[Jongkey NC -21] Control of umma


FOREWORD :

Hai.. hehehehe… look! NC jongkey! whos like Jongkey ? kekekek~ .. i dunno, i start to like this couple since when i dont remember, kekekek~ …

Warned :

ini hanya sebuah cerita YAOI dimana didalamnya terdapat hubungan BOYxBOY, anggap aja didunia ini gak ada hubungan yang tidak memperbolehkan sesama gender berhubungan, bagi yang nggak suka adegan YAOI, sebaiknya cepat tinggalkan blog ini, atau bisa di skip aja. tapi rasanya gak mungkin baca Yaoi pake diskip segala, kekekekek~

Leave a comment (I REALLY NEED IT) dont be silent reader Suunders, Enjoy and only a good comment that can be accept by me. 🙂

by : Sanniew

.

Jika ditanya siapa sang penguasa di dalam dorm SHINee maka semua member akan tertuju pandangannya ke seorang pria dengan potongan rambutnya yang unik, dengan mata kucing yang indah, rahang yang bagus, dan juga kulitnya yang putih berseri, Kim kibum aka almighty Key. Dan aku, Kim jonghyun, satu-satunya pemiliknya, dia milikku, my precious Kibummie…

Jika aku ditanya apa yang kusuka darinya, akan ada banyak hal yang dapat kukatakan.

“YAH! HYUNG! Aku sudah bilang jangan makan ayam di atas karpet, lihat apa yang kau perbuat! Karpetnya jadi penuh serpihan ayammu…DAN AARGGHHH… KENAPA ADA TULANG AYAM DI KAMAR KITA??! ONEW HYUNGGG….”,

“Sorry Kibum… mungkin itu Roo yang bawa kesana…”

“JANGAN SALAHKAN ROO!”, PLETAK! Aku beralih pandanganku dari komputer menuju bunyi suara itu, Onew hyung sekarang sedang mengerang kesakitan karena baru saja ia dipentung kepalanya oleh spatula entah dari mana Yeobo ku itu selalu membawanya. Key ninja!

“YAH! Kibum.. aku ini Hyungmu … mana boleh seorang dongsaeng menggetok kepala yang lebih tua?”, Onew kali ini melotot dengan mulut penuh ayam, Key menjauh sedikit karena ia merasa jijik ayam dimulut Onew mulai bercipratan keluar.

“Aarrrghhh~… jangan bicara kalau sedang makan! YAH! aku tahu kau Hyungku, tapi aku tidak suka caramu makan dan meninggalkan semua bekas ayam mu itu!”, kata Key menyilangkan tangannya di dada dan menatap Onew dengan sinis, Onew mendengus kesal dan terus memakan ayamnya.

“Nanti akan ku bereskan … jangan mengganggu…”, Onew kembali berkutat dengan box ayamnya dan menonton TV sambil tangannya mengibas-bas menyuruh nya pergi. Aku terkekeh melihat ekspresi Key yang geram, ia mengepalkan tangannya dan menggerakannya kedepan untuk meninju Onew.

“YAH! APA YANG KAU TERTAWAKAN?!”, bentaknya padaku, sekarang dia mulai beralih padaku, aigooo~ cute sekali. Dia berhenti tepat didepanku, aku tersenyum padanya.

“Kenapa senyam-senyum?”, katanya sinis, auw, mood nya sedang buruk.

“Yah Yeobo~~~ stop nagging,can ya?”, aku menariknya ke pangkuanku, dia mendengus kesal dan wajahnya cemberut.

“Bagaimana aku mau diam, sedangkan isi dorm ini selalu tidak rapih sesuai dengan… YAH-APA INI?”, dia tiba-tiba berteriak lagi membuatku bergidik, aku melihat kearah yang ia tuju, layar PC.

“Wae?”, katau polos sambil memeluk pinggangnya.

“Jongie, serius! aku sudah berapa kali bilang padamu berhenti mencari hal seperti ini, ini tidak berguna!”, katanya menunjuk layar PC disana terdapat home page yang sednag kubuka tentang.. well, fanfics Jongkey, jangan mengira aku tidak membaca hal seperti ini, terkadang cerita nya bagus juga, kekekeke~

“Kenapa… aku hanya iseng.. makanya jangan sibuk, aku kan juga ingin berdua denganmu…”, Aku berusaha mencium pipinya namun ia menatapku dengan serius.

