The other side of him part.5 of?


FOREWORD :

annyeong suunders, sudah lama menunggu kah? mianhe… aku lagi sakit, jadi gak bisa update, terlebih lagi banyak bgt tugas kuliah,makasih yah udah pd sabar nunggu, terlebih lagi masih pd ngasih support yg berarti banget buat gue🙂 gomawooo, ILYSM SUUNDERS🙂

LEAVE A COMMENT, ENJOY, NO BASHING🙂

by : Sanniiew

.

.

“Taecyeon…?”

“Ah… M-minho Hyung…”, Taemin berdiri menerima uluran tangan Minho, Minho tersenyum dan mengelus kepala Taemin dengan lembut, membuatnya menelan ludah, ia butuh cermin sekarang juga, semoga Minho tidak menyadarinya, kali ini ia tidak mengkriting rambutnya, dan semoga rambut messy nya tidak terlihat seperti Taemin.

“Kau tidak apa-apa? kenapa lari-lari? ada yang mengejarmu?”, Minho melihat ke belakang Taemin kali-kali ada penjahat yang mengincarnya.

“Aniyo~… hanya ada yang iseng tadi..”, bohongnya, Minho mengedip.

“Mantanmu waktu itu?”, tanyanya serius, Taemin menganga.

“Aniyo Hyung … hanya orang iseng sungguh…” kata Taemin tersenyum. “Lalu… kenapa kau disini? kau mau kemana Hyung?”, tanya nya lagi.

“Aku mau ke club,well… sebenarnya mau ketemu dengan mu, tapi malah ketemu di jalan…” katanya menggaruk kepalanya, Taemin terbelalak,bertemu dengannya? tidak salah?

“Hmmm… kenapa mau bertemu denganku?”, kata Taemin menyembunyikan rasa senangnya, Minho terkekeh.

“Sepertinya tidak asik ngobrol disini, bagaimana kalau kita minum kopi? aku traktir…”, katanya menarik tangan Taemin sebelum mendapat persetujuan, Taemin hanya berjalan sambil bertanya-tanya mengapa Minho ingin bertemu dengannya.

.

“So, ada apa Hyung?”, mulai Taemin sambil menggigit donat ditangannya. Minho menyeruput hot chocoforestnya kemudian menatap Taemin dengan cengiran.

“Mau ngobrol sama kamu, aku bosan dirumah…”, katanya cuek.

“Ngobrol apa?”, aigo, Taemin… kenapa kau sebodoh ini sih? ya ngobrol apa sajalah… Taemin berkutat dengan pikirannya sendiri.

“cyeon…Taecyeon…heloo..earth call you?”,

“Ah…Neh,s-sorry Hyung…”, Taemin kembali ke alam sadarnya.

“Kau keberatan yah aku mengajakmu kesini? maaf yah… mungkin kau punya janji lain ya?”,
“Ah aniyo aniyo… maaf Hyung, aku hanya berpikir kenapa kau tiba-tiba mencariku?”

“Well… BBM ku tidak kau baca, dan aku tidak punya no.ponsel mu, aku ingin mengajak seseorang untuk bicara padaku, jadi.. hanya kamu yang kupikirkan…”, katanya cuek.
“Kenapa aku?”

“Hmm.. karena kau menyenangkan dan punya banyak bahasan yang bisa membantu ku…”
“Apa yang bisa kubantu? kau ingin cerita sesuatu?” tanya Taemin menyeruput Ice Avocadonya dan menatap Minho dari sudut matanya.

“Hmmm… sebenarnya, aku ingin minta pendapat dan pikiranmu tentang sesuatu yang terjadi padaku akhir-akhir ini, bisa saja aku bicara dengan Kim bersaudara, tapi kau tahu… mereka susah untuk serius, terlebih Jjong.”, jelasnya sambil menghapus cream disudut bibir Taemin membuatnya memundurkan wajahnya terkejut, Minho hanya berdecak melihat reaksinya.

