[Onkey NC 17-21] Call my name part.3 of?


Foreword:

Hai, semuanya, apa kabar. baikkah? semoga!! kekekek~ asli ngakak banget baca komen kalian guys, ada yang bilang itu noonanya gue yah? muahahaha… liat aja nanti, kan gue jg mau nimbul(?) di FF gue sendiri, percuma selalu bekerja dibelakang layar, emangnya asik begitu mulu? kekekek~
Dan, OH! makasih buat Gegey eonni yang udah neg like FF ini … aku terharu, your the best eonn!kekekek~ n so does Suunders!🙂
So, lets begin!

Here it is, RCL please 🙂
ILYSM ~<3

by : Sanniiew

.

.

Author Pov~

Key tidak tahu sudah berapa lama ia menangis, sekarang kepalanya pusing, hidungnya mampet, dan rasanya ingin muntah, dia merasa tidak enak badan. Jonghyun berjalan disampingnya, namun ia tidak perduli, ia masih tidak mengerti apa yang baru saja terjadi, kenapa Jinki beraninya curang padanya? dan kenapa ia tidak mengejarnya? setidaknya ia berharap bahwa Jinki akan kembali.
“Kau yakin tidak mau kuantar Key?”, tanya Jonghyun, Key menoleh dan tersenyum. Dia menulis sesuatu di notenya dan memberikannya pada Jonghyun.

Ya, aku bisa sendiri Jjong, terima kasih sudah menemani ku, bye Jjong.

“Baiklah kalau begitu, selamat malam, dan cepatlah tidur, arra? bye Key.”, Jonghyun mengelus kepala Key dan berjalan ke arah lain, Key tersenyum dan berjalan menuju lift, ia tidak yakin harus kembali ke sana, ia juga tidak tahu apakah Jinki ada dikamar yang sama, ia tidak siap menghadapinya …

.

Key membuka pintu , suasananya gelap, ia tidak bisa melihat apapun, ia menghela nafas, ia tahu bahwa Jinki tidak akan kembali secepat itu, dan mungkin dia sudah pindah ke kamar lain, tidak seharusnya ia melakukan itu, Key lah yang harus pindah dan bukan Jinki, dia yang merasa dikecewakan.
“Siapa dia? kenapa kau bisa kenal dengan Jonghyun?”, sebuah tangan memeluk Key dari belakang, Key terkejut, tangan kekar itu memeluknya erat dari belakang, dan mulai mencium leher jenjangnya, ia menahan nafas menerima perlakuan itu, namun kemudian ia menepis tangan kekar itu dan berbalik dengan air mata mengalir. Ia menggerakan tangannya dan berusaha dengan menggunakan bahasa isyarat, ia terkadang menggunakan itu jika ia tidak punya waktu dan cara yang cepat mengungkapkannya, dan Jinki mengerti bahasa itu.

(Dicetak miring adalah Key dengan bahasa isyarat)

‘Apa perduli mu?’

Dia memundurkan langkahnya dan menatap sinis ke mata Jinki, Jinki menatapnya sedih dan menunduk, benar, kalau ia mau Key melupakannya dan kenapa ia kembali ke sini, dan marah pada Key, ia cemburu karena Key bersama Jonghyun, rivalnya.

‘Jawab aku, apa perduli mu, kau duluan yang selingkuh, dan sekarang kau yang marah padaku, apa kau gila?’

Key mendorong nya ke tembok dan menatapnya kesal, air mata mengalir dipipinya, Jinki tidak tahu harus berkata apa, dia sedih melihat Key  menangis didepannya, dan sekarang ia menangis didepannya dan memukul pundaknya berkali-kali, dadanya sakit melihat Key satu-satunya yang ia sayang tersakiti, di sisi hatinya ia ingin melepas Key, namun ia tidak mau, tidak mau orang lain memeluk tubuh nya.

