The other side of him part.6 of?


Foreword :

Hai semuanya, kekeke~ miss me? i dont think so, you just miss my FF neh? poor me! kekek~. Oke, ini part 6, dan aku tidak tahu akan sampai berapa part ini, berita baiknya, sepertinya aku akan tambah sibuk, jadi jika kalian sewaktu-waktu mengatakan bahwa aku hiatus maka akan terjadilah, semoga tugas tidak menghambat ku dalam menulis FF, makaish atas semua dukungannya dan juga kesabarannya yah? aku minta maaf sekali lagi kerena keterlambatan dalam mengupdate FF, oke? hehehe…

So, here it is. Leave a comment if ya likey🙂

by : Sanniiew

WARNED:

LITTLE BIT ANGST!!!

.

“Key… aku pulang …”, dia beteriak dengan riang,ia sengaja datang untuk berlibur dari  jadwal kuliahnya dan sengaja untuk memberi kejutan pada Key, ia menaruh semua tasnya didepan pintu dan dengan cepat masuk kedalam apartemennya, dia melihat kesekitar, semua tampak gelap, tidak seperti biasanya apartemen begitu sepi, apa Key pergi? kenapa ia harus pergi disaat malam sudah sangat larut, Jinki berjalan ke arah lampu dimana menyala, hanya dari arah dapur, dia menggerakkan kakinya untuk mencari tahu, siapa tahu Key masih berada didapur, namun tidak ada tanda keberadaannya sedikit pun, ia hanya melihat beberapa gelas berserakan di atas meja dan… wait, beer? sejak kapan ia suka mabuk ..

“Key… yeoboo…?”, ia mencoba memanggil lagi untuk mencari tahu apakah masih ada orang dirumah, mengingat saat ia masuk kedalam apartemennya pintu sudah tidak dikunci. Ia berjalan ke arah ruang TV, namun langkahnya terhenti seketika saat ia mendengar suara dari arah kamar. Dia menajamkan pendengarannya dengan mencoba berjalan ke arah kamar, ya… kamar mereka berdua. Ia menelan ludah saat ingin memutar knop pintu, darahnya berdesir dna jantungnya berdegup cepat ketika mendengar suara ..desahan dari balik pintu. Setelah bertengkar dengan pikirannya sendiri, perlahan ia membuka knop pintu. memicingkan matanya hatinya serasa ingin copot dan jantungnya berhenti saat itu juga, ia melihat 2 siluet bergumul diatas kasur,dan…

“Key…”, bisiknya menahan amarah, dua sosok itu menoleh dan seseorang yang berada di atas tubuh Key, kekasihnya terkejut dan terjatuh dari atas kasur hingga kepalanya terbentur ke lantai, dan …Key yang sedang terbaring lemah diatas kasur karena aktivitas yang ia lakukan berusaha mengendalikan rasa paniknya dengan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya yang terbuka.

“J-Jinki…k-kau …”, dia berusaha berdiri namun akhirnya ia terjatuh karena tidak tahan dengan rasa sakit di pinggangnya, dengan sigap pria yang jatuh tadi menangkap tubuhnya dan memeluk nya, membuat darah amarah Jinki mendesir hebat. Jinki tidak bicara apapun, dia hanya terdiam dan menatap kosong mata Key …

“J-jinki…”, kali ini Key sudah menangis dan berusaha menghampiri Jinki dengan menepis tangan pria itu.

“Jangan. sentuh. aku!”, perintah Jinki dengan mendesis kesal dan menatap Key tajam, Key yang baru saja ingin menyentuh tangan Jinki mengurungkan niatnya dan memundurkan sedikit jarak diantara mereka. Jinki terus menatap Key dengan sangar namun tidak berkata apapun, ia melirik ke arah pria yang sudah memakai pakaiannya dan kembali menatap Key.

“Its over Key! kita putus!”, hanya itu yang dapat ia katakan dengan dingin, hatinya hancur berkeping-keping, saat ia melirik sinis terakhir kalinya ke arah pria itu dan Key kemudian hendak keluar dari kamar itu tangannya ditahan oleh tangan kecil Key.

“P-Please J-Jinki…a-ak…” Namun sebelum Key selesai bicara, tangannya telah ditepis dengan keras dan Jinki mendesis kesal menatapnya tajam seakan mengatakan Dont-touch-me.

“Bye.”, hanya itu yang dikatakan nya, dan kemudian tanpa bisa dicegah ia sudah pergi meninggalkan Key yang berusaha mengejarnya dibelakangnya dan tidak perduli hanya menggunakan selimut yang menutupi tubuhnya.

“Jinki!!! Jinki… jangan pergi….JINKI!!!”, teriak Key terus berlari mengejar Jinki yang semakin menjauh.

==

“Key…Key….hei…Key….”