“Tentang apa? mungkin… setidaknya aku bisa menjadi pendengar yang baik jika aku tidak bisa memberikan masukan apapun padamu.”, Good Taemin, kau bijak, setidaknya kenal lebih dekat tentang Minho, dan ini awal yang baik. pikirnya.

Minho diam sebentar menyeruput minumannya. “Kau ingat beberapa hari yang lalu aku BBM mu tentang seseorang disekolahku yang tidak mau pernah bicara denganku?”,

Taemin terkejut, kenapa ia tidak berpikir bahwa Minho akan membawa nya pada pembicaraan ini? “Ya Hyung… lalu?”, tanya Taemin berusaha tenang.

“Hmm… aku bingung bersikap didepannya,entah kenapa… aku merasa ada sesuatu yang kulupa, maka dari itu, aku pernah bertanya padanya, tapi dia bilang aku tidak pernah melakukan apapun padanya?aku jadi penasaran…” kata Minho memainkan gelasnya.

Taemin menelan ludahnya. Ya, kau memang lupa sesuatu, dan itu sangat penting. “Kau tidak mencoba mencari tahu tentangnya? maksudku … antara kau dan dia…?”, tanya Taemin tidak melihat ke Minho, ia melihat ke luar jendela.

“Itu yang sedang kupikirkan… tapi, shhh…. entahlah, aku hanya tidak mau membuatnya merasa terganggu, rasanya dia sudah cukup terganggu jika aku bicara dengannya…”

“Tidak benar…”gumam Taemin

“Hah, apa?”tanya Minho, Taemin menoleh dengan tatapan polos.
“Apa yang barusan kau bilang Tae?”tanya Minho, Taemin terbelalak, dia menggeleng dengan cepat.

“Lupakan, aku tidak bicara apapun… begini saja, kau… dekati dia saja perlahan, bicara padanya, jika kau ingin tahu tentangnya lebih kau bisa langsung bicara dengannya kan. itu lebih baik jika kau harus tahu sesuatu dari orang lain tentang kau dan dia…”, saran Taemin memainkan jarinya dibawah meja, ia sudah terlalu jauh memberikan saran pada Minho, ia mendongak dan memberikan senyumnya pada Taemin, Taemin punya firasat buruk, kali ini harinya akan mulai penuh dengan Minho… dan itu, gawat! apakah dia harus terus berpura-pura, atau menjalankan permainan nya lebih lanjut?

.

“Apa yang kau lakukan…?”, Taemin menoleh.

“Jonghyun…?”, dia mendesis ketika melihat Jonghyun berdiri tepat dibelakangnya.

“Hei, pagi…Taecyeon…”, sapanya mendekat ke arah Taemin sehingga dia membentur lokernya. Taemin menatapnya tidak gentar, dia sudah terbiasa sekarang, buat apa berpura-pura lagi? dia sudah tahu bahwa Taemin dan Taecyeon orang yang sama,dan sifatnya yang sekarang harus dirubah.

“Mau apa?”, jawabnya sinis.
“Ouwh… sudah berani galak yah?” Jonghyun terkekeh. “Minta kissu dipagi hari bisa?”, katanya menunjuk bibirnya, Taemin berdecak dan menatapnya sinis.

“Get off!”, bentaknya, Jonghyun menggeleng kuat, dan tangannya kini sudah berada disamping kepala Taemin sehingga ia tidak bisa pergi ke manapun.

“Kenapa sih? kan kau sudah janji mau skinship denganku setiap harinya…?”, Jonghyun mengambil rambut Taemin dan menciumnya. “Supaya rahasia mu terjamin…”, katanya, Taemin mendesis kesal.

“Jangan coba-coba mempermainkan ku.. aku sudah bilang, aku tidak akan menyerah, dan aku akan mendapatkan Min—“

“Jonghyun hyung?”, suara Minho, Taemin berhenti bicara, jantungnya berdetak, bagaimana jika Minho melihat situasi ini? oh tidak… dia sekarang Taemin, semuanya aman.. tenang saja, pikirnya.

