[Jongtae/YAOI] Only this that i can do !


Foreword :

Aku tidak bisa berbicara apapun, aku tidak tahu ini bagus atau nggak, otak lagi stuck banget gak tahu mau nulis FF apa, sumpah… i need more inspiration gaaaahhhhh~~~ Please bare with me, and keep supporting me guys🙂

by : sanniew

“Please … dengarkan penjelasan ku dul—“

“DONT TOUCH ME!”, teriak Taemin menepis tangan Jonghyun dan menatapnya kesal, air matanya mengalir dengan deras dibalik tatapn matanya yang marah dan nafasnya naik turun dengan tidak terkendali karena kesal, ia mencengkram lengannya dengan kuat melihat sosok didepannya yang menatapnya denagn memelas.

“Please Tae… dengarkan aku dulu… aku bisa jelaskan semuanya.”, katanya menatapnya dengan puppy eyesnya, dulu Taemin sangat suka tatapan mata itu, tapi tidak kali ini, sudah cukup semuanya, sudah cukup membuatnya menjadi ingin muntah dan meninju wajahnya sekuat mungkin.

“Apa yang mau kau jelaskan? aku tidak butuh lagi kau tahu…?”, jawab Taemin dingin. Kali ini ia mau pergi dari hadapan Jonghyun namun dengan cepat Jonghyun berdiri didepannya mencegah langkahnya.

“D-dengarkan aku dulu, aku janji, setelah kau mendengarnya aku tidak akan pernah menggangu hidupmu lagi…’. kata memohon dan berlutut didepan Taemin, Taemin menoleh ke arah lain dan berusaha menahan air matanya.

“Katakan.”. jawabnya tegas dan tanpa menoleh ke arah Jonghyun.

“A-aku… sedang mabuk, dan sungguh … aku tidak mengingat apapun, aku khilaf… aku mencintaimu, kau tahu itu kan..?”, jelasnya, Taemin menoleh dan mendengus kesal, ia memandang rendah Jonghyun.

“Kalau kata maaf saja dapat merubah semuanya, aku sudah tidak pernah merasa seperti ini dari dulu … kau.. kau tidak pernah mengetahui perasaanku kan?”, tanya Taemin menggigit bibirnya menahan tangisnya, ia harus kuat, karena ia tidak mau terlihat lemah didepan pria yang menyakitinya dna menghianati keercayaannya.

“Taemin… aku mencintaimu.. kembali padaku…”, mohonnya. Taemin kali ini benar-benar merasa direndahkan, ia merasa kesal dan ingin sekali segera pergi dari hadapannya dan menghilang dari hadapannya, ia berharap tidak akan pernah bertemu dengan orang ini lagi.

“… kau pikir aku tidak? tapi… apa yang akan kau lakukan pada perempuan itu? kau akan membuangnya demi aku?”, tanya Taemin geram menatapnya. “…dan juga tidak mengakui… anak dikandungannya?”, untuk yang ini Taemin tidak bisa lagi menahan emosinya , ia menunduk, air matanya jatuh dalam diam.

Kemudian mereka terdiam, tidak ada yang bicara satu sama lain. Jonghyun menunduk menatap kakinya dalam-dalam , ia tidak bisa mengelak dengan semua kenyataan yang barusan dikatakan oleh Taemin, kenyataan bahwa ia adalah ayah biologis dari anak yang berada di kandungan Se kyung… wanita yang selalu mendekatinya dari dulu.

“Semua tidak akan merubah apapun, termasuk ke putusan ku.. aku tidak mau kau mengganggu ku lagi … jadi lebih baik kita…putus saja..”, kata Taemin setelah berhasil mengontrol emosinya , ia memegang dadanya yang terasa sakit.

“Tapi—“

“CUKUP!…p-please… mengertilah keputusan ku, aku sudah janji kau tidak akan mengganggu ku setelah kita bicara hari ini, dan itu keputusan ku… kumohon mengertilah…”, kata Taemin berbalik ke arah lain.

“Selamat tinggal, jaga dia baik-baik… “, kata Taemin menahan air matanya.

“Taemin…”, panggil Jonghyun, namun Taemin berjalan meninggalkannya tidak perduli lagi, ia tidak mau menoleh sedikit pun, takut semuanya akan mengubah jalan pikirannya, mengubah keputusannya, mengubah semua rencana nya untuk meninggalkannya dan merelakannya untuk wanita itu. “I love you…”, lagi, Jonghyun berbisik untuk dirinya sendiri, ia menunduk dan menangis dan menangis, semua tidak akan kembali kekeadaan semula, bibit yang sudah di tanam tidak akan bisa kembali seperti semula.

