[SHINee/YAOI-NC’21] Between us part.8 of (i dunno)


Foreword : Kekekekek~ annyeoong cingu, mianhee for late update really sorry, i just need more inspiration, i felt suck to my ability … maybe i just need to relax.. hehehe sorry for curcol.

Kenapa aku meletakan (i dunno) karena aku tidak tahu ini akan kapan berakhir aku harap kalian tida bosan membaca semua fanfics disini, dan tetaplah dukung aku, maaf kalau ada banyak salah dalam penulisan dan juga salah pemahaman dalam penulisan fanfics ku, aku harap kalian memberikan saran dan kritik yang membangun, but no bashing in here please 🙂

>Replaying comment<

for all reader : Terima kasih udh komen, makasih banget karena tanggapan kalian semuanya positif dan suka sm part sebelumnya, aku akan mengabulkan semua permintaan kalian semua semampu ku, hehehe … dan maaf banget kalau banyak juga yang kurang puas, tapi sejauh ini aku berusaha untuk sebaik mungkin memberikan yang terbai untuk kalian. keep supporting me and leave a comment if you likeey 🙂

by : SanniieW

SPECIAL JjongNo version. HINT OnKey!

[Author Pov~]

Jino baru saja pulang dari sekolahnya, ia berbeda sekolah dengan yang lainnya, maka dari itu ia harus cepat pulang, badan nya sangat lelah, dan rasanya ia ingin cepat beristirahat.

“Aku pulang …”, Jino menyapa isi rumah, ia mengerutkan alis, seperti nya mereka semua belum pulang, ia menarik nafas dan berjalan menuju kamarnya, saat ia ingin masuk ke kamarnya ia mendengar suara dari dalam dapur, ia mngerutkan alis dan mendengarkan baik-baik dan langkahnya pelan menuju suara itu berasal.

PRAAANGG! ia terkejut dan cepat berlari ke arah dapur, ia lebih terkejut lagi ketika melihat siapa yang sedang terbaring dilantai.

“Jonghyun hyung!!”, ia terkejut dan menghampiri Jonghyun yang terkulai dilantai.

“Ji-jinoo…”, Jonghyun berusaha menggapai Jino, dengan sigap ia meraih uluran tangan Jonghyun dan membantunya terbangun.

“Hyung… kenapa? ada apa denganmu? kenapa kau bisa begini…?”, tanya Jino panik, ia melihat sekeliling nya, tidak begitu berantakan tapi panci dan air tumpah ke lantai dan membasahi tubuh Jonghyun.

“Aaah… aku sakit perut … aku rasa aku diare dan sekarang aku terserang magh…”, ia menjawab dengan suara lemah, Jino mengerti, dia kemudian membantu Jonghyun menuju kamarnya dengan sekuat tenaga, dan merebahkannya ke kasurnya sendiri.

“Kau harus ganti baju … baju mu basah, nanti bisa masuk angin…”, Jino melepas tas ranselnya dan berjalan ke lemari Jonghyun mengambil pakaian dan berjalan ke arah Jonghyun lagi. Dia ingin membantu Jonghyun bergantian berpakaian,namun Jonghyun menolak dan Jino hanya berdiri di depannya memperhatikannya, ia terkejut dan wajahnya memerah seketika ketika melihat tubuh Jonghyun, tubuhnya sangat kekar, otot tangannya dan juga ia mempunyai body yang atletis terlihat dari bentuk perutnya yang sixpack dan juga bentuk dada bidangnya yang sempurna.

“Yah~ … like what you see hmm?”, Jonghyun meledek Jino yang sedang memperhatikan tubuhnya.

“W-what? YAH! N-NO!”, teriak Jino, Jonghyun menyengir dan kemudian ia menarik tangan Jino dan membuatnya duduk tepat didepannya, ia meraih tangan Jino dengan paksa dan meletakkannya di tubuhnya yang belum ia tutup dengan bajunya, Jino berusaha menarik tangannya namun Jonghyun menahannya dan tersenyum menang ketika melihat wajah Jino memerah.