“Aku sibuk… sana pergi…”, Jonghyun menoleh dan mengibaskan tangan untuk menyuruh Minho pergi, dia mencoba melihat sosok didepan Jonghyun, namun Jonghyun menutupinya, dia berdecak dan pergi.

“Sudah pergi…”, kata Jonghyun menyadarkan Taemin yang memejamkan mata. “Kenapa harus takut? kan sekarang kau Taemin…?”, katanya lagi.

“Minggir dari ku sekarang juga!”

“Kenapa? satu ciuman lagi akan menjadi rahasia baru itu lebih mengasyikkan ya kan?” Jonghyun menahan tangan Taemin di lokernya dan berusaha menciumnya.

“Jonghyu—“

“YAH!LEPASKAN HYUNG!”,

Taemin terkejut, dia membuka matanya, Minho telah berdiri didepannya memegang tubuh Jonghyun yang lebih kecil darinya.

“YAH! LEPASKAN AKU PABO!”
“Tidak, apa yang mau kau lakukan padanya? berhenti mempermainkannya Hyung…”, Minho memelankan suaranya dan menatap Taemin khawatir. Jonghyun terdiam dan menatap Taemin, Taemin mengalihkan pandangannya dari Jonghyun yang menyeringai lebar.

“Kenapa? kau cemburu…? oh, sekarang mulai perduli dengannya yah?” sindir Jonghyun sambil melirik ke arah Taemin, yang dilirik menatap memohon untuk menghentikan apa yang akan dikatakan olehnya pada Minho.

“Apa maksudmu Hyung…?”, Minho melihat ke arah Jonghyun dan Taemin bergantian, ia tidak mengerti sama sekali. Jonghyun menyengir semakin lebar.

“Well… Minho, aku rasa kau harus dingatkan akan sesuatu tentang—“

“Jonghyun hyung!!”, teriak Taemin. “Cukup…”, desisnya melihat geram ke arah Jonghyun. Jonghyun tersenyum ke arah Minho.

“Ada apa ini sebenarnya … Taemin?”, tanya Minho. Taemin menelan ludah dan melihat ke arah lain, ia harus lari dari situasi ini, kalau tidak rencananya untuk mendekati Minho dari awal akan gagal.

“Kuberitahu, bahwa Taemin adalah…”

“Cukup!”, teriak Taemin lagi, kali ini ia sudah berdiri diantara Minho dan Jonghyun. Minho bingung dengan situasi yang ada.

“Aku dan Jonghyun Hyung kami…kami berpacaran…”, kata Taemin pelan, suaranya hampir tercekat ketika ia mengatakan itu, terkejut? ya, terlebih Jonghyun, dia tidak menyangka Taemin akan berkata demikian. Minho terbelalak akan pernyataan yang didengarnya, entah mengapa ia merasa… cemburu, tapi kenapa?

“Ya Minho… kami sekarang berpacaran…”, Jonghyun tersenyum dan merangkul Taemin dari belakang, Taemin tidak berani menatap Minho yang sedang menatapnya dengan serius.

“Benarkah?”, tanya Minho, Taemin hanya mengangguk dan membuang mukanya, Jonghyun tersenyum senang.

“Kajja, aku akan mengantarmu ke kelas.. bye Minho, sampai ketemu makan siang nanti…”, Jonghyun menarik tangan Taemin menuju kelasnya, Taemin hanya terdiam dan mengikutinya berjalan.

“Puas kau sekarang?”, tanya Taemin geram. Jonghyun mengehentikan langkahnya dan berbalik tersenyum membelai wajah Taemin.

“Sudah ku bilang,dia tidak pernah menghargaimu, dan aku yang akan membuatmu menyukai ku, dan itu… mulai dari sekarang.”, katanya percaya diri. Taemin menarik nafas dan menepis tangan Jonghyun.

