[JoonTae/2min-NC’17] Thingking of you or Him[?] part. 10 end?


Foreword : Annyeong … hehehe, look at the tittle part … you think  is end? hell no~ .. like wht i said before, i’ll make sequel for this .. and thts need more time to finish all chapter, so be patient oke? hehehe …

Jangan kecewa, 2min akan beraksi disini… hahahaha … benarkah? penasaran? will see.. kekekekek~ …

LEAVE A COMMENT IF YOU LIKE IT !

SUMMARY :

Jonghyun sudah tertangkap, semua berkat usaha Onkey couple, well… Onew,actually … dan akhirnya Joon akan kembali, bagaimana hubungan JoonTaeMin? will see … stay tuned!

PART 10 END?

Me, you, and Him

“Welcome back to hommy…”, Taemin mendorong kursi roda Joon memasuki kamar mereka, diikuti Minho, Key, dan Onew dibelakang mereka.

“Waaah~ … i miss my home…”, Joon menarik nafas, merasakan wangi yang sudah lama tidak ia hirup.

Taemin mendorong kursi roda Joon kedepan jendela besar kamar mereka, agar Joon dapat menikmati udara dari sana. Kemudian pandangannya beralih ke Minho yang sedang mengangkat tas Joon kedalam

“Sebentar yah?”, kata Taemin memeluk Joon sebentar, dan berjalan ke arah Minho.

“Biar ku bantu Hyung …”, Taemin meraih tas dari depan pintu.

“Tidak usah, kau duduk saja disana bersama Joon Hyung …”, Minho menunjuk dengan dagunya, Joon tersenyum ke arah mereka, Taemin menyilangkan tangannya depan dada, dan berjalan ke arah Joon.

“Oke, kalian semua lapar? aku akan pergi kesupermarket dengan Onew Hyung, nanti akan aku buatkan makanan untuk kalian, okeh?”, Kata Key memeluk pinggang Onew.

“Oke, aku titip susu pisang Hyung …”, teriak Taemin.

“Siap! Lets go yeobo!”, Key keluar dan menarik lengan Onew manja.

“Baiklah Hyung, aku akan balik ke kamarku, aku harus membersihkan badanku…”, kata Minho setelah ia selesai dengan tugasnya.

“Kau mandi disini saja, kau bisa menggunakan baju ku kan?”, kata Joon.

“Ah, kamarku kan hanya disebelah Hyung … sudah ya?’, Kemudian Minho keluar kamar.

“Minho hyung.”, Taemin berlari ke arahnya, saat ia berbalik, Minho terkejut, Taemin memeluknya.

“Gomawoo~…”, katanya, Minho kemudian melirik ke arah Joon yang tersenyum, dan membelai kepala Taemin.

“Tidak masalah.”, jawabnya singkat, dan keluar kamar mereka.

Taemin berdiri sesaat sampai Minho masuk ke kamarnya, entah mengapa ia merasa nyaman jika dekat dengan Minho. Ia berbalik menatap Joon, dan menghampirinya, kemudian ia berdiri didepan Joon. Joon mendongakkan kepalanya, mereka berpegangan tangan.

“Aku senang kau bisa bersamaku lagi Hyung … cepatlah sembuh.”, Taemin tersenyum, ia berlutut didepan Joon.

“Ya, aku juga … terima kasih kau telah menjagaku selama aku dirumah sakit.”, Joon memebelai wajah Taemin, dan perlahan ia memajukan wajahnya berusaha mencium Taemin. Tapi entah mengapa Taemin terkejut, ia tiba-tiba berdiri.

“Ng..a-ah.. m-maaf Hyung..a-aku harus ke toilet…”, Taemin gugup, kemudian ia lari ke dalam toilet, ia tidak mengerti kenapa ia bertindak seperti itu pada Joon, dan mengapa ia menghindari ciuman Joon, ada apa dengannya? kenapa saat Joon mau melakukan itu terbesit wajah … Minho?. Taemin membasuh mukanya dengan air, ia menatap bayangan wajahnya dikaca, ada apa denganku? batinnya.

Disatu sisi, Joon menatap Taemin yang lari darinnya, dia terkejut, kemudian ia tersenyum miris, matanya menerawang keluar jendela.

“Pada akhirnya kau menyadarinya Taemin … aku memang hanya untuknya…”, gumam Joon, dia menggaruk lehernya yang tidak gatal.

