[2min] Find you part.2 of?


Foreword :

Haiii~… hahahaha, akhirnya bia update juga hari ini, gue sengaja pulang dr kampus cepet” karena gue mau update, kalau malem dikuasain nyokap atau adek gue sih -__-. Btw, hari pertama ke kampus, biasa aja sih… tp seneng lah ketemu sm my Holly dan ehm, muakakakaka~*curcol

>Replaying comment<

Yeiy, makasih yah kalau kalian semua suka, hm… cewek itu siapa yah? kalau gue bikin dia pacarnya Minho gmn? trs gue bikin juga Minho lupa sm Taemin n jadian sm tuh cewe, Taemin kesel trs patah hati gtu bunuh diri deh, eh gentayangin Minho gantian kayakanya lebih seru yah? kekekekeke~ :9 Mau tahu ceritanya? so check this out, happy reading leave a comment if ya likeeeyy🙂

by :Sanniiew

.

Taemin berlari dan masuk kedalam bis, Minho masih mengikutinya tepat disampingnya, ia bingung, sebenarnya apa lagi yang akan dilakukan Taemin kali ini? sudah berkali-kali ia bertanya namun Taemin hanya tersenyum dan tetap meneruskan langkahnya, sampai akhirnya ia tiba dirumah sakit pusat pertama, ia berjalan menuju lift dan akhirnya ia sampai didepan kamar 504, ia mengatur nafasnya perlahan,setidaknya memastikan dahulu, baru mengambil langkah selanjutnya, pikirnya. Ia memegang gagang pintu untuk membukanya namun kemudian ia dikejutkan dengan sebuah tangan menepuk pundaknya, ia berbalik, seorang perempuan yang sama yang ia temui sedang menangis sore tadi berdiri didepannya dengan wajah lelah dan mata yang bengkak.

“A-annyeong haseyo…”, sapa Taemin menundukkan kepalanya, wanita itu membalas sapaannya sambil menunduk juga dan tersenyum.

“Kau… siapa? kau kenal Minho?”, tanyanya. Taemin melirik ke depannya diman Minyo berdiri memperhatikannya.

“Ng.. i-iya.. aku ingin menjenguknya, boleh kan?”, tanya nya, wanita itu memperhatikan Taemin sebentar namun sepertinya ia lelah untuk bertanya lebih lanjut. Dan akhirnya ia mengangguk dan membukakan pintu untuknya, Taemin perlahan masuk, ia mencium bau obat-obatan yang menyengat, dan kupingnya dengan jelas mendengar bunyi bipbipbip secara seirama seiring jantung pria yang terbaring lemah dan tidak sadarkan diri itu. Ia duduk dikursi tepat disampingnya, wanita itu tersenyum dan membiarkan Taemin memperhatikan secara seksama.

Ia memperhatikan sosok didepannya dengan baik-baik … perlahan ia memajukan badannya, mengerutkan alisnya, dibalik masker bantu pernapasan ia memperhatikan bentuk wajah, garis wajah dan segalanya, dan dengan tiba-tiba ia tersadar, ia menoleh ke kanan dan kirinya, wanita disebelahnya tampak bingung, Taemin mencoba mencari sosok Minyo, akhirnya ia menemukan Minyo berdiri di ujung kamar sambil menatap sosok didepannya dengan seksama dan tidak berkedip, Taemin menutup mulutnya untuk tidak berteriak histeris …

“Hei … kenapa?”, tanya wanita itu, Taemin terkejut dan menoleh wanita itu menatapnya khawatir. Ia melirik sesaat ke arah Minyo yang masih terpaku ditempatnya, bagaimana mungkin? ciri-cirinya jelas berbeda, tapi kenapa… bisa sangat mirip? batin Taemin.

“Hei …”, tegur wanita itu yang melihat Taemin melamun.

“A-ah ya? maaf Noona … “, kata Taemin berusaha mengontrol dirinya, noona itu hanya diam dan beralih pandangannya ke arah Minho.

“Kau tidak apa-apa?”, tanyanya, Taemin berdiam dan tersenyum sambil mengangguk.

“Seharusnya aku bertanya padamu, apa kau baik-baik saja? kau tampak lelah noona…”, kata Taemin, Noona itu terkejut akan perhatian Taemin ia tersenyum dan duduk di sofa, matanya terus menatap sosok Minho yang terbaring di kasurnya. Taemin melirik ke sudut ruangan, Minyo sudah tidak ada disana, kemana dia pergi?. Namun Taemin tidak peduli, ia masih penasaran, lalu ia bangkit dan duduk disamping noona itu.

