Yes,Thinking of you part.2 of?


Foreword: Haii semuaaa~~~ … apa kabar? masih setia nunggu kelanjutannya nggak?. Sorry lama updatenya, lagi banyak urusan dikampus, dan ada beberapa masalah internal yg bikin gue jd gak mood buat nerusin nulis nya😦 … So, i hope its will be good enough …🙂 I NEED YOU COMMENT JUST SAY WHAT YOU WANT, N I LL FIX THAT … OKE? PLEASEEE ….

> REPLAYING COMMENT<

@Angeloc : nyaaahh~~ kau akan tahu di bagian ini akan menjadi Jjong atau a’a Minho… hehehehe :))

@silver91 : hmmm, maybe i’ll agree with you, i love 2min couple more than Joontae,though hahahaha :p

@minholic : THIS IS IT BABY~~~ heheheh🙂

SUMMARY :

Ia perlahan membuka pintu, matanya menuju ke bawah, tidak ada sepatu pun, tidak ada keberadaan seseorang datang ke kamarnya, ia menaruh tasnya dekat pintu dan mengambil payung didekat pintunya, saat ia berbalik, sosok tubuh besar menghapirinya, dan BRUK!!

“H-hyung …”, badannya gemetar ketakutan.

Ia tidak bisa bergerak, badannya kaku, dan tubuh itu menibannya dengan kencang.

PART 2

STAY WITH ME

TAEMIN POV~

OH,CRAP!! Jantungku benar-benar berdegup kencang, aku takut siapa yang datang ke apartemen ku, tapi nafas ini, bau tubuh ini, dan juga panas tubuh ini …wait,panas?? OH GAWDDD~ …

“Minho hyung?!, Minho berguling ke sebelah ku, aku langsung mengangkat lehernya. Oh tidak! bagaimana ini?

“Minho Hyung … sadarlah, hei … Minho hyung…”, aku menepuk-nepuk pipiny pelan untuk membuatnya sadar, tapi percuma, dia tetap menutup matanya, nafasnya berat, dan keringat mengucur deras di wajanya,dia demam! bagaimana ini? jalan pertama aku harus mengangkatnya ke kasur … tapi … oh tidak, dia berat sekali…

“Minho hyung.. pleasee.. bangun.. aku tidak kuat mengangkatmu hyung …”, aku menyontakkan badannya lagi, dia tidak bergeming, aku mengelus pipinya dengan cepat, dan menghapus semua keringatnya.

“Minho hyung… banguuun~…”, air mata ku hampir menglair karena frustasi, kalau tidak cepat panasnya akan semakin tinggi.

“Tae …min …”, ia berusaha berdiri, nafasnya sangat panas, dan dapat kurasakan diwajah ku, entah karena nafasnya atau kedekatan ku saat membantunya berdiri membuat wajahku memerah, tidak kali ini Taemin …

Dia berdiri dan tangannya merangkul dipundakku, aku perlahan menuntunnya ke kasur ku, karena itu yang paling dekat, aku merebahkannya disana, membuka sepatunya, dan membuka jaketnya, dia berkeringat hebat, bagaimana ini? harus lakukan sesuatu… pertama ganti bajunya yang basah! hah? enggh … AH SHITT! JANGAN ADA PIKIRAN PERVERT SEKARANG TAEMIN, DIA HANYA HYUNGMU INGAT ITU!!

Aku mengambil kaos dilemari bajunya, dan berjalan ke arahnya, aku menarik nafas dan memejamkan mata sejenak, oke relax Taemin .. ini hanya seorang Minho, dia punya badan yang sama, dan yess, kau pernah melihatnya,dan sama seperti badan Joon dan juga badanmu, just relaxx~~ fyuhhh~ …

Aku mulai menarik ujung bawah bajunya, dan mengangkatnya pelan, perlahan bagian perutnya terlihat, waw, dia sixpack, kemudian ke bagian bahunya, dan melewati tangannya kanannya, dia bergerak sedikit dan membuatku terpaku sementara.

