[2min] Find you part. 3 end


FOREWORD :

Annyeong cinguwiuw~ nyehehehe… mianhe.. jeongmal mianhe keterlambatan saya sekali lagi, sekali lagi saya minta maaf kalau susah untuk update setiap harinya, buat info aja, sekarang gue udah mulai masuik kuliah dan sumpah jadwalnya merakbal banget! jadi gue nggak tahu kapan bisa update, jadi gue sempet” in aja… maaf banger buat yang gak sabaran nunggu yah 😦 . Soory juga kalau hasilnya kurang memuaskan tapi gue tetep berusaha sebaik mungkin biar kalian tetap setia menunggu FF ku… hehehehe… once again, please bare with me n be patient guys 🙂

>Replaying Comment<

Asli! komennya bikin gue ngakak berat … apa sih mulai dari yang nebak” sendiri tapi ada beberapa yang bener loh tebakannya, aku gak bisa sebut nama kalian, ntar kalian sadar sendiri, tapi sumpah mulai komen yang potong rambut lah, mukanya penyoklah… buakakakakak kocak abeeeesss~… SO, keep supporting me guys! Jeongmal sarange <333

by: Sanniiew

Minyo berdiri ditempat semula, tempat dimana pertama kali ia berada dan menyadari dirinya telah mati dan ia lupa semua apa yang terjadi pada dirinya, bahkan nama nya sendiri, entah apa yang membuatnya berdiri lagi disitu kali ini. Sudah dua hari ia tidak menemui Taemin, ia mendengar Taemin selalu memanggil namanya, namun ia tidak juga menghampirinya, ia tahu dimana keberadaan Taemin dan sangat tahu bahwa anak itu sangat ingin bertemu dengannya, namun ia berusaha untuk tidak perduli, tidak lagi, ia tidak mau Taemin terus berada dalam kesulitan dan menghabiskan waktunya hanya untuk hantu yang tidak tahu asal usulnya, dan seharusnya ia mempunyai banyak hal yang harus dikerjakan ketimbang harus membantu sesosok hantu… seperti dirinya.

Dan entah mengapa dilubuk hatinya ketika ia melihat sosok Minho didepannya, ia merasa perasaan yang menggebu, seperti sesuatu yang terlupakan dan ia takut, takut untuk melihat sosok yang terbaring lemah tak berdaya itu, ia terlalu takut melihat sosok yang hampir mirip dengannya, dan ia tidak tahu mengapa.

Di sisi lain, Taemin gelisah, sesekali ia mencari keseluruh ruangan dan terus mencari Minyo, entah mengapa semenjak hari itu Minyo tidak juga datang, ia merasa kesepian dan ditinggalkan… kenapa? kenapa dia merasa seperti itu, kenapa ia lebih memilih sesosok hantu untuk berada di sisinya? ia merasa nyaman di dekat Minyo, dan ia berusaha memungkiri perasaannya ia hanya ingin membantunya, ya… membantunya, hanya itu.

Taemin melihat ke arah luar jendela kamarnya, angin bertiup kencang, dan langit terlihat mendung, ia mengerutkan alisnya, berpikir keras, apa yang dapat ia lakukan untuk bertemu dengan Minyo… ia mengetukkan kakinya dan terus memandang keluar, CLICK! dia menjentikkan jarinya, mengambil mantel tebalnya dan segera berlari ke luar. Disana, tidak salah lagi, batinnya.

Taemin melangkahkan kakinya ke jalan yang sama setiap ia menuju ke sekolah, nafasnya tersengal namum ia tidak juga perduli, dan akhirnya ia sampai ditempat tujuannya, ia berhenti sejenak mengatur nafasnya sambil matanya menyapu keseluruh sudut jalan, namun ia tidak melihat apapun… tidak manusia berlalu lalang dan tidak juga Minyo, ia memanggil namanya dalam hati, ia tahu Minyo akan mendengarnya, Minyo mampu kontak batin dengannya namun tidak juga ada jawaban. Sesekali ia menepi ke pinggir jalan untuk menghindar dari mobil yang berlalu lalang, kemudian ia duduk dipinggiran trotoar.

