[Req’FF/Jongho] An egoism


Foreword :

Hai, ini req. ke tiga… kekekek~ baru pertama kali buat pairing ini, sempet bingung sih nih yah? tapi saya coba deh, sebenernya gak rela kerana 22nya sama-sama straight banget ya nggak? jadi susah bayanginnya mana yang uke dan mana yang seme, kekekek~ hope you likeeey … ini pertama kali nulis Jongho, please bare with me, arra?

DIDEDIKASI UNTUK :

>Mrs. Choi aka Bunonggg my lovely bestF :*

>OnDUbukeY (yang juga mau baca Jongho katanya)

Request lagi, tapi hanya satu, gak boleh double atau tripple, ingat itu kawan, dan selalu akan jadi Oneshoot!
RCL🙂 ENJOY SUUNDERS!

DAN UCAPKAN SELAMAT DATANG BUAT PARA NEW SUUNDERS! WUHUUUU~ AKU SENANG PEMBACANYA NAMBAH!
PLEASE, NO SILENT READER, BIAR AKU TAHU SIAPA AJA YANG BACA🙂

credit piccu : deviantart

by : Sanniew

Pairing : Jonghyun x Minho (Jjongho)

Genre : Romance ,angst, school life

Rate : Nc 17 kekekek~ (karena Mrs.Choi gak suka NC yang 21*norak lu sok alim)

.

.

3rd Pov~

Kim Jonghyun, 19 tahun, siswa senior, populer dan bintang olahraga di sekolah, dan juga pintar bernyanyi, semua orang di Yunhanam High school tidak ada yang tidak tahu siapa Kim Jonghyun aka Dino head, mereka tahu dari ujung kaki sampai kepala setiap fisik dan juga sifat nya, hidupnya sempurna, berasal dari keluarga yang lumayan berkelas, dan ia mempunyai banyak teman, hampir seluruh sekolah mengenalnya. Banyak para wanita mengaguminya, dan diam-diam para laki-laki iri dengan keberuntungannya, namun.. setiap orang punya rahasia, begitu pun dengannya …

“Jonghyun oppaaaa~…”, seorang wanita datang dari luar kelas, ia sering datang menghampiri Jonghyun dan genngnya jika sedang berbicara atau sekedar kumpul di kelas maupun kantin, Sin se kyung. Tanpa bisa dicegah wanita itu duduk diatas meja dan menghadap padanya, kulit pahanya yang mulus terbuka lebar menantang dari balik roknya, namun yang disapa hanya santai saja, sedangkan teman-teman yang lain sudah bersiul senang melihat tontonan gratis, wanita itu hanya menatap sinis yang lain dan kembali ke Jonghyun.

“Ada apa?”, tanya Jonghyun cuek, Se kyung cemberut dan memajukan badannya dan meraih kerah baju  jonghyun.
“Dont be like this Oppa~ i miss you so bad, makan siang  sama-sama mau? atau pulang sekolah nanti kita main dulu ke rumah ku?”, katanya, Jonghyun berdecak dan menepis lembut tangan Se kyung.

“Sorry, tapi aku sudah ada janji, di jam makan siang, dan juga di jam pulang sekolah… lain kali saja, oke?”, kata nya memundurkan tubuhnya dan berdiri, Se kyung cemberut, bukan pertama kalinya tawarannya ditolak, dan itu yang membuatnya gerah,sepertinya Jonghyun memang tidak tertarik dengan wanita manapun disekolah, termasuk bitchy macem dirinya.

“But oppa~ kau sudah kesekian kalinya membatalkan tawaran ku, sekali ini saja pleaseee~..”, ia tidak menyerah dan kali ini merangkul lengannya, Jonghyun menarik nafas dan melepaskan tangannya lagi dengan lembut.

“Sorry Se kyung, aku tidak bisa, lain kali saja…mengertilah?”, ia menatap Se kyung dengan puppy eyesnya dan dammit, itu membuat Se kyung mengutuk dirinya sendiri karena ia tidak bisa bilang tidak jika sudah seperti ini, dan tanpa menunggu bujukan lagi Jonghyun keluar dari kelas setelah berpamitan dengan teman-temannya lain, ia butuh udara segar, setidaknya sekarang, setelah berhasil keluar kelas ia melihat ponselnya, dammit! sudah telat 10 menit, kuharap dia tidak marah kali ini, pikirnya dan berlari ke tempat rahasia hanya ia dan seseorang yang sedang menunggunya.

.

“Hai baby… im sorry…”, Jonghyun memeluk sosok pria bertubuh kekar dari belakang, pria itu tidak menoleh hanya terus membaca bukunya, Jonghyun cemberut dan membalikkan pria itu dengan paksa.
“Hei, aku minta maaf… jangan marah lagi..”, katanya dengan puppy eyes, pria itu beralih dari  bukunya dan menatap Jonghyun kali ini yang sedang tersenyum, akhirnya pria tinggi dengan potongan rambut cepak hitam, dan mata bulat menatapnya datar.

