Fallin’ for you part.3 of?


Foreword:

Aigooo.. maaf baru bisa update, sumpah, gue gak mood banget, mungkin karena gue inform kemarin kalau ini bakal jadi Jongkey Pov yah? aigoooo… semoga memuaskan deh yah? malu deh saya.😦
Sumpah ini tuh karena gue bimbang mau diterusin atau nggak, karena gue punya ide FF yang lebih jalan alurnya dari pada ini, dan gue gak tahu alur ini bakal kayak gimana? apa harus gue hapus yah FF ini dan ganti yang baru? kekekeke~ tapi pasti kalian marah deh😦
Dan Hey, baru masuk group Onkey Ninja! thnx for invited by Haku Rionkeyazawa and Gegey Eonni, nice to see you on there! Aku gak sabar bikin project bareng🙂

Leave comment if ya likeeey🙂

DONT KILL ME ONKEY NINJA!!! *ngumpet

by : Sanniiew

KEY POV~

Sudah 3 hari aku tidak bertemu dengan Jinki Hyung sejak… sejak dia menciumku dan pergi begitu saja, dia tiak pernah tahu aku membutuhkan waktu untuk menyendiri di kamar seharian, menyesali kenapa aku menikmatinya sedangkan dia… dia berlalu begitu saja seakan tidak terjadi apa-apa, i hate him, he’s stupid jerk that i ever meet.

Ku lihat ponsel ku, bahkan dia tidak mengirimku sms bahkan menghubungiku, aku merasa dibuang,apa dia menyesalinya? apa dia tidak menyukaiku? kalau tidak, kenapa ia menciumku? apa maksudnya? dan sekarang dia pergi begitu saja dari ku tanpa menjelaskan apapun, ini tidak adil. Aku tahu ini semua akan terjadi, aku menyesalinya, aku benar-benar tidak mau kehilangannya karena masalah ini , sudah kuduga dan pilihanku benar bahwa aku tidak akan pernah mengatakan padanya tentang perasaanku, tidak jika nantinya akan menjadi seperti ini kan?

Hot Times ne ipsureul humchilttae
nae simjangdo modu jaega dwego mara
Da hayatge bameul saedo ajik mogi mallaso
narel momchul suga opsotji

Suara siapa ini? aku berhenti berjalan dan mendengarkan baik-baik, alunan suara gitar dan juga suara merdu yang terdengar di telingaku, aku berjalan menyusuri koridor kampus, aku mencari dimana asal suara itu, aku menemukan sebuah pintu terbuka sedikit sehingga cahaya dari dalam menembus keluar, siapa yang masih berada di kampus pukul 6 sore begini? dan memakai… ruang seni?

Hot Times naega noreul nuntteul ttae
All my life time ojik noman gajyodo dwae
Nal heundeulgo siryon jwodo injonghal su bakke opneun-gol
non hanappunin nae saram

Perlahan aku mengintip kebalik pintu, aku melihat seseorang membelakangi pintu sedang memainkan gitar dan bernyanyi, aku terpaku sejenak ditempatku, entah mengapa kau terpesona mendengar suaranya, suara yan indah … kenapa dia bisa menyanyi dengan sangat indah dan merdu? Aku benar-benar memperhatikan sosok itu dengan seksama, aku tidak bisa melihat wajahnya, dan tidak seharusnya juga aku mengintipnya diam-diam seperti ini.

“Siapa disitu?”, aku dengan cepat bersembunyi di balik tembok, jantungku berdebar cepat, shitt… ketahuan ya? aku menyentuh dada ku yang berdegup dan menelan ludah, perlahan aku mengggerakan kaki ku namun.

“Hei…”, aku terhenti, pria itu sudah berada dibelakangku, aku memejamkan mata sebelum aku berbalik dan…

“Maaf aku tidak sengaja, aku ha—“

“Jonghyun?!”

“Kibum?!”