“JINKI!”, Key membuka matanya dan menatap langit-langit yang kosong, air mata mengalir di pipinya dan sekujur tubuhnya penuh dengan peluh. Ia berusaha mengingat semuanya, mimpi …hanya mimpi… mimpi yang sama, selama 2 tahun dan sering terjadi… smeua penyesalan dan kesalahan yang ia lakukan dimasa lalu, dan itu semua karena perbuatannya terhadap Jinki.

“Key… kau baik-baik saja?”, Key terkejut, ia tersadar dari lamunannya, ia menoleh kesosok disampingnya yang sedang menyentuh bahunya dengan lembut untuk membuatnya sadar.

“D-dongwoon?a-apa yang….”, Key berusaha mengingat kenapa ada Dongwoon di hadapannya dan kenapa ia bisa berada di… wait, ini bukan kamarnya dan ini adalah…

“Kau pingsan setelah kau menangis semalam, aku tidak tahu ada apa? aku menemukanmu berteriak dan menangis …”, katanya, Key mencoba mengingat lagi, ia memang memeluk seseorang saat itu, dan ia tidak tahu bahwa itu Dongwoon.

“M-maaf … aku merepotkanmu…”, kata Key berusaha mengontrol emosinya, ia duduk diatas ranjang dan menarik nafas untuk menenangkan hatinya, jadi semuanya benar terjadi… dan Jinki, dia.. tidak kembali padaku, dia meninggalkanku, dia tidak lagi mau melihat ku bahkan perduli padaku.

“Apa… kau barusan bermimpi hal yang sama..?”, tanya Dongwoon pelan, Key menoleh ia melihat Dongwoon dengan gelisah sebelum mengangguk pasrah.

“Aku.. kemarin, saat kau menemukanku, aku… baru saja bertemu dan bicara dengannya…”, jawab Key miris dan ingin menangis lagi ketika ia mengingat ekspresi dingin Jinki untuknya. Dongwoon tampak gelisah juga setelah ia bisa menerka siapa ‘dia’ yang di maksud oleh Key.

“Maaf Key … ini semua karena aku … kau dan Jinki…”, Key mendongak terkejut.

“Tidak…tidak.. ini bukan salahmu, ini tidak pernah menjadi salah mu …”, potong Key cepat. “Ini bukan salah mu … aku.. aku yang salah, karena aku telah memanfaatkanmu, dan aku pula yang telah membuatnya pergi dari ku …a-aku yang telah mencuranginya..aku yang—“, Key tidak bisa lagi meneruskan kata-katanya, ia menangis dengan keras, Dongwoon dengan sigap merengkuh tubuh Key yang bergetar dengan hebat karena menahan semua beban yang ada, dia tidak bisa melihat teman terbaiknya menjadi sangat lemah dan juga frustasi karena perbuatan mereka dimasa lampau, dan membuat mereka menyesalinya… Dongwoon mengusap punggung Key untuk menenangkannya, namun tangisnya terus terdengar semakin memiriskan hati.

“Maaf Key…maaf…”, kata Dongwoon, Key hanya menggeleng dan berusaha untuk mengatakan bahwa jangan minta maaf padaku. Dongwoon merasa hatinya semakin tidak tenang, ia tahu ini akan terjadi ketika ia melihat saat itu Key bertemu ‘lagi’ untuk sekian lama dengan Jinki … pria yang merupakan kekasihnya dahulu dan pergi meninggalkannya karena… Key selingkuh oleh…dirinya. Ia tidak bisa membiarkan temannya sedih dan menanggung deritanya sendirian, ini sepenuhnya juga karena salahnya, ia … telah melakukan hal ‘itu’ dengan Key disaat Jinki pergi untuk kuliah di Jepang dan Key merasa kesepian akan ketidak hadiran Jinki dalam hidupnya, sampai saat itu tiba dan semuanya terbongkar…

“A-apa yang harus kulakukan…aku masih mencintainya… aku masih mencintainya…Jinki…Jinki…”, Key bergumam dalam tangisnya, Dongwoon tahu sisi lemah Key, dia bukanlah tipe orang yang lemah, namun ia tahu betapa berat penyesalan yang temannya tanggung, dia tidak berkata apapun, dia hanya terus merengkuh tubuh Key dengan erat.

“Semua akan baik-baik saja… semua akan kembali… aku janji…”, hanya itu yang dapat ia katakan untuk temannya Key, dia menyayangi Key, mencintainya, namun dalam arti sebagai sahabat … dan tidak lebih, dia berjanji, dia akan membantu Key untuk kembali pada Jinki, ia tahu … Jinki pun masih mencintai temannya ini.

