The other side of him part.8 of?


Foreword :

Hai semuanya, maaf yah nunggu lama, aku butuh inspirasi untuk FF ini, maaf banget nih, kayaknya aku mutusin untuk buat FF oneshoot deh, lebih gampang dan gak makan waktu lama, jadi mungkin kalau semua FF serial udah selesai, aku nerusin project requestan FF aja, dan iseng-iseng yang lain deh🙂 tetep sih disesuain sama kesibukkan kuliah, jadi mohon sabar yah? bagi yang nunggu serial maupun requestan🙂 dan terus dukung aku!

read, enjoy, and RCL please🙂

by : Sanniiew

.

“Minho!”, panggil sebuah suara, ia menoleh, dan Jonghyun tepat berada di belakangnya.

“Wae hyung?”, tanya nya datar, dia baru saja ingin masuk kedalam kelasnya, ia penasaran, apakah Taemin masuk kali ini? dan ia ingin tahu apakah keadaannya baik-baik saja?
“Kau sudah bertemu dengan Taemin?”, tanyanya. Minho diam sebentar, dan kemudian ia menatap Jonghyun datar.

“Yah! kenapa diam saja, aku bertanya padamu.”, teriak Jonghyun,

“Aku tahu siapa Taemin Hyung.”, jelasnya singkat, Jonghyun terkejut, namun dengan cepat ia merubah ekspresinya.
“So?”, tanyanya, Minho menatapnya tajam.
“Aku tahu bahwa dia Taecyeon, dan aku rasa kau juga tahu, iya kan?”, tanya Minho, Jonghyun berdecak.

“Kalau kau tahu kau mau apa? merebutnya dari ku? kau suka Taecyeon kan? dan aku suka Taemin, karena kau sekarang tahu bahwa ia orang yang sama, kau mau merebutnya dariku?”, tanya Jonghyun serius, Minho menarik nafasnya, dan memejamkan mata sebentar.

“Mungkin.”, jawabnya singkat, kali ini mata Jonghyun melotot, wajahnya tegang.
“Dont you dare, Minho!”, kata Jonghyun keras.
“Kenapa? aku berhak untuk suka pada siapa, dan itu bukan urusan mu Hyung.”, kata nya mantap. Jonghyun mengepal tangannya.

“Kau. tidak. berhak!”, desis Jonghyun “Kau tidak berhak atasnya dengan apa yang telah kau perbuat dengannya, biar ku ingatkan padamu Minho, aku sudah pernah bilang, jika kau tidak tertarik, maka aku yang akan mendapatkannya, dan kau… lebih baik minggir sebelum persahabatan kita hancur.”, kata Jonghyun keras, Minho menatapnya heran, apa yang telah ia perbuat? dia melakukan apa pada Taemin?

“Apa maksudmu Hyung?”, tanya Minho. “Aku tidak melakukan apapun.”,
“Oh ya kau melakukannya Minho, dan kau tidak pernah menyadarinya, karena apa? karena kau buta, dan kau tidak pernah peka, dan kau tidak pernah punya hati.”, jelas Jonghyun menuding hidung Minho, Minho menggertakan giginya, tidak pernah ada orang yang menunjukknya seperti ini.

“Dengarkan aku Minho, sebaiknya kau menyerah, karena aku tidak akan melepaskannya begitu saja, camkan ini!”, katanya dan berlalu pergi, Minho mengepalkan tangannya, ia tidak terima, dan ia juga bingung dengan apa yang terjadi, apa yang ia lewatkan? apa yang ia perbuat pada Taemin?

.

Jonghyun berjalan ke kelasnya, berbagai pertanyaan terlintas di pikirannya, dari mana Minho bisa tahu bahwa Taemin dan Taecyeon orang yang sama, siapa yang memberi tahunya, dan sepertinya rencananya akan gagal, karena ia telah melihat bendera perang diantara mereka, kali ini Minho serius, dia menyukai Taemin,dan tidak ada pilihan lain, ini akan semakin sulit mengingat Taemin masih menyukainya, ia berhenti berjalan dan memukul tembok dengan kencang.

“HUAAAHHH…”, teriak seseorang dibelakangnya, dia menoleh, seorang pria dengan wajah imut dan tidak jauh beda tingginya dengannya berdiri membawa tumpukan buku ditangannya.

“Kenapa kau?”, tanya Jonghyun sinis, Pria it berjalan kedepan Jonghyun dan tersenyum.

“Tidak apa-apa, hanya berpikir, pukulan mu keren, tapi terlalu lembek, kau tidak terlatih yah? sayang sekali…’, ledeknya , Jonghyun rasanya ingin memukul anak didepannya ini, namun anak itu telah meraih tangannya.