“Lagi, 10 menit lewat 45 detik Jjong…”, katanya cuek, Jonghyun cemberut dan memeluk leher pria itu.
“Im sorry Minho… kau tahu kan? aku harus mengalihkan perhatian yang lain dulu…”, kata nya dan mencium bibir Minho dengan lembut, namun pria itu tidak membalasnya , Jonghyun melepas ciumannya dan memukul lengan Minho.
“Yah! terus saja kau marah! kalau begitu aku balik saja kekelas, tidak jadi makan siang sama-sama!”, kata Jonghyun berbalik, namun dengan segera tanganya ditarik oleh Minho dan ia memeluk pinggang yang lebih tua dan mencium bibirnya dengan lembut, Jonghyun tersenyum dan melingkarkan tangannya keleher Minho mendalamkan ciuman mereka, Minho menjilat bibir bawahnya dan mereka beradu lidah mencoba mendominasi ciuman, Jonghyun berdecak karena kali ini ia kalah lagi, Minho menyengir dan terkekeh melepas ciuman mereka untuk mengambil nafas.

“Dont be like this, you know i always want to win…”, kata Minho mencubit hidung Jonghyun, Jonghyun memutar bola matanya.
“Ya ya ya… iknow mister froggy…”, kata Jonghyun melepaskan pelukannya dan duduk disamping Minho.
“Aigooo~ aku lapar, kau belikan pesananku?”, tanyanya sambil membuka kantong kresek yang dibawa Minho, Minho mengangguk, dan Jonghyun menemukan Kebab didalamnya dan melahapnya sambil terkekeh.
“Gomawhoo Minhfhooo…”, dia berkata dengan mulut penuh, Minho terkekeh dan mengelap bibir Jonghyun.
“Kau lebih tua dari ku Hyung, berhenti bertingkah seperti anak kecil…”, kata Minho menjilat jarinya , wajah Jonghyun memerah.
“Yah! jangan sok tua kau froggy!”, Jonghyun memukul Minho. Minho hanya terkekeh.
“Setidaknya kau mencintai ku.”, kata Minho mengelus kepala Jonghyun, Jonghyun mengangkat bahu.
“Well, damn its true!”, katanya.

Dan mereka melanjutkan makan siang dengan tenang, sesekali bercanda dan saling mengejek satu sama lain, yah … mereka selalu menghabiskan makan siang bersama, setidaknya hanya makan siang, setelah itu mereka seakan tidak kenal satu sama lain. Inilah rahasia yang dimiliki Kim Jonghyun sang Mr.populer , ia seorang gay dan berpacaran selama 1 tahun dengan teman kecilnya Mr.silent Choi Minho, Minho tidak jelek, bahkan ia tampan, ia berkarisma, dan banyak wanita disekolah menginginkannya, namun sifatnya yang pendiam dan kaku membuatnya jarang didekati dan dianggap aneh, sangat berbeda dengan Jonghyun.

Mereka backstreet, tidak pada orang tua mereka, tapi pada semua siswa disekolah, mungkin keluarga bisa menerima, tapi lingkungan masyarakat belum tentu, dan hanya ini yang bisa mereka lakukan, Minho mengerti, dan ia memutuskan untuk bersikap seperti ini, tapi Jonghyun tidak pernah tahu permintaannya itu terkadang membuat Minho iri jika melihat pasangan yang lain, dan Jonghyun terkadang merasa iri juga karena ia tidak bisa ber lovey dovey dengan Minho, ia mencintai Minho, namun ia juga tidak mau teman-temannya menganggapnya freaky dan melihatnya seperti OH-you-look-like-a-whore-Jjong.

“Kau berbohong lagi kali ini pada yang lain?”, tanya Minho membuka percakapan serius, Jonghyun menghela nafasnya, ia tahu bahwa Minho akan membawa pembicaraan ini,
“Kenapa tiba-tiba kau bertanya lagi? aku… jujur tidak tahu Minho…”, Jonghyun merebahkan kepalanya di pundak Minho,
“Aku minta kau bersabar, sampai pada waktu yang tepat kita akan jujur pda semua orang.”, Minho tahu Jonghyun berkata demikian hanya ingin menenangkannya saja, namun Minho tidak menggubris karena ia malas berdebat,
“Terserah kau saja …” , kata Minho datar, Jonghyun menarik nafas dan menghadapakan bahu Minho padanya,
“Kumohon bersabarlah yah … bagaimanapun juga, i still love you Minyooo~…”, Jonghyun melingkarkan tangannya di leher Minho dan mencium bibirnya, Minho berdecak dan menarik pinggang Jonghyun membalas ciumannya,
“You know what?” Minho berkata setelah mereka mengambil nafas.
“What?”
“Mulutmu asin, dan kau tahu , ini akan bahaya jika ada yang melihat kita.”, ledek Minho, Jonghyun cemberut dan menarik kerah Minho.
“A-ha? i dont care ee ee ee ee~”,jawab Jonghyun meniru lagunya 2ne1 , dan menciumnya lagi, Minho tidak bisa menolak , dia hanya menciumnya balik dan merasakan desahan masing-masing.

