The other side of him part. 1 of?


Foreword :

Annyoeng… apa kabar semuanya… maaf udah jarang update, kuliah semkain hari semakin padet dan bikin nyita waktu gue, jadi sekarang udh capek duluan sebelum mau update, maaf yah lama nunggu…kekekek~ Kali ini bakal jadi part yang panjang nih.. aigoo~ mumet pala gue.. ckck… semoga lo semua suka yah, keep supporting me my beloved Suunders n my beloved spamer*no offense🙂

Pairing :

Lee Taemin, Choi Minho, Kim Kibum (Key), Lee Jinki (Onew), dan Kim Jonghyun, and another support cast🙂

LEAVE A COMMENT IF YA LIKEEY, NO BASHING, ONLY POSITIVE  COMMENTS THAT WHICH CAN BE ACCEPTED🙂

by : Sanniiew

. . .

Aku, Lee Taemin, tidak pernah memilih untuk mempunyai jalan hidup seperti ini, bersikap seakan tidak terjadi apa-apa, dan memilih untuk berpura-pura, tapi.. karena dirimu, aku menjadi seperti ini, apakah aku menyalahkanmu? tidak, itu karena aku mencintaimu… lebih dari yang bisa kubayangkan dan kau tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya.

.

Seperti biasa, sekolah merupakan tempat yang sangat menyenangkan, bertemu teman-teman sepermainan bercanda sana sini, ketawa sampai lupa daratan, melakukan hal gila dari yang masuk di akal sampai yang kurang waras, semua orang suka sekolah, sekolah menyenangkan, tentu tidak bagi segelintir orang yang menyebut itu menyenangkan karena harus duduk didalam kelas mendengarkan guru bicara selama kurang lebih 8 jam sehari, itu sangat menjenuhkan, tapi tidak jika kita punya teman.

Dan tidak menyenangkan bagi Taemin … dia memijakkan kakinya ke dalam gerbang sekolah, ia membenarkan posisi tas dipundaknya dan kacamata elips di wajahnya, ia tidak perduli orang-orang mulai memperhatikan nya ketika ia mengijakkan kakinya disekolah, mulai dari yang sengaja melempar kan sesuatu ke tubuhnya, memakinya, dan bahkan tidak segan menyenlengkat kakinya atau menarik tasnya hingga ia bisa terjatuh di lantai, bullying? yess, of course, dia sudah menerimanya sejak pertama kali menjadi anak sekolah, sejak SD, what a poor boy, and what a fucking life right? he’s care of that? hell no, dia sudah biasa.

“Yo, Taemin.”, sebuah tangan merangkul di pundaknya ketika ia berada didepan lokernya sendiri, Taemin menoleh, Jonghyun, salah satu siswa populer disekolahnya dengan rambut hitam spike berdiri dengan cengiran lebar disampingnya.

“Y-ya?”, jawab Taemin enggan menoleh ke arahnya, apa lagi sekarang?. Jonghyun menyengir dan mendorong tubuh kecilnya sehingga membentur lokernya, Taemin memalingkan wajahnya karena jarak wajah mereka sudah sangat dekat, dan ia dapat merasakan nafas Jonghyun di wajahnya, ia dapat mendengar bahwa siswa lain sedang memperhatikannya dengan seksama, perbuatan apa lagi yang akan ia terima pagi ini?

“Hei… aku selalu suka bau tubuh mu…hmmm…”, Jonghyun mendekatakan wajahnya dan mencium rambut Taemin, nafasnya sangat bisa dirasakan disamping kupingnya, dan membuatnya merinding. Jonghyun tersenyum melihat perubahan sikap Taemin yang gemetar. “Kenapa… kau takut? tenang… aku hanya ingin mencium mu seperti ini… anggap saja ini sebagai obat ku dipagi hari…”, katanya kali ini dengan menyentuh dagu Taemin dan dengan memaksa ingin menciumnya, Taemin berusaha menjauhkan wajahnya namun pipinya yang lain sudah dicengkram dengan tangan Jonghyun.

PLAK!

“AAARGHH! WHAT THE F–“

“WHAT?!!”, balas sosok didepannya dengan tatapan geram, Jonghyun berhenti berteriak dan melepas Taemin dari genggamannya, dan mencibir kesal.

