The other side of him part.7 of?


Foreword:

Hai, kekekek~ … aku sudah datang lagi, btw… aku kan gak bilang mau hiatus, tapi akan… jadi gak tahu juga sih, pasti bakal ada konfirmasi dari ku sih🙂. Makasih yah udah pada doain aku sukses disegala bidang, mulai dari kuliah dan nulis FF ini… tanpa dukungan kalian gak bakal bisa apa-apa*huggs TT^TT

Btw, HANSUNG itu bukan CHANSUNG!!! aku nggak mau bikin itu jadi chansung, kenapa? aku nge fans sama dia, gak tega banget bikin dia jd jahat kayak gitu iyhhhh… itu cuma tokoh fiktif dari aku aja, cuma selingan juga gak penting, hush hush…

Gimana, pada sedih yah aku bikin Lee brother pada disakitin semua, biar pada lega, gue kasih jaminan ini bakal happy ending, tapi… tergantung mood gue jg sih, kekekeke~ bisa jadi Onkey gak jadi lagi*ditimpuk Onkey ninja! hahahahaha

Oke, sekian foreword dari saya.

Leave a comment if ya likey🙂

DAN BUAT SILENT READER, AYO GABUNG DONG🙂

by: Sanniiew

.

.

Minho tidak tahu apa yang terjadi, dia hanya mengikuti instingnya, ia merasa harus pergi ke tempat dimana sekarang ia berada, ia juga tidak tahu apa yang membawanya pergi ke tempat yang lumayan sepi dari keramaian, dan disitu, ia berlutut sambil tangannya menopang tubuh kecil Taemin ditangannya yang jatuh terkulai dengan lemas, ia panik, ia tidak tahu apa yang terjadi, tubuh kecilnya terkulai lemas, wajahnya pucat, dan … hatinya tercekat ketika ia melihat hickey di bagian leher dan juga dadanya, darahnya berdesir hebat, ada apa sebenarnya, tanpa banyak berpikir lagi, ia mengangkat tubuh kecilnya dengan bridal style dan berjalan ke ujung jalan untuk menemukan taxi dan membawanya ke tempat yang nyaman terlebih dahulu, setidaknya membersihkan tubuhnya dari debu dan mengganti pakaiannya dengan yang lebih bersih.

>>skip<<

Minho masuk ke  kamarnya setelah dibantu oleh ibunya yang juga ikut terkejut apa yang terjadi ketika anak satu-satunya pulang membawa seseorang di tangannya. Ia tidak banyak bicara dan meletakkan tubuh kecil Taemin ke atas kasurnya yang besar.

“Siapa dia,Minho? apa yang terjadi?”, tanya ummanya, Minho menarik nafas dan duduk disebelah Taemin yang terlelap, ia membelai rambutnya dengan lembut.
“Dia Taemin umma… dia temanku, aku menemukannya pingsan dijalan, aku tidak tahu apa yang terjadi, beberapa jam yang lalu aku membantu kakaknya mencarinya, kemudian.. aku telah menemukannya di jalan …”, Minho berkata sangat pelan takut akan membangunkan Taemin, ia tidak bisa mengerti apa yang sebenarnya terjadi.

“Baiklah, setidaknya kau harus bersihkan tubuhnya dulu, umma akan siapkan sesuatu yang hangat untuk mu dan untuknya jika dia terbangun, kau juga harus istirahat, ini sudah pukul 1 dini hari.”, kata ummanya, Minho menoleh dan mengangguk mengerti.

“Makasih umma…”, kata Minho tersenyum, dan kemudian kembali menatap sosok Taemin yang terbaring nyaman di kasurnya, dia memperhatikan sosok itu dengan seksama, entah mengapa ia ingin sekali memeluknya, ia tidak tahu sejak kapan perasaan itu muncul, dan ada apa dengannya saat ini?

“A–ahhh… j-jangann…kumohon…”, Minho terkejut dan mendekat ke arah Taemin, matanya terpejam kuat namun ia mengigau dan air mata keluar dari matanya, Minho mulai panik, ia membelai wajah Taemin dengan lembut dan berbisik.

“Taemin… hei… gwencana? Taemin… sadarlah…”, Minho berusaha membangunkannya, namun Taemin terus meracau tidak jelas dan panik, kepalanya menoleh ke arah yang berbeda, ia mendapat mimpi buruk.

