Fallin’ for you part.5 of 6


Foreword :

Hai, bosen deh ngomong hai terus, tapi aku senangggg~ kali ini blog ku tambah ramai, makasih yah Suunders yang secara nggak langsung mungkin ada yang cerita sama temennya dan kasih tahu blog ini, dan bantu untuk publikasiin tentang blog ini, maaf banget buat semua request yang masih belum tercapai, tapi aku udah siapin ceritanya, karena mau ngejar semua serial biar cepet selesai, jadi ada beberapa yang di pending, hei … akan sisa 1 part lagi loh,jadi ini sampai 6 cerita , sorry buat Jongkey shipper, tapi kali ini aku nggak menyatukan mereka, sadar atau nggak jangan benci aku, aku kayaknya gak pernah buat Jongkey bersatu di blog ini, kekekek~ actually, im 2min shipper and Onkey ninja! kekekek~

SO, HERE IT IS
READ, ENJOY, and RCL🙂
ILYSM :* ~<3

by : Saniiew

.

.

NC 17

Author pov~

Jinki membuka matanya, sinar matahari masuk kedalam kamarnya, dan ia memicingkan sedikit untuk menangkap sinar yang menyentuh wajahnya, ia merentangkan tangannya, namun ia merasa dingin, ia menoleh kesebelah kasurnya, ia mencoba mengingat semua yang terjadi, apa yang baru saja ia lakukan dan … kemana Kibum? tidak ada siapapun disampingnya, ia bangkit dari tidurnya, melihat jam didinding, pukul 8 pagi, dan .. baju Key sudah tidak ada lagi di lantai, kemana dia?

“Kibumie….?”, panggilnya mengambil pakaian nya dan turun dari kasur.

“KIBUM!”, teriaknya lebih kencang dan memeriksa kamar mandi, ia mulai panik karena tidak ada jawaban, dengan cepat ia memakai celananya dan keluar kamar, namun ketika ia membuka pintu aroma masakan tercium di hidungnya, dia dengan cepat berjalan ke dapur, dan benar, ia melihat Kibum sedang berdiri membelakanginya dan sibuk membuat sesuatu, ia tersenyum dan bernafas lega, setidaknya ia tidak pergi kemana pun kali ini, perlahan ia mendekat dan memeluknya dari belakang.

“OMO! GOD JINKI! Kau membuat ku kaget!!”, teriaknya, Jinki hanya terkekeh dan memeluknya erat, mencium tengkuknya dengan lembut dan mencium pipinya.
“Aishh~ lepaskan, aku sedang masak …”, ngambeknya, Jinki tidak menghiraukan, dia membalikkan tubuh Kibum dan memeluknya, Kibum tidak tahu mengapa, tapi yang jelas ia bahagia, ia membalas pelukan Jinki.
“Kenapa sih?”, tanyanya bingung, Jinki terkekeh, dan mengatup kedua pipi Kibum.

“Nothing … aku hanya senang kau ada disini bersamaku, jangan pergi jauh-jauh lagi dan membuat ku khawatir, arra?”, perintah Jinki, Kibum berdecak dan menyentil jidatnya.
“Aku tidak akan kemana-mana kau tahu? tidak dengan tinggal sendiri di apartemenku…”, katanya berbalik, Jinki menarik nafas dan memeluk pinggangnya lagi.
“So, kamu memutuskan untuk menerima tawaranku kan?”, tanya nya, Kibum berdiam sesaat dan tidak menjawab.
“Mungkin… tapi …”, ia berhenti, dan membalikkan tubuhnya menarik baju depan Jinki.
“Aku harus menemukan Umma terlebih dahulu, kau mae membantu ku kan? “, tanyanya, Jinki tersenyum dan mencium keningnya,
“Sure baby…”, jawabnya. Kibum hanya tersenyum dan menuntun Jinki ke tempat meja makan untuk menunggunya sebentar lagi menyiapkan sarapan.