“Harus dari mana aku cari?”, gumamnya sendiri sambil melihat keseluruh sudut jalan, ia berpikir sejenak dan mengingat perkataan sipir polisi tentang kecelakaan lalu, ia tidak yakin Minho dan Minyo orang yang sama, namun klu tentang cincin itu membuatnya mengikuti instingnya saja, ia menghubungkannya dengan alasan kenapa ia bisa bertemu dengan Minyo di jalan yang sama dimana kecelakaan itu berasal.

Taemin mulai bangkit dan mencari benda kecil yang sangat amat tidak mungkin ditemukan dalam jangka waktu seminggu yang lalu, namun ia tidak menyerah, tangan nya bergerak dan matanya terus mencari ke setiap sudut jalan, orang yang sesekali lewat menatapnya dengan aneh, namun ia tidak perduli. Semakin lama ia lelah, ia merasa tidak sanggup lagi, air hujan mulai turun dan membasahi pucuk kepalanya, apa ia berhenti? tidak, ia terus mencari sampai badannya basah kuyup tersiram hujan.

Taemin lelah, ia sangat lelah… ia berjongkok di pinggir trotoar menekuk lututnya menjadi satu, entah mengapa ia menjadi sangat sedih… ia sangat merindukan Minyo…

“Minyo…”, bisiknya membenamkan wajahnya kedengkulnya, ia terus bergumam namanya namun Minyo tidak hadir juga kehadapannya, apa yang telah ia perbuat, apa salahnya sehingga Minyo pergi begitu saja tanpa mengatakan perpisahan baginya? kenapa? ia memandang lurus ke tanah, matanya nanar … namun… ia terbelalak tiba-tiba, ia bangkit dan berjongkok di sudut tiang listrik, ia mengulurkan tangannya dan meraih belakang bawah tiang listrik, cincin!!! ia memegang sebuah cincin perak ditangnnya, ia tidak percaya, ini kebetulan atau …dia menggelengkan kepalanya, apapun ini, yang penting ini cincin… ia perhatikan dengan seksama, ia membersihkan cincin itu dari debu dan lumpur basah dengan tangannya, dan matanya lebih terkejut ketika melihat nama yang terpatri di cincin itu …ia menutup mulutnya rapat-rapat.

“T-tidak mungkin … ini…”, gumamnya.

.

.

Sudah sekitar 4 hari setelah ia membuang waktunya untuk mencari keberadaan Minyo, ia sudah menyerah dan mencoba melupakan semuanya, semua tentang pertemuan mereka, tentang ia mencoba membantu Minyo, semuanya …

Taemin berdiri di depan lobi sekolahnya dengan memandang keluar sekolah, ia menarik nafas  dan melihat ke jam tangannya ia sudah sangat terlambat untuk pulang ke rumah, lagi-lagi ia harus pulang terlambat karena asik di studio tari.

“Huuuu jaaannn lagiiii~…”, katanya bernyanyi mencoba menghiburnya sendiri, kali ini ia tidak bernyanyi dengan hati senang, namun dengan ekspresi bosan, ia mengeluarkan payung dari tasnya dan membukanya.

Ia melangkahkan langkah pertamanya dan berjalan menyusuri halaman sekolahnya, langkahnya sengaja ia perlambat untuk menikmati suasana hujan, sesekali ia menggumamkan lagu dari mulutnya sambil melihat ke berbagai arah, namun … saat ia melihat kedepannya ia melihat samar-samar ada sesosok pria memandanginya, semakin lama semakin mendekat dan dekat, ia menghentikan langkahnya dan memicingkan matanya untuk melihat lebih jelas sosok yang tersembunyi dari derasnya hujan.

Sosok itu lama-lama mendekatinya, perlahan ia bisa melihat dengan jelas, bertubuh tinggi, dengan rambut panjang seleher, dan mata bulat sempurna , entah mengapa jantungnya tercekat, ia tidak percaya yang ia lihat.

“Mi…nyoo…?”, bisiknya ketika sosok itu tepat didepannya, sosok itu tetap seperti awal mereka bertemu.

Minyo kali ini hanya diam dan menatap lekat Taemin, Taemin tidak berkata apapun mereka saling berpandangan satu sama lain seperti saling merindukan satu sama lain, tidak terasa air mata Taemin membasahi pipinya, ia tidak mengerti ada apa … ia membasuh air matanya, namun tidak berguna, semua mengalir terus tanpa dapat ia kendalikan.