.

.

Kali ini Jonghyun berhasil kabur dari teman-temannya, dan dia berhasil untuk tidak ikut karoeke dan harus bertemu dengan para perempuan yang sengaja diajak untuk saling dijodohkan, namun dengan sangat menyesal ia tidak bisa bertemu dengan Minho, pacarnya itu harus kerja sambilan di cafe, dan ia tidak mau datang kesana untuk mengganggunya, dia memutuskan untuk pulang sendiri dan menunggu Minho di depan rumahnya mengingat well… rumah mereka berhadapan.

“CEPAT SERAHKAN UANGNYA! KAU BUDEK ATAU APA?!!!”, Jonghyun menoleh kesumber suara, dia memicingkan matanya, dibawah jembatan dimana ia sedang berdiri ia melihat  orang bertubuh besar sedang mengerumuni seorang siswa… tunggu, seragam itu… seragam sekolahnya, apa yang harus kulakukan? pikirnya.

“AARGGHHH…TOLOONGG…”, pria yang dipukuli itu mengerang kencang, Jonghyun menoleh ke kanan dan kirinya, tidak ada orang yang berkeliaran didekatnya, mengingat sudah pukul 9 malam dan dia tidak bisa menolongnya sendiri, tubuhnya terlalu kecil untuk membantunya, setelah hatinya bergejolak ingin menolong atau tidak, dengan sangat berart hati dan ia merasa sangat bersalah, ia menggerakan kakinya dan mengacuhkan pandangannya pura-pura untuk tidak melihatnya, dan memutuskan untuk pergi dari situ, hatinya sangat takut, dia merasa sangat bersalah , setelah cukup jauh ia berlari dengan cepat sehingga ia sadar sudah berdiri didepam rumahnya.

Ia melihat ke arah kamar Minho, lampunya masih gelap, dan motor yang Minho gunakan belum terparkir di depan rumah, itu berarti ia belum pulang. Ia ingin bertemu Minho hari ini, setelah peristiwa yang ia lihat, ia butuh teman bicara, akhirnya tanpa perduli untuk kembali kerumah dan berganti pakaian, dia masuk ke halaman rumah Minho dan duduk ditangga depan rumah, ia akan menunggu Minho disana.

.

>11 pm<

Minho mematikan mesin motornya tepat didepan rumahnya, ia tidak mau membuat isi komplek dan rumahnya terganggu dengan kedatangannya, tanpa menoleh ia memarkirkan motornya, hari yang melelahkan , ia tidak sempat menghubungi Jonghyun untuk minta maaf tidak bisa bertemu malam ini, diakarenakan ia mendadak menambah shift malam, sudah rutinitasnya berkunjung ke rumah Jonghyun untuk sekedar bercerita, bercanda, atau *ehm* well.. kegiatan lovey dovey.

Ia memicingkan matanya dan melihat sosok berambut spikey hitam sedang terbaring pulas dengan jaket tebal menutupi kepalanya dan bersender ditembok rumahnya, dia menegaskan penglihatannya, ia terkejut dengan yang ia lihat.
“Jonghyun hyung!”, Minho berlari dan menghampiri pacarnya satu-satunya, Jonghyun yang mendapat sentuhan dilengannya terbangun mengusap matanya, ketika ia bisa melihat dengan jelas ia langsung memeluk Minho dengan erat. Minho tidak mengerti ada apa sebenarnya, kenapa Jonghyun menunggunya dan masih dalam berpakain sekolah? kenapa dia tidak pulang dan malah tertidur didepan rumahnya.
“Hei,ada apa sayang..?”, bisik Minho lembut mengelus punggung Jonghyun, Jonghyun melepas pelukannya dan air matanya menangis, Minho terkejut dan langsung mengusap air matanya,
“Sshh…ssh… ada apa..ceritakan padaku, lebih baik kita masuk dulu, kau bisa sakit sudah disini dari tadi kan?”, kata Minho menarik lengan Jonghyun berdiri, Jonghyun menunduk dan mengikuti Minho masuk kedalam rumah.

Minho langsung membawanya masuk kekamarnya, orang tuanya sudah tertidur, dan jika ia membawaa Jonghyun, itu sudah biasa bagi mereka, well… mereka mencoba mengerti dan menghormati hubungan sejenis mereka.
Minho keluar sebentar dan kembali membawa segelas teh madu hangat untuk Jonghyun, dan ia duduk disebelahnya dan merangkul pundaknya.
“Oke, ceritakan ada apa sebenarnya, dan kenapa kau menunggu ku didepan rumah? kau bisa sakit Hyung…”, kata Minho , Jonghyun melihat ke arah Minho dengan mata bimbang, ia menarik nafas dan menyentuh tangan Minho yang hangat.
“Aku… telah melakukan kesalahan, dan aku rasa.. aku menjadi orang yang sangat jahat…”, kata Jonghyun, Minho mengerutkan alisnya.
“Maksudnya? aku tidak meengerti, hal apa yang membuat mu berpikir seperti ini Hyung?”, tanya Minho mengelus punggung Jonghyun, Jonghyun menarik nafas lagi dan mulai bercerita..

