[Onkey NC 17-21] Call my name part.1 of?


Foreword :

Annyeonggg Onkey ninja! lihatlah… saya membuat Onkey sekarang, tahu kenapa? karena yang smutt begini rasanya cuma pantas antara 2min dan Onkey semata, hahaha… no offense buat pasangan yang lain, tapi cuma mereka berempat yang punya chemistry antara hubungan mereka, setuju? SESUJU!!😀

Ide ini baru aja gue dapet pas gue mikir, gimana rasanya kalau gue nggak bisa ngomong? dan ada nggak yah kira-kira pencangkokkan pita suara, thx for mbah google atas infonya dan membantu sedikit akan pembuatan FF ini, kekekek~

So, here it is!

RCL dont forget, Suunders!!😀

by :SANNIIEW

.

.

“Kibumiie~…”, Key menoleh ketika mendengar suara itu memasuki kamarnya, ia langsung berlari memeluk tubuh seorang pria yang sangat ia sayangi dengan erat, ia memeluknya sehingga membuat pria itu sesak dan tidak bisa bernafas dengan normal, namun pria itu tidak peduli, ia membelai kepala nya dengan lembut dan mencium pucuk kepalanya berulang kali, sesekali tangannya terus membelai punggungnya dengan lembut, tubuh nya yang ramping terasa sangat fit dengan tubuhnya, mereka berpelukan seakan tidak akan ada lagi hari esok, yah.. bagi mereka, hari esok tidak akan pernah ada jika mereka tidak bertemu sedetik pun.

Namun ia merasa semakin lama pelukan pria ramping itu semakin erat, dan terdengar suara isakan yang memiriskan hatinya, ia tahu ini akan terjadi… ia tahu Kibum akan seperti ini jika ia kembali dari tugasnya dan meninggalkan nya untuk sementara, ia mengutuk dirinya sendiri jika hal seperti ini selalu saja terjadi, perlahan pria itu membawa Key untuk duduk di atas kasurnya yang sangat besar tanpa melepaskan pelukan mereka, Key duduk tepat dipangkuan pria itu dan membenamkan kepalanya di antara pundak dan lehernya.

“Ssshh… im here Kibummie sayang … jangan seperti ini, aku sedih kalau kau seperti ini …”, kata nya lembut membelai kepala nya berkali-kali dan tersenyum, betapa ia selalu menyukai hal ini, saat dimana mereka menghabiskan waktu berdua, ia tidak akan pernah ingin ini berakhir, ia ingin waktu berhenti saja, hanya mereka yang akan terus seperti ini.

“Ayolah Kibummie… bagaimana aku bisa mencium mu kalau kau begini terus? kau tidak kangen padaku? kau tidak mau melihat wajah ku? kau tidak mau melihat mata sipit ku? atau kau mau ayam ku? kalau yang satu itu tidak boleh …”, ledeknya, dan berhasil, membuat Key melepaskan pelukannya namun tetap melingkarkan tangannya di leher pria bernama Jinki itu, Jinki menatap Key yang sedang cemberut namun masih tersisa air mata di matanya, ia berdecak dan mengusap air matanya dengan jempolnya.

“Kau rindu padaku kan?”, tanyanya, Key tersenyum lebar dan mengangguk semangat, ia mendekatkan wajahnya dan mencium pipi Jinki sekilas dengan cepat dan menoleh untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah, Jinki berdecak karena sikap cute nya.

“Aigooo~ my Kibummie… yang benar itu ….”, Jinki menarik dagu nya sehingga mereka bertatapan. “…disini Baby…”, kata Jinki berbisik sebelum ia membelai bibir Key dengan miliknya dengan sangat lembut dan juga mesra, Key melingkarkan tangannya ke leher Jinki dan jarinya bermain diantara rambutnya,Jinki tersenyum dan memiringkan lehernya sedikit untuk memperdalam ciumannya, ia menjilat bibir bawah Key untuk memintanya membuka sedikit celah , Key mengikutinya dan memberikan peluang untuk Jinki mendominasi, Jinki memeluk pinggang ramping Key dengan erat, menjaga agar jarak diantara mereka tetap terjaga.

