[late’Valentine/Onkey(Rate)] Late Valentine’s gift


Foreword : Annyoengg~~ … i know you miss  me right? muahahaha … im sorry for late update for valentine’s couple version, but hey, i made this, after i locked my self on bethroom for got some inspiration, hehehehe LoL. Its ONKEY’S COUPLE … HELL YEAH, ITS RATE EVERYONEEEE~~~ … SO, THIS IS IT~ hehehehe*evilsmile

by : SanniieW

Key duduk menguap lebar, ia merentangkan tangannya, badannya terasa pegal semua, dia rassa tenaganya habis terkuras karena seharian ini ia harus jaga coffeshop tempat ia bekerja, setelah membereskan isi toko, ia berjalan keruang ganti, mengganti bajunya menjadi t-shirt yang kebesaran sampai paha, dan celan sk

inny jeans biru langit, ia kemudian mengambil jaketnya, ia selalu yang paling belakangan keluar dari toko, yah right … dia si pemilik toko itu.

TOK TOK TOK!

Key melihat kesumber suara, ia melihat kejendela, sosok laki-laki yang sangat familiar berdiri diluar, ia tersenyum lebar sampai membuat matanya menjadi satu garis, dan melambaikan tangannya ke atas dengan semangat. Mulutnya berkata ‘ Key …Key…key…’, Key menggeleng, ia terkikik, sampai kapan sahabatnya itu akan bertindak seperti anak kecil … well, sahabat? apakah hanya itu hubungan mereka selama ini?

“Apa yang kau lakukan,Hyung?”, Key keluar setelah menutup semua jendela, mematikan lampu, dan mengunci pintu tokonya. Onew, berdiri didepan Key sambil tangannya mengusap ketubuhnya tanda kedinginan.

“Aku mau makan bersama mu .. aku lapar…~~”, ia memegang perutnya dan menyenderkan kepalanya ke pundak Key. Key terkejut, ia baru saja mau menghindar tapi dengan cepat tangannya ditarik oleh Onew.

“Yosh, kita makan ayaaammmm~~… chicken im coming~…”, teriak Onew bersemangat tanpa meminta persetujuan dari Key.

“Ishh~~ … aku kan tidak bilang setuju makan malam denganmu Hyung …”, kata Key tiba-tiba, Onew berhenti berjalan, ia kemudian menoleh menatap Key sedih dengan puppy eyesnya.

“Kenapa sih Key~~… aku sudah tidak bertem denganmu selama 3 hari, kenapa kau dingin padaku, aduh aku jadi kecewa…”, Onew menundukkan kepalanya, Key berdecak, drama king ini …

“Ya ya ya… i know, im busy you know, maka dari itu kita tidak bisa keluar bersama akhir-akhir ini,Hyung.”, kata Key, ya benar, bahkan disaat valentine, disaat semua pasangan saling berbagi kasih, oh …wait, ya right, dia tidak punya pasangan, ia hanya ingin satu orang .. dia … si mr.clumsy didepannya.

“K-eyy~~ aah~…”, nyut! Key terkejut dari lamunannya yang asik memandangi wajah Onew yang lucu, Onew menyentuh pipinya dengan telunjuknya.

“Apaan sih,Hyung?”, Key mengibaskan tangan didepan wajahnya, dan berjalan mendahului Onew.

“Ayo, ayammu tidak akan menunggu…”, kata Key berbalik yang masih membiarkan Onew dibelakangnya, Onew tersenyum lebar, dan berlari menghampiri Key, kemudian tangannya merangkul dipundak Key. Key menoleh kepundaknya, kemudian ke wajah Onew, Onew hanya tersenyum lebar, dan menatap lurus ke jalan. Key menyengir lebar, yah … setidaknya kami cukup sedekat ini, ini cukupkan? batinnya.

. .

“Yah! Hyung! kau dengar yang aku bicarakan tidak??”, Key berteriak, dan memanyunkan mulutnya, ia sudah bercerita panjang lebar, tapi Onew seperti tidak mendengarkannya.