Jinki memperhatikan sosok Kibum didepannya , namun matanya tertuju pada benda yang menggelantung di tangannya, hatinya menjadi panas lagi, si Dino head sialan itu telah mencoba merebut Kibumnya dengan cara yang tidak bersih, kalau begini ia tidak akan main-main, ia tidak masalah dengan gelang itu, tapi caranya itu membuatnya bergidik geli, mana ada orang mengaku cinta dan menggunakan barang yang bukan miliknya, sudah jelas bukan siapa yang menang? tanya nya sendiri dalam hati.

“Hey…apa yang kau pikirkan?”, Kibum menyentuh tangan Jinki, Jinki terkejut, ia tersadar dari lamunannya,ia menarik Kibum kepangkuannya dan memeluknya lagi.
“Tidak, aku hanya berpikir kita akan memulai dari mana mencari umma mu, tapi hari ini aku harus ke kampus sebentar, kau tidak keberatan kan?”, tanya , Kibum menimbang sebentar dan berpikir.
“Hmm.. baiklah, kalau begitu aku juga ikut ke kampus.”, kata Kibum memeluk leher Jinki.
“Kau juga kuliah?”, Kibum menggeleng. “No, aku hanya ingin ikut, aku lagi malas, toh project ku hampir selesai, jadi santai saja.”, katanya santai. Jinki tersenyum dan mengelus kepalanya sayang.

“I love you Jinki…”, kata Kibum mencium keningnya, Jinki tersenyum dan berbisik “I love you Kibumie…”, sebelum bibir mereka menyatu menjadi satu dan memberikan ciuman manis pagi hari.

.

Jonghyun pov~

Dammit Jinki! dia tidak juga menghubungi ku, aku sudah mondar-mandir keapartemen Kibum, tapi aku tidak juga menemukannya, aku berharap dia baik-baik saja, aku sudah berjanji akan membantunya mencari ummanya, mungkin beberapa kolega ku bisa membantu untuk membantunya, hei … aku tentu punya bawahan banyak, ayahku orang kaya, bukan aku sih, tapi setidaknya menjadi anaknya bisa membuat ku mendapatkan spesialisasi juga dalam hal ini. Kemudahan jika uang ada, cih, terkadang ayah ku suka berlebihan, aku benci jika ia sudah mulai bawa wanita sesukanya, oke, balik lagi ke Kibum, aku harus menemukannya, setidak nya dimulai dari kampus, siapa tahu salah satu dari temannya ada yang melihatnya.

“Hei, kau tahu Kibum? apa kau melihatnya?”, tanya ku pada seseorang yang lewat, dia berhenti dan mengatakan tidak, aku bertanya lagi ke yang lain , dari semua yang kudapat jawabannya adalah nihil, beberapa dari mereka mengatakan Kibum sudah tidak masuk kuliah beberapa hari ini, dan dia tidak tahu kemana.

“Hei, kau cari Kibum?”, aku menoleh, didepanku berdiri seorang namja dengan rambut pirang dan memakan pokky dengan semangat.
“Yup, kau tahu dimana dia?”, tanya ku,
“Siapa yang mencari Kibum?”, dan namja yang lain kali ini lebih tinggi dari ku dengan potongan rambut cepak dan pirang menyapaku. Pria yang satunya menunjuk ku dengan pokky di mulutnya, aish… tidak sopan kedua orang ini. Yang satunya mengoreksi ku dari atas kepala hingga kaki, well… aku mulai tidak suka dengan kedua orang ini, sebaiknya aku pergi dari pada mengurusi dua orang ini.

“Hei tunggu!”, panggil mereka, aku menoleh malas.
“Apa? kau sudah tahu belum dimana Kibum? kalau tidak aku akan pergi dan cari ditempat lain…”, kata ku malas, yang berambut cepak menyengir dan berjalan mendekat.