“AAAHHHHH… STOP! H-HYUNG…AAHHH…”,

“Apa itu?”, SNAP! kepala kami langsung tertuju kesumber suara, Key mulai beranjak namun aku menahannya.

“Apa sih?”, katanya menolakku. “Aku mau lihat Minnie, aku tidak mau terjadi sesuatu pada baby ku karena ulah si Monster Minho.”, katanya mendorong tanganku dari pinggangnya.

“Kissuuu…”, aku memajukan bibir ku ke arahnya berusaha menciumnya baru akan kulepaskan

“AAAHHHHH MINHO H-HYUNGG….”,

“YEOBO!”, teriaknya padaku untuk berhenti melakukan itu padanya, dengan kesal aku melepaskan tanganku dari pelukannya dan dia segera menuju ke arah 2min yang sedang bergumul.

Aku berjalan setelahnya ingin melihat apa yang dilakukan oleh 2min couple itu.

“MINHO! BERHENTI!”, itu hal pertama ketika kau sampai didekat kamar kami. Aku menyembulkan kepalaku kedalam melihat apa yang membuat Yeobo ku berteriak histeris.

“U-ummaaaa~…tolonggg~….”, Taemin memandang kearah kami berdua yang berdiri didepan mereka, tubunya terlilit selimut seperti kepompong dan Minho tidur disampingnya memeluk tubuhny seakan ia adalah guling.

“MINHO!”, teriak Key lagi, Minho hanya menoleh dan terkekeh, Taemin sudah mulai berair matanya dan wajahnya memerah karena Minho sekarang telah mencium pipinya terus menerus.

“Aaaahhh~ Kyeopta…”, kataku terkekeh, Key melirik ku kesal. Dan ia beranjak ke arah kasur menghampiri lovey dovey itu.

“MINHO! Cepat lepaskan dia, kau ini tidak punya otak? lihat mukanya sudah memerah begitu, dia pasti sesak!”

“Ummaaaa…..”, rengek Taemin.

“Sssshhhh… jangan berisik baby…kan tadi kau yang bilang mau jadi gulingku?”, katanya memeluknya lagi dan merebahkan kepalanya diantara leher Taemin. AKu terkekeh melihat tingkah Minho dan ekspresi Taemin yang ingin menangis.

PLETAK!

“aaargghhhh….Y-yah!”, Minho memegang kepalanya yang nyeri karena baru saja jurus ninja spatula Key beraksi, dengan cepat aku menahan tangannya untuk memukul Minho lagi.

“Jonghyun lepas! akan kuberi pelajaran buat Alien stupid yang sudah mengkorup anak ku!” katanya kesal

“Hyunggg~…”, Taemin yang berhasil lepas dari selimutnya mendekat ke arah Minho yang kesakitan. “Ummaa… jangan kasar begitu…”, katanya sedih, Key menganga lebar menerima perlakuan Taemin, dia baru saja menolongnya dan sekarang malah dibilang jangan kasar? WTF?

“Yah! Taemin, berterima kasihlah pada ummamu, kalau tidak kau akan jadi santapan lezat alien mu itu.”, kataku meledek. Wajahnya langsung memerah ketika benar kataku, Minho mengambil kesempatan itu, dia langsung menarik Taemin ke atasnya dan memeluknya erat. Sebelum Key dapat bertindak aku menariknya keluar.

“Y-yah! Jonggie lepaskan! kau tidak lihat apa yang akan—”
Sebelum dia dapat mengomel lebih aku sudah mendaratkan ciuman dibibirnya, aku tahu .. hanya ini satu-satunya cara membuatnya terdiam dari segala omelannya seharian ini, dia bisa mengontrol seluruh member di dorm ini tapi hei… tidak aku Umma…

“J-jongie…”, dia mendesah menyebut namaku.

“SSSHHHHH….just do it yeobo…”, kataku dengan menarik tangannya untuk melingkar di leher ku, aku mencium lehernya yang mulus, dia memiringkan kepalanya untuk membuat ku bebas bergerak menciumnya lebih dalam, dia mendesah menyebut namaku, aku suka mendengarnya … aku menemukan titik sensitifnya, tanganku bekerja di balik T-shirtnya menjelajahi tubuh lembutnya.

“-a-ah Jonggi .. stop…”, katanya menahan gerakan tanganku. Aku berhenti menciumnya dan menatap matanya dalam-dalam.