“Ngggh…”, hanya itu yang dapat keluar dari mulut Key, setelah beberap menit mereka melepas ciuman mereka untuk menarik nafas. Kening mereka saling bersentuhan satu sama lain, merasakan deru nafas masing-masing, namun lagi… Jinki kali ini merasa pipinya basah, ketika ia membuka mata, ia melihat Key sedang menangis lagi, betapa hatinya miris jika melihat hal ini terus berulang ketika mereka  bersama.

“Sshhh…. Kenapa baby… tell me…?”, Jinki mengusap air mata Key dengan mencium pipinya dan tersenyum menatap Key, Key menarik nafas menenangkan hatinya kemudian ia mengambil sebuah memo kecil dan pulpen dari sakunya, ia menulis dan menunjukkannya pada Jinki.

Aku merindukanmu … aku ingin menghubungi mu… tapi tidak bisa… T^T

Jinki mendongak dan melihat ke mata Key yang tersirat akan kesedihan, ia jadi merasa bersalah, setidaknya ia tahu ia harus menghubunginya disela kesibukan mendadaknya, ia menarik nafas dan mengatup pipi Key dengan tersenyum.

“Maaf baby .. seharusnya aku menghubungi mu, aku juga rindu padamu …please… jangan menangis lagi,oke? aku akan disini sekarang … aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi…”, kata Jinki mencium hidung Key dengan lembut. Wajah Key memerah dan ia mulai menulis lagi.

Janji? lalu … bisakah kau disini malam ini bersamaku?

Jinki tersenyum membaca sederet kalimat itu, why not? ia TIDAK akan pernah bilang tidak pada seorang Kibum, orang yang paling ia sayangi sedunia, tidak perduli apa kondisi fisiknya, menurutnya Kibum adalah malaikat paling indah yang pernah ia temui.

“Aku janji, bahkan aku akan disini bersamamu untuk menghabiskan waktu berdua denganmu setiap harinya selama seminggu ini… aku akan bilang pada Master untuk memberiku ijin …ini cukup untuk membalas kesalahanku karena meninggalkanmu?”, tanya nya seraya mengangkat tubuh Key dan perlahan ia rebahkan ke atas kasur, kemudian ia ikut naik ke atas kasur setelah melepas jas dan sepatunya sehingga ia masuk kebalik selimut dan merapatkan jarak diantara mereka, Key tersenyum dan menarik baju Jinki mendekat, meletakkan kepalanya ke pundak Jinki sementara yang lebih tua memeluk tubuh rampignnya.

“Kibummie…Kibummiee….my Kibummiee~…”, Jinki memanggil namanya berulang kali sedikit dengan nada bernyanyi, Key memukul pundaknya pelan dan kembali bermanja dengan tubuh kekasihnya. Jinki membelai rambut Key sambil bersenandung lagu tidur untuknya, ia merasakan nafas nya mulai teratur, ia tahu kekasihnya tersayang sudah terlelap, ia menggeser sedikit kepalanya untuk melihat wajah malaikat didekapannya, ia mencium pucuk kepalanya dan berbisik

“I love you Kibummie… i always have… forever …”, bisiknya, dan memejamkan matanya sambil terus membelai kepala Key.

Flash back~

“Jinki sshi… perkenalkan ini Kim kibum, dia anak dari Kim Master, mulai saat ini kau akan menjaganya, dan selalu berada di sisiny untuk membantu semua yang ia butuhkan .. kau mengerti?”, kata seorang Butler padanya, Jinki menatap sosok namja didepannya dnegan seksama, namja itu menunduk dengan malu-malu dan menatap Jinki dari balik potongan rambutnya yang unik.

Jinki berjalan mendekat dan berjongkok dengan dengkulnya, pertama kali ia melihat sosok yang begitu indah didepannya, dan ia tidak bisa berbohong bahwa ia menyukainya, jika orang berkata love at the first sight is bullshitt! hell no for Jinki, ia tidak bisa memungkiri perasaannya ketika melihat sosok Kibum didepannya, begitu indah.. dan cantik.

