[SHINee/YAOI] Between us part. 10 end


Foreword:

Hai cingu~ apa kabar, sorry banget baru bisa update beberapa hari ini jadwal kuliah gue padet banget dan sumpah ngeselin abis, secara gue gak bawa lapcoy ke kampus jd gue gak sempet update, please… kalau lo semua bosen nungguin gue update gue minta maaf oke? sorry juga kemarin ini sempet ke post, niatnya mau gue save, eh malah ke publish dan gak ada isinya, jd gue apus lagi deh, haha >///< Dan sorry juga yang suka baca dari hape, kalo nyari yang baru gak bisa search di tag, jd search dr kategorinya aja yah? nggak tahu kenapa akhir” ini wordpress lagi stress kali, error mulu… ckckckck*ups sorry! no offense! so here it is the last part. Ooohhhh… im so sad TT^TT.

>Replaying comment<

Hanya mau ngucapin atas dukungan kalian selama ini, mulai dari ngisi komen dan kasih masukan yang ngebangun semangat gue banget, so, maaf kalau masih banyak kekurangan di setiap cerita yang gue buat dan banyak bgt yang gak berkenan di hati lo semua, gue cuma orang biasa yang biasa banget dan coba nulis karena iseng-iseng aja, hahahaha…

THANK YOU SO MUCHIMUCHIMUCHIMUCHIMUCCCHHHH <33333

YOUR THE BEST GUYS, KEEP SUPPPORTING ME 🙂

by: Sanniiew

2MIN SPECIAL EDITION NC-21 *kekekekek~

.

.

Taemin berdiri di pintu kedatangan luar negeri, mulutnya sibuk mengunyah cemilan kesukaannya dan tangannya seseakali memeriksa jam ditangannya, masih ada waktu sekitar 2 jam lagi untuk bertemu dengan Minho, dan semoga orang yang ditunggunya tidak datang terlambat, ia yakin kali ini ia pasti datang, ia tidak akan membiarkan Taemin menunggu dan tidak ada hati untuk bilang tidak pada anak semanis Taemin.

Flashback~

“Apa yang akan kita lakukan Hyung?”, tanya Taemin duduk diantara kaki Minho, Minho menariknya kedalam pelukannya dengan tangan melingkar dipinggul rampingnya, ia menarik nafasnya dan menyandar kan dagunya ke bahu nya sehingga ia dapat menyium bau yang khas dari rambut Taemin.

“Aku berpikir bagaimana kita mengundang umma dan appa ke satu tempat esok lusa, kita bisa menghubungi mereka sekarang juga?”, usul Minho seraya mencium leher Taemin, Taemin menjauhkan lehernya dan menatap Minho serius.

“Serius Hyung … aku sedang membicarakan masa depan hubungan kita sekarang …”, kata Taemin dengan mata cemas, Minho berdecak dan membalikan tubuh kecilnya untuk dipeluknya.

“Well … aku mengerti, tidak usah melotot padaku seperti itu …”, decak Minho kecewa, Taemin menyentuh pipinya dari depan.

“Sorry Hyung … aku akan telpon Umma sekarang, aku rasa disana masih sore jika aku telpon sekarang.”, kata Taemin seraya mengambil ponselnya dan berdiri menjauh dari Minho, Minho melakukan hal yang sama dengannya.

“Umma… neh, i miss you too… oh, aku ingin kau pulang esok lusa bisa? neh … tidak apa-apa, hmm… hanya ada keperluan dan aku membutuhkan mu untuk membantu…neh..pleaseee… jinjja? neh … gomawooo…”, Taemin berbicara lainnya dan kemudian mengakhirnya, ia duduk dipinggir kasur melihat Minho yang sedang berbicara, dilihat dari ekspresinya yang tersenyum simpul ia mengetahui Appa nya juga menyetujuinya, good job then..

“Bagaimana…?”, tanya Minho seraya memeluk Taemin lagi dan menarik selimut menutupi tubuh mereka.

“Well… dia setuju dan aku akan menjemputnya esok lusa Hyung…”, jawab Taemin pelan dan menyembunyikan wajahnya di dada Minho, ia sangat khawatir, ia takut menghadapi kedua orang tua nya yang selama ini melarang mereka, Minho yang mengetahui perubahan sikap Taemin langsung meraih wajahnya dan mencium bibirnya dengan lembut.