“Wae ?”, kataku kesal, wajahnya memerah, dia tidak berkata apa-apa lagi namun ia menarik ku masuk kekamar mandi.

“Mau mandi?”, tanya ku dengan cengiran lebar. Dia hanya diam dan mendorongku hingga aku terduduk dicloset.

“Tidak ada yang bisa mengontrol aku, aku lah yang mengontrol kalian… termasukk..”, dia berhenti bicara dan kemudian duduk dipangkuanku dan menarik daguku. “…kau, Yeobo..”, dia kemudian mencium bibir ku, aku meringkalkan tanganku kepinggangnya dan yang lainnya menelusup kedalam bajunya. Ciuman kami semakin dalam dan lidah kami saling menyatu.

“J-jongie…”, dia mendesah ketika aku menggerakan tubuhnya ke bagian ketatnya. Aku menyengir lebar, ia tersenyum dan menarik lepas bajuku, dia kemudian mulai bermain diseluruh tubuh ku menciumnya, menghisapnya, dan bahkan mengigitnya, aku memejamkan mata menerima sensasi darinya. Perlahan ia turun ke bawah dengan dengkunya dan berhadapan langsung dengan member ku, dia tersenyum menatapku, aku mengangguk menyruhnya mekanjutkan. Dia meraih resleting celana ku dengan giginya.

“Aahh…dont tease me yeobo…” , dengan cepat ia sudah menurunkan celana ku beserta boxernya, aku merasakan udara dingin kamar mandi menjalar keseluruh tubuh ku dan juga member ku yang sudah tegak berdiri, dia tersenyum dan matanya menatapku dengan tatapan menggoda.

“Aahh!”, aku mengerang ketika tangannya menyentuh ujung member ku, dia menjilat bibirnya dan terus menatap member ku dengan perlahan menggerakan tangannya naik turun.

“Goddd~ Key pleasee….”, kataku mendorong kepalanya, dia tersenyum, dan kemudian meludahi member ku kemudian membuka mulutnya dan memasukkan semua member ku dengan perlahan, badanku bergetar menerima sensasi dari mulutnya yang hangat di memberku. Dia mulai menggerakan kepalanya dengan teratur , dapat kudengar dia mendesah nikmat.

“Hmmm..hmmm…”, hanya itu yang keluar dari mulutnya, aku membelai kepalanya dengan lembut, aku menggigit bibir bawahku.

“-aahh.stop!”, Aku menariknya berdiri hingga bunyi -plop sebelum aku dapat mencamai orgasme ku, dia tersenyum sinis sambil menjilat sisa percum dibibirnya.
“Hmm.. i like this.”, katanya menggodaku dan menciumku untuk membuatku meraskaan percum ku sendiri, aishhh.. bad cat. Aku meraih celananya hingga terlepas, aku tidak melepaas bajunya, aku hanya menggulungnya, aku ingin dia setengah telanjang, kenapa? karena aku tidak mau dia kedinginan. Perlahan aku meraih membernya dengan tanganku dan mulai menggerakkannya, dia menegang hebat dan merebahkan kepalanya di leher ku, dia mencium leher ku dengan penuh nafsu.

“You want me?”, tanyaku berbisik ditelinganya.
“Hmmmh…”, hanya itu yang keluar dari mulutnya dan anggukan kepala, aku berdecak dan meraih lobang senggamanya dengan tanganku yang lain, menggosok lubang senggamanya dengan jariku.

“O-ohh… J-jongiiee…”, katanya, aku tersenyum dan kemudian meninggalkan tanganku disana, ia cemberut karena kehilngan sesuatu dari bagian sensitifnya.

“Suck.”, aku menaruh tanganku didepan mulutnya, dia mengulum ketiga jariku sementara tanganku yang lain masih bekerja dimembernya, dia mendesah nikmat sembari matanya melihat ke arahku dengan nakal. Aku mencium lehernya dan memberikan kiss mark disana. Setelah cukup basah aku menarik jari ku dari mulutnya, dan tanganku ikut bergabung melepas membernya dan mengangkat pantatnya untuk sedikit berdiri, aku menepuk pelan pantatnya dan membuka pipi pantatnya untuk melihat ke dalam lubang senggamanya.

