Yes, Thinking of you-NC’21 Part.4 end


Foreword: ANNYEONGGGGGGG~~IM SORRY REALLY SORRY FOR LATE UPDATE, IM BUSY REALLY BUSY, akhirnyaaa ini yang terakhirr.. oh gawwwwdd~~ im really really happy, thx you so much for you support and comment. Maaf banget gak bisa bales komennya yg lain, tapi suatu saat bakal gue balas kok janji deh! Here it is final chapter!

READ, ENJOY, LEAVE A COMMENT IF YOU LIKEEEEYYY 🙂

>REPLAYING COMMENT<

@Silver91 : aih, aku di poppo o////o siapkan tisu!kekekek~ xD

@aoi kaji : here we go baby! hehe 🙂

@yayuki taemin luuph : hehehe… makasih 🙂

@minholic : DENGAN SENANG HATI! SILAHKAN DI PROMOSIIN! HEHEHEHE BIG THANKS*HUGS , ada kok Fb ku add aja : Aristyasanniie Putri , and Twitter : @Sanniiew 🙂

@lylyly : jadian gak yah? kita akan tahu sekarang juga 🙂

@Angeloc : Nih NC’21 hahahaha… siapkan tisu o////o nanti kamu mimisan 🙂

@Mrs.Choi : ini noonggg~ sabar kaleeee, timpuk sempak Minho! muahahaha 🙂

TERIMA KASIH YANG UDAH KOMEN, SORRY YANG BELUM DIBALES, KARENA SAAT BIKIN PART INI BELUM ADA YG KOMEN LAGI HEHEHEHE …

( NO SUMMARY ANYMORE, YOU CAN READ LAST PART)

dammit! i love this pic a lot!!!!

by : sanniiew

AUTHOR POV~

Minho berdiri didepan gerbang rumah sambil terus mengetukkan kakinya kelantai, ia menimbang apakah harus masuk ke dalam atau tidak, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, dan ia sudah 2 hari pergi dari rumah dan meninggalkan Taemin, ia akhirnya memutuskan pulang dan menyelesaikan masalah, harus, karena tidak ada cara lain, atau dia akan tetap jadi pengecut, ia harus bicara dengan kepala dingin dan memberikan pengertian kepadanya, dengan begitu hubungan mereka akan baik-baik saja, yah … well. setidaknya mereka akan baik-baik saja, semua tidak akan pernah bisa berubah … walau dalam lubuk hatinya Minho menginginkan hal yang berbeda, tapi tentu tidak dengan mengorbankan Joon … tidak pikirnya.

Ia membuka gerbang dan berjalan masuk, nampak sepi ia membuka pintu rumah, ia terkejut itu tidak dikunci, saat ia masuk suasana rumah sangat gelap ia berpikir apakah smeuanya tidak ada dirumah? Taemin kemana? namun tiba-tiba … CLICK!

Minho memicingkan matanya, lampu ruang tamu tiba-tiba menyala, dan dari kejauhan ia melihat Joon berdiri dengan penyangga kakinya, ia menatap lurus Minho namun kemudian tersenyum, ia menjalan mendekat dan jarak mereka hanya beberapa meter saja.

“Dari mana kau Minho? kau masih ingat jalan pulang rupanya?”, sindir Joon smabil tetap tersenyum, Minho hanya menundukkan kepala, ia merasa sangat menghormati Hyungnya sehingga ia tidak patut membantah, dan memang itu kesalahannya.

“Duduk, aku mau bicara denganmu …”, Joon berkata seraya ia duduk disofa, dan meminta Minho duduk di sampingnya, Minho mengangguk dan melangkahkan kakinya menuju sofa, ia hanya diam dan memainkan tangannya, Jonn berdecak.

“Kenapa kau? aku tidak akan memakanmu, kenapa kau harus nervous begini?”, ledeknya, Minho hanya berdecak dan menatap Joon yang sedang tersenyum. Ia bingung kenapa Joon hanya tersenyum dan tidak segera mengintrogasinya kemana ia selama 2 hari ini dan tidak ada kabar.

“Kau… tidak bertanya padaku kenapa aku… pergi?”, tanya Minho, Joon mengerutkan alisnya.

“Aku rasa aku tidak perlu tanya, semuanya jelas sudah …”, jawab Joon masih tersenyum, Minho semakin bingung, jangan-jangan dia tahu …

“M-maksudmu Hyung …aku tidak mengerti, apanya yang jelas …?”, tanya Minho, Joon berdecak.