“Omo na~ … karena tidak terlatih, tanganmu luka, kau lihat ?”, katanya menyentuh tangan Jonghyun dan meniupnya.
“YAH!”, Jonghyun menarik tangannya, anak itu cemberut menerima perlakuan kasar darinya.
“Aish, benar-benar orang sombong, kau tahu, pantas Taemin tidak suka padamu,sampai kapanpun, dia tidak akan suka padamu, dan dia hanya suka Minho, jadi menurutku, aku buang-buang waktu.”, katanya, kali ini Jonghyun hilang kesabaran, dari mana anak ini bisa berkata seperti ini padanya, dan kenapa juga dia tahu segalanya, siapa dia sebenarnya.

“Oh ya?kau sudah selesai bicara? ada kata terakhir sebelum aku memukul wajah mu dan membuat mu gila karena tidak akan pernah kembali seperti semula.”, kata Jonghyun memajukan langkahnya, namun anak itu tidak gentar, dia terus melihat Jonghyun dengan mata bulatnya dan berdiri tegak, Jonghyun mengerutkan alisnya.
“Well, ada lagi sih, kau tidak setampan yang kulihat, senyum mu agak aneh,dan … rambut mu seperti dinosaurus.”, celetuknya santai, Jonghyun yang sedang kesal, mendorong tubuhnya membentur tembok dengan meraih kerah bajunya, membuat buku anak itu jatuh kelantai, namun yang membuatnya heran, anak itu sama sekali tidak takut, dan ia hanya menatap Jonghyun dengan tersenyum simpul.

“Apa yang kau tertawakan? kau mau mati ya? siapa kau? jangan sok tahu tentang hidupku, jerk!”, teriak Jonghyun, anak itu hanya memejamkan matanya sebelah karena suara Jonghyun begitu nyaring ditelinganya.
“Aishh~ tidak sudah teriak, aku cukup dengar tauk?”. jawabnya santai, Jonghyun melayangkan tangannya namun.
“Aku suka kamu!”, teriaknya tepat ketika tangan Jonghyun ingin mendarat di wajahnya yang mulus.

“MWO?!!”, teriak Jonghyun.
anak itu memutar bola matanya. “Aish, tidak usah teriak. aku suka padamu, jelas? aku Cho Jino, dan sekelas dengan Lee Taemin, aku memperhatikanmu, dan aku rasa aku menyukai mu, mau jadi pacarku?”, tanyanya dan kali ini melingkarkan tangannya ke leher Jonghyun menariknya mendekat, Jonghyun terkejut.

“YAH! kau sudah gila yah? aku tidak mau pacaran dengan orang gila seperti mu!” Jonghyun mendorong tubuh Jino dnegan keras.BUKK! JEDUK!
Jonghyun terkejut, anak itu terkapar di tanah, dan ia tidak sadarkan diri.
“y-YAH! HEI BANGUN!”, teriak Jonghyun, namun anak itu tidak bangun juga, ia mulai panik. ia berjongkok dan memegang denyut nadinya, syukur masih selamat. Jonghyun mengangkat kepalanya dan membopongnya ke puskesmas, ia berlari sekuat tenaga takut terjadi apa-apa, bisa gawat.

Jonghyun telah sampai diruang puskesmas, dan good, tidak ada orang ketika genting begini. Ia langsung menaruh tubuh Jino diatas kasur dan berusaha mengguncang tubuhnya untuk terbangun lagi.
“Hei, bangun! bangu—” kata-katanya sudah terpotong ketika Jino menariknya kepelukannya dan mencium bibir Jonghyun, Jonghyun terkejut dan berusaha mendorong tubuhnya lagi, namun kali ini Jino sudah menariknya dengan kuat dan kakinya melingkat di pinggul Jonghyun, ia tidak tahu dari mana anak sekecil ini bisa punya tenaga sekuat ini, Jino mulai menggigit keras bibir Jonghyun membuatnya mengerang dan membuatnya mengambil kesempatan itu dengan memasukkan lidahnya kedalam mulut Jonghyun, Jonghyun terkejut, namun ia tidak bisa menolak, Jino menjelajahi lidahnya diseluruh rongga mulut Jonghyun, membuat yang lebih tua menggelinjang.