“Ng …Taemin…K-kau mau apa?”, dia berbicara, sambil berusaha menghindar, dan menjauhkan tanganku. Aku malu sekali.

“A-aku mau melepas baju mu, kau..berkeringat Hyung …ini tidak baik dipakai saat kau demam…”, kataku pelan, Minho mengangguk dan melepasnya sendiri, kemudian aku membantunya memakaikan bajunya,kemdian ia terkulai lagi, perlahan aku sentuh keningnya dan memeriksa dengan suhu ku sendiri. Dammit! panas sekali …

Aku berlari ke dapur, mengisi baskom dengan air dan mengambil anduk kecil, hanya ini pencegahan awal. Aku duduk disampingnya, dan mulai mengompres keningnya dengan anduk basah, mencegah panasnya lebih tinggi. Aku memandangi tubuhnya, namun lama-lama ia bergetar hebat,dan giginya gemeretak, ia kedinginan, aku semakin panik, aku berdiri mengambil selimut lain dan menyelimutinya, aku merapatkan ketubuhnya untuk tetap hangat.

“Hyung … kau dingin? hyung .. aku akan panggilkan dokter sebentar.”, Aku berbisik ditelinganya, saat aku mau melangkah tangannya mencengkram lenganku, dan menarikku sehingga aku jatuh tepat disampingnya, nafasnya yang panas menghembus tepat diwajahku yang membuatku merinding …

“…s-sini…”, aku mengerutkan alis.

“A-apa hyung?”, aku mendekat ke mulutnya, ia menarikk lebih dekat, dan memelukku.

“T-tetap di..sini…”, bisiknya, aku merasakan mukaku memerah, perlahan aku merebahkan posisi tepat disebelahnya, dan masuk kedalam selimut memeluk tubuhnya erat.

“Ya..aku disini Hyung …”, membenamkan wajahku ke dada bidangnya, aku merasakan badannya sangat panas, tapi membuatku nyaman, entah mengapa, aku merasa mencurangi nya, dan juga … mencurangi Joon.

. .

Aku mengerjapkan mataku, dan menguap sambil mengusap mataku dari kantuk, mencoba melihat pancaran sinar yang masuk dari jendela dan fentilasi kamarku, aku bergerak sedikit, tapi sebuah tangan melingkar tepat dipinggangku, aku sontak menoleh ke belakang kepalaku, Minho hyung?? mataku terbelalak, namun aku sadar … ya benar, aku tertidur semalam saat Minho hyung jatuh pingsan.

Aku memandangi sosoknya yang masih tertidur pulas, aku melihat jam dinding, pukul 6 pagi, aku mengulurkan tanganku ke keningnya, merasakan sebentar, kemudian aku tersenyum, bersyukur panasnya telah turun. Perlahan tanpa maksud membangunkannya aku duduk diatas kasur tepat disampingnya, aku merapatkan selimutnya, dan mengusap wajahnya perlahan, dan kemudian aku turun dari sana untuk ke dapur menyiapkan bubur untukya, aku harus cepat, karena ia aku akan ada kelas pagi.

Setelah aku memastikan semua makanan aku letakan diatas meja belajar dekat kasurku, dan aku sudah siap pergi ke kampus, aku menghampirinya sejenak, aku menelan ludah, dengan gugup aku mengulurkan tanganku menyentuh kepalanya dan entah setan apa dikepalaku, aku mendekat ke arahnya, dan mencium bibirnya, aku kaget dengan yang aku lakukan, aku menutup mulutku, jantungku berdegup kencang. Dan yang aku tahu aku cepat keluar dari kamar, dan berlari keluar apartemen, aku berlari sangat jauh sampai ke taman dekat apartemen … nafas ku tersenga, STUPID! AISSSHHHH~~~ why Taemin? dammit heart beat! stop fucking beating!!

. .