Aku menganga lebar, kenapa dia ada disini… OMO! aku lupa dia anak jurusan seni juga…

“Apa yang kau lakukan disini?”, tanyanya.
“Hmm… aku hanya lewat, dan tidak sengaja mendengar suara orang bernyanyi… aku tidak menyangka suara mu bagus Jjong!”, kataku semangat. Dia berdecak dan tertawa, uwaah… dia memang manis jika tertawa, wait Kibum… sadarlah.

“Jelas suara ku bagus, aku ambil jurusan musik kan? itu artinya aku juga harus bisa bernyanyi…”, dia mengangkat jari telunjuknya membentuk huruf V dan menyengir lebar, aku berdecak dan terkekeh.

“Lalu kau sendiri, kenapa tidak pulang?”, tanya ku, dia tersenyum.
“Aku harus menyelesaikan beberapa partitur lagu, kau mau pulang?”,

“No… aku hanya iseng, aku lagi malas pulang kerumah, aku bosan…”, kataku cuek, ya.. aku bosan dirumah, aku tidak mau diam dirumah dan akan memikirkan Jinki pabo itu.

“Well… jika kau mau kau bisa duduk didalam dan melihatku latihan , dijamin, kau tidak akan bosan mendengarkan hasil karyaku…”, katanya PD.

“A-ha? your so confidence Jjong! but.. its Oke then..”, kataku mengangkat bahu, so far… aku sudah mendengarnya bernyanyi dna aku penasaran apakah ia sangat hebat dalam bernyanyi dan memainkan alat musik, aku suka musik, tentunya selain fashion design.

Dia tersenyum dan menarik tanganku, entah mengapa aku terbiasa dengan sikapnya, dia begitu ramah dan juga baik, dia selalu melakukan ku dengan lembut dan sopan.

Aku duduk disampingnya, dia duduk didepan orgen dan juga gitar ditangannya, sesekali tangannya menulis partitur didepannya dengan seksama, dan mulai bergumamkan lirik atau syair sambil memainkan alat musik yang ada, positifnya adalah, dia sepertinya sangat hebat dalam bakar bermusik dan.. sungguh, suaranya bagus sekali, jika yeoja mendengarnya, pasti semua akan meleleh. Aku sudah mulai bosan dan tidak melakukan apapun, aku mengeluarkan kertas sketsa ku dan mulai menggambar, aku menggambarnya … well, entahlah, selain…Jinki, aku suka menjadikan Jjong obyekku sekarang, dia terlihat… indah… entah kenapa dia bia tergolong indah dimata ku, aku belum pernah mengatakan kalau dia itu keren? dia punya rahang yang bagus, yah, walau tidak setinggi diriku tapi dia terlihat proporsional dengan tubuhnya.

“Am i that hot, Kibum?”, aku terkejut, dia sudah melihat ke arah ku dengan pick gitar digigitannya dan menyengir padaku, hell Noo~ why he look so … awesome? snap Kibum! you cant think like that!

“M-mwoo? YAH! aku sudah bilang, kau terlalu PD, Jjong!!”, kataku melempar gulungan kertas yang sudah kupilin jadi bulatan, dia mengeles dan kemudian berjalan ke arahku, aku menelan ludah, dia sekarang sudah duduk di depanku dengan senyum lebar.

“Kibum…”, gumamnya tersenyum sambil mengelus pipiku, wait… what? kenapa ini? ada apa dengannya.
“J-jong…wha—“, sebelum aku dapat menyelesaikannya dia sudah mengcapture bibir ku dengan miliknya, aku terkejut sehingga menjatuhkan sketsa gambarku ke lantai, entah mengapa aku tidak menolaknya dan mataku terbuka dengan jelas memandang wajahnya yang sekarang sangat dekat denganku, kemudian dia berdecak seraya menghentikan ciumannya, aku memalingkan wajahku, aku bingung kenapa bisa menjadi seperti ini.

