirnya untuk menenangkannya, kemudian setelah merasa ia tenang, ia menggerakkan jarinya.

“NgggHh…F-fuck…ngh..s-stop teasing me beb..”, Onew mendesah, Key menyengir, salah sendiri ia sibuk dengan urusannya dengan masalah diantara JoonTaeMinho dan meninggalkannya beberapa hari, sekarang ia akan memberikannya hukuman.

“What beb?”, sindir Key. Onew membuka mata, ia berbisik di telinga Key yang sedang mencium lehernya berkali-kali.

“Do it already oke?”, minta Onew

“Do it what?”,sindir Key, Onew mengerutkan alis dan menatap Key kesal

“SHITT! FUCK ME ALREADY WITH YOUR FUCKING HARD MEMBER!”, teriak Onew, Key tertawa senang.

“As you wish honey…”, Key menarik jarinya keluar, dan tanpa permintaan ijin dari Onew, dia memasukkan membernya setengahnya, ia memejamkan mata, damn it, Onew so tight… dia berpikir. Onew memejamkan mata, merasakan sakit, air matanya keluar. Key mencium bibir Onew untuk meredakan sakit.

“Im sorry… kalau kau merasa sakit aku tidak akan meneruskannya…”, kata Key disela ciumannya, ia memandang Onew khawatir, mimiknya kesakitan, dan ia tahu rasanya jika ia berada di posisi bawah.

“N-no.. j-just .. move now …”, desah Onew, ia menatap Key memohon.

“But yeo-.. akh.”, ia terkejut, Onew memajukan pinggulnya, seakan ia tidak sabar menunggu tindakan Key. Akhirnya mengimbanginya dengan menggerakan tubuhnya lebih cepat …ia meraih kedua tangan Onew dan menggenggamnya, tubuh mereka bersatu, desahan terdengar seirama.. semua terasa seakan tidak ada hari esok…

RING DING DONG RING DING DONG DING …

“FUCK!!!”, teriak Key, ia terkejut, mereka berhenti sejenak dari aktifitasnya.

“Siapa yang telepon disaat sialan seperti ini!!!”, maki Key masih tetap berada diposisinya.

“Nghh.. i-itu ponsel ku..”, kata Onew melihat ke arah meja tidur disebelahnya. Key mengerutkan alis menatap Onew, ia melihat Onew memintanya untuk turun sebentar …

“SHIT!”, maki Key, ia mengeluarkan membernya dan terbaring di samping Onew. Onew merasa tidak enak, ia juga benci ini harus terhenti.

“Sorry beb …”, katanya,Key membalikkan tubuhnya membelakangi Onew, Onew mengambil ponselnya, matanya terbelalak, ia terkejut, dan dengan cepat mengangkat ponselnya.

“Yoboseyo, Mr.Park …bagaimana?”, tanya Onew, Key membalikkan badannya, ia terbangun dan mendekat ke arah Onew, mau mendengar lebih jelas pembicaraan mereka.

“Oh, begitu .. baiklah aku mengerti, ya.. aku akan kesana segera ..terima kasih Mr.Park.”, katanya dan menutup telepon, ia menarik nafas, dan beralih pandangannya ke arah Key, Key menatapnya gusar, menunggu sebuah berita.

“Wae? eottoekhe?”, tanya Key penasaran. Onew menunduk sebentar, kemudian membaringkan Key diatas kasur, dia mencium Key dengan bergairah, Key mendorong tubuh Onew.

“KENAPA? aku tanya ada apa tadi?”, tanya Key tidak sabaran. Onew menarik nafas, dan mencium leher Key, Key semakin geram.

“Jonghyun ditemukan …”, bisiknya. Key terkejut, dan mengangkat wajah Onew bertatapan dengannya.

“Demi apa kau? lalu?”, tanya Key.

“Lalu… semua sudah ditangani oleh nya …”, Onew tersenyum, Key menyerigai senang, dan mencium bibir Onew.

“Good Job Yeobo~ … thats why i love you … thank you…”, katanya.

“I love you too … so…”, Onew menyengir.

“What?”,

“Lets start again,Yeobo~…”, Onew mencium bibir Key. Key menyengir dan mendorong tubuh Onew.

