The other side of him part.2 of?


Foreword :

Alamak jjanggg~ makasih yah udah komen, maaf banget yg udah pd nunggu lama, sorry bgt kalau pd kecewa karena gue butuh lama untuk updatenya, maklum sok sibuk…kekekek~ makasih yah udah pd sabar menunggu🙂

Btw, pada penasaran yah sm lanjutannya? buanyaaaakk banget perdebatan itu Taecyeon 2pm apa taemin? kekekekek~ udah bisa ketebak kaleee… mungkin? itu kembarannya Taemin deh kayaknya, loh kok jd gini, oke cukup..langsung aja!

Makasih banget sekali lagi buat pembaca baru, gue belum sempet balesin komen kalian, tapi ASAP deh yah🙂

Here it is PART 2 , HEI HO LETS GO!!!

LEAVE A COMMENT IF YA LIKEEEY🙂 NO BASHING, ONLY POSITIVE  COMMENTS THAT WHICH CAN BE ACCEPTED🙂

 

By : Sanniiew

credit pic by: Asianfanfics : Author Sekikaoru

Nah, ini rambut Taemin yang paling aku suka🙂

.

.

Aku, Lee Taemin, tidak pernah memilih untuk mempunyai jalan hidup seperti ini, bersikap seakan tidak terjadi apa-apa, dan memilih untuk berpura-pura, tapi.. karena dirimu, aku menjadi seperti ini, apakah aku menyalahkanmu? tidak, itu karena aku mencintaimu… lebih dari yang bisa kubayangkan dan kau tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya.

.

Minho merebahkan badannya di atas kasurnya, hari yang menyenangkan,setidaknya kali ini ia menambah teman baru dan dia… well, not bad, sepertinya dia sangat mengasyikkan, dan ia merasa ada kedekatan sendiri dengannya, tapi entah apa?. Minho mengeluarkan ponselnya dan mencari nama anak laki-laki itu di contact BBMnya.

To: Taecyeon dancemecine

M : Hai, sudah sampai dirumah? malam yg menyenangkan🙂

Minho menunggu balesan darinya dengan sangat sabar.

Taecyeon dancemecine (TD) and MinhoFlams (M)

TD : Hai hyung, baru saja sampai rumah, aku senang mengenalmu🙂

M: oh, maaf mengganggu, apa kau lelah? aku hanya iseng test contact mu🙂

TD: Nope hyung ah~… kalau kau mau BBM in ku jujur saja kekekek~

Minho menganga lebar, SHITT! sepertinya ia ketahuan berbohong, anak ini tidak bisa ditipu begitu saja, Minho menatap layar Hpnya sekali lagi, dia bingung apa yang harus dilakukan nya lagi, apa yang harus diketiknya lagi kali ini.

PING! TD : Hyungg~~… kau msh bangun? maaf, aku hny bercanda Hyung…😦

Minho tersenyum, dan dengan cepat membalas nya.

M: Yess im stay awake Yeonii … kau sedang apa? aku bosan… -_-

Disebrang sana Taecyeon menatap layar ponselnya dengan wajah terkejut, berkali-kali ia baca kata-kata di layar HPnya, Yeonii? WHAT? JKGVDLBJEKALCKHVSG … dia memanggilnya dengan pets name? huaaaahhhh~… entah mengapa ia sangat senang sampai ia menutup wajahnya dengan bantal dan teriak senang.

“Tae…? apa yang kau lakukan?”, Jinki masuk ke kamar nya dan bingung melihat adiknya guling-guling di atas kasur, ia menatap kakak ke sayangannya dengan sneyuman lebar, Jinki tahu apa yang terjadi, dengan cepat ia sudah duduk di dekat adiknya dan adiknya memeluk tubuhnya dengan erat.

“Hyung… dia menghubungi ku .. duluan hyung, bayangkan, du-lu-an! aaahhhh~ senangnyaaa~…”, ia merangkul Jinki dengan erat dan terkikik senang, dan masih terus memandangi Hpnya, Jinki tersenyum dan membelai rambutnya sayang.

“I know… tapi Tae… dia tidak tahu yang sebenarnya kan?”, kata Jinki berusaha sebaik mungkin untuk menyadarkan adiknya, Taecyeon menegakkan badannya dan menunduk sedih.