“Berhenti main-main… dia bukan mainan mu Dino head!”, bentak pria dengan tatapan mata kucing dan rambut nyentrik asimetrisnya, Jonghyun hanya mencibir dan mendeat ke arahnya dengan merangkul pundaknya dengan mesra.

“Waee…. kau cemburu padaku,heh? dont be like this Yeobo~.. aku hanya ingin menikmatinya.”, Jonghyun meletakkan kepalanya di pundak pria bernama Kim kibum alias Key itu. Key memutar bola matanya dan mendorong kasar kepalanya.

“Dont you dare to touch me ,Dino!”,

“Apa yang kalian lakukan?”, Taemin kali ini menoleh ke sumber suara, nafasnya tercekat dan jantungnya berdebar cepat ketika melihat sosok yang baru saja datang ke arah mereka dengan wajah datar.

“Nothing.. hanya main sedikit dipagi hari…”, kata Jonghyun mendekat lagi ke arah Taemin dan memeluk pundaknya. Key menyilangkan tangannya dan menatap Taemin yang menundukkan kepalanya dalam-dalam.

“Berhenti mengganggu nya, dia sepertinya tidak nyaman dengan mu…”, pria bertubuh tinggi yang baru saja datang itu berusaha meraih tangan Jonghyun dan menyingkirkannya, namun dengan segera Taemin menghindar dan menabrak Jonghyun disampingnya, tangan pria bernama Minho itu mengambang di udara dan terkejut, Taemin seperti menghindar ketakutan, badannya gemetar.

“Hei.. kena—” Jonghyun menundukkan wajahnya berusaha melihat wajah Taemin yang tertunduk dengan badan gemetar. “HEI, TAEMIN!”, kali ini ia berteriak ketika Taemin mendorong tubuhnya dan pergi dari hadapan mereka.

Key menggelengkan kepalanya dan melirik ke arah Jonghyun yang bingung, dan Minho yang terdiam menatap ke arah yang sama, arah Taemin melarikan diri.

“Kenapa dia…?”, tanya Jonghyun menunjuk ke arah Taemin. Key mengangkat bahunya.

“Thats not your bussiness Dino…”, jawab Key acuh, Jonghyun mencibir. “Dan … sepertinya anak itu bukan tidak nyaman padamu Dino, tapi pada…”, Key melirik Minho, Minho mengerutkan alisnya.

“Aku? … kenapa?”, tanya Minho bingung, Key menatap Jonghyun dan berdecak.

“Mana ku tahu? pikirkan saja sendiri.”, kata Key acuh dan terkekeh, Jonghyun berusaha mencerna kata-kata Key, dan sedetik kemudian ia tersenyum dan melirik ke arah Minho dengan cengiran lebar.

“Kenapa kau hyung?”, tanya Minho bingung. Jonghyun menggeleng dan menyusul Key sambil tertawa.

Minho berdiri disana dengan penuh tanda tanya, ada apa sih?. Dia hanya mengangkat bahunya dan menuju kelas pertamanya, itu bukan urusannya jika Taemin bersikap seperti itu, ia sudah biasa, dan sepertinya memang benar, Taemin tidak nyaman dengannya semenjak tahun pertama mereka bersekolah ia sudah bersikap seakan benci terhadap Minho, dan Minho tidak perduli itu, karena ia tidak mau dekat-dekat dengan pria feminin dan tampak menggelikan layakanya perempuan seperti itu.

.

Taemin duduk di kloset toilet, nafasnya tersengal dan menggebu … ia mencengkram bajunya sendiri dengan keringat mengucur di wajahnya.

“Shitt… i hate him so much…”, desisnya dengan tatapan nanar.

Ia menatap langit-langit, sudah 1 tahun semenjak hari itu, dan ia tidak bisa lupa dan tak akan pernah lupa sampai saat ini, dan itu sangat mengganggunya, membuatnya ingin berteriak mengatakan sesuatu agar setidaknya ia sadar, Minho sadar akan hal itu.