“Im beeing on top again!”, pinta Key.

“Hell no! you teasing me to much!”, Onew kemudian mencium bibir Key lagi dan memasukkan lidahnya menjelajahi mulut Key. Key melingkarkan tangan dan kakinya ke tubuh Onew, menuntaskan hasrat mereka yang tertunda.

“Wait!”, cegah Onew.

“APA LAGI?”, bentak Key, membuat Onew tertawa.

“Kita lakukan dengan cepat, kita harus kesana sekarang juga, begitu katanya…”, Onew menyuruh Key melirik ke jam dinding, pukul 8pm, mereka haur menemui Mr,Park. Key memutar bola matanya.

“What do you wait for?”, Key mengerutkan alisnya, dan menarik pinggul Onew ke membernya “JUST DO IT KNOW YOU FUCKING YEOBO!”, bentak Key. Onew tertawa lagi, damn, your fucking bitch hot almighty key!

“HEI HO LETS GO!”, teriak Onew.

.

.

“Hai,Jonghyun …”, Onew membuka suara, pria yang membelakanginya menoleh.

Jonghyun menatap Key dan Onew didepannya dengan cengiran lebar diwajahnya. Ia memainkan jarinya yang diborgol, dan menatap Key dan Onew bergantian. Key memundurkan badannya, dan memeluk lengan Onew. Onew menyentuh tangan Key untuk tetap tenang. Kemudian mereka mengambil tempat duduk didepannya. Jonghyun memperhatikan mereka dengan kedua matanya.

“Hai .. “, sapa nya masih tetap menyengir.

“Kau baik-baik saja?”, tanya Onew, Key menatapnya tidak percaya, buat apa ia menanyakan hal tidak penting seperti itu pada seorang penjahat? Jonghyun tersenyum, kemudian ia menatap Key yang sedang ketakutan.

“Hmm.. baik …”, ia masih memandangi Key, Key memalingkan wajahnya, tidak berani melihat mata Jonghyun. “Apa yang kau mau?”, mimiknya berubah saat menatap Onew.

“Tidak ada.”, jawab Onew singkat.

“Lalu?”,

“Aku hanya ingin membantu temanku menyelesaikan masalahnya denganmu, jadi ku harap, kau dengan senang hati mau mengikuti proses hukum dengan baik, dan tidak bertindak gegabah, karena kau akan menerima hukuman yang lebih dari tuntutan ini.”, jelas Onew panjang lebar, Jonghyun terdiam sesaat, kemudian ia tertawa lepas, tawanya menggelegar hebat, membuat Key tegang, ia meremas lengan Onew digenggamannya, ia tidak suka mendengar suara tawa itu, terdengar seperti menaukutkan ditelinganya.

BRAK! Key terkejut, ia memundurkan badannya, Onew hanya bersikap biasa saja, Jonghyun berubah menjadi sangar, ia berhenti tertawa, dan menatap Onew dengan geram. Key ingin cepat keluar dari sana dengan segera, please please please …batinnya.

“Try me …”, kata Jonghyun dan kembali tertawa lagi dengan hebat, sampai air matanya keluar dan tangannya memegang perutnya.

Onew berdiri dan membawa Key keluar dari ruangan itu, ia tahu pacarnya sudah gemetar ketakutan. Kemudian ia berhenti setelah melihat Mr.Park berdiri diluar ruangan.

“Bagaiman?”, tanya Mr.park. Onew menoleh sebentar ke arah ruangan dari balik kaca, ia sekarang melihat Jonghyun terdiam, tatapannya kosong.

“Apakah dia …”, tanya Onew, Mr.park mengangguk.

“Ya, menurut pemeriksaan ia punya gangguan jiwa, semacam stres dan membuatnya bertindak seperti physikopat.”, jelas Mr.park, Key mengeratkan genggaman ditangan Onew, wajahnya tertunduk.

“Oh, baiklah … aku serahkan semuanya padamu Paman, aku harap kau bisa melakukan yang terbaik, aku tidak mau orang ini meganggu kehidupan temanku lagi.”, pinta Onew.

“Baiklah Tuan, aku akan lakukan yang terbaik.”, jawabnya. Onew memeluk Pamannya itu.