“Kibum…”, panggilnya membelai pipi ku, namun aku tetap menoleh ke arah lain, di satu sisi aku tidak bisa menghidnar dari semua ini, aku tidak bisa memungkiri aku tertarik padanya, namun… bagaimana perasaan ku pada Jinki? bagaimana?.

Tanpa kusadari aku merasakan sesuatu hangat mencium tanganku, aku menoleh dan melihat apa yang ia lakukan, dia mencium tangan kananku dengan mesra seraya matanya yang coklat menatapku dengan tajam, kemudian aku menyadari sesuatu yang melingkar ditanganku…

“J-jong apa… ini?”, aku melihat ke benda yang melingkar ditanganku dan kemudian ke wajahnya yang tersenyum lebar.

“Kenapa? kau suka kan?”, katanya, aku menelan ludah, aku perhatikan gelang perak yang melingkar disana dengan indah dan bertuliskan Im fallin for you Kim kibum, aku menganga lebar, tidak mengerti apa yang ia maksud dari semua ini? aku masih tidak bisa mencernanya dengan baik.

“Kibum.. aku tahu ini mungkin berlangsung sangat cepat, tapi…”, dia berhenti sejenak dan menyentuh kedua pipi ku dengan kedua tangannya, perlahan dia mendekatkan wajahnya ke arah ku dan berbisik. “would you be my boyfriend?”, dia tersenyum dan mencium bibir ku dengan lembut, jantung ku berdebar, aku tidak pernah diperlakukan seperti ini… tidak selain Jinki, tapi dengan arti lain.

Dia memejamkan matanya, namun aku terus membuka mataku, berusaha mencerna dengan baik yang terjadi, Kibummie… Oh my god!! apa yang barusan itu? Jinki?kenapa aku bisa mengdengar suaranya? Dengan reflek aku mendorong tubuh Jonghyun menjauh, aku dapat melihat kecewa di matanya.

“J-Jong… m-maaf… aku…”,
“Sssh… aku mengerti Kibum… aku akan menunggu mu, i really love you, i do…”, potongnya seraya meletakkan jarinya di bibir ku, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya tersenyum dan membiarkanku tenggelam dalam pikiranku sendiri.

“A-aku.. harus pergi…”, kataku berdiri dan mengepack semua barang ku termasuk skesta yang kujatuhkan ke lantai, dia menoleh dan tersenyum.

“Aku antar yah?”, katanya berdiri, aku menggeleng.
“Tidak usah… aku… pulang sendiri saja…”, kataku gugup, dia hanya terdiam dan membiarkanku berjalan ke arah pintu.

“Kibum!”, aku menoleh ketika ia memanggil namaku.
“Maaf … aku tidak akan memaksamu, tapi … aku akan menunggu kau datang padaku, aku akan ada untukmu…”, katanya, aku hanya terdiam dan pergi meninggalkannya, aku berlari sekuat tenaga dengan jantung berdebar cepat sambil memandangi gelang ditanganku.

AUTHOR POV~

Jonghyun melihat ke arah Kibum semakin lama semakin menjauh darinya, dia menarik nafas lega dan senyum tersungging di bibirnya, dia memegang jantungnya sendiri, baru kali ini ia merasakan ini… dan tidak pernah ia menyangka akan secepat ini.

“I’ll be waiting you , Kibum…”, katanya tersenyum lebar dan menggenggam sebuah kertas dengan skesta wajahnya, hasil lukisan Kibum yang gagal namun tetap indah, kemudian ia berjalan berlawanan arah.

Tanpa ia sadari ada sepasang mata dengan tatapan sedih dan kecewa menatap kedua arah yang berbeda seraya bergantian.

.

.