“Key.. pleaseee… dont cry, im sorry, im so sorry baby, sorry… aku akan jelaskan semuanya, please maafkan aku, dengarkan aku oke…?”, Jinki mengatup kedua pipi Key namun ia terus bergejolak dan berusaha menyingkirkan tangan Jinki, ia kecewa, kenapa Jinki tega berbuat seperti ini padanya, apa ia akan percaya dengan apa yang akan dikatakan oleh Jinki?.
“Key pleaseee….”, Jinki terus memaksa Key melihat matanya, namun Key terus bergerak dan berusaha lepas, kesabarannya habis, dia tidak perduli yang terjadi nanti, rasa cemburunya melihatnya bersama Jonghyun telah membunuh egonya dan misinya…

‘Aku tidak tahu apa aku bisa percaya padamu, please, jangan permainkan aku, aku mencintai mu Jinki’

Kali ini Key benar-benar kehabisan akal, dia tidak bisa begitu saja membuang perasaannya, dan tidak dengan mudah menyerahkan Jinki pada siapapun. Kali ini Jinki tidak menunggu lama, dia menarik Key dengan paksa karena masih ada perlawanan, ia mendorong Key hingga menyentuh tembok dan ia menahan kedua tangannya disamping kepalanya, dia menatap lurus wajah Key dan berbisik.

“Kau tahu, aku juga mencintaimu, sangat! dan aku tidak tahu apa yang kau pikirkan, aku sama sekali tidak selingkuh Key, aku mencintaimu.. sungguh..”, Jinki mencium pipi Key menghapus air matanya, Key menatap Jinki lurus , ia berusaha melihat kejujuran dimatanya, Jinki meronggangkan genggamannya dan membiarkan Key memeluk nya melewati lehernya. Dan Key menggerakan bibirnya.

I love you too, stay with me.. forever please?

Jinki mengangguk, pandangannya sayu… ia tidak semudah ini melepaskan Key, tidak sekarang, mungkin tidak saat ini, setidaknya ia hanya ingin bersamanya untuk sementara ini. Perlahan ia menarik pinggang Kibum mendekat, ia menciumnya dengan lembut, Key tidak menolak sama sekali, ia memiringkan kepalanya untuk memudahkan aksesnya untuk mencium Jinki lebih dalam, tangan Jinki mengusap punggung Key dengan lembut dan perlahan masuk ke dalam baju Key, Key mendesah disela ciumannya merasakan sentuhan tangan Jinki, ia tidak sadar bahwa ia telah menggerakan pinggulnya dan membuat tubuh mereka bersentuhan terutama bagian member mereka yang sudah mengeras, Jinki mengambil kesempatan dengan menarik kaki Key untuk melingkar di pinggangnya dan membawanya ke kasur mereka.

Ciumannya turun ke telinga Key dan menjilat serta menggigitnya, tangannya bekerja membuka baju Key dan miliknya sendiri, tangan Key meraum disekujur tubuh Jinki, membuat Jinki merinding menerima sentuhan darinya.
“Nggghhh…Key…”, Jinki mendesah ketika tangan Key telah turun ke bagian selangkangannya dan berkerja membuka resleting celana Jinki, Jinki turun mencium leher dan dada Key, sementara ia mengangkat tubuhnya untuk membiarkan Key memudahkannya membuka celananya.

Key mendorong tubuh Jinki dan ia mencium Jinki hingga turun ke bawah, ia menatap member Jinki yang sudah mengeras dan menjilat bibir nya sendiri
“Aahhh…sshh…K-kibummieeh…” Jinki mendesah hebat ketika Key sudah mulai menjilat ujungnya dan kemudian memasukan semua member Jinki kedalam mulutnya, Jinki tidak berhenti meracau menerima kehangatan bibir mungil Key dimembernya.
“F-fuck Key…”Jinki menjambak rambut Key karena ia memutar lidahnya dan membuat Jinki mengigit bibirnya, tidak lama ia keluar dan membuat Key tersedak, ia terkejut dan menarik Key yang batuk karena tersedak.

“Im sorry Kibum…sorry baby…sorry…”, Jinki mengelap bibir Key dan memeluknya, Key tersenyum dan menggeleng berkata bahwa ia tidak apa-apa,
“K-key…aaahh…”, lagi, kali ini Key sudah menggenggam member Jinki lagi
“B-baby… sekarang biar aku yang…”, saat Jinki ingin menyingkirkan tangan Key , Key malah menepis tangannya dan mendorong tubuh Jinki, Jinki menganga, waw… pacarnya kali ini benar-benar ingin mendominasi.
“Oke, baby… up to you oke?”, katanya, Key menyengir.