“Benar… ia tidak tahu …jika ia tahu, ia tidak akan seperti ini padaku…”, Taecyeon mematikan Hpnya tanpa perduli membalas BBM Minho, ” … dia hanya menyukai aku yang seperti ini… mungkin…”, katanya dan terbaring seperti bola, Jinki mengelus punggung adiknya dengan sayang.

“Kau harus hentikan ini semua Tae… kau yang memulai, kau yang harus mengakhiri juga, jadi lah dirimu sendiri, itu lebih baik Tae… kau mengerti?”, bisik Jinki dan mencium kening adiknya dan pergi dari kamarnya untuk meninggalkannya sendiri.

“… aku akan mengakhirinya, nanti… tapi, bukan sekarang Hyung…”,katanya dan memejamkan matanya.

Minho memandangi Hpnya yang tidak ada tanda balasan apapun dari Taecyeon, ia melihat jam dinding kamarnya sudah pukul 1 pagi, mungkin ia sudah terlelap tidur karena lelah semalaman bermain di diskotik, ia menarik nafas dan melempar HPnya ke sebelahnya dan mulai memejamkan matanya. Siapapun Taecyeon, ia senang bisa mengenalnya, dan .. sedikit penasaran ia orang seperti apa, mungkin lain kali dia akan mengajaknya untuk bertemu lagi.

.

Taemin memasuki gerbang sekolah dengan langkah terburu-buru, bisa mati ia kali ini jika terjebak dan bertemu dengan geng populer, ia tidak lagi mau bertemu dengan Jonghyun dan bahkan… Minho.

“Hai… Taeminnieee…. long time no see~…”, DAMMIT! DIA ADA DIMANAPUN!

Taemin berhenti melangkah ketika Jonghyun sudah merangkul pundaknya dengan erat, Taemin enggan menoleh, ia tidak mau lagi jadi bahan lelucon hari ini, please… ia hanya ingin menjalani hari ini dengan biasa tanpa ada bully atau lelucon disekeliling nya.

“A-apa Hyung…?”, tanya Taemin berjalan menuju kelasnya, Jonghyun masih bergelendot di tubuh kecilnya.

“Auwwh.. sapaan di pagi hari apa ini? setidaknya…”, Jonghyun menghentikan langkah Taemin dan meraih dagunya. “… kau harus menatapku dengan senyum, atau setidaknya berikan lah aku ciuman selamat pagi…”, Jonghyun menarik tubuh Taemin mendekat dan berusaha menciumnya, Taemin memundurkan badannya sehingga menyentuh tembok, SHIT! makinya, apa yang harus ia lakukan? menonjokknya? Taemin yang siap melayangkan tinjunya namun.

PLAK!!!

“AAARHHHHHH…. JDJLCVSHKL…WHAT THE—!!!”, jonghyun meneoleh dan melihat Minho?? sudah berdiri dibelakangnya dan baru saja memukul kepalanya dengan sepatu bola nya.

“YAH! WHAT WAS THAT ALIEN?!”, Jonghyun berteriak ke arah Minho yang tidak menghiraukannya dan menutup telinganya acuh.

“Aish… berisik hyung…”

“YAH! TIDAK SOPAN TERHADAP HYUNGMU KAU TAHU!!!”, teriak Jonghyun yang suka berteriak dan kali ini menunjuk-nunjuk Minho.

“BERISIK!”, teriak seseorang dengan pitch vocal tinggi, dan tidak ada yang punya pitch seperti itu selain… Key. Jonghyun memanyunkan bibirnya, ia tidak bisa lagi berkutik jika MR. OH-SO-DIVAISH datang ke hadapannya dengan tangan diantara kedua pinggangnya dan menatap kakak tertuanya dengan tatapan kesal.

“Apa lagi yang kau lakukan pagi-pagi begini Hyung…? “tanya Key.

“Molesting Taemin.”, jawab Minho sebelum Jonghyun menjawab, Jonghyun menganga dan Taemin menundukkan kepalanya enggan melihat ke tiga orang didepannya yang sedari tadi berbicara.