Onew mengunyah ayamnya dan terus memandang ke arah Key yang asik bercerita tentang bagaimana selama 3 hari ini tokonya sangat sibuk, dan terlebih lagi, ia sepertinya membutuhkan bantuan pegawai lain.

“H-hah? kau bicara a-apa?”, Onew berusaha menelan ayamnya. Key menatap Onew dengan sinis, dan melanjutkan makannya.

“Key … maaf…”, Onew membujuknya. Key hanya diam saja, dan tidak melihat ke arah Onew.

“Aku sudah kenyang, kau yang habiskan!”, Key mengalihkan pembicaraan, ia menyerahkan satu potongan paha ayam ke piring Onew. Onew tersenyum senang, Key tahu, ia sangat sangat sangat fanatik terhadap ayam. Ia jadi ingat saat 4 tahun yang lalu mereka bertemu.

Flashback~

“Permisi, ada yag bisa saya bantu, aku Key, mau pesan apa?”, Key menghampiri pria yang duduk selama 15 menit di meja dekat pintu tanpa memesan apapun dari ia datang, pelayan yang lain mengatakan dia hanya ingin duduk disitu sebentar,sampai Key harus turun tangan. Pria berambut coklat kelam itu menoleh dan memarkan sederet giginya, ia tersenyum lebar, Key terkejut, senyumnya sangat indah,seperti apa yah … ehm, lembut dan hangat.

“Hai … akhirnya, Aku Lee Jinki, panggil aku Onew, aku mau pesan ayam goreng.”, dia tersenyum lebar. Key yang siap menulis dinote kecil dan menatap pria bernama Onew itu dengan alis berkerut.

“Mmm.. maaf Tuan, tapi kami tidak menyediakan menu ayam disini, disini coffeeshop, kau  hanya bis mendapatkan beberapa cup coffe dan juga cemilan kue tart,tiramisu dan–“

“Oke, aku pesan kamu saja!”, katanya memotong pembicaraan Onew. Key mengerutkan alisnya.

“Pardon?”, tanya Key, Onew hanya tersenyum lebar. Kemudian dengan sigap meraih tangan Key dan menggoyangkannya.

“Hai Key… aku pesan kamu sekarang menjadi temanku … auw… kau terlihat manis dari dekat.”, Katanya jujur, Key menganga.

“YAH!”, ia berteriak dan menarik tangannya. Kemudian ia pergi meninggalkan pria itu, setelah itu, ia akan datang selama 2 kali dalam seminggu, hari sabtu dan minggu, dan dia tidak akan memesan jika bukan Key yang melayani, jika Key tidak mau, dia akan menghampiri Key dicoffee stand, dan diam disana sampai Key membuatkan coffee untuknya.

. .

“Lalu … kau mau kemana,hyung?”, kata Key melirik jam ditangannya, pukul 10 malam, Onew menggaruk kepalanya sebentar.

“Hmm.. mau nonton dvd dirumah ku? aku baru saja membeli beberapa film kemarin, saat mencari ka–“, kemudian ia terdiam, Key memiringkan kepalanya, Ka—? apa? pikirnya.

“Oke, hmm … mau tidak?”, tanya Onew. Key tersenyum dan mengangguk setuju, sebelumnya ia menelpon adiknya bahwa ia akan pulang telat. Kemudian ia berjalan menuju apartemen ‘sederhana’ milik Onew, ya, ia tinggal sendiri, ia berkerja sebagai marketing dan sesekali Key bertandang ke sana hanya untuk merayakan ultahnya, atau menghabiskan malam hanya untuk berbincang. Mereka berdua sibuk, jadi tidak banyak waktu bersama, Key dengan coffee shopnya dan Onew dengan pekerjaannya.

“Welcome to my homesweethomeee~…”, Onew membuka pintu dengan lebar dan cepat masuk kedalam, ia melepaskan jaketnya dan berlari kedalam menyalakan pemanas ruangan, udara buan februari masih terasa dingin.