Kibum melangkahkan kakinya menuju rumahnya dengan cepat, waktu ditangannya sudah menunjukkan pukul 9 malam, kali ini ia harus kerja rodi dan menghabiskan waktunya di kampus menyelesaikan projectnya. Dia memeriksa  layar ponselnya sekali lagi, sudah hari ke 4 dan Jinki tidak menghubunginya, ia ingin sekali menghubunginya namun gengsinya mengalahkan keinginannya, dia mengerang kesal dan menaruh ponselnya di kantong jaketnya dan berlari kecil menuju apartemennya.

“YAH! LEPASKAN! AKU BILANG AKU TIDAK BISA MEMBERI MU LEBIH DARI INI, SUDAH KUBILANG AKU HANYA MENEMANI MINUM DAN—“

“DIAM! jangan pura-pura jual mahal, aku tahu kau lebih dari seorang pelacur kan?”

Kibum memicingkan matanya melihat dua orang yang sedang berkelahi di ujung persimpangan jalan menuju apartemennya, yang satunya laki-laki dengan tubuh agak tinggi sedang mencengkram tangan seseorang, dia berjalan mendekat namun…

“Kyaaa!!”,

Dia mengenali suara itu, “YAH!!! APA YANG KAU LAKUKAN?!!” Kibum berlari ke arah pria yang membelakanginya itu dan meninju wajahnya hingga ia tersungkur ke tanah.

“APA YANG KAU LAKUKAN PADA IBU KU?! SIAPA KAU?”, teriak Kibum geram seraya menarik ibunya ke belakang punggungnya, pria itu menyentuh ujung bibirnya yang berdarah dan menatap geram ke arah Kibum dan ibunya, pria itu berusaha berdiri, Kibum sudah bersiap akan menyerangnya lagi jika ia ingin melakukan pembalasan. Dilihat dari tubuhnya Kibum akan kalah, namun dia tidak bisa gentar sekarang juga, bagaimana pun juga dia harus melindungi ibunya, dan dilihat dari cara berpakaian orang itu, orang itu pasti salah satu dari klien ibunya.

“Well… well… well… MAU CARI MATI,HAH?”, teriaknya membuat Kibum memundurkan badannya sedikit, dia dapat merasakan ibunya gemetar merengkuh baju belakang Kibum.

“Kau yang cari mati, jangan. pernah. berlaku kasar padanya!”, tegas Kibum menatapnya sinis, pria itu terkekeh dan berjalan mendekat, Kibum tidak gentar, ia hendak melayangkan tinjunya namun dengan cepat pria itu menangkisnya dan memberinya pukulan tepat dipipinya sehingga ia tersungkur di tanah.

“KIBUM!”, teriak ummanya.

Sebelum ia mampu berdiri, pria itu telah menarik kerah baju Kibum dan meninjunya lagi, Kibum mengerang kesakitan ia tersungkur ditanah merasakan ngilu di pipinya dan sesuatu yang hanga mengalir dari hidungnya, ia menyekanya bahwa yang ada ditangannya adalah darah, ia melihat ke arah pria itu yang sudah menarik paksa ummanya.

“U-umma…”, Kibum berusaha berdiri.

“LEPASKAN! LEPASKAN AKU DAN TINGGALKAN KAMI, JANGAN SAKITI DIA!”, ibunya berusaha lepas dari cengkraman pria gila itu, Kibum yang berhasil berdiri mengambil kayu yang ia temukan disekitarnya dan melayangkan ke arah punggung pria itu.

“LEPASKAN TANGAN KOTOR MU, JERK!”, teriaknya, BUGH! namun percuma, pria itu benar-benar kuat, ia tidak tumbang, yang ada pria itu menoleh seraya mengerang karena pukulan di punggungnya dan menatap sangar ke arah Kibum, dengan cepat ia menarik kerah Kibum dan meninju perutnya, kali ini cukup membuat nya tersungkur dengan dengkulnya, matanya nanar, yang ia tahu ia terkapar dan mendengar suara ibunya menangis memanggil namanya.

