[NC 17-21]Fallin’ for you part.4 of?


Foreword:

Annyeong~ … maaf nih yang ini telat mulu updatenya, kan gue udah bilang, gak mood banget buat nerusin ini, tapi karena udah kepalang tanggung ya sudahlah… semoga suka…

Btw, buat FF yang baru itu bukan Onkey yang baru gue buat, tapi ada lagi, jd mohon di tunggu yah? apakah harus gue buat teasernya dulu? kayaknya iya deh… tapi entar yah? setelah cerita berseri gue udah pada mau tamat, kekekek~*ngeselin

Oke then … RCL please!

by : Sanniew

.

.

WARNED: NC 17-21!!!

JINKI POV~

Ini sudah tiga hari aku tidak bertemu dengan Kibum di kampus, aku tidak tahu harus berbuat apa, dia tidak sekali pun menjawab telpon dan juga pesan dari ku, aku sudah mencarinya ke seluruh kampus, dan tidak ada keberadaannya, aku sudah mencoba mengunjungi apartemennya, dan disinilah aku sekarang berdiri selama 1 jam menunggunya , dan ia tidak ada, dan sudah ke 5 kalinya dalam 3 hari ini aku datang, tetap tidak tahu dimana dia?. Tetangga sekitarnya mengatakan bahwa ia selalu pergi sendiri dan tidak tahu kemana sehingga pulang larut malam.

“Jinki Hyung.”, aku menoleh, wajah ku benar-benar sangat masam, kenapa aku harus bertemu dengannya disini? mau apa dia ke rumah Kibum ku? jelas sudah, dia mau merebut Kibum dari ku, Kim Jonghyun you dead!

“Mau apa kau kesini?”, tanya ku sinis, Jonghyun menghampiri ku dan berdiri tepat didepanku.

“Mencari Kibum, kenapa? memangnya hanya kau yang boleh mencarinya?”, tanyanya cuek, aku rasanya ingin memukul wajahnya sekali lagi.

“Jangan memandang ku seperti itu, setidaknya aku lah yang telah menolongnya ketika kau tidak ada, ya kan?”, dammit! dia berkata benar, aku benar -benar merasa terpojok, faktanya adalah aku tidak pernah selalu berada di sekeliling Kibum jika ia sedang mengalami kesulitan, dan dia… si Kepala saurus ini yang selalu beruntung menemukan Kibum.

“Jadi, maksudmu kau berkata seperti itu agar aku melepaskan Kibum dan menyerahkannya padamu? Hell no, aku tidak akan menyerahkan dia begitu saja.”, kataku sinis. Dia malah tertawa, aku menatapnya dengan geram kemudian ia berhenti tertawa,aku jadi heran… baru tahu ada manusia sepertinya yang dapat berubah sedetik kemudian*gak ngaca nih Onew*

“Apa?”, tanya ku karena dia memandangi ku dengan seksama, perlahan ia mendekatkan tubuhnya ke arahku, OMO! mau apa dia? dia terus mendekat sehingga aku tidak bisa kemana-mana sekarang dan…OMO! mau apa dia? kenapa jarak wajahnya dekat sekali?

“Y-y-YAH!! M-MAU APA KAU?”, teriakku, membuatnya mundur sedikit… fiuuuh~…

“Ppfh, apa yang kau pikirkan? sorry yah… aku tidak nafsu denganmu! aku hanya berpikir, aku rasa Key buta kalau dia tidak menyadari bahwa aku lebih tampan dan lebih keren darimu …”, katanya meledek, aku memandangnya sinis, apa maksudnya itu?
“Heran … Key malah lebih suka sama cowok begini, cih.”, dia bergumam pelan, tapi Hei, aku tidak budek, dan apa yang barusan dia katakan tadi? Kibumie… suka padaku?

“Sampai kapan kau maiu disini? aku mau cari ketempat lain … lebih baik kau juga, kalau sudah bertemu dengannya, cepat hubungi aku, ini nomer ku, annyeong!”, katanya melempar sebuah kartu nama, aku menerimanya.