Ia menjilat jarinya sendiri dan,
“AAAHHH…”, Jinki berteriak, Key mengelus pinggulnya sambil ia mencium bibir Jinki menghilangkan rasa sakitnya, dan ia memasukan jari kedua dan mulai memberikan kesempatan Jinki untuk bersiap menerima yang lain.
“Know..”, bisik Jinki, Key tersenyum dan mulai merenggangkan kaki Jinki dna perlahan, Bles..
“AArrghhhh…”, Jinki teriak, air mata keluar dari matanya, ia tidak tahu akan sesakit ini, ia sekarang tahu bagaimana menjadi Key sementara ia selalu on top dan Key bottom. Key mencium Jinki lagi, dan mereka mulai menggerkan tubuhnya dengan seirama,

“S-shit… im-c-cumm…baby…aaahhhhh…”, Jinki berteriak dan memeluk tubuh Key, tidak lama Key juga keluar dan ia koleps di atas tubuh Jinki. Setelah mengatur nafas, perlahan ia keluarkan membernya dan berbaring di samping Jinki. Ia mencium kening Jinki, Jinki tersenyum dan memeluknya, Key menarik selimut menutupi tubuh mereka, terutama menjaga tubuh Jinki dari dingin.

“I love you baby… thank you.”, bisik Jinki mencium bibir Key, Key tersenyum dan tidak berkata apapun, Jinki tidak butuh jawaban, karena ia sudah tahu pasti.

.

.

“Key!”, Key menoleh, ia melihat Jonghyun berjalan ke arahnya.
“Hai, kau mau kembali sekarang?”, tanya Jonghyun ketika melihat Key dengan koper di lobi. Key mengangguk, Jonghyun cemberut dan memberikan sebuah kartu nama padanya.
“Hubungi aku kalau kau butuh teman bicara, arra? keep contact, and take care oke? nice to know you Kibum.”, Jonghyun memeluk Key,dan Key hanya tersenyum dan memeluknya, setidaknya berkat Jonghyun ia bisa tenang saat itu. Jonghyun segera melepas pelukannya ketika ia tahu ada sosok yang dengan sinis menatapnya.

“Oh hai Jinki hyung.”, sapa Jonghyun, Key berbalik, ternyata Jinki baru saja datang karena mengurus keperluan check out mereka dari hotel.
“Hai”, jawab Jinki sekenannya dan memeluk pinggang Key, wajah Key memerah, Jonghyun hanya memutar bola matanya, ia tahu itu hanya untuk membuatnya panas, namun ia sudah tidak perduli, toh sudah jelas Key tidak bisa direbut dengan mudah.

“Tuan, mobilnya sudah siap, kita berangkat sekarang.”, kata seorang supir, Jinki mengangguk.
“Baby, kau masuk duluan, aku menyusul …okeh?”, kata Jinki, tadinya Key enggan, namun setelah mendapat tatapan puppy eyes dari Jinki ia menurut. Dan sebelumnya melambaikan tangan pada Jonghyun dan dibalas oleh pria itu dengan semangat.

“Dont you dare to touch thats is mine again, arra?”, kata Jinki dingin pada Jonghyun, Jonghyun menoleh dan berdecak.
“Arra arra.. “, Jonghyun mengangguk kesal. “Tapi, kalau kau membuatnya seperti kemarin lagi, jangan harap kau bisa merebutnya lagi.”, kata Jonghyun. Jinki hanya meliriknya kesal.

“Oke, aku pulang, jangan lupa perjanjian kita, aku serahkan masalah bisnis ini padamu, laporkan padaku, dan aku akan menyampaikannya pada Master Kim nantinya.”, kata Jinki, Jonghyun mengangguk bosan.

Dan kemudian Jinki pergi menyusul Key didalam mobil. Dalam perjalanan ponselnya bergetar, dia menerima sebuah pesan.

Sesampainya di Seoul aku akan menyiapkannya untuk Kibum, dan ku harap segera beritahu Mr.Kim bahwa aku siap melakukannya kapanpun.

Jinki menarik nafas, hatinya senang, namun ada sesuatu yang mengganjal, ia tahu ini berita bagus untuk Key, tapi tidak sepenuhnya untuknya…

Baiklah, terima kasih Sanni noona

Hanya itu yang bisa ia balas, berapa lagi waktu yang ia butuhkan untuk bersama Key sampai saat itu tiba, 2 hari? mungkin? atau bahkan hanya 1 hari.

Key melirik ke arah Jinki yang sedang sibuk memandang keluar dan melamun, ia mendekatkan duduknya merangkul lengan Jinki, Jinki menoleh, dia melihat Key menatapnya dengan penuh tanda tanya.
“Kenapa baby?”, ia mengelus pipi Key.

Kau yang kenapa?