“U-umma…umma…”, panggilnya, namun semakin lama semakin menjauh, air matanya menetes, ia tidak bisa melindungi ummanya, ia terlalu lemah, dengan sisa tenaga ia meraih ponsel di saku jaketnya dan menekan speed dial nomer 1, ia letakkan ponselnya di telinganya menahan perih di perutnya dan sekujur tubuhnya, namun percuma… nomer itu tidak aktif, dan…

“Jinki … tolong…”, hanya itu kemudian ia merasakan tidak kuat lagi, kepalanya serasa berputar hebat, sayup-sayup ia mendengar langkah kaki mendekat, ia hanya berharap, ada seseorang yang akan menolongnya saat ini.

“Kibum…?”, dia menatap nanar siluet yang mendekat ke arahnya. “Kibum!!”, suara terakhir itu tidak dapat ia dengar dengan baik dan kemudian tubuhnya terasa lelah, ia hanya merasakan ringan dan kosong… namun hangat.

.

.

KEY POV~

Nyaman, aku mencium wangi bubur abalon, siapa yang membuatnya? umma? kenapa umma membuatnya? seingatku ia tidak pernah sedikitpun memasak untukku atau menggunakan dapur, apa ia menyiapkan sarapan untuk ku kali ini? aku lapar … tapi kenapa badan ku sakit semuanya?

“Kibum…Hei… kau baik-baik saja?”, aku merasakan sesuatu yang hangat dan lembut menyapu pipi ku, ini bukan suara umma, ini suara siapa?. Perlahan aku membuka mataku, hal pertama adalah langit-langit yang kulihat, aku merasakan empuk di tubuh ku, aku berada di atas kasur dan dalam sebuah kamar.

“Kibum? kau tidak apa-apa?”, aku menoleh sedikit ke sumber suara, aku hampir saja terlonjak kaget jika aku tidak merasakan ngilu disemua tubuh ku.

“Aaargghh…”, aku menyentuh perutku.

“Tenang… jangan bangun dulu.. kau masih sakit…”, katanya lembut membaringkanku ke atas kasur, aku menatapnya heran, Jonghyun? kenapa ada Jonghyun dikamarku? oh tidak… ini bukan kamarku, dimana aku?

“D-dimana ini? dan.. kenapa kau…?”, tanya ku dengan suara serak, dia tersenyum dan membelai rambut ku dengan lembut.

“Kau dirumahku, aku menemukan mu terkapar di jalan semalam… tenang saja, ada aku disini…”, aku terpaku, kenapa dia bisa menolongku?

“B-bagaimana bisa?” tanya ku sedikit berbisik, dia tersenyum lagi, entah mengapa senyumnya membuatku nyaman.
“Tenanglah … jangan dipikirkan bagaimana aku bisa menemukanmu …”, ia terus mengelus rambutku. “Kau lapar? aku buatkan bubur abalon.. mungkin tidak terlalu enak, tapi untuk mengisi perut mu sebagai pemulihan karena kau sudah lama pingsan…”, katanya. Pingsan? lama?

“Lama? sejak kapan…?”, tanya ku, dia berpikir sejenak.

“Mungkin sekitar 15 jam… mengingat sekarang sudah pukul 12 siang..”, katanya melihat ke arah jam dinding, selama itu? “Ayo bangun, kau harus makan…”, dia membantu ku bangun , tubuh ku masih ngilu semua, aku mengingat kejadian semalam, bagaimana ibu ku?

“Makanlah…” , dia menyodorkan semangkuk bubur padaku. Aku menggeleng, aku hanya berpikir dimana ibuku, apa dia baik-baik saja?

“Aku mau pulang Jjong…”, kataku, senyumnya menghilang.
“Tidak Kibum, aku tidak akan membiarkanmu pulang dalam ke adaan begini, aku tidak mau terjadi apa-apa di jalan..”, katanya serius, aku menunduk memilin bajuku.