“Buat apa hubungi mu?aku tidak ada urusan denganmu …”, jawabnya ku sinis, dia menoleh dan mencibir.
“Terserah…”, katanya mengangkat bahunya. Shitt, kalau aku tidak tahu ini tempat umum aku sudah cekek lehernya, aku tidak suka caranya memandang ku, siapa dia? pahlawan? baru menyelamatkan Kibum saja gaya nya selangit …OH, OMO! aku harus cepat menemukan Kibum… dimana dia kira-kira?

.

KEY POV~

Aku sudah tidak tahu harus mencari info tentang umma dimana, aku sudah mencoba pergi ke tempat kerjanya, mulai dari boss dan teman nya tidak ada yang tahu dimana keberadaannya, aku harap umma tidak apa-apa, aku mohon .. jangan biarkan terjadi sesuatu padanya … hanya dia yang aku punya, oh .. tidak, memang cuma dia.

Sekarang disini, ditaman ini, lagi, sudah 3 hari berturut-turut aku duduk disini, aku lelah.. aku tidak tahu harus berbuat apa lagi? aku rasanya ingin menyerah saja, aku tidak akan bisa menghadapi pria itu, aku tidak tahu dia siapa? dia berasal dari mana? dia tinggal dimana? apakah dia berbahaya? dan..haruskah aku minta bantuan? setidaknya haruskah aku lapor polisi? atau… aku bisa menghubungi Jonghyun dan … Jinki untuk membantu ku.

“Tidak.. tidak.. aku sudah cukup membuat mereka repot,terlebih tidak dengan situasi dimana mereka saling berselisih, aku tidak mau membuat mereka bertengkar karena sama-sama ingin membantu ku, aku tidak boleh egois, aku tidak boleh pilih kasih, aku tidak boleh begitu…”, nah, aku sudah mulai gila, ya mungkin aku sudah mulai tidak waras sehingga kau berbicara sendiri.

Bagaimana ini? kenapa semuanya menjadi sulit? kenapa hidupku seperti ini? orang tuaku bercerai, kemudian aku hidup bersama seorang umma yang merawatku sendirian, aku tahu ia punya beban pikiran membuatnya gampang emosi dan sering kasar padaku, dari dulu hingga sekarang… aku tidak pernah merasakan kasih sayang yang benar-benar tulus darinya, aku tidak mau melihatnya selalu pulang malam, aku tahu dia bekerja untuk ku agar aku bisa kuliah ditempat yang ku inginkan, kalau bukan karena beasiswa mungkin aku tidak akan bisa kuliah, dan itu lebih buruk … tidak kuliah, maka aku tidak akan mendapat pekerjaan yang layak, kemudian itu akan membuat hidup kami semakin sulit … aku tahu umma tidak pernah mengatakan sayang padaku, atau memelukku, tapi aku tahu dia mencintai ku, aku anaknya, yang lahir dari rahimnya dan ia menyerahkan nyawanya untukku agar aku tetap hidup … aku tidak bisa membencinya …

Aku rindu Jinki … entah mengapa aku merindukannya…

“SIAPA?!”, aku berteriak seketika ketika aku membenamkan wajah ku dengan dengkul ku, aku melihat sosok yang tidak asing bagiku berdiri tegal didepanku dengan senyum clummsy nya

“I gotch you…”, dia berkata seraya mengatur nafasnya, ia berkeringat seperti habis lari sekian ribu kilo untuk berada di sini, sekarang … didepanku. Aku kagum, ternyata dia bisa menemukanku …

“Jinki hyung…”, aku memanggil namanya untuk memastikan apa ini benar dia? dia berjongkok didepanku dan menyentuh kedua pipi ku dengan kedua tangannya, ini nyata… dia disini, aku bisa merasakan kehangatan tangannya di pipi ku.

