[2min/YAOI] is not fairy tale, i guess … part. 1 of 3


Foreword : aduuuhh.. saya bingung kenapa lagi-lagi 2min yang keluar di otak gue.. please Suunders keep loving me and stay tuned on my blog, all of you like 2min so damn much right? hehehehe … so here it is guys, for all 2min shipper!

LEAVE A COMMENT IF YA LIKE IT, AND PLEASE POLLING MY POLL ON RIGHT SIDE OF MY BLOG, THANKS !

BY: SANNIIEW

Pada zaman dahulu kala keluarga peri mungkin akan hidup bersama dengan bersembunyi ditengah hutan, menghindar dari semua manusia, dan menhindar dari semua hal yang membuat para manusia tidak percaya tentangnya. Pada saat itu jika peri ingin menjadi manusia biasa, ia harus pergi mencari seseorang yang telah ditentukan untuk dijaga olehnya, dan membuatnya percaya padanya, jika orang itu mencintainya dan percaya sepenuhnya tentang keberadaanya, maka ia dapat berubah menjadi layakanya manusia biasa. Tapi bagaimana dengan zaman sekarang 2011?

Taemin pov~

“Minnieee aaahhh~~.. cepat turun, kau akan terlambat ke sekolah …”, aku tahu dengan jelas siapa yang mempunyai suara tinggi seperti itu, siapa lagi my beloved Key umma.

“Aisssh~ berisik sekali sih? tidak tahu kalau aku sedang mencari udara segar?”, aku perlahan mendarat teapt diloteng kamarku, dan turun ke balkon kamar, kemudian loncat kebawah, namun BAM!

“OMO!! TAEMIN!!”, teriak appa ku dari dalam rumah dan berlari ke tempat aku sekarang mendarat dengan tubuhku.

“Aududuuuhh…~..” aku meringis, dan memegang kepalaku, oh dammit! kenapa selalu begini? aku selalu melatih mendarat dengan baik jika aki turun dari langit.

“A-ada apa? OMO TAEMIN! KEEEYYYYYYYY…”, teriak appa ku menggelegar.

“Apa Jinki? OMO TAEMIN KAU KENAPA LAGI?”, setelah appa, sekarang umma berlari menghampiri ku, aku terduduk dilantai dan memegang kepalaku, aku dapat merasakan sesuatu mengalir ke wajahku.

“JINKI! CEPAT AMBIL PERBAN DAN ALKOHOL CEPAAATTT…”, umma ku teriak dengan panik dan membantuku berdiri, aku merasakan sedikit pusing sekarang, aku hanya diam saja, Umma ku panik, bahkan ia menangis sekarang, appa kembali dengan cepat dan bahkan BRUK! OMG, masih sempat dia tersandung dan jatuh, aku rasa ini semua karena appa jadi aku juga ceroboh dan gampang terjatuh.

“Taemin.. umma bilang berhenti terbang, kalau kau mau menghirup udara segar, dari balkon sudah cukup kan?”, ummaku mulai mengomel, aku hanya bisa bergumam maaf.

“Dan jangan pernah turun dari tempat tinggi jika kau tidak yakin akan mendarat dengan selamat!”, katanya setelah selesai membalut luka dikeningku, aku hanya mengangguk dan tersenyum.

Aku melirik ke appa, di sangat khawatir, aku sangat tahu perasaannya, dia bisa dibilang biasa, tapi ia tidak mau ini selalu terjadi padaku, bagaimanapun appa bukan makhluk seperti ku, jadi dia takut aku akan terluka suatu waktu dan … tidak kembali. Aku berdiri dan memeluknya.

“Appa … aku baik-baik saja, aku janji tidak akan melakukannya lagi…”, kataku, ia memelukku erat dan mengelus kepalaku.

“Kalau kau lakukan lagi, aku jamin, aku akan terkena serangan jantung …”, katanya menatapku khawatir, aku menunjukan jari kelingking untuk ber pinky promise padanya, dia menyambutnya dan memelukku lagi, begitu juga umma, aku sangat sayang keluargaku.

“Taemin.”, panggil sebuah suara, kami semua menoleh, pri bertubuh tinggi dengan potongan rambut cepak hitam berdiri dengan memegang tas sportnya.

“M-MINHO HYUNG!”, teriakku saking kagetnya, dan membuat kedua orang tuaku menutup telinga. “Apa yang kau lakukan disini? maksudku … ada apa pagi-pagi begini?”, aku menghampirinya, dia mengerutkan alis melihat lukaku.