Key melepas boot nya dan jaketnya, kemudian berjalan perlahan, kemudian duduk disofa putih yang menghadap tv flat besar didepannya, untuk ukuran laki-laki, Key tidak pernah protes akan kebersihan Onew, dia cukup bersih.

“Here it is …my late valentine’s gift for you “, Onew menyerahkan sekotak besar berbungkus kertas kado kedepan muka Key.

Key yang sempat memejamkan matanya terbelalak, ia menerimanya ragu-ragu, dan melihat Onew yang tersenyum lebar. Kenapa pria ini suka sekali tersenyum? pikirnya.

“A-apa ini?”, Key mengamati dengan seksama. Onew duduk dilantai didepa Key menyilangkan kakinya.

“Open it!”, kata Onew, Key diam sesaat, setelah mendapatakan anggukan sekali lagi dari Onew dia membuka kertas kado itu perlahan, dan ada kotak berwarna pink besar, ia membukanya, matanya terbelalak, dia menutup mulutnya.

“H-Hyung … i-ini kan… k-kau kenapa…?”, Key speechless tidak tahu harus bilang apa.

“Kau suka? baguslah ~…”, Onew menepuk tangannya sekali dan terkekeh. Key menatap benda didepannya dengan seksama sambil mengangguk semangat. Ia mengeluarkan sepasang sepatu Nike terbaru, dan itu sepasang sepatu yang ia lihat di mall minggu lalu, dan saat ia kembali 4 hari lalu, sepatu itu sudah tidak ada, dan sekarang Onew memberikan sepatu yang sama padanya.

“H-hyung … gomawwooo~~ …”, Key memeluk Onew dengan erat. Onew terkejut tapi kemudian ia mengeratkan pelukan dipinggang Key.

“I love you Key ..”, bisik Onew ditelinga Key, Key melepaskan pelukannya dan menatap Onew terkejut.

“A-apa?”, Key bisa mendengar jelas, hanya saja … Onew berdiri hanya dengan lututnya menghadapa Key, ia perlahan menyentuh pipi Key dan memajukan wajahnya ke arah Key.

“I love you Key … i always have … from the 1st time we meet ..”, bisiknya sebelum mencium bibir pink Key dengan lembut, tubuh Key kaku sesaat, namun perlahan ia memejamkan matanya, menerima ciuman lembut dibibirnya, kemudian ia terkesiap, dan mendorong tubuh Onew.

“Kenapa?”, Onew bingung, Key menunduk.

“Tung-tunggu … bukannya kau … sudah punya pacar Hyung? Jessica noona?”, tanya Key pelan. Onew tersenyum dan mengangkat dagu Key dan menatap matanya.

“Dia itu sepupuku sayang …”, bisik Onew dan mencium bibir Key lagi dengan lembut, Key kali ini tersenyum dan membalas ciuman dibibirnya. Ia melingkarkan tangannya keleher Onew untuk mendalam ciuman mereka, Onew menjilat bibir Key untuk membiarkan lidahnya masuk kedalam rongga mulutnya, Key membiarkan Onew melakukan itu, perlahan tubuhnya terbaring diatas sofa, tanpa melepas ciuman mereka, desahan hanya didengar dari bibir mereka masing-masing.

Perlahan tangan Onew menarik baju Key melewati kepalanya dan melemparnya ke arah lain, begitu juga Key pada Onew. Mereka melepaskan ciuman sesaat, SHIT! FUCK WITH THE AIR! Mereka bertatapan satu sama lain, Key memainkan rambut Onew, dan Onew kembali mencium leher Key, menghisapnya dan meninggalkan tanda disana, tangannya turun ke belt Key dan Key melakukan hal yang sama, mereka toples sekarang.

