The other side of him part.4?


FOREWORD:

GOD~~~ PLEASE SUUNDERS, maaf kan author tercinta kalian ini, gue udah telat banget updatenya, maaf banget*sujud2. Maklum, baru masuk kuliah and BANG! banyak banget tugas numpuk, semakin berat aja deh nih hari gue… please bare with me oke?

Finally ke post juga nih FF, gue usahain sekuat tenaga gue buat ini, btw.. kemarin baru liat komen, ada yang bilang NC nya jgn buka-bukaan, gini yah Suunders ku… sebelum baca lebih baik dilihat dulu jenis Ratenya, kalau nggak suka mending diskip aja jangan dibaca, karena aku juga nggak tahu kalian umurnya berapa dan udah cukup umur atau belum, aku bisa aja kasih PW di FF khusus NC, tapi kalian pasti bakal ribet bgt kan minta PW nya? yg ada FF aku gak dibaca…🙂. Jadi ini lah jawaban ku bagi kalian yg nanya ttg NC di setiap FF ku🙂, mohon dimengerti yah🙂

OKE, HERE IT, PART 4

READ ENJOY N LEAVE A COMMENT IF YA LIKEEY🙂 NO BASHING, ONLY POSITIVE  COMMENTS THAT WHICH CAN BE ACCEPTED🙂

by : Sanniiew

.

“KEY!”, Taemin berlari memanggil Key yang hendak memasuki pintu club.

“HAI …. Lama sekali, kemana saja?”, tanya sang diva menyilangkan tangannya kesal. Taemin terkekeh dan menggandeng lengan Key manja.

“Sorry Hyung … aku ada latihan di studio …hmm, sekarang?”, tanya Taemin, Key mengangguk dan membawa Taemin masuk ke dalam club, dibelakang mereka tanpa mereka sadari Jonghyun mengikuti dengan seksama langkah mereka berdua.

.

“Well… ada apa hyung?”, Taemin duduk setelah mengambil segelas jus dan blue ocean ice untuk Key, suasan club sudah cukup ramai, mereka duduk dipojok ruangan sambil melihat kesituasi sekitar, sesekali Key menyapa temannya yang tidak sengaja bertemu pandang lagi dengannya, dont forget he’s a MR. OH-SO-FAMOUS.

“Jujur saja Taemin … mau sampai kapan kau teruskan sandiwara ini?”, tanya Key langsung, Taemin menoleh, ia terkejut kenapa Key tiba-tiba membicarakan ini, dan inikah alasannya ia memintanya untuk bertemu segera.

“Tunggu… kenapa kau tiba-tiba mengungkit hal ini Hyung?”, Taemin membenarkan posisi duduknya berhadapan. “Seingatku kau setuju untuk tidak mengangkat masalah ini ketika aku memohon padamu untuk membantuku?”, tanyanya. Key menarik nafas.

“Dan seingatku aku tidak bilang setuju, aku ‘terpaksa’ setuju ya kan?

“Hah, t-tapi…”

“Taemin, dengarkan aku … sekarang jelaskan padaku alasan yang logis kenapa kau masih memainkan peran ini dan meminta ku juga terus bersandiwara bersamamu?” tuduh Key, Taemin memainkan bola matanya ke kanan dan kekiri panik, dia bingung menjelaskannya.

“See? kau sendiri tidak tahu apa yang kau lakukan ini maksudnya apa?”, tuduh Key lagi, Taemin menatap Key dengan memelas, ia sendiri merasa lelah dengan terus berpura-pura, ini bukan sikapnya yang selalu diam ditindas dan juga bukan gayanya untuk tampil berbeda, dia bukanlah seorang Taemin yang culun yang selama ini teman-teman mereka kenal.

“Aku mengenalmu ketika kau masih anak baru, dan aku sangat mengenalmu sebelumnya di club ini … aku tahu ini bukan sikapmu, hentikan berpura-pura jadi orang lain …dan itu semua karena seorang pria berhati dingin bernama, CHOI-MINHO.”, Taemin terdiam ketika mendengar nama itu.