“Jangan mimpi, sudah kubilang yang kusukai hanya Minho, dan jangan berburuk sangka kalau aku akan menyukaimu, aku menyukai Choi Minho, dan bukan dirimu!dan aku… aku akan mengatakan padanya lagi suatu saat.”, bentaknya kemudian berjalan meninggalkan Jonghyun.

“Well… will see Taecyeon…”, Jonghyun mengangkat bahunya dan berjalan kembali kekelasnya.

Disisi lain, sepasang telinga mendengarkannya dari awal, dia tidak bermaksud menguping, tapi…

“Taecyeon?”, gumamnya. “Taemin suka padaku… dan dia…Taecyeon?”, gumam Minho menatap ke lorong yang kosong, tempat baru saja ia melihat Taemin dan Jonghyun membicarakan nya. Dia tidak mengerti apa yang ia dengar, kenapa ia tidak menghargai Taemin? dan… kenapa Jonghyun memanggilnya Taecyeon?

.

Key mengetukkan kakinya kelantai dengan panik, akankah dia datang? sudah selama 15 menit ia menunggu di J.Co, tapi seseorang yang ia tunggu tidak datang juga. Ia berharap, setidaknya bisa bertemu dengannya sekali ini saja, tidak masalah jika ia tidak mau bertemu dengannya lagi setelah ini…

Key membuka ponselnya, ia memandangi wallpaper yang sama yang ia gunakan selama 2 tahun berturut-turut, dan hanya ada satu-satunya foto itu yang ada di hapenya. Dia tersenyum melihat gambar itu, kenangannya selalu terlintas ketika masa itu, ketika mereka berdua bersama, sebelum mereka harus mengakhiri hubungan mereka… ketika Key yang…

“Maaf lama menunggu.”, Key terkejut, ia langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku. Ia menatap sosok didepannya sedang berdiri dengan tatapan datar.

“Tidak apa-apa… aku baru saja datang…”, kata Key berbohong dan mempersilahkan nya duduk, dia berbohong, dia sudah datang 1 jam lebih awal dari perjanjian.

“Mau pesan apa Jinki-sshi?”, tanyanya, Jinki membuka menunya dan mengecek menunya.

Key memanggil pelayan untuk mendekat, dan memesan segelas Caramel milk tea dan segelas hot frapuchino, ia tahu Jinki akan memesan itu, dia akan memesan menu yang sama setiap ia berada di cafe ini, dan sekarang mereka telah duduk di cafe yang sama disaat mereka bertemu pertama kali, kemudian berbincang, dan Jinki menyatakan perasaannya pada Key , jika mengingat itu , Key rasanya ingin menangis.

“Ada apa Kibum-sshi?”, tanya Jinki memulai pembicaraannya setelah menyeruput coffee nya.

“Bisa panggil aku Key saja? aku akan memanggil mu Hyung…”, kata Key tidak menjawab pertanyaan Jinki, Jinki hanya mengangguk dan tidak berbicara apapun lagi.

“Ng… bagaimana kabarmu?”

“Baik.”,

“Kuliah mu?”

“Aku sudah lulus…”

“Dan… kau bekerja di club? sebagai apa?”

Jinki terdiam dan tidak menjawab, Key tahu, pembicaraan basa-basi seperti ini tidak akan berjalan dengan baik.

“Maaf aku bertanya hal yang tidak penting…aku hanya—“

“Katakan sebenarnya ada apa?”tanya Jinki akhirnya, Key menelan ludah, ia tidak tahu harus bicara dari mana.

Sebelum dia dapat berbicara ponsel Jinki berbunyi, ia menerima telpon dengan senyum sumringah, entah mengapa ia merasa tercekat hatinya, mungkinkah itu seseorang yang baru yang sudah mengisi hatinya sekarang? ia berbicara dengan sangat lembut dan memanggil orang disebrang dengan panggilan pet name’s nya, itu berarti orang itu spesial untuknya. Betapa ia merindukan suara lembutnya, suara nya yang merdu yang dulu sering menyanyikan lagu untuknya, namun suara itu bukan untuknya, tapi untuk seseorang yang disebrang telpon sana.