“Terima kasih.”, katanya, Mr.park balas memeluknya.

“Sama-sama, kau tidak usah terlalu formal, aku ini kan Paman mu.”, katanya menepuk pundak Onew, ia membalasnya dengan tersenyum, dan berpamitan untuk pulang.

.

.

Key menutup mulunya rapat-rapat dari mereka keluar dari ruangan itu, dari penjara, dan kemudian sampai diparkiran. Ia tidak mendongak ke arah Onew sama sekali, Onew melirik Key yang hanya terdiam, ia membiarkannya sesaat, membiarkan Key tenggelam ke dalam pikirannya sendiri, sesekali ia menyentuh tangan Key, menggenggam tangannya erat, dan yang satunya sibuk menyetir dan matanya memperhatikan jalan, Key mengeratkan genggaman itu, Onew dapat merasakan tangan Key berkeringat dan tubuhnya gemetar.

Itu kah pria yang selama ini menyakiti Taemin? pria yang selalu membuatnya trauma bahkan hanya mendengar namanya saja, membuat Joon lebih posesif jika berbicara tentang pria itu, lebih perhatian dan tidak melepaskan pandangannya ke arah Taemin hanya untuk melindungi nya? sebegitu mengerikannya mata itu bagi Key, mata yang membuat nya bergidik ngeri, mata yang kesepian, mata yang penuh emosi dan amarah, mata yang seakan-akan menelanjangimu, mata yang … ia merasakan air matanya terjatuh dipipinya, berulang kali ia mengusapnya tapi terus saja mengalir.

Onew memberhentikan mobilnya dipinggir jalan, ketika ia merasakan tangan yang berada digenggamannya basah dan terguncang hebat. Ia melihat ke arah Key sedang menangis dalam diam, perlahan ia mendekati Key dan memeluknya dengan erat, mengusap punggungnya dengan lembut.

“Ssshht … sudah jangan menangis, sekarang semua sudah selesai…”, kata Onew. Key mengeratkan pelukannya, ia terisak, ia bisa merasakan ketakutan yang dirasakan Taemin sekarang.

“A-aku takut ..matanya …tawanya … seakan mau membunuhku hidup-hidup…”, bisik Key. Onew membelai rambut Key, melepaskan pelukannya, dan mencium bibir Key dengan lembut, sambil ia menghapus air mata Key dengan jarinya di pipi mulusnya.

“Ada aku disini … kau percaya padaku, semua akan baik-baik saja.”, bisik Onew disela ciumannya, dan membelai wajah Key, ia tersenyum, betapa sosok didepannya bisa berubah sangat sensitif tanpa ia duga. Key menggenggam tangan Onew dan meletakkannya dikedua pipinya.

“Aku harap begitu … terima kasih. I love you hyung…”,Key menatap Onew.

“I Love you too …”, sebelum Onew menciumnya lagi.

“Oke, sekarang kita pulang, besok kita harus menyiapkan pesta kepulangan Joon kau ingat?”, Onew tersenyum dan kembali ke posisi semula. Key mengangguk.

“Ya ayo kita pulang .. aku sangat lelah…”, Key menyenderkan tubuhnya ke kursi penumpang. Onew terkekeh, membelai rambut Key sebelum mulai menyetir.

“Tentu saja, karena aku rasa pinggul mu masih sakit karena kegiatan kita beberapa jam yang lalu.”, ledek Onew, muka Key memerah, ia memukul lengan Onew kesal, sial, pria ini selain pintar, tapi juga mulutnya tidak bisa diatur. maki Key.

 

 

TBC~

P.S :

EOTTOKHE? hehehehe … bisa ditebak kan apa yang dilakukan Onew dan Key? dan bagaiman akhirnya Jonghyun sekarang?

apakah ini selesai? HELL NO, masih ada part berikutnya …

oh ya, ini akan berakhir di part 10, dan aku akan membuat sequelnya. kalian penasaran kan siapa yang akan dipilih Taemin?

MINHO OR JOON? hehehehe…

so be patient!

THANKS FOR READING!

SEE YA POPPO :*

43 thoughts on “[JoonTae/2min-NC’17] Thinkng of you or Him[?] part.9 of?

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s