“Aku … hanya tidak ingin ditolak.”, katanya, Key mengerutkan alisnya.

“Aku… dia tidak suka aku saat itu, bahkan menatap ku saja tidak mau, dia pun tidak tahu siapa yang menyatakan perasaan padanya, setidaknya hargai aku sedikit saja…” jawab Taemin.

“Ini tidak beralasan kau mengubah penampilan dan sikapmu disekolah dan diluar sekolah. Ini tidak akan pernah mengubah si Mr.ice itu sampai kapan pun, Tae…” Key berkata jujur , Minho memang terlihat pintar, tapi dia tipe orang bodoh yang susah membaca sekitar dan juga sikap orang lain.

“Aku hanya lelah…”, kata Taemin akhirnya tertunduk lesu, Key merasa tidak enak mengintimidasinya. Ia mendekat dan merangkul pundaknya.

“Kalu begitu hentikan semua ini, jadilah Taemin apa adanya seperti dulu …”, kata Key tersenyum.

“Lalu?”,

“Lalu …”, Key menyengir. Kemudian ia membisikan sesuatu ketelinga Taemin, Taemin terperangah dengan ide nya, namun Key mengangguk dan memastikan bahwa Taemin hendaknya percaya dengan idenya, dengan tatapan cemas, ia akhirnya mengangguk setuju, Key tersenyum lebar dan merangkul pundak Taemin dengan erat.

“Good boy….”, bisiknya, Taemin hanya tersenyum miris, apa ia akan benar-benar akan mengikuti rencana Key?

.

Jonghyun duduk agak jauh dari tempat dimana Key dan Taecyeon… no, Taemin duduk. Ia menyeruput Friutpunch nya sembari matanya mengawasi gerak gerik mereka. Apa sebenarnya yang terjadi, kenapa Taemin dan Key sangat akrab? dan kenapa Taemin merubah penampilannya, ia… sangat berbeda, 180 derajat berubah dari Taemin yang ia kenal pendiam dan sering kena bully, dan Taemin yang didepannya dengan mudah berinteraksi dengan banyak orang bahkan… well, sama populernya dengan Key, adiknya.

Ia beranjak dari duduknya ketika ia melihat Taemin berjalan keluar club tanpa Key, ia mengikutinya lagi. Ia mengikuti Taemin berjalan ke luar club dan menyusuri trotoar jalan, ia ingin mengikutinya sampai kemana anak itu akan berjalan.

“Sampai kapan mau mengikuti ku?”, Taemin tiba-tiba berhenti, dan Jonghyun terlambat untuk berlari.

“Ng…Hai Taecyeon…”, sapa nya ragu-ragu.

Taecyeon a.k.a Taemin menoleh dengan melepas hoodie dari kepalanya dan menatap Jonghyun yang berdiri didepannya, awalnya ia terkejut, namun ia bisa mengendalikan emosinya, ia menyungginggkan senyum dengan terpaksa.

“Hai … Jonghyun Hyung… ada apa?”, tanyanya tersenyum lebar, khas sifat Taecyeon yang periang, dan bukan Taemin yang pendiam dan dingin.

Jonghyun tersenyum, sekarang ia bisa melihat dengan jelas siapa sosok didepannya, jika dilihat seksama, ia merupakan orang yang sama, ia mengutuk dirinya tidak menyadarinya dari awal, mungkin karena saat itu rambutnya ikal, bahkan warna rambutnya pun sama.

Taemin memundurkan tubuhnya ke pinggir jalan, ia heran kenapa semakin lama Jonghyun semakin mendekat kearahnya dan  menatapnya dengan lekat.

