[Jongkey] Loving you


Foreword : yup, sumpah ini ide langsung aja pop out dari otak gue, dan gue langsung lari ke meja belajar dan brb buka lapcoy gue, sorry banget masih banyak tulisan yang salah, seperti biasa, saya adalah penulis yang malas, hell yeah lalalala~ hehe … Oh, ini akan ada sin se kyung, no offense to her guys, i love Jongkyung couple too, and hope they always together,amien🙂

SO CHECK THIS OUT, LEAVE A COMMENT IF YA LIKE IT🙂

by: SanniieW

Jonghyun pov~

“Hyung, kau jahat! setidaknya pikirkan perasaan Umma …”, Taemin berteriak padaku, air matanya mengalir, aku tidak mengerti apa maksudnya, tiba-tiba ia datang mengejutkanku sambil menangis dan memegang sebuah kertas.

“Taem … tunggu.. ada apa aku tidak mengerti?”, tanyaku berdiri dari posisi ku yang sedang asik meng compose lagu baru, aku berjalan mendekatinya, tapi kemudian ia menghindar, ia menatap ku dengan geram, dan air matanya mengalir.

“Taemin.. hei… ada apa? apa yang membuatmu menangis…?”, aku semakin tidak nyaman, kalau sampai yang lain tahu aku membuat Maknae mereka menangis, habislah … terlebih Minho.

“Taeminniie?”, OH CRAP!! Benar saja, pangeran penolongnya masuk ke kamar ku, kemudian ia bingung melihat kami berdua. Saat melihat Taemin menangis, wajahnya berubah geram …

“Yah! apa yang kau lakukan hyung? kenapa dia menangis …?”, katanya kemudian memeluk Taemin, aku menggelengkan kepalaku. “Sudah sudah Minnie … ada apa?”, tanyanya lembut, Taemin tidak menjawab, tapi kemudian ia hanya memberikan secarik kertas itu pada Minho, Minho membacanya dengan seksama, aku hanya menunggu ada apa ini?

Dan sedetik kemudian Minho menatapku dingin, dan beralih ke Taemin yang kini sedang terisak dan menghiccupe.

“Minnie … aku rasa ada salah paham, lebih baik kau tidak memperdulikan ini, ayo sekarang aku antar kau ke kamar, kau hanya lelah …”, kata Minho mengelus punggung Taemin, ia sempat mau berkomentar, tapi kemudian ia menunduk, dan sebelum mereka meninggalkan kamarku, mereka memandangku sekilas, aku mengerutkan alis.

“What the…?”, aku masih tidak mengerti, aku kembali duduk di atas kasur ku. Ponsel ku berdering, aku melihat nama di layar ponsel, Se kyung.

“Yoboseyo?”, sapa ku, namun pintu kamar ku terbuka, Onew dan Key yang berbagi kamar bersamaku masuk, aku melihat mereka menaruh tas mereka masing-masing, dan Onew keluar ke kamar mandi sementara Key duduk di kasurnya membereskan isi tasnya, aku masih berbicara ditelpon dengan Se kyung.

Key hanya sibuk membereskan peralatannya tanpa menoleh dan menyapa padaku, wajahnya terlihat lelah, jelas saja, aku sekarang berdiam diri didorm karena cedera kakiku.

“Key? kau baik-baik saja?”, tanya ku setelah menyudahi telpon dengan Se kyung.

“Hah? iya… aku aik-baik saja, aku mandi dulu hyung…”, katanya tersenyum, dan kemudian keluar dari kamar, tidak biasanya dia bersikap seperti itu padaku, ada apa dengannya?

..

Key pov~

Aku tahu siapa yang sedang berbicara ditelpo dengannya, aku berusaha untuk tidak menggubris keberadaannya, well… tidak aku pungkiri kalau aku sedikit menguping apa yang mereka bicarakan, Se kyung neh? aku sudah melihat semuanya, semua gosip yang beredar tentang mereka, dan aku? aku tidak akan pernah menjadi seseorang yang spesial untuknya.