MINHO POV~

Aku membuka mataku perlahan setelah mendengar pintu kamar tertutup rapat dan langkah kecil itu menghilang, aku memegang dadaku sendiri, aku merasakan jantungku berdebar kencang. Aku tahu semuanya, dan aku menyadarinya, semua … dari awal hingga akhir, dari apa yang terjadi padaku semalam … sampai beberapa detik yang lalu.

Aku memandang langit-langit kamar, kenapa? kenapa harus Taemin? dan kenapa perasaan ini harus timbul lagi …? aku menyentuh bibir ku yang masih bisa merasakan kelembutan bibirnya, aku menutup wajahku, andweee~ ini tidak boleh, ini tidak harus seperti ini … Kenapa aku membiarkan ini terjadi padaku?

“Shit! He’s NOT your mine,MINHO!” makiku kesal, kemudian aku menoleh kesamping kasur, aku berdiri, dan mengambil secarik kertas yang terletak disamping makanan yang disediakannya.

GWS Minho hyung~~ aku buatkan bubur, makanlah selagi panas, aku harap bisa membantu memulihkan tenagamu … >////<

from : Taeminniie :))

aku tersenyum, dan mengambil mangkok berisi bubur abalon, aku menghirup aromanya, sangat enak … aku menyendoknya sedikit kemulutku, aku terkejut, sejak kapan Taemin bisa memasak seenak ini? tanpa kusadari aku menyendok lebih banyak lagi, bukan karena aku tidak pernah makan bubur sebelumnya, tapi … ini rasanya berbeda, entahlah, mungkin karena Taemin.

. .

3RD POV~

Taemin berjalan dengan langkah cepat, ia harus cepat sampai rumah, sial, ini semua gara-gara project barunya, semua hasil karyanya harus selalu ia sempurnakan, ini semua karena ia tidak akan menyianyiakan beasiswa yang ia peroleh saat lalu dan menuntutnya bekerja sekreatif mungkin, walau Key hyung sedikit membantunya, tapi ia juga sibuk karena projectnya sendiri.

“Minho hyung im home~ …”, Taemin melepas sepatunya dan berjalan masuk.

“Yes, aku didapur Taeminnie…”, teriaknya, Taemin berjalan ke arah dapur.

“Hyung, apa yang kau lakukan?”, Taemin berjalan mendekat setelah melempar tasnya ke lantai, ia melihat Minho menggunakan celemek dan berdiri didepan kompor memegang centong.

“Aku membuat sup untukmu …”, katanya menggaruk lehernya yang tidak gatal. Taemin melirik kebalik badan Minho, ia sedang membuat sup daging untuknya, dan itu terlihat yummy … Taemin hampir menjatuhkan liurna menghirup baunya.

“Tapi kau kan baru sembuh Hyung …biar aku saja.”, Taemin interupsi dan menggulung lengan bajunya.Minho berbalik dan mendorongnya sehingga duduk dikursi, Taemin mengerutkan alisnya.

“Kau lebih baik diam, atau pergi bersihkan dirimu, setelah itu makan malam.”, perintahnya tersenyum simpul dan kembali kedepan kompor. Taemin tersenyum, kemudian ia berdiri dan masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya, peluh yang selama sehari serasa hilang jika menyentuh air hangat menyiram tubuhnya.

. .

Minho mengampiri Taemin yang duduk dibalkon belakang apartemennya yang langsung menghadap ke perumahan dan pemandangan gedung dan juga jalan raya, ia duduk disamping Taemin meletakkan potongan buah apel disampingnya dan memberikan susu banana pada Taemin.

“Terima kasih~…”, Taemin menyengir senang, dan dengan cepat menyeruput susunya dengan semangat, Minho berdecak, kenapa perut anak ini bisa sangat melar, tubuhnya kecil, tapi nafsu makannya banyak, padahal baru saja mereka menghabiskan sup daging mereka, dan Minho bersyukur Taemin menyukai masakannya.

