[2min] Find you part.1 of ?


Foreword :

Muahahahaha… siapa yang mau 2min? pembaca pada gak sabaran banget deh maunya 2min terus, tau nggak gue sampe semedi mulu kali di wc cari ide buat cerita 2min, kekekekek~*curcol. LAGI, ini adalah cerita fantasy… hahahaha, hari ini lagi ujan seharian, pas lagi duduk diluar sambil makan gorengan langsung masuk kerumah trs buka lapcoy… and this is it!

Beberapa adegan disini terinsipirasi dari adegan di komik, beda cerita cuma menggunakan moment yang gue samain aja, insiprasinya dari komik Kamikaze kaito jeane & Kiss me with mint. hell yess, itu komik cetakan kapan tauk? sekitar 2007 lah. Bagus banget tapinya.. kalau penggemar komik pasti familiar banget sama beberapa dialognya disini.

by : sanniiew

LEAVE A COMMENT IF YA LIKEEEEY🙂

RAMBUT KEDUANYA DAN PAKAIAN MEREKA PERSIS SEPERTI DIGAMBAR!

“Huuuu…jaaaan lagiii~…”, Taemin berdiri di loby gedung sekolah dengan nada bernyanyi, di luar hujan turun sangat deras, waktu sudah semakin sore, dn matahari semakin tidak terlihat karena tertutup mendungnya langit. Ia memanyunkan bibirnya, semua karena ia tidak tahu waktu terlalu serius berlatih dance di studio sekolahnya.

“Bagaimanaa aku pulangg~…”, dia bernyanyi lagi sambil maju selangkah dan mengulurkan tangannya merasakan tetesan hujan.

Sekolah sudah mulai sepi, kalau dia tetap di tempatnya itu akan menakutkan, dia menoleh ke kanan kekiri, kedepan dan kebelakang. Ia takut sesuatu ter plop dari tembok atau dari balik pohon atau… ia bergidik.

“Lebih baik aku larii saja lah, sekalian basah itu mengasyikkan …~”, dia bernyanyi lagi, ia merapatkan jas tebal nya dan mulai melangkahkan kaki, ia sangat suka hujan,jadi tidak masalah kalau dia basah kuyup.

Ia terus berjalan melewati blok demi blok, sambil tangannya terus terentang menikmati hujan, salah satu yang membuatnya senang adalah dance, susu banana, dan hujan, well… kenapa? ia juga tidak tahu alasannya.

‘Well… sepertinya kau sangat menyukai hujan yah?’ sebuah suara menegurnya.

“Iyaaaa~ aku suka huj–“, Taemin berhenti melangkah, dia mengedip beberapa saat, lalu ia menoleh, alisnya berkerut … tidak ada siapa pun dibelakangnya, ia memundurkan langkahnya, menoleh ke kanan dan kirinya, tidak ada apapun… lalu siapa tadi…

‘BBOO!!’

“KYAAAAAAAAAAA…”, Ia jatuh kejalan berteriak seperti perempuan.

‘AHAHAHAHAHA… LUCU SEKALI~ HAHAHAHA… A-APA ITU*tertawa*…Kenapa kau berteriak seperti*tertawa keras*’

Taemin memundurkan tubuhnya, matanya memperhatikan sosok didepannya dengan seksama, didepannya berdiri sosok yang bisa dibilang tampan, sangat tampan, bertubuh tinggi, dan terlihat kekar, dia tertawa dengan deretan gigi yang putih dan rambut coklat berkilauan, wajah Taemin mendadak memerah melihat sosok didepannya.

‘Haha—s-sorry…kau lucu sekali sih~…’

Taemin berkedip dua kali, tunggu …kenapa suaranya seperti menggema..tunggu…kenapa dia…

“S-SIAPA KAU???? KENAPA TUBUH MU TEMBUS PANDANGGG??!!!!”, teriak Taemin histeris, sosok didepannya menutup kupingnya rapat-rapat. Ini memang bukan pertama kalinya bagi Taemin bisa melihat hantu, tapi…TIDAK PERNAH SEJELAS SEKARANG!!!

Jadi kau benar bisa melihatku yah?’ sosok itu menyengir lebar dan berjongkok didepan Taemin. Taemin memundurkan tubuhnya ketakutan.

“J-jangan sakiti aku… a-aku masih muda, aku masih punya banyak cita-cita yang belum tercapai, please… aku masih mau jadi penari profesional… please… kembalilah ke nirwana… jangan lukai aku…”, Taemin memundurkan tubuhnya, but CRAP! tubuhnya menyentuh tembok, ia tidak bisa pergi kemana-mana, sosok didepannya terbelalak, dan tertawa lagi hingga terduduk didepan Taemin.

“YAH! JANGAN TERTAWA! AKU SERIUSSSS!!!”, Taemin bergidik ngeri sekaligus kesal, ia tidak suka mendengar suara tawanya, terlalu menakutkan.