“Ng … bisa aku tahu siapa nama mu Noona? kita belum kenalan..”, kata Taemin canggung, noona itu menoleh dan tersenyum.

“Maaf, aku hampir lupa, perkenalkan namaku Victoria,kau?”, jawabnya tersenyum, Taemin merasa senyumnya sangat menawan,ia merasa jantungnya sempat berdegup saat melihat sosok didepannya, walau dengan wajah yang sembab, ia mempunyai senyum yang indah.

“Aku Lee Taemin, kau bisa memanggil ku Taemin …”, kata Taemin menunduk sopan.

“Oh … kau.. temannya Minho? aku … tidak pernah melihat mu sebelumnya? apa kau teman kuliahnya? atau …”,

“Oh, bukan-bukan… kami hanya kenal saja, aku masih SMA.”,potong Taemin, wanita itu hanya diam, dan mengalihkan pandangannya lagi ke arah Minho. Lalu suasana diantara mereka menjadi canggung.

“Ng … apa dia akan baik-baik saja?”, tanya Taemin memecah kesunyian, ia melirik ke arah wanita itu, ia hanya diam seribu bahasa dan menarik nafasnya dalam-dalam.

“Aku tidak tahu … dokter bilang, ia seperti punya tekanan batin tersendiri, hanya dirinya sendiri yang bisa membuatnya bangun … entahlah, aku berharap akan ke ajaiban datang … aku sangat mencintainya.. sungguh … aku takut kehilangannya…”, Taemin terpaku, wanita disebelahnya mulai mengeluarkan air mata lagi, Taemin hanya mengigit bibir bawahnya, walau ia tahu itu bukanlah Minho, atau ‘sepertinya’ bukan Minho, tetap ssaja ia merasa ada sesuatu mengganjal hatinya.

“Kau… kekasihnya?”, tanya Taemin, wanita itu menoleh dengan tersenyum miris, dan ia kembali menatap Minho menarik nafasnya.

“Entahlah .. dia tidak pernah mengatakannya padaku … aku tidak tahu dia mencintai ku atau tidak? selama ini sepertinya ia hanya menganggap ku sebagai kakak saja untuknya…”, kata nya. Taemin mencerna baik-baik, jadi Minho menolaknya? menolak wanita secantik dirinya?

“Hari itu , aku ingin sekali bertemu dengannya, aku ingin mengutarakan perasaan ku padanya … aku mengatakan padanya aku ingin bertemu di cafe ujung jalan dekat kantor polisi, namun ia mengatakan padaku bahwa ada suatu hal yang harus ia lakukan terlebih dulu … entah apa itu?”, wanita itu mulai bercerita dengan suara pelan dan terus menatap sosok Minho.

“Karena hari itu hujan aku menawarkan padanya memberikannya tumpangan, sehingga aku bisa bersamanya, namun ia menolak … dan kami bertengkar, aku merasa marah karena aku di nomer dua kan, aku cemburu … cemburu pada suatu hal yang aku tidak tahu … kemudian ia pergi meninggalkanku, dan … terjadilah seperti sekarang ini… aku menyesal, aku benar-benar menyesal … seandainya aku tidak bertengkar dengannya… maka dia tidak akan lari dan akhirnya mobil itu …”, wanita itu tidak melanjutkan ceritanya, ia hanya menangis sambil menutup wajahnya, Taemin tidak tega melihatnya dan merangkul pundak noona disampingnya, ia sangat mengerti perasaan noona itu … walau ia tidak mengenal siapa Minho, setidaknya ia melakukan sesuatu pada orang disebelahnya.

“Tenang Noona… Minho hyung akan baik-baik saja … percaya padaku … semua akan baik-baik saja…”, Taemin berusaha menghibur dan mengelus pundak noona itu terus menerus, pandangannya beralih ke arah Minho, ia menatap Minho dengan sedih, dalam hatinya ia berharap Minho akan segera sadar.

. .