Bahkan dia tidak tahu bahwa apa sebenarnya yang aku rasakan padanya selama ini, semua fansarvice yang selalu kami lakukan semata hanya untuk fans, tapi jika ia tahu aku selalu mengharapkan itu menjadi kenyataan, apakah aku terlalu berharap? i guess yes!

“Key? kau baik-baik saja?”, ia menatapku setelah menutup telponnya ‘No, aku tidak baik hyung. im sick of you, im sick loving you.’

“Hah? iya … aku baik-baik saja, aku mandi dulu Hyung…”, what a lie Key? aku hanya tidak mau berlama-lama dengannya, atau aku tidak akan bisa menahan air mataku lagi, aku tanggalkan pakaian ku satu persatu, dan menyalakan shower, badanku merespon setiap inci air yang jatuh, berikut bersama air mataku yang mengalir, aku berjongkok memeluk dengkulku dan membenamkan wajahku disana, aku menangis, im really love you Jong … you dont know that right?

. .

Jonghyun pov~

Sudah hampir 30 menit Key tidak keluar dari kamar mandi, aku menjadi khawatir, apa yang ia lakukan sebenarnya didalam sana? Onew hyung sudah terbaring dikasurnya setelah selesai mandi, aku bangun dari tempat tidurku, menuju kamar mandi dilantai bawah, melihat sekilas ke kamar Minho dan Taemin, mereka pasti sudah tidur lelap, aku masih tidak mengerti ada apa sebenarnya.

“Key …Key… kau masih didalam?”, aku mengetuk pintu kamar mandi, masih tidak ada jawaban, yang terdengar hanya shower yang menyala.

“Key… Key… sedang apa? cepat keluar,kau bisa sakit …”,aku berteriak lebih keras, tapi tidak ada jawaban, aku semakin panik, aku mencoba membuka knop pintu, tapi dikunci, itu jelas… aku semakin mengetuk pintu dengan brutal, dan tidak lama Key muncul dengan baju lengkap, dan kepalanya ditutupi handuk, aku tidak bisa melihat wajahnya, ia menunduk …

“Key.. apa yang kau lakukan?”, aku berusaha menyentuh wajahnya, tapi kemudian ia menepisnya.

“Aku … hanya ingin berendam saja…”, dia berjalan ke lantai atas, aku menarik tangannya, aku dapat melihat wajahnya memerah, kulit putih nya memerah seperti kepiting, ini pasti karena ia terlalu lama berendam, aku melihat tangannya yang keriput karena lama di dalam air.

“Key! kau kenapa? lihat wajahmu …kau—“

“AKU BILANG AKU TIDAK APA-APA! AKU HANYA LELAH!”, teriaknya, aku terkejut, ada apa dengannya, kemudian ia terlihat sedih, dan menarik tangannya dariku, dan masuk ke kamar, aku mengikutinya, namun saat aku ingin berbicara lagi, ia sudah terbaring di atas kasurnya dan membelakangi tubuhku, aku hanya dapat menarik nafas, dan aku kembali ke kasurku, sebelum aku terlelap, aku menatap punggungnya lama sekali, Key … please, whats wrong with you?

. .

Aku mengusap mata kantukku, aku ingin uang air kecil, aku turun perlahan dari kasur ku dan berjalan ke kamar mandi, setelah selesai aku ingin kembali ke kasurku, namun aku melihat kasur diseberang kasur Onew hyung yaitu tempat dimana Key tidur, ia tidak ada disana, aku memicingkan mata dikegelapan, siapa tahu aku salah lihat, dan tidak! kemana dia? aku melihat jam dinding, pukul 2 pagi.

Aku keluar kamar, mencari dikamar mandi bawah ia tidak ada, kemudian aku berjalan ke dapur ia juga tidak ada, keruang komputer, ruang tv, dan …wait, kenapa jendela balkon terbuka? Aku berjalan mendekati balkon, dapat kurasakan angin malam berhembus, aku merinding merasakan udara itu meniup tubuhku.