Ciuman Onew turun ke dada bidang Key, merasakan setiap inci kelembutan tubuh putihnya, dan Onew mengulurkan jarinya, Key mengerti maksudnya, ia menghisap jari Onew perlahan, dan kemudian Onew menariknya dan perlahan memasukkannya ke lobang Key, Key menggigit bibirnya menahan sakit, dia memejamkan mata dan membiarkan kepalanya rebah disofa, Onew mencium bibir Key untuk menghilangkan sakitnya, dan menambah jarinya yang lain membuat tubuh Key terpaku sejenak.

“T-there!”, teriak Key, Onew mengerjamkan mata.

“Apa?”, tanya nya, ia memproses sejenak kata-kata Key, ia mengerti, kemudian ia melakukannya dan menyentuh bagian sensitif didalam Key sekali lagi yang membuat Key mengerang. “Aah!”, namun Key merasa kecewa karena Onew menarik jarinya keluar dari nya, serasa ada yang kosong, namun saat ia ingin menatap Onew, ia merebahkan kepalanya lagi.

“Aaah….H-hyung …”, ia menjerit kesakitan, ia mengigit bibirnya, air matanya mengalir, ujung member Onew perlahan masuk menggantikan jarinya.

“S-sorry Key … j-just relax..”, ia mengerang sedikit, sambil mencium leher Key, kemudian ia tiak bergerak ia hanya menggerakan badannya perlahan, ia takut menyakiti Key.

“H-hyung …j-just move… its hurt …”, Key menggerakan pinggulnya, Onew memegang tangan Key dan mengikuti perintahnya, ia menggerakan badannya lebih cepat, Key mendesah seiring badan mereka menyatu.

“a-aku mencintaimu Hyung…”, kata Key, Onew tersenyum dan mencium bibir Key lagi.

“A-aahh.. H-hyung … i-im ..c-c-cum…”, Key berteriak, dan Onew juga, kemudian Onew jatuh tepat diatas badan Key, membernya masih berada dalam tubuh Key. Mereka tetap seperti itu beberapa saat mengatur nafas, sampai Onew mengeluarkan membernya membuat Key mendesis kecil, kemudian berbaring disamping Key, memeluk pinggang dengan erat.

“I love you Kim Key-bum..”, bisiknya, sambil mengambil jaket terdekat dan menutupi tubuh mereka.

“Love you too Lee Jinki…”, bisik Key. Ia memejamkan matanya, ia lelah.

. .

Key membuka matanya, dan mengusap mata kantuknya perlahan, ia merasa bukan dikamarnya, udaranya berbeda, dan ruangan ini terlihat putih bersih, ia merasakan gerakan dibelakang punggungnya dan dipinggangnya, ia menoleh, yah benar, ia tersenyum, Onew berbaring tepat dibelakangnya memeluk erat pinggangnya, ia membalikkan tubuhnya perlahan, menatap secara seksama wajah didepannya, sejak kapan ia berada di atas kasur? seingatnya semalam … wussh, wajah Key sontak memera mengingat apa yang terjadi.

Key mengangkat tangannya, bergerak menyentuh rambut, beralih ke mata, hidung, pipinya yang lembut dan chubby, kemudian ke bibirnya, ia tersenyum, ia bersyukur itu bukan mimpi.

“Kau suka apa yang kau lihat?”, Key terkejut, Onew berbicara saat matanya masih tertutup, kemudian senyum lebar mengembang diwajahnya seraya ia membuka mata, dan melihat sosok Key yang tersenyum.

“Morning …”, sapa Key mencubit pipi chubby Onew.

“Morning baby~ …”, Onew mencium bibir Key sejenak, wajah Key memerah saat mendengar ia dipanggil ‘baby’

“Mmm.. hyung…”,

“Ya?”.

“Boleh aku tanya sesuatu? kau bilang kau menyukaiku dari awal kita bertemu? maksudnya? sejak kapan?”, tanya Key. Onew tersenyum ia membelai rambut Key.