Minho diam, ia mencerna semua cerita yang dikatakan Jonghyun, ia tahu Jonghyun buka tipe orang yang membiarkan seseorang teraniaya, dan dia bukan cowok lemah, dia juga bisa berkelahi, namun kali ini mungkin ia punya alasan lain, dan sekarang ia tahu kenapa ia menjadi sangat khawatir dengan apa yang ia lakukan.
“Bagaimana… bagaimana kalau aku dibenci?”, kata Jonghyun, Minho berpikir sejenak, ya… ini yang memang selalu diperdulikan Jonghyun, dia sangat menjaga imagenya, dia hanya tidak mau dibenci oleh semua orang, namun … dia tidak pernah tahu, terkadang ini membuatnya terlihat munafik.

“Tenanglah.. semua akan baik-baik saja, aku akan selalu ada untukmu, jangan lupa itu Hyung…”, Minho memeluk Jonghyun, hanya ini yang bisa ia lakukan dan ia katakan. Jonghyun memeluk Minho dan membenamkan wajahnya dalam-dalam, ya benar .. selama ada Minho semua akan baik -baik saja, pikirnya.

.

.

Jonghyun masuk kedalam pelataran sekolah, ia berpisah dua blok jaraknya dengan Minho, dan membiarkan nya duluan, dan ini selalu ia lakukan agar yang lain tidak curiga , tidak berpikir, sejak kapan ia dekat dengan junior, dan terlebih ia termasuk anak terfreaky disekolah, ia terkadang ingin memukul wajah para pria atau wanita yang berkata seenaknya tentang Minho dan tidak melihatnya dari segi positifnya, namun ia harus diam saja dan terkadang mengalihkan pembicaraan untuk berhenti berbicara tentang sekumpulan orang aneh disekolahnya, no body perfect…

Dan sekarang ia merasa aneh , kenapa ia merasa seluruh siswa melihat kearahnya, well … dia memang populer dan semua siswa disekolah selalu melihat kearahnya, namun kali ini berbeda, mereka berbisik dan banyak dari yang mereka menatapnya aneh, dan terkadang tidak percaya.
“Hei Jonghyun, apa berita itu benar?”, tanya seorang siswa yang seumuran dengannya, sebelum ia bisa bertanya tentang apa
“Heh, buat apa kau tanya sama dia? jelas itu benar…”, kata yang lain, dan mereka pergi lagi meninggalkan Jonghyun dengan pikiran dikepalnya, WTH?

Ia berjalan menuju koridor kelasnya, masih sama, semua orang menatapnya dengan aneh, termasuk siswa junior yang seumuran dengan Minho. Sesampainya ia didepan kelas ia menarik nafas dan masuk dengan senyum lebar.
“Good Morn—“, semua orang terdiam dan langsung menaruh pandang padanya, tidak seperti biasanya, kenapa semuanya langsung diam?ada apa ini? dia tidak mengerti sampai teman segengnya yang terdiri dari Taeyang, GD, Changmin, dan…entah siapa yang satu lagi dengan tangan di gips dan kepala diperban.

“Hei, whatsup guys, hmmm… ada apa ini? dan kenapa dengannya?”, dia bertanya pada teman-temannya dan mengarah pada pria yang tak dikenal, Taeyang mengambil suara.
“Kau tidak tahu dia Jong?dia Jeremy, kau pernah sekelas dengannya waktu kelas 2..”, katanya, Jonghyun masih tidak mengerti, dan semua orang masih menatapnya diam.
“Hmm.. yah, aku ingat sepertinya, tapi, apa yang terjadi padamu? kenapa kau terluka?”, tanya nya, Jeremy menetapnya tidak percaya dan dengan tatapan…jijik.
“Kua tidak tahu atau pura-pura tidak tahu Jong?”, tanyanya, Jonghyun mengerutkan alisnya, Jeremy berjalan mendekat dan menunjuk mukanya, “Perhatikan wajah ku, aku yakin mata mu saat semalam masih dengan jelas melihat ku Jjong, kau tahu apa yang kumaksud, aku pikir kita teman… tapi, aku kecewa Jong …setidaknya aku sudah berteriak minta tolong, tapi kau…”, Jonghyun mengerti sekarang, ia menutup mulutnya, dan ia tidak menyangkan bahwa itu Jeremy, dan… yah, sekarang semua terbongkar bahwa ia seorang pengecut.