FLASHBACK~

Taemin berjalan mendekati meja kantin yang letaknya di ujung, tempat dimana Kim bersaudara duduk, yaitu Kim Jonghyun si penyanyi band populer disekolah, Kim Key bum si diva yang populer dan dikagumi oleh semua siswa dan  hapal seluruh nama dan ciri fisik siswa satu sekolah. dan… Minho, pria dingin bintang olah raga sekolah yang terkenal kharismanya.

“Ng…permisi…”

“Ya?”, Jonghyun menyahut, dan Key mengangkat wajahnya dari makanannya, kecuali Minho yang asik mengunyah cemilan dan konsentrasi ke bukunya.

“Minho… bisa kita bicara sebentar?”,

“Bicara saja..”

“Ng… mungkin ini akan aneh tapi… a-aku.. suka kamu… dan—“

“…maaf, aku tidak suka laki-laki, dan aku bukan gay.”, jawabnya tegas tanpa menoleh sedikitpun. Taemin langsung terdiam, Key dan Jonghyun menoleh ke arah Minho dan Taemin bergantian.

“T-tidak bisakah kau melihat ku sebentar…?”, kata Taemin, Minho tidak bergeming. Key dan Jonghyun hanya diam saja dan memperhatikan sosok manis didepannya yang bisa disebut cantik dibanding tampan layaknya anak laki-laki.

“… pergilah, aku tidak minat untuk menjadi gay.”, katanya dingin, kali ini cukup terdengar oleh beberap siswa dan membuat mereka menoleh ke sumber suara, mereka memperhatikan Taemin dan mulai berbisik. Minho mulai terganggu dan memakai earphonenya.

“Baiklah… terima kasih…”, kata Taemin membungkukkan badannya dan berjalan meninggalkan meja mereka, Key dan Jonghyun saling bertatapan, kemudian melihat ke arah Minho yang kali ini sudah mendongakkan wajahnya melihat ke sosok yang menjah dari tempatnya, satu-satunya yang dapat ia lihat adalah rambut coklat kemerahannya yang lama-lama menghilang dari kantin sebelum ia kembali konsentrasi ke bukunya.

“Aisshhh~ your so mean Minho…”, pukul Key dilengannya, Minho menatapnya dingin, namun Key tidak takut.

“Jahatnyaaaa…. dia manis loh, aku suka…”, kata Jonghyun menjilat bibirnya, Key menjitak pelan kepala kakaknya.

“Dia bukan santapan, Dino pabo!”,

“Kau tidak mau dia?”, tanya Jonghyun, Minho berdecak dan menggeleng dan mengibaskan tangannya pada Jonghyun seperti menyuruh pergi. Jonghyun tersenyum lebar.

“Assikkk.. mainan baru.”, katanya tersenyum victory, Minho hanya berdecak dan tersenyum sinis.

“Aku bilang dia bukan mainan dan bukan santapan!”, kata Key lagi sambil melempar tisu ke wajah Hyungnya. Diam-diam Key merasa sedih karena anak itu pasti sedih menerima perlakuan Minho, tapi ia berusaha tidak perduli, dan berusaha cuek.

“Siapa namanya Key?”, tanya Jonghyun, Key berdiam sebentar memutar memorinya,

“Aku ke toilet.”, kata Minho, kedua Kim mengangguk, sementara Key berpikir…

“Ng.. Taemin… kalau tidak salah Lee Taemin, kelas 1’B …”, jawabnya.

“Hanya itu yang kau tahu?”, Key menatap Jonghyun sejenak dan tersenyum. Ia tidak menjawab, hanya itu? hell no, jangan pernah meremehkan Key… dia tahu semuanya, dn tentu ia tahu siapa Lee Taemin …

END FLASHBACK~

Taemin berjalan memasuki kelasnya, kali ini ia terlambat karena terlalu lama menenangkan hatinya di toilet. Setelah ia memohon maaf kepada guru yang mengajar, ia menyapu pandangannya, harus dimana ia duduk… dan…ia menangkap bangku kosong dibarisan paling belakang dekat jendela, namun disampingnya…

“Cepat kau duduk Taemin-shi, kita akan melanjutkan pelajaran.”, kata gurunya, Taemin mengangguk dan berjalan ke arah tempat duduk itu, sosok itu sedang asik melihat ke luar jendela tanpa menghiraukan ia yang sudah duduk disampingnya.