.

.

Tidak pernah ia mengira semua akan seperti ini, semua harapannya untuk bersama denagn Jonghyun hancur begitu saja ketika ia tidak sengaja melihat dengan mata kepalanya sendiri perempuan itu menangis dan berjalan keluar dan rumah Jonghyun, ia menangis dan memohon untuk mengakui anak dalam kandungannya.

Perempuan itu, perempuan yang selama 2 tahun ini selalu berusaha untuk mendekati Jonghyun dengan berbagai cara, namun ia tidak pernah menyangka semuanya akan menjadi seperti sekarang, ia merasa telah di khianati dan dibohongi oleh Jonghyun, dan ia merasa tidak perlu lagi untuk mengenalnya bahkan kembali seperti semula, karena itu tidak akan pernah bisa.

DING DONG!

Taemin menggeliat dikasurnya, ia enggan terbangun dari tempat tidurnya, ia tidak perduli sekeras apa bel itu berbunyi, ia tidak mau menerima kedatangan siapapun terlebih itu Jonghyun, ia tidak mau lagi. Sudah selama 1 minggu ia meminta putus dan bersikap seperti biasa saja jika bertemu dengannya di kampus, dia bersikap seakan tidak pernah melihat Jonghyn, meski ia tahu dari sudut matanya ia dapat melihat Jonghyun menatapnya terus menerus dan tidak pernah lepas dari pengawasannya, tidak juga jika Taemin sedang bersama Minho sahabatnya.

DING DONG!

Bel rumah itu terus berbunyi, dengan malas akhirnya Taemin bangkit dari kasurnya dan berjalan ke depan pintu, saat melewati kaca ia melihat pantulan wajahnya dulu disana. What a poor boy !

Taemin dengan perlahan membuka pintunya setengah, dan dengan segara ia melihat sosok yang juga tidak mau ia lihat bahkan ia temui, wanita itu, Shin se kyung, berdiri didepan pintu sedang menangis keras sambil memegang bahunya sendiri.

“T-taemin… m-maaf…aku minta maaf …”, katanya tersedu, Taemin menatapnya datar, what the? buat apa ia menangis? sandiwara?

“Mau apa lagi kau?”, tanya Taemin dingin meyilangkan tangannya didada.

“A-aku mohon maaf … aku mohon padamu… semua salah ku… aku mohon dengarkan penjelasan ku Taemin.. aku mohon…”,

Taemin terkejut ketika Se kyung berlutut didepannya dengan wajah tertunduk meminta maaf, ia menjadi tidak enak, ia tidak tahan melihat wanita menangis, terlebih sekarang ia sudah berlutut didepannya, sebagai laki-laki ia tidak mau dilihat sebagi pria yang jahat membiarkan wanita seperti ini, meski wanita itu adalah wanita yang telah merebut pacar mu.

“Bangunlah… masuk lah kedalam…”, Taemin berlutut dan membantunya berdiri, wanita itu terisak dan berjalan masuk kedalam rumah Taemin, Taemin mempersilahkannya duduk di kursi dan Taemin duduk disampingnya menjaga jarak setelah memberikan minum untuknya, setelah ia merasa tenang ia mulai bercerita.

“A-aku… aku minta maaf, aku tahu kau membenci ku , sangat membenciku, aku tahu aku wanita rendah yang selalu mengganggu hidup mu dan juga Jonghyun, saat itu kami mabuk, malam itu kami mabuk bersama, dan aku tidak tahu apa yang membuat kita… kau tahu Taemin, aku menyukai nya, tapi percaya padaku, aku tidak pernah bermaksud merebutnya dari mu, dia sangat menyukai mu… lebih dari apapun, aku juga tidak bisa menggantikan mu… dan aku tahu itu…”, katanya terisak, Taemin hanya diam menatap lantai.

” … Lalu kami melakukan itu, itu pertama untukku, aku tidak tahu jika bisa menjadi seperti ini… maaf Taemin… aku janji aku tidak akan menggangumu dan Jonghyun, aku kesini ingin minta maaf padamu, aku akan pergi dari kehidupan kalian, aku akan pergi untuk menjaga anak ini baik-baik …”, katanya, Taemin mendongak kaget.