“YAH! I DIDN’T KEY!”, bantah Jonghyun, kali ini mereka mulai beradu argumen, Taemin perlahan ingin mengambil langkah seribu untuk keluar dari situasi membosankan seperti didepannya, namun..

“Taemin.”, AAAH, DANG!, Taemin berbalik namun matanya keluar jendela enggan menatap Minho yang memanggilnya.

“Mau kemana?”, tanyanya, menurut lo? pikir Taemin namun ia hanya diam.

“Ke kelas…”, katanya singkat, Minho hanya diam dan memperhatikan bocah didepannya dengan seksama, ia baru sadar bahwa Taemin selalu enggan menatapnya.

“Hei Taemin …”

“…”

“Taemin….”

“…”

Minho terdiam, Taemin hanya menatap keluar jendela dan perlahan ia membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Minho. Taemin berjalan lebih cepat, entah kenapa ia dapat merasakan bahwa ada langkah lain dibelakangnya, apa itu Minho? hell no… please jangan ikutin aku.

Taemin berjalan terus menuju koridor lantai 2, saat ia ingin berbelok sebuah tangan menarik lengannya.

“LEPASKAN!”, Taemin berteriak dan PLAK!

“AHH!”, Taemin menganga, Minho yang berdiri dibelakangnya dan menyentuh wajahnya sendiri dengan tangannya, baru saja Taemin menampar wajahnya dengan keras.

“M-minho… m-maaf… aku tidak sengaja…”, Taemin mendekat namun Minho memundurkan badannya, Taemin merasa kecewa dan ia hanya diam ditempatnya sampai Minho menghentikan apa yang ia lakukan dengan wajahnya.

“…kenapa sih?”, tanya Minho membuat Taemin bingung.

“Kenapa kau selalu menghindar dari ku… ?”, tanya Minho menatap Taemin lekat, Taemin membuang pandangannya lagi dan menelan ludah mencari alasan yang tepat, Minho memajukan langkahnya sehingga tanpa Taemin sadari ia sudah ada didepannya.

“…benarkan, kau selalu tidak mau melihatku, ada apa sebenarnya?”, tanya Minho dingin, entah kenapa ia sekarang begitu perduli, kenapa? ia juga tidak mengerti.

“T-tidak ada apa-apa…”, Taemin memundurkan badannya, jantungnya berdegup cepat. “…mungkin hanya perasaanmu saja.”, kata Taemin. Minho terdiam, ia menarik nafasnya dan tidak mau lagi membahasnya.

“Ayo.”, kata Minho, Taemin mendongak, ia bingung apa maksdunya dari ‘ayo’ ?

“…kau lupa kita ada kelas olahraga bersama hari ini?”, tanya Minho, membuat Taemin terbelalak, OH shitt! dia salah liat jadwal, dan ia tidak membawa baju olahraga.

.

“Nih pakai,mungkin agak kebesaran, setidaknya ada yang bisa kau pakai.”, Minho menyerahkan T-shirt putihnya dan celana training panjang miliknya ke Taemin. Taemin menerimanya tanpa menoleh ke arahnya, dan menggenggam bajunya dengan erat. Minho mengerutkan alisnya melihat Taemin hanya berdiri didepannya tidak cepat mengganti seragamnya.

“..tunggu apa lagi? pelajaran akan segera dimulai.”, kata Minho cuek. Taemin diam saja dan mencengkram baju ditangannya.

“Kau… kenapa masih disini? aku mau ganti baju kan?”, kata Taemin yang melihat Minho masih terus berdiri didepannya didalam ruang ganti yang sama. Minho menyengir lebar dan menggelengan kepalanya.

“Kenapa? ..malu?”, tanya Minho meletakkan tas sportnya dilantai. “..aku juga mau ganti baju kan, kau kan laki-laki, jadi tidak ada salahnya, lagi pula ini kan memang tempat ganti pria, semua siswa mengganti bajunya disini, Taem.”, jawab Minho acuh seraya menanggalkan jaketnya.

Taemin mengangguk dna berjalan menjauh ke sudut ruangan, ia membalikkan tubuhnya untuk sembunyi dari Minho, Minho menganggkat bahunya dan meneruskan kegiatannya mengganti seragamnya dengan baju olahraga, ia tidak bisa menahan rasa penasarannya dan perlahan ia menoleh ke arah Taemin, matanya terbelalak.