Jinki tersenyum dan mencium kening Key
“Tidak apa-apa, aku hanya akan merindukan tempat ini, seandainya masih banyak waktu, kita akan menghabiskan liburan disini, tapi seperti yang kau tahu, kita harus kembali, dan kau ingat? kau sudah melewatkan hari sekolah mu.”, kata Jinki , Key cemberut membenarkan kata-kata Jinki.

Kalau begitu lain kali kita harus kesini lagi, berdua lagi, dan tidak untuk urusan bisnis. Janji?

Key berkata dengan bahasa isyarat dan menunjukkan kelingkingnya untuk berpinky promise, Jinki terkekeh dan menyambut kelingking Key. Key tersenyum dan mencium bibir Jinki. Namun tangan Jinki yang lain ia menyilangkan jari telunjuk dan jari tengannya sebagai tanda ia tidak bisa janji hal itu akan terjadi.

.

.

“OOOHHHH MY KIBUMMMIIIEE…. I MISS Y—“, Heechul berlari ke arah Key yang baru saja sampai, dan dengan cepat Key berlari ke belakang Jinki.

“YAH! WAE? Kau tidak rindu dengan appa? oh my… appa kecewa …”, Heechul berakting sedih karena anaknya tidak mau dipeluknya, Jinki hanya terkekeh melihat kebiasaan Masternya.

Appa! aku tahu appa mau mencium ku lagi, tidak boleh, aku sudah punya Jinki.

Key berbicara dengan bahasa isyaratnya, namun Heechul tidak mengerti, ia melihat ke arah Jinki meminta penjelsan apa yang dimaksud anaknya, yah… ia tidak pernah bisa belajar bahasa itu, karena ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya, dan juga.. well, perawatan tubuhnya (?) dan ini yang membuat Jinki meragukan ke aslian Masternya.

“Maksudnya, dia tidak mau Master menciumnya lagi …”, kata Jinki dengan menghilangkan part bahwa ia sudah menjadi miliknya. Heechul ber ‘O’ dan ia menatap Key dengan sedih.
“I know Kibumie sekarang sudah punya Jinki, dan apa yang appa bisa lakukan?”, katanya pura-pura sedih, Key terkekeh dan berjalan ke arahnya, memeluk appanya, dengan menepuk-nepuk punggungnya, ia sedikit heran, appa nya terkadang sangat drama king.

“Hmm.. maaf Master, aku rasa Young master harus istirahat.”, Jinki menginterupsi kegiatan mereka, Heechul mengerti dan melepaskan pelukannya. Key berjalan ke arah Jinki dan menariknya naik kekamarnya, saat Jinki berpapasan dengan Masternya , mereka berbicara dengan isyarat mata, Jinki mengangguk dan tersenyum, Heechul menunjuk ke arah ruang kantornya, seakan mengatakan dia akan menunggu disana setelah Jinki mengantar Key.

.

Key merebahkan tubuhnya di atas kasur, betapa ia rindu kasurnya… Jinki berjalan dan duduk di ujung kasur, Key bangkit dan memeluk leher Jinki dan ingin membawanya pergi tidur bersama dengan memberi tanda dengan menguap. Jinki melepaskan tangan Key perlahan, Key menatapnya bingung.

“Sorry baby, aku harus bicara sebentar dengan ayahmu …”, kata Jinki lembut, Key cemberut, namun akhirnya ia mengangguk.

“Good, aku akan kesini kalau sudah selesai…”, Jinki mencium kening Key dan bangkit dari duduknya dan berjalan keluar. Key berpikir, apa yang bisa ia lakukan untuk menunggu Jinki sebentar, akhirnya ia bangkit dan mengambil iPodnya , mendengarkan lagu yang mengalun sambil ia berbaring di atas kasur dengan bersenandung.

.

“Bagaimana?”, tanya Heechul ketika Jinki telah duduk didepannya.
“Well.. semuanya sudah saya urus Master, semua tergantung anda kapan akan memulainya…’, jawab Jinki pelan, Heechul mengangguk, dan berpikir sebentar.

“Baiklah, bilang padanya, dua hari lagi, dan … kau katakan pada Kibum yah?”, katanya, Jinki mendongak terkejut.
“Oh jangan… aku rasa lebih baik Master yang mengatakan kabar baik ini…”, katanya, Heechul mengerutkan alisnya.
“Kau kenapa? kau kan pacarnya…?”, tanya Heechul bingung. Jinki tersenyum miris.