“Ohhh.. ini.. hahaha.. biasa hyung.. aku terpeleset …ya kan Umma, Appa?”, aku mengedipkan mata agar mereka mengangguk, Umma appa tersenyum.

Aku melihat Minho masih menatap lekat ke lukaku, mata besarnya mengamati secara seksama, aku tahu dia pasti curiga, karena setidaknya aku bisa mendapat luka dikepala 2 atau 3 hari sekali, tapi ini tidak akan lama, ini akan sembuh dalam sehari, itu semua karena well… obat rahasia yang aku miliki.

“Sudah tidak usah dipikirkan, ayo kita berangkat!” aku mengambil tas dan mencium pipi umma dan appa ku dan menarik tangan Minho.

“Umma appa aku berangkat .. annyeonggg~~…”, lambaiku dan menarik tangan Minho ketika ia sudah membungkuk pamit.

. .

“Kau yakin.. itu tidak apa-apa?”, kata Minho sambil menatapku, aku menoleh, dan mengangguk, sambil menyeruput susu banana yag ia berikan padaku.

“Lain kali hati-hati … jangan membuatku khawatir akan tingkah mu itu..”, Minho mengelus kepalaku dan berjalan mendahului ku. Aku terkejut, aku diam ditempat, wajahku memerah, Omo naaa~ … dia mengkhawatirkanku? apa aku tidak salah dengar? benarkah? huhuhu … im so happy today Gwwaaadd~ …

“Hei, cepat, aku ada jam olahraga pagi ini…”, Minho membuyarkan lamunanku, aku berlari dan merangkul lengannya, dia awalnya menolak, namum ketika aku keluarkan jurus pamungkas puppy eyes ku, dia membiarkannya aku melakukan itu, sampai gerabang sekolah, ya … kerana ia tidak suka jadi pusat perhatian.

“Oke, aku akan kekelas, kamu mau langsung kelaapangan kan? jadi.. sampai nanti,bye..bye.. hati-hati hyung… sarangee…”, aku melambai dan berlari masuk ke gedung sekolah, dan aku berbalik lagi, masih melihat Minho berdiri ditempat yang sama memandangku, aku melambaikan tangan lagi tersenyum sambil loncat-loncat, dan dia hanya mengangkat tangannya sedikit, dan aku berlari masuk ke kelas.

Sepanjang koridor aku sangat senang, hari ini bisa berangkat bersama dengan Minho, aku terkejut, karena rumahnya 3 blok jauhnya dari rumahku, seharusnya dia bisa langsung pergi kesekolah lewat jalan pintas dan tidak harus memutar. Aku terkekeh lagi mengingat pertemuan kami setahun yang lalu, tapi aku rasa ia tidak ingat …

“Yah ~… senyum sendiri, aku gila yah?”, tegur seseorang dibelakangku.

“Jonghyun hyung? kenapa kau dikelasku?”, aku terkejut melihat sahabat terdekat ku berdiri dibelakangku, dan dia … sama seperti ku, seorang peri, tapi dia lebih beruntung karena dia sudah menjadi manusia biasa, sedangkan aku tidak.

“Yosh, aku mengulang dikelas ini …”, katanya nyengir lebar, dan duduk disebelahku.

“Auww… apa kabar? kapan-kapan main kerumah, umma appa pasti senang!”, pintaku, dia mengangguk dan mengelus rambutku. Kemudian matanya beralih keluar jendela, aku mengikutinya ternyata Minho sedang berdiri disana menatapku, aku terbangun dan membuka jendela, tersenyum lebar.

“Minho hyunnggg~ … fightinggg~~…”, aku melambaikan tangan dengan girang. Tapi ia hanya memalingkan wajahnya dan berlari kelapangan lagi, aku cemberut.

“Kenapa?”, tanya Jonghyun hyung. Aku cemberut dan menopang daguku ke meja.

“Minho hyung … apa dia tidak menyukai ku ya? dia selalu dingin padaku… bagaimana ini Hyung…?”, aku menarik nafas, air mataku mau mengalir karena bingung. Jonghyun hyung membelai kepalaku lagi.

“Tenang saja … kau hanya perlu mengatakan kau suka padanya kan? sudah kau katakan?”, tanya nya, aku terbangun mengatup wajahku karena malu, aku belum mengatakannya, tidak bisa … bagaimanapun juga aku takut …

“Belumm … lagi pula bagaimana mungkin? kalau dia tahu aku ini…”, aku menunduk sedih.