“Key..?”, aku memanggil namanya, namun aku melihat ia sedang duduk ditaman belakang pojok balkon, memeluk dengkulnya dan kepalanya ia letakan diatas tangannya menatap lurus kedepan, memandang lampu gedung, jalan, dan perumahan yang terbentang dari balkon dorm kami.

Aku mendekatinya perlahan, dan menyelimuti badannya dengan selimut yang ku bawa dari dalam dorm.

“Apa yang kau lakukan? kau bisa sakit Key…”, aku menyelimutinya dan duduk disampingnya, ia terkejut, namun kemudian ia kembali menatap pemandangan didepannya.

“Sedang mencari udara segar, aku tidak bisa tidur … dan … ingin menjernihkan pikiranku saja.”, katanya. Pikiran? apa dia punya masalah? ya right … dia pasti sedang punya masalah, aku tahu hanya dnegan melihat sikapnya padaku …

“Kau tahu, kau bisa bercerita padaku Key … kau berpikir tentang apa?”, tanyaku.

” …ng …Cinta?”, katanya memiringkan kepalanya, aku mengerutkan kening, cinta katanya? dia sedang jatuh cinta dengan siapa? hell no… apa dia sudah menemukan seseorang yang ia cintai?

“Siapa …?”, bisikku, dan aku rasa ia cukup mendengarnya, aku terlihat bodoh menanyakan hal ini, bodoh karena aku tahu, aku tidak menerima kenyataan dia menyukai pria lain …

Dia menarik nafas, dan menurunkan kakinya, kemudian ia merapatkan selimut dipundaknya dan menyenderkan kepalanya dipundakku, aku tidak berkata apapun, aku menunggu sampai ia mau bicara …

“Kau mau tahu yang sebenarnya…?”, tanyanya.

“Hmmm…”, aku bergumam seperti berpikir, tidak, aku tidak ingin tahu.

“Kau hyung, aku jatuh cinta padamu, dan kau tidak pernah tahu.”, katanya pasti, tanpa keraguan, tanpa ada kata terbata, aku terkejut, jantungku berdetak cepat. Saat aku ingin mengatakan sesuatu, ia menegakkan tubuhnya, dan menatap ke arahku.

“Tapi kau tidak usah khawatir hyung … aku tidak akan memaksamu untuk mencintaiku …”, ia tersenyum miris. “Aku hanya ingin kau tahu hyung, bahwa selama ini aku mencintai mu, oh tidak … sejak kita bertemu. Dan …”, ia menunduk, aku dapat melihat badannya begetar. “Aku …tidak akan memaksamu… untuk berubah menjadi seorang gay …”, katanya pelan, dan itu masih terdengar dengan jelas ditelingaku, sangat jelas. What a stupid boy, Key?

Aku mencoba mengangkat dagunya, tapi ia menoleh, berusaha menghindari tatapanku, aku menggunakan tanganku yang lain dan mengatupkan kedua pipinya dengan kedua tangan ku dan menghadapkannya ke wajahku, aku menatap matanya, berusaha memberikan tatapan serius padanya. Aku baru melihat matanya membengkak, dan pipinya terlihat sembab, ia menangis? apa dia menangis dari tadi dan aku tidak mengetahuinya? apa ini karena aku? kenapa aku bisa sangat bodoh bisa membiarkan orang yang aku CINTAI menangis?

Aku tidak berkata apapun, tindakan lebih baik dari pada perkataan, dan itu hal yang lebih mudah menurutku, aku mendekatkan wajahku padanya, memperkecil jarak diantara kita, dan perlahan aku mencium bibirnya, bibirnya yang lembut, aku dapat merasakan dia terkejut dengan tindakanku, itu karena tubuhnya menegang, namun kurasakan ia menarik bajuku untuk lebih dekat dengannya, kemudian aku melingkarkan tanganku kepinggangnya yang ramping, menjilat bibirnya memintanya memberikan akses lidahku untuk memasuki rongga mulutnya, perlahan ia membuka mulutnya juga melingkarkan tangannya dileher ku, kami memperdalam ciuman kami, terasa hangat, aku dapat mendengar degup jantung kami masing-masing.