“A-apa maksudmu? apa maksud dengan menjaga baik-baik? apa kau bermaksud untuk menanggungnya sendirian?”, tanya Taemin.

Se kyun mengangguk dan menangis lagi, “Aku akan merawatnya sendiri, aku… tidak akan melibatkan Jonghyun, aku tahu dia tidak menginginkan ini… dia hanya sayang dan cinta padamu Taemin… aku tidak mau dia sedih karena ini…”, katanya pelan. Hati Taemin tercekat, apa ia rela melihat sosok didepannya seperti ini, tidak mungkin…dia tidak mau menjadi orang yang sangat egois.

“Aku akan membantu mu…”, kata Taemin merangkul bahu Taemin, Se kyung mendongak dengan mata basah.

“A-apa yang kau maksud?”, Taemin tersenyum dan memeluk Se kyung.

“Kau tenang saja… aku memaafkan mu, dan aku akan membantu mu… aku janji…”, katanya menahan air matanya sendiri, Se kyung terkejut dan balik memeluk Taemin erat, ia menangis lagi di pundak Taemin, merasa bersalah telah melakukan sesuatu yang membuat pria sebaik Taemin terasa tersakiti.

“Dan.. berjanjilah padaku untuk menjaga nya baik-baik…”, kata Taemin menyenyuh perut Se kyung dan tersenyum, Se kyun meraih tangan Taemin dan berbisik.

“Terima kasih… terima kasih Taemin…terima kasih…”, katanya dalam tangis, Taemin hanya diam , hanya ini jalan satu-satunya yang dapat dan harus ia lakukan.

.

.

To : Dino Jjong

Aku ingin bertemu dengan mu di taman biasa jam 3 sore ini, jangan terlambat. Taemin.

Wajah Jonghyun berbinar, ia tidak percaya akhirnya Taemin mau bertemu lagi dengannya, apakah ia akan kembali lagi padanya, ia benar-benar senang membayangkannya, ia tidak sabar menunggu jam 3 datang dan ia akan denagn cepat datang kesana, semua demi Taemin, dia akan melihat dan berbicara lagi padanya.

Taemin menarik nafas dan menutup ponselnya setelah menulis pesan untuk Jonghyun, ia duduk di kursi taman dengan menatap langit dan tidak terasa air matanya mengalir lagi.

“Kau… berhentilah menangis, aku tidak tahan melihatnya.”, sebuah tangan menutup kedua matanya. Taemin tahu tangan siapa itu, ia menarik nafas dan melepaskan tangan di wajahnya itu.

“Aku hanya berpikir… apakah yang ku lakukan ini benar? aku hanya bisa melakukan semua ini…”, kata Taemin menunduk, pria itu berjalan dan duduk disebelahnya, merangkul pundaknya.

“Kau sudah melakukan hal yang tepat … jangan khawatir Taemin… aku selalu disampingmu sampai kapanpun…”, kata Minho merangkul erat pundaknya.

Taemin menarik nafas lagi, dan menyandarkan kepalanya kepundak Minho, ia menangis lagi, ia masih mencintai Jonghyun. “Aku masih mencintainya… terima kasih Minho, kau selalu ada untukku…”, kata Taemin pelan. Minho terdiam sebelum mengatakan sesuatu.

“Ya.. sama-sama…”, katanya tersenyum mengeratkan pelukannya.

.

.

Jonghyun berjalan dengan hati senang dan wajah yang sumringah menuju taman diamana ia akan bertemu dengan Taemin, taman yang sama ketika mereka selalu menghabiskan waktu berdua dan saling bermesraan bersama, taman yang mempunyai banyak arti baginya, taman yang sama ketika ia mencium Taemin pertama kali ketika ia menyatakan perasaanya.

“Jonghyun?”, Jonghyun menoleh, Se kyung berdiri tepat dibelakangnya.

“Se kyung… mau apa kau kesini?”, tanyanya menoleh kesana kemari mencari sosok Taemin, namu tidak ada.

“Aku kesini.. karena di minta oleh Taemin…”, jawabnya menunduk, Jonghyun terejut. Taemin? apa dia…

“Terima kasih kalian sudah datang…”, mereka sontak menoleh ke sumber suara, Taemin keluar dari balik pohon besar dan berdiri didepan mereka dengan wajah datar.