===

Taemin keluar dari club, jam ditangannya sudah menunjukkan pukul 2 malam, ini semua karena Jinki entah pergi kemana jadi ia harus menggantikan tugasnya untuk mengontrol club, well… mereka kakak beradik sekaligus pemilik club itu, dan setidaknya sebelum menyerahkan pada orang lain untuk mengontrol lebih lanjut mereka harus selalu mengecek apakah semua berjalan dengan baik dan customer tidak kecewa dengan pelayanan yang ada, dia berjalan keluar dengan merapatkan hoodienya dikepala, setidaknya ia harus berjalan beberapa meter untuk menemukan taxi, lagi ia mengutuk Jinki yang kali ini entah pergi kemana sejak kemarin, bahkan di pagi hari nya ia tidak pulang kerumah, jika nanti ia pulang ia harus bertanggung jawab karena mengkorup waktu adiknya sendiri yang masih harus konsen ke sekolah dan juga latihan dance nya.

Taemin terus berjalan dan menggerakkan kakinya semakin cepat, ia bukanlah orang yang punya indar ke enam, namun ia cukup orang yang peka terhadap sesuatu yang akan terjadi padanya. Dia menarik nafas kesal, ia tahu siapa yang sedang mengikutinya lagi kali ini, ini pasti…
“Yah,Jonghyun, berhenti mengik—“, BUKK!!! sebelum ia dapat bicara, sesuatu telah memukul bagian tengkuknya dan samar-samar ia dapat melihat seorang pria berdiri di depannya kemudian ia jatuh pingsan.

==

Minho menyusuri gedung sekolah dengan tas sport dibahunya dan memegang bola basket ditangan yang lainnya, ia mengitari pandangannya ke setiap sudut sekolah, hari ini ia tidak menemukan bahkan melihat keberadaan Taemin, tidak dikelas, tidak di manapun… ia seperti menghilang, ia juga tidak mau bertanya pada Jonghyun, tidak dengan apa yang ia katakan saat itu, mungkin Jonghyun tahu sesuatu, dan ia tahu dimana Taemin … secara ia adalah, pacarnya , dan entah mengapa Minho selalu merasa resah jika mengingat hal itu, namun pikiran dan hatinya tidak sejalan dengan apa yang akan ia lakukan sekarang. Ia sudah berdiri didepan kelas, kelas dimana ia dapat melihat dengan jelas Jonghyun sedang duduk dan bicara dengan teman-temannya yang lain, ia menelan ludah dan kemudian masuk kedalam kelas menghampiri dimana Jonghyun duduk dan berbicara dengan yang lain.

“Hai,Minho! kemari!”, Jonghyun yang menyadari keberadaannya memanggilnya, Minho tersenyum dan membungkuk pada yang lain untuk menyapa dan kemudian menghampiri Jonghyun.

“Yo,whats up, Alien?”, tanya Jonghyun lagi, Minho memutar bola matanya, ia kesal dipanggil seperti itu, jika tidak mengingat ada beberapa temannya, dia akan dengan mudah menjitak kepala Hyungnya, tidak perduli walau ia adalah sunbae nya.

“Ng… kau tahu di mana Taemin?”, tanya Minho akhirnya, Jonghyun mengerutkan alisnya dan senyumnya menghilang berganti dengan tatapan curiga, buat apa Minho mencari Taemin? dan kenapa tiba-tiba? seorang Choi Minho yang Mr. Oh-so-perfect-and-he-is-a-flaming-ice-prince mencari seorang Lee Taemin?

“Mau apa kau dengan pacarku?”, tanya Jonghyun menyindir, membuat teman-teman yang lain terkesiap dan berusaha mencari kebenaran dari ucapan Jonghyun, namun ia terlalu sibuk untuk memperhatikan ekspresi Minho untuk mencari tahu dan menebak kenapa ia mencari Taemin?

“Aku ada project dengannya, dan.. aku membutuhkannya untuk membicarakannya dan juga menyelesaikannya Hyung…kau tahu dimana dia?”, Minho bertindak sewajar mungkin menutupi kebohongannya, dia masih ingin mencari tahu, apakah benar Taemin dan Taecyeon adalah orang yang sama?. Jonghyun menarik nafas dan mengajak Minho keluar dari kelas.

“Telponnya tidak aktif.”, kata Jonghyun mengangkat bahunya, ia tidak bohong bahwa ia juga baru saja seharian mencari Taemin, karena dari semalam ia tidak bisa dihubungi, ia tidak bisa bertanya pada Key karena Key tidak masuk sekolah dan juga dia tidak bisa mengorek info kemana Taemin a.k.a Taecyeon padanya, dan tidak juga harus bertanya dengan Minho karena ia tidak mau bertanya dengan rival satu-satunya.

“Kau yakin? bisa hubungi dia lagi?”, tanya Minho , kali ini Jonghyun menatapnya sinis dan mencibir.

“Sudah kucoba berkali-kali, namun tidak aktif, lagi pula sepenting apa projectnya? kau bisa memberikan pesan padaku, nanti aku sampaikan.”, jelas Jonghyun cuek sambil menekan nomer yang sama, namun tetap tidak ada jawaban, ia tidak berbohong bahwa ia juga khawatir.

