Yes, Thingking of you part.3 of 4


Foreword : Haiii… im come back again, wah parah .. sehari udah nulis 3 fanfics dan sekarang gue lagi ngeburu semuanya, gue udah gak sabar pengen cepet tamatin, tapi ya gitu deh .. tangan cuma dua, otak gue juga terbatas banget, jadi maaf aja kalau kurang puas sama hasilnya, gue udah ngelakuin yang terbaik nih .. ini berkat kalian juga loh Suunders!

> Replaying comment<

@lylyly : waaahahahaha… aku juga suka jika 2min ciuman! hahahah*pervert, hmmm.. kita lihat disini Joon nya sembuh apa nggak? buat balik sama Taemin? menurut mu gimana? haha🙂

@minholic : MAKASIH CINCAAAIII~~~

@Angeloc : aigoooo~~ apakah akan seperti yang kau harapakan? will see… kekekekek~ nih updatenya!

@silver91: huahahahaha… you think that so? hmmm.. will see… kekekekeke~ :p

(NO SUMMARY AGAIN, kekekek~ i felt suck for summary now, you can read previous once again if you forget)

by: Sanniiew

PART 3

ABOUT US

Taemin pov~

Aku duduk dibangku stasiun menunggu kereta yang akan membawa ku dan Minho Hyung ke Daegu, ya .. kami akan mengunjungi Joon hyung hari ini, aku berkali-kali tersenyum mengingat bahwa hari ini aku akan mengunjunginya, aku penasaran apakah ia baik-baik saja dan sudah sembuh dari cederanya, dan juga aku sangat merindukannya.

“Ini … minum..”, Minho duduk disebelahku dan memberikan segelas American coffee padaku, aku mengambilnya dan tersenyum. Oh dammit, kami tidak berbicara sejak kejadian semalam, bagaimana ini? aku benar-benar tidak tahu harus bicara apa, aku … aku tidak tahu, aku menginginkan itu, tapi disatu sisi aku merasa jahat dan menjijikan, karena aku telah mengkhianati Joon hyung secara tidak langsung, bukankah aku telah curang padanya? bagaiman bisa aku ..ehm, berciuman dengan Minho hyung sedangkan aku masih pacaran dengan Joon hyung, aku telah bersikap tidak adil padanya …

“Taemin… Taemin…”, aku terbangun dari lamunanku, aku menatapnya yang berdiri tepat didepanku dan menenteng tas ku dan tasnya.

“Y-ya?”, tanya ku gugup dan berdiri.

“Ayo cepat … kereta nya sudah datang..”, katanya menunjuk ke jalur kereta.

“Oh i-iya hyung..maaf …”, kataku dan berusaha mengambil tas ku dari tangannya, dia menggeleng.

“Biar aku saja, ayo …”, katanya menyuruhku berjalan , aku mengangguk dan berjalan dibelakangnya, aku menarik jaketnya memegang lengannya supaya tidak tertinggal, dan perlahan ia menggenggam tanganku, aku merasa aneh … aku seharusnya bisa melepaskannya, tapi aku tidak mau… aku semakin menggenggam tangan besar itu digenggamanku.

..

Minho pov~

Aku memperhatikannya, setiap inci wajah dan tubuhnya, apakah aku pervert, jawabannya adalah ya! pikiran ini tidak bisa hilang begitu saja dari pikiranku ketika kejadian tadi malam, bagaimana tidak? kami berhenti tepat ketika dia mengatakan aku untuk Stop, and for god sake, i cant handle it if he wasnt say stop to me…

Tapi apa yang bisa kuperbuat sekarang, aku tidak bisa apa-apa…aku dapat melihatnya tertunduk memandangi segelas kopi yang kuberikan untuknya, aku tahu dia sedang memikirkan sesuatu, mungkin itu Joon Hyung … yah, kenapa tidak? aku tahu dia sangat menyayangi Joon hyung …

Aku memanggil namanya, tapi ia tidak juga tersadar dari lamunannya sendiri, kemudian aku panggil berulang kali dengan aku berdiri didepannya, akhirnya ia menyadarinya, kemudian kami berjalan ke arah jalur kereta tujuan kami, aku terkejut ketika ia meraih tanganku, tapi entah kenapa aku mengikuti aksinya dengan menggenggam tangan nya menjadi lebih erat, dan … dia tidak melepasnya, apa maksud nya ini? apakah dia juga … mencintaiku? ya, benar, aku mencintainya, aku mencintainya …hanya itu yang ku tahu selama ini.