Ia meraih tangan kanan Young masternya dan tersenyum lebar sebaik mungkin. “Sebuah kehormatan bagi saya Young master untuk melayani anda sepenuh hidup saya … katakan apa saja padaku, aku akan selalu ada untukmu… i promise!”, katanya kemudian ia mencium pucuk tangan Kibum dengan lembut dan menatapnya dengan tatapan lembut.

Kibum tidak bisa menutupi rasa malunya, ia menutup mulutnya dengan tangannya yang lain dan matanya berair mengeluarkan air mata, membuat seluruh orang yang ada di situ mulai dari pelayan, butler, dan juga… Kim Master yang memperhatikan dari kejauhan terkejut, dan lebih terkejut lagi ketika Kibum membungkukkan badannya dan mencium kening Jinki kemudian ia tersenyum malu-malu sambil terus memegang tangan Jinki.

Jinki tidak bisa menahan rasa gembiranya, mulai saat itu ia berjanji, apapun yang terjadi, ia akan menjaga Kibum sepenuh hidupnya, bahkan ia rela menukar hidupnya untuknya. Ia tahu ini tidak akan mudah awalnya, ia takut tugas pertamanya akan gagal ketika ia berhasil diangkat menggantikan ayahnya untuk menjadi pengawal dikeluarga Kim , terlebih ia harus menjaga seorang namja yang sangat cantik dan bak malaikat ini, walau ia tahu … dibalik kesempurnaan pastilah ada kekurangan, seperti yang ia tahu sebelumnya ketika ia menerima tugas ini.

Kim kibum, menderita penyakit kelainan pita suara karena diduga ia kehilangan pita suaranya sejak 1 tahun yang lalu ketika tanpa diduga ia menderita kista pada pita suara, namun  … sampai saat ini ia masih menunggu sampai ada donor pita suara yang dapat mencangkok pita suaranya dengan baik dan kembali seperti semula. Namun semua itu tidak masalah bagi Jinki, selama ia berada didekatnya ia tidak perlu mendengar suaranya, karena ia tahu … tanpa bicara pun, Jinki akan selalu tahu apa yang akan dikatakan Kibum, dan dia akan selalu mendengar … dan mendengar setiap hal yang akan coba dikatakan Kibum dari setiap gerak geriknya.

End flashback~

.

.

Kibum membuka matanya ketika ia merasakan sayup-sayup suara burung berkicau dipagi hari dan ia merasakan silaunya matahri mengintip dari balik jendela dan celah ventilasi kamarnya yang besar.

“Morning my little princess …”, Jinki menyambut kekasihnya dengan senyum terkembang dan mencium keningnya. Key mengedip beberapa saat setelah menyadari bahwa ia masih berada dalam dekapan pacarnya tersayang, ia tersenyum lebar dan bergerak sehingga tubuhnya tepat berada di atas Jinki sekarang, Jinki tertawa melihat pola kekanakan Key , ia memeluk tubuh Key sementara yang lebih muda menjelajahi tangannya ke setiap inci wajah Jinki. Mulai dari menyingkirkan rambutnya dari keningnya, turun ke alis, ke mata, kehidung, dan bibirnya yang tebal.

Setiap ia menyentuh inci wajah Jinki ia tersenyum lebar. “Aigoo~ just kiss me, can ya?”, tanya Jinki genit, Key terkekeh dan tanpa diperintah dua kali ia menyingkirkan jarinya dari mulut Jinki dan mencium bibirnya dengan lembut, Jinki tersenyum dan membalikkan posisi mereka hingga Key berada di bawah sekarang, mereka bertarung untuk memenangkan siapa yang kali ini akan mendominasi disetiap ciumannya, Key berdecak disela ciumannya karena kali ini Jinki lagi yang memenangkannya, membuar Jinki tersenyum karena sikap lucu pacarnya. Perlahan ciuman Jinki turun ke rahang putihnya seraya tangannya membelai punggung Key dengan lembut, Key menutup matanya merasakan sensasi yang diberikan oleh kehangatan bibir Jinki.

