[Req’FF/2min] I always love you


Foreword :

Oke then, ini adalah FF requestan pertama yang gue buat, buat info aja, ini diambil berdasarkan pemilihan pairing terbanyak dan juga kesamaan permintaan, jadi mohon maaf kalau hasilnya masih tidaK sesuai keinginan kalian yah Suunders.

DIDEDIKASI UNTUK :

> Rinhyo
> Aoi kaji
>Silver91
>Yayuki taemin luuph

Pairing : 2min

Genre : Fluff , smut,family and romance🙂

Rate : NC 17🙂

by : Sanniiew

.

.

TAEMIN POV~

Aku tidak pernah menyangka , sekarang aku berdiri disini, dihadapan semua teman dan keluarga, didepan semua orang yang aku cintai, dan aku menjadi orang yang paling bahagia didunia saat ini, aku menggunakan dress putih yang indah, dengan bunga di tanganku, dan rambut ku yang berwarna ke coklatan terikat kebelakang dan menyisakan di bagian samping dengan sedikit ikal, wajah ku memerah, tanganku terasa dingin, aku gugup sekali, setelah selama 22 tahun, akhirnya hari ini tiba, hrari dimana aku paling bahagia menjadi milik seseorang yang paling aku cintai dari dulu, semenjak aku menjadi anak sekolah yang masih baru, aku bertemu dengan pria ini, pria yang luar biasa, pria yang selalu tersenyum menyambutku dengan tangan tertentang ingin memelukku, pria yang selalu mendengarkan semua kata-kata yang keluar dari mulut bawel ku dengan seksama, pria yang selalu menghapus air mataku dan menggantinya dengan pelukan hangat dan bisikan sayang, dan… banyak lagi, dia … Choi Minho.

“Didepan hadirin sekalian, sekarang kalian sah menjadi sepasang suami istri, silahkan memberikan ciuman satu sama lain.”, kata pendeta yang selesai memandu kami untuk mengucapkan janji setia pada kami dihadapan Tuhan dan keluarga serta teman tercinta.

Choi Minho, pria itu dengan lembut menyentuh pundak ku dengan lembut dan menghadapkannya ke hadapanya, jika aku tidak ingat ini tempat umum, maka aku akan berteriak girang, betapa tampannya dia … menggunakan tuxedo hitam , sangat simple, tapi itulah Minho, bagi ku, dimataku … dia sempurna.

Ia tersenyum dan menatapku dengan tatapan matanya yang besar dengan penuh sayang dan penuh emosi, ia bukanlah tipe penggombal, namun ia sangat lembut, ia jarang mengatakan kata cinta, tapi ia selalu memberikan bukti bahwa ia mencintaiku, dan aku suka caranya memperlakukanku, karena aku spesial, ya… aku mendapatkan tempat yang paling spesial di hatinya dan di matanya.

Tangannya menyentuh pipi ku dengan lembut, dan tangannya yang lain menarik pinggang ku, perlahan ia mengelus telingaku, aku tahu .. ini memang caranya memberikan ciuman yang lembut padaku, wajah ku memerah, aku sering melakukan ciuman dengannya, namun tidak kali ini, dihadapan semua orang … perlahan nafasnya mendekat ke wajahku, aku menatapanya nanar, jarak kami semakin dekat, mata kami masih menatap satu sama lain. Jarak bibir kami sedikit lagi, namun ia tersenyum dan berbisik.

” I cant believe this Minnie… Jeongmal saranghae … terima kasih karena kau istri ku, hanya kau…”, bisiknya, dan membelai bibir ku dengan lembut, aku membuka mulutku untuk membiarkannya melahap bibir bawah ku dengan lembut, aku memringkan kepalaku dan melingkarkan tanganku dilehernya, memejamkan mataku merasakan nafasnya berhembus di pipi ku, aku dapat mendengar semua orang bersorai melihatnya mencium ku, ia memasukkan lidahnya ke dalam mulutku, aku melenguh menerima serangannya, ia membelai pipi ku berkali-kali, sedangkan aku meremas rambut cepak hitamnya. Namun sayang, ciuman kami harus berakhir, karena kami butuh udara, dan ehm …

.

“…niie…Minnie…baby..wake up…”, SNAP! aku membuka mataku, aku melihat Minho tepat didepanku tersenyum usil, aku mengedip, apa…? mimpikah?

“Yah yah … kau mimpi apa baby?”, tanyanya memeluk pinggang ku, aku menunduk malu, aku malu sekali, ternyata mimpi, dan posisi ku sekarang berada di atasnya , entah sejak kapan aku menjadi sangat bodoh dan suka mengigau.
“Kenapa sih…hei…”, katanya berusaha menarik dagu ku, aku tersenyum dengan wajah memerah, aku menyembunyikan wajah ku didada bidangnya, merasakan nafasnya yang berhembus di keningku dan dadanya yang naik turun.