Taemin tidak menyadari bahwa Minho terpaku menatap punggung Taemin yang terlihat dari arah belakang, kulitnya mulus dan bersih, terlebih punggungnya dan pinggangnya yang ramping, Minho tidak pernah menyadari bahwa tubuh Taemin sangat kecil, ramping.. dan indah, tubuhnya selalu ditutupi oleh seragamnya yang kebesaran atau jaket tebalnya.

“C-cepatlah!”, Minho mengambil tasnya dan berjalan keluar dengan wajah memerah. Taemin bingung menatap Minho yang keluar tiba-tiba setengah berteriak, kenapa dia?, wajahnya memerah karena baru saja ia mengganti bajunya bersama Minho.. di ehm, satu kamar ganti, namun dengan cepat ia menggelengkan kepalanya, tidak… ia tidak bisa bersikap seperti ini, tidak boleh … tidak pada Minho yang tidak pernah menghargainya.

.

Yah right, bukan karena Taemin punya fisik yang lemah atau ia tidak bisa olahraga, ia pintar dance, dan itu membutuhkan fisik yang bagus, dan ia cukup mempunyai fisik yang bagus, dan juga sistem pernapasan yang sempurna bagi anak muda seumurannya dan lebih baik dari anak muda yang tidak pernah berolahraga. Tapi, please… jangan sepak bola, dia tidak terlalu mahir, basket atau volly boleh, tapi tidak dengan kejar-kejaran bola dan juga saling selengkat seperti ini.

“Ikut …?”, tanya Minho yang sudah berdiri didepannya, Taemin mendongak dari sepatu ke wajah didepannya.

“…ya..”, jawabnya singkat dan kembali ke tali sepatunya.

“Kajja!”, panggil Minho. Taemin mengangguk dan berdiri setelah Minho berjalan duluan.

Kelompok mereka dibagi menjadi 2, menjadi 5 orang satu grup, dan … Taemin sekelompok dengan Minho, tapi lebih sial lagi, dia harus melawan 5 orang yang selalu membuat lelucon padanya.

“Lets play, Kiddo!”, bisik Yunho ditelinganya, Taemin hanya diam dan mengambil posisinya. Ia melihat ke arah Minho di garis gelandang penyerang, Minho mengangguk padanya, entah apa maksudnya Taemin hanya perduli bagaimana caranya supaya ini cepat berakhir. Dan kenapa ia harus main duluan? semoga dugaannya salah, dugaan bahwa ia akan dikerjai.

Peluit berbunyi dan Minho segera merebut bola dari ketika bola itu mulai digiring dan di pass padanya, Taemin berlari dari jarak yang tidak begitu jauh bersiap untuk membackup Minho, Minho dihadang oleh Yunho yang tubuhnya hampir sama tinggi, ia berusaha lepas darinya, namun tetap saja sulit, well… mereka berteman leboh tepatnya teman dalam kompetisi.

Tapi, No, pertahanan Minho kali ini kurang beruntung, Yunho dengan cepat mengepass bolanya ke kaki GD, dengan mudah ia menggiring bola dan akhirnya menuju ke arah Taemin yang bertugas sebagai back, ia mengutuk posisi ini, seharusnya posisi ini ditempati oleh posisi yang mempunyai badan lebih besar darinya.

“Taemin…bolanya..”, Minho berteriak mengingatkan, Taemin bersiap menghadang, namun GD tersenyum dan menghentikan bolanya dan DESSHH…

“Taemin tahannnn!!!”, teriak Minho dan yang lainnya. namun…. BUGG!

GD tersenyum sinis, kemudian Taemin tidak bisa melihat apapun… apa lagi ini? semua berputar dan terlihat nanar, perutnya sakit karena bola yang sangat keras itu, ia dapat melihat Minho mendorong GD menjauh dengan berteriak padanya, ia tidak tahu apa yang ia lakukan… namun dengan nanar ia dapat melihat Minho mendorong GD dengan keras dan berlari ke arahnya sebelum menangkap badan Taemin yang semakin lemas.

“Taemin….Taemin…”, hanya itu yang ia dengar dan kehangatan tangan yang besar merengkuh tubuhnya dan kemudian ia merasa melayang.