“Taemin! Taemin… bangunlah!”, kali ini Minho harus mengguncang bahunya agar ia tersadar dari mimpi buruknya, SNAP! Taemin tiba-tiba membuka matanya, tatapannya kosong dan matanya terus mengeluarkan air mata yang tidak berhenti mengalir.

“Taemin..?”, Minho menyentuh pundaknya lagi, Taemin menoleh dengan ragu-ragu, ia terdiam dan menatap Minho dengan tatapan kosong.
“Tae—-” sebelum Minho dapat bicara lagi, Taemin telah bangkit dari tidurnya dan memeluk Minho erat, ia melingkarkan tangannya ke leher Minho membuat Minho susah bernafas, namun Minho tidak bisa mencegahnya, karena Taemin kali ini menangis dengan keras di bahunya, ia membenamkan kepalanya dalam-dalam sehingga Minho bisa merasakan bahwa lehernya basah oleh air mata Taemin, Minho tidak bisa menolong apapun selain ia membiarkan Taemin memeluknya, ia balik memeluk tubuhnya dengan erat, seakan tidak akan mau pernah melepaskan pelukannya dan menghilangkan kehangatan yang tertransfer dengan baik dari suhu tubuh mereka, Minho tidak berkata apapun, ia hanya membelai punggung Taemin dengan lembut untuk membuatnya tenang.

Perlahan Taemin merenggangkan pelukannya dan hanya terdengar isakan kecil dari nya, Minho tahu ia sudah sedikit tenang, perlahan ia melepas pelukannya dan mengatup kedua pipi Taemin dengan tangannya, ia menatap kedua mata nya yang basah dengan air mata, namun tatapan itu kosong , seakan tidak ada tanda keberadaan raga di matanya.

“Taemin…”, panggil Minho lembut, tubuh kecilnya bergerak sedikit.
“M-minho…?”, katanya serak, Minho tersenyum menghapus air mata Taemin dari pipinya.

“Gwencana? itu hanya mimpi, aku ada disini…”, kata Minho pelan, Taemin hanya terdiam dan masih terpaku, ia tidak mengerti kenapa sosok nya menjadi sangat kaku dan juga seperti tidak ada nyawa yang tertinggal.

“Minho?”, Minho menoleh, ummanya masuk ke dalam kamar dan menghampiri mereka berdua sambil membawa senampan teh madu dan bubur.

“Berikan ini padanya…”, kata ummanya dan menghampiri sosok Taemin yang masih terdiam dengan tatapan kosong, ummanya mencoba bertanya pada Minho dengan tatapan matanya yang ia tujukan pada Minho, namun ia hanya bisa mengangkat bahu dan menarik nafasnya, ia juga tidak tahu apa yang terjadi.

“Taemin … ini umma Minho, kau baik-baik saja? aku buatkan bubur… dimakan yah? nanti kau bisa istirahat lagi…”, Minho berdiri dan membiarkan ummanya duduk di samping Taemin, Taemin tidak berkata apapun, namun umma Minho merengkuh tubuhnya dan membelai punggung Taemin dengan lembut sambil berbisik. “Tenang lah … kau akan baik-baik saja, masih ada kami disini…tenang yah…?”, hanya itu yang ia katakan, Taemin tidak merespon apapun , membuat Minho semakin cemas melihat perilaku Taemin.

Kemudian Umma Minho menyuapi Taemin bubur itu, Taemin hanya menurut dan tidak perotes apapun, setidaknya membuat Minho tenang, sementara ia menyiapkan baju yang cukup untuk menggantikan baju Taemin yang kotor. Setelah semua makanan yang ia makan habis, umma Minho keluar dan meminta Minho untuk segera mengganti pakaian Taemin dengan yang bersih, Minho mengangguk dan menghampiri Taemin yang sedang berbaring membelakanginya dengan memeluk dengkul nya sendiri seperti melindunginya dair sesuatu.

“Taemin … bangunlah, kau harus ganti baju kotor mu dengan yang lebih bersih, kau bisa gunakan baju ku.”, kata Minho pelan, namun tidak digubris oleh Taemin, Minho menarik nafas dan duduk di kasurnya menatap punggung Taemin.

“Tae—“, sreek… Taemin bergeser menjauh dari jangkauan tangan Minho yang mencoba menyentuh punggungnya. Minho merasa kecewa awalnya, namun ia mengerti dan membiarkan Taemin seperti itu.

“Baiklah, aku akan tidur di ruang tamu.. aku taruh baju mu disini, gantilah sebelum kau tidur yah?”, kata Minho lembut dan menaruh bajunya di atas kasur.
“Selamat malam,Tae..”, katanya lagi sebelum ia berbalik untuk keluar kamar.