“Jangan khawatir, kita akan hadapi bersama, aku akan selalu bersamamu …”, kata Minho meraih tubuh Taemin lebih erat kepelukannya. Taemin hanya mengangguk dan tersenyum simpul, walau hatinya khawatir, tapi jika berada di dekat Minho semua akan terasa sempurna.

Endflashback~

(skip)

Minho duduk dengan cemas menunggu kabar dari Taemin, seharusnya ia sudah menghubunginya, tinggal ada waktu sekitar 45 menit lagi untuk menjalankan rencana mereka.

“Minho.”, Minho menoleh ke sumber suara, ia bangun dari duduknya dan membungkuk sopan, kemudian ia memeluk pria didepannya.

“Appa… terima kasih sudah mau datang kesini menyempatkan waktu untuk ku…”, kata Minho tersenyum, Mr.Choi hanya mengelus kepala anak tersayangnya dan menepuk pundaknya.

“Mari aku antar, kita tidak makan disini…”, kata Minho membimbing appa nya ke ruang Vip khusus keluarga, appanya tersenyum dna mengikutinya.

“Baiklah appa, aku akan ke kamar mandi sebentar … kau bisa pesan makanan pembuka dulu, oke?” kata Minho bergegas keluar, appanya hanya mengangkat bahu dan mulai membaca sederet menu makanan yang ada.

Minho menuju ke kamar mandi dan mengetik pesan untuk Taemin dan setelah menerima balasan ia segera keluar dari kamar mandi dan duduk didekat pintu masuk menunggu Taemin yang akan datang sebentar lagi. Tidak lama kemudian ia melihat taxi berhenti tepat di depan restoran itu dan pria kecil yang familiar turun kemudian diikuti wanita yang juga sangat ia kenal dan ia anggap seperti ummanya sendiri turun dengan senyum terkembang, ia selalu ingat senyum itu, senyum yang sangat mirip dengan Taemin dan ia menyukainya.

Ia bisa melihat Taemin masuk ke dalam dan kemudian menuju ruangan yang sama yang Minho tuju, Minho bangkit dan berjalan setelah mereka. Jantungnya berdegup kencang, inilah saatnya, batinnya. Di lain pihak, Taemin merasakan tangannya berkeringat hebat dan jantungnya berdegup kencang, semoga semuanya akan baik-baik saja.

Taemin membuka pintu dan kemudian wanita itu masuk terlebih dahulu, Taemin menoleh dan melihat Minho sudah berdiri disebelahnya, dengan cepat ia menarik lengan Taemin dan menggandengnya.

“SOOYOUNG?!!”, Mr. Choi terkejut dan berdiri, wanita itu juga terkejut dan memundurkan langkahnya hingga menabrak Taemin dan Minho yang berdiri disebelahnya, Sooyoung kaget, ia mengerutkan alisnya matanya bergantian melihat ke beradaan Mr.choi dan Taemin Minho bergantian.

“Ada apa ini? kenapa dia bisa ada disini… dan Minho … apa ini maksudnya?”, tanya appanya, Ummanya hanya diam dan menatap lurus Taemin, Taemin menunduk dalam-dalam, mengeratkan genggamannya ditangan Minho.

“M-maaf umma… kami ingin bicara…”, kata Taemin terbata, dan tidak berani menatap Ummanya.

“Bicara? bicara apa? apa maksudnya ini? kenapa kalian bisa–“

“Kami mohon dengarkan kami terlebih dahulu, bisakah kalian sedikit saja memberi waktu dan biarkan kami menjelaskannya pada kalian?”, kata Minho sedikit meninggikan suaranya dan menatap appa dan ummanya bergantian, appa dan ummanya bertatapan dan kemudian mereka menurut dan duduk di kursi masing-masing. Mata mereka menatap kedua anak didepannya dengan serius sesekali melihat tangan mereka yang saling bersentuhan.

“Kami … ingin meminta ijin kepada kalian untuk merestui hubungan kami!”, kata Minho tegas.