“Semua jelas kalau kau dan Taemin bertengkar dan aku tahu apa yang membuat kalian menjadi saling menyikasa diri masing-masing…”, jawab Joon kali ini nadanya sangat serius, Minho menelan ludah, ia mulai panik. Joon tersenyum dan menepuk pundak Minho.

“Kau ini bodoh atau idiot? jelas ia menyatakan perasaannya padamu tapi kau malah pergi, kau tahu seberapa besar efek yang kau berikan untuknya?”, dengan itu Minho mendongak, dugaannya benar … ia tidak berani menatap Joon, kata-kata pembelaan darinya yang sudah ia susun dengan baik hancur sudah.

“H-hyung … a-aku … aku dan Taemin kami tidak—“

“Cukup Minho, aku tahu apa yang kau ingin katakan, kau akan tanya bagaimana denganku? atau kau akan bilang kalau kau tidak mencintainya? dan bla bla bla … sudahlah Minho…”, Joon membombardirnya dengan pertanyaan, Minho hanya diam, itu benar, dia akan bertanya seperti itu, Joon menarik nafas dan meraih dagu Minho untuk menatapnya.

“Dengarkan baik-baik, sejak awal aku sudah tahu kau suka padanya, tapi apa yang kulakukan? aku merebutnya darimu kan? pertanyaan pertama, aku akan baik-baik saja .. aku tidak pernah merasa sebaik ini kenapa? karena aku akan melihat kedua orang yang kucintai akan bersama, kedua, jika kau tidak mencintainya itu berarti kau sangat pengecut Minho, kau tahu .. Taemin mencintaimu dan aku tahu itu, dan dia tidak pantas mendapatkan balasan seperti ini darimu … dia tidak berhak Minho, dia hanya berhak dicintai olehmu …”, jelas Joon panjang lebar, Minho menatap Joon lurus, dia tidak mengerti …

“Tapi … kau dengannya …waktu itu …”, Minho terdiam, Joon mengerutkan alis, Minho tidak menjelaskan apapun, namun Joon seperti tahu segalanya.

“Aku tidak tahu apa yang kau lihat dan kau dengar itu sama atau tidak … yang jelas, aku melepas Taemin bukan hanya untuk orang sembarangan dan untuk di sia-sia kan, aku melepasnya karena aku tahu dia mencintai mu, hanya kamu, jadi aku rasa … kau sebaiknya berpikir baik-baik … apakah ia layak mendapatkan ini? dia hanya mau jujur Minho, tidak kah kau mengerti ini?”, Kali ini Joon mengeratkan pelukannya di bahu Minho, Minho terdiam beberapa saat, namun berdiri. Joon menatapnya bingung.

“Taemin … aku ingin bertemu dengannya …”, kata Minho menatap Joon, Joon tersenyum.

“Tapi ia tidak di sini sekarang …”, jawab Joon, Minho terbelalak, tidak dirumah? lalu dimana?

“Dia … pulang ke Seoul kemarin, dia mengatakan padaku kalau dia tidak ingin bertemu denganmu, maka dia sebaiknya pergi sebelum kau kembali…”, kata Joon santai, mata Minho hampir keluar karena kaget dan rahangnya terbuka lebar.

“Kau membiarkannya kembali ke Seoul sendiri?! tanpa bicara padaku?! kenapa kau tidak pergi dengannya?! bagaiman kalau dia —“,

“Hei..hei.. calm down boy…dia yang mau, lagi pula dia mengatakan dia harus kuliah kau ingat? dia biasa mandiri, jadi aku biarkan saja … umma mengantarnya lalu kembali sore kemarin, thats it, jika aku tidak menghubungi mu, itu salahmu…kenapa kabur dari rumah?ppfh, childish neh?”, ledek Joon sambil melirik menyindir, Minho mengepalkan tangannya kesal, kalau tidak ingat dia Hyung nya dan orang yang sangat ia sayangi setelah … Taemin, dia sudah mencekeknya dari tadi.

“Oke itu saja? kau akan meledek ku apa lagi? aku akan kembali sekarang juga ke Seoul, tidak kupercaya kau membiarkannya…”, kata Minho seraya berlari ke kamarnya dan kembali dengan tasnya. Sebelum ia pergi ia melihat Joon yang asik menyeruput tehnya.