Taemin keluar dari rumah sakit, jam ditangannya pukul 7 lewat, dia mengeluarkan ponselnya, sudah ada sekitar 10 panggilan dan semuanya dari Key, dia pasti sangat marah padanya. Ia menarik nafas dan mencoba memanggil Minyo, tapi yang dipanggil tidak juga muncul, akhirnya ia melangkahkan kakinya menuju cafe dimana Key dan teman-temannya menunggunya.

Ia berjalan menyusuri trotoar dengan pikiran yang kalut, kenapa dia merasa sangat peduli akan Minyo? apa yang membuatnya merasa concern terhadapnya, ia hanya seorang hantu yang tersesat dan tidak tahu arah, kenapa? dan terlebih… kenapa setelah ia melihat Minho ia merasa dilubuk hatinya merasa sedih dan sakit? dia tidak mengenal Minho sekalipun, namun sepertinya ia sangat dekat dengan sosok itu, ia tidak mengerti kenapa?

“Hei… bocah kecil… mau kemana?”, Taemin berhenti berjalan, ia mendongak dan melihat pria bertubuh besar berdiri didepannya, ia menoleh ke kana dan ke kiri, dammit! ia salah ambil jalan, seharusnya ia tidak lewat jalan kosong yang rawan perampok. Ia memundurkan badannya seraya mengepal tangannya dan bersiap untuk melakukan serangan jika pria itu macam-macam, namum tubuhnya terbentur dan bahunya ditangkap oleh seseorang yang lain di belakangnya, ia menoleh, pria dibelakangnya tersenyum lebar dan menggeretnya ke gang sempit dan gelap.

“A-apa mau kalian… kalau kalian mau uang aku tidak punya … j-jangan sakiti aku…”, Taemin berusaha menenangkan dirinya, ia takut sekali, bagaimana ini, jika ia berteriak mungkin saja para pria ini membawa senjata dan membahayakannya, bagaimana ini…?pikirnya.

Kedua pria itu terkekeh, yang lainnya mencengkran kedua lengannya dari belakang, dan yang lainnya memajukan tubuhnya mendekat dengan senyum sinis terkembang dan mata yang sangar, Taemin menelan ludah, jantungnya berdegup kencang, pria itu maju dan mengulurkan tangannya menyentuh wajah Taemin, Taemin memejamkan matanya dan mengalihkan wajahnya menghindar dari sentuhannya.

“Waaw… wajah mu lembut ya? kau ini laki-laki atau perempuan ,hmm?”, tanya nya berbisik di telingan Taemin, Taemin memundurkan wajahnya namun percuma, kepalanya menyentuh dada pria dibelakangnya yang terkekeh.

“L-lepaskan aku … “, Taemin menggertakan rahanya kuat-kuat. Pria itu terkekeh dan melirik ketemannya.

“Well… jika kau tidak punya uang pun…”, kata pria dibelakangnya. “Dengan tubuh mu mungkin bisa …”, katanya lagi terkekeh, Taemin terbelalak, jantungnya berdegup kencang, ia ingin sekali menangis dan berteriak, namun mulutnya terkunci rapat, ia takut… sangat takut. Pria didepannya menyentuh wajahnya lagi, Taemin kali ini memberanikan dirinya.

“Get off your fucking hands form my face!”, ancam Taemin, pria itu berhenti dan menatap Taemin dengan terkejut, kemudian ia tertawa.

“HAHAHAHA… your so funny kid… HAHAHAHA… aku tidak percaya dari mulut manis mu bisa keluar kata kasar seperti ini?”, ia tertawa lagi dengan keras, pria dibelakangnya juga. Dan kemudian terhenti dan berganti dengan tatapan sinis ke wajah Taemin, ia tahu ini akan buruk baginya, bisa saja ia akan habis malam ini juga dikedua tangan bajingan didepannya, stupid mouth! makinya dalam hati.

“Well… well… apakah mulut manis ini bisa mengeluarkan kata-kata lain selain ‘fucking’?”, katanya terkekeh.

“Mungkin dia dapat mengatakan hal lain seperti … fuck me?or…fuck more…?”, jawab yang lain ikut terkekeh, pria didepannya menghadapkan wajah Taemin dengan kasar dan berusaha mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Taemin, Taemin menolak nya dengan bergerak kesana kemari berusaha lepas dari cengkraman ditangannya, namun percuma, cengkraman itu semakin kuat. Dengan sekuat tenanga ia , DEESH!

