[Onkey NC 17-21] Call my name part.2 of?


Foreword :

Hehehehe… ini dia part 2 nya, siapa yang udah gak sabaran banget? gue sempetin nih disetiap kesibukkan gue yang menggunung, maaf yah kalau kurang puas sama hasilnya🙂
Please bare w/ me …
LEAVE A COMMENT IF YA LIKEY🙂

credit piccu : theia88.wordpress.com

by : Sanniiew

.

.

Key duduk di sofa dengan tangan lutut terlipat bersatu dengan dadanya, ia menopang dagunya sambil melihat ke luar jendela hotel berbintang,angin musim dingin meniup setiap inci wajah dan tubuhnya, membuatnya merinding karena dingin, ia tahu ia akan jatuh sakit, namum ia tidak perduli … ia hanya perduli bagaimana ia bisa bertemu dengan Jinki , ia telah menghabiskan hari ke tiganya di hotel sendirian, sudah selama 7 jam dia mondar-mandir di dalam hotel dan terkadang sekedar keluar mencari angin atau melihat pemandangan, ia tidak tahu akan menjadi sangat membosankan… tahu begitu ia tidak usah ikut Jinki sekarang kalau pada akhirnya Jinki akan sibuk dengan urusan perusahaan appanya, Jinki selalu pulang agak larut malam, dan terkadang tidak bisa makan malam bersama, ini tidak ada bedanya ketika beberapa hari yang lalu ia ditinggal Jinki untuk sementara.

To : ~<3 Jinki unyuudubu :3

I miss you, kamu dmn? aku sudah lama menunggumu😦

Tidak lama kemudian ia mendapat jawaban dari sang kekasih

To: My Key lock❤

Miss you too, aku ada janji dengan klien , kau tidur duluan saja, sorry baby❤

Key menarik nafasnya, ia tidak bisa begitu egois, seharusnya ia mengerti ini tidak akan mudah semenjak appanya mempercayakan Jinki untuk ambil alih perusahaan, walau pada akhirnya, Key lah yang akan mewarisi semuanya, namun tidak mungkin dalam keadaan fisiknya yang sekarang, bukannya ia iri dengan Jinki, atau Minho dan Taemin sepupu mereka yang juga ikut andil bagian, tapi ia merasa tidak berguna… ia merasa menjadi beban, beban bagi appa dan keluarga besar mereka, dan juga Jinki … tanpa ia sadari ia menangis meratapi keadaannya, namun dengan cepat ia menghapus air matanya, ia tidak boleh cengeng, setidaknya ia hanya tidak bisa bicara, kalau mendengar dan mengurus perusahaan itu bisa ia lakukan, itulah mengapa ia tetap home schooling.

‘Aku tidak boleh berdiam diri disini, ada baiknya aku cari Jinki!’ pikirnya kemudian ia beranjak dari duduknya, mengganti pakaiannya dan mengambil ponsel dan dompetnya untuk jaga-jaga.

“Young master, mau kemana?”, tanya butlernya yang berjaga didepan pintu kamarnya, Key menulis dimemonya dan menunjukkannya pada nya.

Aku mau jalan-jalan sebentar dekat sini mencari Jinki, kau tidak perlu mengikuti ku! kalau tidak akan ku bilang appa!

Butlernya hanya mengangguk pasrah, karena ia tahu kemauan yaoung masternya tidak akan ada yang bisa melawannya. Setelah merasa mendapat kebebasan dari butlernya ia berjalan menuju lift dan menekan tombol lantai 1, mungkin ia tidak tahu dimana pasti Jinki berada, tapi ia sempat mendengar bahwa malamnya dia akan meeting di bowlroom dekat hotel.

.

Seorang pria berjalan keluar dari kamarnya, kali ini ia benar-benar lelah dan jenuh dengan pekerjaannya, meeting yang baru saja selessai sekitar 1 jam yang lalu cukup membuat tenaganya habis terkuras, ia tidak seharusnya pergi untuk meeting, dan seharusnya ia pergi ke hawaii bersama teman-temannya, dan bukan di kota cinta ini, tanpa siapapun, dan harus berkutat dengan pekerjaannya, belum lagi dia harus menghadapi klien yang sangat ia benci dan… well, terlalu genius!