‘Oke oke…s-sorry*terkikik* well… siapa namu kiddo? tenang… aku tidak akan menyakitimu…’ ia tersenyum lebar, Taemin terbelalak, wajahnya memerah, wait… kenapa hantu bisa terlihat begitu charming? snap! calm down Taemin…

“A-aku Lee Taemin… k-kamu?”, Taemin berusaha berdiri, ia mencengkram bajunya dengan kencang.

‘Well… nama yang bagus, aku …’ ia berdiam sebentar seperti berpikir keras sambil menatap Taemin dengan cemas., Taemin memiringkan kepalanya.

‘… aku tidak tahu namaku siapa? yang ku tahu aku sudah mati …’ dia mengangkat bahunya, Taemin menganga.

“Jadi…kau tidak ingat siapa namamu? lalu kenapa kau bisa mati…?”, tanyanya lagi, lagi-lagi sosok itu berdiam diri berpikir sesuatu, dan lagi-lagi ia mengangkat bahu.

‘Aku tidak ingat apapun… ‘ jawabnya dingin, Taemin diam sesaat menimbang-nimbang, lalu kenapa dia menyapanya.

“Ng.. well, kalau begitu aku pulang dulu … cepatlah kembali kenirwana…okeh?”, Taemin tersenyum dan mengambil langkah seribu. Ia bersyukur sosok itu tidak mengikutinya, ia terus berjalan sampai kamar apartemen kecilnya, sebelum masuk kekamarnya ia memeriksa kotak surat nya,ia menghela nafas melihat kotak surat itu kosong…

“Tidk ada lagii~…”, katanya sedikit bernyanyi menghibur dirinya sendiri, seperti biasanya, dia akan melakukan hal itu sebelum dan sesudah sepulang sekoah, dan semua sama saja sseperti hari biasanya, tidak ada surat apapun disana untuknya. Air matanya mengalir, namun ia dengan cepat menghapusnya dan menarik nafas , kau harus kuat Lee Taemin, kau bisa.. kau anak mandiri dan kuat, semua akan baik-baik saja… tenang… ia mengeluarkan kunci kamarnya dan masuk ke dalamnya, mencopot sepatu boot nya dan jas nya yang basah, meninggalkannya begitu saja didepan pintu.

Kemudian ia meraba tembok kamarnya yang gelap berusaha menemukan saklar lampu, dan…

‘BBO!’

“KYAAAAAAAAAAAAA…”, LAGI, dia jatuh ke lantai dan memegang jantungnya yang berdegup kencang.

“K-kau! k-kenapa kau  bisa disini… a-apa yang kau mau…?”, Taemin tergagap, sosok itu cemberut melihat ekspresi Taemin.

‘Mau gimana lagi, aku kan hantu, jadi aku bisa berada simana saja, jadi kalau aku tiba-tiba ada disini ya jangan salahkan aku dong…’ jawabnya cuek sambil mondar-mandir melihat seluruh isi kamar TaemiN. Taemin menganga.

“YAH! aku juga tahu… t-tapi kenapa kau mengikutikuu!!!”, Taemin berteriak, sosok itu lagi-lagi menutup kupingnya.

‘Aissshh~~ bisa tidak kau tidak berteriak, itu sangat mengganggu, kebiasaan yang buruk.’ ia mengangkat kedua tangannya sambil menggelengkan kepalanya. Taemin menganga lagi.

“BUKAN URUSANMU! MAU APA KAU DISINI? CEPAT KELUARRR….”, teriak Taemin tambah kencang, sosok itu cemberut, dan terduduk dikasur Taemin, well… terlihat duduk, karena tubuhnya mengambang.

‘Aku tidak tahu harus kemana… karena hanya kau yang dapat melihatku, makanya aku mengikutimu… aku hanya ingin meminta tolong padamu.. itu saja, tapi aku tidak akan memaksa jika kau tidak mau, aku akan pergi…’ jawabnya kali ini dengan mimik serius, Taemin mengerutkan alisnya, apa maksudnya? apa yang bisa ia tolong?

“A-aku tidak tahu … aku belum pernah punya pengalaman menolong hantu, dan terlebih aku tidak tahu caranya…” jawab Taemin menundukkan wajahnya.

Kemudian tiba-tiba suasana menjadi sepi, Taemin mendongak, sosok itu tidak lagi didepannya, ia terbelalak, mengarahkan pandangannya ke setiap ruangan, tapi tidak ada… mungkin sosok itu marah padanya.. jangan-jangan ia pergi karena omongannya yang menolak membantunya…

“Hei… kau dimana… maaf kan aku… aku tidak bermaksud seperti itu.. heii….”, Taemin berteriak memanggilnya, namun tetap tidak ada jawaban, ia berjalan ke dekat jendela dan celingak-celinguk, namun ia tidak melihatnya, ia menjadi tidak enak karena telah menolak seseorang, well… sesosok hantu meminta bantuan darinya.