Apakah ia sakit hati? tidak, ia senang. Ia senang karena ia merasa Taemin menyadari siapa yang sebenarnya ia cintai? dirinya atau Minho? biarlah Taemin yang memutuskan, itu keputusannya, bukan berarti ia tidak mencintai Taemin, tapi semua hanya Taemin yang memutuskan…

. .

“Baiklah … sampai besok Taeminnie…”, Key melambai ke arah Taemin, Joon, dan Minho yang berdiri didepan pintu.

“Bye Onew Hyung .. umma… hati-hati dijalan…”, kata Taemin, ia melambaikan tangan sampai Onkey couple masuk ke dalam lift.

“Oke, aku kembali ke kamar Hyung …”, kata Minho menatap Joon.

“Ah? jangan.. kita bisa ngobrol sebentar lagi kan?”, cegah Taemin, ia menatap Joon meminta ijin. Joon menatap Minho sejenak, dan tersenyum kearah Taemin.

“Baiklah, tapi hanya sebentar, Joon hyung harus istirahat …”, kata Minho. Taemin mengangguk senang, dia masuk ke kamar, dan Minho mengikutinya sambil mendorong kursi roda Joon Hyung .

Mereka berbincang seperti keluarga, tertawa dan bercanda, Taemin sangat suka saat ini, saat dimana dikelilingi oleh orang-orang yang ia sayangi dan ia cintai.

“Minho, bisakah kau angkat dia ke kasur?”, pinta Joon menunjuk ke arah Taemin yang tertidur disofa karena lelah tertawa. Minho mengangguk, Minho mengangkat tubuh Taemin perlahan tanpa membangunkannya,dan meletakkannya diatas kasur, dia menarik selimut menutupi tubuh mungilnya, sekilas ia menatap wajah Taemin yang tertidur, begitu polos, dan ia sangat menyukainya.

“Sekarang giliranmu Hyung … aku bantu kau berbaring ..”, kata Minho, Joon mengangguk, Minho berjalan mendekati Joon, dan perlahan membantu Joon naik ke atas kasur. Ia menegakkan tubuhnya dan tersenyum melihat Joon dan Taemin bersamaan.

“Maaf Minho ah~ aku menyusahkanmu … kalau kau mau kau bisa tidur disini bersama kami, kau bisa gunakan kasur lipat dilemari.”, kata Joon.

“Tidak usah Hyung …aku kembali ke kamarku saja. Hubungi aku jika kau membutuhkanku, itu ponselmu.”, Minho menunjuk ponsel Joon yang ada disebelah kepalanya.

“Oke, good night Minho.”,

“Good night hyung.”, Minho kemudian mematikan lampu kamar mereka dan pergi keluar kamar.

Joon menatap kepergian Minho, kemudian pandangannya beralih ke wajah Taemin disebelahnya, ia membelai wajah Taemin yang tertidur pulas. Betapa ia sangat menyayangi Taemin, tapi apakah keadaaannya sekarang bisa membahagiakannya, ya benar … untuk sementara ini ia tidak bisa berjalan, ia harus melakukan terapi selama 3 bulan untuk bisa berjalan dengan baik, itu semua karena gangguan tulang rusuk belakangnya yang belum bisa menopang berat tubuhnya dengan baik.

“Jika kau terus bersamaku, aku pasti menyusahkanmu, ya kan Taemin?”, ia berkata sambil membelai rambut Taemin.

“Aku harap Minho bisa menggantikanku menjagamu ..kau juga menyukainya,ya kan?”, tambahnya lagi.

Kemudian ia terlelap tidur sambil tangannya terus membelai kepala Taemin.

. .

Hari itu hari minggu, Taemin terbangun dari tidurnya pagi sekali, ia sudah masih melihat Joon tertidur lelap, kemudian ia bangkit, mencuci mukanya, dan menggosok gigi. Ia memutuskan akan mencuci baju kotor mereka selama mereka dirumah sakit. Terlebih dulu ia harus belanja untuk membuat sarapan untuk Joon dan ..ehm.Minho, kenapa ia berpikir tentang Minho?

Taemin berjalan menghampiri Joon, meletakkan secarik kertas di samping tempat tidurnya, memastikan Joon akan melihatnya.

“Aku akan cepat kembali Hyung!”, Taemin mencium pipi Joon dan mengambil jaketnya keluar kamar.