“H-hyung? ada apa ya?”, tanya Taemin panik ketika tubuhnya sudah terpojok ke tembok jalan. Jonghyun mengangkat tangannya dan membelai rambut Taemin, yang dibelai berusaha menepisnya namun tangannya sudah ditangkap oleh tangan Jonghyun yang lain. Pelan-pelan Jonghyun mendekatkan wajahnya ke arahnya dan ia mencium aroma tubuh Taemin dari rambut dan disela lehernya, membuat Taemin memejamkan mata merasakan nafas di teliganya.

“Taemin…”, Taemin membuka matanya terekejut. Jonghyun menyentuh pipi kiri Taemin dan tersenyum victory.

“A-apa—-“

“Kau Taemin kan? akui saja… “kata Jonghyun sudah menggenggam tangan Taemin yang hendak melarikan diri. Taemin menelan ludah dan menghindar tatapan Jonghyun.

“Hei… tidak usah pura-pura, aku melihat semuanya, semuanya dari mulai kau melepas kacamata, contact lense, dan… bertemu dengan adikku Key di club barusan, semua nya sudah jelas kalau kau… Lee Taemin, dan bukan Taecyeon.”, jelas Jonghyun tersenyum, entah mengapa ia merasa senang sekali menerima kenyataan ini, ia senang bahwa sebelum Minho menemukan kebenaran ini, ia sudah mendahuluinya, setidaknya selangkah lebih maju, oh tidak… mungkin lebih.

“Lalu, apa maumu? mengatakannya pada semua orang disekolah?”, Taemin menaikkan alisnya mengancam. Jonghyun terbelalak, wouh… dia terkejut, ternyata Taemin yang asli lebih menyeramkan dan… dia mempunyai banyak ekspresi yang bisa berubah-ubah.

Jonghyun menggeleng, ia membelai wajah Taemin lagi, Taemin menjauhkan wajahnya. “Tenang saja … aku tidak akan mengatakannya, terlebih pada …Minho.”, katanya tersenyum, senyumnya itu dan nama itu membuat Taemin tidak bisa berkata apa-apa.

“Kau tidak akan mengatakan padanya, ya kan?”, tanya Taemin panik. Jonghyun menggeleng dan tersenyum.

“Tapi…”, Taemin sudah menduga, pasti ada tapinya…

“Apa?”, tanya Taemin sinis. Jonghyun tersenyum dan menggenggam tangan Taemin.

“Jadi pacarku …”, katanya. Taemin menganga lebar.

“NO!”, bantahnya, Jonghyun tersenyum.

“Tidak ada pilihan lain, aku bisa langsung mengirim pic mu yang ada diponsel ku..dan semua, BANG! terbongkar!”, katanya tersenyum, Taemin menatap Jonghyun sinis.

“Jangan main-main yah!”

“Tidakkk~ aku seriusss….”, kata Jonghyun manja, ia mendekatkan tubuhnya lagi dengan pakas mencium pipi Taemin.

“YAH!”, kepalan tangan Taemin dicegah Jonghyun.

“Kalau begitu, cukup bersamaku saja … berhenti memberikan penolakan terhadap semua skinship yang akan kulakukan padamu, bagaimana?”, tanya Jonghyun menringankan permintaannya, membuat Taemin kali ini lebih menganga lagi, now what?

Taemin berpikir, bagaimana ini, baru saja ia akan menjalankan rencana yang akan ia lakukan bersama Key dan sekarang … ia terjebak dengan Kim brother yang sedikit gila dan selalu membuat harinya suram, tidak disekolah, dan sekarang…

“Bagaimana? ini tidak syarat susah kan?”,

“Kenapa….?”, tanya Taemin berbisik. Jonghyun mengerutkan alisnya.

“Kenapa…kau melalukan ini padaku? apa salahku? kau selalu saja mengganggu ku…” kata Taemin kali ini menatap mata Jonghyun serius, Jonghyun yang tersenyum kali ini berhenti menyunggingkan senyumnya dan menatap serius kekedua mata biru Taemin.