“Hhhh….”, Key mendesah ketika ia merasakan titik sensitifnya ditemukan oleh Jinki, tangan Key merayap kesela rambut Jinki memintanya untuk tidak berhenti memberikan ciuman disetiap inci wajahnya, dan Jinki pun begitu, ia terus mencium setiap sudut kulit Key yang lembut dan tidak lupa memberikan kiss mark di leher dan di pundak Key, membuat Key merasa di awang-awang.

“Selamat pagi Young master … sarapan sudah siap….”, BRUUUK!!! Jinki terjatuh dari kasur dan mendarat dengan pantatnya, ketika ia terkejut mendengar suara pelayan mengagetkan morning job mereka. Key beranjak untuk melihat keadaan pacarnya, ia terkekeh… selalu saja ceroboh,namun kali ini pelayan di luar terus mengetok karena khawatir terjadi sesuatu pada Key, Key turun dari kasur dan berjalan ke arah pintu, ia memberikan isyarat bahwa ia baik-baik saja. Setelah berhasil memastikan butler nya, ia menutup pintu dan berlari ke arah Jinki yang terduduk dibawah bersandar kasurnya dan mengelus kepalanya.

Jinki menatap Key yang cemas berlutut didepannya , ia tersenyum dan membelai pipi Key. “Tenang … aku tidak apa-apa, ini kan sudah biasa baby … tadi aku ke jedot juga, nih…lihat…”, Jinki menunjuk ke pucuk kepalanya sambil terkekeh, Key cemberut dan bergerak melihat luka yang ia peroleh, kemudian ia mencium ujung kepalanya.

“Gwencana…Kibummiee~.. gomawooo~ “,Jinki tersenyum ketika Key selesai menciumnya, ia menarik Key kedalam pelukannya dan memeluknya dari belakang, ia membenamkan dagunya di leher jenjang Key, ia dapat merasakan aroma yang khas dari tubuhnya , bau aroma jasmine yang sangat khas, dan ia menyukai hal itu.

“Sekarang kau harus sarapan … okeh?”, kata Jinki berbisik di telinga Key membuatnya merinding, Key menoleh dan menggeleng, seakan tahu jawabannya Jinki cemberut.

“Hei … aku tidak akan kemana-mana kan? kau sarapan, sementara aku akan mandi … bagaimana?”, tawar Jinki, kali ini Key mnegerutkan alisnya dan menyilangkan tangannya didepan dada menatap Jinki sinis, Jinki mengedipkan mata berulang kali karena mencoba menangkap maksud sikap Key.
“Alright alright … mau sarapan denganku dulu kan? baiklah… baiklah Kibummie…”, Jinki terkekeh sambil mencubit hidung Key, Key terkekeh dan berlari ke depan kamar ia menepuk tangannya mengatakan bahwa bawakan makanan itu ke dalam kamar.

Tidak berapa lama makanan mereka datang, dan Key langsung berlari ke arah Jinki yang terduduk di sofa sembari membaca beberapa berkas yang harus ia perlajari.
“Hei… duduk sendiri Kibummie…”, namun Key yang sudah duduk dipangkuan Jinki tidak menggubris dan melihat semua makanan yang datang satu persatu, setelah semua makanan itu selesai di taruh dihadapannya, ia berbalik ke arah Jinki dan menarik Jinki untuk duduk dilantai, Jinki mengikuti semua instruksi nya dan mereka makan dengan berhadapan satu sama lain.

.

“Mr. Jinki … anda di panggil oleh Kim Master sekarang juga di tunggu di kantornya…”, kata seorang butler ketika ia dan Key sedang duduk di luar menikmati Teh madu seraya melihat pemandangan, Key menoleh seakan menanyakan ada apa? Jinki hanya tersenyum dan membelai rambut Key dengan lembut.