“Tidak usah Hyung … nanti saja.”, kata Minho dan kemudian ia berpamitan.
“Minho tunggu!”, panggil Jonghyun membuatnya menoleh, Jonghyun berdiam sebentar menatap kearah lain.

“Aku harap kau perlakukan Taemin dengan baik, dia pacarku, jika terjadi sesuatu padanya karena mu, aku yang akan menghabisi mu duluan!”, katanya tegas, Minho mengangkat alisnya, ia tidak mengerti kenapa Jonghyun  berkata seperti itu? kenapa ia harus menyakitinya? ia hanya ingin mencari tahu saja siapa Taemin sebenarnya, ia tidak berkata apapun, hanya mengangguk dan pergi dari hadapan Jonghyun.

“Aish~.. kemana kau Taemin…”, desis Jonghyun panik, kali ini ia mengambil ponselnya lagi dan mencoba menghubungi Taemin, namun nada sibuk terus terngiang.

===

Keadaan terasa gelap, Taemin mencoba membuka matanya, namun tidak bisa, matanya terpejam dengan rapat, ia menyadari bahwa sekarang ia dalam ke adaan mata tertutup, ia mencoba bergerak namun percuma, tangannya terikat, ia mulai panik, kenapa tangannya terikat dan kenapa pula sekarang semua terasa gelap? kemudian ia teringat sesuatu, dia sedang berjalan malam itu, dan sekarang … dia tidak tahu dimana? seseorang telah menyekapnya sekarang … jantungnya berdegup cepat, ia bangkit terududuk.

“Well…well… my princess sudah bangun rupanya?”, Taemin terkejut , ia mencoba mendengar suara siapa itu.
“SIAPA KAU?!”, teriaknya kesal, namun ia tidak bisa mendengar apapun, hanya langkah kaki yang mendekat dan ia merasakan seseorang berdiri didepannya.

“Auww… my princess selalu saja marah-marah, dan tetap …sexy?”, katanya berbisik ditelinga Taemin dan kemudian mencium lehernya.
“YAH! HENTIKAN! SIAPA KAU?!!!”, Taemin mencoba menjauhkan tubuhnya namun percuma, ia terbentur tembok di belakangnya, dan ia tidak bisa menendang orang didepannya dengan kaki terikat dan tangan terikat dengan kencang dibelakang punggungnya.

“Ssshhh… jangan berisik, aku tidak akan menyakitimu jika kau menuruti apa yang ku mau…”, kali ini suara itu lebih terdengar dengan jelas, dan nafasnya berhembus di wajah Taemin, ia tahu apa yang akan dilakukan orang ini selanjutnya, Taemin meludahi orang itu tanpa ia tahu kemana ludahnya mendarat.
“YAH! YOU BITCH!!!”, teriaknya kali ini dengan mencengkram wajah Taemin, Taemin mengerutkan alisnya merasakan sakit di kedua pipinya, karena jari-jari itu mencengkramnya dengan kuat.

“Tae… kau benar-benar son of a BITCH you know that? aku sudah pernah bilang …kau akan menyesal Tae…”, katanya kali ini telah mengangkat baju Taemin sehingga sebatas lehernya, Taemin terkesiap,apa yang akan dilakukan oleh orang ini kali ini? ia mulai panik dan takut.
“Hentikan!!!”, teriak Taemin panik, namun pria itu terus sekarang telah memaksa Taemin untuk menciumnya, dia mulai melucuti semua baju Taemin satu persatu, air mata mulai mengalir di mata Taemin, tangannya sakit karena ia berusaha untuk keluar dari ikatan tangannya, kemudian sesuatu telah melingkar di mulutnya, orang itu telah mengikat mulutnya dengan sebuah kain, Taemin tidak bisa melakukan apapun semakin lama ia merasakan pria didepannya menjelajahi setiap bagian tubuhnya, ia terus menangis menahan takut dan juga setiap sentuhan yang dilakukan pria itu.

“God Tae … aku tahu kau sangat hot dan sexy… ini lah alasan kenapa aku selalu menyukaimu dan ingin memilikimu…”, katanya berbisik kali ini memasukkan membernya kerongga senggama Taemin tanpa memberikan persiapan untuknya, Taemin mengerang dengan kencang, air matanya mengalir dengan deras, sakit… tubuhnya terasa sakit, ia tidak bisa menahan rasa sakit yang ditimbulkan, tanpa memperdulikan keadaan Taemin pria itu memperlakukan Taemin dengan kasar, terus memajukan badannya maju dan mundur berkali-kali membuat Taemin merasa tidak tahan lagi, ia terus menangis, siapapun tolong aku… kenapa harus begini? siapa orang ini? Minho… tolong… Minho…, Taemin terus berpikir dan menggumamkan nama Minho, ia membayangkan Minho, wajahnya, senyumnya, dan juga sikap pendiamnya, ia menyesal, setidaknya seharusnya ia jujur padanya bahwa siapa sebenarnya, namun setelah semua ini… ia yakin, Minho tidak akan mau lagi kenal dengannya, ia kotor … dulu ia menolaknya karena Taemin tidak cukup baik untuknya, dan sekarang … lebih.