“Aku hanya bermimpi tentang kita dulu, dan.. aku tidak percaya bahwa sekarang kita bersama ..”, aku mendongak menatapnya, menyentuh pipinya. “Morning honey … saranghaeyo Minho…”, kataku berbisik dan menariknya kedalam ciumanku, dia tersenyum dan berbisik ditelingaku. “I know … and i love you too baby…”, katanya dengan bahasa inggris. Kemudian ia membalikkan ku dan mencium leherku, menghisap titik sensitifnya, aku melenguh mencengkram rambutnya, tangannya merayap masuk kedalam piyama ku dan mulai menggosok nipple kiri ku, kepala ku mendongak merasakan sensasi yang ia berikan dan sekaligus memberika peluangnya untuk melancarkan ciumannya ke pundak dan dada bidangku, aku mendesah hebat, Minho selalu tahu titik kelemahanku.

“Aaahh… Minhooo… hhhh…”, hanya itu yang bisa ku ucapkan ketika ia sudah mengangkat piyama ku dan menghisap nipple ku, dan tangannya yang lain memainkan nipple ku yang lain.
“Sshhh baby… ini masih pagi … jangan sampai Yoogeunie bangun…”, dammit! benar, aku tidak boleh berisik , Yoogeunie adalah anak kami, entah mengapa, aku tidak mengerti, aku bisa hamil, hei, aku laki-laki, dan itu satu hal yang aneh yang pernah terjadi dari sekian ribu manusia didunia,dan aku salah satu laki-laki yang mempunyai reproduksi wanita, apa aku senang? tentu saja, aku bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi ummaku dulu, dan aku tahu pengorbanannya untuk mempertaruhkan nyawamu hanya untuk mendengar malaikat kecil itu menangis.

“Hhhmmm… Minhoo…stopp… a-aku harus menyiapkan sarapan…hhh..aahh…”, aku berteriak namun dengan cept aku tutup mulutuku dengan tanganku, karena Minho telah mencium perut ku dan menjalar ke pinggulku,
“Sedikit saja … kita tidak melakukan hal ini sejak kemarin kan?”
“Hhh… tapi kan baru 2 hari yang lalu …Minho…”, kataku masih memejamkan mataku ketika ia terus merangsang ku dengan jilatannya. Minho berhenti dan menatap ku cemberut.
“Tapi aku ingin …”, manjanya, aku meraih nya kepelukanku dan tersenyum “Oke, kau bisa mendapatkannya, tapi tidak pagi ini Honey …”, “Wae?”, tanya nya cemberut namun telah mencium leher ku lagi..
“Aaah…”, aku mengerang karena ia sedikit menggigit ku. “K-karena…”

“APPAAAAAAAAAA!!!!”, suara imut itu menggeparkan kamar kami, dan JEDUK!
“AARRGHHH…”, Minho jatuh dari atas tubuh ku , dan saat mendarat di bawah, ia terbentur ujung kasur.

“APPAAAA…. kenapa sama umma?”, kali ini Yoogeuni yang sudah bangun berdiri didepan Minho dengan bertolak pinggang dan mata memerah menahan tangis, aku hanya bisa terkekeh dan turun dari kasur menolong Minho bangun kemudian meraih Yoogeunie kepelukanku.

“Umma, umma tidak apa-apa? mana yang sakit? appa menyakiti umma?”, tanya polos seraya memeriksa pipi dan tubuh ku dengan tangan imutnya, tanpa bisa kujawab ia sudah beralih ke Minho “Appa~ .. appa jahat, appa bilang aku harus lembut terhadap setiap wanita, tapi appa kasar sama umma..appa..appa…”,

“Omo…y-yooogeuniie… appa tidak berbuat apapun sama umma, appa kan sayang sama umma, buat apa appa jahat sama umma?”, bujuknya berusaha menenangkan nya yang sudah mulai sesenggukan, aku hanya tersenyum dan membelai kepalanya dengan lembut.

“Yoogeunie, appa mu tidak jahat sama umma, dia hanya ingin bermain sama umma..”, kataku tersenyum dan mengedip ke arah Minho, Minho menyengir dan mengelus kepala Yoogeun dengan sayang. Mendengar kata ‘main’ aku dapat melihat binar gembira dimatanya.

“Main? main apa? aku boleh ikut umma? boleh yah.. boleh yah appa?”, tanyanya semangat sambil memeluk leher kami sehingga jarak kami menjadi dekat satu sama lain. Minho hanya tertawa mendengar permintaannya, dan aku hanya mengelus kepalanya, imut sekali anakku ini…
“Mainnya lain kali saja yah? sekarang Yoogeunie harus siap-siap, kalau tidak, kau akan terlambat kesekolah kan?”, tanya ku lembut, Minho masih terkekeh, dan Yoogeun sudah mulai tidak nyaman jadi bahan tawaan, aku melirik Minho kesal dan membuatnya menutup mulutnya berjanji tidak akan tertawa lagi sebelum Yoogeun akan tambah menangis.