“M-maaf Jer …a-aku tidak tahu, sungguh! m-maafkan aku… aku…”Jonghyun berhenti bicara ketika melihat semua temannya menatapnya kecewa, dia dibenci…dan ini buruk.
“Dan Jjong… apa ini?”, tanya GD menunjukkan sebuah kertas pada Jonghyun, Jonghyun melihatnya, matanya hampir saja keluar dari sarangnya, tangannya gematar, dan keringatnya mengucur dikeningnya. Siapa yang mengambil ini? dan kenapa ini bisa tersebar? Di situ ada gambar dia dan Minho saat makan siang dan mereka berciuman, dan dibawahnya tertulis… Jonghyun and he’s bitchy! Dia tidak percaya ada orang yang tega menyebarkan ini disekolah, dan  pantas semua siswa menatapnya aneh, hancur sudah, harinya hancur dalam hitungan menit.

“Katakan ini foto editan kan?”, tanya Changmin, dia berjalan mendekat, mereka sekarang berada diluar koridor, dan semua mata tertuju padanya, dia menelan ludah, haruskah ia berkata sesungguhnya? jika masalah Jeremy bisa ia selesaikan, namun ini..apakah ia bisa menanggung lebih dari ini? mana yang harus ia dahulukan? egonya atau kejujurannya. ia menutup matanya sejenak dan berkata.

“Yah! tentu aja ini editan kan? buat apa aku melakukan hal menjijikan seperti ini dan —“

“Oh, begitu!”, Jonghyun dan semua orang menoleh ke sumber suara, Se kyung… dia berdiri dan menyilangkan tangannya, namun yang membuat Jonghyun terkejut adalah Minho, dia berdiri tidak jauh dibelakang Sekyung,d an ia tidak tahu apakah Minho mendengar semuanya, dan kenapa ia ada disini?dikoridor kelas 3?

Jonghyun terdiam dan tidak berkata apa-apa, ia tahu ini semua perbuatan siapa, ia menggertakan giginya, dan Se kyung yang dipandang sinis malah mencibir,
“Jangan pandang aku begitu Jong, kalau ini tidak benar, kau tidak perlu marah , kan?”, kata Se kyung terkekeh, Jonghyun hilang kesabaran, dengan cepat ia sudah berada di depan Se kyung dan meraih kerah Se kyung, semua orang disitu terkejut, termasuk Se kyung, ia takut.. ia mulai panik dan menangis.
“J-jong..sakit…”, katanya, namun Jonghyun diam saja dan saat ia ingin menampar Se kyung.

“HENTIKAN JONG!”, teriak seseorang, dan semua orang menoleh, termasuk ketiga temannya berhenti ketika ingin mencegah Jonghyun, dan orang itu Minho.
Kepalan tangan Jonghyun melonggar dan ia melepas Se kyung, ia tidak berani melihat Minho.
“Benar katanya, kalau itu memang tidak benar, kenapa kau harus marah? tentu orang itu bukan kau, dan itu bukan aku… kau tahu, hal apa yang paling menjijikan ketika kau dipanggil freaky disekolah?”, tanya Minho dingin, semua terdiam, Minho menatap seluruh siswa dan kemudian ke Jonghyun yang tertunduk lesu.
“Ketika kau digosipkan berpacaran dan melakukan sesuatu dengan pria tersombong disekolah, dan well… He’s a populer guy!”, kata-kata itu menusuk hati Jonghyun, “Dan hal seperti ini buang-buang waktu…”, kata Minho dan pergi meninggalkan Jonghyun yang terdiam, semakin lama, kerumunan bubar, dan dia berdiri terpaku ditempatnya, dia mendongak dan berlari, ia tidak mau kembali, ia ingin menghilang saja… semuanya, berkahir, dan itu.. karena kesalahannya sendiri.

.

.

>1 Bulan<

Jonghyun tidak masuk sekolah, ia lupa segalanya, ia lupa harus kesekolah, harus mengurus dirinya, ia hanya mengurung dirinya didalam kamar dan terkadang menangis, dia menyesali semua yang ia lakukan dan terlebih hal lebih buruk adalah tidak hanya kehilangan teman-temannya, tapi juga orang yang selama ini penting baginya, Minho… dan ia menyesal. Orang tuanya mulai panik, ia tidak tahu ada apa, sudah berbagai cara membuatnya keluar dari kamar, dan beraktifitas lagi, namun percuma, dia akan keluar jika makan, dan memuntahkannya lagi, dan wajahnya tampak sangat buruk.

Jonghyun berjalan kekamar mandi, ia menatap pantulan wajahnya didepan kaca, tampak buruk, tidak ada yang bisa ia lakukan, dia adalah orang terburuk didunia, dia mengorbankan semua orang yang ia cintai dan juga ia sayangi hanya untuk kepentingan egonya sendiri. Ia tidak tahu ini akan buruk baginya, mungkin ia tahu ini akan terjadi, tapi … ia tidak tahu ia akan seburuk ini membawa keadaannya.