“God~… you so tight Tae…”, erang pria itu terus menghujam Taemin dengan kasar, membuat tubuh kecilnya melemas, ia tidak bisa lagi merasakan sakit, ia tidak memungkiri kenikmatan yang ia rasakan sekarang, namun ia tidak bisa berbuat apapun, semuanya percuma, usaha untuknya lepas dari ikatan membuatnya lelah.

“Aaaarrrrghhhhh…”, erang pria itu mencapai klimaksnya, dan kemudian tubuh Taemin menegang hebat menyusul klimaks pria itu.

“Good Boy Tae…”, sentuh pria itu mencium bibir Taemin, kemudian melepas ikatan tangan, kaki, mulut , dan mata Taemin. Perlahan Taemin membuka matanya yang basah dengan air mata, dengan nanar ia melihat sosok didepannya yang sedang memakai pakaiannya, ia tidak mampu berdiri, tubuhnya terasa sakit semua, ia tidak makan sedikit pun dari kemarin jika ia ingat, dan ia rasa hari ini sudah hari kedua.

“Thanks Tae…”, kata pria itu berbalik menghadap ke arah Taemin, setelah memicingkan matanya, ia terkejut dan sangat kaget, dia…
“H-hansung?” gumam Taemin, ia ingat siapa orang ini, ia telah menolaknya saat itu, saat dimana pertama kali ia bertemu Minho di club dan berpura-pura bahwa ia pacaran dengannya, ia tidak menyangka, Hansung temannya sedari kecil berbuat seperti ini padanya dikarenakan ia menolak perasaannya.

Pria itu mendekat dan membelai wajah Taemin dengan lembut, Taemin menepis tangan nya dengan kasar dan menatapnya dengan geram searaya bangkit dari tidurnya, namun percuma, ketika ia ingin meninju wajah nya ia tidak lagi mempunyai cukup tenaga untuk melakukannya, tubuhnya sakit semua dan terasa hampa, air mata mengalir di pipinya, ia kecewa..

“Kenapa…”, gumamnya. “KENAPA KAU MELAKUKAN INI? KITA TEMAN KAN?!!!”, teriak Taemin histeris melempar segala yang ada di sampingnya pada pria itu , namun hanya terdapat bantal dan tidak ada apapun disana yang membuat pria itu dengan mudah menghindar. Pria itu berdecak dan menatap Taemin dingin, kemudian ia berjalan ke arah meja yang tidak jauh dari tempat dimana Taemin berbaring, mata Taemin membulat dengan lebar, ia melihat Hansung mengambil sebuah HDcame dan menekan tombol OFF, kemudian berpaling ke arah Taemin yang shock dan tahu apa yang terjadi.

“Teman? aku rasa tidak…”, katanya sinis. “Dan…terima kasih atas pertunjukkan nya? aku sudah merekamnya sebagai kenang-kenangan.. dan siap untuk dikirim ke pacar mu tersayang…”, katanya lagi, Taemin tidak bisa berkata apa-apa lagi, dia telah diperkosa dan terlebih dengan temannya sendiri, dan sekarang ia tahu ia menjadi bahan objek kepuasannya semata, badannya bergetar hebat, tangisnya pecah, pria itu tersenyum menang dan kemudian melemparkan baju Taemin yang berserakan dilantai pada Taemin yang terpaku di atas kasur dengan tangis.

“Oke, sampai jumpa Tae… “, katanya dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Taemin sendirian, ia memeluk tubuhnya sendiri berbentuk bola, tubuhnya bergetar hebat , ia takut… sangat takut…

“M-Minho…”, bisiknya pelan.

===

Kali ini ia tidak punya cara lain, ia harus bertemu dengan Taemin untuk memastikan siapa yang benar dan siapa yang salah, Minho tidak tahu kenapa tiba-toba ia lebih concern pada Taemin kali ini? penasarankah? ya… sedikit demi sedikit perasaan itu muncul,perasaan bahwa ia peduli dan merindukan sosok yang selalu ada didekatnya meski mengacuhkannya sekali pun, dan ia tidak tahu kenapa?

Ia menginjakkan kakinya ke dalam club yang lumayan ramai, ia mencoba mencari tanda-tanda keberadaan sosok Taecyeon yang sangat familiar, membutuhkan waktu yang cukup lama baginya jika mencari dimana anak itu berada. Ia mencoba bertanya pada satu pengunjung ke pengunjung lain, diantara mereka mengenal Taecyeon dan ada pula yang bingung, akhirnya untuk lebih cepatnya ia mendekat ke arah bartender dan memesan minuman ringan untuknya sekedar basa-basi untuk bertanya sesuatu pada bartender disana.