“Tapi aku rasa kau akan sulit mendapatkannya, kau tahu .. kalau dia kecewa, kau tidak akan diampuni lagi.”, ledek Joon, Minho hanya meliriknya, namun kemudian ia tersenyum.

“Hyung..”, panggilnya, Joon mendongak, tiba-tiba Minho memeluknya.

“Terima kasih … aku sangat sayang padamu, aku janji aku akan menjaganya…aku janji, terima kasih hyung…”, kata Minho, Joon menarik nafas dan membelai kepala Minho, sebelum Minho pergi ia menoleh ke arah Joon dan Joon berkata ‘HWAITING!’ dan ia pergi.

“Aaaahhh~ … baiknya diriku, well … semoga kalian bahagia…Taemin dan Minho, lalu aku? aku tidak dengan siapa-siapa… aaahhh~~…”, Joon bersandar di sofa dan memejamkan matanya.

“Kau bersama umma kan …?”, Ummanya muncul dari dalam kamar. Joon tersenyum dan mempersilahkan Ummanya duduk, kemudian ummanya memeluk Joon dengan erat.

“Kau baik-baik saja?”, tanya ummanya, Joon mengangguk.

“Tidak pernah sebaik ini … aku bahagia membiarkan mereka seperti ini.”, kata Joon, Ummanya hanya tersenyum.

. .

Minho berlari keluar dari taxinya dan menuju lantai dua dimana mereka berbagi kamar, ia mengetuk pintu dengan pelan sambil mengatur nafasnya, tidak ada jawaban sama sekali, apa Taemin sudah tertidur? tentu saja sedangkan sekarang sudah menunjukkan pukul 11 malam, ia mengetuk pintu lagi sambil memanggil nama Taemin, namun tidak ada jawaban, ia berpikir, kemana Taemin seharusnya pergi ….KEY! ya benar dia …Minho menghubungi Key …beberapa saat kemudian.

“KEY! KAU TAHU DIMANA TAEMIN?”, teriak Minho tanpa basa-basi … ia mengerutkan alis kenapa tidak ada suara? tunggu … dia mendengar suara aneh, diam tapi …

“YAH! KEY! KE—“

“y-yah …nggghh…jakkaman h-hyung…nuguya?”, tanya Key, Minho mengerutkan alisnya kenapa si Key?

“Minho!! ini Minho … dimana Taemin? kau bersamanya?”, tanya Minho,kemudian diam lagi sesaat, dia bisa menangkap suara…WHAT?!!!

“unnnggnh …d-dia…YAH! HYUNG SEBENTAR!”, teriak Key kemudian terdengar suara BUK dan erangan Onew. “Y-yah Minho sorry … aku tidak tahu, dia sudah pulang sejam yang lalu saat kami …AAAHHHHH…”, Key berteriak, Minho menganga lebar namun TUT TUT TUT TUT …telpon terputus, Minho memandangi ponselnya, ck, Onew hyung benar-benar tidak sabar … gaaawwwwddd~

Dia tidak tahu harus cari kemana lagi, apa sebaiknya ia tunggu disini? sebaiknya ya! Akhirnya ia membuka pintu kamarnya sendiri dengan kunci yang tersembunyi di pot dekat pintu, syukurlah Taemin tidak merubahnya sama sekali, ia masuk dan berjalan ke kasurnya sendiri, ia merebahkan badannya dan menatap langit-langit, dia mengulang semua pembicaraannya dengan Joon, apa yang ia lihat dan ia dengar tidak selamanya benar? tapi … dia harus membuktikannya …

CKLEK! pintu terbuka, Minho berdiri dan langsung berjalan ke depan pintu, ia dapat melihat Taemin masuk ke dalam rumahnya, sepertinya ia tidak sadar kalau pintunya sudah terbuka dan ia berada didepannya.

“Taemin?”, panggil Minho, Taemin menoleh dengan mata ngantuk dan …

“Min *Hikk* ho hyun*hikk*ung …?”, Minho terkejut, Taemin mabuk dan sekarang dia terhicup(cekukkan), Minho meraih tangan Taemin namun ditepisnya.

“Taemin .. kenapa kau—“

“AWASSS… jangan sentuh *hikk* aku…”, Taemin mendorong tubuh Minho menjauh. Minho hanya diam saja dan mengikuti Taemin yang duduk di tepian kasurnya, ia tidak mengeti sejak kapan Taemin bisa mabuk?

