[SHINee/YAOI/NC-17] Between us part.9 of (i dunno)


Foreword :

Annyeonggg~ yess, aku mengebut semua FF di blog, berita buruknya adalah…

MUNGKIN AKU AKAN JARANG NGEPOST KARENA KULIAH AKAN SEGERA DIMULAI 😦

Tapi, jangan khawatir, sebisa mungkin aku sempatkan waktu untuk mengepost FF lainnya, doakan aku juga yah semoga semester ini bisa lebih baik dalam mencapai nilai yang sempurna, kalau begini kan aku bisa tambah di sayang mama papa*asek* TAPI, kalau tanpa dukungan kalian pun aku bukan apa-apa guys… so thank you so damn muchimuchimuchimuchhhh :* <33333

>Replaying comment for all reader<

I know I know you love me guys... hehehe, maka dari itu kalian selalu mengecek blog ini apakah sudah update atau belum? jujur, ini merupakan kerja yang berat dan keras banget karena aku harus meluangkan waktu ku untuk mengetik dan juga berpikir ide baru, percaya atau nggak, sebelum aku tidur, aku selalu berpikir, apa lagi yang aku tulis, so, kalau cerita nya terkadang kurang berkenan, aku mohon maaf … no bashing me oke? kekekekk~ cukup kasih saran yang baik, dan aku akan mendengarkan kalian, thnx for reading n commenting, keep supporting me, you all the best! <333

by: SanniieW

SPECIAL NC ONKEY AND HINT OF 2MIN!kekekek~

.

.

“Key … buka pintunya, aku ingin bicara … “, Onew sudah kesepuluh kalinya bolak-balik ke kamar Key, JongNo couple keluar kamar dengan rambut berantakan, Onew hanya tersenyum sekilas melihta love dovey baru didepan nya.

“Kenapa dengan Key hyung? kalian bertengkar…?” , bisik Jonghyun, Onew hanya tersenyum miris.

“Oke, maaf mengganggu, aku akan keluar sebentar dengan Jino …”, kata Jonghyun menggandeng Jino yang masih susah berjalan.

“Oh, bisa pinjam mobil mu Hyung … ng… Jino…”, kata Jonghyun melirik Jino yang terlihat kesakitan.

“Kuncinya ada di samping TV depan, kau pakai saja…”, kata Onew tersenyum.

“Terima kasih Hyung …fighting~…”, kata Jino lemas, Jonghyun tersenyum dan memeluk pinggang Jino untuk pergi dari sana. Onew hanya mengangguk dan tatapannya kembali ke pintu Key. Ia menarik nafas.

“Key … baiklah kalau kau tidak mau membuka pintu, aku akan pergi dari sini, jika kau sudah lebih baik hubungi aku ya … aku akan pergi jika kau memang tidak mau melihatku sekarang … bye…maaf kan aku Key…”, Onew berteriak memastikan Key mendengarnya. Ia bermaksud menguji Key, apakah ia peduli padanya, namun tetap tidak ada jawaban, akhirnya ia memutuskan untuk berjalan keluar.

. .

Key membuka matanya, ia sudah tidak mendengar lagi panggilan Onew, semua mendadak sepi, ia bangun dari tidurnya, ia tertidur cukup lama setelah menangis, ia berdiri menatap dirinya didepan kaca, matanya bengkak, dan wajahnya tampak sembab karena menangis. Kenapa ia harus merasa sedih? apa yang ditakutinya? apakah dia takut Onew akan pergi darinya? Onew berpikir bahwa ia tidak menyukainya dan Onew tidak percaya padanya bahwa ia benar-benar memaafkannya, ia marah, setelah semua kembali seperti semula,and for god sake .. mereka telah menghabiskan malam berdua melakukan ‘bisnis’ semalaman dan sekarang Onew mengira bahwa dirinya tidak mencintainya? bahkan meragukannya.

