Fallin’ for you part.2 of?


FOREWORD :

HALOOO… apa kabar? maaf yah lama nunggu nya, dari tadi cuma bisa bilang ini, sumpah, soalnya gue lagi banyak tugas banget ini… jadi gue sempet” in deh nih updatenya, semoga hasilnya gak jelek deh yah…please bare w/ me Suunders🙂

LEAVE YA A COMMENT IF YA LIKEY :) NO BASHING, ONLY POSITIVE  COMMENTS THAT WHICH CAN BE ACCEPTED :)

by : SanniieW

.

KEY POV~

Badanku semuanya terasa sakit, aku rasa tidak akan bisa berjalan dengan baik, bagaimana ini? aku masih harus menyelesaikan semua project bulanan ku. Aku rasa harus duduk sebentar, nyeri di punggung ku masih saja terasa ngilu semua, aku tidak bisa melihat lukanya kali ini, untung kali ini dia tidak memukul ku diwajah atau ditangan atau dibagaian tubuhku yang dapat terlihat dengan jelas, kenapa dia selalu berbuat seperti ini … dan kenapa aku tidak bisa melawan sedikit pun? well…aku tidak bisa melawannya bagaimanapun juga.

BRUK!!

“Ah, maaf!”, suara siapa itu? kenapa aku tidak bisa melihat dengan jelas? kenapa semuanya gelap?

“Kibum! hei ….kibum!”, tangan siapa ini? baunya… ini bukan Jinki, lalu ini siapa? aduh, punggungku sakit. Siapapun kau aku minta tolong, apa dia mendengarku? aku lelah…

.

Bau apa ini, rasanya tidak enak … kepalaku pusing.

“Kibum?…Kibum? kau baik-baik saja?”, seseorang mengguncang badanku, siapa dia?

“J-jonghyun…?”, aku dapat melihat dengan jelas sekarang, kenapa dia ada disini?

“Kau baik-baik saja…?”, dia bertanya padaku seraya menyentuh kening ku dengan wajah panik. Aku mengangguk seakan menyatakan aku tidak apa-apa, ya… aku sehat, tapi nyeri ini tidak mau hilang.

“Aku… dimana?”, tanyaku melihat kesekitar.

“Kamu di ruang kesehatan, maaf Kibum… tadi aku tidak sengaja menabrak mu, lalu kau jatuh pingsan … aku khawatir, kau yakin kau tidak apa-apa?”, kali ini mukanya benar-benar tidak enak, aku tersenyum dan berusaha duduk, aku meringis sedikit.

“Kau… kenapa? mana yang sakit?”, dia menyadari keadaanku, tapi aku memaksakan senyumku.

“Tidak apa-apa Jonghyun … aku baik-baik saja.. terima kasih yah…”, kataku tersenyum, dia juga tersenyum dan mengelus kepalaku, nah nah… kenapa dia? kenapa dia lembut sekali padaku?

“Kau mau makan sesuatu? aku akan membawakannya untukmu …”, katanya lagi. Aku menggeleng, aku tidak nafsu makan, sereal pagi ini cukup mengisi perut ku, setidaknya lebih baik ketika orang itu tidak ada ketika aku terbangun dipagi hari, jika dia ada… aku tidak akan bisa makan.

“Aku mau kembali ke kelas, aku masih ada jam pelajaran…”, kataku berusaha beranjak dari kasur, dia mengikuti ku dengan pandangannya.

“Kau yakin?”, dia menatapku khawatir, aku tidak tahu kenapa dia bisa sangat baik, padahal kita baru saja berkenalan… well, baru kemarin.

“Tenang saja Jjong… aku sehat kok, aku bisa berjalan, tadi karena agak sedikit lelah saja…”, kataku berbohong, aku mengambil tas ransel ku dan tas tabungku, rasanya nyeri sekali ketika aku menyampirkan keduanya dibahuku.

“Biar ku bantu.”, katanya merebut kedua tas ku.

“H-hah? tidak apa-apa Jjong…benar—“

“Sudahlah Kibum…kita kan teman…”, katanya tersenyum manis sambil menepuk pucuk kepalaku, aigo! orang ini sangat baik… kenapa tiba-tiba dada ku berdebar? tidak benar… aku hanya tersentuh karena kebaikkannya, aku hanya menyukai Jinki, iya kan? ….well, IYA.