“Ada apa denganmu? kenapa kau mabuk seperti ini ?”, tanya Minho berdiri didepannya, Taemin yang setengah sadar mendongak, dan terkekeh.

“Its not *hikk* your buss*hikk*iness … apa perduli*hikk* mu,HAH?!!”, teriak Taemin dengan kesal. Minho berlutut didepan Taemin dan berusaha menyentuh wajahnya, namun lagi-lagi ditepis olehnya dan ia menatap Minho marah.

“DONT.TOUCH.*hikk* ME!!”, tegas Taemin, kali ini Minho benar-benar hilang kesabaran, ia memeluk Taemin, dan yang muda menolaknya dengan berusaha mendorong tubuh Minho menjauh dengan memukul dan bahkan berusaha menendang badan Minho, tapi ia tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk membuat nya menghindar dari tubuhnya, semakin ia kuat memukul dan menendang Minho semakin mengeratkan pelukannya.

“Maaf Taemin… maaaf… kau boleh memukul atau menendang atau apapun … lakukan… aku minta maaf membuat mu begini…”, kata Minho berulang kali berbisik ditelinganya, Taemin masih memukulnya kali ini air matanya mengalir namun ia kesal karena melihat Minho.

Minho melepaskan pelukannya dan meraih tangan Taemin lalu dengan cpeat ia menarik tubuh Taemin dan mencium bibirnya dengan kasar, Taemin berusaha menolak dan menghindar, tapi Minho menarik wajahnya dengan paksa.

“ARGH!”, Minho melepaskan ciumannya karena Taemin menggigit bibirnya, Taemin terbebas dan menatap Minho dengan tatapan jijik, namun air matanya mengalir dengan deras.

“I said DONT TOUCH ME YOU KNOW!!”, teriak Taemin, Minho hanya diam dan menatap lurus Taemin yang menangis.

“You love me right? so what was that huh?”, tanya Minho, Taemin menyengir.

“NO! I DONT!”, teriaknya, Minho menarik lengan Taemin dan berdiri berhadapan, Taemin masih berusaha menghindar.

“PROVE IT!”, Teriak Minho yang membuat Taemin berhenti, ia tidak pernah melihat Minho semarah ini “Prove it to me if you dont love me anymore …”, pinta Minho, Taemin sudah tidak menangis namun ia sekarang menyengir lebar.

“Buat apa? You dont love me too ,ypu fucking bastard!”, kutuk Taemin, Minho menganga, well…well…well… Taemin kecil membuat kesabarannya habis, ia melepas tangan Taemin kasar, dan menatap mata Taemin dalam-dalam.

“Listen to me fucking little brat! you sayed you love me right? but now .. kau mengatakan tidak, lalu kau mengataiku, what next boy?”, tanya Minho dingin, Taemin hanya diam dan terus menatap Minho, Minho menarik nafas. “I.DO.LOVE.YOU! or else I wouldn’t have offered that to you.” jelas Minho sambil menunjuk hidung Taemin, namun kemudian ia berbalik dan ingin pergi, berakhir sudah .. kalau memang ini maunya, pikir Minho.

Namun kemudian tiba-tiba sebuah tangan menariknya dan membalikan tubuhnya dengan kasar, Taemin dengan cepat melingkarkan tangannya dileher Minho da menaikki tubuh Minho, Minho kehilangan keseimbangan dan ia terdorong ke tembok, Taemin mencium bibir Minho dengan ganas, kakinya melingkar ke pinggang Minho dan tangannya menekan leher Minho, Minho mengatup bibirnya, matanya terbuka lebar, ia terkejut Taemin akan senekat ini, namun karena tidak mendapat respon Taemin melepas ciumannya.

“FUCK! what do you want HUH? i kiss you and you dont kiss me back!FUCK YOU!”, teriak Taemin tepat didepan muka Minho dengan wajah memerah marah, air matanya keluar, Taemin frustasi, dia heran kenapa Minho sangat dingin padanya,sudah jelas semuanya,ia membutuhkan bukti, tapi apa yang ia dapat? nothing! Taemin menggerakan pinggulnya, memebernya sudah sangat keras dan menyentuh sesuatu didepannya, ia tidak perduli, Minho bilang dia fucking little brat! so, he want to prove it, yess … he’s like a bitch now, and he doesnt mine.