Ia berjalan keluar kamar, tidak ada siapapun.. rumahnya tampak sepi… ia berjalan ke kamar Jonghyun,Jino, 2min room, mereka tidak ada, terakhir ia berjalan ke kamar Onew, sepi … dia tidak ada juga, apa dia benar-benar pergi meninggalkannya sendiri dirumah? kenapa dia harus pergi dan tidak menunggunya, Key merasa dirinya menjadi sangat egois. Ia berjalan kedapur dan mengambil segelas air, kemudian ia terduduk dibalkon rumahnya menghadap kolam ikan, rumahnya sangat sepi .. semuanya tidak ada dirumah, mendadak ia menyesal karena terlalu bersikap sensitif pada Onew, seharusnya ia mendengarkan dulu penjelasaanya baru menyimpulkannya sendiri … Key menarik nafas, memandang ke langit.

“Jinki ..Jinki~ …Jinki Jinki Jinki~ …”, Key mengulang nama Onew sambil menggerakkan kakinya, ia menarik nafas. “Maaf Jinki…”, gumamnya.

“Forgiven…”, Onew memeluk Key dari belakang dan merebahkan kepalanya di antara pundak dan leher Key.

“Jinki?”, Key berusaha membalikkan badan namun ditahan oleh Onew.

“Ssshh… “, Jinki mencium leher Key membuatnya diam. “… aku tahu aku tidak bisa memberikan yang terbaik untukmu, aku salah Key .. aku telah meragukanmu .. aku hanya takut kehilanganmu Key … aku takut melakukan kesalahan lagi padamu …”, bisik Jinki mengeratkan pelukannya dan mencium pundak Key yang terlihat. Key memejamkan matanya, ia ingin menangis lagi, namun dengan segera ia menutup mulutnya.

“Pleasee.. simpan air matamu Key, sudah cukup selama ini aku membuatmu menangis .. pleasee percaya padaku, aku akan melakukan yang terbaik untuk kita …”, kata Onew kali ini berbisik ditelinga Key dan mencium telinganya, Key bergidik geli, ia membuka matanya, dan melepas pelukan Onew.

“Key …”, Onew terkejut menerima penolakan Key. Namun Key berlutut didepan Onew dan merangkul lehernya.

“Bagaimana pun juga.. aku percaya padamu.. dan kau jangan pernah ragukan keputusanku, aku sudah bulat akan kembali padamu, dan aku pernah mengatakan padamu, jangan pernah meninggalkan ku lagi, kalau tidak aku tidak tahu apa bisa kembali lagi padamu atau tidak Jinki…”, kata Key, dan perlahan ia menarik Onew mendekat dan mencium bibirnya, Onew tersenyum dan bergumam

“Tidak akan …”, ia meraih pinggang Key mengeratkan pelukannya, mereka beradu ciuman, saling mendominasi, Onew merebahkaan tubuhnya dilantai dan Key teapt di atasnya, lidah Key menjilat seluruh rongga mulut Onew, ia menggesekkan tubuhnya ketubuh Onew.

“Aahh~..”, desah Onew, Key tersenyum victory. Dia melanjutkan ciumannya dengan penuh nafsu, Onew meringis sesaat, dan membantu tubuh nya untuk berdiri. Ia melepaskan ciumannya dan berbisik di kuping Key.

“Get a room baby..”, bisiknya, Key tersenyum. Dan tanpa basa-basi ia naik ketubuh Onew dengan gaya baby koala, dan Onew menangkap tubuhnya dengan tangannya, mereka berciuman kembali selama menuju kekamar mereka.

Onew berusaha membuka gagang pintu sementara Key masih berada digendongannya. Key melepas ciumannya dan turun dari tubuh Onew,

“Aisshh… disaat begini kau masih saja menunjukkan Onew sangtae mu yeobo…”, Key kesal, ia membuka pintu dan menarik Onew masuk. Onew cemberut.