Jinki mematikan ponselnya dan menoleh ke arah Key. Key mengalihkan pandangannya, menghindar dari tatapan datar Jinki. Ia berpikir lagi, ia rindu dengan Jinki, sangat merindukannya, ia menyesali semua yang telah ia lakukan… semuanya, jika ia mengingat apa ia percaya dengan cinta pada pandangan pertama, maka ia pernah mengalaminya, dan itu semua bermula ketika ia bertemu Jinki.

Di sisi lain, He head over heels fell for him, so did Jinki, was he? . Dia mencintai Jinki, namun egonya yang merubah segalanya dan membuatnya kacau, sehingga akhirnya semua harus berakhir tanpa ada penjelasan yang jelas.

“Aku… tidak pernah mengira akan bertemu denganmu di club kemarin malam.”, kata Key membuka suara.

“Begitu pun aku.”, jawabnya cuek. Key menelan ludahnya, ia bingung mengatakan apa lagi.

“Well… aku rasa kau agak… berubah.”, katanya tersenyum kecut, Jinki berdecak dan terdiam sesaat, Key meliriknya dari sudut matanya.

“Semua orang berubah Key, dan semua tidak akan selalu sama.”, kata nya, Key tercekat, ia tidak menyangka Jinki akan terus mengingat kata-kata ini, dan bahkan membalikkannya padanya.

Ia pernah melakukan kesalahan yang membuat hati Jinki terluka, tidak… juga hatinya, dan ia tidak pernah merasa semenyesal ini dalam hidupnya, dia menyesal tidak pernah percaya pada Jinki, dia menyesal karena tidak mau bersabar sedikit saja, dia menyesali semuanya yang sudah lewat, terlebih lagi, dia menyesal bahwa semua tidak akan kembali lagi seperti sedia kala, seperti katanya, semua tidak akan selalu sama, lagi.

Key mengelap air mata yang jatuh dari matanya, ia menyembunyikan tangisnya agar tidak terlihat oleh Jinki.

“Kenapa kau menangis? Apa kau sudah berubah dari Cold hearted man menjadi Melancholish man?”, sindirnya tajam, Jinki menyeruput coffeenya melihat keluar jendela, diluar sudah musim semi, dan udara masih sedikit dingin karena angin bertiup kencang. Key tercekat mendengar kata-kata dari mulut Jinki, ia tahu Jinki bukan tipe orang yang dapat berkata kasar, terlebih padanya, namun… ini semua karenanya, dia tidak bisa menyalahkan Jinki atas semua ini, semua perlakuan yang ia berikan pada Key, dia merasa pantas menerima perlakuan ini darinya.

“Maaf Jinki Hyung… aku minta maaf…”, kata Key terbata-bata. Jinki menoleh dan tersenyum miris.

“Aku sudah memaafkanmu Key … sudah setelah semua yang kau lakukan padaku… “, kata Jinki tersenyum miris lagi.
Telponnya kembali berdering, Key tidak tahu siapa yang menelponnya, namun ia tahu Jinki sedang ditunggu seseorang didengar dari suaranya mengatakan ‘Jakkaman’

“Aku harus pergi.”, kata Jinki beranjak berdiri dan membungkuk pada Key, Key menundukkan kepalanya tidak menyambut, ia masih ingin disini, berbicara, namun ia tahu ia tidak bisa mencegahnya, ia tahu Jinki harus bertemu dengan orang lain, orang yang mungkin menjadi kehidupannya yang baru.

Key mendongak dan berlari keluar cafe, ia mengejar Jinki dan berdiri didepannya.

“A-apa… kita bisa bertemu lagi?”, tanya Key. Jinki diam saja dan membuka pintu mobilnya.