“A-aarg …T-taem..”, Minho berusaha menghindar, tapi kaki Taemin melingkar seperti koala dan tidak mau lepas. “What? you like it hah? you said im fucking little brat, and i prove this!”, Taemin mencium leher Minho dan terus menggerakkan pinggulnya dan membuat Minho merangkul tubuh Taemin erat, matanya sayu ..shitt! hanya dengan begini tidak mungkin ia menyerah.

Taemin menjilat setiap inci leher Minho dan menghisapnya didaerah sensitifnya yang membuat Minho mengerang, Taemin tersenyum menang. “Like it huh?”, kata Taemin, Minho menjauhkan wajah Taemin dan menatapnya, Taemin hanya diam menatap Minho.

“I love you”, bisik Minho, Taemin terbelalak, namun kemudian ia tersenyum “Aku menunggu kata-kata ini keluar dengan lembut,tidak seperti tadi.”, Minho tersenyum dan mencium Taemin dengan lembut, Taemin merespon dan merapatkan jarak mereka, lidah Minho menjilat bibir bawahnya untuk membiarkannya masuk kedalam rongga mulutnya, Taemin mengerang pelan ketika lidah Minho beramin dilangit-langit mulutnya, dan membiarkan tangannya mencengkaran setiap helai rambut Minho.

Minho menyengir disela ciumannya dan merebahkan Taemin dikasurnya, ciumannya beralih ke leher mulus Taemin, tubuh mereka menyatu dengan sempurna dan member mereka saling bersentuhan yang membuat satu sama lain mengerang. Pikiran Taemin kosong, ia hanya tahu tubuhnya sangat menginginkan Minho, baju atasnya sudah terlepas dan ia merasakan lidah Minho bermain disalah satu nipplenya, ia mencengkram sprei disampingnya.

“Minho~ …”, ia mengerang sehingga sulit bagi Minho untuk menahan gejolak dari dalam celananya, Taemin menarik baju Minho dan berusaha menariknya dengan kasar, namun dicegah oleh Minho.

“Let me do it Minnie ..”, kata Minho, ia membuka semua bajunya sendiri seraya tangan Taemin menyentuh setiap inci tubuh Minho yang kekar.

“Minho ak~”, suara Taemin tersedak ditenggorokan ketika tangan Minho menyentuh membernya dari balik celananya, “Aaaahh~ aah~ …”, Taemin semakin memohon untuk menerima lebh dari sentuhan Minho di membernya. Ketika tangannya berusaha masuk kedalam celana boxernya Taemin memukul lengan Minho dan menatap Minho kesal, Minho mengerutkan alisnya.

“My turn.”, Taemin berkata seraya menyentuh member Minho dengan jempolnya dan membuat Minho mengerang dan terbaring disamping Taemin, dengan cepat ia turun ke bawah sebelumnya mencium dada Minho.

“Minniee ah~ …”, Minho merebahkan kepalanya kebelakang ketika Taemin menjilat seluruh member Minho, ia menatap wajah Minho yang sedang terpejam dan menggertakan giginya menahan tindakan Taemin, ia tersenyum menang, yess im really little brat! pikir Taemin.

Sebelum Minho dapat mencapai klimaksnya, ia menarik pundak Taemin dan merebahkannya kembali, ia menjilat jarinya dan membuka kaki Taemin kemudian perlahan memasukkan jarinya ke lubang senggama Taemin.

“Aaaahhh~ m-minho sakitt~…”, erang Taemin mengigit bibirnya sendiri.

“Ssshh~ relax…”, kata Minho berbisik di telinga Taemin dan memasukan jarinya yang lain, kali ini ia teriak lagi lebih kencang, dan air matanya mengalir, Minho terhenti dan menghapus air mata Taemin dengan tangannya yang lain. “Kau mau aku berhenti?”, Taemin menggeleng kencang, dan tersenyum ke arah Minho, Minho yang mendapatkan ijin kemudian menggerakan jarinya keluar masuk, membuat Taemin mengerang lebih keras, tanpa aba-aba, ia mengelurkan jarinya dan menggantinya dengan membernya.

“AAAAAAAAH…M-minhoo~…”, Taemin mencengkaran lengan Minho yang bergenggaman dengannya, Minho membungkuk dan membisikkan kata sayang padanya yang membuatnya tenang, kemudian ia mulai menggerakan tubuhnya seirama diikuti erangan Taemin yang semakin keras.