“Sebentar saja… nanti aku akan kembali, Neh?”, namun Key menanggapinya dengan mata sendu dan mulut di manyunkan, ia menulis kalimat di notenya dan menunjukkannya.

JANGAN LAMA-LAMA … AKU TIDAK MAU MENUNGGU KAMU DISINI HINGGA AKU BOSAN!>o<

Jinki terkekeh dan berjalan menghampiri Key kemudian mencium keningnya. “Tidak akan baby… sabar yah?”, Jinki terkekeh dan kemudian berjalan mengikuti butler menuju Kim Master office.

.

“Selamat pagi, Master!”, Jinki memasuki ruangan yang sangat luas dan megah, terdapat perapian yang cukup bagus terbuat dari logam emas, dan beberapa perabotan yang terkesan antik tertata dengan sangat rapih.

“Wah, Jinki sshi… silahkan duduk…”, Kim Heechul, ayah dari Kim kibum mempersilahkannya duduk di sofa berhadapan dengannya.

“Ada yang bisa saya bantu, Master?” tanyanya, Heechul tersenyum karena kesopanan Jinki, dari pertama melihatnya, ia sudah tahu bahwa Jinki akan cocok menjadi penerus butler kepercayaan di keluarganya.

“Hmm.. begini, aku mau tanya keseriusanmu dengan anak ku, apa kau serius dengannya?”, tanya Heecul tersenyum, Jinki merasa malu, ia tahu hal ini bukan rahasia umum lagi kalau di rumah ini Kibum hanya mau Jinki, dan begitu sebaliknya, semua tidak bisa protes, karena memang hanya Jinki yang bisa pertama kali meluluhkan sikap pendiam Kibum semenjak ia kehilangan suaranya, dan ia yang mengembalikan sikap periangnya jika Jinki berada di sekitarnya.

“Saya … sangat serius Master … saya tahu ini tidak pantas, tapi .. saya benar-benar menyayanginya…”, jawab Jinki tersenyum sambil membayangkan wajah Kibum tersenyum padanya. Heechul tersenyum padanya sambil mengangguk.

“Tapi…”, Jinki mendongak. “Kau tahu keadaan nya kan? dia… kau tahu? tidak bisa bicara…? kau tidak apa dengan hal ini? maksudku, aku tahu ini bisa dilakukan dengan cara pencakokan pita suara, tapi resiko itu sangat berbahaya, jadi—“

“Aku rasa suara bukan alasan seseorang untuk berhenti mencintainya, benar kan Master?”, potong Jinki, membuat Heechul terdiam kemudian mengangguk setuju.
“Aku ingin sekali mendengar suaranya, aku membayangkan apakah suaranya sangat indah? namun… jika aku melihatnya setiap hari tertidur lelap, aku tahu, tidak ada yang lebih indah dari sosoknya sekarang … jadi suara nya tidak lagi penting bagiku,..” kata Jinki mantap, membuat Heechul tersenyum bangga.

Namun Jinki berpikir, tidak mungkin ia dipanggil kesini hany untuk membicarakan hal tidak penting seperti ini kan. “Maaf Master, sebenarnya ada masalah lain kah sehingga saya dipanggil ke sini?”, tanya Jinki, membuat Heechul mendongak dari kegiatannya menggigiti kukunya (?)

“Wah, kau pintar menebak yah?”, Heechul menepuk kedua tangannya dengan semangat. “Ehm, begini … kau tahu kan perusahaan ku yang ada di Belanda sedang koleps? nah … aku sempat berpikir untuk..well, mengirim mu kesana untuk mengontrolnya, karena kau yang paling tahu situasinya selama ini … aku tidak bisa mengirim Minho atau Taemin kesana, itu karena mereka harus mengecek milik kita yang di Perancis..kau..bisa?”, tanyanya. Jinki menelan ludah, ia tahu ia tidak bisa menolak, ia tahu ini akan membutuhkan waktu lama, dan ia tahu Kibummie nya tidak akan bisa tahan ditinggal sendiri, tidak ketika kejadian kemarin, ia meninggalkannya selama 2 hari dan itu mendadak, membuatnya menerima laporan bahwa Key uring-uringan dikamarnya, ia menangis entah kenapa? dan marah terhadap semua orang, ia menjadi begitu sensitif karena Jinki tidak menghubunginya.