SILENCE

SILENCE

“MWOOOOOO??!!!”, kedua orang tuanya menyahut terkejut bersamaan, Taemin terkejut dan memundurkan langkahnya takut, ia mulai menangis dan Minho merengkuh pundaknya untuk menenangkannya.

“APA KALIAN SUDAH GILA? Kalian ini kakak adik… dan…dan…” appanya tidak bisa berkata apapun.

“Aku tahu, tapi aku mencintainya, dari dulu, sejak kami pertama bertemu, kami tidak sedarah apa nya yang salah?”, tanya Minho geregetan, appa dan ummanya menatap tidak percaya.

“Jelas salah, kalian ini saudara, dan …”

“Sesama gender? itu yang membuat kalian malu? kenapa? kenapa tidak mencoba menerima kami apa adanya?”, teriak Minho, Taemin menarik tangannya untuk menenangkannya. Umma dan appanya terdiam.

Taemin mendongakan wajahnya dan menatap Minho dan kedua orangtuanya secara bergantian, ia tidak bisa diam saja, dan perlahan ia melepaskan tangan Minho, Minho menoleh dan tidak mengerti apa yang akan dilakukan Taemin, sebelum sempat bertanya Taemin telah duduk bersimpuh dan membungkukkan kepalanya.

“T-Taemin.. apa ya—“

“A-AKU MOHON! A-APPA UMMA… R-RESTUI KAMI, AKU MENCINTAI MINHO…AKU TAHU INI AKAN MEMBUAT KALIAN MALU… TAPI KU MOHON… AKU TIDAK BISA HIDUP TANPANYA… PLEASE UMMA… KAU SANGAT TAHU BAGAIMANA AKU SAAT MINHO TIDAK ADA… A-AKU MOHON.. MENGERTILAH PERASAAN KAMI… AKU MOHON….”, Taemin teriak histeris dan menundukkan kepalanya, badannya bergetar hebar dan menangis dalam diam dengan wajah tertunduk. Minho mulai mengeluarkan air matanya karena ia sedih kenapa harus seperti ini?.

“AKU MOHON … AKU MOHON, BERIKAN KAMI IJIN KALIAN UNTUK TETAP BERHUBUNGAN… AKU MENCINTAINYA, AKU MOHON…”. Minho ikut bersimpuh dan membungkuk dalam-dalam, Taemin melirik ke sampingnya, ia menangis dan meraih tangan Minho kegenggamannya, mereka menunduk dan menangis bersama, suasana terasa hening, tidak ada tanggapan apapun dari kedua orangtuanya, mereka hampir putus asa, mereka bingung apa lagi yang harus dikatakan mereka untuk mendapat ijin dari kedua orang tuanya.

Perlahan mereka merasakan tangan menyentuh tubuh mereka masing-masing dan membantu mereka berdiri, mereka menundukkan wajahnya dalam-dalam, Minho mengangkat wajahnya, appa nya menyentuh pundaknya dan tersenyum…tunggu, tersenyum? kenapa? Minho sangat bingung, dan ia menghapus air matanya, kemudian menoleh ke samping, ummanya melakukan hal yang sama dengan meraih dagu Taemin dan menghapus air matanya dengan tersenyum, Minho dan Taemin tidak mengerti kenapa? mereka saling bertatapan dan bergantian menatap kedua orang tuanya yang sedang tersenyum.

“K-kenapa…?”, tanya Taemin mendekat ke Minho, Minho meraih tangannya. Umma dan appa nya saling bertatapan dan tersenyum, mereka kembali menatap kedua anak didepannya.

“Well … aku rasa kita akhiri saja permainan ini Soo…”, kata Mr. choi kembali duduk dikursinya dan meminum coffee nya.

“Well… kau yang minta aku setuju saja… aku juga sudah lelah, kau benar-benar menguji acting ku…”, kata ummanya dan duduk disebelah Mr.choi dengan nyaman dan terkekeh.

Minho dan Taemin saling bertatapan, tidak mengerti apa yang terjadi, terlebih sekarang mereka melihat kedua orang tuanya yang selama ini bertengkar dan memutuskan bercerai duduk dengan nyaman saling bercanda satu sama lain. Minho mengepalkan tangannya kesal.