Ia membasuh wajahnya dan berjalan keluar kamar, ia merasa ada ribuan batu menimpa kepalanya, dan beban yang berat menumpuk dipunggungnya, ia memegang tembok menjaga keseimbangan, dia melihat ke arah meja belajar, dimana ada foto Minho dan dirinya disana, ia tersenyum lebar dan Minho tersenyum sambil mencubit pipinya, foto itu diambil secara sembunyi oleh sepupunya Key ketika mereka bermain ke Jepang untuk berlibur bersama. Ia berusaha meraih foto itu, ia rindu Minho… namun ia sudah tidak tahan, yang ia tahu kaki dan tubuhnya tidak kuat menopang beban lagi, ia jatuh dan kepalanya terbentur ujung meja, matanya nanar menatap ubin yang dingin, sesuatu mengalir di pelipisnya.
“Im sorry Minho…”

.

Minho berlari menyusuri koridor rumah sakit, ia mendapat kabar ketika ia pulang dari kerja dan mengatakan bahwa Jonghyun ditemukan pingsan dengan luka dipelipisnya. Hatinya tercekat, ia tahu ia membenci Jonghyun, sebenarnya tidak sepenuhnya, ia tidak harus menyalahkan Jonghyun, karena mereka telah sepakat, tapi egonya mengatakan hanya ini yang bisa ia lakukan, ia tidak mau menjadi orang pertama yang disalahkan akan kegagalan hubungan mereka. Ia tahu Jonghyun selalu menomer duakannya setelah reputasinya, dan itu membuatnya kecewa terlebih insiden itu, namun hatinya tidak bisa memungkiri, bahwa orang itu adalah orang yang ia cintai sepenuh hatinya.

Ia sudah tidak lagi melihat Jonghyun disekolah, ia juga tidak pernah melihatnya keluar rumah, bahkan untuk bertanya pada keluarganya ia enggan, namun matanya tidak pernah lepas ke arah kamarnya setiap ia mau berangkat atau pulang sekolah, bahkan ia pulang kerja sambilan. Semua keadaan disekolah sudah mulai tentram, gosip datang dengan cepat dan pergi dengan cepat pula, bahkan teman-teman nya pernah datang menemui nya hanya sekedar bertanya tentang Jonghyun dan bertanya tentang hubungannya dengan Jonghyun, namun Minho tidak menghiraukan mereka dan memilih berlalu. Ia berpikir, teman-temannya hanya ingin mendapatkan penjelasan dari Jonghyun dan mereka juga gengsi kalau hanya datang kerumah Jonghyun untuk bertanya.

“Ahjusshi!”, Minho menghampiri Mr.Kim yang sedang berdiri dengan Mrs.Kim yang menangis, Minho menatapnya cemas.
“Apa yang terjadi, dimana Jonghyun? bagaimana keadaannya?”, tanya Minho, Mrs. Kim menangis lagi, dan Mr.Kim menunjuk sebuah kamar, ia melihat dari balik kaca, Jonghyun terbaring dengan alat oksigen dimulutnya, dan kepala yang diperban. Kemudian Mr.Kim menjelaskan semuanya, bagaimana keadaannya. Jonghyun mengalami shock karena ia mengalami depresi ringan, ia terlalu berat berpikir dan banyak beban dipikirannya yang ia usahakan untuk menampung semua beban yang ia terima, sehingga fisiknya yang lemah tidak bisa membantunya dari gejala tersebut dan akhirnya ia berakhir disini, ia tidak mau bangun, dokter bilang ia mengalami tekanan batin, dan butuh dukungan untuk membuatnya bangkit lagi dari tekanannya.

Minho tidak bisa membiarkan air matanya menangis, dia masuk kekamar dan meraih tangan Jonghyun, ia menangis sejadinya dengan menggenggam tangan Jonghyun.
“Maaf Jonghyun… maaf… aku minta maaf…”,

.

.

>1 Bulan kemudian<

Jonghyun menatap wajahnya dicermin, entah apa yang baru saja terjadi pada hidupnya akhir-akhir ini, ia tidak bisa percaya dengan yang terjadi, ia terbangun dari tidurnya dan ia berada diruangan yang serba putih dan baunya menyengat, dan ia melihat Minho berdiri disampingnya dan menangis sejadi-jadinya dan memeluknya, mengatakan ia bersuyukur bahwa akhirnya ia melihat nya bangun. Ia selalu bertanya ada apa, tapi Minho tidak pernah mau menjawab, yang ia tahu, dan sangat mengejutkan ia tertidur lama sekali, dan ketika ia bangun… Minho sudah memeluknya dan menciumnya berkali-kali, ia pikir itu mimpi, dan tidak menyangka kenapa Minho baik padanya dan bertindak seakan tidak terjadi apapun, dan sekarang… ia sedang merapihkan pakaiannya untuk menunggu Minho.