“Heiii~… aku minta maaf, baiklah baiklah… aku akan menolongmu—“

‘BENARKAH?’

tiba-tiba sosok itu muncul dari langit-langit kamarnya dengan posisi terbalik dan tersenyum tepat didepan wajahnya

“KYAAAAAAAAA…”, Taemin terjatuh dikasurnya sendiri, sosok itu hanya tertawa. Taemin kesal sekali, hantu itu mempermainkannya.

“SHITT! BERHENTI TERTAWA KAU!”, teriak Taemin kesal seraya melempar bantal ke arahnya, namun percuma, bantal itu lolos melewati tubuhnya yang transparan. Sosok itu mendadak diam dan berjongkok didepan Taemin, Taemin memperhatikannya dengan seksama, lagi-lagi wajahnya memerah, kenapa hantu bisa setampan dia, SNAP! Ia menampar pikirannya sendiri, fokus… fokus…

“Apa yang bisa kubantu.. bukannya kau tidak bisa mengingat sesuatu?”, tanya Taemin, sosok itu mengangguk.

‘Tapi… sebenarnya hanya satu yang kuingat …’ katanya sedikit berpikir, Taemin memiringkan wajahnya menunggunya bicara lagi.

‘Saat aku sadar, tadi aku sudah berdiri dijalan tadi, dan aku seperti kehilangan sesuatu … yang terlintas dipikiranku adalah.. cincin?’ katanya memiringkan kepalanya berpikir, Taemin diam sejenak, cincin? mungkin itu barang penting baginya, jadi ia mencari itu, atau mungkin untuk seseorang yang spesial sehingga hanya itu yang dapat ia ingat? entah kenapa hati Taemin sedikit tercekat memikirkan hal itu, namun dengan segara ia buang rasa itu, fokus…

“Hmm.. mungkin barang itu sangat penting bagimu? dan mungkin itu bisa membantu mu untuk kembali ke nirwana jika bisa ditemukan…tidakkah kau berpikir begitu?”, tanya Taemin, pria itu berpikir sejenak dan mengangguk. Taemin mengerutkan alisnya, hal yang harus ia lakukan adalah …

“Baiklah, akan kubantu … aku akan membantu mu untuk kembali ke nirwana dan menemukan barang itu untukmu jika itu satu-satunya jalan membantu mu kembali ke alam mu dengan tenang…”, jawab Taemin tersenyum, sosok itu mendadak sumringah, dan berusaha memeluk tubuh Taemin, namun percuma karena ia malah jatuh kebelakang karena raga mereka berbeda.

Taemin terkejut, sedetik yang lalu jantungnya berdebar, apa ia barusan ingin memeluknya, namun tidak bisa… Taemin berdiri melihat sosok itu hanya terkekeh menggaruk kepalanya.

‘Aku lupa aku sudah mati … hehehe … terima kasih ya …kau benar-benar orang yang baik, syukurlah aku bertemu denganmu…’ katanya tersenyum lebar, Taemin menelan ludah, entah kenapa jantungnya berdegup kencang, ini tidak bisa dibiarkan… dia hantu dan dia manusia… tidak bisa terjadi seperti ini, pikirnya.

“Iya..iya… besok kita mulai mencari tahu apa yang terjadi padamu, aku harus mandi, badanku basah kuyup, kalau tidak aku akan sakit.”, kata Taemin seraya berjalan ke kamar mandi, sosok itu hanya mengangguk.

“OH, dan jangan mengintip, aku tahu kau bisa menembus tembok!”, kata Taemin mengancam, sosok itu hanya tertawa dan mengangguk mengerti, berjanji tidak akan mengintipnya.

. .

Taemi keluar dari kamar mandi dengan handuk dikepalanya, segar rasanya setekah mandi pakai air hangat dan membersihkan badannya, baju nya sangat kotor karena tadi ia terjatuh dijalan saat bertemu dengan hantu iseng itu. Wait, kemana dia … Taemin mengangkat bahunya dan berjalan kedapur, membuka kulkas melihat apakah ada sesuatu yang bisa ia buat dan ia makan untuk makan malam, ia menghela nafas, tidak ada apapun… ia lupa belanja untuk keperluan minggu ini.

‘Kau mencari apa?’, Taemin melompat keget.

“YAH! jangan suka muncul tiba-tiba, lama-lama aku bisa mati kena serangan jantung karena mu tahu!”, omel Taemin kesal sambil menunjuk sosok itu, ia terkekeh. Taemin hanya cemberut, dasar hantu menyebalkan!

“Aku mau keluar cari makan, perut ku lapar!”, Taemin berjalan mengambil jaketnya dan memakai bootnya.

“Kau ikut juga?”, tanya Taemin  ketika melihatnya dibelakangnya.

‘Yup! memastikan kau baik-baik saja, kalau kau terluka siapa yang akan menolongku? hanya kau harapanku saat ini…’, katanya tersenyum lebar, Taemin memutar bola matanya, well.. sejauh ini ia seperti propertinya, tapi disudut hatinya ia tersenyum sendiri.