“Hai…”, sapanya dingin. Taemin hanya mengangguk dan mulai mengeluarkan buku nya diatas meja.

.

Minho tahu siapa yang baru saja memasuki kelas dan siapa yang duduk disebelahnya, ia berusaha mengacuhkan sosok disebelahnya, Taemin… sosok yang telah menjauhinya tadi pagi, pikirannya terganggu, ia menjadi sangat enggan untuk bicara bahkan melirik sedikit saja kepada sosok itu, ia berpikir mungkin benar kalau Taemin membencinya dan tidak menyukainya, jadi lebih baik ia tidak melakukan kontak apapun pada anak disebelahnya, dan ia berusaha tidak perduli dengan sikap penolakan yang diberikan padanya oleh anak itu, tidak perduli…

“Lee Taemin!!”, guru mereka sudah berada disamping meja mereka dan menggebrak meja mereka, Minho yang sibuk menulis jawaban di bukunya menoleh terkejut, Taemin mendongak dari posisinya, ia… tertidur?

“Apa yang kau lakukan? ini kelas, bukan kasur, mana kerjaanmu…?!!”, bentak gurunya, Minho dan seluruh siswa sekelas memperhatikan Taemin yang diam dengan mata kantuknya membuka buku tugasnya yang tertutup rapat kemudian memberikannya ke gurunya. Mr.Park membuka buku tugasnya, dan ekspresinya berubah.

“Bagus… kau bisa keluar dari kelasku jika kau masih mau tidur dibanding mendengar kan penjelasanku berikutnya.”, wajah Mr.Park bisa dibilang gugup, Minho melirik ke buku yang diletakan lagi di atas meja Taemin. Matanya terbelalak,Taemin sudah menyelesaikan soal matematika sebanyak 20 soal dengan sempurna yang baru saja diberikan 25 menit lalu…

“Maaf Mr.Park… saya akan tetap di kelas…”, jawabnya sambil membungkuk, Minho terkejut, baru kali ini ia mendengar suara seindah ini, ia sebelumnya tidak pernah berbicara dengan Taemin, karena mereka tidak pernah ada jadwal kelas bersama dan baru kali ini…dan…sepertinya suara itu sangat familiar…

“Baiklah, jangan anggap mejamu kasur…”, kata Mr.park dan kembali ke depan kelas.

Minho mengamati secara seksama dari sudut matanya, kali ini Taemin memegang pensil dan mulai menggambar pohon, sesekali ia melihat apa yang dilakukan Taemin sambil ia terus mengerjakan tugasnya, ia maasih penasaran, bagaimana bisa Taemin mengerjakan 20 soal dengan cepat? Minho merobek secarik kertas dan menulis. Dan melempar ke atas meja Taemin, Taemin berhenti dari kegiatan menggambar pohonnya …dan menoleh ke arah Minho, Minho tanpa menoleh hanya mengisyaratkan dengan tangan untuk membacanya.

Minho: Bagaimana kau melakukan itu? sejak kapan kau menyelesaikan soal ini dengan cepat?

Taemin melepar kertasnya lagi setelah menulis jawabannya.

Taemin: Aku hanya mengerjakan sesuai buku, sekitar 10 menit sebelum aku tidur.

Minho hampir menganga lebar itu berarti ia hanya menyelesaikan soal dalam waktu 15 menit = > dari 1 menit/ 1 soal , ia mengerutkan alisnya, ia memang pernah dengar kabar bahwa ada siswa jenius yang mendapat nilai matematika tinggi dikelasnya, apa itu Taemin?

Minho: Kau jenius atau apa? berapa nilai matematika mu sebelum ini?

Taemin : Aku hanya menggunakan cara cepat, nilai ku… rahasia.

Minho : Cara seperti apa?

Taemin : rahasia…

Minho mendengus dan meremas kertas itu dan membuangnya ke samping mejanya sambil bergumam ‘pelit’ dengan sedikit keras memastikan Taemin mendengarnya, di sisi lain Taemin hanya diam dan mengepalkan tangannya erat-erat.

.

“Cepat…”, kata Key keluar dari mobil dengan tidak sabar.