“Aku Dongwoon dan ini Mir, kami sahabatnya, kau siapa?”, tanyanya, haduh, aku sudah mulai bosan menanggapi mereka yang bertele-tele.
“Aku Kim Jonghyun, aku pacarnya.”, jawab ku sekenannya, membuat yang bermabut cepak menganga dan yang satunya batuk karena tersedak pokky nya.
“MWO?”, kata yang satunya. Aku memutar bola mataku bosan.

“Oke , kalau kau memang pacarnya kenapa kau malah mencarinya disini? itu membuktikan bahwa kau bohong kan?”, kata yang cepak, aku berdecak kesal.
“Sebenarnya kalian tahu atau tidak? jangan bertele-tele, aku benar-benar ada urusan penting dengannya…”, jawab ku tidak sabaran, mereka malah saling memandang dan mengerutkan alis.
“Urusan? setahu ku Key tidak pernah punya teman seperti mu, dia sahabat kami , dan aku tahu siapa saja temannya, katakan saja pada kami , nanti kami sampaikan kalau kau mencarinya.”, jelas yang sedang makan pokky, aku menatapnya sinis, dan dia hanya bersikap santai.
“Tidak usah, terima kasih, biar ku sampaikan sendiri.”, jelasku dan berbalik.

“Jonghyun!”

.

Author pov~

“Jonghyun!”, Jonghyun menoleh, dia terkejut, Kibum berada tepat dibelakangnya dan tersenyum berjalan ke arahnya, ia mengerutkan alisnya dan tersenyum, namun seketika senyumnya hilang ketika melihat sosok yang mengikutinya dari belakang dan ..menggandeng tangannya, dia berdiri kaku didepan kedua sosok yang baru datang itu.
“Jonghyun… sedang apa kau disini?”, tanya Kibum berdiri tepat di depannya. Jonghyun diam saja dan melirik datar ke arah dimana Jinki berdiri dibelakangnya, dan matanya beralih ke arah Kibum.

“Aku mencari mu, kau kemana saja? aku khawatir setengah mati Kibum…”, kata Jonghyun menyentuh pipi Kibum, dan ia dapat melihat dari sudut matanya Jinki menatapnya sinis dan menggertakan giginya, namun ia tidak perduli… ia terus menyentuh pipi Kibum.
“Aahh ng… aku baik-baik saja Jong… terima kasih…”, kali ini Jonghyun terkejut karena Kibum melepaskan tangan Jonghyun dari pipinya, ia kecewa, namun ia memaksa tersenyum.
“Baguslah kalau begitu, ada yang mau kubicarakan padamu, bisa?”, tanyanya lagi, kali ini Kibum berpikir sejenak dan menoleh ke arah Jinki dan kedua temannya yang menjadi penonton setia. Jinki tidak berkata apapun namun hanya tersenyum simpul , Kibum mengartikannya sebagai kata ‘iya’

“Baiklah, kita bicara dimana?”, tanya Kibum. Jonghyun tersenyum dan menarik tangan Kibum.
“Ayo ikut aku…”, kata Jonghyun tanpa berpamitan dan langsung menarik Kibum menjauh, Kibum terkejut dan hanya mengikutinya. Namun dari jauh sepasang mata sabit menatapnya sinis, ia tidak bisa mencegahnya, karena ia ada urusan, dan dia tahu kalau Kibum tidak akan mengkhianatinya.
“Tenang lah Jinki hyung… percayakan pada Kibum, dia tidak akan berpaling dari mu semudah itu…”, kata Dongwoon menepuk pundaknya, Jinki tersenyum simpul.
“Yup, lagi pula, dia tidak tinggi … dan dia tidak selucu kau Hyung, Kibum menyukai mu karena kau lucu… dia garing.”, jawab Mir, dan kali ini Jinki dan Dongwoon menatap Mir aneh, WTF ?
“Apa? kenapa? aku benar kan?”, tanya Mir polos, Jinki hanya berdecak dan Dongwoon menjitak pelan kepala Mir.
“Aishhh~ nggak nyambung!”, kata Dongwoon kesal, Mir hanya cemberut, namun Jinki kembali memandang ke arah dimana Kibum dan Jonghyun pergi, sebaiknya memang ia percaya padanya. Ia percaya Kibumnya tidak akan mudah berubah.