“Aku harus pulang Jjong.. aku harus mencari umma.. dia pasti sedang dalam bahaya oleh orang itu…”, kata ku sedih, dia diam saja, namun ia bergeser ke arah ku dan memelukku seraya membelai punggungku, itu memberikanku rasa aman.

“Ssshh… tenanglah, aku ada disini… kau harus makan, setelah itu aku akan mengantarmu ke rumah dan bertemu dengan ibu mu, oke?pleasee…”, mohonnya dengan lembut, entah mengapa aku luluh dan mengangguk, ia tersenyum melihat respon ku, dengan lembut ia memberikan semangkuk bubur padaku, dengan mataku aku dapat memperhatikan bahwa ia terus memperhatikanku. Aku berusaha mengacuhkannya, pikiranku melayang, apa yang harus kulakukan untuk menemukan umma? dimana dia? apa dia baik-baik saja? walau ia sering kasar padaku namun ia tetap ibuku, dia yang melahirkanku.

Setelah aku selesai makan ia memberikanku pakaiannya dan menyuruh ku mengganti pakaian yang kupakai, aku masih menggunakan pakaian ku kemarin, dia tidak menggantinya dengan yang baru, dia hanya mengobati luka diwajah ku ketika kau bercermin di kaca kamar mandi, kenapa dia begitu baik padaku? kenapa dia begitu lembut dan melakukan ku spesial? benarkah dia mencintai ku? secepat itu? ketika kami baru saja bertemu?. Jinki … ya… bagaimana dengannya, kenapa dia tidak juga datang padaku, hati ku sakit jika memikirkannya, aku kecewa…kemana dia?

Aku berjalan keluar kamar mandi, dan berjalan menuju ruang TV, apartemen ini terlalu luas untukknya tinggal sendiri.

“Sudah selesai?”, katanya dari balik sofa, aku mengangguk dan duduk disebelahnya.

“Jonghyun … terima kasih …”, kataku akhirnya, dia tersenyum dan membelai rambut ku, lagi, ini selalu membuat ku nyaman, dia selalu bertindak lembut padaku.

“Kau tidak apa-apa?”, tanyanya, aku tersenyum dan mengangkat bahuku dan berpikir sesuatu.

“Ng…Jjong..”, panggilku, aku tidak sadari yang satu ini, ia selalu memperhatikanku, dan pandangannya selalu menuju padaku.

“Kau tidak bertanya kenapa … aku bisa terkapar semalam?”, tanya ku, dia berpikir sejenak.
“Yah… sebenarnya itu terpikir oleh ku , tapi aku tidak mau banyak bertanya, takut mengganggu privacy mu, jadi lebih baik aku diam, dan disini aku hanya menolong mu … kau terluka parah Kibum, aku khawatir setengah mati melihat mu lebam sana-sini dan tidak sadarkan diri…”, katanya menarik nafas, aku terdiam, betapa aku tersentuh pada ucapannya, kenapa dia selalu datang ketika aku membutuhkan sesuatu?

“Maaf selalu merepotkanmu … aku tidak tahu bagaimana cara berterima kasih padamu, Jjong…”, kataku menatapnya tidak enak, dia terkekeh dan mengacak rambut ku.

“Tidak usah kaku, kita kan teman …”, katanya, lagi. Namun tetap, aku harus membalas semua kebaikannya padaku kali ini.

“Tidak Jjong, katakan sesuatu bagaimana aku membalas kebaikanmu..”, kataku, dia mengerutkan alisnya dan kemudian tersenyum, dia meraih tanganku digenggamannya.
“Baiklah … ada satu yang ingin kukatakan padamu…”, katanya tersenyum, aku menunggunya dengan penasaran.