“Kibum.. hei, earth call you..”, dia melambaikan tangan didepanku menyadarkanku dari lamunanku, aku tersenyum dan berjalan bersamanya, kakiku lemas sekali. Dan entah kenapa ia tiba-tiba menggandeng ku melewati pinggangku.

“J-jonghyun…”, aku panik, dia menoleh dan tersenyum.

“Kenapa? apa ini membuatmu tidak nyaman? aku melihat kau masih lemas, jadi aku membantu mu… kau tidak keberatankan?”, tanyanya tersenyum lagi, entah menagapa orang ini sangat suka tersenyum, dan rasanya aku mulai menyukai senyumnya, oh wait, sadarlah Kibum, kau baru mengenalnya.

“Hmm.. ya… tidak apa-apa… hanya saja, kau terlalu baik…”, kataku. Dia tersenyum dan mengelus kepalaku.

“Kan sudah kubilang, kita teman .. lagi pula, kau yakin mau tetap kuliah?”, katanya, aku mengangguk mantap, dia hanya mengangkat bahunya dan berjalan bersamaku.

.

“Kibummie…?”, aku menoleh, aku terkejut, Jinki sudah berdiri didepanku dengan tatapan bingung, kemudian matanya beralih ke…

“Ah, Jinki Hyung…”, aku menepis tangan Jonghyun dari pinggang ku dan bersikap sewajarnya, dari sudut mataku aku dapat melihat ekspresi terkejut Jonghyun dan kemudian ia menatap Jinki dengan seksama.

“Dia..siapa?”, kata Jinki Hyung mengalihkan pandangannya ke Jonghyun.

“Hai, aku Kim Jonghyun, aku temannya… dan kau?”, kata Jonghyun santai.

“Aku Lee Jinki, aku… “, dia melirikku dan tersenyum. “Aku sahabatnya.”, entah mengapa ada rasa sakit sedikit di dada ku ketika ia menyebutkan kalimat terakhirnya.

“Oh, syukurlah, kalau begitu, kau bisa membantunya untuk kekelasnya?”, tanya Jonghyun.

“Ah,tidak usah… sudah dekat, aku bisa sendiri Jjong…”

“Tidak Kibum, kau—“

“Maaf, ada apa sebenarnya…?”, tanya Jinki, hell no Jinki, aku tidak bisa mengatakan ada apa.

“Dia pingsan tadi…”

“MWO?”, Jinki terkejut mendengar pernyataan Jonghyun dan matanya beralih ke arahku, aku hanya membuang muka dan mengambil tas dari tangan Jonghyun.

“Kau baik-baik saja Kibumiie…?”, Jinki mengelus pipiku, aku malu sekali… aku rasa wajahku memerah, tidak didepan Jonghyun, tidak disini Kibum…

“Y-ya.. apa sih, aku baik-baik saja.”, Aku memukul tangan Jinki.

“YAH! aku khawatir, kenapa malah memukul?”, bentaknya. Aku cemberut.

“Kau berlebihan, aku baik-baik saja… kau bisa lihat sendiri.”, kataku kesal.

“Hmm…”

Kami berdua menoleh, gawat, aku lupa kalau masih ada Jonghyun. “Ah, maaf Jjong, dia.. memang suka berlebihan.”

“YAH!”, aku langsung melotot ke arah Jinki ketika ia mau menginterupsi.

“Well, aku masih ada kelas, lain kali hati-hati ya…”, dia tersenyum padaku dan mengelus kepalaku, lagi.

“I-iya iya… makasih Jjong…”, kataku tersenyum, dia hanya tersenyum dan melambai pergi setelah berpamitan pada Jinki.

“Apa-apan dia…”, Aku menoleh kearah Jinki.

“Apanya?”

“Itu tadi.. pakai ngelus kepalamu segala,memang kau kenal dekat dengannya Bummie…?”, Jinki cemberut menatapku, aku memutar bola mataku dan berjalan meninggalkannya, darn, seandainya punggungku tidak sakit aku bisa meninggalkannya, kenapa dia bertanya seperti itu? apa pedulinya aku mau dekat dengan siapa?

“Hei—“

“ARGH!!”, aku menghindar dari sentuhan tangannya dari punggung ku, aku meringis kesakitan.

“K-Kibum… kenapa…?”, tanyanya panik yang bingung melihat ku kesakitan.