“AAAAARRRGHHHHH….”, pria didepannya terguling ke tanah dan tangannya memegang bagian membernya, Taemin membuka matanya dan nafasnya tersengal, ia berhasil menendang member pria itu sebelum ia dapat melakukan sesuatu padanya.

“YAH! YOUR FUCKING MORON KIDS, APA YANG KAU LAKUKAN?!!!”, pria dibelakangnya membalikkan tubuhnya dan menyeret Taemin ke tembok, dan mencengkram lehernya, Taemin bergumul, ia tidak bisa bernafas, pria itu mencekek lehernya kuat-kuat sehingga tubuh Taemin terangkat ke atas, Taemin memejamkan matanya dan berusaha melepaskan tangan besar dilehernya, samar-samar pria yang ia tendang masih mengerang di tanah, ia dapat mendengar pria didepannya mengutuknya dan berkata akan membunuhnya, pandangannya samar, apa iya akan mati sekarang juga? apa ia juga akan seperti Minyo juga?

Taemin tidak bisa bernafas, semakin lama tubuhnya semakin melemas, Minyo… maaf… hanya itu dipikirannya, pandangannya kabur, ia benar-benar lemas sekarang, ia pasrah, tidak ada yang bisa ia lakukan, jika ia mati sekarang ditangan dua bajingan ini biarlah… jika memang itu takdirnya.

BUUKK! BBUUKK!!

“W-WA… WAAAAAAAAA… A-APA INI WAAAAAA….”, pria didepannya melepaskan cengkraman di leher Taemin dan membuatnya terbatuk dan tersungkur ditanah, dengan mata nanar ia melihat kedua bajingan itu pergi dari hadapannya, ia masih terbatuk dan berusaha bernafas, namun badannya terasa lemah ia tidak mampu menopang tubuhnya untuk berdiri. Air hujan tiba-tiba turun membasahi tubuhnya  yang lemah tak berdaya.

‘TAEMIN!…. TAEMIN! SADARLAH…TAEMIN’

samar-samar ia mendengar suara Minyo didepannya, ia melihat sosoknya menatapnya khawatir.

“*batuk* *batuk…M-*batuk* inyoo…*batuk*…”, Taemin memanggil dengan nafas tersengal dan mata nanar, ia berusaha berdiri namun tidak bisa, ia dapat melihat sosok Minyo terus memanggilnya, dan ia melihat bahwa Minyo berusaha menyentuh nya namun percuma, dan sebelum ia merasa tidak sadarkan diri .. ia mendengar suara seseorang menghampirinya.

“Nak, apa yang terjadi padamu? kau baik-baik saja…nak, bertahanlah … saya akan menolongmu…”, hanya itu yang ia dengar, dan kemudian Taemin merasa lelah dan tidak sadarkan diri.

. .

“…min…Taemin… Taemin…”, Taemin berusaha membuka matanya yang terasa berat.

“Taemin! thanks god… kau baik-baik saja, apa yang kau rasakan? katakan pada ku Taemin…”, Taemin samar-samar mendengar suara Key yang sedang memeluknya.

“K-key …”, Taemin bergumam.

“Ya, aku disini… tenanglah, syukurlah kau tidak apa-apa…”, kata Key memeluk Taemin lagi, kali ini pandangannya jelas, ia melihat Onew dan Jonghyun berdiri didepannya dengan wajah panik. Kepalanya masih terasa pusing dan berat.

“A-aku dimana…?”, tanya nya, Key melepaskan pelukannya tidak menjawab dan terus menangis sambil memegang tangan mungil Taemin, Onew menghampiri Key dan memeluknya. Jonghyun sudah berdiri disampingnya dan mengelus kepalanya.

“Kau dirumah sakit …”, kata Jonghyun cemas, Taemin mengerutkan alisnya.

“..rumah.. sakit?” tanyanya, semua mengangguk tetap menatapnya khawatir.

“Kau ditemukan jatuh pingsan di gang ujung jalan, dan kau dibawa ke sini oleh seorang sipir polisi yang menemukan mu saat berpatroli .. kemudian Key diberi kabar bahwa kau dibawa kesini dalam keadaan pingsan dan juga demam …”, jelas Onew sambil terus memeluk tubuh Key yang masih menangis, Taemin hanya diam saja, ia ngeri mengingat apa yang terjadi padanya sebelumnya.