“Katakan padaku ada apa sebenarnya, sandiwara apa yang kalian mainkan disini?”, tanya Minho dingin. Umma dan appa nya menoleh dan berhenti bercanda.

“Oh, sudahlah Minho… jangan menatap kami seperti akan memakan kami hidup-hidup … kami berdua merestui kalian, ya kan Soo?”, kata appa nya merangkul pundak Sooyoung, wanita itu mengangguk mantap dan terkekeh.

“B-benarkah? kalian merestui kami? apa kalian bercanda… bernarkah umma?”, tanya Taemin mulai menangis lagi. Sooyoung terkejut dan beranjak ke depan Taemin dan mengusap air matanya.

“Aigooo~ stop crying pleasee baby… YAH! CHOI! kau keterlaluan, lihat apa yang kau lakukan pada my baby…?!”, kata ummanya melotot ke arah Mr. choi yang hanya terkekeh dan bergumam sorry.

“Stop laughing! aku ingin dengar alasan kalian ada apa sebenarnya!!!”, bentak Minho kesal membuat umma dan appa nya terkejut, ummanya kembali kesamping appanya dan menyenggol tangannya, appanya menarik nafas dan menatap Taemin dan Minho bergantian.

“Well… kalian duduklah, akan kami ceritakan…”, perintah appanya, Taemin menatap Minho bingung, namun Minho yang sudah sangat penasaran hanya meraih tangan Taemin dan membawanya duduk bersebelahan didepan mereka.

“Apa?”, tanya Minho tajam. Umma dan appanya menelan ludah, mereka merasa terkadang orang pendiam bisa sangat menyeramkan, mereka salah bermain-main.

Kemudian appanya mulai bercerita, mereka selama ini tidak pernah bercerai, dan mereka tahu bahwa ada sesuatu diantara kedua anak mereka, awalnya tidak mereka duga sama sekali, mereka hanya tidak percaya bahwa anak mereka akan saling mencintai dan tertarik satu sama lain sedangkan sesama jenis, akhirnya mereka menjalankan sandiwara bahwa mereka bercerai dan memisahkan Minho dan Taemin, itu hanya awalnya untuk mencegah terjadi gosip yang tidak sedap karena anak mereka mempunyai kelainan seksual, namun seiring berjalan nya waktu, mereka tetap berkomunikasi dan berbagi informasi bahwa anak mereka menjalani hidupnya dengan terpaksa dan tidak bahagia, terlebih Taemin … akhirnya mereka merencanakan terus membiarkan mereka berjalan sesuai sandiwara dan akhirnya mengetahui rencana Taemin untuk kembali ke Seoul, dan menjalankan rencana mereka dengan mengirim Taemin dan Minho tinggal ditempat yang sama.

“Jadi … kau yang membuat ku keluar dari apartemen sehingga aku harus tinggal di dorm Key?” tanya Minho pada appanya, appanya mengangguk polos.

“Jadi … umma … kau sengaja mengirim ku kesana karena Minho hyung.. atau alasan kau bekerja disana…?”, tanya Taemin.

“Aniyoo… kau tahu aku tidak pernah bekerja baby,itu alasan ku saja… jadi aku bisa mengirim mu kesana…”, kata ummanya polos.

Minho dan Taemin berdiam diri, mereka tidak percaya dengan semua sandiwara yang kedua orang tuanya mainkan.

BANG!Taemin berdiri dan memukul meja makan didepannya.

“YAH! orang tua macam apa kalian? kenapa tega berbuat seperti ini pada anak sendiri? apa salah ku dan apa salah Minho hyung? kenapa kalian berbuat seperti ini… kalian…kalian… AARGGGHHHHH….”, teriak Taemin kesal dengan wajah memerah dna nafasnya tersengal, Minho terkejut menatap Taemin yang tidak pernah seperti biasanya, ia hampir saja tertawa jika ia tidak mengingat bahwa yang dikatakannya benar.

“Apa maksud kalian sebenarnya hah? kenapa kalian berbuat seperti ini, ini… kekanak-kanakan dan bukan lelucon semata! ini perasaan kami yang kalian coba permainkan, kalian tahu tidak?”, jelas Minho dingin menatap kedua orangtua nya, orang tua mereka hanya menunduk dan saling bertukar pandangan merasa bersalah dan dipojokkan oleh kedua anak mereka.