“…tay…”, Minho berbalik ketika mendengar Taemin berkata sesuatu. Perlahan Taemin membalikkan tubuhnya namun matanya terpejam dan tangannya mencengkram selimut menutupi tubuhnya.
“Apa Tae?”, tanya Minho kali ini.

“S-stay… stay with me…” gumam Taemin, Minho terkejut namun ia kemudian tersenyum dan duduk di kursi santai yang tidak jauh dari kasurnya berada.
“Aku akan disini  …”, kata Minho , ia dapat melihat Taemin mengangguk pelan dari balik selimut yang menutupi tubuhnya, namun ia tidak mau berganti pakaian dan memilih untuk tidur. Minho tidak bisa mencegahnya, matanya terus menatap sosok Taemin yang sedang bernafas dengan teratur , ia tidak tahu harus berbuat apa ketika ia berada di dekatnya, semua terasa kaku dan canggung, ia merasa hilang kendali jika Taemin berada di sekitarnya, seperti dipermainkan, ia bisa merasakan nyaman sekaligus cemas dan juga canggung.. ia tidak mengerti ada apa? yang pasti… dia tahu satu hal, dia ingin melindunginya, ia menyayanginya, entah sejak kapan.

.

.

“Apa yang mau kau bicarakan lagi tentangnya?”, tanpa basa-basi Jinki langsung memborbardir pria didepannya.

Pria itu menarik nafas dan memainkan sendok di dalam gelas kopinya, “Aku minta maaf …”, Jinki hanya diam dan menatap ke luar jendela.
“…untuk?”, tanyanya.

“Untuk semuanya… semua yang kulakukan di masa lalu, dan … juga tentang Key…”, kata nya lagi, kali ini Jinki berdecak seperti menyindir.

“Aku rasa kata maaf dari dulu sudah terlontar berapa banyak dari nya, dan kurasa sudah cukup membuat ku tahu juga apa artinya itu sih…”, sindir Jinki, Pria itu menarik nafas menahan emosinya, ia tidak tahu harus bagaimana, jika ia tidak membayangkan Key yang sekarang sedang frustasi karena pria yang satu ini, tentu ia tidak mau lagi bertemu dan meminta maaf kalau hanya untuk direndahkan, namun disisi lain.. ia tahu bahwa ia salah.

“Dia.. tidak bermaksud untuk mengkhianati mu .. aku..yang salah,kau jangan menyalahkannya sepenuhnya…”, kata pria itu,dengan ini Jinki menoleh dan menatap sosok didepannya yang ia kenal bernama Dongwoon itu dengan sinis.

“Lalu, buat apa kau jelaskan sekarang? aku rasa tidak akan ada gunanya lagi kan? aku sudah melupakan semuanya … melupakan semua yang kalian lakukan, dan juga…Key.”, Jinki berkata sedikit berbisik di kata-kata terakhir, ia tidak tahu kenapa setiap menyebutkan nama itu membuatnya sakit lagi. Kemudian semua terasa diam diantara mereka, tidak ada bicara sedikit pun dari mulutnya.

“Sudahlah, aku rasa sudah cukup … aku mau pergi,s ampai jumpa.”, kata Jinki bangkit dari duduknya. “..dan semoga kalian bisa hidup dengan baik, annyeong haseyo Dongwoon sshi.”, kata Jinki membungkuk sopan.

“Jinki!”, panggilnya, namun Jinki tidak berbalik dan terus berjalan, Dongwoon mengejarya sampai menuju parkiran mobil.

“Jinki, kumohon… kembalilah padanya, Key tidak salah, dia masih mencintai mu … berikan kesempatan lagi padanya… ku mohon…”, kata Dongwoon memohon, Jinki hanya tersenyum dan masuk ke dalam mobilnya dan menancap gasnya. Dongwoon tidak bisa berkata apapun, ia menatap mobil Jinki yang semakin menjauh ketika ponselnya berbunyi.

“Yoboseyo?”, ia mendengar suara Jonghyun dari seberang dengan panik , dan sedetik kemudian membuatnya dengan cepat berlari kemana mobilnya terparkir, Hell no … tidak kali ini Key, hentikan! hanya itu yang terlintas dikepalanya

.