.

Key pov~

“Jonghyun…Jonghyun… kita mau kemana sih…?”, kata ku kesal, dia terus menyeret ku ke gedung lain dan melewati koridor yang tidak begitu ramai, aku tidak tahu dia akan membawa ku kemana, sementara tanganku terus di geret olehnya.
“Jonghyun lepas…tangan ku sakit tauk… apaan sih…”, kami memasuki sebuah ruangan. sepertinya ini ruang tari, aku bisa tahu dari bentuknya dan semua peralatan yang ada.

Setelah kami masuk dia melepas tangan ku dan berbalik menatap ku, aku memegang lengan ku yang baru saja ia genggam dan masih terasa sakit, ada apa dengannya?
“Ada apa denganmu? kenapakau kasar begini?”, tanya ku heran, dia mendekat dan memojokkan ku ketembok.
“J-jong..apa ya—“, belum selesai aku bicara dia telah mencium ku paksa, aku berusaha mendorong tubuhnya namun percuma, dia sangat kuat, aku terus mencoba, ada apa dengannya, kenapa dia begini?
“JONGHYUN!”PLAK! aku berhasil menamparnya, dia memundurkan badannya dari ku, aku tersengal menatapnya kesal.
“APA YANG KAU LAKUKAN?!”, teriakku kesal, dia mendongak dan matanya berair.

“AKU SUKA PADAMU, KAU BELUM JELAS JUGA?”, katanya kesal. Aku menutup mulutku, aku tahu itu, aku tahu ketika dia memberikan gelang ditanganku, dan saat ia menciumku, aku dulu berpikir bahwa aku juga menyukainya, tapi itu hanya karena rasa simpati ku dan aku nyaman karena ia begitu lembut dan baik padaku, sementara aku membutuh kan sosok Jinki yang menjauh, namun aku sadar, dari dulu hingga sekarang hanya Jinki dihatiku, dan aku tidak bisa berbohong.

“Maaf Jong…ak— aaahh!”, aku terdorong ketembok dan dia menekan kedua tanganku ketembok dengan kencang, ia menatapku kesal dan air mata mengalir di pipinya.
“Kenapa? kenapa kau tidak bisa menyukaiku? aku menyukai mu Kibum, sejak pertama kita bertemu hingga sekarang, kenapa kau tidak bisa menyukaiku?”, tanya nya, aku diam saja dan menggeleng.
“Tidak Jong … aku tidak bisa, aku hanya menyukai Jinki, dan aku tidak bisa memaksakan perasaan ku padamu, ku mohon mengertilah, kita masih bisa berteman…”. kata ku menjelaskan padanya, dia menatapku sinis.
“Aku rasa tidak …”, katanya sinis, dan tanpa bisa kucegah dia sudah membuka celana ku, dammit! aku takut sekali, kemana Jonghyun yang kukenal dengan lembut, dia bukan temanku aku tidak mengenalnya, aku mau berteriak dan mencoba memukulnya namun aku lemas… aku cukup lelah karena semalam dengan Jinki, dan sekarang…