Minyo mengulurkan tangannya, namun percuma, tangannya lolos begitu saja ia nampak kecewa, akhirnya ia meletakkannya lagi seakan menyentuh pipi Taemin, ia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Jangan nangis lagi …”, katanya tersenyum lembut, jantung Taemin berdegup kencang, tidak bisa, ia tidak bisa menyukai sesosok hantu, tidak bisa.

“Kenapa … kenapa kau pergi?”, tanya Taemin kemudian, Minyo hanya tersenyum dan terus menatap Taemin lembut. Taemin mengeluarkan sesuatu dari kantongnya dan mengulurkannya ke arah Minyo.

Minyo menatap seksama cincin ditangan Taemin, kemudian ia tersenyum dan mengangguk, Taemin mengerutkan alisnya, apa maksudnya?. Perlahan Minho mendekat ke arahnya, dan menundukkan kepalanya sedikit hingga bisa sejajar dengan wajah Taemin, kemudian ia mengulurkan tangannya dan mengelus pipi Taemin, aneh … kali ini Taemin bisa merasakan kelembutan tangannya, tangan yang tidak pernah bisa menyentuhnya. Dan perlahan Minyo memajukan jarak wajah mereka.

“Terima kasih … terima kasih telah menolongku, bukan karena cincin … bukan karena apapun… tapi karena mu… terima kasih.”, bisiknya sebelum mencium bibir Taemin, Taemin terkejut sesaat, namun akhirnya ia menutup matanya rapat dan berusaha merasakan apa yang sedang terjadi padanya, ia merasa… nyaman dan hangat menyentuh bibirnya, aneh memang …dan secara mengenjutkan, untuk pertama kali Minyo dapat menyentuh pipi Taemin dan meraih tangannya mengambil cincin dari genggaman Taemin.

“Selamat tinggal Taemin…” Taemin sontak membuka matanya, perlahan tubuh Minyo menghilang separuh. “Terima kasih … aku mencintaimu …”, kata Minyo tersenyum.

“Tidak! Minyo …!!! jangan pergi…”, kata Taemin panik dan mencoba meraih badan Minyo, air matanya membasahi pipinya.

“Terima kasih Taemin …”, kata Minyo terakhir kali sebelum menghilang seperti butiran hujan yang terbang terbawa angin.

“TIDAAAKKK… Minyoooo…kembali… ku mohon… ku mohon…ku mohon…”, Taemin terduduk dilantai, ia menundukkan wajahnya dalam -dalam, air matanya mengalir deras.

.

.

Sebulan berlalu, semua sudah berjalan seperti biasanya, Taemin kembali menjadi Taemin yang biasanya, Taemin yang periang dan menjalani rutinitasnya seoerti biasa, berlatih menari dan juga pergi ke sanggarnya, sesekali bertemu dengan Key, Jonghyun dan Onew untuk sekedar menghabiskan waktu bersama, seperti sekarang, ia sedang berdiri didepan stasiun dengan tampang cemberut, ia sudah menghabiskan waktu satu jam untuk menunggu semua temannya datang dan mereka akan berjanji pergi ke tempat karaoke.

Ponselnya berderng ia melihat nama pemanggil diponselnya, Key.

“Yah! lama sekali hyung! aku hampir jamuran menunggu kalian… palliiii~…”, jawabnya kesal.

“Mianheee baby…. ini semua gara-gara DINO HEAD! ban mobil nya bocor jadi kami harus menuggu nya sebentar… kau langsung ke tempat kita janjian saja bagaimana? Mianhe neh Taemin ah~….?”,

Taemin hanya memutar bola matanya dan mengatakan iya sebelum menutup pembicaraannya, kemudian matanya memandang langit diatasnya.

“Kenapaaa jikaaa akuu ingin bersenang-senanggg~ harus mendunggg~…?”, ia bernyanyi sambil memijakkan kakinya keluar stasiun dan menyusuri trotoar jalan menuju tempat mereka janjian.

Namun baru berapa langkah air hujan membasahinya, ia terkejut dan berlari mencari tempat berteduh, namun sebuah tangan menariknya dan ia merasa tidak ada lagi air hujan membasahi tubuhnya, ia membalikkan tubuhnya dan perlahan ia mendongak menatap sosok didepannya, ia mengerutkan alisnya, dan…

“Hai, kita bertemu lagi, do you miss me… Taemin?”, kata pria bertubuh tinggi didepannya.

Taemin menutup mulutnya, tidak mungkin… dia…Taemin menelan ludahnya, dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat.