Sampai akhirnya kami melepas ciuman kami, siapa yang tidak butuh udara? kami butuh, walau kami tidak ingin ini berakhir, aku bernafas pelan diwajahnya, kening kami saling menyatu satu sama lain …

“I love you Key … i always have, love you more though.”, kataku pelan, memejamkan mata dan merasakan nafas kami menyatu.

Namun ia tidak membalas, ia memundurkan wajahnya, aku menatap matanya, tersirat kebingungan dimatanya, aku tidak tahu itu apa…

“Tapi se kyung…”, bisiknya menoleh ke arah lain, aku terkejut, Se kyung katanya? aku berusaha mencerna ucapannya, and click … aku tahu ada apa sebenarnya, aku tahu dari mulai sikap Taemin dan Minho, apakah ada hubungannya dengan sikapku terhadap Se kyung? dan Key khawatir akan hal itu, ia berpikir bahwa aku dan Se kyung…

“Key …”, aku meraih dagunya lagi, kali ini ia menatapku. “Dengarkan aku, aku tidak tahu apa yang kau dengar dan kau lihat tentang ku dan Se kyung … yang perlu kau tahu, kau harus percaya bahwa aku hanya mencintaimu, i always loving you Key …”, ia mulai menagis, aku mengelap air matanya.

“Aku hanya membantunya untuk berpura-pura kepada kedua orangtuanya bahwa aku pacarnya, karena ia tidak mau orang tuanya tahu bahwa ia…seorang lesbian.”, kataku, Key terkejut, dan aku mengangguk bahwa aku tidak berbohong.

“Key… aku tidak akan mencurangi mu dan pergi darimu … i love you so much Key… what do you think?”, aku mengatup kedua pipinya dan menatapnya dengan puppy eyes ku, bukan untuk meledek, tapi ini benar tatapan asliku, tatapan berharap …

Ia menarik nafas, “Pabo! kenapa tidak dari dulu kau mengatakan ini…pabo!”, ia memukul dadaku.

“Maaf Key…”, kata ku menggenggam tangannya. Kemudian ia berdecak kesal, dan memelukku erat.

“Dammit! I love you more than you love me … pabo!”, katanya, aku terkekeh, dan mengelus lembut punggungnya. Kami berpelukan lebih lama.

“Jadi, bisakah kita masuk? aku kedinginan Key…”, kataku, Key melepaskan pelukannya dan terkekeh, ia melihatku hanya memakai piyama ku saja, dan hell yess!! aku kedinginan …

“Oke …”, ia berdiri dan menarik tanganku masuk, aku melingkarkan tanganku dipinggang rampingnya.

. .

Key pov~

“Morninggg umaa~~….OMO!!”, aku dan Jonghyun sontak melepaskan morning kiss kami karena melihat Taemin berdiri diambag pintu dapur, ia menutup bibirnya, dan Minho yang datang bersamanya berusaha menutup mata Taemin namun ditepisnya.

“Ng … hai… Minnie… mau sarapan apa? ng.. ini ada scramble eggs, nasi goreng, toast, atau…”, kataku panik. Jonghyun hanya berlalu dan duduk dikursi meja makan menyeruput teh nya.

“UMMA! tadi kau dan …”, Taemin diam sejenak, aku menarik nafas, dan menghampirinya.

“Yess baby … you know exactly what you saw .. “, kataku mengusap kepalanya dan berjalan ke arah Jonghyun lalu berdiri dibelakangnya dan memeluknya erat. “Kami umma dan appa mu …”, kataku tersenyum dan mendaratkan ciuman dipipi kiri Jonghyun.