“Oke, umma mau siapkan sarapan untuk mu dan appa, kau mandi dengan appa yah?”, Yoogeun mengangguk riang dan memeluk Minho,Minho bangkit dari duduknya.
“Aigooo~ anakku sudah besar dan berat …”, kata Minho , aku tersenyum menyentuh lengan Minho, namun sebelum aku dapat berjalan kedapur dia menariku dan mencium bibir ku lagi dengan mesra.

“Y-yah! ada Yoogeun..aissh~..”, aku mendorong tubuhnya memukul nya pelan , dia berdecak melihat penolakkanku, “Sudah lama menikah denganmu, kau masih saja memerah jika ku cium, aigooo~ kyeopta…”, ledeknya.

“Appa!”, ia menoleh “Ya yoogeunie?”, Yoogeun melirik ke arah ku dan kembali ke Minho. “Kenapa appa selalu mencium umma di bibir? Yoogeunie juga mau dicium seperti umma…”, katanya manja, aku tidak bisa menahan senyum ku lagi, Minho hanya terkekeh dan kemudian menuruti kemauan nya, ia mencium bibir nya dengan lembut.
“Aish.. cheesyyy~…”, kataku mencubit pipi Minho dan berjalan ke dapaur, sementara ia pergi ke kamar mandi dengan Yoogeun.

.

>dua bulan kemudian<

Aku tidak tahu sesibuk apa Minho akhir-akhir ini, tapi yang pasti dia jadi suka pulang larut malam dan berangkat pagi lagi, aku mengerti sekarang ia sedang mengejar proyek penting, aku tidak bisa mencegahnya, namun aku khawatir kalau ia harus jatuh sakit dan itu akan membuatnya kesulitan dalam pekerjaannya, di tambah lagi, waktunya bersama Yoogeun menjadi berkurang, aku selalu memberikan nya pengertian bahwa appanya lelah dan ia harus mengerti itu, namun Minho seperti tahu perasaan kami, terkadang ia menyempatkan pulang disiang hari hanya untuk makan siang bersama kami, dan aku senang, itu artinya dia masih perhatian dengan kami, itulah Minho … Minho ku sayang.

“Aigo , Taemin ah, kau tidak apa-apa?”, tanya Key kakak iparku, hari ini ia mengunjungi ku karena ia baru saja menjemput Yoogeun dan mereka baru saja pulang dari belanja, entah mengapa aku jadi khawatir pada Yoogeun, karena ia sering di ajak Key hyung belanja, bagaimana nantinya? aku tidak mau Yoogeun menjadi pria konsumtif seperti Key hyung, dan aku tidak mengerti kenapa Jinki Hyung tahan akan kebiasaan pasangannya ini.

“Kenapa aku memangnya? aku tidak apa-apa Hyung?”, tanya ku bingung seraya membantunya membawa belanjaan ke dapur, well… tadi pagi aku sedikit pusing dan muntah, mungkin karena aku lelah saja mengurus rumah, Yoogeun, dan juga mengajar nari di studio. “Kau yakin? kau terlihat pucat ?”, tanyanya menyentuh kening ku, aku mengangguk mantap. “Gwencana Hyung …”, jawab ku tersenyum.

BRAK! “U-ummaaaa~…”, aku langsung berlari keluar dari dapur diikuti Key Hyung menuju ruang tamu ketika mendengar Yoogeun masuk ke rumah dan menangis.
“Omo Yoogeuniee~ wae baby?”, tanya ku memeluknya erat, ia memelukku erat juga dan menangis di pundakku, aku melihat ke arah Key dan ia juga sedikit bingung dengan apa yang terjadi.
“Yoogeunie, kenapa… katakan pada Umma Key , apa kamu dipukul? siapa yang memukul? tanyanya siap dengan spatula yang entah dari mana. Yoogeun menggeleng mantap.

“Ssshhh.. lalu ada apa? ceritakan pada umma bisakan?”, tanya ku, akhirnya setelah lama menunggu jawaban, ia melepaskan pelukanku dan menatap ku dengan sendu, aku mengangkatnya dan membuatnya duduk dipangkuan ku.

“U-umma… Y-yoogeun ini…*hiks* a-anak siapa…*hiks*?”, aku terkejut mendengar pertanyaannya, aku tidak mengerti kenapa ia bertanya seperti itu?
“Tentu kau anak Taemin umma dan Minho appa sayang … kenapa?”, tanya ku bingung, ia mengusap hidungnya yang memerah. Key hyung duduk disebelahku dan menatap ku bingung.