“Iya iya… bawel…”, Jonghyun keluar dari kursi depan dan Minho dari kursi belakang.

“Lets make fun~~~~…”, Key berteriak senang, Jonghyun berdecak melihat kelakuan adiknya dan Minho hanya tersenyum, sambil mengikuti langkah Key memasuki diskotik langganan mereka, malam minggu saatnya bersenang-senang bagi mereka, dirumah sangat membosankan, dan malam itu mereka memutuskan untuk bersenang-senang ditempat favorit mereka.

“Aigoooo~ padat … “, seru Key mengitari pandangannya ke penjuru klub.

“Kajja, kita cari spot yang asik…”, kata Jonghyun, Minho mengangguk, sedangkan Key sudah terjun ke lantai dansa menyapa beberapa teman yang ia kenal dan kebetulan bertemu.

“Aissshhh~ that kid, dimana-mana temannya ada, aku rasa dia orang paling tidak kesepian didunia…”, kata Jonghyun mencibir, Minho hanya tertawa.

“Setidaknya ia dapat memberikan contoh pada Hyungnya bagaimana caranya mudah dikenal orang…bersikaplah ramah, maka kau akan menjadi sepertinya…”, kata Minho.

“YAH! jangan sok menceramahiku, ngaca dirimu sendiri, cih… alien seperti mu mana mengerti, huh?”, Jonghyun meninju lengan Minho, Minho terkekeh dan permisi ke toilet.

.

Minho bukannya tidak suka tempat ramai, namun ia tidak suka tempat padat, Minho berjalan ke spot belakang klub yang sedikit renggang, ia menggenggam bir alkohol rendah ditangannya dengan sesekali menikmati hentakan musik, ia dapat melihat Key masih menari dengan teman-temannya, dan sekarang Jonghyun sudah duduk dan flirting bersama seorang perempuan, ia menggelengkan kepalanya , benar-benar merepotkan punya sahabat seperti mereka.

“YAH! LEPASKAN! SAKIT !”, Minho menoleh kesumber suara, ia melihat sesosok pria bertubuh kecil berdiri ditengah lorong dengan tangan kanan yang dicengkram hebat oleh seorang bertubuh tinggi sama seperti tubuh Minho.

“Maksudnya apa kau menjauhiku?! jelaskan padaku!”, kali ini pria tinggi itu mencengkram kedua lengan nya dan pria kecil itu meringis berusaha melepaskan cengkraman ditangannya.

“Sudahlah .. kita kan tidak menjalin hubungan apapun?” kata pria kecil itu santai, kali ini tubuhnya dibenturkan ke tembok membuatnya berteriak.

“YAH!SAK—MMMFPFF….”, tubuh kecilnya berusaha menghindar, namun pria itu memaksa menciumnya, ia berusaha lepas dari genggamannya namun tidak bisa, pria itu terlalu kuat.

“LALU SELAMA INI KAU MENGANGGAP KU APA HUH?”,

“TEMAN!”, teriak pria kecil itu dan membuat pria tinggi itu kesal. “Dan… aku sudah punya pacar…”, kata pria kecil itu menambahkan, pria didepannya menganga lebar, dan kemudian tertawa keras… dan kemudian menatap dingin pria kecil itu seperti ingin memakannya, pria itu mencengkram lengan nya kuat-kuat membuat pria kecil itu mengerang dan berusaha menendang pria itu, saat bibirnya mau menciumnya lagi…

“LEPASKAN! YAH!L-LEPASKAN…YOU BAST—“

BUK!

Pria tinggi itu sudah tersungkur dilantai. “Jangan macam-macam denganya…”, kata Minho sudah berdiri didepan pria kecil itu setelah mendorong tubuh pria tinggi itu dengan kuat kelantai.

“SIALAN! SIAPA KA–“

“Aku pacarnya!”, jawab Minho dingin dengan tatapan sinis, dan pria itu berdiam dan melirik kearah pria dibelakang Minho meminta penjelasan.

“Dia pacarku… kau puas?!!”, bentak pria kecil itu segera merangkul lengan Minho, Minho hanya diam saja dan menatap pria didepannya yang sedang menatapnya geram, dan ia bersiap-siap jika pria itu akan menyerangnya.