Taemin menganga, namun kemudian ia tersenyum lebar dan memeluk Minho yang duduk menikmati susunya.

“Minho hyung lihat..lihat… mereka umma dan appa..lihat lihat hyung…”, dia menarik lengan Minho dengan semangat.

“Ya ya … benar kan kataku… mereka akan baik-baik saja..”, Minho menarik pinggang Taemin dan menyuruhnya duduk disamping kursinya. Taemin mengangguk setuju, dan menatap aku dan Jonghyun dengan senyum lebar.

“Ng … maksudnya apa?”, tanya Jonghyun, aku juga menatap 2min couple tidak mengerti.

“Hai… morning guys, eh, coba lihat apa yang aku temukan…”, Onew hyung masuk dan membawa secarik kertas ditangannya, aku mendekat ke arahnya dan melihat isi kertas itu, aku membacanya dengan seksama, kemudian Taemin menghampiriku, ia terkejut.

“Yah! i-ini bukan apa-apa hyung … jangan dihiraukan oke … hanya gosip, ingat hyung .. gosip..”, kata Taemin panik.

Aku hanya menatapnya bingung, ia hampir menangis,lalu aku berdecak dan duduk disebelah Jonghyun memeluk lengannya.

“Tidak apa-apa Taemin … “, kataku tersenyum. “Aku hanya mencintai appamu, dan aku tahu dia juga mencintaiku…”, kataku mencium pipi kanannya. Jonghyun hanya memiringkan kepalanya tidak mengerti apa-apa.

Taemin tersenyum melihat tindakanku, kemudian ia meremas kertas itu dan membuangnya ketempat sampah dan kembali duduk disamping Minho bermanja dengan pangerannya itu.

“Ada apa sih?”, tanya Onew hyung tidak mengerti. Aku memutar bola mataku.

“Nothing hyung … lebih baik kau makan ayam mu ini, sebelum aku memakannya…”kataku menunjuk ayam diatas meja sengaja kusiapkan untuknya.

“AYAM!” teriaknya dan mengambil sepiring ayam itu dan duduk dengan nyaman, iuw… onchicken .. what a freaky chicken holic!

“Ng … ada apa sih?”, kali ini Jonghyun yang bertanya, aku menoleh ke arahnya, dan menyengir lebar

“Nothing baby … just eat you breakfast already oke?”, aku berkata sebelum mendaratkan ciuman dibibirnya, dia berdecak mengangkat bahunya,seakan tidak peduli.

Well, hanya sebuah gosip diinternet sama seperti yang aku lihat sebelumnya, dengan judul Jonghyun SHINee dan artis muda Shin Se kyung tertangkap kamera sedang berkencan, dan bla bla bla … and,Yess, im already knew the real fact from my lovey dino head! thats only a scandal that he made with her. And i really know that he always loving me, and so do i.

 

END🙂

(UNEDITED)

P.S

WHAT YA THINK…

CIEEEEE~~ akhirnya gue bisa juga nulis Jongkey couple… jadi terharu.

hahaha narsis!

LEAVE A COMMENT IF YOU LIKEEEYYYY :))

27 thoughts on “[Jongkey] Loving you

  1. KYAAA JONGKEY!!! Judulnya kayak lagu sistar~ loving youuu~ you~~~
    aigoo~ manis banget!! manis banget~ aku ampe merinding bacanya gara-gara kemanisan TT_TT
    apalagi yang pas mereka kisseu di balkon~ aigoo~ sumpah JongKey jeil jalaga banget u,u
    kkk
    Taem masih bayi udah liat umma-appa-nya kisseu >/////<
    naiseu~

  2. kyaaaaaa! Bisa banget itu skandalnya asdfghjkl!!! Lucunya taemin,, kaya anak kecil banget liat jongkey bersatu kkkk,,, hm,,iya bener,,knp ga dari dulu bilang jjong cinta key kkk,, kan jd ga perlu ada salah paham eh,, kerennn kerennn🙂

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s