‘Aku tahu kau senang karena keberadaanku~…’ hantu itu bernyanyi, Taemin meliriknya kesal dia hanya terkekeh dan mengikuti Taemin berjalan keluar dengan payungnya, KREK!

“Ayoo—“, Taemin berhenti ketika melihat hantu itu terdiam, hantu itu terpaku melihat sosok Taemin.

“Hei kau kenapa? kau baik-baik saja.. hei…”, tergur Taemin, hantu itu tersadar dari lamunanya.

‘Ng… tidak.. aku seperti mengingat sesuatu.. saat melihat payungmu…’, ia memiringkan kepalanya lagi, Taemin mengerutkan alis dan melihat ke arah payung dan hantu itu bergantian.

“Ng.. kalau cuma payung kan semua orang punya…?” jelas Taemin bingung, hantu itu menggelengkan kepalanya mantap.

‘Tidak-tidak, aku sudah mencoba menyapa orang yang lewat sedari tadi, mereka rata-rata menggunakan payung, tapi aku tidak merasakan apapun … tapi untuk yang satu inim aku seperti merasakan…apa ya? kenangan…atau…’, hantu itu semakin memiringkan kepalanya berpikir, Taemin menarik nafas.

“Sudah, jangan terlalu keras berpikir, kau akan mengingatnya pelan-pelan.. walau kau hantu, jangan paksa pikiranmu, itu tidak baik, biarkan semua perlahan-lahan berjalan semestinya , oke?”, Taemin tersenyum padanya, hantu itu mengedipkan matanya mencerna ucapan Taemin dan ia tersenyum setuju, kemudian mereka berjalan menuju kedai terdekat.

“Hmm.. karena kau tidak punya nama bagaimana aku memberikannya untukmu? biar mudah memanggilmu…”, usul Taemin, hantu itu mengangguk setuju, Taemin tersenyum dan mulai berpikir.

“Bagaimana kalau … Joon?”, usulnya, hantu itu menggeleng, Taemin cemberut, hanya itu yang dipikirkannya, karena Joon dari kata Lee Joon artis favoritnya. “…ng..Donghae?” *geleng* “… Nickhun?” *geleng “DOGGY!” teriaknya.

‘YAH! memang aku anjing?-__-“ bentaknya, Taemin terkekeh.

“Baiklah … bagaimana kalau… Minyo?”, kata Taemin terkikik, ia suka menyebutnya.

‘Minyo? kenapa kau tidak pandai sekali membuat nama? masa Minyo?’ sindir hantu itu, Taemin meliriknya kesal.

“Minyo itu baguuss~ aku suka bentuk mulutku saat menyebutnya, Mi~nyoo~…”, Taemin mengejanya dan menunjukkan bentuk mulutnya dan terkekeh sendiri, hantu itu mengerutkan alis dan menggelengkan kepalanya.

‘Aissshh~ kau ini imut sekali sih, yasudah .. terserah mu saja.’ akhirnya hantu itu menyerah, entah kenapa ia merasa Taemin sangat lucu dan menyenangkan..disudut hatinya ia merasa kan sesuatu, entah apa…

“Yah yah! aku ini bukan perempuan, jangan katakan kalau aku ini imut, aish … hantu alien pabo~..”, gerutu Taemin.

‘I can hear you … cepat, semakin dingin, kalau kau jalan nya lama tidak akan cepat sampai, kau harus isi perutmu supaya tidak sakit…’ perintah hantu itu, Taemin menganga, sejak kapan sesosok hantu bisa menasehatinya? Taemin hanya terkekeh dan berjalan menuju kedai ujung jalan.

. .

“Huaaahhh~ aku kenyaaangg~~~….”, Taemin masuk kekamarnya dan berjalan menuju telponnya menekan tombol BIP!

BIP! Minnie… ini aku Key .. jangan lupa besok ultah my beloved dubu.. datang yah jam 7 di cafe biasa, arra, annyeongg… oh, jaga kesehatanmu, arraso?

BIP! Maaf tidak ada pesan .

Taemin menarik nafas, ia meletakkan jaket dan merebahkan tubuhnya di kasur, sudah berapa lama ia hidup seperti ini, ia tidak ingat sama sekali, rasanya sepi … selalu seperti ini… batinnya.

‘Hei Minnie…’

Taemin melihat ke kanannya, ia mengerutkan alisnya. “Minnie…? jangan panggil begitu, sok akrab!”, bentak Taemin, hantu itu hanya cemberut.

‘Makanya biar akrab aku memanggil mu seperti itu … btw, siapa tadi?’ tanya hantu itu

“Oh, itu Key, dia senior ku sekaligus pemilik sanggar tari tempat ku berlatih menari.” jawabn Taemin menarik bantal dan memeluknya.

Hantu itu hanya mengangguk dan berjalan menjelajahi sudut kamar Taemin, melihat-lihat setiap benda yang ia miliki. Kemudian ia menemukan sesuatu, ia menoleh ke arah Taemin yang sedang melamunkan sesuatu.