“Waktu itu mungkin kau tidak ingat, saat aku sampai disini aku sangat lapar, dan aku duduk di depan tokomu, saat itu sudah hampir tengah malam, lalu aku melihat kau keluar dari toko, bertanya padaku apakah aku punya tempat tinggal, aku mengangguk, dan kukatakan aku lapar karena dompet ku hilang, lalu kau dengan tersenyum menarik lenganku dan mengajakku makan ke kedai ayam terdekat, lalu … ya sudah …” jelas Onew panjang lebar. Key terdiam, ia menganga lebar.

“K-kau .. pria… itu.. maksudku .. kau kan…”, Key berusaha mengingat dengan jelas sosok Onew saat itu, well, passion Key is fashion, dan menurutnya saat itu Onew sangat …

“I know, im not fashionable right?”, Onew terkekeh, “Well, messy hair, baju kebesaran, celana potongan chutbry, dan kacamata besar,dan—“,

“And you look so weird and freak.”, tambah Key meledek, kemudian mereka tertawa.

“Tapi kau menolongku !”, kata Onew mengeratkan pelukannya. Key tersenyum, ia membelai wajah Onew.

“I dunno .. i just … want to help you …”, kata Key, benar, dan ia tipe orang yang tidak mudah dekat jika tidak mengenalnya dengan baik, dan ia orang yang berhati-hati dalam menilai seseorang. Onew mengeratkan lagi pelukannya.

“Thats why i love you though.”, jelas Onew. Key mengangguk mengerti.

“Oh, dari mana kau tahu aku ingin sepatu itu?”, tanya Key lagi.

“Hehehe … feeling.”, jawab Onew terkekeh. Key mencubit pipi chubbynya lagi.

“Aku akan membuat sarapan untukmu …”, kata Key berusaha turun dari kasur. “Auw!”, namun ia jatuh lagi dikasur, badannya terasa sakit, pinggang dan bagian selangkangannya.

“AIGO! kau tidak apa-apa Key?”, Onew merengkuh tubuh Key, Key hanya mengangguk tapi masih merasakan sakit. “Maaf Key …maaf…”, Onew memohon maaf, Key menjitak kepalanya.

“Pabo! im fine … just little sore …”,Key menggembungkan pipinya.

“Oke, wait here … ill make breakfast for us.”, Onew berdiri dan memakai celana boxernya dan berlari kedapur, Key tersenyum mengikuti Onew dengan matanya.

“Ng … onew hyung!”, panggil Key.

“Yes?”, teriak Onew dari dapur.

“Can you ..just to be my breakfast?”, ledeknya. Tidak ada jawaban, namun kemudian Onew muncul dengan senyum terkembang.

“Yah~ … my Key-bum so pervert.”, goda Onew.

“Auw! Hurt!”, teriak Key saat Onew jatuh diatasnya.

“Sorry…”, balas Onew. Kemudian mereka berciuman lagi, kali ini benar-benar sangat mesra.

HAPPY LATE VALENTINE ONKEY! :*

(Unedited)

P.S :

HOW? hehehehe… you like it guys?

i know you love me right?

i felt like a pervert, but i love Onkey so much!!

SO, LEAVE A COMMENT IF YOU LIKE IT.

THANKS FOR READING

SEE YA POPPO :*

Advertisements

65 thoughts on “[late’Valentine/Onkey(Rate)] Late Valentine’s gift

  1. haha kebayang pertemuan pertama onkey omo..
    demi ayammmmm onew please dech kamu tu tetep ganteng kog meski dandan kayak apapun haha
    huft key hadiahnya kalo gak bermerk, nonsense lah ya XD
    haha key disini lebih pervert dari jinki kkk~~

  2. kirain onew orangnya polos 😀
    abis dia keliatan ngegemesin sih waktu ngajak key jalan makan ayam.. apalagi pas cerita awalnya si onew duduk di caffe nya key tp nggak mesen apa apa.. cuman mau mesen key sambil senyum..
    kan ngegemesin 😀
    tp ga tau nya da pervert juga ya.. abis ngasih kado.. ngunggapin cintanya trus langsung nyerang :v si key nya juga sama sama rada pervert.. 😀
    udahlah nih dua orang emang cocok 😀

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s