“Bagaimana tidak, kau menaikku dan mencium ku dengan gila.”, balasnya, Key berdecak ia memutar bola matanya.

“Oh shut up Jinki, just kiss me now!”, perintah Key, Onew berdecak, ia menarik lengan Key sehingga ia terduduk dipangkuan Onew.

Key membuka mulutnya untuk membiarkan lidah Onew masuk kedalam mulutnya, ia memainkan jarinya dirambut Onew, sementara yang satunya menjalarkan tangannya masuk kedalam kaos Key dan melucuti pakaiannya, Onew melepas ciumannya dan beralih keleher jenjang Key ia menghisap titik sensitifnya dan menghisapnya sehingga meninggalkan bekas merah disana. Ia melihat bekas yang ia berikan dan tersenyum bangga, he’s absolutely my mine, pikirnya. Key menggerakkan tubuhnya sehingga ia bisa merasakan member mereka bersentuha, mereka mendesah bersamaan. Dan melepaskan ciuman mereka, mereka mulai melucuti pakaian masing-masing, dengan cepat Onew berada dibawah Key, Key menyengir lebar. Matanya menatap Onew lapar.

Perlahan ia turun sambil mencium leher, dan bermain di nipple Onew, membuatnya mendesah dan mencengkram rambut Key, Key terus turun mencium perut Onew dan meraih membernya kedalam genggamannya, melakukan aksinya dengan memberikan job pada member Onew. Onew menelan ludah, matanya terpejam erat menerima sentuhan Key.

Key memperhatikan member Onew dengan seksama, well… dia menjilat ujungnya. “AAAHHH…KEEEYYY…”, Onew mendesis dan tangannya meraih kepala Key, Key tersenyum menang. Kemudian ia melanjutkannya dengan memasukkan semuanya kedalam mulutnya, menghisapnya dan menaik turunkan kepalanya sesekali memberikan sensasi di lubang senggama  Onew membuat nya mendesah lebih kencang.

“A-aahh..s-stop Key …STOP!”, teriak Onew, Key mengangkat kepalanya sehingga bunyi PLOP! dan ia menatap Onew tersenyum.

“Wae?”, ledeknya. “I wanaa ride you on.”, ia tersenyum dan menaiki tubuh Onew. Onew menggeleng.

“No No Key … ini akan —“

“SHUT UP!”, bentak Key seraya mencium bibir Onew lagi. “Oke!”, kata Onew.

“AAAHH!”, Key berteriak, ia terkejut, jari Onew sudah masuk ke lubang senggamanya.

“I wanna preparing you baby~..relax…”, kata Onew, Key merebahkan tubuhnya di atas tubuh Onew nafasnya mendesih, sebelum ia dapat bernafas lega, Onew menambahkan jari yang lain dan menggerakkannya, Onew mencium ujung kepala Key untuk lebih tenang, perlahan Key menegakkan tubuhnya.

“You ready baby?”, tanya Onew, Key mengangguk, Onew mengeluarkan jarinya dan membimbing nya masuk kedalam lubang senggama Key, Key menurunkan tubuhnya perlahan, ia mendesis kesakitan, menggigit bibir bawahnya.

“AAAAHH… J-JINKI…”, ia merebahkan tubuhnya setelah member Onew masuk kedalam tubuhnya. Onew membelai tubuh Key untung lebih relax.

“Can i move baby … i can stop if you feel hurt …”, Onew berusaha mendorong Key dan mengeluarkannya namun Key mendorong tubuh Onew terbaring lagi.

“NO! i want it!”, seru Key, ia berusaha menegakkan tubuhnya, meraih tangan Onew untuk menahannya, dan dengan perlahan ia menggerakkan tubuhnya, Onew memperhatikan wajah Key yang meringis kesakitan, namun ia tidak bisa diam saja, ia juga membantu Key dengan menggerakkan pinggulnya seirama. Perlahan tubuh Key mulai relax dan hanya desahan yang keluar dari mulut mereka, tangan Onew bermain di member Key, membuat Key merasa melayang.