Taemin berjalan dengan langkah riang, ia tidak pernah sebahagia ini, apa yang membuatnya bahagia? ya, Joon kembali, dan terlebih ia menerima kenyataan bahwa Joon baik-baik saja, hanya butuh terapi untuk memulihkan kondisinya. Taemin mengitari jalan menuju toko terdekat, sampai akhirnya ia menabrak seseorang didepannya dengan kencang, ia terpental jatuh ke jalan.

“auuuww….”, Taemin mengusap hidungnya dan pantatnya bergantian.

“Taemin?”,

Taemin mendongak, Minho berdiri didepannya, tubuhnya berkeringat, dia bisa menebak kalau ia sedang melakukan olahraga pagi. Minho mengulurkan tangannya membantu Taemin berdiri.

“Kau tidak apa-apa?”, tanya nya. Taemin mengangguk pasti.

“Kau mau kemana?”, tanyanya lagi.

“Mmm.. aku mau belanja buat sarapan Joon dan.. kau ..maksudku, kita…”, jelas Taemin mengalihkan pandangannya.

“Kalau gitu aku ikut.”, kata Minho, Taemin tersenyum, dan mereka berjalan menuju toko terdekat.

. .

“Hyung … bawakan ini juga… berat kan…”, Taemin cemberut, ia heran kenapa Minho bisa dengan mudah membawa belanjaannya

“Salah mu, kenapa kau harus belanja sebanyak ini… kau membeli banyak cemilan kau tahu?”,

“Aku kan suka ngemil, aku beli beberapa untuk mu juga kok …”, Taemin melakukan pembelaan.

“Terserahmu lah …’, jawab Minho acuh, Taemin melirik Minho kesal.

“Bilang saja kau tidak kuat, buat apa kau melakukan latihan taiap hari dan membuat ototmu itu? tapi diam saja melihatku kesusahan.”, ledek Taemin.

Minho berhenti berjalan dan menatap Taemin, Taemin menantangnya.

“Aku bahkan bisa mengangkatmu sekalian hanya dengan satu tangan.”, jawab Minho, Taemin melirik ngeledek.

“Masa? aku tidak percaya … kau hanya mengada-ada Hyung …”, Taemin melewati Minho.

Ia terkikik sendiri, selama ini ia mengenal Minho, Minho tida suka jika dirinya dipermalukan dan diejek seperti itu.

“Huwaaa.~~…”, jerit Taemin. Ia menoleh, ia melihat Minho menyengir lebar, tubuh kecilnya melayang diudara, benar, Minho mengangkat tubunya hanya dengan satu tangan.

“See…?”, katanya. Wajah Taemin memerah …

“I-iya …tapi huwaaa~…”, ia panik, Minho lanjut berjalan ssambil tetap membawanya. Taemin menelan ludah, Minho tidak main-main.

“Min…ho …Hyung.. turunkan aku.. nanti jatuh..Hyung…”, pinta Taemin.

“NO… kau yang minta tadi kan?”, Minho tersenyum iblis, dia bisa dengan mudah membawa Taemin sekaligus belanjaannya ditangan.

“Minhoo Hyung… turunkan aku…Minhoo….”, Taemin berteriak dan bergerak-gerak digendongan Minho.

“AKH…~…”, Taemin hampir jatuh, tap dengan cepat Minho menarik pinggang Taemin.

SILENCE…

SILENCE…

Jarak tubuh mereka berdekatan, oh tidak … lebih tepatnya sangat dekat. Mata Minho menatap kedalam mata Taemin lekat, mereka bisa merasakan nafas mereka masing-masing … entah apa yang membuat atmosfer disekitar mereka berubah, perlahan Taemin memejamkan matanya dan memajukan wajahnya untuk mencium Minho, Minho terkejut, tapi ia tidak mau menghindar, ia juga perlahan mengeratkan pelukan dipinggangnya dan mendekatkan wajahnya…

RING DING DONG…

oh crap!!! Taemin terkejut, dan Minho melepaskan pelukannya, SHITTT….

“Y-yoboseyo …”, jawab Taemin terbata.

“Oh .. Mianhe Hyung… i-iya aku segera pulang…”, Taemin menutup telponnya, kemudian ia berbalik menghadap Minho.

“Ng …K-kita harus pulang …Jo-Joon Hyung menungguku..”, Taemin tidak berani melihat wajah Minho, mukanya sangat panas, dia malu sekali… owh, otaknya sudah gila, apa tadi yang akan dia lakukan dengan Minho.