“Hmm… begini, Minnie ah~ umma akan jelaskan … umma juga tidak tega, tapi appa yang merencanakan semua ini …”

“YAH!”, appa nya menginterupsi namum segera diam ketika ummanya menatapnya dengan tatapan sinis.

“Lalu apa maksud umma melarang ku untuk berhubungan dengan Minho Hyung…?”, tanya Taemin kali ini dengan nada sedih kembali dan menarik tangan Minho, Minho hanya heran kenapa mood nya bisa gmapang berubah.

“Itu karena…”, ummanya melirik ke appa nya dan Minho. “Umma pikir Minho itu kan tampan dan populer, jadi umma rasa kau tidak boleh menyukainya, kalau kau ditolak olehnya umma yakin kau akan stress dna patah hati kan? jadi yah…”, kata Ummanya mengangkat bahunya.

Taemin menganga lebar mendengar penjelasan ummanya, umma dan appa nya hanya tersenyum tidak bermakna, sedangkan Minho ia melirik ke arah Taemin dan mengelus rambutnya.

“Aku rasa kalau aku pemulung pun dia akan menyukai ku dan aku tidak bisa menolaknya, dia terlalu berharga untuk ditolak.”, ledek Taemin mengelus rambut Taemin, umma dan appanya membentuk mulut mereka menjadi bentuk ‘O’ karena terkejut anaknya bisa bebicara seperti itu, Taemin hanya menunduk dan merasa wajahnya sangat panas karena malu.

“Ayo kita pulang, sebelum mereka punya ide gila lainnya.”, kata Minho menarik tangan Taemin untuk berdiri.

“Yah! Choi Minho jaga ucapanmu!”, bentak appanya, namun dengan mimik cemberut dan bukan dengan kesal, Minho hanya menyengir dan menarik Taemin menuju pintu, sebelum mereka keluar Taemin menghentikan langkahnya dan berbalik.

“Terima kasih umma , appa … sarange…”, kata Taemin membungkukkan badannya, air mata mengalir dari pelupuk matanya, ia tidak percaya akan mendapat restu dari kedua orang tuanya. Minho tersenyum dan membalikkan badannya kemudian ikut membungkukkan badannya sebelum menarik tangan Taemin keluar restoran dengan merangkul pinggang rampingnya.

“Haaah… mereka akan baik-baik saja kan?”, tanya Sooyoung seraya merebahkan kepalanya dipundaknya, Mr.choi merangkul pundaknya dan tersenyum.

“Well… kita mau gimana lagi? mereka bukan sedarah, jadi menurut hukum itu tidak masalah, kau bisa liat sendiri kan selama 2 tahun ini, ternyata malah bersatu lagi … sudah jodoh mungkin.”, kata appanya. Sooyoung hanya mengangguk dan sedikit terkikik.

.

.

Taemin tersenyum menang, hatinya benar-benar bahagia karena akhirnya ia bisa bersama dengan Minho, tapi … KENAPA MINHO SEKARANG MALAH KESANNYA CUEK PADANYA??!!

Taemin duduk di balkon rumah, tidak ada siapa pun, Onkey couple memutuskan untuk belanja bersama sedangkan Jongno couple memilih itu bersenang-senang main ke taman hibuaran, dan dia… Taemin, duduk sendirian menunggu sang Minho pulang dari latihan rutin minggunya…

Wajahnya cemberut sambil memakan cemilan ditangannya, beberapa lama kemudian ia mendengar bunyi suara pintu terbuka, ia langsung bangkit dari duduknya dan berlari ke pintu masuk.

“Minho hyung!!”, Taemin wajahnya sumringah melihat Minho masuk ke rumah dan ia langsung berlari ke arahnya memeluk Minho, Minho hanya tersenyum dan mengelus kepalanya.

“Aku kangeeen… kenapa lama sekali sih? aku sendirian dirumah seharian…yang lainnya pergi…”, kata Taemin manja sambil menggandeng lengan Minho dan mengikutinya ke kamar, Minho hanya tersenyum. Taemin membantu Minho menaruh peralatan olah raganya dan duduk disampingnya di atas kasur.