“T-tidak apa-apa…”, aku mengalihkan pandanganku sambil menggigit bibir bawah ku menahan perihnya. Aku melirik dari ujung mataku, dia masih memandangiku dengan bingung.

“Jangan bilang—“, Jinki menarik tanganku berusaha melihat ekspresi wajahku, aku mengalihkan pandanganku menahan rasa perih dan juga sedih, aku menahan air mata yang akan keluar dari mataku. Jinki menarik daguku dan berusaha melihat ekspresiku, aku menggigit bibir ku menahan tangis, aku tidak bisa berbohong padanya.

“Ikut aku.”, katanya menarik tanganku.

“Kemana? Jinki… lepas… aku mau kekelas.”, kataku menolaknya.

“IKUT AKU!”, teriaknya, aku terdiam, dia tidak pernah berteriak padaku, dia tidak pernah berkata sesuatu yang membuatku takut, untuk pertama kalinya aku melihatnya seperti ini. Aku hanya bisa diam semnetara ia terus membawaku ke sebuah gedung seni, dan masuk menuju ruang kesehatan. Ia masuk kedalam dan menyuruh ku duduk diranjang, kemudian setelah ia berbicara dengan seorang suster jaga dia kembali dengan sesuatu ditangannya.

“Buka bajumu.”, katanya.

“HAH? YAH! PERV–“

“BUKA!”, perintahnya lagi sama seperti tadi, entah mengapa aku takut sekali, ia menatapku tajam dan senyum bodohnya menghilang seketika. Aku perlahan menanggalkan jaket ku dan juga T-shirt Ku, aku malu sekali  … Jinki sedang memperhatikanku dengan mata sipitnya, aku menelan ludah dan menyisakan bajuku dilenganku menutupi tubuh bagian depanku.

“K-kau mau apa sekarang…?”, kataku gugup, aku bisa merasakan wajahku memerah.

.

JINKI POV~

Entah mengapa pagi ini perasaanku tidak enak, seperti ada yang kurang tapi aku tidak tahu, aku tiba-tiba ingin sekali bertemu dengan Kibum, aku sudah mencoba menghubungi ponselnya, tapi tidak ada jawaban, maka aku putuskan untuk menuju gedung design untuk menemuinya, aku tahu dia pasti ada disana, aku hapal jadwal kuliahnya, jadi itu mudah untuk menemukannya.

Aku terkejut melihat nya berjalan bersama pria lain, dia…merangkul pinggang Kibum?? tunggu, aku merasa ada yang tidak beres disini, kenapa dia juga membawa tas dan peralatan menggambarnya? dan… kenapa Kibum susah berjalan?!! . Aku tahu dia bernama Jonghyun, dia berkata Kibum baru saja pingsan, jantungku hampir saja copot mendengarnya, kenapa dia bisa pingsan? Kibum jarang sekali sakit, karena hidupnya sangat teratur dibandingkan diri ku yang tinggal sendirian dan tidak teratur.

Aku tidak masalah jika dia mau berteman atau dekat dengan siapapun, tapi… skinship pria ini membuatku muak, aku cemburu, yess … aku suka Kibum, dan itu sudah jelas! jelas sekali ketika aku melihatnya dielus kepalanya dan barusan dia merangkul pinggang Kibumku, aku tidak suka dengannya, apa perasaan tidak enak ku pagi ini karena aku akan melihat adegan ini? shitt lah…

Dan, terlebih lagi yang membuatku terkejut, kali ini..lagi, jangan bilang hal ini terjadi lagi … aku menyentuh punggungnya dan kali ini ia meringis, awalnya aku tidak mengerti, namun… hal ini membuatku miris, hal ini terulang lagi … Kibum ku mengalaminya lagi, dan sampai kapan ini akan berakhir?

“BUKA!”, baru kali ini aku rasa aku berteriak padanya, aku dapat melihatnya terkejut dengan sikapku, aku tahu ini kasar… aku tahu dia kecewa, aku minta maaf, tapi kau perlu tahu.. aku benar-benar khawatir kali ini. Aku berjalan mendekatinya setelah ia membuka T-shirtnya, aku memejamkan mataku sesaat ketika ia mulai membuka T-shirtnya, darah ku berdesir ketika melihat pundaknya yang putih terlihat, aku membuang semua pikiran kotor ku dan aku berusaha untuk melakukan apa yang akan kulakukan kali ini.