“Aaaahhh…”, dia mengerang ketika jariku masuk kedalam lubang senggamanya, aku dengan segera mencium bibirnya untuk meninggalkan rasa perih dan membuatnya relax. Tubuhnya menegang setiap aku memasukan ketiga jariku sekarang kedalamnya dan memaju mundurkan jariku, dia mendesah dengan nafas tersengal.

“You ready?”, kataku, dia hanya mengangguk dan mengigit bibir bawahnya, aku melepas jariku dan perlahan menaikan tubuhnya untuk sedikit berdiri, dia melingakarkan tangannya erat keleherku, dengan perlahan aku memasuki member ku kelubangnya, ia membantu dengan menurunkan tubuhnya perlahan, aku dapat melihat mimik kesakitan.

“Pelan baby…”, kataku berbisik menenangkannya dengan mengelus punggungya. Blesh… semua member ku masuk kedalam lubang senggamanya, ia mengatur nafasnya dengan merebahkan kepalanya keleherku, dan tidak beberapa lama pinggulnya bergerak, menandakan bahwa ia siap. aku memajukan pinggulku.

“AHH!”, dia mengerang, namun dengan seksama ia juga menggerakkan tubuhnya naik turun seirama…

“Oohhh..Jjongiiieee hhh…”, dia mendesah disela ciuman kami karena tanganku juga bekerja di membernya, dia terlihat sangat sexy didepan mataku dengan jelas sekarang, tubuh kecilnya bergerak seirama, tanganku yang lain menjaga keseimbangannya di pinggangnya.

“Jj-jongiii… i-i-im goon—“

lubang senggamanya mengencang, dan aku tahu dia akan mencapai orgasmenya. “KIBUM!ARGH…”, aku berteriak ketika kami berdua mencapai klimaks, badannya bergetar merasakan sesuatu yang hangat didalam lubang senggamanya dan juga orgasmenya sendiri yang tumpah ke perutku dan kelantai. Perlahan aku mengangkat tubuhnya dan menggendongnya ke bathup.

“Gwencana?”, kataku mengeceknya yag terpejam. Dia mengangguk dan menggapai ku.

“Sarange Jongiiie ah~…”, dia berkata dengan lemas. Aku berdecak dan mencium bibirnya.

“I know… nado sarange Kibummie…”, kataku dan membasuh tubuhnya dengan air.

Mungkin dia bisa mengontrol semua member, tapi dia tidak sepenuhnya bisa mengontrol diriku, aku Kim Jonghyun, bangga punya seorang pacar bernama Kim Kibum, dan aku sangat mencintainya.

.

“Yah! sudah belummmm… aku ingin buang air besarrrrr…”, itu suara Onew Hyung, aku tidak perduli, biarkan saja dia.

“Kenapa Hyung?”, itu suara Taemin.

“Umma dan appa mu sedang buat anak didalam, dan lama sekali.”, katanya, aku yang mendengarkan berdecak, leader macam apa yang menjelaskan hal semacam itu pada Maknaenya?

“Sudahlah jangan diperdulikan… ayo Minnie…”, itu suara Minho.

“Aaahhhh~ -Hyyungg apa yang mau kau lakukan?”,

“Layaknya umma dan appa mu!”, ketika mendengar itu.

“YAH! CHOI MINHO… A-ARRGHHHHH LJDGSNFKLTSGDJ…”,Key berteriak.

“KIBUM!”, aku menahan tubuhnya yang hendak beranjak dari dalam bathup, ia baru saja mau keluar ketika ia mendengar percakapan terakhir yang keluar dari mulut Minho.

END

P/S

SORRY, belakangnya nggak enak banget yah? hahahahaha…

lagi gak mood banget nih, iseng mau bikin Oneshoot disela cerita bersambung gue… kekekeke~

Cerita 2min dan Onjongkey nya segera yah? be patient!

LEAVE A COMMENT 🙂

Advertisements

56 thoughts on “[Jongkey NC -21] Control of umma

  1. wohooo….asli gw ngakak….pliss deahh yaa ada” aje…wkwkwkwkkwk…lagi hot hot nya onewwwwww lo pake muncul dgn alesan kebelet gt.iihh apa dehhh…2min lg.ckckckckck

  2. hahaha lucu bngt pas baca na hihhi
    umma key klau marah nyeremin pake jurus ninja spatula wkwkwkwk

    jongkey nc na mantep dah thor hehehe bikin panas…
    wkwkwk

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s