“B-bagaimana kau bisa tahu…aku disini?”, tanyaku, dia mengelus pipiku sambil tersenyum, aku dapat merasakan jantungku berdebar cepat, dan wajah ku panas melihat senyumnya, namun hati ku nyaman, serasa semua beban hilang begitu saja, aku suka berada didekatnya, dia membuat ku nyama, Jinki yang kukenal …dan ku cintai.

“Jangan tanya bagaimana, karena aku juga tidak tahu, dan aku hanya tahu …”, dia berdiri dengan lutunya sehingga tingginya sama dengan ku yang sedang duduk dikursi taman. “…aku harus mencari mu … sarange Kibummie…”, dia memelukku dengan erat dan membenamkan wajahnya ke leher ku, air mata ku mengalir … dia mengatakan apa barusan? dia…mencintaiku?dia mencintaiku?

.

JINKI POV~

Aku tidak tahu harus mencarinya kemana, aku kehabisan akal, aku sudah berkali-kali memeriksa ia kesetiap club dimana ibunya kadang suka bekerja, mungkin aku bisa menemukannya disana, beruntung seseorang mengatakan padaku bahwa ia datang ke sana dan mencari ibunya, namun ia pergi lagi karena ibunya tidak ada, benar dugaanku, ada sesuatu yang terjadi dengan perempuan itu, tapi aku tidak tahu apa, akan ku cari tahu … tapi, Kibum lebih penting sekarang, aku tidak mau sesuatu terjadi padanya, aku percaya ia bukan lah pria bodoh yang akan melakukan sesuatu yang gila, jadi … aku harus mencarinya, setidaknya memberikannya dukungan, aku tidak tahu dia masih mau menerimaku atau tidak? aku juga tidak tahu apa dia suka si Dino head itu atau aku, yang pasti aku tidak akan menyerahkan Kibum ku padanya duluan, aku pernah bodoh menyianyiakannya saat itu, dan tidak kali ini… aku janji.

Dan sekarang disini, aku mencoba menepuk kepalaku, kenapa tidak dari tadi aku kesini, di taman ini… Kibum selalu disini walau hanya untuk mencari inspirasi, aku tahu dia suka tempat ini … dan benar, sekarang ia disini, sedang duduk menyendiri di taman yang dingin, dan menangis… betapa aku ingin melindunginya, aku tahu dia tidak sekuat yang kuduga, dia rapuh … dia berpura-pura tegar walau ia tahu ia tidak bisa menyimpannya sendiri.

“B-bagaimana kau bisa tahu…aku disini?”, katanya, aku hanya mengelus pipinya, aku yakin ini dia.. aku berhasil menemukannya, Kibum ku sayang … aku harus mengatakannya padamu.

“Jangan tanya bagaimana, karena aku juga tidak tahu, dan aku hanya tahu …”, ini benar “…aku harus mencari mu … sarange Kibummie…”, aku memeluknya … dan, aku mengatakannya! aku kagum pada diriku sendiri, untuk pertama kalinya aku sangat kagum pada diriku … sudah sejak lama kata simpel ini ingin aku katakan dan aku berhasil, aku tidak percaya…

Namun sekarang aku mulai khawatir, tidak ada respon darinya, apa dia tidak menyukaiku? dia juga tidak memelukku … apa aku salah? aku melepaskan pelukanku …dia menangis! GOD! kenapa dengannya? ada apa dengan ku? kenapa aku selalu membuatnya seperti ini?kenapa ia selalu menangis jika aku berada didekatnya…

“Maaf Kibum… maaf… kumohon jangan menangis, maaf kan aku jika perkataan ku membuat mu seperti ini …maaf kalau ini menyakitimu, maaf kalau ini membuat mu bingung… tapi aku tidak memaksa mu un— AKH!”, aku memegang dadaku , sakit…. kenapa dia? kenapa dia memukul ku?