“Oke..”, Minho menjawab dengan dingin. Ia tidak berani melihat Taemin, dan berjalan terlebih dahulu.

Taemin berjalan dibelakangnya, memukul kepalanya, ia sangat malu, apa yang ia lakukan?. Ia tidak mengerti apa yang ia rasakan, kenapa hanya melihat Minho dari belakang seperti sekarang sudah membuat jantungnya berdebar, ia tidak mengerti, ia sudah punya Joon Hyung … tapi …

“Omo ni…?”,

Taemin mendongak, ia melihat samar-samar sosok didepannya, sosok yang disapa oleh Minho. Saat ia tahu siapa itu, belanjaan ditangannya terjatuh, badannya terpaku, air matanya mengalir dengan deras..

“U-Umma …?”, bisiknya.

Minho menatap Taemin dan perempuan didepannya sama-sama terpaku satu sama lain, sedetik kemudian Taemin berlari ke arah perempuan itu, memeluk tubuhnya dengan erat, badannya bergetar hebat.

“Umma…umma…umma…”, hanya itu yang keluar dari mulutnya.

“Ya..Taemin…ini umma…”, perempuan itu menangis dan memeluk Taemin dengan erat. Minho menatap mereka dengan senyum diwajahnya, akhirnya …

. .

Mereka, berempat, duduk saling berhadapan, sebuah keluarga yang tersisa, Taemin duduk disamping Ummanya, memeluk Ummanya, Joon duduk dikursi rodanya, dan Minho duduk tepat disebelah Joon.

“Apa kabar kalian semua?”, Victoria, Umma Taemin berkata.

“Baik Umma… Umma kenapa bisa kesini? dan… dengan siapa?”, tanya Joon.

“Umma datang kesini karena Umma mendengar kabar karena Jonghyun …”, ia diam sebentar, Taemin mendongak, mencari tahu ada apa dengan Jonghyun.

“Kenapa dengannya?”, tanya Minho dingin. Joon dan Taemin menatap Victoria.

“Dia ..sudah ditangkap, dan sekarang ia masuk panti rehabilitasi ..karena..punya gangguan jiwa..”,jelas Ummanya pelan.

Taemin dan yang lain terkejut, ia tidak percaya Jonghyun apa tadi? masuk panti rehab? gangguan jiwa?

“Teman kalian, Onew .. mengatakan pada Umma kemarin, ia yang mencari Jonghyun.. dan juga datang kerumah Umma menjelaskan semua duduk perkaranya…”, jelas nya lagi.

“Onew Hyung… kenapa bisa?”, tanya Taemin.

“Umma tidak tahu, ia juga datang bersama seseorang bernama Key … sepertinya ia sahabatmu Taemin…”, jelas nya.

Taemin menatap Joon dan Minho yang juga bingung, jadi .. kedua sahabatnya itu diam-diam membantu mereka.

“Jadi ..yang dikatakan Onew Hyung padaku saat itu benar?”, Minho bergumam, ia berpikir, semua yang dikatakan Onew saat mereka dirumah sakit, mereka berbicara berdua dan Onew mengatakan akan membantu menyelesaikan kasusnya ini.

“Maksudmu?”, tanya Joon.

“Iya, Onew Hyung pernah bilang padaku bahwa dia akan membantu menyelesaikan masalah kita…dan aku tidak tahu kalau dia bisa secepat ini… maksudku, aku tahu keluarganya punya koneksi di kepolisian, aku hanya tidak menduga akan secepat ini…”, jelas Minho.

Kemudian mereka diam sesaat, syukurlah semuanya selesai, tapi ..

“Jadi, sebenarnya Umma kesini adalah …”, ia diam sesaat. “Bisakah kalian pulang? tinggalah bersamaku, aku tidak punya siapa-siapa lagi selain kalian … Umma juga sudah merencanakan untuk mengurusmu lebih baik Joon … Taemin dan Minho harus menyelesaikan studi mereka, jadi Umma rasa ini jalan terbaik, itu juga kalau kalian setuju …”,jelasnya pelan dan tidak berani menatap ketiga pria didepannya.

Taemin menatap Joon dan Minho bergantian, ia sangat ingin tinggal dengan Ummanya, sangat! alasan ia pergi dari rumah hanya menghindar dari Jonghyun, sekarang sudah selesai, tentu tidak ada alasan lain ia harus tinggal diluar dibanding dengan Ummanya.