“Jinki …Jinki…hello…”, panggil Heechul untuk membuatnya kembali ke alam asalnya.
“Ah, maaf Master … berapa lama aku harus kesana?”, tanya Jinki, Heechul menarik nafas dan menatap Jinki cemas.

“Aku tahu ini akan membuat Key marah, tapi … kau harus menetap selama satu bulan kurang lebih, dan kau harus kesana mulai besok.”, kata Heechuk mantap, dan tidak berusaha untuk memberikannya pilihan untuk menolak, karena memang tidak bisa. Jinki terdiam, ia bingung memikirkan alasan mengatakannya kepada Kibum.

Brak! Jinki dan Heechul menoleh ke arah pintu, disana ia melihat Key berdiri dengan tatapan kesal, air matanya mengalir deras di pipinya menatap Heechul dan Jinki dengan geram.

“K-kibummie… kau…dengarkan dulu …”, Jinki langsung berlari menyambut Key , namun tangannya di tepis dan ia berjalan menuju appanya, ia duduk di depan appa nya menulis beberapa kata.

AKU. MAU. IKUT. JINKI! DAN KAU TIDAK BISA MENCEGAHKU, APPA!!

Heechul melotot, ia terkejut, baru kali ini Key begitu keras kepala dan marah padanya, ia memang selalu mendapatkan apa yang ia mau dengan mudah, namun ia tidak pernah menuntut banyak, karena memang semuanya telah tersedia dan tanpa harus meminta, namun baru kali ini ia memaksakan kehendaknya hanya untuk Jinki.

“Ohh…tidak bisa Kibummie… kau harus sekolah kan? “, kata Heechul lembut, Key menggebrak meja dan menunjukkan kertas itu lagi menyuruh appanya membacanya lagi. Heechul menarik nafas dan menatap ke arah Jinki yang hanya menunduk tidak tahu harus mencegah atau tidak.. karena Jinki tahu, Key cukup keras kepala.

“Baiklah … kau pergi dengannya …”, Key terlonjak senang, ia bangkit dan memeluk appanya dengan erat kemudian mencium pipinya dengan lembut.

“Aaaahh… Kibummie… jangan begini, sini…” CHu~~~ Jinki menganga lebar, shitt! Jika ia bukan appanya maka saat itu juga ia akan memukul wajahnya dengan kencang, ketika ia melihat bibir Key dicium oleh Heechul, ia tahu Masternya yang satu itu suka berbuat seenaknya.

Key berlonjak semangat dan berlari ke arah Jinki menariknya keluar dari kantor appanya memintanya untuk segera siap-siap, Jinki hanya terkekeh dan meminta ijin keluar dari kantor.

 

 

 

TBC~

Well… gantung banget sih, tapi… next part baru ada konflik, so…RCL please…

see ya🙂

126 thoughts on “[Onkey NC 17-21] Call my name part.1 of?

  1. Annyeong saya reader baru dsni.
    Well ini ff keren, bikin panasaran. 😊

    Itu kibum ga bsa bicara yah. Hmm kasian bgt thor. 😦

    Lanjut deh udah kepo sama ceritanya hehee

  2. Maniiissss bnget kak berasa diabetes sampean ._. duuuh khawatir kalo di awal2 gini udah bahagia takut habis ini bakalan bnyak kerikil kerikil tajam di depan mata (?) *eh hahhha
    Ohiya salam kenal, saya reader baru ^^
    Maafkan kepolosan ini sampe baru nemu wp disini setelah sekian lama hohooo ^^v

  3. huwaaa… ini manis… onkey.,. ge job key. gkgkgk kirain tadi pelayan.a masuk kekamar jadi jinki terjongkal ternyata gak. hahaha hem, apakah setelah nh ada nc. segito aja. next

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s