“Jonghyun! tidak! jangan…kumohon!!”, teriakku berusaha mendorongnya, namun ia cukup kuat dan sekarang tangannya sudah menggenggam member ku.
“JONGHYUN! KU MOHON…AAAHHH…”, aku lemas, dia sudah menggerakan tangannya, aku memejamkan mata ku takut, aku menangis.
“Jonghyun… kumohon…jangan….”, kata ku menangis, dan BUKK!
“SIALAN!”, teriaknya memukul tembok disamping kepalaku, aku tidak bisa membiarkannya begini, tubuhnya bergetar dan aku tidak bisa melihat wajahnya.
“Keluar …”, aku diam sesaat mencoba mencerna apa yang ia katakan.
“KELUAR!”, teriaknya. “Lari sebelum aku berubah pikiran.”, aku mengerti sekarang, aku menarik naik celana ku dan pergi dari hadapannya, aku berlari keluar ruangan itu dengan kencang, air mata ku turun deras, aku tidak menyangka pertemanan kami akan berakhir seperti ini, aku benar-benar tidak tahu akan menjadi begini, kau orang yang baik Jong… tapi maaf, aku tidak bisa.

.

.

Jinki pov~

Aku berlari menuju taman, aku mencari dimana Kibum berada, dia baru saja mengirim ku pesan bahwa ia menunggu ku ditaman belakang kampus seperti biasa, ditepi danau tempat kami sering berbicara, aku berlari sekuat tenaga ku dan mencoba untuk tidak jatuh, aku harus hati-hati karena entah apa sebabnya aku sering terjatuh walau tidak ada angin dan hujan.

Aku tidak tahu mengapa aku ingin sekali bertemu dengannya, aku resah setengah mati saat berada di kelas, karena pikiran ku melayang memikirkan apa yang terjadi dan sedang dilakukan oleh Kibum dan Jonghyun. Setelah aku mendapatkan pesan yang sangat singkat dari Kibum, aku tahu ada yang tidak beres, dia tidak pernah mengirim pesan sangat pendek, dan aku tahu bahwa pasti ada sesuatu.

Aku dapat melihatnya duduk dibangku taman dan melempar sesuatu ke air, aku tersenyum dan berjalan menghampirinya, sambil mengatur nafasku.
“Hei baby…”, kataku merangkul pundaknya, dia menoleh dan tersenyum.
“Hai … lama sekali …”, katanya cemberut, aku terkekeh, namun aku menyadari sesuatu, bibirnya bengkak dan merah …

“Kibum kau…”, kataku menarik dagunya, dia tidak menatapku, aku  tahu ada sesuatu.
“Kibum lihat aku, ada apa? apa yang dilakukannya?”, kata ku dingin, ia tidak menjawab, benar dugaanku, dia melakukan sesuatu pada Kibum ku.
“Baiklah, kalau kau tidak menjawab biar aku yang bertanya padanya.”, kataku berdiri.
“JANGAN!”, cegahnya kencang dan menarik lengan ku dengan kuat. “Jangan… sudahlah, dia sudah mengerti dan jangan diperpanjang, aku tidak mau ada keributan lagi…”, kata nya, aku menatapnya kesal, namun ia lebih buruk seperti menahan tangisnya, apa boleh buat, kali ini aku ampuni, setidaknya aku tahu Kibum ku baik-baik saja, aku duduk kembali dan memeluknya.
“Maaf, kau benar tidak apa-apa kan?”, tanya ku, ia mengangguk.

.

Key pov~

“Maaf, kau benar tidak apa-apa kan?”, tanyanya, aku hanya bisa mengangguk, aku tidak bsia cerita apa yang ia lakukan sebelumnya padaku, aku ingin sekali cerita, karena aku sempat takut, namun setelah kupikir lagi, aku tidak akan membiarkannya melakukan sesuatu pada Jonghyun, bagaimana pun dia temanku, dan aku merasa bersalah padanya karena sebelumnya aku memberikan harapan lebih untuknya.

“Baiklah, sekarang kau mau kemana?”, tanyanya melepas pelukan ku, dia sudah kembali seperti semula, amarahnya mereda dan sekarang ia tersenyum padaku, ini lah yang kusuka darinya, senyumnya selalu bisa membuat ku tenang.
“Ng.. aku rasa kita harus memulai mencari umma, bagaimana?”, kataku, dia tersenyum dan membelai kepalaku.
“Ide bagus, tapi sebelumnya kita makan dulu, oke? setelah itu kita pikirkan akan memulainya dari mana.”, katanya, aku mengangguk, perut ku juga sudah lapar.