“Kau kenapa? setidaknya tugasmu saat ini sangat mudah, kau hanya butuh seseorang yang kau cintai dan mencintaimu atau mendapatkan ciuman pertamamu, dan wuuush, kau akan menjadi sepertiku, tidak sesulit waktu aku berusaha menjadi manusia dengan membuat Jino melindunginya dan kemudian mencintaiku …”, katanya tersenyum lebar, aku mengangguk mengerti, tapi tetap saja, itu tidak mungkin …

“Ku enak, Jino sudah menyukai mu dari awal kalian bertemu, dan kau hanya membutuhkan waktu 2 bulan untuk berubah menjadi seperti sekarang .. aku? aku satu tahun hyung… satu tahun, dan belum menghasilkan apapun!tidak berubah .. dan juga tidak mendapatkan seseorang yang mencintaiku apa adanya…”,aku cemberut, aku sedih jika memikirkan hal ini.

“Itu karena kharisma dan ketampanan ku … hahahahaha”, ia tertawa bangga, aku hanya menatapnya dengan sinis. Ya right, kau boleh berbangga! dia memang lebih beruntung seperti Umma, Umma bisa berubah menjadi seperti sekarang itu karena appa Jinki mencintainya sejak pertama bertemu, kemudian lahir lah aku, dan entah mengapa aku pure berdarah peri dan bukan setengah manusia seperti Taesun hyung ku.

. .

“Hei ..”, aku menoleh, melihat Minho sudah berdiri disampingku saat bel sekolah usai, aku tersenyum lebar.

“Hai Minho hyungg~ … kau menungguku? ada apa?”, tanyaku semangat.

“Ayo kita pulang.”, katanya, aku mengerutkan alis ku dan memringkan wajahku, ada yang aneh darinya,kenapa dia?

“Ngg… bukannya biasanya kau ada kegiatan klub?”, tanyaku, dia menggeleng.

“Minho oppa …~~~~”, segerombolan siswi sebanyak 2 orang menghampiri kami dan tersenyum genit ke Minho, aku tahu siapa mereka, fan girls Minho, Krystal dan Yuri, errrghhh .. i hate them.

“Hari ini kita mau karoeke an.. kau ikut ya oppa~ …”, Krystal menggelayut ditangan kanan Minho, aku meliriknya kesal. MInho berusaha lepas darinya tapi tidak bisa, sebenarnya dia hanya tidak ingin melepaskan tangan mereka dengan cara kasar.

“Ayoolaah~~ .. sekali saja… masa kau sama Taemin terus sih …?”, ledek Yuri melecehkan ku, aku sudah gerah melihatnya, dengan cepat aku meraih tas ranselku dan berdiri dari kursi.

“Aku duluan,bye Minho.”, kataku dingin dan berlari keluar kelas dengan kecepatan tinggi, sungguh beruntung terkadang jadi diriku, aku punya tubuh fleksibel, bisa berlari dengan cepat, melompat dengan tinggi.

“Uhuk..uhukkk..uhuuuk.. o-oh d-d-dammn …”, ini yang kurang berutung, aku tidak bisa menghirup udara kotor, asap dimobil akan membunuhku secara pelan-pelan.

“Taemin!!”, aku menoleh dan masih terbatuk, aku bersender ke tiang listrik dipinggit trotoar, aku dapat melihat Minho berlari kearahku, ia berdiri teapt didepanku sambil terengah.

“A-apa *batuk* kau tidak *batuk* jadi pergi…*batuk* *batuk* bersama mereka?”, aku terus terbatuk disela bicara, ini membuat dada ku sesak, namun Minho mengelus pelan punggungku untuk membuatku reda dari batuk.

“Kau tidak apa-apa? ini minum … kau seharusnya jangan berlari jika kau akan batuk seperti ini lagi … jangan berlari kalau tidak ada aku…”, dia menyerahkan sebotol air padaku, tanpa protes aku meneguknya,dan syukurlah itu membantuku meredakan sesak nafas ku.

“Gomawoo hyung …”, jawab ku pelan. “A-ada apa? kupikir kau akan pergi dengan mereka …”, kataku berjalan, ia mengikuti ku dari samping.

“Aku sudah bilang mau pulang denganmu kan? kenapa harus ikut mereka?”, katanya, aku mengangguk, namun tetap saja aku sedih karena Minho selalu saja diikuti oleh banyak wanita, sedangkan aku? aku hanya akan di olok-olok karena muka ku sama manisnya dengan mereka, dan kenyataan lain ini yang membuatku tidak suka.

“Hei,Taemin!”, panggilnya

“Ya?”,

“Ng … kau dengan Jonghyun hyung.. apa kalian …saling suka? maksud ku kau tertarik padanya?”, aku terkejut, dia menatapku dengan serius, bagaimana ini? aku tidak bisa cerita hubungan yang menyangkut klen kami kan?