“Aku tidak pernah mengganggu, aku hanya ingin dekat denganmu …dan memberitahumu sesuatu…”, kata Jonghyun berhenti, Taemin menunggu dengan seksama. “…Aku … sepertinya menyukaimu … itu alasanku selalu berusaha mencari perhatianmu…”, Jonghyun berkata malu-malu dan membuang mukanya, tangannya masih menggenggam tangan Taemin. Taemin menganga lebar, dagunya terbuka lebar. WHAT THE HELL? Kim Jonghyun, yang selalu mengerjainya dengan skinship didepan umum dan membuat yeoja lain cemburu sehingga membuatnya terkena bully mereka menyatakan bahwa “DIA SUKA PADANYA?”

“K-kau bercanda…”, kata Taemin berusaha melepaskan tangannya dari Jonghyun namun ditahan sekuat tenaga.

“LEPAS!”, teriaknya, Jonghyun menatapnya dengan serius, membuat Taemin terdiam dan merasa takut.

“Aku ini laki-laki, dan tidak pernah bercanda, Taemin!”,

“T-tap—“, sebelum ia dapat berbicatra lagi, Jonghyun sudah menariknya kedalam ciumannya dengan kasar, Taemin berusaha menolaknya dengan sekuat tenaga dan PLAK!

“STOP!”, teriaknya berhasil menampar Jonghyun dan menutup mulutnya sendiri, nafasnya tersenga menahan emosi dan kecewa.

“JANGAN PERNAH MELAKUKAN ITU LAGI PADAKU, AKU TIDAK PEDULI KAU MAU MENGATAKANNYA, TAPI UNTUK IDE GILA MU? TERIMA KASIH, AKU TIDAK SETUJU!”,

“TAPI AKU LEBIH MENYUKAI MU DIBANDING SI MINHO PABO ITU!”, balas Jonghyun berteriak membuat Taemin terkejut.

“A-apa maksud—“

“Ya! aku menyukaimu, bahkan semenjak kau menyatakan perasaanmu pada Minho saat itu, aku mulai serius memperhatikanmu, dia tidak menghargaimu, dan kau tidak pantas menunggu untuknya… dan aku, aku yang akan membuatmu menyukaiku.” jelas Jonghyun, Taemin terdiam, kepalanya pusing, semakin tidak mengerti posisi ini sekarang. Jonghyun menyukainya …?

“Aku menyukai Minho.”, kata Taemin tegas. Jonghyun terdiam.

“Aku tahu dia tidak menghargai ku, tapi aku sudah membulatkan tekat, akan aku mulai semua dari awal. Terima kasih atas perasaanmu, tapi aku belum bisa membalasnya, ku harap kau mengerti, Hyung. Permisi.”, jelas Taemin dengan sekali bernafas dan langsung berlari pergi. Jonghyun mematung ditempatnya, ia mencerna kata-kata Taemin. Dan… BUKK! tangannya meninju tembok didepannya.

“Baiklah, kita lihat… kau akan lari ke arah ku nantinya.”, kata Jonghyun tersenyum lebar. Permainan yang seru, pikirnya…

.

Taemin terus berlari, ia mengulang semua yang terjadi hari ini, semua yang dibicarakan oleh Key, tentang rencananya dan …Jonghyun. Barusan ia mengatakan akan memulai dari awal, ia tidak bohong akan hal itu, itu yang ia rencanakan dengan Key, apapun resikonya, tidak akan tahu jika tidak mencoba.

BUKK!

“ARGGHH!”, Taemin tersungkur kejalan dengan pantatnya, ia meringis kesakitan sambil mengelus letak ngilu dipantatnya.

“Taecyeon…?”, Taemin mengintip, dan …Minho yang menabraknya sedang berdiri didepannya dan mengulurkan tangannya.

.

.

Key menarik nafasnya dalam-dalam, energinya sudah cukup terkuras, ini semua karena malam ini ia menghabiskan waktunya bersama beberapa 91 lines-nya, geng bentukkannya dan mereka baru saja janjian bertemu diclub yang sama, ia merebahkan dirinya disofa panjang, jam ditangannya sudah pukul 3 pagi, ia harus segera pulang, ia meraih ponselnya mencoba menghubungi Jonghyun minta dijemput , karena tenaganya sudah terkuras habis.