“F-fuck … your so tight baby..’, desis Onew, Key hanya tersenyum miris.

“A-aahh … i wanna…c-cum..AHHHHH…ahhh..ahh…”, Key mendesah kencang, dan ia keluar sehingga membasahi perut Onew, Onew yang tidak lama kemudian menyusulnya dan mengeluarkannya ke dalam tubuh Key.

“Hmmm… your taste is good baby…”, puji Onew seraya menjilat tangannya, Key tersenyum dan mencium Onew.

“You too…”, bisiknya, ia tumbang disamping Onew, Onew memeluknya dengan erat dan perlahan, karena ia tahu badan Key pasti sakit.

“I love you … your so great fucker baby…”, puji Key, Onew menggelengkan kepala.

“Love you too… aku tidak pernah lihat kau secantik tadi …”, puji Onew. Key tersenyum dan memukul dada Onew.

“Your so chessy!”, Onew hanya tertawa dan menarik selimut menutupi tubuh mereka.

“Night baby…”, bisik Onew mencium jidat Key, dan mereka terlelap tidur.

.

.

-esok paginya-

Onew terbangun, ia merasakan tangannya mati rasa, ia menoleh ke sebelah kirinya, Key tertidur pulas diatas tangannya, ia memperhatikan wajahnya dengan seksama, matanya, garis wajahnya, rahangnya, dan bibir pinknya, ia masih tidak percaya ia bisa merengkuhnya kembali kepelukannya, ia berjanji tidak akan pernah melepaskannya, tidak akan…

Ia membelai wajah Key dengan lembut. “Wake up baby…”, bisik Onew ditelinganya, Key mengerutkan alisnya dan menggeser tubuhnya lebih dekat ke Onew. “Sebentar lagi …”, gumam Key ngantuk.

“No… kau harus berangkat kesekolah…”, Onew kali ini membelai wajahnya dan mencium bibir Key dengan lembut, Key perlahan membuka matanya, ia tersenyum.

“Thats what i mean … im gonna wake up if you do that to me …’, ledek Key meminta cium dari Onew lagi, Onew menurutinya.

“Oke, aku akan bersiap dulu, kau masih punya waktu untuk merenggangkan tubuh mu …”, kata Onew bangkit dari tempat tidur menuju  kamar mandi membersihkan badannya, dan dengan capat kembali menghampiri Key yang masih terbaring malas dikasur.

“Ayo baby …”, ajak Onew, Key membuka matanya dan terbangun, tapi ia jatuh lagi ke kasurnya, ia mendesis pinggulnya terasa sakit, Onew berlari mendekat, ia khawatir akan Key.

“Kau… baik-baik saja…yang mana yang sakit? sorry Key…sorry…”, kata Onew panik, Key tersenyum miris.

“Aku tidak bisa pergi ke sekolah seperti ini … biarkan aku dirumah hari ini, oke?’, kata Key memelas, Onew mengangguk setuju.

“Oke .. tapi pertama kau harus membersihkan badanmu, aku akan membantu.”, kata Onew, dengan cepat Onew menggendong tubuh Key dengan bridal style dan masuk kekamar mandi, ia meletakkan Key di bak mandi dengan perlahan, takut Key jatuh dan terluka. Kemudian Onew menyiram tubuh Key dengan air shower, membuat Key bergeser tubuhnya mendekat ke Onew, mereka mandi bersama, Onew menyabuni seluruh tubuh Key perlahan, Key tersenyum akan perlakuan lembutnya.

“Kenapa kau tidak sabunan? sini gantian…”, kata Key, Onew tersenyum dan bergantian disabuni.

Onew mengambil handuk dan membantu mengeringkan tubuh Key sementara tubuhnya masih basah kuyup.