“Hari ini kita makan di luar yuk Hyung… aku rasa Key hyung tidak masak hari ini…”, ajak Taemin merangkul lengannya dan menyenderkan kepalanya di bahu Minho, Minho hanya menarik nafas.

“Key akan pulang nanti, tadi dia menghubungi ku…kalau–T-taemin apa—” Minho mendadak terekejut karena Taemin sudah duduk di pangkuannya memeluk lehernya dan mencium lehernya.

“Kenapa? kau tidak suka?”, tanya Taemin polos, wajah Minho memerah dia memegang bahu Taemin untuk menjauh sedikit.

“B-bukan … maksudku … jangan sekarang…”, Taemin mengerutkan alis menerima penolakan Minho.

“Kenapa?”, tanyanya dingin. Minho jadi salah tingkah, dia menyentuh wajah Taemin dan berkata lembut.

“Aku lelah sekali … nanti saja ya…ak—“, Minho berhenti bicara ketika mata Taemin menatapnya marah, tanpa dapat dicegah Taemin telah berdiri di depan Minho dengan tatapan kesal.

“Terserah kau saja…”, jawabnya dingin dan pergi meninggalkan Minho sendirian di kamar, Minho ingin mengejarnya namun ia sudah sangat lelah untuk memperpanjang masalah, jadi ia lebih baik istirahat sebentar dan ia akan bicara padanya nanti.

Taemin keluar dari rumah setelah menerima penolakan dari Minho, dia sangat kesal, setelah kemarin bertemu dengan orang tuanya dan akhirnya mereka bisa bersama sekarang mereka malah terlihat sangat jauh, Minho belum menciumnya sama sekali dari kemarin, well.. hanya di kening dan tindakan lainnya seperti memeluknya atau mengelus kepalanya, ia heran … apa Minho tidak senang jika akhirnya mereka bisa bersama?

. .

“Minho… Minho… bangun… makan malam sudah siap…”, Onew mengguncangkan badan Minho yang terlelap tidur, Minho memicingkan matanya melihat Onew berdiri didepannya.

“Jam berapa sekarang…?”, tanyanya dengan wajah mengantuk.

“Jam 7, kau sudah tidur lama sekali… ayo cepat, sebelum Key marah padamu…”, katany lagi seraya beranjak keluar kamar.

Minho bangun dari tidurnya, ia terrduduk dan merenggangkan tubuhnya sedikit untuk membangunkan otot-otot tubuhnya, ia melihat ke sekeliling kamar, kemana Taemin? kenapa bukan dia yang membangunkannya? apa dia masih marah? Minho segera turun dan membasuh wajahnya sebelum pergi ke ruang makan. Ia melihat semua sudah duduk ditempatnya masing-masing, termasuk Taemin?

“Hai … kenapa kau tidak bangunkan aku?”, tanya Minho duduk disebelah Taemin yang asik memainkan hp nya, dia hanya diam saja tidak menjawab karena sibuk main game, Minho menggeser tubuhnya untuk melihat apa yang dikerjakannya.

“Hei … aku tanya padamu Minnie … kenapa tidak menjawab…”, kata Minho merangkul pundak Taemin.

“Aku sedang main game.. jadi Onew hyung yang bangunkanmu…”, katanya cuek dan tetap berkonsentrasi ke gamenya. Minho hanya mengerutkan alisnya.

“Ayo kita makan, Taemin berhenti main game, kita makan…”, perintah Key, Taemin menarik nafas dan mematikan gamenya dan duduk siap dengan garpu dan sendoknya, semua makn dengan nyaman, sesekali bercanda karena kelakuan Onew dan Jonghyun yang berebut potongan ayam terakhir dan akhirnya Onew lah yang menang si chickenholic tidak akan pernah kalah, canda antara Jonghyun dan Jino yang asik menyuapi satu sama lain, dan Key yang sesekali mengoreksi cara makan Onew karena khawatir tersedak, hanya Minho dan Taemin yang makan seperti biasa bahkan tidak bicara sama sekali, Taemin asik mengunyah makanannya dan sesekali tersenyum melihat pemandangan didepan nya, dan Minho sesekali mencuri pandang ke pacarnya yang sedari tadi tidak menoleh padanya, dia tidak bicara apapun hanya diam saja dan memperhatikannya.