. .

author pov~

“Joon hyunggg~~ ….”, Taemin berlari ke arah Joon seketika ia turun dari taxi dan melihat ke halaman depan rumahnya Joon sedang duduk dibangku taman.

“Minnieee~~~…”, Joon membentangkan tangannya, dan Taemin langsung memeluknya erat.

“I miss you so mucchhhhhh~…”, katanya sambil terus memeluk Joon, Joon tertawa dan mengusapa rambut belakangnya.

“Hai, hyung … apa kabar?”, Minho tiba dibelakang Taemin dan tersenyum hangat, Taemin melepas pelukannya, dan duduk disebelah Joon.

“Hai Minho, baik … seperti yang kau lihat, aku sudah bisa mulai berjalan dan berdiri …”, Joon memperagakan jalannya walau masih tidak seimbang, dan Taemin dengan cepat berdiri disampingnya siapa tahu Hyung nya kan terjatuh, Joon hanya tersenyum melihat tingkah Taemin yang seakan sedang menjaga anak kecil yang baru bisa berjalan.

“Taemin?”, sebuah suara dari dalam rumah.

“Ummmaaa~~ ….”, Taemin berlari ke wanita yang dipanggil ummanya itu, Ummanya memeluknya dengan erat dan membawa nya masuk kedalam rumah, Joon tersenyum dan matanya beralih ke Minho.

“Kau menjaga dia dengan baik kan?”, tanya Joon tersenyum.

“Tentu Hyung … walau terkadang aku jarang bisa bersamanya, aku harus kerja partime…”, jelas Minho tersenyum, Joon mengerutkan alisnya.

“Mwo? partime? kenapa kau tidak mengatakan padaku kalau kau butuh uang? aku bisa mengirimkan untuk kalian…”, jelas Joon, Minho menggeleng dan tersenyum.

“Aniyo … aku hanya ingin merasakan kerja partime saja, toh, hidup mandiri itu kan lebih baik hyung…”, kata Minho, Joon hanya mengangguk, itu terserah Minho.

“Joon hyung … Minho hyung… ayoo masukk…”, teriak Taemin dari depan pintu rumahnya, Joon tersenyum dan berdiri dari duduknya.

“Dan kau pasti belum mengatakan perasaanmu padanya…”, Joon menepuk pundak Minho dan berlalu. Ia terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa … kenapa tiba-tiba Joon berkata seperti itu? apa ia tahu kalau Minho suka dengan …

“Minho!”, panggil Joon.

“A-ah ya?”, Minho terkejut.

“Aku cuma bercanda …”, jelas Joon terkikik dan berjalan masuk ke rumah, Minho hanya tersenyum miris, mana mungkin bercanda? ia dapat melihat jelas Joon mengatakannya dengan serius.

. .

Taemin pov~

Aku duduk dibangku taman sambil menyeruput susu bananaku, aku hanya duduk disana dan bukan pergi tidur, aku melihat jam diponsel ku, dan sudah pukul 10 malam, aku sengaja diam-diam keluar hanya menjernihkan pikiranku, ya … pikiranku,semuanya, mulai dari tentang Joon hyung dan juga Minho hyung…oh gawwwddd~ please, i dont know what i want to do … apakah aku mencintai Joon hyung? errmm … yess, apakah Minho hyung? oH dammmiit! kenapa aku merasa berdebar ketika memikirkan namanya?

“Minnie .. apa yang kau lakukan disini?”, aku menoleh, Joon hyung berdiri tepat dibelakangku.