“You know what? i cant take it anymore…”, kata Jino menyengir setelah melepaskan ciuman mereka, kali ini Jonghyun terkejut, karena Jino telah mencium leher Jonghyun dan membantingnya ke atas kasur, ia tidak habis pikir ia bisa jatuh dengan mudah ditangan anak kecil ini. Tanpa tunggu banyak lagi Jino sudah menyerang setiap inci sensitifnya, dan tangannya bergerak ke membernya , namun sebelum ia selesai ia berhenti dan menatap Jonghyun sambil menyengir, Jonghyun membuka matanya bingung, ia tidak ingin melakukan ini, tapi ia merasa kecewa..

“Well, its enough now … see ya… if you miss me, aku ada di kelas yang sama dengan Taemin dan Minho!”, katanya pergi keluar dari puskesmas, Jonghyun menganga lebar dan terduduk. WTF?!!! siapa anak itu? dan kenapa tiba-tiba ia berbuat seperti ini, dan kemudian meninggalkannya begitu saja? dia berdiri dan mengaca di kaca , ia melihat sebuah tanda merah dilehernya, ia menyentuh kissmark itu dan tersenyum.

“Shitt!”, katanya “Beraninya dia, awas nanti, Cho Jino!”, katanya, untuk pertama kalinya ia merubah haluan, Taemin … aaahhh… benar katanya, sampai jungkir balik juga tidak akan pernah mendapatkannya, Taemin memang milik Minho, dan mungkin sekarang ia menemukan mainan baru. kekekek~

.

Sekarang Minho berdiri di depan sebuah apartemen yang alamatnya ia dapat dari Changmin, pegawai club yang pernah ia temui, awalnya ia ingin mencari dimana Jinki, namun Changmin tidak tahu dimana Jinki? kedua adik kakak itu tiba-tiba menghilang dari peradaban.

Minho menekan bel dan tidak lama kemudian seorang pria berdiri didepannya.
“Minho?”, Jinki membuka pintu lebih lebar
“Hai Hyung… kau… mau kemana?”, tanya Minho melihat Jinki yang rapih dan siap untuk pergi, ia melirik kedalam apartemennya dan beralih ke Minho.

“Minho, aku harus pergi, aku mohon jaga Taemin sebentar, dia…”, Jinki berdiam sebentar dan mendengar bunyi barang pecah dari dalam,
“Apa itu hyung?”, tanya Minho panik, Jinki menelan ludahnya, ia kemudian menarik Minho keluar dan menjelaskan pada Minho sebaiknya ia pelan-pelan terhadap Taemin, ia tidak tahu apa yang terjadi, namun adiknya menjadi berubah, ia menjadi sensitif dan pemarah, dan suka ngamuk tidak jelas, ia juga menjelaskan jika lelah marah-marah ia akan tertidur dan menggumam nama Minho, Minho semakin penasaran apa yang terjadi.

“Baiklah aku mengerti, serahkan padaku Hyung… jika kau harus pergi, pergilah.”, kata Minho, Jinki mengangguk lemah.

“Maaf Minho, tapi aku harus pergi, aku tahu aku tidak seharusnya meninggalkannya, namun ini mendadak.”, katanya, Minho mengangguk mengerti dan tanpa basa-basi lagi Jinki sudah berjalan menuruni tangga darurat dengan terburu-buru, Minho menarik nafas menatap pintu apartemen itu sebentar dan berjalan masuk dengan perlahan.

.

Jinki memacu mobilnya dengan cepat, awalnya ia tidak mau melakukan langkah ini, namun ia harus, tidak kali ini, tidak dengan berita yang baru saja ia terima, tidak ketika Dongwoon menghubunginya dan mengatakan apa yang terjadi pada Key, ia tidak menyangka, sosok Key yang ia kenal dulu kembali seperti semula, dan itu karenanya.

Tidak lama ia tiba di sebuah rumah sakit swasta dan turun dengan cepat menuju ruang UGD, dia berlari dengan cepat dengan dada bergemuruh, menahan kesal, dan juga panik. Tidak jauh dia melihat Dongwoon dan juga seorang pria berdiri didepan ruang UGD dengan wajah panik.

“Dongwoon!”, panggil Jinki, kedua pria itu menoleh.namun…BUKK!

“HYUNG!”, Dongwoon menahan seseorang yang sudah meninju Jinki dengan kencang sehingga ia tersungkur ditanah.
“KAU! LEE JINKI! SAMPAI TERJADI SESUATU PADA ADIKKU, KAU YANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB ATAS SEMUA INI!”, teriak Jonghyun pada Jinki, Jinki tidak bisa berkata apa-apa, dia menunduk dalam-dalam.