“Hei … dont be shy to me baby … you wanna touch my body, do you?”, ledeknya seraya mengedipkan matanya. SHITT! pikir Jino, pria ini benar-benar memuji kesabarannya, baiklah … aku ikuti permainannya. Jino tersenyum lebar, membuat Jonghyun bertanya dalam hatinya sendiri namun ia berusaha cool dan tersenyum balik.

“Hmmm… i think your body look so sexy Jonggie~…”, Jino memainkan jari tangannya di dada bidang Jonghyun dengan bentuk melingkar yang membuat Jonghyun menegangkan badannya karena terkejut, Jino tersenyum dalam hatinya, hmmm… i like it for tease him like this, kekekek~ pikirnya.

“So … whats next baby? wanna kiss me?”, ledek Jonghyun, ia berusaha mengontrol emosinya dan menggoda Jino, Jino terdiam sesaat dan mengerutkan alisnya, Jonghyun menyengir menantang.

“Well… i’ll kiss you now … ready?”, tanya Jino seraya mendekatkan tubuhnya kearah Jonghyun, ia sebenarnya tidak mau melakukan hal ini, namun entah setan apa yang merasukinya ia merasa sangat ingin melalukan ini pada Jonghyun, Jonghyun berdiam dan menatap lekat Jino yang semakin lama mendekat ke arahnya, dia tersenyum dalam hati … well, sekalian saja, toh aku rasa aku mulai menikmati permainan ini, pikirnya. Ia membelai wajah Jino dan perlahan bibir mereka saling bersentuhan.

“AAAAHH!”, Jino melepas ciumannya dan menatap Jonghyun, Jonghyun meringis kesakitan seraya memegang perutnya.

“S-SORRY!”, dia bangkir dari duduknya dan berjalan ke kamar mandi, Jino menganga wajahnya memerah … tadi..sudah …dan snap! dia lupa kalau Jonghyun sedang sakit perut karena diare …dia tertawa sendirian dan keluar dari kamar Jonghyun.

“Well… sebaiknya kubuatkan dia bubur…”, Jino mengangkat bahu dan keluar menuju dapur, dia tidak peduli mengganti baju seragamnya terlebih dahulu.

Jonghyun terduduk di closet menuntaskan bisnisnya dan berkali-kali memukul kepalanya, ia malu sekali, hampir saja… aaarggghhh..,penyakit langganannya ini benar-benar sangat menyusahkan, WAIT… kenapa dia menyayangkan? jangan bilang kalau dia mulai suka dengan…WAIT, ini tidak mungkin, beberapa waktu yang lalu jelas ia tertarik dengan Key, tapi kenapa sekarang… NO,SNAP SANP SNAP, YOU CANT JJONG! NOOO~…

“Jonghyun hyung? kau baik-baik saja…?”, Jino berteriak dari luar, Jonghyun terkejut dan tersadar dari lamunannya, ia tidak menjawab dan segera menuntaskan bisnisnya dan keluar kamar mandi, ia melihat Jino berjalan ke dapur setelah memanggilnya.

“Ng…kau sedang apa?”, Jonghyun memasuki dapur dan duduk dikursi makan. Jino menoleh dan tersenyum sambil membawa semankuk bubur panas.

“Makanlah.. itu untuk mengisi perut mu yang kosong, setelah ini aku akan mencari obat untuk sakit mu hyung …”, kata Jino tersenyum lembut, bocah ini… kenapa tiba-tiba bisa berbuat baik lalu nanti bisa juga bersikap dingin?

“Ng … Jino…”, Jonghyun memanggil ketika Jino ingin keluar.

“Terima kasih.”, seru Jonghyun, Jino hanya tersenyum dan berjalan ke luar mencari obat yang bisa diminum.