“Ng… can ask you something bro?”, tanya Minho. Bartender yang cukup ia tahu namanya , Changmin itu tersenyum dan berdiri tapat didepan Minho sambil tangannya bermain dengan botol shaker.

“What is it, Minho?”,

“Hmm… kau tahu kemana Taecyeon? apa dia kesini malam ini? aku tidak bisa menghubunginya akhir-akhir ini…”, kata Minho, Changmin mengerutkan alisnya.
“Taecyeon? maksudmu …? aku tidak mengerti…?”, tanya nya balik, Minho memutar bola matanya bosan.

“Iya Taecyeon… kau lupa? beberapa minggu lalu aku kesini, dan aku berbincang dengan seorang anak laki=laki dengan rambut ikal kecoklatan dan matanya biru, kau ingatkan? dia Taecyeon…”, kata Minho menjelaskan. Changmin berpikir sejenak dan kemudian beberapa detik kemudian mulutnya berbentuk ‘O’ membuat Minho semangat mendengar apa yang akan keluar dari mulut bartender itu, semoga berita baik.

“Apa yang kau maksud itu Taemin?”, tanya nya tersenyum, Minho menganga… Taemin? baru saja ia mendengar nama itu? TAEMIN?
“Maksudmu… dia bukan Taemin, dia …Taecyeon…”, jelas Minho, padahal dia sudah dengar dengan jelas bahwa Taemin adalah Taecyeon, namun ia masih tidak percaya, akhirnya Changmin pergi sebentar dan kemudian ia kembali dari sebuah rungan dan membawa sebuah bookscrap dan menyerahkannya pada Minho. Minho dapat melihta ada dua orang yang berdiri tersenyum daling merangkul satu sama lain dan tersenyum lebar, yang satunya tersenyum dengan mata yang hampir sipit dan menjadi satu, dan yang lainnya… itu…

“Ini Lee Jinki dan ini Lee Taemin, mereka boss ku, pemilik club ini, dan mereka bersaudara, jika yang kau maksud adalah dia, itu yang bernama Taemin.. dan bukan Taecyeon… ” jelasnya secara bergantian menunjuk orang yang ia sebut sesuai dengan yang ada digambar, dan Taemin yang ada digambar itu membuat mata Minho terbelalak, Taemin yang digambar bukanlah Taecyeon yang ia kenal, tapi … taecyeon dengan wajah yang sama dengan gaya lain, gaya Lee Taemin , temannya yang selama ini selalu cuek padanya.

“Ada apa mencari adik ku?”, Minho menoleh kesumber suara yang datang tiba-tiba, ia terkejut, karena pria yang dikatakan bernama Lee Jinki di foto itu sekarang berdiri didepannya. Minho dengan sigap berdiri dan membungkuk padanya memberi salam, Jinki menanggapinya dengan tersenyum dan membungkuk balik.

“Ada perlu apa mencari adikku?”, tanyanya dengan tersenyum, Minho tersentuh dengan sikapnya, jika memang benar Taemin dan Taecyeon adalah orang yang sama, bagaimana bisa mereka mempunyai sifat yang berbeda? yang satu cuek dan terkesan dingin, dan yang satunya ramah dan menyenangkan seperti pria didepannya ini.

“Ng… aku mencari Taecyeon, tapi… dia bilang kalau yang bersamaku waktu itu adalah Taemin dan bukan Taecyeon, aku sengaja datang kesini untuk mencarinya…”, bohong, dia berbohong, alasannya kesitu adalah untuk membuktikan dan mencari tahu siapa Taemin dan siapa Taecyeon.

Jinki hanya tersenyum dan kemudian ia mengajak Minho untuk bicara di tempat yang lebih tenang dan tidka bising, Minho mengangguk setuju dengan sarannya dan mengikutinya berjalan dibelakangnya.

“Well.. jadi kau Choi Minho?”, tanya nya setelah mereka telah sampai disebuah lorong club itu. Minho mengerutkan alisnya, ia tidak ingat bahwa sudah menyebutkan namanya.
“Iya… bagaimana kau—“

Jinki terkekeh dan menatap Minho dengan tatapan lucu, mengingatkannya pada sosok Taecyeon. “Well, Minho. Aku rasa kau sudah bisa menduga siapa adikku … kau tidak akan bertemu dengan Taecyeon disini, karena memang tidak pernah ada yang bernama Taecyeon disini, dan Taecyeon yang kau kenal adalah orang yang sama yang telah kau kenal selama ini, Lee Taemin, dan dia adikku.”, kata Jinki, Minho tidak bisa membiarkan mulutnya menganga lebar, ia cukup terkejut, well… sebenarnya ia sudah menduga, tapi ia tidak tahu bahwa semua ini akan benar- adanya, dan ia tidak mengerti kenapa Taemin melakukan ini padanya, kenapa ia harus berpura-pura padanya?