Ia berjalan menuju taman yang luas, menghubungi nya dengan sebuah gedung yang ia tahu adalah bowlroom hotel, dia memasang earphonenya dan mengeluarkan iPod nya dari saku celana, setidaknya menikmati kota Paris dimalam hari tidak ada buruknya.

“Hei, kenapa? ayolah… jangan begitu … kenapa kau tidak mau menjawab pertanyaanku?”, Pria itu mendongak ketika mendengar ricuh didepannya, ia mengamati seorang pria sedang menarik tangan pria yang lain dengan paksa, namun sepertinya pria yang bertubuh langsing itu enggan untuk ikut dengannya, semakin lama ia mendekatkan jarak mereka.

“Hei hei… lepaskan…” katanya santai kepada pria yang sedang menarik tangan pria langsing itu (dengan bhs.Prancis), pria bertubuh besar namun tingginya tidak hampir jauh berbeda dengannya melepaskan tangannya dan menatapnya dengan sinis.
‘cih, dia mabuk!’ pikir pria itu.

“Apa kau bilang… siapa kau~ … kau mau main denganku juga~.. dia cukup cantik~ walau dia seorang pria~ heheheh~…”, pria mabuk itu menyentuh wajah mulusnya, membuat pria itu menepisnya namun tangannya sudah ditangkap dengan kencang, membuat nya mendesis kesakitan.

“Ya ya yah… jangan kasar begitu, kubilang lepaskan!”, kata pria itu mendekatkan lagi untuk menepis tangan pria mabuk itu dari wajah pria yang lain, namun pria mabuk itu melayangkan tinjunya namun dengan sigap ia tepis dan memukul tengkuknya dengan cpeat dan membuatnya tersungkur di tanah, karena sudah dalm keadaan mabuk, ia mudah di lumpuhkan.

“Cih, hidung belang, tidak berguna…”, makinya menendang sedikit sisi tubuhnya untuk memeriksa apakah ia benar jatuh pingsan. Namun ia tersadar dengan pria di belakangnya, ia menoleh, sekarang  membuat matanya terbelalak, tidak tahu mengapa hampir saja ia menganga lebar dan menjatuhkan air liurnya ke kemejanya yang mahal ketika melihat sosok didepannya yang sedang menunduk dan memegang lengannya yang tadi dicengkram oleh pria mabuk tadi.

“H-hei … are you alright?”, tanyanya dengan menggunakan bhs.inggris, pria didepannya mendongak dan mengangguk mantap,namun matanya merah karena menahan tangis, membuat jantungnya berdegup lebih kencang lagi …

“W-well… its oke now … hmmm… where’d you go any way?”, tanyanya lagi, namun pria itu hanya diam dan mengeluarkan memo dari kantongnya, pria itu mengerutkan alisnya dan tidak mengerti apa yang akan dilakukan pria didepannya. Ketika pria itu melihat tulisan didepanya ia terkejut.

Thank you so much, im fine , sorry I cannt talk to you, because I’m dumb, and I’m not good at english or french

“Oh … im so sorry …”, pria itu menatapnya dengan sedih, ia tidak menyangka pria secantik ini tidak bisa bicara dengan baik …well, setiap orang punya kekurangan. “Hmm… where r’you came from?”, tanyanya lagi.

Im from Korea, n u?

“Omo, aku juga!”, katanya berubah cara bicaranya dengan bahasa Korea, pria didepannya tersenyum dan membungkukkan badannya. “Baiklah … setidaknya sekarang kita bisa lebih mudah komunikasinya …”, jawabnya senang

Ya benar sekali, sekali lagi gamsahabnida atas pertolonganmu, tapi, aku harus pergi sekarang …

“Oh, kemana?”, tanyanya, pria didepannya menunjuk gedung dibelakangnya, pria yang lain tersenyum, dan mengangguk paham, namun dalam hatinya bertanya, mau apa dia kesana? itu kan tempat pertemuan para pembisnis yang meraka booking untuk pertemuan di negara ini?. Namun sebelum pria itu bertanya lagi, pria didepannya menarik tangannya dan menyalaminya sambil bergumam dimulutnya kata ‘Gamsahabnida’ dan pergi meninggalkannya dengan cepat. Pria itu terpaku dan menatap tangannya kemudian ke arah pria itu, tangan yang lembut dan senyum yang manis.