“Min..hoo..im.c-cum..”, badan Taemin dan liang senggamanya menegang mencengkaram member Minho, ia mencapai klimaksnya, Minho yang merasa klimaksnya akan sampai juga terus menggerakan tubuhnya dengan cepat, sampai akhirnya ia mengerang dan mengeluarkannya didalam tubuh Taemin kemudian ia terkulai lemas di atas tubuh Taemin dengan member masih didalam tubuh kecilnya, ia membenamkan wajahnya dileher Taemin mengatur nafasnya.

“I love you Minnie … i always love you …”, bisiknya, kemudian ia bangkit namun ditahan Taemin.

“Love you too …biarkan seperti ini sebentar ..”, bisik Taemin.

“Tapi aku berat …”, balas Minho, Taemin meraih wajahnya dan menggeleng, menatap dengan puppy eyesnya. “Kau hangat!”, kemudian ia mencium bibir Minho dengan lembut, setelah cukup lama, Minho mengelurkan membernya.

“Sorry, kalau terus begitu aku mungkin akan melakukannya lagi padamu.”, kata Minho terbaring disebelah Taemin dan menariknya kedalam pelukannya, Taemin terkekeh dan membenamkan wajahnya ke dada Minho,kemudian mereka terlelap tidur.

. .

“Morniiiinggggg~~ Taeminniee ….OMO!!!”, Key yang masuk ke kamar Taemin tanpa ketuk pintu menjatuhkan belanjaannya.

“Yah! apa si—“

“Ssssshhh…. look!”, Key menunjuk kan Onew ke arah kasur, mereka sedang melihat dua love birdy sedng tidur dengan nyaman dan keadaan naked, waw!

Perlahan Minho mengusap matanya dan melihat siapa yang datang, ketika pandangannya sudah jelas ia terkejut dan terbangun, sehingga kepala Taemin yanb berada dilengannya terlempar.

“Aa-aaah~ Min–ho ada apa?”, Taemin mengusap matanya menatap Minho yang langsung menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua, Taemin mengikuti arah pandang Minho, wajahnya sontak memera ketika melihat Onew dan Key terkikik melihat mereka.

“Well… finally kalian ….”, ledek Key sambil memeluk Onew, Onew hanya tertawa, dan 2min couple hanya bisa menunduk malu, Minho melingkarkan tangannya di pinggang Taemin, perlahan Taemin merebahkan kepalanya di pundak Minho.

“Well, sementara kalian mandi aku akan buatkan sarapan, come on Yeobo~ kau harus menolong ku …*wink*”, perintah Key pada Onew, Onew mengerti, dia menyengir dan meraih pinggang Key dan mengikutinya ke dapur, Minho dan Taemin menarik nafas dan merasakan kehangatan masing-masing.

“I love you so much.”, bisik Minho.

“Love you more”, balas Taemin

“Love you so damn much.”

“Love you more than you can imagine”

“Love —oh come on, ini nggak akan selesai sampai besok.” Minho menyerah, Taemin terkikik dan menarik Minho lalu menciumnya.

“Tidak hanya besok, tapi selamanya.”, Taemin memeluk Minho, dan Minho mengangguk dan membalas pelukan Taemin.

END~

P.S :

FINALYYYYYYYYYYY

HUAAAAAAAAAAAAAAAHHHH… IM SORRY IF THIS FEEL SUCK.

(UNEDITED LIKE A USUAL)

SORRY FOR LATE UPDATE!

THANKS YOU SO MUCH FOR SUPPORTING AND COMMENTING*bows 90 degrees*

HOPE YOU LIKEEEEEEEEYY 🙂

SEE YA ON ANOTHER 2MIN

ANNYEEONGGGGGGGGGGG~

Advertisements

50 thoughts on “Yes, Thinking of you-NC’21 Part.4 end

  1. Key, sempet2nya lg nc angkat telp minho… walo jawabnya kacau n gaje… kekekeeee
    Masuk kamar org ngga pake ketok pintu, untung adegan nc nya 2min dah selesai…

    Happy end again 2min….. 🙂

  2. minho sedikit telat..
    tp gpp ^_^
    mereka akhrnya bersatu
    dan joon,suka sama joong yg ngalah..
    ahh key kebiasaan dmana-mana ><

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s