Yang ia sadari bahwa semuanya benar adanya, ia memutuskan kembali bersekolah dengan bujukan Minho, dan Minho berjanji akan selalu menjaganya, tidak perduli orang berkata apa, dia sudah berkata pada semua orang bahwa mereka ada hubungan, itu yang membuat Jonghyun terharu, Minho melakukan itu untuknya, ia tidak bisa membayangkan perlakuan apa yang diterima Minho ketika ia melakukan itu dan disaat tidak ada dirinya untuk mendukung , dan ia adalah orang pertama yang meminta hubungan mereka dirahasiakan, dan dia juga yang mengakhirinya, namun Minho berkata tidak apa-apa, ia masih tetap mencintai Jonghyun dna memulainya dari awal, dan itu lah alasan lagi kenapa Jonghyun mau menerima tawaran Minho untuk kembali kesekolah.

“Are you ready baby?”, Minho tiba-tiba ada didalam kamarnya dan memeluknya dari belakang, membuyarkan lamunan Jonghyun, Jonghyun berputar dan menarik nafas.
“Ya …” katanya meletakan keningnya di kening Minho, Minho membelai kepalanya.
“its alright baby…”, bisiknya sebelum mencium bibir nya, dan kemudian melepasnya karena mereka harus berangkat kesekolah.

.

Jonghyun berhenti sejenak didepan gerbang, ia enggan untuk masuk kedalam sekolah, ia menatap Minho memohon untuk sebaiknya ia kembali saja dan tidak mau masuk kedalam sekolah. Namun Minho tersenyum dan menarik tangannya, Jonghyun terkejut dengan apa yang Minho lakukan, mereka tidak pernah melakukan skinship atau tontonan publik disekolah.. tapi kali ini…tanpa bisa ia cegah, ia sudah ditarik masuk kedalam bersama Minho dan tangan mereka saling menggenggam, ia dapat melihat semua mata tertuju padanya dengan tatapan terkejut, Jonghyun menunduk menahan tangisnya, tidak lagi kali ini… tidak mau lagi, jika terjadi lagi, ia akan benar-benar berhenti menampakan diri…

“Pagi Jonghyun oppa~…”, dia mendongak kaget, tiga siswi menyapanya dengan senyum lebar, ia tidak mengerti, ada apa ini? ia hanya bisa mengangguk dan terus berjalan, ia melihat Minho tersenyum lebar, ia tidak mengerti.

“Pagi Jonghyun, apa kabar? akhirnya kau kembali…nanti siang main basket!”, teriak pria dari jauh, dan ia tahu itu Junsu teman basketnya, dia semakin tidak mengerti, ada apa dengan orang-orang ini?

“M-minho.. ada apa ini?”, tanya Jonghyun , Minho tersenyum “Aku sudah bilang, semua akan baik-baik saja kan Hyung? nah, kita sampai.”, kata Minho, semua siswa dikoridor menatap mereka, namun dengan tatapan berbeda, tidak seperti terakhir ia melihatnya.

“Ayo masuk.”, perintah Minho. “Kalau kau tidak masuk, aku tidak bisa kekelas, aku mau melihatmu masuk dulu.”, katanya lagi, Jonghyun masih bingung dan ragu, namun tatapan Minho memberinya semangat. Dengan tangan bergetar ia meraih gagang pintu kelas , ia menarik nafasnya dan memejamkan sedikit matanya, ia buka perlahan… dan…

“WELCOME BACK JONGHYUN DINOOOO~…”, DUAR! KYAAAA…WUHUUUU…. Jonghyun menjatuhkan tasnya terkejut, ia memegang jantungnya sendiri yang berdebar kaget, semua temannya berdiri menyambutnya dengan tatapan gembira, dan senyum lebar…
“A-apa… ini…?”, tanya Jonghyun bingung. Ketiga sahabatnya berjalan dari keramaian dan menyambutnya, memeluknya satu persatu.

“Syukurlah Jong kau kembali, kami semua khawatir padamu…”, kata Taeyang.
“Ya, kami smeua minta maaf karena kami pernah mengintimidasimu…”, sambung GD.
“Kau tahu, kami semua hampir gila ketika tahu kau terbaring koma dirumah sakit, dan kami menyesal kami tidak ada untukmu…”, kata Changmin.

“Dan kau tahu Jong, mungkin kau pernah berbohong pada kami, tapi … no body perfect jjong, kami juga pernah punya kesalahan… dan begitu juga kau, jadi … maukan kau memaafkan kami?”, kata Jeremy entah dari mana.

“Kami tahu kau punya alasan dibalik ini semua, oleh karena itu … kami mengerti, dan kami mencoba menerima mu, kerana kita teman, dan kau teman yang baik, kami menyesal tidak pernah menyadari sisi positif mu…”, sambung Changmin, Jonghyun tidak mengerti ada apa, tapi ia hanya membungkuk 90 derajat dan berkata maaf berulang kali, sampai semua siswa perempuan menangis, dan ketiga temannya menghampirinya memeluknya dan membuatnya berhenti menangis.