“Hmm… tidak ada salahnya aku mengikutinya, kalau dia kenapa-kenapa lagi kan bahaya…”, akhirnya ia memutuskan untuk mengikutinya dari belakang.

.

Key berjalan menuju bowlroom yang besar, arsitektur bernuansa yunani menyambutnya dengan indah dengan air mancur yang megah menyambutnya, ia tidak tahu harus mulai dari mana, hanya beberapa petugas yang berjaga di pintu masuk, sebaiknya ia bertanya padanya. Ia berjalan menghampiri petugas itu dan bertanya dengan menuliskan pertanyaan dengan bahasa perancis yang ia pelajari dari Jinki. Namun ia tetap tidak bisa mendapatkan infonya karena sekarang ia bingung dengan yang dikatakan petugas itu.

“Well , may i help you Mister?”, Key menoleh ke arah suara, matanya terbelalak dan senyumnya terkembang, dengan semangat Key mengangguk dan menatapnya dengan mata memelas, pria itu berdecak dan berbicara dengan petugas itu dengan bahasa perancis yang fasih, Key mencibir, sekarang ia benar–benar merasa dirinya tidak berguna dan kalah oleh banyak orang didunia ini .

“Oke, aku tahu kau mau kemana, biar kuantar … gimana?”, tanyanya, Key tersenyum dan mengangguk senang. Pria itu berdecak karena tingkah Key yang lucu.

“Namaku Kim Jonghyun, kau siapa?”, tanyanya seraya mengulurkan tangannya, namun Key tidak menjawab, ia hanya menyambut uluran tangannya tersebut, dan melepasnya, pria bernama Jonghyun itu menampar pikirannya sendiri bahwa ia lupa pria manis didepannya tidak bisa berbicara, ini yang disayangkan , ia ingin sekali mendengar suara nya …

Aku Kim Kibum, kau bisa panggil aku Key saja.

“Kim kibum …Key yah? nama yang unik~…”, Jonghyun mengulang dan tersenyum lebar, Key tersenyum dan menulis lagi.

So, bisa kita masuk sekarang? ayo cepat~

Jonghyun berdecak karena Key menatapnya dengan tatapan semangat 45, ia tidak bisa menolong dirinya sendiri untuk tersenyum melihat setiap tingkah Key yang dari tadi ia tunjukkan. Kemudian Jonghyun mempersilahkannya membimbingnya masuk, ia tentu hapal tempat ini, dan tempat yang ingin Key kunjungin, dan ia tidak mengerti kenapa Key mau pergi ke sini?

“Ng… Key, mau apa kau kesini? mencari seseorang?”, tanya Jonghyun, Key menoleh dan mengangguk semangat, kemudian kembali memutar pandangannya mencari keberadaan Jinki.

“Siapa? pacarmu?”, tanya Jonghyun asal tebak, Key berhenti dan beralih ke arah Jonghyun, kali ini membuat Jonghyun mengutuk dirinya sendiri, baru saja ia bertemu dengan seseorang yang menarik hatinya, namun dengan cepat berubah menjadi berkeping-keping lagi, ia tahu bahwa yang ia tanyakan benar, karena mata Key mengatakan hal itu.

“Oooh… i see…”, jawab Jonghyun sekenannya, dan terus berjalan menuntun Key untuk ketempat yang ia tuju.
“Key ayo kita lanjutkan…”, Jonghyun menoleh ke arah Key, namun ia melihat mata Key terpaku ke arah lain, ia berjalan mendekat dan mengikuti arah pandang Key yang menerobos masuk kebalik pintu kaca dan tepatnya kedalam restoran. Jonghyun memicingan matanya siapa yang ia lihat, dia melihat seorang pria duduk berhadapan dengan wanita lain dan tangannya memedang tangannya sambil tersenyum lebar, dia terbelalak… jangan bilang…

“Key..apa dia…” namun sebelum selesai bertanya, Key sudah menggerakkan kakinya masuk kedalam restoran, Jonghyun dengan cpeat mengikutinya agar tidka terjaid hal yang tidak diinginkan, kerena jika orang cemburu apa saja bisa dilakukan..

.