“Kau … tidak apa-apa kan? kami semua khawatir padamu … ada bekas luka cengkraman di leher mu, dan polisi sudah menangkap siapa pelaku semua ini, jadi kau aman bersama kami sekarang …”, Jonghyun mengelus kepala Taemin layaknya adiknya sendiri. Taemin hanya diam.

“M-maaf Taemin… maaf kan aku … andai aku menjemput mu.. dan … maaf…”, Key tidak bisa berkata apa-apa lagi, Taemin mengeratkan genggamannya di tangan Key.

“Tidak apa-apa Key … aku baik-baik saja … sekarang ada kalian disini, aku merasa aman …”, kata Taemin tersenyum, Key mengusap air matanya dan memeluknya lagi, begitu juga yang lainnya,mereka mengucapkan kata maaf pada nya, Taemin tersenyum menerima perlakuan lembut dari para sahabatnya, andai tidak ada mereka ..mungkin ia akan mati ditangan para bajingan itu.. mereka? tunggu, bukan! Minyo.

“MINYO!”, Taemin mendadak berteriak membuat ketiga temannya terkejut dan melepaskan pelukan mereka. Taemin terduduk pandangannya menyapu keseluruh ruangan.

“MINYO! MINYO! DIMANA KAU… MINYO!”, teriak nya terus menerus, ia harus bertemu Minyo, Minyo yang telah menolongnya, dia yang telah menolongnya di gang tadi … Ketiga temannya panik dan berusaha menenangkannya.

“T-Taemin.. tenanglah .. kau mencari siapa? siapa Minyo?”, tanya Jonghyu bingung sama seperti yang lain.

“Minyo… aku mencari temanku Minyo …”, mata Taemin tidak fokus ke ketiga temannya ia terus menyapu pandangannya kesetiap ruangan.

“Taemin… disini tidak ada teman mu bernama Minyo … siapa dia? mungkin kau hanya bermimpi dan berkhayal …”, jelas Key panik. Taemin menggeleng kuat-kuat.

“Tidak Key, aku punya teman bernama Minyo… aku harus membantunya.. aku harus mencarinya…”, kata Taemin berusaha turun dari kasurnya, namun ditahan oleh ke tiga temannya. Dan suster memasuki ruangan.

“Oke oke… kita akan menemukan Minyo, tapi tidak sekarang … kau masih lemah, kami berjanji … kau istirahat dulu oke?”, bujuk Onew menenangkannya, saat Taemin ingin protes ia sudah merasa lemas, dan kemudian ia tertidur karena obat bius yang disuntikan ke tangannya oleh suster yang datang.

Ketiga temannya menatap Taemin dengan bingung dan saling berpandangan, dalam pikiran mereka menanyakan hal yang sama, siapa Minyo? dan kenapa Taemin ingin sekali bertemu dengannya? ada hubungan apa dia dengan seorang bernama Minyo sehingga membuat Taemin bersikap histeris dan ingin sekali menemukannya? Ketiga temannya saling bertatapan dan menatap Taemin dengan cemas, tersirat kekhawatiran dan juga penasaran di mata mereka, ada apa sebenarnya …

. .

‘Maaf kan aku Taemin … maaf … aku tahu sudah banyak menyusahkan mu, dan aku tidak bisa berbuat apapun untukmu ..maaf…’

“Tidak.. aku tidak perlu minta maaf … aku tulus membantu mu .. terima kasih kau telah menolongku …”

‘Aku tidak menolongmu, kau penolong ku … aku minta maaf tidak bisa melindungi mu dari bajingan itu… maaf…’

“Tidak ada kata maaf, aku yang membutuhkanmu, maka aku memanggilmu .. syukurlah kau datang… terima kasih Minyo”,

‘Maaf Taemin… aku benar-benar minta maaf …’

“MINYO!”, Taemin berteriak, ia membuka matanya lebar-lebar dan tubuhnya berkeringat hebat, ia merasakan detak jantungnya berdebar cepat. Ia melihat sekelilinginya berwarna putih.

“Taemin…? kenapa…? kau bermimpi?”, Onew berdiri dan menyentuh wajahnya, Taemin hanya mengangguk, matanya menyapu seluruh ruangan… kemana Minyo, pikirnya. Ia hanya bisa melihat Key yang tertidur di sofa, dan Jonghyun di kursi sebelahnya.