‘Hei, Minnie…’, tegurnya, Taemin mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk Minyo. Ia terbelalak dan membuang mukanya sehingga tubuhnya membelakangi Minyo, perlahan Minyo mendekati nya dan duduk dibelakangnya.

‘Hei… itu.. umma dan appa mu ya..’, tegurnya.

“Bukan urusanmu.”, jawabnya dingin, Minyo diam , ia tidak mau bertanya lagi, dia tidak mau mengganggu Taemin dan membuatnya marah, kalau memang menurutnya itu bukan urusannya tidak sepatutnya ia menanyakan hal itu lebih detail.

“Mereka … meninggalkan ku disini sendirian…”, Taemin memulai bercerita, Minyo mendengarkan baik-baik. “Mereka sudah bercerai, waktu aku kelas 5 SD appaku ada main dengan wanita lain, setelah setahun berselisih akhirnya ummaku yang mendapatkan hak asuh ku… tapi … ia sibuk bekerja di luar kota, sehingga aku jarang bertemu dengannya, ia sangat suka menari, mungkin bakat yang ada didiriku karena diturunkan olehnya.”, ceritanya. “…tapi sudahlah, toh tidak ada hubungannya denganmu.”, ketus Taemin seraya membenamkan tubuhnya kebantal dan berusaha tidur. Ia tidak mau Minyo melihatnya menangis dan terlihat rapuh, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak terlihat lemah, dia harus kuat, karena jika ia lemah ia tidak pantas bertahan hidup, kalau hanya seperti ini ia bisa.. dan harus bisa…

‘Good night Minnie … sleep tight.‘ sebelum ia dapat memejamkan mata ia dapat merasakan tangan Minyo menyetuh pipinya, entah mimpi atau bukan, tapi terasa hangat, ia heran .. mengingat Minyo berbeda darinya.

. .

‘Minnie…miniie…‘ panggil Minyo, Taemin menyembunyikan wajahnya dibantal dalam-dalam, ia mengerang.

“Aaarghh~ sebentar lagi, aku masih ngantuk …”, jawab Taemin malas.

‘Tidak bisa… aku hanya punya waktu 3 hari …’, kata Minyo, Taemin mendadak terduduk, ia berusaha mencerna perkataannya.

“MWOOOO??!!!”, ia terbelalak menatap Minyo, Minyo hanya mengangkat bahunya.

“YAH! KENAPA KAU BARU BILANG SKEARANG?!!”, teriak Taemin.

‘A-aku juga tidak tahu … tadi malam.. aku mendapat bisikan… mengerikan, aku akan menjadi hantu gentayangan jika kau tidak segera menolongku…’, Minyo menyentuh kedua pipinya dan memasang mimik aegyo. Taemin mengerutkan alisnya.

“… kau bercanda ya? jangan main-main denganku!”, bentak Taemin kesal, Minyo meliriknya dan terkekeh .

‘Aku bercanda… tidak usah menunggu 3 hari aku juga sudah jadi arwah penasarankan?’ ledeknya, Taemin menganga ia menundukkan kepalanya kesal.

‘Ng… Minnie…~’ panggil Minyo.

“DIAM KAU HANTU SIALAN! KAU MENGGANGGU TIDUR KU, SEKARANG TERSERAH APA MAU MU, AKU AKAN TIDUR, DAN JANGAN GANGGU ISTIRAHAT MINGGU TENANG KU!!!”, bentak Taemin kesal dan melemparkan bantal ke arah Minyo yang berdiri tenang.

Taemin terbaring lagi dikasurnya sambil ngedumel kesal, kenapa ia bisa bertemu dengan makhluk aneh tembus pandang sepertinya? Ia tenggelam dalam pikirannya sendiri, sudah sejak lama ia tidak terlibat dalam urusan orang lain, sejak orang tuanya bercerai ia sama sekali menutup dirinya dari orang lain, bukan berarti tidak ingin berteman, ia mempunyai banyak teman, hanya saja, ia tidak mau ikut campur urusan orang lain, terutama para laki-laki yang terkadang suka cari gara-gara, itu akan mengingatkannya pada appanya. Taemin tenggelam dalam pikirannya sendiri, ia tidak tahu bahwa Minyo dapat mendengat dengan jelas setiap kata hatinya, tapi hanya satu .. ia tidak bisa mendengar perasaan Taemin sesungguhnya.

‘Maaf Minnie… maaf kalau aku jadi beban bagimu…’ kata Minyo, Taemin terbelalak, ia menoleh ke arah Minyo yang berdiri didepannya.

“H-ha? tidak kok … tenang saja, aku akan menolong mu.. maaf kan kata-kata ku tadi …”, kata Taemin segera bagkit dari kasurnya dan berjalan ke kamar mandi, mungkin sebaiknya ia melakukan sesuatu untuk Minyo hari ini.

. .