Tangan Key terkepal dengan kencang, keningnya berkeringat, ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat didepannya, ia berjalan dengan perlahan dan matanya tidak lepas dari dua sosok yang sedang ia tuju untuk segera di bombardir olehya. Ia sekarang berdiri tidak jauh dari dua sosok itu, matanya memerah menahan tangis, dan nafasnya memburu, karena orang yang sangat ia cintai dna ia percaya satu-satunya, saat ini, didepan matanya menusuknya dari belakang, dan secara terang -terangan …

Karena merasa ada yang memperhatikan kedua sosok itu menoleh, dan pria yang masih memegang tangan perempuan itu terkejut dan berdiri dengan tiba-tiba, namun entah mengapa ia terjatuh ke lantai karena tersandung kursinya sendiri.

“K-kibummie … kenapa kau disini?”, tanya Jinki berusaha berdiri dan menghampiri Key, namun Key memundurkan tubuhnya dan mengulurkan tangannya memberikan isyarat agar Jinki tidak maju lagi, kali ini ia tidak bisa menaha air matanya, ia menatap Jinki dengan geram dan tatapannya beralih ke arah wanita yang sedang menatap meraka dengan tatapan innocent nya di belakang Jinki.

“Key ada apa…?”, tanya Jonghyun tiba dibelakang Key, Key diam saja dan menundukkan wajahnya.
“Loh, Jinki …?”, tanya Jonghyun bingung, Jinki juga tidak mengerti kenapa Jonghyun, rival sekaligus kliennya berdiri didepannya dan mengenal Key.

“Jonghyun? kenapa kau ada disini…?”, tanya Jinki bingung.

“Hah? aku mengantarkan Key untu bertem—“, Jonghyun berhenti bicara ketika ia merasakan lengannya dicengkram oleh Key dengan kuat, ia menoleh ke arah Key yang menyembunyikan kepalanya dalam-dalam, dan ia bisa tahu bahwa ia sedang menangis.
“Hei ..Key kena—“

“Kibummie… please… dengarkan aku dul—” Jinki berhenti bicara ketika tangan Key sekali lagi menyuruhnya berhenti, Key mendongak dengan tatapan nanar dengan mata basah, ia menggerakkan tangannya ke arah Jinki kemudian menuju dadanya sendiri sambil memukulnya ke dadanya sendiri seakan berkata (kau- telah berbuat sesuatu- dan itu membuat hati ku sakit!), kemudian dengan segera Key berlari keluar dari restoran, namun ketika Jinki ingin mengejar sebuah tangan menahannya.

“Ng… Jinki, sorry, aku tidak tahu ada apa? tapi biarkan dia sendiri dulu …dan sebaiknya …”, Jonghyun melirik ke arah perempuan itu “… kau selesaikan masalah mu disini dulu …”, kata Jonghyun selanjutnya dan pergi meninggalkan Jinki keluar restoran menyusul Key.

“Jinki …” wanita itu menghampiri Jinki yang terpaku ditempatnya, Jinki jatuh kekursinya dan meremas kepalanya sendiri, air mata jatuh kekedua pipinya, “Jinki …tenanglah …”, wanita itu menyentuh pundak nya dan mengelusnya dengan lembut.

“Aku tahu ini akan terjadi Noona… tapi aku tidak tahu akan sesakit ini … aku …aku…”
“Ssshhh… i know… kalau kau tidak mau, kau tidak usah melakukan ini kan? kau berhak atas dirinya Jinki…”, Jinki menggeleng frustasi.

“Tidak… aku tidak berhak, cepat atau lambat, kita akan berpisah…dan, aku rasa sekarang lebih baik,lebih baik ia meninggalkanku sekarang … karena jika nanti, aku tidak tahu apakah aku bisa melepasnya…”, kata Jinki membenamkan wajahnya dalam-dalam ketelapak tangannya, ia menangis dalam diam, wanita itu tidak tahan melihatnya, ia kemudian memeluk Jinki sambil berbisik.

“Kau berhak Jinki… kau berhak…”, bisiknya.

.