“Jinki.. aku bisa mengeringkan tubuh ku sendiri, lebih baik kau keringkan tubuh mu juga…”, kata Key, Onew hanya tersenyum dan terus mengeringkan tubuh Key dan menuntunnya keluar kamar. Setelah mereka berpakain mereka menuju dapur.

Disana Jino dan Taemin sedang menyiapkan sarapan, sedangkan Minho dan Jonghyun duduk berhadapan memakan toast mereka.

“Pagiiii~ ….”, sapa Taemin ketika melihat Key dan Onew datang. Dengan seketika mulutnya membentuk huruf ‘O’ besar melihat Key dan Onew bergandengan, memang selama beberapa hari mereka tidak bertemu karena Taemin bersama dengan Minho dan pulang terlambat.

“Hyung… lihat.. mereka…’, Taemin memeluk Minho dari belakang, Minho mendongak pada Taemin dan terkekeh.

“I Know baby… mereka sama seperti kita sekarang…”, kata Minho meraih pinggul Taemin.

“Aku tidak pernah tahu …”, jawabnya cemberut, Minho hanya terkekeh dan memberikan *wink >.o * pada Key, Key bersemu merah. Onew yang melihat hal itu langsung menarik Key kepelukannya.

“YAH! Choi Minho he’s mine now! dont be like that again.. aishhh~…”, gerutu Onew, dan semuanya tertawa karena saat ingin memukul Minho ia tersandung ujung meja

“No matter what it is..it is Onew condition~…”, kata Taemin bernyanyi, semua menatap Taemin dan tertawa.

“Dari mana kau mendapatkan kata itu baby…’, puji Minho terkekeh, Taemin hanya menjulurkan lidahnya.

“Ng … aku ingin mengatakan sesuatu…’, tiba-tiba Minho merubah pembicaraan.

Semua menatapnya dan ia melihat ke arah Taemin sesaat, ia menggenggam tangan Taemin.

“Hari ini.. kami berdua akan bertemu orang tua kami, dan meminta ijin atas hubungan kami … kau mengerti kan Key Jonghyun?”, tanya Minho kepada dua orang yang tahu akan dibalik semua cerita mereka.

Key dan Jonghyun bertatapan dan tersenyum. “Semoga berhasil… kami akan mendukungmu…”, kata Jonghyun seraya menarik Jino yang tersenyum setuju.

“Ya… aku yakin mereka akan mengerti keputusan kalian…”, kata Key menoleh ke arah Taemin. Onew memeluknya erat.

Taemin dan Minho bertatapan dan tersenyum kepada mereka. “Terima kasih teman-teman…”, kata Taemin mulai menangis, Minho menarik nafas dan memeluknya erat dan mengucapkan terima kasih pada mereka teman-teman terbaik nya.

“Fightinggg~~…”, kata Jino akhirnya. Jonghyun tersenyum dan mencium bibir Jino, Jino terkekeh geli.

TBC~

P/S :

HUAAAAHHHH~~

Bagaimana menurut kalian?

maaf kalau masih banyak yang salah…

but, hey…besok part terakhir, dan kabar baiknya.

SPECIAL 2MIN! HAHAHAHHAHA*finally said 2min shipper

Jangan khawatir para 2min shipper, aku akan menepati janjiku pada kalian.

SEE YA ON FINAL PART, SPECIAL 2MIN ! KEKEKEKEKE~~

LEAVE A COMMENT IF YA LIKEEEEYYY 🙂

ANNYEONGGGG~

NYONG~

NYO~

G~

Advertisements

63 thoughts on “[SHINee/YAOI/NC-17] Between us part.9 of (i dunno)

  1. Wowww… Onkey baikan langsung NC.
    *ngintiplewatjendela
    Paginya tebar kemesraan.

    Aku juga mendukung 2min. Fighting

  2. Aaah… Akhirnya semua pada tempatnya tinggal 2min yqng masih berjuag semoga mereka bisa bersatu dan dapet restu

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s