“Kau mau makan apa?”, oh… aku salah bertanya sepertinya, aku sudah tahu jawabannya.
“Oh ayam yah? aku lupa, kajja!”, kataku memotong nya, namun ia menarik tangan ku dan membuat ku duduk dibangku, aku menatapnya bingung.
“Kenapa? ayo, katanya kau mau makan, aku sudah tahu kau mau makan ayam kan?”, kata ku . Namun dia tertawa, heran sama sekali tidak ada yang lucu menurutku.

“YAH!”. teriak ku kesal karena ia terus tertawa.
“M-maaf *terkekeh* aku tidak mau makan itu sekarang…”, katanya, WAW! jinki berubah! OMO! bagaimana bisa? “LALU?”, Tanya ku bingung. “Sekarang terserah padamu, aku akan ikut…”, katanya, aku mengerutkan alis,benar-benar tidak kupercaya.
“Baiklah.. aku mau… aku mau makan ramen!”, usul ku, dia sempat mengerutkan alisnya namun akhirnya dia tersenyum dan mengangguk setuju.
“Oke kajja!”, katanya menarik tanganku.
“Kalau kau tidak mau tidak usah dipaksakan, aku tidak apa-apa kok makan ayam…”, kata ku meledek, dia hanya terkekeh dan terus menggandeng ku.

.

.

Kami sudah mengitari club dari ulang lagi, dan kami juga sudah lapor polisi karena kehilangan, karena umma sudah dilaporkan menghilang selama 2 hari, aku panik, aku khawatir takut terjadi apa-apa, aku selalu melihat berita dan membaca koran, berharap tidak ada berita apapun tentang sesuatu dan itu umma, aku tidak mau memikirkannya bahkan membayangkannya saja aku tidak mau, aku percaya umma masih baik-baik saja, dan aku berharap itu.

“Ini minum…”, Jinki menyerahkan segelas coffee hangat padaku, kami sekarang berada di apartemennya, kami lelah mencari, dan berencana mencarinya besok. Dia duduk disofa tepat disebelahku, aku merebahkan kepala ku dibahunya.
“Jinki hyung…”, panggil ku. Dia bergumam dan tangannya ia lingkarkan melewati belakang leher ku, dia membelai kepalaku dengan lembut sedangkan mata kami tertuju kesiaran TV.
“Apa umma akan baik-baik saja? “, tanya ku, aku tahu ini sudah ku tanya kan keseribu kalinya.
“Pasti … dia orang yang hebat kan? aku tahu itu, dan ia seperti mu , dia tidak mungkin melakukan hal yang bodoh …”, katanya lembut, aku menarik nafas, aku menahan tangis ku.
“Ya… aku juga berpikir seperti itu, tapi … aku benar-benar khawatir…”, kata ku meremas tangannya yang berada di pahaku.
“Tenanglah … semua akan baik-baik saja …”, kata nya, aku menarik nafas, semoga saja.

RINGGGG RINGGGG …

Aku menoleh, aku mengambil ponsel ku di atas meja, aku terkejut melihat siapa yang memanggil ku, aku berpikir akan mengangkatnya atau tidak. Buat apa dia menghubungi ku?
“Siapa?”, tanya Jinki kali ini serius, aku terdiam dan bangkit. “Sebentar Hyung… dari temanku.”, kata ku bangkit dari duduk dan berjalan ke dekat jendela, dari sudut mataku aku melihat Jinki memperhatikanku.

“Yoboseyo?”, aku tidak mendengar apapun, suaranya sepi , dan tidak ada jawaban.
“Jonghyun…?”, panggil ku, kali ini Jinki berdiri dari duduk nya dan berjalan ke arah ku .. aku menatapnya dan memohonnya untuk tenang,Jinki hanya mengerutkan alisnya dan aku mendengar suaranya.