Jonghyun berlari sekuat tenaga mencari kemana Key pergi, shitt … dia baru kali ini perduli dengan urusan orang lain, dan itu merubah dirinya menjadi seperti ini dalam hitungan jam, dan itu semua karena Key, dia memang menyukai Key pada pandangannya pertama, namun ketika ia tahu Key sudah punya kekasih, ia ingin menyerah dan sebaiknya menjadi teman baiknya, namun… setelah ia lihat apa yang terjadi , ia jadi berubah pikiran … ia tidak akan melepaskannya begitu saja setelah tahu Key disakiti, dan ia tidak tahu ada apa sebenarnya, yang ia tahu …saat ini , ia ingin berada di sisi Key ,membuatnya merasa di lindungi.

Ia berlari keluar bowlroom, dan menuju taman yang luas, dan menuju jembatan yang mennghubungkan taman yang lain dan juga hotel dimana tempat mereka menginap, namun larinya terhenti ketika melihat siluet yang tidak jauh darinya, ia tahu itu Key, dilihat dari rambutnya yang berwarna nyentrik berkilauan diterpa lampu taman, perlahan ia berjalan mendekat seraya mengatur nafasnya, tanpa memanggil nama Key ia duduk disebalahnya dengan tenang dan membelai punggung Key untuk lebih tenang agar berhenti menangis. Key tahu itu Jonghyun, karena tangan dan kehangatan yang ia rasakan berbeda, ia menjadi sedih, kenapa bukan Jinki?

Kenapa Jinki tidak mengejar dan mencarinya? apakah semua yang ia lihat barusan itu benar adanya? itu membuatnya lebih sesak dan ingin menangis sejadi-jadinya, namun rasanya sulit, ia tercekat, ia sudah lelah … ia kecewa, ia marah…

Jonghyun yang melihat Key semakin bergetar hebat tidak bisa diam saja, ia meraih Key kedalam pelukannya, awalanya Key menolak, namun pada akhirnya pertahannannya lumpuh, ia hanya ingin ada seseorang yang bersamanya, dan ia rasa Jonghyun tepat saat ini, Key menarik baju depan Jonghyun dan membenamkan wajahnya disana, ia menangis dengan hebat.

“Ssshh… tenang Key… aku ada disini … tenanglah…”, Jonghyun mengelus punggung Key. Key tidak berkata apa-apa, ia terus menangis, hatinya sakit, ia kecewa, Jinki yang ia percaya selama ini …

Namun dari kejauhan tanpa mereka tahu sepasang mata sabit memperhatikannya dengan seksama, lengannya terkepal dengan erat, air matanya mengalir dipipinya yang chubby, rahangnya meggeretak hebat, cemburu menyelimuti  hatinya, ia tidak bisa menahan rasa marahnya, Key yang ia sayang dan ia cintai sepenuh jiwanya didepan matanya sendiri dipeluk oleh orang lain, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya ini yang bisa ia lakukan, karena cepat atau lambat, Key harus melupakannya, harus…

 

 

TBC~

OMO! ADA APA INI? INI APA? ADA APA SIH DENGAN ONKEY? DAN WAW, GUE NAMBAH JONGKEY!

GUE NGGAK TAHU YA? INI TADINYA MAU JADI 2 SHOOT, TAPI KAYAKNYA SAYA BERUBAH PIKIRAN… MUAHAHAHAHAHA

 

LEAVE A COMMENT LAH!

SEE YA🙂

108 thoughts on “[Onkey NC 17-21] Call my name part.2 of?

  1. Aigooo knpa ini? Ada apa jinki? Waeeee?
    Ini curiga ada kaitan nya sama babeh heechul nih 😦
    Dan ada jongkey pula. Aaahhh jinki jgn sampee kmu khilangan key. Jebaaaaalllll 😦

  2. Kenapa jinki harus ninggalin key? (╥﹏╥)
    Kenapa tetiba bang jamong jg harus nongol dan bikin suasana jadi tambah ruwet? -_-
    Pasti ada apa2 nih, curiga jinki nggk direstui nih pacaran sama key haha sok tau :3
    Duuuh nggk sabar kudu lngsung lanjut baca
    Author tolong folback dong, mau minta pw nih ^^ @mutiaontokki ya kak~

  3. siapa cwek ituu
    beraninya ngerusak onkey moment…
    dan ad apa dg jinki knpa du nglakuin hal inii….
    smkin di buat pnsaran…
    lnjjut next nya…

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s