“AARGHHHH~…”, dia mengerang kesal, Jonghyun tidak mengangkat telponnya, padahal ia selalu saja standby jika adiknya sedang pergi keluar dan suatu waktu minta dijemput.

“Kenapa Key~…”, tanya Dong woon yang duduk diseblahnya.

“Aigooo~ si Dino head tidak mengangkat telpon ku … aish.”, Key ngedumel dan mencoba menghubungi Jonghyun lagi, tapi tetap tidak diangkat.

“Kau bisa pulang dengan kita Key… tidak usah hubungi Jjong Hyung~…”, kata Mir kali ini, dan diikuti anggukan Jaejin, Jinwoon dan Dongwoon. Hanya tinggal mereka berlima yang tersisa diclub. yang lain sudah meninggalkan tempat itu masing-masing.

“Jinjja? kalian harus putar arah nanti…”, kata Key mengakhiri usahanya menghubungi kakaknya.

“Santai … kayak sama siapa aja Key…”, Jejin merangkul pundak Key, dan Key mengangguk senang.

“Oke, kajja, sudah pagi juga…”, Jinwoon bangkit dan yang lainnya menyusul.

Key berdiri membantu Jaejin berdiri karena ia sedikit pusing, dan berlima berjalan keluar dari tempat itu.

“Aaahhh~ Jakkaman…”, semua berhenti mendengar seruam Mir dibelakang mereka.

“Aku mau ketoilet sebentarrr sajaaa yah~~~”, katanya, Key menarik nafas dan menggandengnya menuju kamar mandi, maknae nya itu sudah sedikit mabuk, ia sudah memperigatkan untuk tidak minum, tapi Hyungnya yang lain nekat memberikannya segelas bir padanya.

.

Key berdiri diluar kamar mandi menunggu Mir menyelesaikan hajatnya, ia memandangi kakinya dan sesekali menggembungkan pipinya bosan, kenapa Mir lama sekali? pikirnya.

“Onew Hyung… aku duluan yah?”, Key sontak mendongak mendengar nama itu ditelinganya.

Ia memicingkan matanya dan menatap sosok laki-laki dengan berambut coklat yang jaraknya tidak jauh didepannya, perlahan ia berjalan mendekati pria yang membelakanginya itu, perlahan ia bisa mendengar dengan baik suara pria itu, jantungnya berdebar cepat, ia sangat mengenak suara itu, dan …

“J-jinki?”, Key menyentuh punggung pria itu.

“Ya—‘”, senyum pria itu menghilang seketika ketika melihat Key berdiri didepannya, ia terdiam dan menatap Key dengan mata terkejut, matanya yang sipit terlihat lebih besar sekarang.

Key menutup mulutnya karena terkejut, ia tidak menyangka, jantungnya berdebar dengan cepat.

“Kibum..?”, katanya datar. Key menunduk tidak berani menatap matanya.

“A-apa kabar …?”, kata Key bersuara.

“Baik.” jawabnya singkat, Key mendongak dan menatap sosok didepannya, ia berubah, sangat berubah, menjadi lebih… dewasa dan matang untuk sesusianya. “Lama tidak jumpa, Kibum-sshi.”, katanya sopan dan tersenyum kecut, Key sedikit kecewa, ia tidak pernah dipanggil dengan sangat sopan seperti itu olehnya… dulu.

“Ya… lama tidak jumpa…bagaiman kabarmu,Hyung?”,tanya Key memaksakan senyumnya.

“Tidak pernah lebih baik dari sekarang…”, kata nya tersenyum simpul. Key mengangguk dan tidak bicara apapun.

“Kau … sama si—“

“Key hyung~~~…”, Mir tiba-tiba datang dan bergelayut dipundak Key, Key hampir terjatuh jika Jinki tidak menahannya.