“K-kibum…k-kena—-“

“JINKI PABO AH~… K-KENAPA BARU SEKARANG *hiks* DARI DULU HINGGA SEKARANG.. KENAPA*hiks* KENAPA SUSAH SEKALI MEMBUAT MU SADAR KALAU KAU*hiks*  MEMANG MENCINTAI KU… KAU TIDAK TAHU AKU SELALU MENYIMPANNYA SENDIRI, MENUNGGU*hiks*MU UNTUK MENGATAKAN SATU KATA SAJA, KAU SELALU DATANG DAN *hiks* PERGI SESUKA MU, PIKIRKAN PERASAANKU …*hiks* ….Jinki pabo …Jinki pabo…”, dia terus berteriak sambil terus memukul ku.

.

KEY POV~

Aku kalap, aku tidak bisa lagi menahan emosi ku… aku tahu ini lebay dan terlihat sangat melankolis dan cengeng… tapi aku tidak perduli, aku tidak perduli dia berpikir apa tentang ku, aku benar membencinya, aku sangat benci, dia permainkan ku, dia mencium ku, berlaku baik padaku, dan kemudian meninggalkanku … apa susah nya berkata seperti ini? apa karena aku terlalu egois? aku hanya ingin mendengarnya berkata ini, namun aku tidak mencoba untuk memulai? disatu sisi aku membenci diriku sendiri.

“Maaf…maaf…maaf…Kibummie…maaf…”, dia memelukku dengan erat setelah aku berteriak padanya. Aku memeluk tubuhnya, membenamkan wajah ku dalam-dalam, aku butuh dia sekarang … aku tahu aku harus mencari umma, tapi Jinki… aku membutuhkannya, aku ingin bersamanya saat ini, dan aku ingin dia disisiku.

“Maaf Kibummie… aku terlalu takut untuk mengatakannya… sampai aku tidak sadar aku lelah menyimpannya sendiri …maaf Kibum…maaf…”, dia berbisik ditelingaku dan memelukku dengan erat, dia menangis… aku juga bisa merasakannya, kenapa cinta bisa membuat kita jadi terlihat menyedihkan seperti ini? ini terlalu cengeng dan girly… tapi aku tidak perduli, aku nyaman sekarang, aku lega…

Aku melepas pelukanku dan kami saling bertatapan, dia menyentuh kedua pipi ku, begitu juga aku … kami saling menatap satu sama lain, seperti ingin menyampaikan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata..

“I hate you Jinki pabo… ihate you so much…”, aku menampar pipinya pelan, dia berdecak dan membelai pipi ku.
“A-ha… i love you too…”, katanya, aku terkekeh … dan menghapus air mata disudut matanya, perlahan wajahnya ia miringkan, dan nafasnya panas membelai wajahku, aku memejamkan mata dengan memiringkan wajah ku sedikit, ia perlahan membelai wajah ku dan kemudian ketelingaku dengan sangat lembut .. aku dapat merasakan bibirnya meyentuh ku … ciuman yang simpel, namun membuat ku nyaman … aku pernah menciumnya sebelumnya .. namun kali ini berbeda, lebih lembut dan membuat ku berdebar dan darah ku berdesir hebat.

“Jinki …”, aku bergumam, dia tersenyum dan menjilat bibir bawah ku , aku membuka mulutku untuk membiarkan lidahnya masuk kerongga mulutku, lidah kamu berdecak saling menguji siapa yang akan mendominasi, dan tentu dia… tangannya turun memeluk pinggangku dan yang lainnya membelai pipiku dengan lembut, aku melingarkan tanganku lehernya dan bermain dengan rambutnya, aku tidak mau ini berkahir, namun kita butuh udara, semua manusia butuh udara…dia berdecak dan ciumannya turun kerahangku, kebelakang kupingku, ke lubang telinga, dan turun ke leher ku ..

.