‘Kita mau kemana?’ tanya Minyo yang melihat Taemin bersiap keluar rumah dengan membawa payung di tasnya dan siap berjalan keluar membawa serta dirinya.

Taemin berpikir sejenak. “Aku akan memulai mencari tahu tentang mu, tidak kah kau berpikir ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada mu? misalnya kenapa kau bisa meninggal, dimana kau meninggal, dan dimana jasat mu… terlebih kita harus mencari cincin mu itu, kau ingat?”, tanya Taemin, Minyo terbelalak, ia tidak menyangka Taemin merencanakan semua itu.

“So, lets go! follow me follow me…”, Taemin tersenyum lebar dan berjalan dengan semangat. Minyo tersenyum, ia bersyukur menemukan Taemin.

Pertama mereka menuju jalan dimana mereka kemarin bertemu, jalan yang lumayan besar itu sedikit ramai sekarang, sesekali mobil melewati mereka, kemudian Taemin berjalan ke taman sebelah jalan itu, ia berpikir sejenak.

‘Lalu kita mau apa?’ tanya Minyo, Taemin berpikir sejenak, meletakkan jarinya didagunya.

“AH!”, ia menjentikkan jarinya dan berlari ke sebuah tempat, satu-satunya tempat yang memang harus dituju pertama kali.Minyo melihat gelagatnya langsung mengikutinya dari belakang.

“Annyeong haseyo … “, Taemin menundukkan memberi salam kepada petugas polisi di pos polisi terdekat ketika ia sampai.

“Ya, annyeong haseyo .. ada yang bisa saya bantu anak muda?”, tanya sipir itu ramah, Taemin duduk dikursi tepat didepannya.

“Ngg … aku ingin tahu, apa kah sekitar 2 atau kemarin ada kasus kecelakaan atau semacamnya di jalan depan sana?”, tanya Taemin, sipir itu mengerutkan alisnya.

“Memangnya ada apa nak?”,

“Ng… begini, aku hanya ingin tahu saja, aku sedang memburu berita untuk paper sekolah!”, jawabnya berbohong, pintar kau Taemin! Minyo hanya tersenyum mendengar alasannya. Sipir itu awalnya ragu namun akhirnya ia mengatakan bahwa sekitar 2 hari lalu ada peristiwa tabrak lari di ujung jalan sana, korbannya adalah seorang anak muda, tapi ia tidak tahu ciri-cirinya karena saat itu ia tidak bertugas ditempat.

“Tabrak lari? lalu bagaimana selanjutnya? apa korbannya baik-baik saja? apa dia dibawa kerumah sakit terdekat? dimana?”, Taemin bertanya terus menerus.

“Wowowo.. sabar nak, aku tidak tahu pasti, kabarnya dia dibawa dirumah sakit di ujung jalan sana, mungkin kau bisa mencari tahunya disana .. tapi aku tidak yakin dia masih dirawat disana atau tidak, kabarnya dia mendapat luka yang serius…”, kata sipir itu iba. Taemin menelan ludahnya, semoga ia bisa menemukan sesuatu. Ia melirik Minyo yang menatap sipir itu lekat , seakan ingin mengetahui sesuatu, Taemin tahu, Minyo pasti sednag berpikir apakah anak muda yang dibicarakannya itu dirinya atau bukan, sejauh ia tidak mengingat apapun.

“Baiklah, terima kasih atas informasinya, aku akan mencari tahu disana.. gamsahabnida ahjusshi…”, Taemin membungkuk dan berpamitan.

‘Well… kau masih ingin berusaha?’, tanya Minyo, Taemin menoleh dan tersenyum lebar.

“Aku tidak tahu menolong orang akan mengasyikkan seperti ini, aku rasa aku semakin menyukainya, setidaknya seperti bermain seperti detektif, jadi… aku akan melanjutkannya! come on!”, jawab Taemin tersenyum lebar dan berjalan mendahului Minyo, Minyo menarik nafas, ia hanya menggelengkan kepala, betapa polosnya bocah didepannya, kenapa ia bisa berpikir menolong arwah penasaran sepertinya bisa ia bilang mengasyikkan?

. .

“Annyeong haseyo…”, sapa Taemin ke bagian informasi rumah sakit, suster jaga yang disapa tersenyum lebar melihat anak muda yang terlihat menggemaskan didepannya.

“Annyeong haseyo … bisa saya bantu,tuan?”, senyumnya lebar.

“Ya, saya ingin bertanya, apakah kemarin ada korban tabrak lari yang dibawa kesini?”, tanya nya, suster itu meminta nya menunggu sebentar seraya mencari info di komputernya.

“Hmm.. kemarin memang ada satu korban tabrak lari yang dibawa kesini—“

“BENARKAH? DIMANA DIA SEKARANG? BISA AKU BERTEMU?”, teriak Taemin senang, Suster itu terkejut, ia meminta Taemin memelankan suaranya, Minyo yang sedari tadi melihatnya disampingnya hanya geleng-geleng, benar-benar kebiasaan buruk.