Jonghyun menatap makanan didepannya dan bernafas lega, syukurlah kali ini ia ada yang mengurus jika ia sakit, sudah lama rasanya jika ia merasakan kelembutan seseorang, tibatiba dia merindukan kehangatan keluarganya, ia masih ingat terakhir kali kelembutan ummanya menyentuh wajahnya dan pelukan appanya.

“Hyung…kenapa?”, Jonghyun tersadar dari lamunannya dan menatap Jino bingung, Jino menunduk dan mengelap air mata dari wajah Jonghyun, Jonghyun terkejut, kenapa ia menangis? apa karena dia sedang sakit jadinya dia menjadi sangat sensitif?

“Aku tidak apa…”, aku melihat wajah khawatir tersirat di wajahnya, dia masih menatap ku tidak percaya, perlahan aku meraihnya kepelukanku.

“Hyung…?”

“Biarkan seperti ini dulu… aku…”, Jonghyun terdiam, Jino menrik nafasnya dan memeluk nya tapat di lehernya, Jonghyun membenamkan wajahnya ke dada Jino, entah mengapa ia merasakan kenyamanan, apakah karena mereka mempunyai masalah yang sama?

“Katakan padaku hyung …apapun itu, aku akan ada untukmu… aku janji…”, bisik Jino, ia tidak mengerti sejak kapan, namun ia tahu hanya ini yang ia rasakan. Jonghyun tersenyum dan melepas pelukannya, namun tetap membriarkan tangannya melingkar di pinggang mungil Jino. Mereka bertatapan namun kemudian Jino menundukkan tubuhnya, mereka dapat merasakan nafas mereka satu sama lain, perlahan bibir mereka bersentuhan satu sama lain, Jino merenggut rambut Jonghyun, dan membiarkan yang lebh tua dominan dalam ciuman mereka dengan memainkan lidahnya didalam rongga mulut nya, membuatnya lebih mengeratkan pelukannya dan mendesah pelan. Mereka terpaksa melepas ciuman mereka, kening mereka saling bersentuhan merasakan nafas masing-masing, rasanya waktu seakan meleleh, mereka tidak mengerti sejak kapan perasaan mereka berubah seperti ini?

“Hyung… a-aku…”, wajah Jino memerah, Jonghyun berdecak.

“Kenapa…? kau menyesal menyium ku?”, tanya Jonghyun, Jino langsung menggeleng mantap dengan malu-malu.

“B-bukan begitu… aku rasa mungkin…ini terlalu cepat, t-tapi… apa yang kau rasakan padaku Hyung.. maksud ku, kau menganggap aku ini sebagai apa…ngg—“,

“Kau mau aku mengatakan apa artinya dirimu untukku?”, tanya Jonghyun tersenyum, Jino mengangguk. Jonghyun merasa perut nya menjadi lebih baik, ia berdiri dan berhadapan dengan Jino kemudian dengan cepat ia membawa tubuhnya dengan bridal style.

“So, let me tell you something … I think i love you now…”, jelas Jonghyun seraya merebahkan Jino dikasurnya, Jino terbelalak, namun kemudian ia tersenyum dan merangkul leher Jonghyun.

“I love you too … guess what, dugaan ku benar kalau kau akan bilang cinta padkau terlebih dulu… wuaaahhh, Taemin pasti akan terkejut jika aku mengatakan ini!”, Jino terkekeh, Jonghyun mengerutkan alis.

“Maksudmu… kau sudah merencanakan ini…?”, sindir Jonghyun, Jino langsung menutup mulutnya.

“Well…well… aku akan menghukummu…”, goda jonghyun, dengan cepat ia mencium bibir Jino, menghisapnya dan memasukkan lidahnya ke dalam mulut Jino, Jino melenguh mersakan sensasinya, ia perlahan meraih baju jonghyun dan melepasnya, jonghyun mengerutkan alisnya, jino hanya terkekeh, jonghyun melanjutkan ciumannya turun kelehernya dan menemukan titik sensitif nya membuat kissmark disana, menyatakan bahwa anak ini sekarang menjadi miliknya.