“A-apa yang mau kau lakukan?”, dia menyilangkan tangannya didepan dadanya ketika aku mendekat, aku mendengus dan menyengir.

“Pabo, aku tidak akan macam-macam padamu…”, kataku menyentil jidatnya, dia meringis dan cemberut, please Kibum, jangan ekspresi ini kalau kau tidak mau aku berubah pikiran untuk tidka berbuat macam-macam padamu.

“Sini … aku mau lihat.”, aku menarik tangannya untuk menghindar menyembunyikan punggungnya, dia menggeleng dan menolak hendak memakai lagi bajunya.

“Kibummie… please…”, kataku memohon dengan puppy eyes, aku tahu dia akan bilang ya kali ini. Perlahan ia membalikkan badannya membelakangi ku, ketika aku melihatnya punggungnya, mataku terbelalak, aku menutup mulutku, bahkan mungkin aku akan menangis melihat tubuh Kibum yang aku sayangi ini lebam.

“H-hyung… sudah ya…”, katanya, aku dapat mendengar suaranya bergetar dan ingin memakai bajunya lagi. Aku mencegahnya dengan lembut dan duduk dibelakangnya masih terus memandangi lebam itu sambil mengatur emosiku, aku menyentuh pelan pinggiran lebam itu membuatnya bergerak dan meringis.

“M-maaf Kibum…”, kataku panik, dia hanya mengangguk dan terdiam, jantungku berdebar cepat, kenapa ini harus terjadi padanya, kenapa harus dia? Aku membuka salep ditanganku yang baru saja kuminta pada suster jaga.

“Tahan sedikit…”, bisik ku pelan. Dia mengangguk seperti mengerti apa yang akan kulakukan, perlahan aku mengoleskan salep kelukanya, dia bergerak disetiap sentuhanku, aku benar-benar miris melihatnya, aku tidak tahu apa yang dapat kulakukan untuk menghilangkan sakit ini, ini semua karena orang itu…

“Kenapa…kenapa terjadi lagi?”, bisik ku. Tidak ada jawaban yang keluar selain suara rintihan pelan karena sentuhan ku dipunggungnya, setelah selesai aku terdiam menatap punggungnya, lebam panjang dan hampir menutupi seluruh punggungnya.

“D-dia hanya stress… mungkin karena beban hidupnya… dan juga… aku…”, katanya pelan.

“Bukan alasan untuk membuatmu seperti ini Kibum…”, aku perlahan menyentuh pundaknya, dia menegakkan tubuhnya karena terkejut.

.

KEY POV~

Jantungku rasanya ingin copot, perih dipunggungku rasanya sedikit menghilang, aku rasa bukan karena salep yang ia olesakan ketubuhku, tapi karena kehangatan tangannya ditubuhku, aku memejamkan mata sesekali meringis ketika ia menyentuh lukaku, aku tahu dia khawatir sekarang, aku tahu dia akan bertanya kenapa ini terjadi padaku…lagi, sama seperti sebelumnya, aku akan menjelaskannya, tentu dengan berbohong padanya.

“D-dia hanya stress… mungkin karena beban hidupnya… dan juga… aku…”, kataku pelan, dan ia terdiam sesaat.

“Bukan alasan untuk membuatmu seperti ini Kibum…”, kemudian kurasakan tangannya menyentuh pundakku, badanku tegang, aku menutup mulutku untuk mengeluarkan suara yang tidak sewajarnya.

“Aku … tidak tahu apa yang bisa kulakukan Kibum, aku sangat sedih melihat mu seperti ini…”, bisiknya, dan perlahan aku dapat merasakan sesuatu yang sangat lembut menyentuh punggungku, sesuatu yang basah…dia…mencium punggungku!!

“H-hyung ah~…”, aku bergerak menerima sentuhannya, wajahku memerah dan aku menutup mulutku lagi, air mataku hapir mau keluar, entah sedih karena luka yang kuterima karena perbuatan orang itu, atau… karena kelmebutan yang Jinki berikan padaku?

“Kibummie…”, dia membalikkan badanku perlahan, aku tidak berani menatapnya, dia menyentuh tanganku dengan lembut.

“Tinggalah bersamaku.”, katanya, aku mendongak terkejut, aku melihat keseriusan dimatanya.