“Yah benar Master, tapi kau ingat perjanjian kita dulu kan?”, katanya lesu, Heechul berpikir sejenak dan menepuk tangannya.
“Omo! benar… tapi apa kau yakin? aku tidak keberatan jika itu batal …”, kata nya, Jinki mengangguk. Heechul menarik nafas.

“Baiklah, terserah kau saja, masa depan mu kau yang menentukan, dan .. aku menyayangkan jika ini terjadi, aku harap kau masih bisa berubah pikiran, kau tahu, aku tidak tahan melihatnya sedih …”, kata Heechul memainkan sedotan di cangkirnya. Jinki menelan ludah dan tidak berkata apa-apa. Well, ia ingin merubahnya, namun di satu sisi ia harus melakukan itu…

.

.

Jinki mengetuk pintu kamar Key, namun tidak ada jawaban, akhirnya ia masuk perlahan ke dalam kamar, ia tersenyum melihat Key sudah terlelap tidur, dengan memeluk bantal. Ia mendekat dan duduk disampingnya, membelai wajah malaikatnya yang tertidur pulas…

“Mianhe Key , but i promise, everythink is gonna be alright, bahkan dengan ada atau tidak ada aku disisimu..”, dia mencium bibir Key membuatnya bergerak., ia kemudian naik ke atas kasur dan merebahkan dirinya dengan memeluk tubuh Key. Entah Key merasa mimpi atau tidak ia meraskan tangan hangat memeluknya, ia bergerak untuk menerima lebih dan ia tidak tahu kenapa pipinya basah, namun ia terlalu lelah membuka mata, ia biarkan itu terjadi, disatu sisi Jinki menangis, dia tidak mau melepas Key, namun ia harus…

 

 

TBC~

Huahahahaha… balikan lagi! gue cuma nyelipin Jjong dikit banget! karena buat pelezat hubungan aja, gak asik gak ada konflik.

Btw, ini juga tinggal part terakhir besok, kekekek~ngebut cin…

Oh ya, gue lupa, mau minta maaf, kayaknya gue salah buat cerita , ini seharusnya mereka diBelanda bukan di paris, eh gue malah buat mereka di paris pas part.2, kesalahan dan lupanya gue gini nih… maaf yah? mungkin belom sempet ngedit, jadi lewatkan sajalah yah🙂 kekekek! mianhe…

RCL PLEASE.

SEE YA🙂

98 thoughts on “[Onkey NC 17-21] Call my name part.3 of?

  1. huft… ananda bingung sm jalan pikiran ayahanda jinki(?) knp tdk mmbatalkan perjanjian entah ap itu. knp tdk bs br1?!

  2. Penasaran stadium 4. Lol.

    Perjanjian ma Mster Kim?
    Ap yg akn dlkukan 2 hri lgi?
    Mank bsa tuntas cm 1 chap lg?!

    Itu ap??!?
    ‘Baiklah, terima kasih Sanni noona’
    Ngakak, sumph! *(^,^)V
    Spa sih tuh yeoja?!*LirikAuthor.
    Udh kmrin elus2 pundak jinki.
    Pke peluk2 lgi.
    Aduh!!

  3. ngeekkk, key on top???? -_-”

    ini perjanjian apa sih? kenapa jinki ninggalin key? appa nya key juga kayanya baik-baik aja sama mereka… aaakkk penasaran tingkat dewa…

    jinki kenapa pergi, pasti keynya bakalan sedih banget, hiks..hiks..

  4. Aku penasarannn sebenernya jinki sama ayahnya kibum bikin perjanjian apa sihh..
    Knp jinki mesti pergi dr sisi key..
    Andwae!!!Andwaeeeee!!!!

  5. nah lo..perjanjian apa lagi coba…?

    hey jinki…kamu mau kmana nak..?

    mw ninggalin key..?

    yakiin….? emang bisa….?

  6. Pingback: Call My Name « JINKIBUM Fanfiction Paradise

  7. yak! penasaraaaann…harus,,harus apaan? T.T mereka mau pisah ?
    key mau dapet cangkok pita suara nih????
    next chap ..

  8. yeay…..
    jinkibum bersatu lagi…😀

    tapi ada perjanjian apa antara jinki sama ayahnya kibum???

  9. Yeeaaay baikan hahaha
    Tapi ini ada apa sih? Jinki ko mau ngelelepasin key? Waeyooooo?

    Ini bikin aku makin penasaran ama ending nya

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s