“Your such a bad boy baby…”, ledek Jonghyun seraya melepas baju jino dan mencium nipple jino, membuat nya melenguh dan meraih ranbut jonghyun meminta lebih.

“Aah… a-aha…well… sejauh ini kau menyukaiku…ahhh~…”, Jino mengerang ketika jonghyun sudah menyentuh membernya dan melepas celana dan boxernya sekaligus. Tanpa menunggu ia menundukkan wajahnya dan bekerja di membernya, Jino memejamkan matanya tangannya merengkuh rambut Jonghyun meminta lebih, namun kemudian ia bangkit dan menarik pundak Jonghyun sehingga ia jatuh disampingnya.

“My turn hyungiee~…”, goda Jino, Jonghyun tersenyum, what a bad ass boy!,pikirnya.

“AAAAHHH…what the—“, Jonghyun melihat ke bawah, Jino menyengir ketika Jino meraih membernya dalam genggamannya dan meremasnya dengan menyengir lebar.

“Aaah.. you like a pervert you know…ahh…”, Jino tidak mendengarkan dan dengan satu gerakan dia melahap habis seluruh member Jonghyun. Jonghyun tidak percaya, Jino bisa semahir ini, ia memejamkan matanya, ia menahan sebissa mungkin tidak mencapai klimaks, namun tiba-tiba Jino menghentikan tindakannya membuat Jonghyun terbelalak.

“Now what?”, Jonghyun bingung, Jino perlahan berada di atas Jonghyun, dan menyengir lebar.

“Aissh~… bad boy, you wanna ride me now?”ledek Jonghyun seraya meraih nya dan mencium setiap inci tubuh Jino, Jino hanya mengangguk.

“Tapi kau…”, Jonghyun mencegahnya, ia tidak mau Jino terluka karena ini akan sangat menyakitkan, Jino tersenyum seakan mengatakan bahwa ia akan baik-baik saja, perlahan ia memposisikan tubuhnya dan menurunkan tubuhnya tepat di atas member Jonghyun.

“Aah…”, Jino meringis, Jonghyun langsung terduduk dan menahan tubuh Jino dengan tangannya, ia panik meluhat Jino.

“STOP! Stop oke Jino! ini akna sakit, stop oke… jangan diteruskan..”, Jonghyun berusaha menghentikan nya, namun Jino melotot padanya dan menggeleng mantap, ia mendorong tubuh Jonghyun perlahan dan tersenyum menyembunyikan rasa sakitnya.

“L-let me do it… im oke hh-hyung…”, desisnya, setelah ia merasakan semua member Jonghyun berada dalam tubuhnya ia menahan tubuhnya dengan meletakkan tangannya di dada Jonghyun, Jonghyun menahan tubuh mungilnya dengan merengkuh pinggulnya.

“Pabooo…”, kata Jonghyun tersenyum, Jino hanya tersenyum dan mencium Jonghyun kemudian menggerakkan pinggulmnya menandakan ia siap, Jonghyun mengerti, ia perlahan menyelaraskan gerakan pinggulnya dengan Jino, Jino memejamkan matanya air matanya keluar dan perlahan suara desahan dari mulutnya menggema seiring Jonghyun memberikan service pada member Jino.

“A-ah…i-im.c-cc-comm…aaaaahhhh…”, Jino melenguh seiring ia mencapai klimaksnya, Jonghyun menangkap tubuh Jino yang terkulai, dan masih terus bergerak untuk mencapai klimaksnya sampai ia mengelurkan nya dalam tubuh Jino, dan menariknya keluar merebahkan Jino disampingnya.

Jino memejamkan matanya, ia mendekat ke tubuh Jonghyun ketika ia memeluk tubuhnya.

“Sorry baby…”, bisik Jonghyun ditelinganya dan mencium bibirnya, Jino tersenyum dan membenamkan di dadanya.