“Kau tahu, kau tidak tahu berapa lama kami membuatnya sembuh dari semua ini, dan sampai kau datang lagi, kenapa hah? kau masih kecewa dengannya? kau sakit hati? bukan hanya kau yang menderita, tapi adikku juga, dia terluka, batinnya terluka, bahkan hampir gila, dan itu karena kau! kau tidak mengerti kan, hah?”, teriak Jonghyun terus.

“Hyung…”, tahan Dongwoon. Jinki menunduk dalam-dalam, ia tahu Key punya kebiasaan ini, ia berubah ketika bertemu dengannya, namun ia tidak menyangka ini akan terjadi lagi, ia berubah menjadi Key yang suka melukai tubuhnya sendiri dengan tidak sadar, maxocist, itu namanya.

“Fuck!”, teriak Jonghyun menendang kursi tunggu, dan Jinki bangkit menatap Dongwoon dengan tatapan sedih, air matanya mengalir, namun Dongwoon hanya menggeleng dan membiarkan keadaan diantara mereka menjadi kaku.

Butuh waktu yang lama sampai akhirnya pintu UGD terbuka dan seorang dokter keluar dari sana, mereka bertiga langsung menghampiri dokter tersebut.
“Bagaimana dok?”, tanya Jonghyun lebih dulu, dokter itu melihat keketiga pria didepannya.

“Ada yang bernama Jinki?”, tanyanya, semua mata tertuju ke arah Jinki yang tertunduk lemah.
“Ya…”, jawab Jinki mendongak, dokter itu tersenyum dan menepuk pundaknya.
“Sebaiknya kau masuk, dia membutuhkanmu…”, kata dokter itu.

“Tapi—“, cegah Jonghyun namun sudah dicegah oleh Dongwoon.
“Jinki hyung… masuklah.”, perintah Dongwoon, Jinki melihat ke arah Jonghyun yang membuang mukanya dan berjalan menuju ruangan dimana Key terbaring.

.

.

Minho perlahan memijakkan kakinya kedalam kamar, gelap, tidak ada suara yang baru saja ia dengar, suasananya terasa sepi dan tidak ada tanda keberadaan orang disana, ia membuka pintu kamar yang terbuka sedikit, dan tidak membutuhkan waktu lama ia dapat menangkap sosok yang ia kenal. meringkuk di pojok ruangan dengan memeluk dengkulnya sendiri, keadaan kamar porak poranda, vas bungan pecah, dan kasur berantakan, dan kamarnya becek dengan air.

Perlahan ia mendekat ke arah dimana Taemin duduk menghadap jendela dan sosoknya disinari cahaya dari luar jendela dengan membenamkan kepalanya di dengkulnya, Minho mengambil posisi tepat disebelahnya, yang tidak habis pikir, ia melihat Taemin basah kuyup ddari ujung kaki hingga ujung kepala, apa yang ia lakukan? ia bisa jatuh sakit dalam keadaan basah kuyup begini.

“Taemin …”, Minho mencoba memanggilnya,

“…”

“Taemin…”, panggilnya lagi, kali ini mencoba menyentuhnya..

“TAEMIN!”, ketika ia menyentuhnya tubuh kecilnya terkulai kelantai, dan yang membuatnya terkejut, ditangan, di kaki, dan di wajahnya memerah dan hampir berdarah, tanpa pikir panjang ia membopong tubuh kecil itu ke kasur.

“Taemin…”, desisnya, air matanya mengalir menatap luka yang ada diseluruh tubuhnya.

“M-minho…”, gumamnya dalam keadaan pingsan, tanpa pikir panjang Minho memeluknya dengan erat, tidak perduli akan membangunkannya atau tidak, ia menangis.

“Taemin…Taemin..”, ia tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.

 

TBC~

WAAAAAAAAAAAAH…

pendek sekali bukan?

yup, tinggal 1 part lagi tamat, sengaja gue bikin pendek, karena gue udah capek dan terlalu malas buat ngedit nya,

RCL , SEE YA ON NEXT PART . 9end!

62 thoughts on “The other side of him part.8 of?

  1. yak ampun key.. ga tau mau ngomong apa lagi. kalo kayak gini muh jinki harus kembali ke key dan ngubah dia. setidaknya bantu buat menyembuhkan kebiasaannya key.
    masa kulit mulus key sekarang udah ga mulus lagi..

    kenapa taemin juga ikut”an.. hadeh.. jinki pasti dilema ini. 2 orang yang ia sayangi lagi dalam keadaan buruk..

    astaga jino , lw frontal amat. tapi setidaknya gw terima kasih ke lw, karena dalam waktu sesingkat itu. lw berhasil naklukin kim jonghyun..wkwkwkwk
    pervert couple!!!

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s