“A-apa? tapi—“

“Please… aku tahu ini aneh, tapi aku bersedia membagi kamar apartemen ku untukmu.. aku tidak mau melihatmu seperti ini lagi Kibum… aku mohon… aku tidak bisa melihat mu terus diperlakukan kasar oleh perempuan berengsek itu..”

“Jinki!”, bentak ku, aku tahu dia kecewa, begitu pun aku “Jangan kau sebut dia seperti itu … dia..tetap ibuku.”, kataku pelan, hatiku sakit ketika menyebutkan status orang yang selalu berbuat kasar padaku, dan aku tidak akan pernah bisa membalasnya. Seperti yang ia lakukan padaku tadi malam, ia pulang dengan mabuk dan tiba-tiba memukul ku dengan tongkat bassball di punggungku dan memaki ku seperti biasa, tidak ada yang bisa kuperbuat, aku hanya meringis ketika ia kembali kekamarnya dan terlelap tidur.

“M-maaf…”, katanya menundukkan kepala.

“Aku..tidak bisa meninggalkannya sendirian…”, kataku akhirnya, ya… ini lah kenyataannya, bagaimanapun juga dia adalah ibuku, dia ibu kandungku yang melahirkanku, aku tahu dia sakit, dia tidak sewaras orang biasa, tapi aku tidak mau mengatakan hal ini dna aku tidak menganggapnya sakit, dia hanya mempunyai beban mental sendiri, aku tidak keberatan menjadi bahan pelampiasan nya,hanya aku yang ia punya saat ini, asal aku bisa bertahan .. dia pasti akan sembuh, aku tahu dia sayang padaku.

“Kibummie…”, Jinki mengusap wajahku, aku tersadar aku telah menangis, dia menatap ku dengan lembut dan sedih.

“M-maaf Hyung… aku hanya—“

“Kibum… please, jangan paksakan dirimu … aku tidak mau melihatmu seperti ini lagi…”, kali ini ia membelai pipi ku, aku dapat melihat matanya memerah menahan tangis, dia tahu segalanya, dia tahu ibu ku sendiri dering melakukan ini dan aku tidak mau membalasnya.

Perlahan aku menyentuh pipinya yang chubby dan tersenyum “Terima kasih Hyung telah mengkhawatirkanku .. tapi aku akan baik-baik saja, percaya padaku …”, aku berusaha tersenyum dan menyembunyikan tangisku, aku ingin waktu berhenti sejenak, aku dapat merasakan kehangatan tangannya.

“Tapi–”
“Hyung… aku janji, aku akan menghubungi mu jika terjadi apapun itu…”

Dengan ini ia sedikit meredakan tatapan cemasnya padaku, aku tersenyum menatapnya.

“Kau janji ya…”, bisiknya dan mendaratkan ciuman dikeningku. Aku terekejut namun… aku menikmati atmosfer di antara kami, entah siapa yang memulai, bibir kami sudah bersentuhan, dia membelai pipi ku dengan lembut, aku memejamkan mataku merasakan kehangatan bibirnya, perlahan aku merangkulkan tanganku kelehernya, aku beranikan menjilat bibir bawahnya namun… snap.

Dia melepaskan ciumannya. “M-maaf…”, katanya berdiri, aku terpaku ditempatku dengan jantung berdebar, kesal, kecewa, dan…campur aduk.

“Pakai lagi pakaianmu, aku…akan tunggu diluar…” katanya berbalik. Aku menganga lebar. Aku memakai bajuku dengan cepat dan berjalan kearahnya. Ketika melihatnya didepan pintu aku melotot padanya dan melemparkan tas ku ketubuhnya.

“K-kibum?” katanya.

“STUPID!”, bentak ku kemudian menabraknya dan dengan sekuat tenaga menahan perih aku berlari menjauhinya, air mataku mengalir, kenapa dia bersikap seperti itu? maaf katanya? untuk apa? karena menciumku? dan setelah itu bersikap tidak terjadi apa-apa … Jinki stupid! . Aku terus berlari mendengarnya memanggilku, tapi aku tahu dia tidak mengejarku, Jinki..kau benar-benar STUPID!

.

“Kibum… maaf…”, Jinki bergumam dan meremas tas Kibum digenggamannya.

“SHITT!!”, BUGH! dia meninju tembok disampingnya. “STUPID, KAU BENAR AKU STUPID!”, ia terduduk dilantai dan menutupi wajahnya dengan tangannya.