“M-min…Minyo?”, bisiknya sangat pelan, namun cukup terdengar oleh pria didepannya, pria itu tersenyum dan menarik pinggang Taemin mendekat ke tubuhnya, jantung Taemin berdentum cepat, wajahnya memerah menatap sosok didepannya.

“No baby … im Minho … Minyo actually… oh no, im Minho… oh whatever!”, katanya sebelum menarik wajah Taemin dan mencium bibirnya, Taemin terkejut dan berniat menjauhkan tubuhnya, namun pria itu menariknya lebih dekat, akhirnya entah mengapa ia menikmatinya dan perlahan ia melingkarkan tangannya ke leher pria itu dan mendalamkan ciuman mereka, pria itu tersenyum menerima perlakuan balik dari Taemin. Sekeliling mereka orang memperhatikan dengan kagum dan terheran, melihat adegam yang tidka biasa di depan publik. Akhirnya mereka melepaskan ciuman mereka.

Taemin menunduk dan menyembunyikan wajah merahnya di dada pria itu, pria itu memeluk pinggangnya dan tangan yang lain memegang payung menutupi tubuh mereka agar tidak basah.

“B-bagaimana bisa… maksudku… kau Minyo atau…”, kata Taemin bingung. Pria itu berdecak dan mengelus rambut Taemin.

“Tidak penting aku Minho atau Minyo, yang penting adalah… aku disini sekarang, dan aku menemukanmu my precious Taemin…”, kata pria itu tersenyum, Taemin mendongak menatap sosok didepannya dengan wajah memerah mendengar kata ‘precious’ sebelum namanya. Ia masih tidak percaya, didepannya berdiri sosok Minyo dengan fisik yang lain, fisik… Minho.

“So, karena aku sudah menemukanmu, kau mau menjadi pacarku? aku jamin, jika kau menolakku sekarang kau tidak akan bisa menemukanku lagi dan kau akan menyesal…”, katanya tersenyum berbisik di kuping Taemin, wajah Taemin memerah namun ia tersadar.

“T-tunggu dulu .. aku tidak mengerti… aku tidak mengenalmu, lalu kita berciuman dan sekarang kau meminta ku untuk…”, kata Taemin malu-malu, pria itu berdecak dan meraih dagu Taemin.

“Jadi, jika aku jelaskan kau mau jadi pacarku kan?”, tanya pria itu, sebelum Taemin bisa protes, “Wajah merah mu memberi jawaban ‘ya’, oke, aku akan cerita…”, katanya dan sudah menarik Taemin menuju stasiun.

. .

Sepanjang perjalanan Taemin hanya diam dan tidak mengerti apa yang akan di lakukan oleh pria disebelahnya yang sedari tadi menggandeng tangannya seakan takut hilang, pria itu terus tersenyum dan sesakli melihat ke arah Taemin sehingga membuatnya salah tingkah, ia tidak berbicara kecuali ditanya seperti.

“Ng… bisakah kau melepas genggaman tanganmu… semua orang mel–“

“Kenapa? kau tidak suka? aku kan menyukai mu …”, ia mengubah ekspresinya menjadi terluka, Taemin hanya diam dan menggelengkan kepalanya lagi dan membiarkannya. “Aku takut kamu hilang …”, katanya lagi, Taemin hanya menganga dan membiarkan nya terus menggandeng tanganya, Taemin menundukkan wajahnya karena orang disekelilinginya menatapnya aneh.

“Ng.. kita mau kemana?”

“Ketempat kenangan … jika kau bertanya lagi, aku akan mencium mu disini juga…”, katanya tersenyum sambil berusaha mendekatkan wajahnya ke wajah Taemin, dengan cepat ia menutup mulutnya untuk tidak lagi bicara padanya.

Setelah beberapa lama mereka sampai di stasiun tujuan mereka, tanpa melepas tangannya Minho telah menarik Taemin keluar dari kereta dan berjalan menyusuri stasiun. Taemin mengerutkan alisnya, apa yang mau ia lakukan? kenapa ia harus membawanya kembali ke stasiun yang sama? stasiun rumahnya, dan sekarang mereka berjalan ke jalan yang sama di mana Taemin selalu melewatinya jika ingin berangkat ke sekolah, dan…

“We’r here!”, kata Minho berbalik dan tersenyum pada Taemin, Taemin mengerutkan alisnya dan menoleh kesekitarnya.