JINKI POV~

Aku tidak percaya, kami berciuman, ditaman…ditempat umum ini… aku tidak percaya aku baru saja menyatakan perasaanku padanya, dan sekarang kami berciuman…

“Jinki …”, dia bergumam disaat aku menyium leher jenjangnya yang putih dan halus, bau sabun yang khas tercium disetiap inci wajahnya… aku menyukainya, aku tidak bisa menahan nya lagi, aku tahu ini membuatnya takut, tapi aku tidak bisa lagi…

“Kibum…”, aku berbisik di lehernya dan membuat kiss mark disana, ia merenggut rambutku dan membuat ku bertatapan dengannya. Aku tidak tahu apa maunya, namun tatapan matanya sayu … kami.. tahu apa yang kami mau…

“A-aku … mau pulang…”, katanya, aku tersenyum … aku menggandeng tangannya dan berjalan keluar taman . Namun ia mencegah ku,

“Kenapa?”, tanya ku bingung, dia menunduk dan mendekat ke tubuh ku, ia mengapit lengan ku di tangannya.
“A-aku … maksudku, tawaran mu untuk tinggal di apartemen mu, apa itu masih berlaku? dan … bisa saat ini juga?”, tanyanya, aku terkejut, benar.. aku pernah menawarkan hal ini padanya, aku tersenyum dan membelai rambutnya.

“Sure, baby…”, kataku, dia terkekeh dengan wajah memerah.
“Your so chessy!”, katanya, aku hanya terkekeh dan merangkul pinggang rampingnya, dia juga melingkarkan tangannya ke pinggangku.

.

AUTHOR POV~

Jinki membuka apartemennya sedangkan tangannya yang satunya menggandeng tangan Kibum, mereka masuk kedalam, Jinki menyalakan lampunya, kesan pertama melihatnya adalah ..bersih, Kibum tahu, dia memang bukan tipe orang yang suka kotor, dan ini membuatnya nyaman didekatnya.

“Maaf yah berantakan …”, kata Jinki melepas sepatunya, namun Kibum hanya terkekeh dan berjalan masuk, dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, bau khas Jinki, bahkan kamarnya bisa sama baunya dengannya, dia terkekeh … dia menemukan disudut ruangan terdapat TV dan disampingnya… foto, foto mereka berdua sekitar 2 tahun lalu, disaat mereka pertama kali bertemu dan menjadi teman di acara PKL kampus, Jinki disitu sedang berjongkok dan ia berada di atas pundaknya dalam permainan piggy back, mulai dari saat itu dia menyukai Jinki … karena ia selalu menjaganya dan bersikap lembut padanya.

“Apa yang kau tertawakan dari tadi…?”, Jinki memeluk pinggang Kibum dan meletakkan dagunya di pundaknya, Kibum tersenyum dan menunjukkan foto itu pada Jinki, Jinki terkekeh.
“Kalau kau mau tahu, saat setelah acara itu kita berteman akrab kan? dan…aku sudah menyukai mu sejak saat itu.”, katanya, Kibum terkejut, ia menoleh.

“Jinjja? “, tanya Kibum tidak percaya, Jinki mengangguk manja. “Pabo … jeongmal pabo… sejak saat itu juga aku sudah menyukaimu, apa yang kita lakukan sebenarnya? sudah selama ini, tapi tidak ada yang bisa kita perbuat dengan perasaan kita masing-masing!”, cecar Kibum kesal, Jinki terkekeh dan mengatup kedua pipinya.

“Jadi, did you love me? aku belum mendengar kata itu dari mu … i love you, and you?”, Kibum memutar bola matanya,
“Oh god Jinki… apa itu penting? aku rasa tidak … bukti lebih penting…”, kata Kibum, Jinki mengerutkan alisnya mencoba mengerti maksudnya.

-RATE SCENE (SIAP TISU DI HIDUNG)-

Jinki akhirnya mengerti setelah membutuhkan waktu beberapa detik, ia menyengir dan menarik pinggang Kibum mendekat, ia mencium bibir Kibum dengan cepat , Kibum terkejut, namun pada akhirya ia mencoba mengimbanginya dengan memeluk lehernya, ciuman mereka saling beradu lidah, decakan terdengar dari mulut mereka, dan desahan tertahan terdengar di seluruh ruangan. Perlahan Jinki menarik kaki Kibum untuk melingkar di pinggangnya sementara mereka berciuman dan ia membawa tubuh mereka menuju ke kasurnya, dengan pelan ia meletakkan tubuh Kibum diatas kasurnya, ciumannya berpindah ke setiap rahang, leher, ia menjilat dan mengisapnya tidak lupa meninggalkan kiss mark dimana setiap ia mencium inci tubuh Kibum, membuat yang lebih muda mendesah nikmat.