“K-kata Junghwa *hiks* a-aku tidak mungkin anak umma*hiks* dan appa …k-katanya , *hiks* umma bukan perempuan, dan *hiks* tidak mungkin aku lahir dari umma …*hiks* dia bilang umma berbeda dari ummanya, dan..*hiks* dia bilang berarti aku anak pungut …*hiks* aku nggak mau jadi anak pungut *hiks* umma… aku anak umma*hiks* dan appa kan?”, katanya terus meracau sambil menangis, aku tidak begitu jelas, namun aku mengerti maksudnya, hatiku sakit, melihatnya seperti ini, dia terlalu kecil, aku tahu ini akan menjadi pertanyaan bagi semua orang, namun aku tidak tahu bahwa akan sedini mungkin dia mendapat perlakuan dari orang-orang disekitarnya, dan aku tahu, aku harus siap dengan jawabanku ini.

“Hei ..Yoogeunie… dengarkan yah? kau tentu anak Umma Taemin dan Minho appa, mereka orang tua kandungmu, mereka melahirkan mu dari cinta mereka, jika mereka tidak saling mencintai, maka kau tidak ada didunia ini, umma mu melahirkan mu menyerahkan seluruh jiwa dan raganya, maka dari itu, kau harus percaya dan menyayangi ummamu…”, jelas Key hyung membantu ku, aku tersenyum , aku menyerahkan Yoogeun pada Key hyung dan berjalan ke bufet di ujung ruangan, mengeluarkan sebuah album dari sana dan berjalan dengan tersenyum ke arah Yoogeun, aku mengambil nya kepelukan ku lagi dan membuka album itu bersamanya.

“Lihat, ini  adalah Yoogeun, umma, dan lihat ini appa… kau lahir dengan selamat dan sehat, lihat kan umma menangis untukmu?”, kataku, sebuah foto yang sangat kusukai, dimana aku terbaring lemah namun senyum dan air mata di wajahku, karena aku baru saja terbangun dari masa kritis ku karena secara fisik, seorang laki-laki tidak mempunyai kemampuan untuk menahan proses persalinan, dan Minho menggendong bayi Yoogeun ditangannya, kami tersenyum ketika foto ini diambil dan tangan kecil Yoogeun menggenggam jari kami dengan kuat.

Kemudian lembar demi lembar aku buka foto-foto nya saat ia masih kecil, ketika pertama kali ia merangkak, berjalan, makan sendiri dengan berantakan, saat kami bermain di taman, saat Minho mengganti popoknya, saat ia menangis karena Minho tidak menuruti kemauannya, saat aku bingung karena ia sakit, dan lain-lain, semuanya kuceritakan pada Yoogeunie.

“Yoogeunie, umma tahu kau tidak mengerti, tapi yang harus kau tahu baby, umma dan appa sayang padamu, umma rela melakukan apapun meski itu membuat umma menyerahkan hidup umma, dan umma mohon, jadilah anak baik, selalu menghormati orang lain dan menyayangi siapapun meski kau disakiti, karena dengan itu .. kau akan menjadi anak paling bahagia diseluruh dunia, karena apa? karena hati mu bersih … dan hatimu pebuh kasih sayang, jangan dengarkan omongan negatif dari orang lain, jadilah anak yang baik, demi umma dan appa… arraso?”, jelasku, aku rasa dia cukup mengerti, dia berumur 5 tahun, dan dia anak yang cerdas, aku tahu itu .. tidak butuh lama, ia memelukku dengan erat, dan berbisik.

“Aku sayang umma, aku janji, aku akan jadi anak baik dan kuat, aku mau melindungi umma, aku akan jadi appa yang hebat seperti Minho appa!”, jelasnya riang mencium pipi ku, aku tersenyum dan mencium keningnya.
“Thats my Yoogeunie…”, kataku, Key hyung tersenyum padaku dan berbisik.
“Your so awesome,Taemin!”, katanya, aku hanya terkekeh dan memeluk Yoogeun lagi, Minho … kalau kau tahu, hari ini, sekali lagi, Yoogeun belajar sesuatu, sesuatu yang baru dalam menghargai, menyayangi, dan juga mencintai orang lain.

.

Sore ini aku sudah mengirim pesan pada Minho bahwa ia tidak usah makan di rumah, karena aku akan keluar, sebenarnya aku dan Yoogeun ingin menyiapkan surprise padanya, kami akan datang tiba-tiba kekantornya dan merayakan hari ulang tahunnya di luar, disinilah kami sekarang, kami berjalan masuk ke dalam gedung dan bertanya dimana Mr.Choi Minho, mereka mengatakan bahwa ia sedang ada rapat di ruangannya, dan mungkin akan selesai dalam waktu 15 menit lagi, tanpa membuang waktu, aku menggandeng Yoogeun dan tanganku yang lain membawa paperbag yang isinya hadiah kejutan untuk Minho.