“Aku tidak pernah percaya love at the first sight, but i think i belive that now, dna itu semenjak bertemu denganmu …jadi, aku cuma minta, berikan aku kesempatan sedikit untuk mengenalmu dan setidaknya membiarkan ku untuk mencintaimu, bagaimana?”, tanyanya tersenyum, aku menganga lebar dan wajah ku memerah, pria ini benar kah seserius ini?

“T-tapi—”
“Sssh… aku tahu, kau pasti bingung, tapi aku akan menunggu mu, jadi jangan buru-buru, dan kau tidak usah menjawabnya sekarang … yang kau harus tahu, jika kau butuh sesuatu, jangan sungkan meminta bantuan padaku mulai saat ini, deal?”, katanya tersenyum, aku mencerna setiap kata-katanya,dan kemudian aku mengangguk setuju dan tersenyum padanya, dia mengacak rambut ku lagi dan terkekeh. Ya tuhan, aku tidak tahu ada apa ini? tapi yang jelas… berikan aku petunjuk untuk menentukan sikap.

.

Jonghyun mengemudikan mobilnya menuju apartemen ku yang sederhana, jarak dari apartemennya dan tempatku tidak begitu jauh jika berjalan kaki, namun ia tetap memaksa menggunakan mobil dengan alasan dia tidak mau melihatku tiba-tiba jatuh pingsan dijalan karena masih dalam ke adaan lemah, sebenarnya aku tidak selemah itu, namun karena ia terus membujuk dengan puppy eyesnya yang kuketahui aku lemah padanya karena hal yang satu itu, aku menyerah dan mengikuti kemauannya. Dia masih tidak menanyakan apa yang terjadi, namun ia berjanji akan membantu ku menemukan Umma. Makasih Jjong…

“Kita sampai…”, katanya mematikan mesin mobil, aku tersenyum padanya dan beranjak keluar mobil.

“Sebaiknya kau istirahat hari ini, kita akan mencarinya besok, bagaimana? aku janji…”, katanya ketika kami sudah berada di lobby apartemen. Aku hanya bisa mengangguk karena ada benarnya idenya.

“Kibummie…?”, suara itu. Aku menoleh kearah tangga darurat, Jinki ..dia berdiri disana dengan wajah panik, tanpa bisa berkata apa-apa lagi dia berlari ke arah ku dan memeluk tubuh ku erat sehingga hampir saja tubuh ku jatuh.

“aaa–argh H-hyung… sakit…”, kataku berusaha melepaskan pelukannya, dia melepaskannya dan menatap dalam-dalam mataku, aku menelan ludah, aku merindukan tatapan ini, hangat tubuhnya yang memelukku, namun kenapa dia menatap ku khawatir? merasa bersalahkah?

“Mianhe…Kibummie…mianhe… kau tidak apa-apa?”, aku dapat melihat air matanya akan mengalir, aku benci padanya, dia selalu saja datang dan pergi sesuka hatinya, dia tidak pernah mengatakan apa yang ada di pikirannya, dia tidak pernah memikirkan perasaanku, betapa aku mengharapkannya beberapa hari ini, dan orang pertama di pikiran ku saat itu hanya dia… tapi kenapa dia selalu datang dan pergi, dan kenapa aku bisa dengan mudah menerimanya kembali?

“Ne Hyung… aku baik-baik saja…”, kataku menunduk tidak mau melihat matanya.
“Kibummie… please..maafkan aku … aku tidak tahu akan jadi seperti ini .. maaf …”dia terus meminta maaf, aku tidak tahan ingin menangis, aku tahu dia tidak selayaknya minta maaf, ini bukan salahnya, kenapa dia minta maaf?karena telah meinggalkan ku begitu saja?

“Kibum …”, kami berdua menoleh, aku menelan ludah, hampir saja aku lupa ada Jonghyun di antara kami, Jinki Hyung memeluk pinggangku dan menatap Jonghyun.