“Air …”, kata Taemin dengan suara serak, Onew mengambilkan segelas air padanya, dan setelah minum Taemin terbaring lagi, matanya menatap Onew yang masih mengelus kepalanya dengan khawatir.

“Kau .. tidak apa-apa? ada yang sakit atau kau membutuhkan sesuatu?”, tanyanya kahwatir, Taemin menggeleng dan tersenyum.

“Maaf Hyung… aku hanya …mimpi …”, kata Taemin memalingkan wajahnya, Onew hanya menarik nafas dan mengeratkan selimut Taemin.

“Tidurlah lagi .. kau hanya butuh istirahat, jangan pikirkan hal lain dulu oke? kalau tidak Key pasti akan lebih histeris lebih dari sekarang jika terjadi sesuatu terhadap kesehatan mu…”, Onew tersenyum dan berusaha menghiburnya, Taemin menyengir miris dan mengangguk mengerti. Ia membalikkan tubuhnya membelakangi Onew dan memejamkan matanya, Onew menepuk kepalanya dengan lembut.

“Good night boy…”, bisiknya, kemudian setelah Taemin melirik dari sudut matanya bahwa Onew kembali ke sofa dan duduk disebelah Key yang tertidur ia membalikkan wajahnya menatap langit-langit kamarnya, ia menyentuh bibirnya sendiri, mimpi apa tadi? kenapa terasa begitu nyata? ia dapat merasakan Minyo ada disisinya, sangat dekat dan ia …menciumnya?apakah itu mimpi …?

Taemin merasa jantungnya berdebar cepat, ia merindukan Minyo … kenapa? apa yang terjadi padanya? kenapa ia merindukan Minyo yang mempunyai sosok berbeda? ia menyapu pandangannya sekali lagi keseluruh ruangan, ia tidak menemukan Minyo ..kemana ia pergi? kenapa ia tidak muncul saat Taemin memanggilnya?

Taemin merasa mengantuk, sebelum ia memejamkan matanya ia berbisik sangat pelan, sehingga seperti hanya dirinya yang mendengarnya.

“Minyo .. kau dimana… kembali padaku … aku merindukanmu … please…”,

Kemudian ia terlelap tidur dan ia berharap esok pagi ia dapat melihat Minyo disisinya. Tanpa ia sadari, sedari tadi ada sebuah sosok memandanginya dengan tatapan sedih dari luar jendela.

‘Maaf Taemin… maaf…’

 

 

TBC~

(UNEDITED)

P/S

BAGAIMANA … HEHEHEHE… PENASARAN?HAHAHAH SEMOGA KALIAN SEMAKIN SUKA…

TADINYA MAU DIBUAT 3 SHOOT DOANG, TAPI TANGAN GUE MAUNYA INI JADI SEMAKIN PANJANG, HAHAHAHA

SO,

Kemana itu si Minyo? terus apa sih hubungan Minho dan Minyo?

Apa lagi yang akan terjadi dengan Taemin dan Minyo?

dan siapa Minho?

aihhhh.. gue aja bingung. muahahahahahhaa…

 

LEAVE A COMMENT IF YA LIKEEEY🙂

SEE YA ON NEXT PART🙂

67 thoughts on “[2min] Find you part.2 of?

  1. ugh. bener kan kalo minyoo itu minho ^^
    aih~ taemin udah ada rasa ke minyoo
    untung belom jadian sama victoria, pasti sebelum tabrakan minho mau ngasih cincin ke taemin kan? ya kan ya kan ya kan?

  2. wahhh sedih banget sihh kasiank yaaa taemin sama minyo tapi gak apa-apa taemin pengen banget tolongin minyo,,,buka dong part 3 nya pengen liat endingnya 2min gimana penasaran sama ceritanya! bukaiin dong please! minta passwordnya!

  3. Aku rasa sih nih yaa~~ si tae sma minyo nya itu punya hubungn sebelmnya~~ ya pan ya~
    minyo ngerasa ada yg beda dr payung tae, kira” apa yg beda ya~~ hhmm *berpikir keras* siapa minyo? Benrkah jika dia itu minho?
    Bagaimna bisa ciri” nya beda tetp terlht sma?? Knp juga minyo minta maaf sma tae~ hhooaa part3 nya di protect ne :3 jd nggk bsa baca dong~ :3 bolh minta pw nya ndak? ^^

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s