“Taemin …”,

“Ya?”, Taemin menatap Minho dengan tatapan polos, Minho berdiam sebentar, entah mengapa mata itu bisa membuatnya terpaku sesaat.

“Ng.. terima kasih sudah merawatku semalam.”, jelas Minho, Taemin terkikik, kemudian ia menarik tangan Minho dan menyenderkan tubuhnya sebentar kearahnya , bergelayut dengan manja.

“Your welcome…”, balas Taemin sambil terkekeh. Minho mengelus kepalanya dengan lembut, entah mengapa Taemin merasa nyaman, ia tidak mau melepaskan pelukan ditangan Minho, dan Minho juga bingung, kenapa ia tidak menolak sama sekali, mereka diam sesaat, tidak ada kata yang terucap, mata mereka menatap lurus kedepan, mendengarkan debaran masing-masing, dan juga kehangatan diantara mereka.

“Aku … sayang padamu Hyung …”, Taemin berbicara, Minho melihat kearah Taemin tidak bicara apapun, hanya menatap tubuh kecil disampingnya, perlahan Taemin mendongak dan menatap tepat dimata besar Minho mencari sesuatu disana dibalik tatapan mata itu,entah apa, tapi ia penasaran kenapa seakan sosok didepannya sering terlintas dibenaknya, Minho tersenyum, ia membelai kepala Taemin dan berakhir dipipi kirinya, ia meletakan tangannya disana.

“Aku juga sayang padamu,Taeminnie…”,jawabnya tersenyum.

Taemin dan Minho tersenyum namun kemudian mereka tertawa, mereka tidak mengerti apa yang lucu, tapi mereka merasa getaran diantara mereka membuat nya terasa aneh dan … hangat. Mereka tertawa sampai air mata mereka mau keluar, Taemin  sontak menggenggam tangan Minho dan Minho juga menggenggamnya, menahan tubuh mereka tidak terjengkak karena saking keras tertawa, lama-lama mereka berhenti, dan menatap satu sama lain …

“Mm … aneh …”, kata Taemin menoleh ke arah lain. (masih berpegangan tangan). Minho tidak berkata apapun, namun hanya menarik nafasnya. Dan perlahan jarak mereka semakin mengecil, perlahan Taemin menoleh ke arah Minho, dan Minho menundukan sedikit tubuhnya, Taemin menunduk ia merasakan jantungnya berdebar kencang, dan Minho menurunkan sedikit posisi wajahnya, mereka merasakan nafas masing-masing semakin dekat, Minho memiringkan wajahnya, perlahan menutup matanya, dan tanpa hitungan detik bibir mereka menyatu, lembut … dan penuh perasaan, Taemin sempat terkejut, namun ia perlahan menutup matanya, Minho tersenyum disela ciumannya.

Perlahan ia memajukan tubuhnya, melepaskan genggamannya dan menyentuh lembut pipi Taemin, membelainya dengan sayang. Taemin menarik baju depan Minho, kemudian Minho menjilat bibir bawah Taemin, meminta ijin membiarkan lidahnya memasuki rongga mulut Taemin, dengan canggung Taemin membuka mulutnya, dan Minho menjelajahi rongga mulut Taemin, mencari lidah nya dan membiarkan mereka bermain dengan indah.

Taemin meletakkan tangannya dibelakang leher Minho, menginginkan ciuman yang lebih dalam, perlahan tubuhnya jatuh kelantai, dan Minho tepat diatasnya, ciuman mereka berlanjut, seraya tangan Taemin memainkan ujung belakang rambut Minho, dan Minho tidak hentinya memberikan belain dirambut dan pipi Taemin. Jika didunia ini tidak perlu udara,maka mereka tidak akan melepaskan ciuman mereka untuk sejenak mengambil nafas.