“Disini? ng… apa maksudnya ya? ini kan…”

“Ini jalan yang biasa kamu lalui jika bernagkat dan pulang sekolah, jalan yang sama ketika kamu bertemu dengan Minyo, benarkan?”, tebak Minho, Taemin menganga, ia tidak percaya dengan pendengarannya, Minyo katanya barusana? kenapa dia menyebut nama… Minyo?

Minho mengambil satu langkah dan ia menarik tubuh Taemin mendekat dan menyentuh pipinya dengan satu tanganya dan yang lainnya meraih pinggangnya.

“Aku Choi Minho, selalu melihat mu berlari ketika terlambat ke sekolah sambil meminum susu banana favorit mu itu, aku melihat mu selalu pulang dengan senyum seakan kau habis menang lotre, kau pulang dengan basah kuyup di hari hujan dengan merentangkan tanganmu seakan kau sangat bahagia menyambut hujan, dan oh … kau rela menanggalkan payung mu hanya untuk seekor kucing yang dibuang pemiliknya, dan masih banyak lagi yang sering ku lihat tentang dirimu …”, kata Minho tersenyum dan terus membelai wajah Taemin dengan lembut, Taemin terpaku mendengar semua yang keluar dari mulut Minho, bagaimana ia bisa tahu semua hal tentangnya sedangkan mereka tidak pernah bertemu sama sekali.

“B-bagaimana kau bisa…?”, tanya Taemin bingung. Minho terkekeh dan merengkuh tubuh Taemin lebih erat, jantung Taemin semakin berdebar cepat.

“Itu apartemen ku, dan aku selalu duduk dibalkon sana setiap harinya di jam yang sama saat kau pulang sekolah, dan entah kenapa semenjak pertama kali aku melihatmu aku tidak sadar aku sering duduk disana dan menunggumu untuk melihat apa lagi yang akan kau lakukan.”, kata tersenyum sambil menunjuk sebuah apartemen yang tidak jauh jaraknya dari tempat mereka berdiri.

Kemudian Taemin hanya terdiam, ia memalingkan wajahnya, ia tidak bisa terus menatap mata Minho yang seakan menelusup kedalam hatinya, apa ini? pikirnya, ia sama sekali tidak mengenal Minho sebelumnya, actually dia seperti Minyo dalam versi yang berbeda, ia masih bingung ada apa, dan siapa sebenarnya Minho dan Minyo.

“Jawab pertanyaan ku, apa kau Minyo?”, tanya Taemin.

“Kalau aku bilang ya kenapa dan jika kubilang tidak kenapa? aku hanya ingin memastikan kau tidak meninggalkan ku jika jawaban salah satunya kupilih.”, kata Minho tetap tersenyum, Taemin menatap wajahnya sekssama, ia menelan ludah, meski bukan Minyo didalam hatinya ada sedikit keterkaitan…

“Aku hanya ingin memastikan bahwa aku mencintai orang yang sama.”, jawab Taemin tegas, kali ini ia jujur, tulus dari dalam hatinya, ia benar mencintai Minyo atau Minho atau… Minho tersenyum. Kemudian ia memasukkan tangannya kedalam sakunya dan menunjukkan sebah benda yang sangat familiar di matanya.

“…Ini…”, Taemin terkejut melihat benda didepanya, Minho tersenyum meraih tangan Taemin dan memakaikannya ke jari manisnya, wajah kecilnya memerah ketika cincin itu sangat cocok dengan jari tangannya.

“Gotcha! cocok kaaann…”, Minho tersenyum lebar dan memeluk tubuh Taemin, jantung Taemin berdebar kencang merasakan getaran diantara mereka.

“…ini..kenapa?”, Taemin memiringkan wajahnya, ia sangat bingung dan sekaligus tidak percaya dengan yang ia lihat. Minho berdecak dan menjitak pelan kepalanya.

“Sudahlah…memangnya kau tidak senang jika aku sekarang ada didepanmu? oh kau lebih suka Minyo dibandingkan aku ya?”, kata Minho melepaskan pelukan di pinggangnya. Taemin menjadi panik, ia bingung menjelasakannya.

“B-bukan Hyung… a-aku tidak mengerti, Minyo dan kamu berbeda… aku hanya…”, Taemin memiringkan kepalanya dan memainkan jarinya. Minho tersenyum dan menghampirinya lagi, ia menyentuh leher Taemin dan memajukan wajahnya sehingga mereka berhadapan.