“Terima kasih.. terima kasih semuanya, maaf kan aku… mohon maaf kan aku…’, kata Jonghyun, semuanya mengangguk.
“Bukan pada kami Jong, tapi pada Minho.”, kata GD, Jonghyun tidak mengerti.
“Ya, dia yang mengatakan pada kami kau dirawat, dia yang mengakui hubungan kalian didepan kami semua, bahkan didepan semua siswa tentang kebenaran berita itu, ia meminta maaf dengan apa yang kau perbuat, dan ia juga yang meminta kami untuk datang setiap pulang sekolah untuk mengibur mu… “, jelas Taeyang, Jonghyun menganga lebar, air matanya mengalir.

“Sadar atau tidak Jong… dialah yang membuat kau sadar, dan dia membuat kami untuk percaya padamu, bahwa kau teman yang baik…”. kata Changmin, sekarang ia ingat kenapa selama ia tidur ia mendengar suara-sauar bising yang tidak asing  namun juga ada rasa nyaman.

Jonghyun menoleh, tidak ada Minho, kemana dia?
“Baru saja ia kembali kekelasnya.”, kata Jeremy, tanpa menunggu, ia berlari mengejar Minho dengan sekuat tenaganya, ia menyusul kekoridor junior, dan ia melihat Minho berjalan menuju kelasnya bersama temannya yang ia kenal bernama Taemin.

“Minho!”, teriak Jonghyun, Minho menoleh dan langsung memeluk Minho dan mencium bibirnya dihadapan semua siswa junior dan senior yang disekitar situ, Minho terkejut, namun ia tidak perduli, ia meraih pinggang Jonghyun dan mereka berciuman dengan panas sampai semua siswa ber wwaaaa~ dan ber wuuuuu~ ria.

“SARANGHAE MINHOOOO~..”, teriak Jonghyun , Minho berdecak dan menyentil jidat Jonghyun.
“I know dino head pabo, nado saranghae.”, kata Minho, Jonghyun cemberut.
“APA? AKU TIDAK DENGAR?”, teriak Jonghyun meledek, Minho berdecak lagi.

“YAH! NADO SARANGHAE JONGHYUNNN~..”, teriaknya dan semua orang tertawa.

“YAH! KALIAN! TIDAK TAHU JAM BELAJAR? CEPAT MASUK KEKELAS!”, teriak Mr.Lee Jinki dari jauh karena kelas akan dimulai. Jonghyun hanya tertawa dan begitu juga yang lain sambil kembali kekelasnya masing-masing.

“Bye bye Minho ah~…. saranghae..”, Jonghyu teriak lagi dari jauh dengan membentuk love diatas kepala dan melayangkan blowkiss pada Minho, Minho terkekeh karena sikap ugal-ugalan pacarnya.

“Aisshhh~ anak jaman sekarang.”, kata Mr.Jinki ketika Minho berjalan masuk kekelasnya diikuti Taemin dibelakangnya, Minho berhenti dan tersenyum usil.
“Apa?”, tanya Mr.Lee yang memang mereka guru muda dan biasa bersikap layaknya teman pada muridnya, Minho melirik Taemin sejenak dan terkekeh, dia mendekat ke arah Mr. Lee

“Well, guru jaman sekarang… jangan kira aku tidak tahu antara Taemin dengan anda..”, kata Minho usil dan cukup membuat Taemin jelas mendengar, Taemin wajahnya memerah dan menendang pantat Minho.

“YAH, CHOI MINHO!”, teriak Mr.Lee dan kemudian wajahnya memerah ketika melihat Taemin memperhatikannya.

“Aigooo~, baru kali ini sekolah menyenangkan..”, kata Minho membanting dirinya di atas kursinya dan tersenyum menatap keluar jendala, well… rahasia tidaklah selalu mengasyikkan.

 

END

(UNedited)

wahhhhh… bagaimana?

maaf ya, kalau gaje, ini ada yang terinspirasi dari sebuah cerita film, tapi dikit banget … gue rasa cocok dengan cerita mereka berdua ini, baru pertama kali nulis Jongho, so i need you RCL pleaseeee~…

SEE ya🙂

 

86 thoughts on “[Req’FF/Jongho] An egoism

  1. ide ceritax ok2 aj, mengsankn. cuman… pairingx ini yg lucu, bwaanx pengen ktwa trus. JongHo!!! rada2 gmn gtu.hhe~

  2. waaaa gw awalnya aneh ngebayangin jjong jd uke gw ngakak masa xD

    dan itu onew sama tetem xD aigoo

    save my tummy xD

  3. Hahahaha.. sebenernya cerita ini akan maksimal kalo aja pairingnya 2min atau jongkey.. tp mgkn author pingin variasi..
    tp yah gitu gak bs bayangin kkkk..
    Jongho jg manis2 unyuk kok.. baca ini kayak liat gay barat (gak tau siapa same siapa uke) soalnya gak ada yg cantik xD

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s