Kami menaiki lift menuju lantai 5, aku tidak tahu mengapa kepalaku menjadi pusing, aku berusaha tidak bersender di dinding lift, karena aku tahu itu akan membuat mu pusing.
“Umma?”, tanya Yoogeunie seperti tahu sesuatu, aku hanya bergumam. “Umma sakit?”, tanyanya, aku hanya menggeleng dan mengelus kepalanya, akhirnya kami tiba di lantai 5, kakiku melangkah keluar, namun terhenti, kali ini aku tidak tahu kenapa aku pusing sekali, aku memegang tembok sebagai pegangan ku kali ini aku tidak tahan lagi, dan entah ada apa dengan diriku ..

“Umma… umma kenapa?”, tanya Yoogeun padaku, ia menarik ujung bajuku dan matanya ingin menangis, aku tersenyum dan membelai rambutnya, “Umma nggak kenapa-kenapa kok … cuma pusing aja, yuk cari appa sekarang …?”, kata ku menggandengnya, good… setidaknya sekarang lebih baik, walau rasanya perut ku mual sekali, rasanya aku masuk angin kali ini.

Aku menuju kerungannya, namun entah mengapa sekertarisnya yang biasanya ku lihat tidak ada ditempatnya, well… Minho bilang dia memang suka berkeliaran, kerja kok keliaran? Saat aku ingin membuka pintu, ternyata tidak dikunci dan sedikit terbuka, aku menyembulkan kepala ku ke dalam ruangan, apa yang kulihat membuat ku tercekat.

“Minho?!”, aku terpaksa berteriak. “APPA~…”, Yoogeun memanggilnya dengan riang, Minho menoleh terkejut, aku tidak mengerti apa yang kulihat kali ini, didepan mata ku, Minho sedang menyentuh lengan seorang perempuan yang ku tahu dia adalah… Tiffany, aku tahu dia, dia mantannya saat semasa kuliah, buat apa dia disini, dan… posisinya, kenapa Minho seakan mencium pipinya.

“T-taemin? Yoogeunnie…”, Minho berjalan ke arah kami, namun aku menarik Minho yang hendak meraih Yoogeun. “Jangan sentuh dia!”, kataku kasar, Yoogeun menatap kami bingung, aku tahu dia terkejut karena aku berteriak pada Minho.

“Tae … kau salah paham, ini tidak seperti yang kau lihat…”, jelas Tiffany, aku hanya diam saja, aku memundurkan tubuh ku, kepala ku mendadak pusing.
“Taemin…dengarkan dul—”
“DIAM!”, teriak ku lagi, kali ini aku dapat melihat Yoogeun mencengkram baju ku, “Umma…”, dia berkata dengan suara bergetar, maaf Yoogeunie membuat mu takut,tapi aku tidak tahu lagi, aku tahu diantara mereka ada apa, aku tahu bagaimana Tiffany sangat menginginkan Minho untuk kembali padanya saat itu, dan aku tidak tahu apa yang terjadi sekarang…

“TAEMIN!”
“UMMA!”
Semua terasa gelap, dan aku tidak tahu lagi, yang bisa kurasakan adalah dinginnya lantai yang menyentuh pipiku, aku hanya bisa melihat terakhir kalinya Yoogeun menangis memelukku.

.

.

MINHO POV~

Aku tidak tahu apa yang terjadi, ini semua salah paham, dan sekarang Taemin terbaring pingsan, dan dia berada di ruang periksa, aku sangat khawatir, aku menggendong Yoogeun di tangan ku, sedang Tiffany pergi ke kantin untuk membelikan sesuatu yang bisa kami makan, aku merasa sangat buruk, Taemin salah paham, dan aku tidak tahu kenapa ia bisa jatuh pingsan, aku merasa bersalah, aku sedih melihat Yoogeun terus menangis dan memanggilnya , ini hari ulang tahun ku, dan sekarang aku menyakitinya, aku merasa menjadi suami dan sekaligus appa yang jahat, aku bingung …

“Umma…appa umma appa…”, Yoogeun memelukku dengan erat, aku mengelus punggungnya untuk menenangkannya,
“Sssh … maaf Yoogeuniie… umma akan baik-baik saja, tenang lah…”, kataku menahan air mata ku juga,aku tidak tahu harus berkata apa, aku sangat khawatir, dan aku juga merasa sakit karena ini, apa yang terjadi dengan Taemin ku?

“Minho!”, aku menoleh, melihat Key hyung dan Jinki hyung menghampiri kami, ia sudah menangis, aku memberi tahunya bahwa kami sedang dirumah sakit, ketika ia menelponku dan menanyakan dimana aku sekarang, aku tidak tahu kenapa mereka mencariku.

“Dimana Taemin? apa yang terjadi?”, tanyanya, aku menggeleng dan menunjuk ruang periksa dimana Taemin berada.
“Aku sudah tahu , aku sudah duga ada sesuatu padanya… dia sakit, dan kau tidak tahu itu kan? kau sibuk dengan urusanmu, kau memang pekerja yang baik, tapi kau bukan suami dan ayah yang baik untuknya dan Yoogeun, kau tidak berpikir ini, hah?”, tanya Key marah padaku, aku menundukkan kepalaku, benar… semua yang ia katakan benar adanya, aku terlalu keras pada diriku sendiri, sehingga aku lupa ada 2 orang yang paling kucintai dan paling butuh perhatian dan kasih sayang dari ku.