“Jonghyun.. hei… ada apa?”, aku mendengarnya dengan seksama , aku menajamkan pendengaranku, aku terkejut dengan yang ia katakan, dia berkata dengan sangat pelan, dan dengan nada lemas … namun aku tidak percaya dengan apa yang kudengar…

“A-apa? J-jong.. kau tidak…YOBOSEYO? JONGHYUN! YAH! JONGHYUN!”, kataku panik, tidak ada jawaban.
“HYUNG! JONGHYUN!”, kataku panik menyerahkan Hp ku pada Jinki Hyung.

“Jonghyun? hei …yoboseyo? jonghyun?”, ulangnya , aku melihatnya panik, air mata ku mengalir, aku tidak percaya dengan pendengaranku dan dengan apa yang ia katakan padaku barusan, semuanya seperti diatur dan secara kebetulan.” Tidak ada jawaban…hei, Kibum, kau kenapa?”, tanya Jinki menyentuh pundakku.

“U-umma… Jonghyun bilang … tentang umma…”, kata ku panik, air mata mengalir deras, Jinki memelukku dan menenangkanku.
“Ssshhhh… tenanglah, kita ke tempatnya sekarang, kau tahu dimana tempat tinggalnya kan?”, tanya Jinki, aku mengangguk, dan ia membimbingku untuk mengambil jaket dan kami keluar dari apartemennya dengan segera, menuju tempat Jonghyun … aku mohon , semoga tidak terjadi apapun…

 

TBC~

hehehehehe… ada apakah?

LAST PART COMMING SOON🙂

SEE YA🙂

RCL PLEASE🙂

53 thoughts on “Fallin’ for you part.5 of 6

  1. ishhh jong jahat bgt..nyaris aja key di perkosa

    jjong penculik’a ato jjong udh berhasil menemukan umna key tp manfaatin kesempatan buat ngancem key spy cinta sm jjong

    jinkiii sselamatkan key dr makhluk dino itu

  2. sifat jjong membuat saya bingung u.u
    dia baik tapi karna cintanya tak terbalas, dia jadi berubah 180 derajat gitu😦

    ah ada apa sama umma nya kibum? lah? kok jonghyun pake bawa bawa umma nya kibum? jangan jangan lelaki yang nonjok kibum itu appa nya jonghyun o.O maldo andwae T.T

  3. sepertinya sudah bisa ketebak….ayahnya jonghyun pelakunya ya?kkk aigoo sotoy sekali kkk
    thorrr knpa NC 17 nya cuma segituuu hueee mau liat kibum di rape sama jjong kkkkk
    aigooo jinki makin sweet ke kibumn

  4. Aiisshh..
    Jinja, key nyaris diperkosa jjong
    Love’s blind, se”blind2″a!!

    Mwoya? Mwoya???!!
    Jjong nlfon key krna umma’a key??
    Knp umma key & jjong??
    Jgn” umma key ad hubungan ama appa’a jjong?!
    Maldo andwae maldo andwaee!!!
    #ala snsd.plakk.lupakan#

  5. Itu kenapa???
    Si jonghyun kenapa? Apa hubungannya sama ummanya key??
    Jangan bilang jjong yang nyulik ummanya key?nggak khan???jonghyun gak jahat khan? Walau tadi dia khilaf ama kibum tp dy gak jahat khan? Hwaaaaaaa T.T
    Saya gak rela si jjong jadi orang jahat T.T

  6. Aduhhh jong jahat bangt sama key ya..penasaran sebenernya jong ngomong apaan sih..trus ada apa dg jonghyun sama ummanya kibum
    Penasaran..penasaran

  7. untung key kaga benci ama jonghyun.. doa orngnya kelewat baik sih..😀
    ayo jinki bantu kibum buat nemuin ibunya itu..🙂

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s