. .

Minho terus menatap Taemin yang asik mengemut lollypop di mulutnya sambil sesekali tertawa menonton acara di tv, Minho duduk dikasurnya sambil menatap layar tv, namun pandangan tidak fokus ke acara tv, ia hanya terus berpikir kenapa Taemin tidak peduli padanya?

Di sisi lain, Taemin terus mencuri pandang bahwa ia tahu Minho memperhatikannya dan ia kesal kenapa Minho tidak mencoba untuk mendekatinya.

“Jeez.”, maki Taemin “Kau benar-benar tidak peka..”, katanya bangkit dari kursi dan melempar permennya ke lantai, tanpa ancang-ancang ia telah menarik wajah Minho kasar dan mencium bibirnya. Awalnya Minho terkejut, kenapa Taemin bersifat agresif secara tiba-tiba, namun pikiran itu ia buang jauh-jauh dan menikmati ciuman mereka, ia menarik leher Taemin sehingga ia duduk dipangkuannya. Taemin menjilat bibir bawah Minho, Minho membuka sedikit mulutnya dan dengan cepat ia menjulurkan lidahnya ke mulut Taemin, ia menjilat langi-langit mulut kecilnya dan juga lidahnya, Taemin mendesah pasrah dan juga menyesal, kenapa setiap orang harus punya sisi dominan?

Taemin memasukkan tangannya ke balik kaos Minho dan menyentuh nipplenya, tubuh Minho menegang dan ia mendesah disela ciuman mereka, Taemin tersenyum menang.

“I want you Minho.”, bisik Taemin disela ciumannya dan kembali menciumnya dalam-dalam, ia merasakan bahwa Minho sudah sangat tegang, ia dapat merasakan tepat di bawah pantatnya sendiri. Taemin merebahkan Minho di atas kasur dan membuka bajunya tanpa melepas kan ciuman mereka.Dia mulai meraba-raba selangkangan Minho dan lututnya bergerak di antara kakinya, membuat beberapa ruang antara paha Minho. Dia membuka ritsleting jeans Minho dan menarik mereka turun dengan celana dalamnya sekaligus. Minho menanggapi dengan merobek kemeja Taemin dan kemudian mulai menarik ke bawah celana yang lebih muda itu. Ketika ia sedang bersiap-siap untuk menarik celana dalamnya, ia terganggu oleh erangan keluar dari mulutnya sendiri.

Dengan satu tangan Taemin bermain di nipple Minho dan tangan yang lain memberikan kerja pada membernya.

“Taemin!”, ia mengerang ketika mencapai orgasme.

“Kau menyukainya?” Taemin menyengir dan melepaskan membernya dari tangannya. “Kau harus tunggu sedikit lagi.”, Minho membuka matanya dan melihat mata Taemin yang penuh dengan kenakalan.

“Tidak.”, kata Minho cemberut. “Sekarang.”, perintahnya seraya menarik wajah Taemin dan menciumnya kasar, Taemin menarik turun celana dalamnya sendiri dan sebelum Minho menyadarinya sesuatu yang kecil memasuki lubang senggamanya, ia berteriak kencang, Taemin melepaskan ciumannya.

“Sorry baby.”, Taemin terkekeh. “Kau hanya harus menahan rasa sakitnya sebentar.”, kata nya lagi.

“Oh, tidak baby .. aku menginginkan mu sekarang juga didalam ku.”, perintahnya menatap Taemin lurus.

“Jeez.. you greedy bastard.”, kata Taemin terkekeh, ia tidak menunggu waktu panjang, ia langsung menarik jarinya dan menggantikan dengan member nya yang sudah menegang. Ia memasukkan nya dalam-dalam sambil menatap Minho khawatir. Minho melenguh kesakitan, ia memejamkan matanya menahan rasa sakitnya dan menahan air mata yang ia tahan di pelupuk matanya.

“Kau tidak apa-apa..?”, tanya Taemin khawatir seraya mengelus pinggang Minho, Minho mengangguk tetap menutup matanya.

“Kua yakin..?”, tanyanya lagi.