“Hhh…Jinkii…hhh…”, Kibum meremas rambut Jinki, tangan Jinki sudah masuk kedalam t-shirtnya dan tangannya bergerak di nipplenya,seraya ia mencium pundak Kibum berulang kali, lalu tangannya sekarang sudah bekerja dimembernya dengan mengelusnya dari balik celana, tanpa bisa disadari, mereka sudah dalam keadaan toples.

Kibum berbalik posisi, ia berada di atas Jinki, ia mencium setiap tubuhnya, ia kagum dengan pemandangan didepannya, ia tahu Jinki menjaga pola kesehatannya dan ia tahu Jinki juga suka berolahraga, dan membuat tubuhnya terlihat atletis.

“Ki..bum…aah…”, Jinki mendesah ketika mulut Kibum sudah bekerja dan memberikan sensai pada membernya yang sudah keras dan tegang, ia terus memaju mundurkan kepalanya dan tangannya yang lain meremas bolanya, Jinki tidak bisa menahan desahan dari mulutnya, ia merenggut kepala Kibum dengan tangannya.

“S-stop …”, racau Jinki, namun Kibum tidak perduli, ia sudah terlanjur. “Kibum!”, teriaknya dan membuatnya sampai diklimaksnya pertama kali, Kibum tidak menyianyiakannya, ia meneguk habis dan sehingga membernya bersih dari cairan beningnya, kemudian ia bangkit dan mencium Jinki untuk membuatnya merasakan punyanya sendiri.

“Bad boy…”, bisik Jinki membalikkan ke adaan,dan sekarang ia berada diatas dan mengambil kendali, ia mencium Kibum lagi, sedangkan tangannya turun memegang membernya dan memberikannya handjob, membuat kepala Kibum mendongak ke atas menerima sensasi yang diberikan, sementara Jinki turun ke setiap tubuhnya mencium dan menjilat tubuh Kibum yang penuh peluh.

“S-stop teasing …a-aku ingin… kau didalam…sekarang…”, desah Kibum, Jinki tersenyum dan menciumnya.

“As you wish.”, kemudian ia meletakkan jarinya dimulut Kibum, setelah dirasa cukup penuh dengan liur, ia membuka kaki Kibum dengan lebar, sebelumnya melihat ke arah Kibum meminta ijin.

“Ini akan sakit, karena pertama kali … tapi aku akan pelan-pelan melakukannya, jadi maaf…”, kata Jinki lembut sambil menyentuh pinggang Kibum. Kibum hanya mengangguk dan memejamkan mata, bersiap menghadapi yang terburuk namun..nikmat. Jinki menarik nafas, dengan perlahan ia memasukkan satu jarinya, membuat Kibum berteriak kencang kesakitan, air matanya mengalir seraya ia memejamkan matanya rapat, Jinki mengelus pinggulnya untuk membuatnya tenang, dan menambahkan jarinya yang kedua…dan ketiga, ia mencium Kibum agar bisa menghilangkan sakitnya sedikit, setelah ia mendapat respon dari gerakan Kibum, ia mulai memaju mundurkan gerakan jarinya, desahan dan rintihan keluar dari mulut Kibum.

“S-sekarang …’, kata Kibum menarik tangan Jinki, Jinki mengangguk dan mengeluarkan jarinya, membuat Kibum merasa kosong namun tidak lama ia mengerang lagi karena member Jinki sudah mulai memasuki lubang senggamanya, ia menggigit bibir bawahnya dan air matanya keluar.