Jinki menancap gasnya setelah ia melihat text diponselnya dari Minho bahwa ia telah menemukan adik satu-satunya dan sekarang sedang aman bersama nya di rumahnya, ia memutuskan untuk pulang karena Minho berjanji untuk mengantarnya esok pagi dan berjanji akan menjaganya baik-baik, setidaknya ia cukup percaya pada Minho kali ini, ia tahu .. Taemin akan merasa aman dengannya.

Pikirannya melayang kemudian ia melirik ke tumpukan CD di dashboard mobilnya, ia mengambil sebuah CD yang tidak asing baginya dari tumpukan CD, ia sudah lama tidak pernah menyentuh CD itu sedikit pun, kemudian memutarnya kedalam CD driver, dan suara rekaman yang sangat familiar terdengar didalam mobilnya yang sepi, menemaninya di malam yang dingin dan hatinya yang mendingin.

Untuk My beloved dubu Onew, hmm.. mungkin suara ku tidak seindah suaramu, sungguh … aku tahu aku tidak pandai bernyanyi, tapi Hei, kau harus bangga, aku menyanyikan lagu ini untukmu, ehm, oke test…test…check…1..2..3…GO!

Suara yang sangat ia kenal mengalun dengan indah diiringi dengan background gitar akustik menyanyikan sebuah lagu, Forever more.

Ia memejamkan matanya sesaat merasakan suara itu merasuk kedalam lubuk hatinya, mungkin benar suara nya tidak bagus, tapi setidaknya… suara itu adalah suara indah yang selama ini ia dambakan.

“Pabo Key … kau tidak tahu betapa aku mencintai mu… “, ia bergumam dan air mata mengalir dipipinya, ia terus menatap jalanan yang semakin sepi seiring ia menghayati suara yang mengalum lembut dari speaker mobilnya.

.

.

Minho merenggangkan tubuhnya, ia memicingkan matanya sedikit, ia menguap untuk menghilangkan rasa kantuknya, ia tidak tahu sudah pukul berapa, ia menegakkan tubuhnya dan melihat ke arah kasurnya, dengan sigap ia berdiri ketika tahu bahwa Taemin tidak lagi berada di atas kasurnya, ia mengusap matanya, baju yang ia sediakan masih berada di atas kasurnya dan tersusun dengan rapih.

“Taemin?”, panggilnya, namun tidak ada sautan, ia memeriksa kamar mandi dan ia tidak menemukannya di sana, dengan cepat ia keluar kamar dan turun ke lantai bawah menuju dapurnya.

“Umma!”, panggil Minho ketika melihat ummanya berdiri didapur,Ummanya menoleh dan tersenyum.

“Pagi, ada pa teriak teriak?”, tanyanya, Minho menoleh kesana kemari masih tetap mencari keberadaan Taemin. Kemana dia?

“Kemana Taemin? kenapa dia tidak ada di kamar?”, tanya Minho panik, Ummanya tersenyum dan menyuruh Minho duduk di kursi untuk menenangkan dirinya.

“Pagi sekali ia sudah bangun, dan tidak lama pria bernama Jinki menjemputnya, jadi sekarang ia sudah pulang.”, kata Ummanya.
“Jinki Hyung ke sini? kenapa tidak bangunkan aku? kenapa dia juga tidak pamit?”, tanya Minho beruntun, Ummanya mengangkat bahu dan duduk di depannya.

“Serius Minho, apa yang sebenarnya terjadi? kenapa kau bisa bertemu dengannya, umma tidak tahu apa yang terjadi. Tapi … anak itu seperti mendapat tekanan? ada apa sebenarnya?”, tanya ummanya serius.
“Aku juga tidak tahu umma…”, jawab Minho lemas. Ummanya menarik nafas.

“Umma tidak tahu ada hubungan apa kau dengannya, tapi tadi umma melihat sesuatu yang membuat umma sedikit berpikir tentang apa yang terjadi di antara kalian…”, kata Ummanya, Minho mendongak dan menatap ummanya bingung.
“Apa?”, tanya Minho.

“Hmm… begini, ketika ia ingin pulang ia kembali ke dalam kamarmu, entah apa yang ia lakukan, namun umma sempat menemaninya untuk memberikannya jaketmu untuknya, saat umma sedang mencari jaket, ia hanya berdiri terpaku menatapmu yang sedang tertidur, umma melihatnya… well, menangisimu…”, Minho tersedak susun yang ia minum akan kata terakhir ummanya.