“A-ah? ng… hanya menjernihkan pikiran.”, oh shit Taemin! kenapa harus kata ini yang keluar??. Aku dapat melihat Joon hyung bingung dengan perkataan ku barusan, kemudian ia berjalan ke arahku dan duduk disamping ku, ia merangkul pundak dan tersenyum.

“Pikiran tentang apa? boleh aku tahu…?”, tanyanya tersenyum padaku, aku hanya diam dan bingung menjelaskannya, aku hanya bisa menggeleng dan tersenyum canggung.

“Tidak … aku bohong kok…”, aku berusaha senyum sewajar mungkin. Aku tahu Joon hyung tidak sebodoh dugaanku, dia tahu aku seprti apa, dan aku bersiap dia akan menanyakan lebih dari ini …tapi wait, kenapa dia mengelus kepalaku sekarang? kenapa ia hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa? oh syukurlaaahhh….

“Bagaiman tinggal dengan Minho? kau di jaga olehnya dengan baik kan?”, katanya mengelus rambutku.

“Hmm.. ya begitulah, tapi kata-kata itu rasanya tidak enak didengar, aku ini bukan anak kecil atau binatang peliharaan, jadi tidak perlu selalu di jaga, aku sudah besar hyung… aku bisa jaga diri.”, aku cemberut, Joon hanya tertawa dan tetap mengelus kepalaku.

Aku menatapnya kesal, namun kemudian aku memeluk tubuhnya. “Syukurlah kau sekarang ada disini dan baik-baik saja Hyung … aku benar-benar bersyukur …”, aku merebahkan kepalaku dipundaknya. Joon tidak berkata apa-apa, dia hanya terus membelai rambutku. Kemudian kami hanya diam sesaat merasakan kehangatan tubuh kami.

“Taemin …”, panggilnya.

“Hmm?”, aku mendongak menatapnya, dia tidak menatapku balik, dn matanya terus memandang lurus kedepan, aku tahu ada yang tidak baik disini.

“Hyung …ada apa? katakan padaku …”, aku merengkuh lengan bajunya, dia menoleh padaku, tidak bicara apapun , aku semakin tidak mengerti.

“Kau … suka Minho?”, tanyanya tiba-tiba, aku terkejut dan melepaskan pelukanku.

“Ti-tidak!! aku tidak suka padanya.. s-sungguh Hyung.. dia itu menyebalkan, lagi pula aku kan sudah punya dirimu …”, aku panik, entah apa yang harus aku katakan, kenapa aku bersikap gugup seperti ini? shitt Taemin …

Joon hanya terdiam, namun kemudian ia menyentuh daguku, dan lama-lama ia mendekat ke arah wajahu, oh dammit! ia akan menciumku, aku berusaha menutup mataku rapat, dan berusaha tidak menghindar, hanya ciuman, dan aku biasa melakukannya dengan Joon, tapi… kenapa …

“Buka matamu…”, kata Joon tiba-tiba, jarak wajahnya sangat dekat denganku, perlahan aku membuka mata ku, aku melihatnya langsung ke mataya, dadaku berdebar kencang, aku meremas ujung bajuku.

“W-wae hyung?”, aku bertanya kenapa ia tidak menciumku, kemudian ia menarik dirinya, dan tersenyum padaku,ia meraih tanganku, dan menggenggamnya, bagaimana ini, apa ia sadar kalau tanganku gemetar?

“Minnie , just kiss me … would you?”, pintanya, aku terkejut, aku menatap wajahnya, ia tersenyum menatapku, aku menelan ludah, kemudian mengangguk, dan perlahan aku mendekat ke wajahnya, aku dapat merasakan nafasnya diwajahku, dan perlahan aku memiringkan kepalaku, aku menyentuh bibirnya, perlahan aku tutup mataku, dan berusaha mengulum bibirnya, ia memebelai pipi ku…

“Kau mencintai Minho Minnie…”, gumamnya, sontak aku melepas ciuman ku dan menundukkan kepala.

“Tidak! a-aku tidak mencintainya …”, kataku gugup, perlahan ia mengangkat wajahku, aku tidak berani melihat matanya, aku takut, semua akan terbongkar, aku tidak mau … aku tidak mau menyakitinya, tidak mau, aku tidak mau dikatakan telah curang, bermain dibelakangnya … namun ia bersikukuh menghadapkan wajahku padanya.