“M-maaf kan aku Hyung… aku benar-benar bersalah, aku tahu aku egois, aku minta maaf Hyung… aku tahu aku melukaimu, tapi pleasee..berikan aku kesempatan lagi…a-aku mohon Hyung…a-a-aku masih m-mencintaimu…”, Key memohon sambil menangis menyentuh lengan Jinki, ia tidak pernah memohon pada seseorang, ia orang bergengsi tinggi, dan ia tidak pernah melakukan ini untuk merendahkan harga dirinya, tapi Hell no, tidak untuk kali ini, ia rela melakukan apa saja,demi Jinki.

Jinki meraih tangan Key dengan lembut, namun bukan untuk digenggam, tapi untuk dilepaskannya dari tangannya.

“Maaf Key, tapi aku rasa semuanya sudah berakhir, dan… aku harap kita tidak bertemu lagi.”, katanya, tanpa bisa dicegah ia sudah masuk kedalam mobilnya dan menyalakan mesinnya, Key hanya berdiri disamping mobil dengan tatapan nanar dan mata basah ketika mobil itu berjalan pergi.

“T-tidak… dengarkan aku… Jinki Hyung…”, ia jatuh dengan dengkulnya dilantai. “JINKI HYUNG…”, teriaknya menangis keras.

“Key?” seseorang menyentuh pundaknya, Key tidak perduli itu siapa, dia memeluk orang yang menyapanya dengan erat.

“Tenang Key…”

 

 

TBC~

P/S

Huaaaaaaaaahhhhhhhhh~~ si JInki tega banget sih…

penasaran? kekekekek~

LEAVE A COMMENT, SEE YA ON NEXT PART

ANNYEONGGGGG🙂

59 thoughts on “The other side of him part.5 of?

  1. Aku galau dengan part ini…
    Kenapa sedih sih….

    Aduh aku tak kuasa menahan tangis….
    huhuhuhu *plak lebay…

    Tapi emang mengharukan kok…
    Dan tetap seru…
    Ayo kita lanjut……

  2. Kyaaaaa mwoyaaaa?
    Minho denger ya pembicaraan tae sama jjong? OMONAAAAAAAA

    TRUS ITU JINKI APASIHHHH TT JAHAT BANGET SAMA UMMAKEY HUKS:””(
    ITU YANG BILANG TENANG KEY SIAPAAAA?

    AKU GILAAAA/?

  3. uuuhhh abang Ming udh mengetahui sedikit dari kebenaran yg ad, makin seru nh kyx:))
    OMO@.@ what happen with OnKey?!

  4. Ya ampun Onew kenapa pergi dari Key????
    Jonghyun juga itu kenapa keceplosan atau sengaja itu??haaahh..
    Ikut pusing thor…
    Lanjut dahh

  5. mwo?? Minho udah denger semuanya.. trus gmn sama rencana Taem.
    gimana reaksi minho didepan taem nnti??

    yah! si jinki gitu bgt ma Key >.<
    trus itu sapa lagi. Key asal aja meluk orang dijalan. hemeh.
    jgn2 Dongwoon?!!

  6. Ish Onew dingin amat sma key, kan kasian si key..smpai nangis kek gtu😦 tpi ada apa dng mereka dlu? Please ini ff suka buat aku penasaran terus😀 hihihi si minho masi ttap bodoh ye ga sdar2 smpai skarang *ditabok minho xD Next!

  7. yassalam, jjong ude lw give up ajj nape bang.. lw ga liat apa ntu si taemin kasian. dia bener” suka bgt sama minho.
    dan minho denger semua?? astaga apa yang bakal dilakukan minho setelah ini??

    ini part yg bikin jleb, dimana onkey ktemuan. kenapa sih dengan masa lalu mereka? kesalahan apa yg udah dibuat kibum mpe jinki setega itu, marah dan benci sama kibum.
    dan siapa orang yang meluk kibum di akhir??

  8. tanpa taemin sadari kebohongannya terbongkar dengan sendirinya dan minho tanpa sadar udah mulai tau semua, emang onkey ini abis ngapain kok onewnya segitu jahatnya sama key

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s