“Kenapa…? kenapa dia berbohong padaku baik nama dan juga… sifatnya? mereka sangat bertolak belakang satu sama lain, jangan bercanda padaku.”, kata Minho maish keras kepala, ia hanya tidak bisa berpikir jernih, kenapa harus berbohong?. Jinki menarik nafas dan menepuk pundak Minho dan menatapnya dengan cemas.

“Hanya kau yang tahu jawabannya Minho… kau harus cari tahu sendiri kenapa dia lebih memilih bersikap seperti ini padamu, dan semua sandiwara yang ia lakukan didepanmu…”, hanya itu yang keluar dari mulutnya, Minho mengerutkan lagi alisnya, namun Jinki hendak pergi darinya dan tidak mau memperpanjang cerita.

“Tunggu!”, cegah Minho. Jinki berbalik dengan tersenyum. “Dimana Taecye..maksud ku Taemin…”, ketika mendengar itu wajah Jinki langsung berubah drastis dan tampak cemas, wajahnya panik, Minho tidak mengerti ada apa? tapi yang jelas, ada sesuatu…

“Ada apa? dimana dia,Hyung? aku ingin bertemu dengannya…”, jelas Minho meyakinkan bahwa ia tidak akan berlaku negatif pada dongsaengnya. Jinki menarik nafas dan menatap ke arah lain.

“Aku… aku tidak tahu, aku sedang mencoba mencarinya kemana-mana, dia… dia tidak pulang sejak kemarin…aku khawatir…”, kata Jinki dengan ekspresi galau.

“Apa maksudmu Hyung…?”, tanya Minho kali ini mulai khawatir. “OH! dia juga tidak disekolah hari ini!”, Minho baru sadar akan tidak adanya Taemin disekolah. Jinki mengerutkan alisnya. Namun Minho tidak bsia menunggu lama lagi, tidak ada cara lain, dia segera meminta nomer Hp Taemin dan pergi mencarinya, dan Jinki akan meminta bantuan yang lainnya untuk membantu mencari adiknya, dengan cepat Minho berlari ke luar  club dan mencoba menghubungi nomer Taemin terlebih dahulu.

Jinki menelan ludah, ia tidak bisa pergi dari club saat ini, dia harus sabar menunggu berita dari teman-temannya dan juga Minho, dia hanya melihat Minho berlari keluar club dengan cepat, dia tidak bisa menyembunyikan sedikit rasa senangnya karena ia tahu bahwa ternyata Minho kali ini perduli pada Taemin, setidaknya Taemin harus tahu bahwa Minho sekarang memperhatikannya …

“Kau… Lee Jinki?”,Jinki berbalik ketika seorang pria tinggi dengan rambut pirang berdiri didepannya, Jinki tidak pernah lupa dengan wajah yang satu ini, membuat darah dan juga emosinya berdesir.

“Mua apa kau?”, tanya Jinki dingin. Pria itu memajukan langkahnya sedikit dan menatap serius ke arah Jinki.

“Bisa kita bicara sebentar?”, tanyanya, Jinki diam saja dan menatapnya dingin.
“Tentang apa?”, tanya nya balik. Pria itu menarik nafas.

“Tentang Key.”, jawabnya, membuat lubang di hati Jinki terbuka lagi setelah mendengar nama itu dari mulut pria yangs angat ingin ia hajar dari dulu.

===

Setelah berhasil memakai bajunya, ia berhasil ke luar dari rumah, tidak… tepatnya gudang kosong yang kmuh di sekitar lorong yang gelap, Taemin berjalan dengan perlahan sambil sesekali merambat ditembok karena ia tidak kuat menopang tubuhnya yang terasa ngilu, perutnya sangat lapar, dan ia sangat lelah, setidaknya ia harus berjalan sedikit lagi, uang dan ponselnya hilang, ia tidka tahu apa yang telah dilakukan Hansung , tidak cukup kah badannya menjadi korban kepuasan seksualnya, dan sekarang ia harus menopang dirinya sendiri untuk mencari bantuan di tengah malam.

Taemin mencapai ujung jalan, jalanan di pertokoan kali ini sudah sangat sepi, hanya lampu jalan yang menyinari sekitar, ia menyenderkan tubuhnya di tiang listrik, ia menyentuh pantatnya yang masih terasa perih, ia sudah tidak sanggup lagi berjalan, matanya sayu dan ia sangat lapar.