Mereka menatap satu sama lain, tidak ada kata yang terucap, hanya debaran masing-masing yang di rasakan, dan Minho mulai mencium pipi Taemin, dan turun ketelinga, ke rahangnya, dan keleher putihnya yang seperti susu, Taemin memejamkan mata, ia merasa aneh, apa ini? Saat Minho mulai ingin meraih baju Taemin.

“S-STOP!”, teriak Taemin menahan gerakan tangan Minho, Minho terkejut apa yang ia lakukan, ia menarik dirinya dan melihat Taemin yang menatap dengan tatapan panik.

“M-maaf!”, Minho cepat berdiri dari posisinya, ia panik, menoleh ke lain arah, Taemin hanya diam tidak bergerak.

“A-aku akan keluar sebentar!”, kata Minho, dan secepat kilat mengambil jaket dan pergi dari kamar mereka.

Taemin memegang degup jantungnya sendiri, kemudia matanya melihat ke arah pintu dimana Minho pergi keluar. Ia terbangun, memeluk lututnya sendiri, membenamkan wajahnya ke lututnya, dan tangannya menyentuh lehernya, ia dapat merasakan hangat ciuman Minho masih terasa, air matanya megalir, ia terisak …

“Maaf …maaf …maafkan aku Joon hyung …”, gumamnya, dan ia terus menangis, ia merebahkan dirinya, dan memeluk dengkulnya, melingkar seperti udang, ia terisak dan terus menangis.

Disatu sisi, Minho yang berlari keluar langkahnya terhenti, ia berdiri di lobi, memegang kepalanya frustasi, ia memandang tangannya gemetar, tangan itu baru saja menyentuh setiap inci wajah dan tubuh Taemin, hatinya bergejolak.

“SHITT!!!”, ia memukul tembk disebelahnya, ia tidak lagi merasakan sakit ditanganya yang memerah. Ia hanya tahu ia melakukan kesalahan,kesalahan yang seharusnya dapat ia hindari …

*SHINee shout out*

Minho meraih ponselnya disaku celananya, menarik nafas sebentar meredam emosinya.

“Yoboseyo?”, sautnya.

“Minho? its me …Joon…”,

Mata Minho melotot, seakan matanya yang besar itu akan keluar dari cangkangnya, kemudian ia hanya diam mendengar penjelasan Joon, dan mengangguk mengerti, setelah ia menutup telponnya, ia menoleh sebentar ke arah lift, ia memutuskan untuk menenangkan dirinya dulu sebelum memberi tahukan apa yang Joon katakan padanya ke Taemin.

 

TBC~

(Unedited)

HINT FOR NEXT PART:

“Minnie, Just kiss me … would you?” kata Joon.

“No , i-i just cant hyung … aku mohon … aku tidak tahu …”kata Minho

“A-aku tahu Hyung, tapi ini tidak semudah yang kau pikirkan, k-kau tahukan? bahwa aku …aku.. mencintaimu.”, bisik Taemin pelan.

 

P.S:

WHAT DO YA THINK? MUAHAHAHAHAHA LMAO

YOU LIKE THIS PART?

AND CHECK ON THIS HINT WHAT I GAVE TO YOU SUUNDERS!

HOPE YOU LIKE IT

LEAVE A COMMENT

SEE YA ON PART 3.

ANNYEONGGGGGGGG~~~~🙂

 

51 thoughts on “Yes,Thinking of you part.2 of?

  1. jadi c tetem ge suka ama minho.. cuman g ngertinya itu c tetem adik tiri c ming apa gmana ya??.^_^

  2. 2MIN GALAU!!! oh come on… jng bimbang, br1lh kalian. joon~shi pst mengerti, y kn joon~shi?! relakn mrk brsm. brsedia?!

  3. kyaaaa minho oppa uda mulai brani ternya..
    untung minnie cepet2 ingat sama joon oppa.
    kalo gk kan kasian joon oppa ny,di 2 in..
    taeby kykny harus nentuin siapa
    yg harus dipilih,kalo gk semuany bkal tersakiti..termasuk aq

    #menghapkan joon oppa…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s