“MINHO!”, Key berteriak dan Jonghyun dibelakangnya.

“Ada apa ini?”, tanya Jonghyun merasakan ketegangan ketika mereka datang.

“Cih , teman heh? dengar Tae, kau akan menyesal.”, ancamnya, pria kecil itu hanya diam, kemudain pria tinggi itu pergi dari hadapan mereka.

“Ada apa ini seben— TAECYEON?!”, Key berteriak menunjuk pria kecil disebelah Minho, Minho menoleh ke arahnya, pria kecil itu mempunyai senyuman manis, pipi yang chubby, rambut coklat kemerahan dan ikal, dan mata birunya.

“KEY?!”, pria itu memeluk Key. Jonghyun dan Minho beratatapan lagi, well… Mr. oh-so-famous reunian lagi dengan temannya entah ke yang kesekian malam itu.

“Kau kesini juga? sudah lama yah…”kata Key semangat. “…Well… tadi itu lagi?”, tanya Key. Pria bernama Taecyeon itu mengangguk dan mengangkat bahunya.

Jonghyun berdeham membuat Key dan Taecyeon mengalihkan pandangan mereka ke arah Minho dan Jonghyun.

“Oh, sorry… aku lupa mengenalkan pada kalian… ini…”, Key menoleh ke arah Taecyeon sebentar. “Lee Taecyeon …dia teman ku di kulb tari…ya kan?”, kata Key semangat, Taecyeon tersenyum.

“Hai, aku Taecyeon…”, sapanya tersenyum lebar.

“Ini kakakku Jonghyun… dan ini… temanku Minho…”, Jonghyun dan Minho mengangguk ramah, disammbut dengan senyuman lebar oleh Taecyeon. Jonghyun memperhatikan Taecyeon dengan seksama, ia tersenyum, seperti familiar… tapi siapa? Minho hanya diam dan merekam sosok didepannya dengan seksama.

“Terima kasih sudah menolongku Minho-sshi…”, katanya ramah, Minho tersenyum.

“Oke, ayo kita kembali ke lantai dansa.., hei ho, lets go!”, seru Key menarik Jonghyun.

Minho masih berdiam diri, dan perlahan Taecyeon mendekat dan menatap mata bulat Minho lekat, entah mengapa Minho sangat menyukai tatapan mata didepannya itu.

“Ku traktir minum Minho-sshi karena sudah menolongku, mau kan?”, katanya ramah.

“Boleh saja…”, kata Minho tersenyum dan berjalan ke meja bartender.

.

Minho memperhatikan setiap cara pria itu berbicara dan juga tertawa, dia mempunyai banyak topik untuk dibicarakan dna ekspresinya membuat Minho suka…wait, suka? tertarik lebih tepatnya, ia mempunyai berbagai ekspresif, dan juga senyum yang manis… apa dia juga lupa menyampaikan bahwa bisa dibilang pria ini terlalu manis sebagai laki-laki.

“Hei… kenapa menatap ku seperti itu Minho sshi?”, tanya Taecyeon sambil menyeruput cokefloatnya, Minho tersadar dan ia membuang mukanya karena malu ketahuan memperhatikan Taecyeon secara seksama.

“Tidak… hanya kau man–“

“STOP!”, Taecyeon menutup mulut Minho dengan tangannya, Minho terkejut.

“Jangan mengatakan aku seperti itu… itu sangat memalukan…”, katanya dengan wajah malu-malu, Minho terkejut, ia benar-benar terlihat manis, pikirnya, wait… back to earth Minho, tidak mungkin kau bisa berpikir seorang laki-laki itu manis…iuwwh… kau bukan gay…

“Sorry…”, Minho melepaskan tangan Taecyeon dari bibirnya, ia dapat merasakan tangan itu sangat lembut. Taecyeon hanya tersenyum dan menyeruput floatnya lagi.

“Ada cream…”, Minho mengambil cream disudut bibir mulut Taecyeon dan menjilatnya sendiri kedalam mulutnya. Taecyeon terkejut.

“M-minho…”, katanya gugup, Minho tersadar dengan apa yang ia lakukan, sontak ia membuang mukanya, ada apa denganku…

Kemudian mereka diam sesaat, hanya dentuman musik terdengar jelas ditelinga mereka.