“FUCK, Taemin! just moving!”, katanya tiba-tiba berteriak. Taemin mulai menggerakan tubuhnya seirama maju dan mundur, akhirnya ia mendengar desahan nikmat dari mulut Minho, ia merasakan sesuatu aneh mengalir dari dalam tubuhnya, ia semakin cepat menggerakan tubuhnya ke arah Minho, mereka mendesah hebat ketika mencapai klimaks nya masing-masing.

“Minho!”, teriaknya ketika mencapai orgasme nya, dan ia merasa Minho mencpai klimaksnya juga berada diantara perut dan pinggangnya.

Taemin terbaring lemah di atas tubuh Minho yang bercampur dengan cairan mereka dan juga keringat yang bercucuran. Minho menangkap tubuhnya, membelai rambutnya dan mencium keningnya.

“I love you Taeminnie..”, bisiknya, Taemin mendongak dan tersenyum sinis.

“Hmm.. aku hanya ingin menikmati sex dengan mu baby. sorry.”, ledeknya, Minho mengerutkan alisnya seakan terluka dengan perkataannya. Taemin menyadarinya dan tersenyum menang, namun kemudian ia mencium bibir Minho sekali lagi.

“Just kidding baby … I love you too …”, bisiknya merebahkan kepalanya di dada Minho. Minho menarik nafas dan menyelimuti tubuh mereka.

“Naughty Boy… sleep well…”, bisiknya pada Taemin yang sudah terlelap tidur di pelukannya.

.

.

“Ng … baby, apa sebaiknya kita tinggal ditempat lain? aku rasa lovey dovey disini akan sangat berisik setiap malam.”, bisik Victoria pada Heechul.

“Maybe Yess … aku bisa gila setiap malam mendengar suara-suara seperti tadi dari kamar mereka..”, kata Heechul menggelengkan kepalanya.

Victoria hanya terkekeh dan mereka membawa kembali koper mereka keluar untuk mencari taxi dan sementara pergi ke hotel untuk tinggal semalam. Rencana mereka mengejutkan isi rumah karena kedatangan mereka yang tiba-tiba malah berbalik, karena mereka yang dikejutkan dengan suara-suara yang keluar dari seluruh kamar mereka.

(Onkey Room)

“AAAAHHH..A-AHH.. J-JINKI… FASTERRR…AAAHH…”

(JjongNo Room)

“F-fuck! Ii-i-im… aaahhhh c-c-cumminggg HHhyuungggg…”

ckckckckck…. >//////<

END!!!

(UNEDITED)

P/S :

WUHUUUUUUU~ FINALLY >/////<

HAHAHAHAHA… WHAT DO YA THINK GUYS? HAHAHAHA

I KNOW YOU LOVE ME RIGHT? YOU KNOW WHAT?

JIKA KALIAN DETAIL MEPERHATIKAN, AKU MEMBUAT KEY, TAEMIN, DAN JINO ON TOP … HAHAHAHA

KATA SIAPA JONGHYUN, MINHO, DAN ONEW SELALU ON TOP.

MEREKA JIKA ON TOP BISA LEBIH HEBAT! KEKEKEKEK~

THANKS FOR SUPPORT, LEAVE A COMMENT IF YA LIKEEYYY:)

SEE YAAAAAA~ \(^o^)

Advertisements

73 thoughts on “[SHINee/YAOI] Between us part. 10 end

  1. dikirain aku yang salah baca, eh ternyata emang bener kalo taemin, key, dan jino on top o_O astagaaaa~~

  2. Bwahahaha

    Mw bkin kejutan tp mlah di ksh kejutan yg super duper wooow

    Hahahaha…
    Asiiik deh baca’a seruuu
    Tp.onkey’a kedikitan
    Hihihi

  3. Waiiittt…!!! Itu 2min yg jadi seme taemin yaaa.. Kog taemin yg ada didlm minho. Kan harusnya minho yg ada di dalam taemin. Imajinasiku jadi ngeri pas baca –_____-!!

    Woooww.. Mungkin kata bumoninnya key banyak suara2 mengerikan pas baca2 itu *plakk

  4. Bukanya heecul sama victoria yg nikin kejutan malah mereka yg terkejut sama kondisi rumahnya, ini 2min doang yg kebalik ukenya atau semua kebalik tapi ga papalah lah uke” ganas

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s