“Key … tenanglah, ada Yoogeun disini…”, kata Jinki Hyung menenangkan Key, Key langsung terdiam, dan meraih Yoogeun kepelukannya, ia berjalan menjauhi ku , aku tidak bisa mencegahnya, aku hanya ingin disini, menunggu Taemin ..
Aku duduk dibangku tunggu, Jinki hyung duduk disampingku dan merangkul pundakku, pertahananku runtuh, aku bukanlah orang yang mudah menangis, namun semua ini membuat ku menyesal, semua yang Key katakan benar, dan aku telah menyianyiakan keluarga ku … aku mencintai mereka sangat, mereka bagian hidup ku …

“Tenang lah Minho, semua akan baik-baik saja … jangan pikirkan Key, dia tidak bermaksud berkata seperti itu, dia hanya emosi…” aku menggeleng.
“Tidak Hyung , dia benar… aku egois , aku… aku…”. aku tida tahu harus berkata apa lagi, aku kehabisan kata-kata.
“Minho, kau sudah melakukan yang terbaik, ini sebuah pelajaran Minho, dan kau harus ambil hikmahnya, yang kau butuhkan sekarang adalah, berdoa semoga ia baik-baik saja… “, Jinki hyung terus membuat ku tenang, tapi semua itu tidak cukup, tidak sebelum ku tahu apa yang terjadi.

Tidak lama kemudian seorang dokter keluar , aku langsung berdiri menghampirinya.

“Keluarga Choi Taemin?”, tanyanya, aku mengangguk “Ya, saya suaminya…”, dia sempat bingung, namun ia tersenyum dan menyuruh ku ikut ke ruangannya, aku menoleh ke Jinki Hyung,dia mengatakan akan memanggil yang lainnya, sementara aku mengikuti dokter itu ke rungannya.

.

“Apa yang terjadi padanya ,dok?apa dia baik-baik saja?”, tanya ku panik, dia memeriksa catatannya sebentar dan tersenyum simpul, god, aku bersyukur, semoga ini berita baik, bahwa ia tidak kenapa-kenapa, aku tahu, Taemin ku akan baik-baik saja.

“Well, aku rasa ini bukan berita baru untuk anda tuan ..”, katanya, aku mengerutkan alisku, apa maksudnya?
“Dia… suami..maksud ku istrimu … hmm… dia hamil 2 bulan tuan…”, aku hampir saja jatuh dari kursi ku, mulutku menganga lebar, HAMIL? WHAT? WAE? MAKSUD KU, INI BUKAN PERTAMA KALI, TAPI WHAT? LAGI?!!!

“T-tunggu… aku tidak bercanda kan dok? maksudku… dia… hamil, lagi?”, tanya ku tidak percaya , dokter itu mengangguk mantab, aku tidak tahu harus senang atau sedih, aku senang… tapi aku bingung, kenapa bisa? maksud ku, Taemin ku spesial, dia memang paling spesial, dan aku hampir tidak bisa membedakan ini mimpi atau bukan,aku tidak percaya bahwa UNTUK KEDUA KALINYA, DIA AKAN HAMIL LAGI, ANAK DARI KU, ANAK KEDUA SETELAH YOOGEUN!!.

“Tuan… tuan Minho…”, dokter itu memanggil ku, aku kembali tersadar dari lamunan ku,
“Tapi…”, oh good! aku tidak suka ada kata tapi.

“Apa? dia akan baik-baik saja kan kali ini?”, kataku panik lagi, dokter itu mengangguk.
“Sejauh ini aku terkejut dengan apa yang terjadi, dalam dunia medis aku baru tahu ada hal seperti ini, maksud ku ini jarang terjadi, terlebih 2 kali, tapi istri mu spesial tuan… dan aku harap kau bisa menjaganya dengan baik, kau tahu, fisiknya tidak sekuat wanita, dan kau harus ha—“

“I KNOW DOK !”, potong ku, aku tidak perlu lagi penjelasannya, aku pernah mengalami ini, dan aku yakin kali ini lebih mudah. Dokter itu terkejut dengan semangat ku, aku dapat melihat dari tatapan matanya, aku butuh cermin mungkin karena aku bisa merasakan senyum ku selebar daun kelor.

“Ehm. kalau begitu aku bisa melihatnya?”tanyaku semangat, ia mengangguk, dapat kutunggu lagi, aku permisi dan bersiap memberikan kabar gembira ini pada yang lain, dan terutama pada Taemin dan Yoogeun bahwa ia akan mempunyai adik.

.