“Karena Minyo adalah fisik ku dulu, sebelum aku mengalami kecelakaan… ya aku tidak tahu kenapa arwahnya begitu, jangan tanya aku… tapi kalau kau lebih suka dia, ya… “, Minho melepaskan tangannya dan mengangkat bahunya dan menarik nafas kecewa.

“Aku tahu kau terkejut dengan ini, tapi aku benar-benar menyukai mu Taemin.”, kata Minho serius, wajah Taemin memerah, ia bingung menjawab apa, karena semuanya sangat mendadak.

“Hmm… aku tidak tahu … aku bingung apakah au mencintai mu atau tidak?”,kata Taemin ragu, Minho tersenyum dan menyentuh bibir pink tipis Taemin.

“Kalau gitu …”, katanya memajukan wajahnya sesenti lebih dekat dengan bibirnya meminta ijin untuk menciumnya, Taemin menelan ludahnya, ia memang tidak tahu perasaan sesungguhnya terhadap Minho, tapi ia hanya mengikuti nalurinya, perlahan ia memjamkan matanya, Minho tersenyum melihat reaksi Taemin, ia membelai wajahnya dan perlahan memajukan bibirnya menyentuhnya dengan lembut.

” I LOVE YOU TAEMIN…”, bisiknya dan mencium lembut bibirnya, ia memiringkan kepalanya dan membelai wajah dan telinga Taemin dan menarik lehernya dengan mesra, ia menjilat bibir bawah Taemin, dengan perlahan ia memasukkan lidahnya ketika Taemin membuka mulutnya, ia mencium sluruh rongga mulut Taemin dan bersifat dominan, Taemin mendesah dan merengkuh kerah Minho, setelah beberapa menit mereka melepas ciuman mereka dan Minho meletakkan kening mereka menjadi satu, memejamkan mata mereka dan merasakan nafas masing-masing.

“Akhirnya aku menemukanmu Taemin… “, bisiknya mencium pipi Taemin, Taemin memeluk tubuhnya dan berbisik.

“I think I love you hyung…”, bisiknya.

“I knew exactly baby…”, Minho memeluk tubuhnya.

END

P.S

SORRY… MEMBUTUHKAN WAKTU YAG LAMA UNTUK MENYELESAIKANNYA 😦

sumpah banyak banget kendala seminggu ini gue lelah banget, sorry buat para pembaca setia ku 😦

leave a comment if ya likeey 🙂

Advertisements

63 thoughts on “[2min] Find you part. 3 end

  1. AIIHHHHH ternyata minyo alias minho itu udah liat2 taemin dari dulu…
    hahah bagus2 thorr, aku suka 😀
    minho sosweet yah uwuuu envy sama tetem-_-a

  2. olalaaaa~
    emang bener ya minyo dan minho orang yang samaa…
    sukaa banget pas mereka ketemu di depan sekolahnya taemin..ga bisa bayangin sesosok hantu bisa nyium kitaaa >///<

  3. Omg …sosweet banget 2min, aiss hampir aja aku kira si Minyo/Minho mau pergi beneran (surga),ckck ternyata eh ternyata (?),pokoknya aku seneng deh klo 2min bersatu #hidup 2min ^^

  4. Akhirnya mereka di pertemukan kembali….
    Wuaaaa senangnya…..

    Aku suka sekali….
    Kekkekekekkee

    Makasih admn udh ngizinin aku baca ff dsini…..:)

  5. Wahhhhh pasword nya bnr trnyataaa wahhhh suka akhirnya…. Untung mingnya balik. Itu janji te2m ama hyungdeul gmana???….

  6. oh my……. sumpah demi apa saiah terharu pas scene arwah Minyo lenyap, untung itu trjd karena arwahx akan kwmbali pada jasatx bukan untuk naik kkayangan.ahihihi

    kyaaaaaaaaa sukaaaaa>\\\\\\<
    abang Ming main cipok2 aj, aishh dasar kodok pervert #dikuliti abang Ming.
    suka dah pokokx, 1000000 jempol buat author sanniiew^^

  7. Minyo oh minyo….
    Kayaknya minyo tuh romantis dan lembut tapi pas dah jd minho jadi pervert… hahahaha

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s