“Dont be sorry … karena ini yang aku mau … so, i think i lobe you too…”, bisik Jino. Jonghyun tersenyum dan menarik selimut menutupi tubuh mereka.

“Love you too… sleep well baby…”, dan mereka terlelap tidur, dan tidak mengetahui bahwa sedari tadi diluar sana mengetahui apa yang terjadi.

. .

“Well… setidaknya two love bird bersemi lagi di dorm kita… hehehe…”, kata Key seraya berjalan ke kamarnya sambil meenggelayut manja di tangan Onew.

Onew berhenti berjalan, Key menoleh bingung, ia melihat Onew manatapnya dengan tatapan sedih. Key mendekat dan membelai wajahnya.

“Kenapa sayang… katakan padaku…”, kata Key seraya memberikan ciumanny pada Onew di bibir.

“Tidak … aku hanya berpikir apa kau percaya padaku.. maksud ku… “, Onew terdiam, dia merasa gusar, ia takut Key akan pergi darinya suatu saat, karena ia pernah meninggalkannya,, dan takut ini hanya mimpi.

Key mengerutkan alisnya. “Kau … meragukanku…?”, Key menatap Onew sedih, Onew mendongak, ia melihat mata Key mulai berair. Ia tidak bis berkata apapun, sebelum ia dapat mengatakan sesuatu Key memundurkan badannya dan masuk kedalam kamar.

“Key! Key! please… buka pintunya, aku tidak maks–“

“Please!”, teriak Key. “Please… tinggalkan aku… just..leave me alone now…”, teriak Key terisak.

Onew menatap pintu kamar Key, ia merengkuh rambutnya, apa yang barusan ia lakukan? kenapa ia selalu membuat Key terluka…kenapa?

TBC~

p/s :

Well… kalian pasti bingung kan? mana 2min? kok Onkeynya sedikit banget sih? kenapa kebanyakan Jongno?

Itu karena sebentar kagi bakal berakhir partnya.

Dan part berikutnya aku akan membuat 2min dan bagaimana akhirnya antara Onkey couple.

SO, be patient…

LEAVE A COMMENT IF YA LIKEEYYY 🙂

Advertisements

72 thoughts on “[SHINee/YAOI-NC’21] Between us part.8 of (i dunno)

  1. aigoooo….
    jong so pervert ! baru juga jadian dah nc ja…
    nh lho tuh si onkey kenpa lagie…..

  2. Lho kan ada problem, aiih key ngambekkan, onew buatku aja, hehe
    duh Jong pke ilmu tingkat dewa nih,,, Jino klepek2 dah, 2min mana ya??tak tungguin lhoo,,

  3. Hwaaaaa…ini kok berasa pendek yyah?
    Apa cuma perasaanku aja gara2 terlalu asyik baca part jongno…hahahaha *readerYadong
    Aaaah,tpi itu jongno gilaaaaaaaa,hot bin panas baget, ahay mereka bersatu juga 😀
    Hayo lho..itu onew bikin key ngambek lagi –” rayu atuh bang biar key gk sedih lagi, rayunya pake cara jong ama jino itu *tetepYadong hehehe
    Okeeeeee…lanjut lagi ah…

  4. eeekkkhhhhh jinja…. kenapa lagi dengan nae bumonim ini, gemasssss. baru aja sayang2an dengan gaya hot summerx eh sekarang malah jd bgni. huhuhuhu kenapa gak bisa damai dalam waktu yg lama sihT.T

  5. Woowowow
    Jadi jongno bersatu secepat itu eoh?? Maksudku NC.an yg mereka lakukan??? Aiugggooo~

    Nahh lho kog sekarang onkey yg marahan.. Huhuhu

  6. Jino langsung main ajah… Heum akhirnya jongno beneran jadian, itu key kenapa kok ngambek keonewnya, 2min nc jugak dong he…he…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s