“Bagaimana? apa yang terjadi? katakan bahwa Taemin baik-baik saja kan?”, saat aku keluar aku langsung diserbu oleh miss.Key yang selalu saja heboh, aku melirik ke arah Jinki dan Tiffany , kemudian aku tersenyum dan mengambil Yoogeun yang sudah mulai tenang di gendongan Jinki.

“Yah! jawab aku Choi!”, perintah Key, aku memutar bola mataku, aku mengacuhkannya dan memilih mengangkat Yoogeun tinggi-tinggi, aku tersenyum, dan Yoogeun yang awalnya menangis sekarang ia tersenyum, ia selalu suka jika kau melakukan ini.
“Appaaa~…”, dia menyentuh kedua pipi ku dengan tangannya, aku tersenyum dan mencium keningnya.
“Kau akan punya adik Yoogeuniee….”, kata ku senang, dan membuat Key, Jinki dan juga Tiffany terlonjak kaget dan berkata.

“APAAAAAAAAAA?!!”, membuat suster yang terdapat disitu melotot pada kami, namun semuanya kemudian tersenyum dari kuping ke kuping.

“Well. aku harus memberitahunya segera, dan .. menjelaskan apa yang terjadi.”, kataku melirik ke Tiffany, Key dan Jinki setuju, aku  langsung berjalan ke arah kamar dimana Taemin berada, sedangkan Yoogeun aku serahkan ke Key sementara setelah membuatnya mengerti karena aku harus bicara pada ummanya tersayang, dan dia mengangguk mengerti.

.

“Taeminnie…?”, aku membuka pintu perlahan, aku dapat melihatnya sudah terbangun dari tidurnya, namun ia tidak mau melihat ke arah ku, aku tahu dia marah sekarang … tapi aku membawakannya kabar gembira kali ini. Aku menarik nafas dan berjalan mendekatinya, aku duduk disampingnya dan mengelus tangannya, ia tidak menolak ketika aku mencoba menyentuh tangannya, namun ia tidak mau menatapku.

“Taeminnie… baby…”, aku menyentuh pipinya, sekarang aku mencoba duduk di ujung kasurnya, dia menoleh dan air matanya mengalir, aku tahu dia merasa tersakiti, dan dia tidak berkata apapun, aku tahu dia kecewa, dan aku merasa sangat bersalah membuatnya seperti ini.

“Mianhe… mianhe…”, aku mencium telapak tangannya, dia menatapku diam dan hanya menangis.
“Wae Minho…wae?”, bisiknya dengan suara serak, air mata mengalir deras dipipinya, aku membungkuk, mencium kedua pipinya, menghapus air mata di pipinya, dia menutup matanya, aku merasakan nafasnya tenang, aku tahu ia tidak marah padaku, ia hanya kecewa, ia bukan tipe yang selalu meledak-ledak, namun ia memendamnya sendiri, dan aku tahu ini membuatnya sakit perlahan-lahan menahan perasaannya.

“Please… dont cry baby… im so sorry, sorry … aku tahu kau marah padaku, tapi please… percaya padaku, aku tidak pernah melakukan apapun dengannya, kau tahu kan? kau percaya padaku kan?”, jarak wajah kami sangat dekat, aku menatap matanya langsung, berharap ia mengerti dengan tatapan mataku, aku tidak berbohong…

Dia menutup matanya, menarik nafasnya dan kemudian membuka matanya, ia menyentuh pipi ku dengan tangannya yang kurus, betapa aku sangat menyayanginya, dia yang memberikan ku kebahagian, bagaimana aku bisa begitu bodoh membiarkannya terluka beberapa bulan ini? aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku, aku sibuk dengan masalah pribadiku di kantor, aku lupa kalau dia selalu ada jika aku butuhkan, aku tidak terasa air mata mengalir di pipiku.

“Dont cry Minho…”, katanya menghapus air mataku, aku meraih tangannya dan meletakkan nya dengan erat di pipi ku, aku merasakan kehangatannya. “Aku percaya padamu, aku hanya… “, aku menutup mulutnya dengan bibir ku, aku tidak bisa berkata apapun, aku hanya butuh melakukan ini, membuktikan bahwa aku tidak pernah curang padanya, aku mencintainya, kami berciuman dengan mesra, ia melingkarkan tangannya di leher ku, aku mengigit bibir bawahnya dan membuat lidah ku menjelajahi inci mulutnya, membuat nya melenguh diciuman kami.

“Aku …selalu…mecintaimu…aku…tidak akan..pernah meinggalkanmu…yoogeun …dan juga..calon bayi kita…”, kataku disela ciumanku yang mencium bibir, hidung, kening, kedua pipinya, rahang, leher dan setiap inci wajahnya, dia mendorong ku sejenak, dan menatap ku terkejut.