“Maaf…”, hanya itu yang keluar dari mulut Taemin, ia sangat malu.

“Tapi, ia sudah dipindahkan oleh keluarganya  kerumah sakit pusat, baru saja tadi malam dia dibawa kesana…”, kata suster itu yang membuat raut wajah Taemin kecewa, namun dengan cepat ia mengubah mimiknya.

“Boleh aku tahu siapa namanya? atau ciri-ciri fisiknya? ini sangat penting, karena…ng..karena aku khawatir itu sahabatku…” jelas Taemin lagi-lagi mencari alasan. Suster itu mengangguk dan percaya alasannya, Taemin tersenyum victory.

“Namanya Choi Minho, umurnya 20 tahun, cirinya dia bertubuh tinggi, rambutnya pendek hitam kelam, hanya itu sepertinya…”, Taemin sontak memperhatikan Minyo dengan seksama, ciri-ciri yang sama hanya tinggi badannya dan sisanya tidak, karena Minyo berambut panjang dan hitam kecoklatan. Taemin menarik nafas, ia hampir putus asa

“Baiklah, terima kasih infonya, tapi kurasa dia bukan yang kucari …gamsahabnida …”, Taemin berusaha tersenyum dan keluar dari rumah sakit.

. .

Ia duduk di kursi taman sambil menyeruput american coffee nya, menarik nafasnya dalam-dalam dan memandang kelangit, apa lagi yang harus ia lakukan untuk mencari tahu.

‘Minnie … hentikan saja, aku rasa aku sudah banyak menyusahkanmu, begini saja tidak apa-apa…’ kata Minyo tiba-tiba. Taemin menoleh kaget.

“TIDAK BISA! pokoknya aku harus mencari tahu … aku .. penasaran .. aku hanya ingin tahu apa yang terjadi padamu, bagaimana kalau kau masih hidup? arwah penasaran bisa ada bukan berarti orang itu sudah mati kan? bisa saja dalam keadaan kritis atau semacamnya?setidaknya biarkan aku mencari tahu dan menemukan jasat atau kuburanmu, itu lebih baik sehingga kau bisa tahu siapa dirimu Minyo…”. jelas Taemin menatap Minyo serius, Minyo begitu terkejut dengan pernyataan Taemin, anak ini benar-benar ingin membantunya, dan ia dapat melihat ketulusan di matanya.

‘Taemin … ini akan sangat berat, aku tidak dapat mengingat siapa diriku, siapa namaku, apa yang terjadi padaku, dan … aku hanya tidak mau aku hanya berdiam diri dan tidak bisa membantu apapun untukmu … aku minta maaf karena menambah beban padamu…’ Minyo menundukkan wajahnya, Taemin tersenyum ia berusaha meraih wajah Minyo, walau itu tidak akan bisa, namun  ia tetap melakukannya.

“Minyo.. aku sudah bilangkan? aku akan membantumu … jadi jangan khawatir, jika kita punya keyakinan semua pasti ada jalan, jadi …HWAITING MINYO!”, seru Taemin mengepalkan tangannya dan terkekeh, Minyo terkejut, ia hantu, tapi kenapa ia merasakan jantungnya berdebar, ada apa sebenarnya?.

“YOSH! ayo kita kerumah sakit itu, kita cari tahu apa ada korban lain…”, seru Taemin.

‘Tapi bagaimana kalau aku mati bukan karena kecelakaan?’

Taemin terdiam sesaat, “Entahlah, aku juga berpikir seperti itu, tapi hanya ini yang aku pikirkan, aku hanya mengikuti insting ku saja…”, jelas Taemin dan berjalan keluar taman. Minyo menarik nafas, ia melihat banyak sisi didiri Taemin, periang, mandiri, terkadang suka menangis dan mudah bersedih, namun sedetik kemudian ia dapat berteriak dan sebagainya,ia sangat menyukai sosok penolong didepannya.

. .

Ia menuju ke informasi, dan benar, ada dua orang korban tabrak lari, namun yang satunya sudah berumur, dan yang satunya anak muda dengan ciri-ciri yang sama yang disebutkan oleh rumah sakit sebelumnya, beruntungnya ia masih ada dirumah sakit itu … dengan wajah sumringah ia meminta info diruangan mana ia dirawat. Choi Minho, ruang 504. Dengan segera ia berjalan ke lift dan menuju kamar yang dituju, wlau ciri-cirinya sama ia hanya ingin memastikan saja, bisa saja wajahnya bisa ia kenal, walau kecil kemungkinannya.

Saat ia sudah mendekati kamarnya, ia melihat pria dan wanita berumur dan juga seorang perempuan muda cantik berdiri didepan pintu sambil menangis, didepan mereka berdiri seorang dokter sedang berbicara, Taemin mendekat tanpa mengganggu mereka dan terduduk di kursi tunggu tepat disamping mereka, mereka tidak menyadari keberadaannya, dan wanita disampingnya terus menangis sambil menyebut nama ‘Minho’ berulang kali, ia duga pasti orang yang terbaring didalam yang ingin ia cari tahu, dan wanita ini sepertinya… well. mungkin kekasihnya.