“Mwoo? ke-kenapa?”, tanya Minho bingung, ummanya memutar bola matanya.
“Itu yang sedari tadi umma ingin tahu, anak itu sedikit aneh … dia pendiam sekali, dan sering menangis jika melihatmu, umma tanya ada apa? dia hanya diam saja dan menatap ke bawah…”, kata Ummanya resah, Minho mengerutkan alisnya, ada apa sebenarnya? ia tidak mengerti.

“Dia tidak aneh Umma… dia hanya … berbeda..”, kata Minho mengoreksi perkataan ummanya dan bangkit dari duduknya.

“Aku akan bersiap ke sekolah.”, kata Minho lagi.

“Minho!”, Minho menoleh ke arah ummanya, kali ini ummanya menatapnya dengan serius.

“Kalau kau menyukainya, umma tidak keberatan… umma tidak pernah melarang mu untuk memilih siapa yang kau suka, hanya saja … hargai lah seseorang yang telah mencintai mu jika cinta mu mau dihargai, dan hargai dirimu sendiri jika kau mau dihargai oleh orang lain, arra?”, kata ummanya tersenyum, Minho sedikit bingung apa yang dimaksud ummanya. Namun ia hanya tersenyum dan mengangguk kembali ke kamarnya untuk bersiap ke sekolah.

“Aku tidak akan menyianyiakannya umma…”, gumam Minho dan tersenyum membayangkan Taemin.

 

 

TBC~

AIGOOOO~ apa yang terjadi dengan Key?

dan bagaimana hubungan Taemin dengan Minho?

Apa yang akan dilakukan oleh Jonghyun?

kekekeke~ will see…

Leave a comment dont forget!!!🙂

see ya Annyeonggg~

BTW :

Maaf buat angst yang kemarin, wuhuuuu … banyak yang sedih yah?gue juga kecewa sm tangan indah gue bisa nulis kayak gitu,janji deh bakal kasih yang terbaik,dan jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan Onkey dan 2min cerai! kekekek~
Makasih yah udah pada sabat nunggu, sekali lagi makasih… heheheh…

Dan itu si hansung BUKAN chansung!!! gue nggak tega lah bikin pacar gue tersayang jadi orang jahat, dia cuma tokoh fiktif gue aja, gue bingung mau bikin namanya apa? kekekeke~ jadi cuma nama ini yang terpikir dan akhirnya membuat kalian salah paham! kekeke~

60 thoughts on “The other side of him part.7 of?

  1. Key? Key kenapaaaaa?
    Aduhhh jinki harus balik lagi ke keyyy!!!!
    Tae nangis kalo liat minho?
    Huweeee aku mengerti tae/?
    Pokonya harus happy endinggg!!! *maksa

  2. tidak akan menyianyiakannya?!
    uhhhh benarkah?! tapi sayang… kau sudah melakukanx dan kau tak sadar akan hal itu.

  3. Itu yang terakhir,, hehe pertanyaan ku semua,,,
    next part smoga clearlah salah satu….
    Kalo bisa baikan semuaaa,,,, nungguin romance nya kluar ini,,,
    lanjuutt

  4. wahhhh tanpa disadari ternyata minho mulai mencintai dan menghargai taemin,tapi krn kejadian ranjang itu taemin jadi sering murung! penggen liat endingnya 2min bakalan gimana,minta passwordnya donk pengen liat kelanjutanya!

  5. Didepan key katanya udah gak cinta, eh pas dibelakang bru deh mewek seemberan T^T Please onew, kalau masi cinta ya ungkapin aja, gak usah lah egois😦

    taeby ku~
    uljimaaayo, minho itu sbenarnya jga suka sma kamu tpi dianya blum sadar. Yg sbar ne…
    Next!

  6. dongwoon~ah, lo bikin gw kesel ini..ckckck
    ga bisa nyalahin jinki juga toh pihak yang paling tersakiti disini ya jinki walaupun key jg tersakiti karena perasaan bersalahnya.
    dan penyesalan memang datang belakangannya.. entah apa yang bakal terjadi sama jinki dan key selanjutnya?

    dan 2min juga? taemin pasti shcok berat.. dia pasti anggep kalo dirinya kotor dan ga pantes buat minho.
    tae, lw udah dpt lampu ijio ntu dari umma nya minho..

  7. aigo aigo….mwoyaaa….??
    aish…bagaimana ini 2min akhirnya…?trus key kenapa ?jngn bilang bunuh diri…huhuhu
    okelah cus ke next part

  8. itu key kenpa?? miris liat kondisi taemin yg kek gitu trauma berat dan malu banget keknya sama minho

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s