“Begini Omoni .. aku akan tinggal bersama mu…”, jelas Joon. Victoria terkejut, matanya berbinar senang.

“Tapi … aku rasa Minho dan Taemin tidak bisa …”, Joon berkata lagi, mereka tersenyum menatap 2min.

“Hyung…kenapa?”, tanya Taemin.

“Taeminie … kau tahu kan Umma tinggal dimana? kau harus kuliah, dan tidak mungkin kau harus mondar-mandir dengan jarak yang jauh …begitu juga Minho…”,

“Iya tapi Hyung…”

“Kau bisa menjenguk ku bersama Minho setiap seminggu sekali atau kalau kalian libur…”, potong Joon.

Taemin menatap ke Minho, ia hanya tertunduk saja, dan kemudian ke Ummanya.

“Taemin ah~ ..benar kata Hyung mu, Umma janji akan menjaganya baik-baik, dan kau masih bisa bertemu denganku setiap seminggu sekali kan?”, bujuk Ummanya, Taemin cemas, ia sangat sedih, ia ingin tetap bersama Ummanya, oh tidak, bersama seluruh Hyungnya.

Ia melihat ke arah Joon meminta penjelasan, Joon hanya tersenyum dan mengangguk memberikan keyakinan.

“Baiklah …”, jawabnya pelan, Ummanya memeluk tubuhnya.

“Tenang … Umma akan menjada Joon baik-baik, dan Minho juga pasti bisa menjagamu …ya kan,Minho?”, Ummanya beralih ke Minho, ia tidak merespon, Joon menyenggol tangannya, ia mendongak kaget.

“H-hah? i-iya…”, ia mengangguk setuju.

Joon dan Victoria tersenyum.

. .

“Baiklah … Umma akan kembali besok untuk menjemputmu Joon …bye bye …”, Victoria melambai dan masuk kedalam taxi.

“Oke Umma …”, jawab Joon.

“Umma hati-hati …”, kata Taemin memeluk Ummanya lagi.

“Pasti sayang … Minho, tolong jaga anak ku yang berharga …” ia tersenyum menatap Minho. Minho hanya mengangguk.

Kemudian ia masuk kedalam taxi dan pergi, Taemin menangis, tangan kirinya digenggam oleh Joon.

“Sudah Minnie .. besok dia akan datang lagi …”, bujuk Joon tersenyum.

Minho mengelus rambut Taemin dari belakang.

“So, aku sarankan kalian pindah sekamar itu lebih baik…”, Joon berkata.

“APA?!”, Taemin dan Minho terkejut.

“Kenapa? kalian kan saudara juga .. apa salahnya?”, jawab Joon polos. Minho dan Taemin menatap Joon tidak percaya, ia saudara ..tapi kan…

“Terserah kau sajalah.”, Minho berlalu dan masuk ke apartemen meninggalkan Joon dan Taemin. Taemin hanya diam, ia menundukkan kepalanya.

“Ngg … Minnie…kenapa wajah mu memerah?”, tanya Joon. Taemin mendongak.

“AH, ti-tidak … aku tidak begitu, sudah ayo kita masuk.”, Taemin mendorong kursi roda Joon, Joon tersenyum simpul, aku rasa sudah saatnya aku rela melepaskanmu Taemin … itu lebih baik … batin Joon.

END?

P.S:

Yeaaahhhh~~~ have done! and its not the end of the story …

ill make a sequel for this, and thats must be 2min.

so, stay tuned for next sequel!

byebye…

thnks for reading n supporting

SEE YA POPPO :*

Advertisements

32 thoughts on “[JoonTae/2min-NC’17] Thingking of you or Him[?] part. 10 end?

  1. huaaaaaa~~

    joon oppa baik bangeett,, ngeralaiin taeminKU amaa minho 😀
    love u oppa 🙂
    #pletaaakk

  2. Ini masih gantung kirain pas sequel 2minnya udah nyatu ternyata belum.

    Ya udah joon ma aku aja,,,
    biarin taem sama minhoo…

    Lanjut ke sequelll

  3. kasiannya joon~ tp kalo membayangkan lee joon asli begitu agak aneh juga ya haha but nice ff ^^
    eehmm.. kalo bisa ditambah ceritanya jjong juga entar, kasian amat jjong jd psyco hehe

  4. Ini end? Jdi taemin sama siapa? O.o
    Waaaah joon kau baik syekaliiii keke ngerelain org yg dicinta buat org lain, kesannya malah nyomblangin hahaha

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s