“Kenapa kau tidak mengakuinya ? kalau kau memang tidak suka lalu katakan itu padaku …”, katanya. Apa yang harus kulakukan ?

“A-aku tidak menyukai Minho Hyung …”, aku diam sesaat, Joon masih menatapku .” …dan aku tidak mencintai… a-aku…tidak …”, dadaku bergemuruh, stupid mouth! fucking stupid mouth! kenapa hati dan mulutku masih saja bisa bekerja sama? seharusnya lidah pandai berbohong, tapi kenapa…

“See? you cant do that!”, ia memotong pembicaraanku, aku menatapnya bingung, aku mengalihkan pandanganku, air mataku mulai mengalir, aku bingung … benar-benar bingung …

“Minnie … look at me please …”, Joon menghadapkan mukaku, aku berusaha menunduk, tapi ia mengangkat wajahku dan menghapus air mataku , ia tersenyum, kenapa ia tersenyum? aku tidak mengerti … kemudian ia memeluk tubuhku dengan erat, dia menepuk-nepuk punggungku.

“Tenang … kau hanya cukup mendengarkan hatimu Minnie … hanya itu satu-satu nya jalan …”, katanya, aku terdiam sesaat,air mataku terus mengalir, apa yang harus kulakukan? apa kata hatiku? apa yang kurasakan??

“A-aku tahu Hyung, tapi ini tidak semudah yang kau pikirkan, k-kau tahukan? bahwa aku …aku.. mencintaimu.”, bisik ku pelan. Aku berusaha menghapus semua pikiranku, dan berfokus pada Joon, ya hanya Joon, hanya dia yang selama ini aku cintai, iya kan?

“Tidak …”, dia melepaskan pelukannya dan menatapku lembut, ia membelai kepalaku sambil tersenyum “Kau memang mencintaiku, tapi hanya sebagai kakak bagimu … mungkin iya, tapi kali ini kau harus mengakui, ada seseorang didalam lubuk hatimu yang kau cintai selain aku … dan itu lebih dari yang kau kira dan kau sadari … kau hanya perlu mendengar kan ini …”,ia menunjuk kehatiku dengan telunjuknya, aku hanya diam … aku tidak bisa menyangkal, apa yang dikatakannya semua benar, dan itu … Minho, ya … aku menyadarinya … sangat!

“Mianhee …*sobs* Mianhee h-hyung …*sobs*…”, aku terisak, menundukkan sedalam -dalamnya kepalaku. Kemudian ia memelukku lagi, dan mengelus punggungku dengan lembut, Joon selalu melakukan itu, mendukungku dan memberikan tempat yang nyaman.

“Tidak perlu ada kata maaf dalam cinta … yang ada hanya kau harus bersyukur kau memiliki perasaan ini …dan kau harus memperjuangkannya …”, kata nya memberikan semangat, aku masih menangis, aku benar-benar merasa bersalah padanya.

“Mianhee h-hyung …”, itu terus kuucapkan, ia mengusap air mataku dan menggeleng menyuruhku berhenti menangis.

“Andwee … berjanji padaku, kau akan hidup dengan baik, dan ikuti kata hatimu … kau mengerti?”, kata Joon, aku hanya terdiam menunduk, dia meraih daguku meminta jawaban, aku mengangguk.

“Good boy …”, ia menepuk ujung kepalaku, aku menepisnya dan menghapus air mataku, ia hanya tersenyum dan memeluk ku lagi, kali ini aku memeluknya, dan berbisik kata ‘terima kasih’

. .

Minho pov~

A-apa itu tadi? kenapa Taemin …? aku mengepalkan tanganku kesal, rahang ku menegang melihat adegan didepanku terjadi dengan sangat nyata, Taemin … kenapa dia? apa dia mempermainkanku? apa mksudnya ini?