“Maaf…hhh…’, kata Jinki.
“L-lanjutkan saja…hhh…aahhh…”, Kibum merasa kesakitan, ia tahu ini akan sakit, namun ia percaya, Jinki akan memperlakukannya dengan lembut, setelah beberapa lama ritme mereka terjaga dengan baik. Jinki berkali-kali membelai pinggul Kibum, dan menciumnya untuk menghilangkan rasa sakitnya.

“AAAH! DISANA!AAAHH…”, Kibum berteriak, Jinki tahu ia telah mengenai titik prostatnya dan ia memberikan job pada member Kibum dan terus mengenai titik yang sama, membuat Kibum semakin mengerang hebat.

“Dammit Kibumm…tight…hhhh…im gonna…”, erang Jinki
“Mee tooo….hhhmm…”

“JINKI! Im…aaahhhh…”, Kibum mencapai klimaksnya dan cairan beningnya jatuh diperut dan beberapa ditangan dan sprei Jinki. Jinki tidak lama koleps di samping Kibum setelah ia keluar didalam tubuh nya.

Kibum tersenyum dan memeluk tubuh Jinki dan merebahkan kepalanya di pundaknya.
“God Jinki… thats hot you know? i love you…”, kata Kibum akhirnya, Jinki menarik lengan kanan Kibum dan mencium telapaknya.
“You too … i love you too …”, katanya, namun tiba-tiba matanya tertuju dengan benda yang menggantung dilengan Kibum, ia terkejut, ia memeriksa gelang itu dengan seksama…itu…

“Kenapa?”, tanya Kibum bingung. Jinki menatap Kibum sekilas.

“Ini…dapat dari siapa?”, tanya Jinki, ia bingung, kenapa gelang yang selama ini ia pikir sudah hilang dan saat itu ingin ia berikan hilang begitu saja sekarang ada ditangan Kibum, dari mana ia mendapatkannya?

“Ng…ini…”, Kibum ragu mengatakannya, takut merusak suasana.
“Dari siapa…?”, tanya Jinki setenang mungkin. Kibum menelan ludahnya dan memejamkan matanya saat mengatakan.
“Dari Jonghyun…”,katanya sedikit berbisik namun cukup terdengar oleh Jinki, Jinki terbelalak, Jonghyun? bagaimana bisa? pikirnya.

“Kenapa Jinki…?, tanya Kibum setelah merasa Jinki terdiam dan tidak bicara, Jinki menoleh dan memaksakan senyumnya, ia membelai kepala Kibum dan mencium jidatnya.
“Tidak apa-apa…sekarang tidurlah, aku juga lelah… i love you Kibummie…”, bisik Jinki, Kibum ingin beragumen lagi, namun ia terlalu lelah, akhirnya ia setuju dan memeluk tubuh Jinki lagi.

“I love you so much Jinki…”, katanya terlelap, namun Jinki masih membiarkan matanya terbuka dan berpikir, kenapa Jonghyun bisa mendapatkan gelang ini? dia akan mencari tahu nanti… yang jelas, ia tidak akan menyerahkan Kibum untuk pria licik sepertinya.

 

(Unedited > 2:54 am in the morning 28 maret 2011)

TBC~

HOREEEEEEEEE~*loncat-loncat

ONKEY BERSATU!!!

SENANG KAN KALIAN SEMUA… KEKEKEKEK~ PASTI LAH!

TAPI INI BELUM BERAKHIR, KEKEKEKE~

RCL GUYS!

SEE YA, ILYSM! ~<33333333333

63 thoughts on “[NC 17-21]Fallin’ for you part.4 of?

  1. yeeeee,… onkey bersatu cihoyyy,., sampe errr. >_< asyik harapan jinhun benar jin menemukan bum. syukur lah, nah jong nyasar kemana… nah, baru nyampe udah ehem. apa yang jinhun bilang jin mah gak bisa nahan. kkk~ nape gk bilang aja jin kalo to gelangmu yang hilang. next

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s