“A-apa? siapa…bayi kita?”, tanya nya bingung, aku tersenyum membelai kepalanya.
“Yes baby…”, aku turun ke sampingnya dan berbisik turun ke perutnya, “Bayi kita, kau mengandung bayi kedua kita, calon adik Yoogeuniee…”, kataku kemudian mencium perutnya, aku dapat merasakan tubuhnya menegang, ia membelai kepalaku, dan menangis, aku bangkit dan mencium bibirnya sayang.

“APPA!!!!”, teriak Yoogeun, yah right Yoogeuniie! untuk kesekian kalinya ia mengganggu kegiatan kami, aku menoleh dan melihatnya berlari kearah kami dan ingin loncat ke ranjang, namun dengan cepat aku menariknya ke gendonganku.
“Ups, Yoogeunie…hati-hati sayang… umma punya adik diperutnya sekarang…”. kataku melirik ke arah Taemin yang menghapus air matanya.
“Tidak apa-apa Minho, berikan dia padaku..sini Yoogeuniie…”, katanya berusaha bangun dan mengulurkan tangannya, aku meletakkan Yoogeun di sampingnya.

“Umma, aku janji, aku akan jaga umma dan adikku, ya kan appa?”, tanya nya lucu, aku duduk dihadapan mereka dan membelai rambutnya,
“Sure baby…”, kata ku tersenyum.

“OMO!”, tiba-tiba Taemin berseru
“Kenapa?”, kau khawatir dia merasakan sesuatu.

“Aku melupakan kado ultah mu, hari ini kan hari ultah mu Honey…”, katanya, dan Yoogeun mengangguk senang.
“Yah umma…”.katanya cemberut, Taemin juga cemberut, aku tidak tahan untuk tidak tersenyum melihat kedua malaikat didepanku. Aku membelai rambut Yoogeun dan mencium keningnya, dan kemudian meraih tangannya seraya aku mencium bibir Taemin dan menyatukan tangan kami bertiga dan aku menciumnya.

“Tidak perlu hadiah apapun …karena kalian lah hadiah ku, tidak ada hadiah yang paling sempurna selain cinta dari kalian, terima kasih…”, kataku tersenyum, Taemin mengeluarkan air matanya lagi.

“Aku sayang appa!”, teriaknya memelukku, aku tersenyum dan menarik Taemin kepelukanku.
“Aku juga selalu cinta pada kalian …”, kata ku mencium kening Taemin.

“Saranghaeyo Minho…”, aku tersenyum. Aku bahagia, terima kasih tuhan.

 

 

END

OMOOOOOO~

Gimana? aneh yah? semoga suka yah? mohon di like this yah🙂

dan jangan lupa RCL!

Buat inform aja, setiap requestan selalu gue bikin Oneshoot!
Dan oh, bagi yang mau pairing nya 2min dan lain dari yang ini, lain kali akan saya buat!

Keep supporting me, and see ya poppo :*

74 thoughts on “[Req’FF/2min] I always love you

  1. ikhhhh sweeet abissss ini cerita…..keluarga yng harmonissss speacless lahhh pokonya daebakkkk sunggg…..xixixi

  2. ouuuhhh tuan Choi~ kau suami idaman, family man… i like it, naega joha:)

    manis manis manis
    sukaaaaaa:)

  3. Wah cerita paling aneh yg pernah aku baca….

    Tapi daebak… Bisa bikin cerita kaya gini…. Aku aja gak kesampean punya ide kaya gini….

    Pokoknya D-A-E-B-A-K

  4. Romantis bener ka sniieewwwwww. Terharu liat perjuangan taemin buat keluarganya. Hihihihikksss.
    Dasar ya Key ga dimana-mana doyannya ngomeeeeel mulu. Wkwkwkwk.

  5. maaniiiiiiiissssssssssss ~( ‘-‘)~~(‘- ‘)~ awalnya kirain 2min baru mau nikah ternyata mimpi tae yang indah(?) Minho Bener2 perhatian .. suami idaman .. sempet kesel pas minho ama tiffany — sebenarnya mereka ngapain ._. lol
    ciee hamil lagi .. yoogeun punya dedek deh hhh

  6. Uwaaaaaaa.. mama.. ini sweet bgt masa..
    Gambaran 2min dimasa depan ni..
    Harmonis bgt rmh tangga mereka.. walopun ada kerikil2 kecil.. tp itu justru semakin menguatkan cinta mereka..
    Yaampuuuun suka bgt ini sumpah..
    Selamat ya 2min atas kehamilan kedua nya..

  7. sweet sweet apple deh >_<
    aku pikir td jg mereka masih mau nikah, eeehhhh ternyata mereka malah udah punya anak . wkwk
    ngakak tiap liat yoogeun ngeganggu aktifitas mereka😄
    makanya tiati kalo lg ituan.. mana udah punya anak segede itu lg :p
    kapok kan, kegep muluk😄😄😄

    aku kok gada nethink yaa disini ke tiffany ._.v haha
    pokoknya dan yg penting adalah 2min selalu bersamaaaaa :* hoho

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s