Aku berjalan ke kamar, dan menutup pintu kamarku dengan kencang, aku bermaksud untuk mencarinya tadi … tapi apa yang aku lihat? dia dan Joon hyung … , apa yang kulihat barusan sangat jelas, apa dia mempermainkan perasaanku? oh , tidak, aku lupa, dia tidak bilang bahawa dia mencintaiku kan selama ini?jadi buat apa aku cemburu dengannya? hahaha.. kau lucu Minho, lucu sekali. Seharusnya kau yang patut disalahkan, apa yang kau perbuat kemarin itu sangat salah, jadi jangan harap kau bisa menyentuhnya lagi … ya.. menyentuhnya …

TOK TOK TOK

Aku terkejut, siapa yang mengetuk pintu kamarku? aku berbalik dan Taemin berdiri didepanku, membawa bantal dan siap dengan baju piyamanya.

“Ng … apa?”, tanyaku dingin, dia menggaruk hidungnya, shitt! dia terlihat manis, oh no snap! sabar Minho..

“Ngg … a-aku tidak bisa tidur .. bisa .. aku tidur di sini denganmu?”, katanya. Aku terbelalak, apa katanya? kenapa aku? kenapa tidak dengan Joon?

“Ng.. kalau kau keberatan baiklah tidak usah ..”, katanya, namun aku cepat menariknya.

“I-iya masuklah..”, kataku canggung, Shittt … tenang Minho, seperti kau tidak pernah tidur dengannya saja, selama ini kau sekamar, well walau hanya beda kasur saja.

Ia merebahkan tubuhnya diatas kasur ku, dan menyelimuti tubuhnya sendiri dengan selimut, ia tersenyum memandangku, aku perlahan menuju kesebalahnya, dan masuk kedalam selimut. Ia tersenyum menatapku, aku juga tersenyum, namun perlahan ia mendekat, dan merangkul badanku.

“T-taemin …k-kau..”

“Aku mencintaimu.” bisiknya, aku terkejut, dan terbangun dari posisi tidur. Ia masih terbaring dan menatapku, aku tidak percaya apa yang kudengar, dia bilang dia… mencintaiku? apa maksudnya? apa dia mempermainkanku?

“T-tunggu, apa maksudmu …?”, kataku bingung, dia terduduk, dan menunduk dalam-dalam.

“A-aku .. benar-benar mencintaimu aku rasa … maaf hyung … t-tapi itu benar perasaanku …”, aku mendengar ia terbata, dan tubuhnya bergetar, ia menangis, aku ingin menghampirinya, tapi tubuh ku menolak karena aku tida bisa percaya dengan apa yang aku dengar dan kulihat bersamaan tadi, ia mencium Joon dan sekarang ia mengatakan bahwa ia mencintaiku? apa ini?

“…tidak mungkin, kau pasti berbohong kan?”, kataku, dia mendongak dan menggeleng tegas dengan air mata membasahi pipinya.

“Taemin … a-aku tidak tahu, tapi ku mohon, berpikirlah tenang.. aku tahu kau bingung karena kejadian kemarin, tapi kumohon .. berpikirlah dengan tenang …”, kataku, ia terlihat kecewa ia berdiri dan meraih kerah bajuku.

“Aku serius!”, dia berdesis kesal, kemudian ia mencium bibirku, aku terkejut, namun aku tersadar, aku mendorong tubuhnya, tapi ia tidak mau menghindar.

“T-taem ..hmm…TAEMIN!”, bentakku mendorongnya hingga terduduk, dia menatapku dengan terbelalak.

“Ma-maaf …h-hyung …”, ia terisak dan menundukkan kepalanya.

” …kau tidurlah …”, aku meningggalkannya, aku dapat mendengar ia memanggilku, tapi aku sudah cukup pusing dan bingung dengan semua yang kulihat, aku mengambil jaketku dan berjalan keluar, aku butuh udara segar, aku lebih baik tidur di rumah temanku malam ini, itu lebih baik …

. .