“M-minho… Jinki…Key…”, dia bergumam nama-nama itu terus, berharap mereka bisa mempunyai telepati dan mendengar panggilan nya. Taemin menurunkan tubuhnya sehingga ia terduduk dilantai, namun semakin lama semakin tidak jelas pandangannya, semua terasa buyar dan badannya dingin…

“Minho…”, bisiknya lagi seraya mendekap tubuhnya di jalanan, ia hanya berharap ada seseorang menolongnya.

“min… Taemin..?”, sebuah suara yang berat terdengar di telinganya, ia tersenyum, apakah halusinasi atau telepati yang ia lakukan seenaknya itu berhasil? kenapa seakan ia mendengar suara Minho?

“TAEMIN! bangun! ini aku Minho!”, teriak seseorang, ia merasakan sebuah tangan yang hangat mendekap tubuhnya, pandangannya sudah tidak fokus, samar-samar ia melihat ke sosok yang berlutut tepat didepannya dan memeluk tubuh lemahnya.
“M-minho?”, tanya Taemin tidak percaya.

“Ya.. ini aku Minho, tenang .. aku ada disini sekarang…”, tangan lembut yang ia duga bahwa itu adalah tangan besar Minho membelai rambutnya dengan lembut. Perlahan ia mengangkat tangannya dan menarik kaos orang yang mengaku Minho didepannya.

“Syukurlah…kau datang…”, bisik Taemin sebelum ia merasakan lelah yang sangat dan tertidur, ia ingin tidur, ia lelah.

 

 

TBC~

Finally bsia update juga, maaf banget yang udah pada bosen sm FF saya… habis gara” author lagi sibuk” nya dan banyak banget deh yang gak bisa dikerjain, jadi harap maklum yah? jika ada Hiatus, maka akan sayan himbau kok🙂

Terima kasih buat yang udah baca, buat requestan FF nya harap ditunggu yah? saya masih mencari idenya nih, dan juga waktunya, semoga setelah semua cerita berseri aku selesaikan, maka aku akan membuatnya🙂

LEAVE COMMENT🙂

 

61 thoughts on “The other side of him part.6 of?

  1. Demi apa gue sebel sama hansung elah -_,,- pengacau banget ye wkwk udh bikin taemin udh ga virgin lagi (?) Hahha daebak thor ,,hwaithing!

  2. ih….
    Aku jadi melow baca ini…
    Hiks… Hiks….

    Sedih….
    Taem, kau jangan takut okay….
    Kekekeke…
    Lanjut….

  3. Ugyaaaaa
    Minho udah tauuuuu
    Hansung itu siapaaaa? Jahat banget sih TT
    Ini makin complicated!
    Jinki. Kau harus kembali dengan key.
    Minho. Harus mendapatkan taec…. Ani. Taemin!
    Jjong. Jangan ganggu 2minnnnn. Sama jino aja gih. Atau ngga sama aku/???

  4. uugghhh ini… huft jinja!! BAJINGAN, ANJING, KEPARAT KAU HANSUNG!!! ARRRRGGGGHHH
    knp hrs bgni, knp Taeby mnglami iniT.T

  5. Haaah kenapa jadi terharu pas taemin di gituin, ya ampun tega bener itu temen,,, trus minho dateng pulaaa,,, semoga cepet terselaisaikan,,,

  6. Jahat bgt si hansung tu ama taem! Jinki kau slah paham ama key! Haha minho udah mulai suka ama taem!

  7. yah! hansung kurang ajar banget! gag terima banget kalau dia di tolak ma taemin, pake’ acara balas dendam lagi…
    akhirnya minho tau juga penyamaran taemin… moga makin cepet 2min bersatu

  8. bajingan bgt si hansung.. udah nodain anak orang. masih juga dibilang son of b*tch…
    pengen saya cakar itu mukanya.

    dongwoon psti mau ngelurusin masalah jaman dulu😀

    ahh.. demi apa adegan terakhir manis bgt.
    daebak

  9. Hansung anjiiiiiiiiir u_______u pengen tabooook baby taemin diperkaoooos nya ;_; aku benci sama kamuuuuuh /tabok sampai mati/

  10. gosh keystupidkitty…

    seindah jinki,dihianati.. ck jinja..

    sialan tae malah diperkosa! teman macam apa!!

  11. huks huks awal cerita yg bikin emosi bgt.. key tega amat ke jinki ya? syedih bacanya.. pantesan aja jinki marah sama key. pacarnya bergumul sama namja lain.. astaga
    bener” jleb banget nih onkey..

    itu hansung siapa dah?? maen maksa” taemin aja.. yak ampun, kasian taemin.
    yey, bang menong udah tau semuanya.. lalu what next? apa 2min bakal bersatu?? lalu jjong?? onkey??

  12. pantes jinki sikapnya kek gitu ke key dan wajarlah kalok jinki sedingin itu kekey, dan akhirnya minho sadar kalok dia butuh taemin tapi telat taeminnya udah keburu dicukik oramg dan untungnya minho bisa ketemu taemein

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s