“Mmm… bisa aku minta nomer mu? siapa tahu kita bisa bertemu lagi?”, tanya Taecyeon memecah kesunyian. Minho tersenyum dan memberikan PIN bb nya begitu sebaliknya.

“Oke, ayo kita menari …”, Taecyeon menarik tangan Minho.

“No.no… i cant dance…”, Minho menolak, Taecyeon menoleh dan cemberut, entah mengapa membuat jantung Minho berdebar.STOP BEATING FUCKING HEART! Maki Minho.

“Wae… pleaseee~~…”, bujuk Taecyeon menarik tangan Minho lebih kuat dna mengeluarkan senjata puppy eyesnya. Minho terpaksa berdiri dna mengikutinya ke lantai dansa.

“Just follow me, and feel the beat oke?”, kata Taecyeon semangat. Minho berdecak dan tersenyum dan mulai menggerakan tubuhnya seirama, Key dan Jonghyun menghampiri mereka dan menari bersama, Minho memperhatikan Taecyeon seksama, dang! kenapa ia bisa terlihat..sexy…?. Setidaknya ia sering melihat Key menari gaya dance girlband, tapi… kenapa hanya dengan melihat Taecyeon ia bisa …ia merasa sudah tidak waras.

.

“Aiggooooo~ capeknya…seru sekali…”, teriak Key senang ketika mereka keluar dari klub.

“Well… sebaiknya kalian pulang.”, kata Taecyeon menguap.

“Kau?”, tanya Minho. Taecyeon tersenyum. “Aku menunggu dijemput.”, katanya tersenyum, Minho hanya mengangguk mengerti.

“Oke, lets go… im tired..”, kata Jonghyun yang sudah berjalan duluan.

“Oke… byebye…Tae…see ya~..dont forget to send message oke?”, kata Key memeluknya,ia tersenyum menanggapinya dan berjalan.

Taecyeon menghampiri Minho dan mengulurkan tangannya, Minho menyambutnya. “Terima kasih Minho sshi, dan senang berkenalan denganmu… jangan lupa hubungi ku sekali-kali…”, katanya tersenyum.

“Sama-sama…oia, panggil Hyung saja,  senang berkenalan denganmu, hati-hati…”, kata Minho tersenyum

“Oke Minho…hyung…”, Taecyeon terkekeh.

Kemudian Minho masuk kemobil, dan mereka melambai sekali lagi ke arah Taecyeon yang berdiri denagn jaket tebalnya, dan Key mengedipkan matanya di balas senyuman lebar oleh Taecyeon, sebelum mobil mereka akhirnya meninggalkan parkiran.

“Itu …”, Taecyeon menoleh.

“Onew Hyung…lama sekali sih…”, Taecyeon memeluk pinggang Onew erat dan pria bersenyum manis itu membelai rambut adik kesayangannya.

“Tae..yang tadi itu…”, tanya Onew lagi. Taecyeon melepas pelukannya dan berjalan mendahului Hyungnya.

“…kau masih berpura-pura Tae?”, tanyanya lagi, kali ini Taecyeon menoleh dan tersenyum. Onew hanya menarik nafas dan membelai rambut adiknya.

“Terserah padamu lah…”,

 

 

TBC~

P/S

Gimana pendapat kalian? heheheheh~

wah update berikutnya bakal lam banget nih, kira-kira hari senin, soalnya gue mau studibanding dulu keluar kota, kekekek~

LEAVE A COMMENT IF YA LIKEEEY🙂

SEE YA ON MONDAY (maybe)

ANNYEOONGGGG~

83 thoughts on “The other side of him part. 1 of?

  1. ijin bca yaaa…
    ini taemin d bully d skolah.a krn prnah nembak minho yah… atau gmna…
    trus taecyon???
    curiga taecyeon itu taemin..
    gak mungkin kan taecyeon 2pm??? hahaaha

  2. ijin bca yaahh…
    itu taemin d bully krn nembak minho yaj.. jdi.a dia di bully.. si minho main nolak aj.. blum liat wjah.a sih jd nolak gtu… trus taecyeon itu si taemib yah???

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s