“Mau kubantu? sepertinya temanmu ini sangat mabuk…”, kata Jinki, Key mengangguk, dan dengan itu Jinki menarik Mir dengan menopang tubuhnya, Key berjalan disampingnya menuju parkiran dimana teman-temannya menunggunya.

“Terima kasih Hyung…”, Key membungkuk kearah Jinki setelah ia memasukkan Mir kedalam mobil.

“Yuk Key.”, ajak Jinwoon, Key mengangguk dan membalikkan badannya lagi ke arah Jinki.

“Aku… pulang …”, kata Key gugup, Jinki hanya mengangguk. Dan ia masuk kedalma mobilnya lagi. Namun ketika ia melihat Jinki berbalik.

“Jinki Hyung!”

“Ya?”,

Key keluar lagi dan menatap panik ke wajah Jinki.

“Bisa… kita bertemu lagi? ada… yang ingin aku bicarakan…”, kata Key gugup. Jinki terdiam.

“Ya. Kau bisa mencari ku disini.”, kata Jinki singkat dan berpamitan masuk duluan kembali ke club, Key masih terpaku menatap punggung nya dari jauh.

“Key cepat lah…”, panggil Jaejin. Key berlari masuk ke dalam mobil dan matanya menatap keluar jendela,ia tidak menyanga akan bertemu lagi dengannya.

“Itu tadi … Jinki kan? … dia…”, Dong woon berusaha bertanya

“Ya… dia Jinki …”, kata Key berbisik dan menyembunyikan air matanya. Dong woon melihatnya dari kaca spion depan dan menarik nafas. Ia tahu apa yang terjadi, semuanya…

Key menahan air matanya yang ingin terjatuh, semua memorinya berputar kembali, kenapa sekarang ia harus bertemu lagi? kenapa setelah 2 tahun ia harus bertemu lagi? ia sadari air matanya sudah mengalir di pipinya.

“Jinki…”, dia berbisik sangat pelan, bahkan hanya dirinya sendiri yang mendengar.

 

 

TBC~

P/S

AIGOOOOO~ semakin ribet aja nih cerita…

no comment lah saya, capek auy…

LEAVE COMMENT OKE~

61 thoughts on “The other side of him part.4?

  1. eumm… saiah salut sm author sanniiew, dwkt kuliah yg pdt msh mnympatkn untk post ff demi suunders. makasih author:)

  2. Jinki..jinki akhirnya muncul,, tuuh kan kalo si Key ma Jinki itu sesuatu,, hehe seneng nih tebakannya bener,, authorr pinter nihh ngasih si Taemin pilhan karena ketahuan ma Jonghyun,,, ah lanjoottt

  3. Huaa sudah ku duga onkey pasti ada sesuatu…
    Yak Kim jonghyun sudah ku bilang jangan jadi bad boy eoh…

  4. ada apa sama OnKey sebelumnya…
    emangnya Key ga tau Jinki hyungnya taem??
    penasaran ma rencana key buat Taem.

  5. Bener bngt thor, skarang critanya tambah ribet :v Key with Onew, Jjong with Taemin dan Minho..

    Ckckck kok jjong brubah kek licik gitu ya? Trus ni Minho smpai skarang ga sadar2 juga kalau taemin itu taecyeon :3 next!

  6. bang dino kau agresif sekali, taemin kasian ntu ketakutan.. padahal dia udah janji mau mulai dari awal.huks huks..
    taemin mending jujur aja deh daripada minho tau dari org lain..
    ternyata bener key udah tau kalo taemin ntu taevyeon dan mereka bersekongkol.

    jinki berubah jadi sinis pas ktemu key, kenapa? ada apa di masa lalu mereka??
    kenapa key nangis padahal cuma ktemu jinki??
    penasaran sama ceritanya onkey..

  7. ini jonghyun lasung serang taemin ajah, weh minhoo ketemu lagi ama taecyon ini key ama jinki kenapa kok baper gitu

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s