“Terima kasih telah menolongnya lagi kali ini…”, kata Jinki Hyung menunduk sopan, Jonghyun diam saja, ia menatap ku sekilas dan bergantian ke arah Jinki. Perlahan ia mendekat ke arah kami dan ia menarik lengan kananku, aku dapat melihat dari sudut mata Jinki hyung memperhatikan kami dan dengan ekspresi terkejut.

“Aku menyukai Kibum … dan aku ingin dia menjadi pacarku…, aku akan melindunginya..”, kata Jonghyun tegas, membuar Jinki melepaskan lengannya dari pinggangku, aku terkejut mendengar kata yang keluar dari mulut Jonghyun, apa maksudnya bicara seperti ini pada Jinki Hyung? aku tidak berani menoleh ke keduanya, aku menunduk, namun sebuah tangan menarik lengan kiriku kali ini.

“Tidak bisa , aku lebih menyukainya…tidak, aku bahkan mencintainya … dan aku akan melindunginya kali ini.”, Aku mendongak kaget ke arah Jinki Hyung, aku menganga lebar, dia… apa yang barusan dia katakan?. Kepala ku jadi pusing… bagaimana ini? apa yang terjadi .. kenapa mereka berdua menjadi seperti ini? dan kenapa aku merasa datar saja ketika mendengar ungkapan perasaan mereka? aku bimbang… aku menoleh ke arah Jonghyun, dia tersenyum padaku, kemudian ke arah Jinki, dia tersenyum dan tersirat kesedihan dimatanya, ia mengelus kepalaku…

“B-bisakah..kalian tinggalkan aku sekarang?”, mereka berdua melihat ku dengan terkejut, tanpa dapat dicegah aku menepis tangan mereka dan berlari ke tangga dan mengunci diriku di kamar. Apa yang harus kulakukan? kenapa bersamaan? kenapa Jinki hyung? kenapa sekarang? dan Kenapa aku merasa sedikit galau akan Jonghyun? kenapa?

 

 

TBC~

========================================================================================

OMFG… please.. what do ya think guys?

Im sorry theres many mistake😦

Aku hampir gila karena banyak tugas numpuk, ide cerita yang gak pernah dateng, dan banyak lagi gangguan dalam penulisan FF ku, aku harap kalian dapat mengerti kemampuanku sebatas ini ya?
Aku berusaha yang terbaik agar kalian senang dan tetap setia dengan blog ku tercinta🙂
Big thanks to :

ALL SUUNDERS
Yang udah sering ngobrol dan kasih dukungan di FB , aku berharap bisa nambah temen lebih banyak lagi dan juga masukan yang membangun🙂
Sukses buat yang lagi ujian UAS dan sukses yang mau UAN🙂

ILYSM , LEAVE A COMMENT🙂

SEE YA, ASAP🙂

69 thoughts on “Fallin’ for you part.3 of?

  1. Key.dilema direbutin 2 cowo keren..pilih salah satu yg satunya lg buat saya..plak digampar key..makin menarik onie siapayg dipilih key ya..

  2. Tak hanya Kibum, akupun ngikut galauuuu *duakk
    ‘Kibumie’… gag tau kenapa aku berkaca” kalo Jinki udah manggil gitu
    Ini kecepetan gag sih
    JongKey. Hah~ baru beberapa kali ketemu udah kisseu kisseu.an
    Mana Jinki liat pula T.T #jleb

    Apa perasaan Kibum ke Jinki sedangkal itu? Bertaun” vs beberapa hari = bimbang
    Ini gag sebanding x_x

  3. Galau tingkat dewaaaaa dehh.
    Kibumie pilih jinki aja yah jebaall….
    Ya walaupun jinki itu kayanya onestep lbih cpet dri jonghyun hahaaa. Pabo jinki-ah !!! Hihi

  4. runyem mah… nah, keduluan jong kan jin. nape baru aja juga. jadi bingo to bum.a,. eh, ibu.a key dibawa kemana atuh… bum pilih yang mana kekar or lembut… next

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s