JOON POV~

Saat aku mulai terlelap aku mendengar Minho berteriak, dan sedetik kemudian pintu kamar terbuka dan aku mendengar langkah kaki keluar, ada apa ini? aku terbangun meraih tongkat penyangga dan berjalan keluar, aku melihat ke kamar Taemin, ia tidak dikamarnya, kemana dia? Lalu aku berjalan ke kamar Minho, aku mengetuk, tapi tidak ada jawaban, kuputuskan aku buka pintunya, siluet bertubuh kecil dan mungil terpancar oleh cahaya bulan dan lampu taman dari balik jendela.

“Taemin …?”, aku berdiri didepan pintu, ia menoleh, ia menangis, kenapa dengannya? dan kenapa ia dikamar Minho?

“Kau kena—“

“Hyung .. dia membenciku, *sobs*dia tidak mencintaiku… dia tidak*sobs* menyukai ku hyung…kau *sobs*bohong …dia membenciku sekarang…”,katanya terisak, aku mengerti sekarang, aku membelai rambutnya.

“Tenanglah … semua akan baik-baik saja …”, kataku, Taemin terus menangis, aku harus lakukan sesuatu pada Minho, harus!

 

TBC~

(UNEDITED)

IM SORRY FOR LATE UPDATE

PLEASE DONT BASHING ME OKE?

WHAT DO YA THINK

FOR NC, MAYBE NEXT PART! MUAHAHAHHAHAHAHA

THX FOR READ & LEAVE YA COMMENT SEE YA :))

60 thoughts on “Yes, Thingking of you part.3 of 4

  1. Ya ampun Minho2 , kmu kok tega bgt sih sama Taeby ? kan kasian Taemin , bukannya kamu suka & cinta sama Taemin ??? aiss.Nice ff ^^

  2. Gilaaa~~~ cemburu emang bkin buta segalanya, ati2 kau minho, seharusnya kan km seneng taemin udah bilang cinta, ini malah marah -_- haduh haduh cemburuan amat..

  3. thor, aku mau minta password yg thinking of you yg dikunci boleh? Aku mau buka twitmu gak bisa2, so aku harus gimana?

  4. uwa…. joon gentle bggt deh…
    keren… rela melepas taemin agar dia bahagia…

    aduh kenapa minho begitu..
    pengen tahu lanjutannya…
    johaaaaaaaa……… bgt……

  5. Aaaaahhhhhh#pusiing guling2 cakar tembook!!!!!!!!!just tebeceeehhhh!!!!

    Halah minho paboo!!!!tetem bilang cinta malah ditinggal aaisshh.bukanya seneng malah ditinggal!!

    Wow salut dah ama joon! Bahkan bertanya,dan pengertian ama tetem
    Tanpa marah dan bla bla bla

    Baik banget si joon ama taemin.
    Kasian Tuh taemin nangis malah ditinggal ama minho

    Kereeeen banget thoooorrr!!!!!
    Lanjuuut nex cap!!!!

  6. ok minho salah sangka.-. kenapa gak tanya dulu sama taemin? kenapa gak konfirmasi dulu? kenapa langsung bikin kesimpulan sendiri?

  7. minho, itu kesempatan mu buat sama-sama terus sama taemin.
    kenapa elu ga percaya.. dsar kodok😦
    kasina kan taemin.
    oke, tapi gimana joon bisa tau kaloo minho itu ska sama taemin? argghh panasarannnn

  8. abang Ming cembru jg galau tingkat dewa smpai2 tdk mmprhtikan ktulusn Taeby saat mngcapkn aku mencintaimu. ck, gemes jdx

  9. huaaa,siapa yg tega sama nae baby q.
    yaa kodok,kumat deh jaimny..tadi katany berharap minniie ny cinta
    eehh giliran baby ny nyatain cinta malah gk percaya..
    kasihan nae baby..cup cup cup.

  10. Hiks minho salah paham! Taem berjuanglah. Eon minta nomor Hp.nya donk biar gampang kalo mau minta pw! Atau akun fb dech! Please

  11. joon baik bgt d sini T.T
    ngerelain taem buat org yg taem sayang

    dasar kodok,knp gag dger sampe habis
    kn jadi salah paham akhrnya ><

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s