.

Minho berlari dengan Taemin digenggamannya, ia mengangkat tubuh kecilnya dari lantai sebelum melewati kerumunan siswa yang lain. Saat ia melewati GD dan Yunho yang tidak jauh darinya ia berhenti sebentar dan menatapnya dengan kesal.

“Stupid !”, maki Minho pada GD yang terdiam menerima perlakuan dari temannya sendiri, Yunho hanya mengangkat bahunya ketika GD menoleh padanya.

“Kau keterlaluan…”, kata Yunho pada GD, Minho dapat mendengarnya namun ia tidak perduli, ia dengan segera membawa Taemin ke ruang kesehatan, wajahnya tampak pucat, dan meringis dalam pingsannya, ia menjadi khawatir, kenapa ia khawatir? dia tidak pernah sepeduli ini terhadap orang lain, terlebih Taemin yang selalu acuh padanya.

“Minho, ada apa?”, Key berlari ke arahnya dan mengikuti langkah Minho, matanya khawatir melihat Taemin digendongannya.

“Pingsan karena kena bola .”, kata Minho, Key menganga dan terus mengikutinya membantu membukakan pintu ruang kesehatan.

“Ada apa ini?baringkan di ranjang.”, perintah suster jaga pada Minho, perlahan Minho meletakkan Taemin dikasur dan segera digantikan oleh suster itu.

“Dia… tidak apa-apa kan?”, tanya Key panik, Minho menatap Key heran, sejak kapan Key peduli pada Taemin, seingatnya mereka tidak pernah akrab bahkan bertegur sapa sekaligus.

“Ne… aku akan mengecek tensinya, kalian tunggu diluar sebentar memberikan ruang nafas untuknya, bisakan?”, perintah suster itu,Key dan Minho mengangguk mengerti dan berjalan keluar.

Mereka duduk di bangku tunggu, Minho melirik ke arah Key yang duduk dengan kaki digerakan dengan cemas… kenapa temannya ini?

“Key… Minho!”, Jonghyun berlari dari jarak jauh dan menyapa mereka.

“Hyung…!”, Key berdiri dan meraih tangan Jonghyun, sekarang Minho tambah bingung melihat Key panik dan hampir menangis dipelukan Jonghyun.

“Key… tenang… dia hanya pingsan…”, kata Jonghyun.

“I-iya.. tapi kau tahu kan, dia selalu…”, Key panik dengan meremas tangannya bergantian menatap pintu ruang kesehatan dan kembali ke muka Jonghyun.

“Hei… ada apa sih? kenapa.. kau panik sekali Key… tidak biasanya…?”, tanya Minho kali ini, Key terkejut, ia dengan cepat merubah gelagatnya dan menatap ke arah lain. Minho menatap Jonghyun meminta penjelasan, namun ia hanya mengangkat bahunya bersikap acuh.

Sebelum Minho dapat berkomentar suster jaga leluar dari ruangan dan menemui mereka, kali ini Key sudah sedikit tenang dan Minho curiga melihat perubahan sikapnya yang seakan sandiwara yang ia buat, namun ia tidak perduli, ia hanya perduli bagaimana keadaan Taemin sekarang.

“Bagaimana?”, tanya Minho suster itu tersenyum tenang.

“Tenang saja, ia akan siuman sebentar lagi, ia hanya kurang sehat dan sepertinya syncope nya kambuh.”, katanya, Minho dan Jonghyun menatap heran suster itu, apa barusan katanya? tidak dengan Key yang sepertinya pernah mendengar nya.

“Syn..apa tadi?”, tanya Jonghyun.

“Syncope, itu penyakit yang membuat orang lain pingsan dengan mudah karena kekurangan nutrisi, biasanya karena dehidrasi atau lemah jantung, tapi tenang saja, teman kalian hanya karena belum makan dan kekurangan cairan tubuh … jantungnya normal.” kata suster itu panjang lebar. Mereka hanya mengangguk mengerti.

“Lebih baik kalian pergi belikan makanan, aku akan mengambil beberapa obat sebentar.”, kata suster itu.

“Aku akan melihatnya.”, kata Jonghyun hendak bernajak masuk.

“Tidak, kau temani aku cari makan untuknya…”, Key menarik tangan Jonghyun.