“T-taemin… apa maksudnya? apa yang ingin kau katakan padaku?dan kenapa dia ada disini…?”, tanya Jonghyun menunjuk ke arah Se kyung yang tertunduk menahan tangisnya. Taemin tersenyum dan berjalan ke arah mereka berdua.

Dengan perlahan ia menarik tangan Jonghyun dan berjalan ke arah Se kyung kemudian melakukan hal yang sama, Jonghyun menatapnya bingung, Se kyug hanya menunduk dalam-dalam, Taemin bergantian menatap keduanya dan menarik nafasnya, sebelum menyatuan tangan keduanya secara bersamaan.

“Kalian menikahlah.. dan besarkan anak kalian bersama…”,kata Taemin tersenyum, membuat Jonghyun menganga dan Se kyung mengangkat wajahnya terkejut dengan pebuh tanda tanya besar.

“T-Taemin, apa maksud—“

“Jonghyun!”,potong Taemin. “Kau…mencintaiku kan?”, tanyanya, dengan mantab Jonghyun menjawab ‘ya’ sambil menganggukkan kepalanya.

“Karena itu… demi aku … kau menikahlah dengannya, jika kau mencintaiku, makan kabulkan lah permintaanku ini…”, kata Taemin sambil menoleh ke arah Se kyung yang kali ini sedang menangis.

“Dia dan anak ini… lebih membutuhkan mu Jjong, aku akan baik-baik saja, kita akan baik-baik saja… jadi, menikahlah dengannya…”, kata Taemin menyentuh perut Se kyung dan tersenyum padanya.

Jonghyun hendak beragumen lagi, namun ketika ia melihat mata Taemin dan wajah memohonnya ia menarik nafasnya menyerah, air matanya mengalir.

“Aku tidak mau anak ini sama seperti ku… hidup tanpa seorang ayah…dan aku tahu rasanya…”, kata Taemin tersenyum mengingat ia hanya dibesarkan oleh seorang ibu yang single parent karena ayahnya meninggal saat ia dalam kandungan ibunya.

“Kalau itu maumu … aku akan melakukannya.”, kata Jonghyun menoleh ke arah Se kyung, Se kyung terkejut dan menutup mulutnya karena tidak percaya bahwa Jonghyun akan setuju dengan permintaan Taemin, Taemin tersenyum.

“Terima kasih Jong…”, kata Taemin. “Aku harus pergi… dan ingat, berjanjilah padaku kalian akan hidup dengan baik dan membesarkan anak kalian dengan penuh kasih sayang…”, kata Taemin sebelum melepas kedua tangan mereka.

“Terima kasih Taemin…”, kata Se kyun memeluknya, Taemin hanya membalas pelukannya dan tersenyum sebelum tersenyum terakhir kalinya ke arah kedunya dan pergi meninggalkan mereka.

.

.

“Kau… baik-baik saja…?”, Minho yang berdiri disamping mobilnya dengan segara menghampiri Taemin yang sedang menangis dan merangkul pundaknya untuk masuk kedalam mobil, Taemin berhenti dan memeluk tubuh Minho erat, ia membenamkan wajahnya dalam-dalam kepelukan Minho.

“A-aku… aku masih mencintainya… h-hanya ini y-yang bisa k-ku lakukan Minho…”, kata Taemin terisak, dada nya sangat sakit, hatinya benar-benar terluka, ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa Jonghyun harus pergi dari sisinya, dan ia dengan rela melepas nya untuk wanita lain, tapi ia tidak punya pilihan lain, semakin ia berpikir untuk merebut Jonghyun ia semakin merasa bersalah karena ia akan berbuat jahat terhadap sosok lain yang tidak bersalah, yaitu calon bayi Se-kyung.

Minho hanya diam dan balik memeluk Taemin erat, ia membanamkan wajahnya ke rambut Taemin dan berbisik.

“Tenang… aku akan ada untukmu… selalu…karena aku mencintaimu…”, kata Minho sambil mengelus punggung Taemin, Taemin mendengarnya dengan jelas, namun ia terlalu lelah untuk berkomentar, ia masih merasa terpukul atas semua yang menimpanya, laki-laki yang selama ini ia cintai ia relakan pergi untuk seorang yang lain dan kenyataan itu tidak akan pernah berubah. Taemin hanya memeluk tubuh Minho dengan erat dan tidak berkomentar apapun.

“Tenang lah… aku ada untukmu…”, kata Minho.

.

.