“Ng .. dia itu hanya saudara ku hyung .. dia sepupu jauh appa ..”, kataku, GOOD JOB,TAEMIN! kau drama king!

“Oh … maaf bertanya yang tidak-tidak …”, aku hanya mengangguk, dan kami berjalan lagi.

“OMO!”, aku terkejut. “Hyung, lihat .. aku tidak tahu disana ada cafe ice cream baru? ayo kesana hyung …kesana yuuuk~~…”, kataku loncat-loncat dan menarik tangannya menunjuk toko ice cream baru, dia berdecak dan mengikuti langkahku, aku tersenyum senang sekali, makan ice cream … dan berdua dengan Minho.. wuhuuuu~ …

. .

Aku duduk terkikik memandangi ice cream didepanku, aku memesan banana split extra sauge strawbery yummy .. mataku tidak bisa lepas memandangi mangkuk es krim didepanku, aku menyendoknya dan menyuapnya sebanyak mungkin ke mulutku, aku merinding merasakan dingin es itu menyentuh setiap rongga mulutku, huwaaah~ aku suka kehidupan manusia … ini lah kenapa aku beruntung bisa tinggal di jaman ini sekarang, dan buka dihutan …

“Yah! pelan-pelan … kau bisa pusing jika makan seperti ini, tidak baik untuk saraf otak ..”, Minho mengelap es krim di sudut bibirku, aku terkikik, aku suka es krim … aku suka Minho …

“Tapi ini enaaakk~ … hyung aaahh~~…”, aku menyodorkan sesendok es krim ke mulutnya.

“Tid-..”

“AAAHHHH~…”, paksaku membuatnya membuka mulut, dia menarik nafas dan menerima suapanku.

“Enak kan? enak kan? sudah ku bilanggg~ … cepat pesan hyung …”, perintahku. Tapi dia hanya tersenyum dan menggeleng.

“Aku sudah kenyang .. kau saja yang makan ..”,katanya, aku tersenyum dan menyendokan sesuap lagi ke mulutnya.

“Baiklah, kita makan berdua!”, seruku, dia hanya tersenyum dan menuruti ku, aku suka Minho  karena ia selalu saja lembut padaku, walau dia jarang bicara dan terkesan dingin, jadi aku tidak tahu bagaimana perasaannya padaku, aku hanya ingin ia tahu, bahwa aku menyukainya dan berusaha menunjukkan ini semua padanya, semoga dia sadar …

“A-apa itu?”, aku menoleh begitu juga Minho, seorang perempuan menunjuk ke arah kaca disampingku, aku menoleh, aku terkejut, aku tidak bisa berkata apa-apa, rasanya badanku menegang, oh bagaimana ini, sayapku terlihat di kaca, padahal itu tidak keluar dari punggungku, ini karena aku berpikir tentang Minho, ini akan selalu terjadi jika aku tidak mengontrol emosi dan pikiranku.. bagaimana ini? aku melirik ke arah Minho, dia mengerutkan alisnya, dan melihat ke arahku dan perempuan yang masih menujuk ke arah cermin, badanku kaku … semua akan terbongkar.

 

TBC ~

WHAT DO YA THINK, HMM??

HEHEHEHEHE …SEE YA ON PART 2 ON MINHO POV~

LEAVE YA A COMMENT IF YA LIKE IT …🙂

(UNEDITED)

53 thoughts on “[2min/YAOI] is not fairy tale, i guess … part. 1 of 3

  1. Waah lucu,si taemin jd peri. Pasti cantik bgt klo dia seandainya peri beneran. Semoga minho cepet sadar+mengungkapkan cintanya buat taemin🙂

  2. ikjlhhhh lucuuu tetemnya kya tingkebell se ikuran manusia kahhh..?? c ming cemburu yyy suka cerita yng ada komedinya jd g monoton bacanya….xixixi

  3. uhahahahaha Taeby jd peri?! wohhh pasti cantik?!:) hey Taebaby loly sugar, abang Ming itu jg CINTA MATI sm kamu.

  4. Mungkin minho suka jyga sama taemin cuma taeminnya deket sama jonghyun jadi dikira minho taemin sukan6a sama jonghyun. Jadi minho ga berani nembak wkwk
    Aih lah ada si duo yeoja ngeselin zz
    Waduh jangan sampe ketawaann!!
    Eh kalo perinya berubah jadi manusia semua abis dong peri dimuka bumi ini’-‘)b

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s