“Tapi Key—“

“Hyung!”, bentak Key kesal, Jonghyun terdiam dan menghela nafas kesal dan mengikuti Key berjalan ke kantin.

“Kau jaga dia..”, kata Key ke Minho sebelum berlalu, Minho hanya mengangguk dan memula jalannya masuk ke dalam ruangan.

.

Perlahan Taemin membuka matanya dan mengusap perutnya yang masih terasa sakit, ia mengerang sedikit karena rasa ousing dikepalanya dan nyeri diperutnya, ia baru saja pingsan… dan lagi, ini semua karena syncope sialan yang selalu menyerangnya jika ia terlalu lelah dan banyak berkeringat, dan hal ini yang selalu membuat Jinki panik dan juga lebih concern padanya.

Ia menegakkan tubuhnya dan melepas kacamatanya, ia menggaruk kepalanya yang nyeri dan memandang keluar jendela ruangan, ia tahu bahwa ia berada di ruang kesehatan, tapi ia tidak ingat pasti siapa yang membawanya, apakah… Minho?

“Hyung!”, Taemin menoleh, ia mendengar seseorang berteriak dari luar ruangan, seperti suara Key? kenapa Key ada di dekat ruangannya? apa dia yang membawanya? tapi kenapa bisa…?

Kemudian ia mendengar pintu terbuka dan langkah berat masuk kedalam ruangan nya.

“Taemin kau baik-baik saj—“, Taemin terkejut melihat Minho berdiri dibelakangnya dan membuatnya terkejut.

Minho terpaku ditempatnya, dan Taemin hanya terdiam, ia bingung kenapa tina-tba Minho menatapnya dengan seksama, sehingga ia dapat mengatakan bahwa mata bulatnya menjadi sangat bulat sekali sekarang dan hampir keluar dari sarangnya. Minho berjalan mendekat dengan mata yang terus melekat ke wajah Taemin, Taemin yang dilihat seperti itu menjadi gugup dan membuang mukanya ke arah lain, semkain dekat Minho melangkah semakin ia memundurkan badannya sehingg menyentuh ujung sanggahan kasur.

“Kau…”, Minho mulai mengeluarkan suara, Taemin mendengarkannya baik-baik. Perlahan ia menoleh ke arah Minho yang tidak ada tanda -tanda mengeluarkan suaranya lagi.

Kali ini Minho terbelalak dan mengerutkan alisnya dalam-dalam.

“K-kau… Tae–“

Taemin terbelalak, ia akan siap mendengar apa yang dikatakan Minho kali ini, jika dugaan nya benar, maka berkahirlah sudah, Taemin is over!

 

TBC~

P/S

Tebak apa terusannya? Tae—

Taemin or Taecyeon?

apa Tae—lah (Ta*lah) buakakakaka*kasar

All right then, maaf yang udah pada nunggu lama FF ini di post, i know i know kalian bosan menunggu, tapi…hey, aku sudah bilang kan, bersabarlah🙂

Btw, info baru, akan ada Jongkey vs Onkey ASAP! kekekek… stay w/ me n be patient Suunders!

LEAVE A COMMENT IF YA LIKEEYYY🙂

69 thoughts on “The other side of him part.2 of?

  1. Lanjutannya pasti TAE…CYEON,,iyakan benerkan,,kayaknya minho udah mulai ada tanda-tanda cinta berkembang niih,,api aku msaih bingung sama alasannya tae nyamar jadi taecyeon,,dan tae punya sindrom syncope,,berarti tae gak boleh lelah dong,,,
    next,,masih penasaran ama kelanjutan ceritanya🙂

  2. astajim, ternyata beneran taemin???
    gkgkgkgk,, minho, kau akan menjilat ludahmu sendiri eoh.
    taemin terlalu cantik untuk diabaikan..

    jong, please jangan ganggu taemin, gangguin gw aja #plak

    tae, harus jadi orang lain dulu ya kalo mau dapetin perhatian bang menong? tabahkan hatimu tae ^^

  3. minho udah peduli tuh ama taemin… lma” bkalan ska dia..
    key khawatir bgt yah ama taem…
    taemin itu taecyon kan!!!!..
    smoga aja iya… heheege

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s