BEHIND THE TRUTH IS…

-MENIT YANG SAMA-

Minho berdiri didepan mobilnya dengan tangan bersilang di dadanya setelah ia melihat Taemin berjalan menuju taman dimana ia mengatakan pada Minho untuk berencana mempertemukan Jonghyun dan Se-kyung di tempat itu.

“Hai, Minho… akhirnya yah…”, sapa seseorang di sebelahnya, Key. Minho menoleh dan membuang mukanya menatap lurus kedepan kearah Taemin yang berjalan semakin jauh.

“Apa maksudmu, Key?”, tanyanya dingin. Key memutar bola matanya dan berdiri teat disampingnya.

“Kau jangan berlagak bodoh Minho, begitu sambutanmu terhadap orang yang telah membantu mu melancarkan semua ini?”, tanya Key menyindir, Minho meliriknya kesal dan siap akan menerkamnya jika ia bicara lebih lagi. Benar, ia meminta Key memasukkan obat perangsang di minuman bir Jonghyun dan Se-kyung saat mereka dipesta senior, dan Minho dibalik semua ini.

“Ini diluar rencanaku, aku tidak mengira bahwa Se-kyung akan hamil, aku hanya membantunya sedikit untuk bersama Jonghyun… tapi…”, Minho mengangkat bahunya, Key terkekeh.

“Kau lebih jahat dari ku Minho…”, Key menggelengkan kepalanya,ia mengingat semua yang ia lakukan karena semata ia patah hati karena Jonghyun. “Jadi, selamat, sekarang kau bisa memiliki Taemin seperti yang kau mau…”, kata Key menepuk pundak Minho, Minho menoleh dan menatapnya lekat.

“Jangan main-main denganku jika aku mendengar sepatah kata saja dari mu Key tentang hal ini maka…”, Minho terdiam menatap Key lurus. Key berdecak dan terkekeh.

“Kau tidak usah khawatir …”, kata Key tersenyum dan menatap lurus, aku tidak akan mengatakannya…tidak dan belum akan mengatakannya. Key mengatakan sambil menyilangkan jarinya dibelakang punggungnya.

“Lalu apa yang akan kau lakukan?”, tanya Key. Minho tersenyum.

“Menjaganya untuk tidak direbut oleh orang lain dan menjadikannya hanya untuk ku.”, kata Minho mantap. Key terkekeh.

“Good luck.”, katanya menepuk pundak Minho dan berjalan memasuki mobilnya.

“Key.”, panggil Minho, Key berbalik sebelum masuk ke mobilnya.

“Aku percaya padamu.”, kata Minho. Key tersenyum dan mengangguk kemudian masuk ke mobilnya.

“Sorry Minho, tapi kau tidak akan pernah bisa mendapatkan Taemin… sesuatu yang kotor tidak akan pernah berakhir dengan bersih.”, kata Key sendiri dan menancapkan gasnya.

Minho menatap mobil Key yang pergi, ia menarik nafas. “Sorry Key …”, katanya tersenyum sinis dan pandangannya beralih ke arah taman menunggu Taemin.

.

-MALAM HARI-

Minho mendapat pesan dari pesuruhnya.

From : Butler Park

Tuan Key sudah kami bereskan Tuan, kau tidak usah khawatir.

Minho menarik nafas, ia pasti akan mendengar berita kematian Key esok pagi. Ia menarik nafas dan memeluk erat tubuh Taemin disampingnya yang tertidur pulas dipelukannya.

“Im sorry Taemin… ini karena aku sangat mencintaimu … sangat mencintaimu…”, Minho melancarkan ciumannya di bibir Taemin yang teritidur pulas yang membuat tubuh kecilnya menggeser lebih erat kepelukannya.

Apapun akan kulakukan untuk mendapatkanmu, apapun itu, meskipun dengan cara yang sangat kotor dna rendah, batin Minho.

 

END

P/S

Kekekekek~ you wanaa kill me guys?

kekekek~ aku membuat Minho dan Key menjadi jahat! dan waw! aku suka mereka disini! kekekek~

but poor my Taeminniie…please dont kill me…

 

Leave a comment if ya likeey🙂

46 thoughts on “[Jongtae/YAOI] Only this that i can do !

  1. ulala!!! ujung2x ttp aj yun, 2MIN:-D
    uwahhhh suka mah yg saiko bgni, obsesi yg bgt bsr. GOKIL abang Ming, yu jahat pisan

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s