“Maaf… kami sudah berusaha sebaik mungkin, namun fisiknya semakin hari semakin melemah, jika ia tidak juga sadarkan diri … maka kami tidak tahu harus berbuat apa lagi, dalam keadaan koma seperti ini yang kami butuhkan hanya keajaiban, tapi kami akan tetap berusaha sekuat tenaga kami untuk menolongnya …”,kata dokter itu, dan kedua orang tua itu menangis lagi, begitu juga wanita disebelah Taemin, Taemin menarik nafas, kasian sekali pria bernama Choi Minho itu.

Taemin berdiri, dan pergi dari sana tanpa memastikan apakah ia Minyo atau bukan, ia tidak mau mengacaukan suasana keluarga itu. Ia hanya berjalan keluar dan melihat langit mendung kembali, apa yang harus ia lakukan lagi.

“Minyoo…”, gumamnya.

‘Hmm?’

“Kalau aku tidak bisa juga menemukan jasad mu apa kau akan marah padaku?”, tanya taemin

‘Tidak … aku sudah mengatakan, biarlah seperti ini … aku sudah cukup menyusahakanmu, jadi , ayo kita pulang .. kau lelah kan?’ tanya Minyo.

Taemin merasa lelah dan putus asa, dia ingin sekali menolong nya, namun ia cukup lelah, ia tidak tahu harus berbuat apa.

‘Ayo Minnie … kita pulang sebelum hujan turun.’ perintah Minyo, Taemin hanya mengangguk dan berjalan keluar.

. .

Sesampainya didalam rumah ia merebahkan tubuhnya, badan dan kakinya pegal, ia merentangkan tangannya dan menarik nafas dalam-dalam, ponselnya bergetar hebat, dengan cepat ia melihat layar hp nya, tertulis Almighty Key memanggil, ia tahu hari ini ultah Onew kekasihnya, dan sekarang sudah pukul 5 sore, ia sudah sangat lelah untuk pergi lagi.

“Yoboseyo?”

“YAH! Minnie … kau dimana? aku sudah menunggu mu dengan Jonghyun dan yang lain untuk menyiapkan surprise Onew, kau tidak lupa kan?” Key berbicara dengan cepat, Taemin hanya menarik nafas.

“Maaf Key … mungkin aku akan telat, ada urusan sebentar …”, katanya lemas

“Hei… urusan apa? kenapa kau terdengar lelah?kau baik-baik saja kan? tidak sakit kan? apa kau perlu ke sana membantu?”, rutun Key.

“Tidak usah … sampaikan maaf pada yang lain, tapi aku akan datang nanti saat acara dimulai, aku janji… oke?”, janji Taemin, Key menarik nafas.

“Baiklah, kau mengerti, kalau ada apa-apa hubungi aku .. kau mengerti?jaga dirimu Minnie ah~ …”, pinta Key.

“Ne … bye Key.”, dengan itu ia merentangkan lagi tangannya, dan memejamkan matanya. Minyo hanya berdiri didepannya dan terus memandangi sosok Taemin seksama, ia merasa bersalah telah membuat Taemin terlihat terbebani akan dirinya, rasanya ia ingin meninggalkannya, namun ia enggan melakukan itu, perlahan ia mendekati Taemin, dan berusaha menyentuh pipinya. Namun… SLEP! Taemin membuka matanya dan terduduk.

‘Ng… kenapa Minnie?’, tanya Minyo, Taemin terdiam sesaat, dan ia menenpuk jidatnya mengingat akan sesuatu.

‘Hei mau kemana lagi?’ teriak Minyo, Taemin memakai boot dan jaketnya kemudian membuka pintu.

“Kemana lagi? membantu menemukan dirimu sebenarnya!”, serunya, dan dengan cepat berjalan keluar apatemennya. Minyo menganga.

‘Yah! tunggu aku Minnie~..‘, serunya dan berjalan mengikuti Taemin.

 

 

TBC~

P/S :

Bagaimana teman-teman? kalian suka? hehehehe…

agak rumit deh yah… tapi udah bisa nebak dong siapa Minyo?

LALU, apa yang akan dilakukan Taemin yah? Minyo bakal balik lagi ke ‘tubuhnya’ lagi?

Terus mana 2minnya? hehehehe…

SEE YA ON NEXT PART

LEAVE A COMMENT IF YA LIKEEEY🙂

ANNYEOONGGG~~

65 thoughts on “[2min] Find you part.1 of ?

  1. ceritanya seru,,,,bukaain donk part terakhirnya pengen liat endingnya 2min gimana!,seruuu ceritanya!

  2. Itu cewek yg nagis buat mibho itu bukan pacarnyakan?? Jodoh banget yah 2mun udah mau mati ajah masih ketemu

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s