“Maaf Kibummie…”

 

TBC~

(UNEDITED)

OMONAAAAA~ please deh Jinki … ish ish… kelamaan di darat!

OKe, next part bakal ada Jongkey moment, kekekek~ be patient oke?

 

BTW: MAU TANYA!

Tadi gue dapat gosip dari Suunders kita namanya Mrs.Choi, dia bilang dia baca dikomen status FB shawol gitu ada gosip si TAEMIN JADIAN SAMA SULLY F(X) emang iya? kalau iya!! gue butuh infonya, dan kalau nggak bagus banget, gue sempet nangis pas denger dan kelabakan cari infonya, tapi gak ada, bagi yang tahu, kasih tahu gue please, bilang kalau ini cuma rumor gak sedap! gue gak rela banget Taemin sama sully sumpaaaahhh~~~~ TT^TT

 

LEAVE A COMMENT

SEE YA🙂

76 thoughts on “Fallin’ for you part.2 of?

  1. Stupid!! YAA JINKI STUPID!!!!!
    Jelas kibum kecewa bgt lah, jinki pabboooooo ah-___-
    merusak moment!! plisss ngerti kalo kibum juga suka sama dia TTT
    aish jinjja!
    jjonggggg jangan ambil kibum dari jinki TTT

  2. Key kasihan banget dianiaya umma’a..
    Tabah bgt, anak berbakti..

    Stupid!!!
    Pabo!!
    Jinki merusak moment, tp klo dilanjutin bakalan kebablasan kayak’a
    Wkwkwkwkwk
    Ondubu hwaitting!!!
    Jgn ampe dh key direbut jjong..

  3. kok eommanya key jahat banget.. maen kekerasan..
    argh,, jinki, yang tegas dong sma perasaan sndiri, klo suka bilang aja suka. knpa harus bertele-tele sh,, keburu direbut jong baru tau lho..😦

  4. Hwaaaaaaa…
    Onkey nya muanis :’)
    Jonghyun juga manis *lho? (Jong pan perhatian ma kibumie~ :D)
    Tapi itu knapa onkey jadi marahan gitu gara2 ciuman, hayolah pada bilang kalo sama-sama cinta.. –”
    Trus, ummanya ibum knapa itu? Sakit? Maksudnya depresi kah??
    Buuuum…sabar yya~ *pukpukIbum
    Okeee thor,saya lanjut baca saja yaaa ^^

  5. Yahhh jinki pabo…pasti jinki nyangkanya kibum lari karena benci jinki yg nyium kibum..padahal kan engga
    harusnya langsung kejar kibum

  6. Jinki PABO!!!!
    Pasti jinki nyangkanya kibum benci jinki krn dia nyium kibum..
    Padahal kan kibum lari krn kecewa sama jinki…
    Pabo jinki!!! Harusnya dia ngejar kibummmmmmmm
    Penasaran part selanjutnya..🙂
    #terbangKePart3

  7. kibum cukup berdebarnya ama jinki aja..😀
    kasian ya si kibum disiksa ibunya ampe lebam” gitu lukanya.. untung aja si jinki tau trus ngobatin lukanya..

  8. Huwaaaaaaa padahal moment.a udah pas mantap ituuuu
    jinki ppabo!!! *ditabokAyam* kenapa harus minta maaf? Kibum udah bales itu ciuman lo.. berarti Kibum juga menikmatinya *uhukk*
    Kecewa noh Kibumnya =”= kau menyia-nyiakan kesempatan Jinki-ya…..

    Gag nyangka ada permasalahan keluarga juga di sini
    Eommonim.a Key stres beneran ya? Jahat banget sama Kibum😦

  9. Keaian bgt key jdi pelampiasan mamanya sendiri…. kibumiee😦
    Pabo jinki-ah. Knpa bersikap kaya gtu sih. Jadi kan kibum kecewa aisshh paboooo!!
    WAAHH BAKAL ADA JONGKEY ANDWEEE

  10. jinhun gemes liat tingkah jinki yang errr… kok gito ibum berharap penyets lo jin… kenapa gak bilang aja. huhhh nanti keduluan jong tau… eh! ibu.a bum tega amat sih ama bum, kan kasian bum sakit… ibu.a bum napa sih ? apa yang terjadi ? eh! kalo tinggal dengan jin bisa2 bum kau terkam terus beh… kkk~ next

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s