Fallin’ for you part.6 end


Foreword:

Aigooo~ kayaknya keahlian ku dalam membuat FF sudah pudar, kenapa? Karena para reader ku ini pintar menebak, sudah lah saya mundur saja jadi author, kalian yang nulis gmn? Hahahha*ngambek. Oke, gpp … aku senang kok kalian ternyata berpikir keras juga membaca FF ini, jadi gak Cuma jadi pembaca doang… ya nggak?
Thank you so much for everythink guys, thnx for ALL support, and keep reading.
ILYSM ~~ RCL PLEASE 🙂

by : Sanniew

.

.

JINKI POV~

Aku tidak mengerti apa yang terjadi, kenapa Jonghyun menghubungi Key? Dan ada urusan apa dia? God, kumohon jangan hal yang tidak kuinginkan, aku sudah mencoba bertanya pada Key, tapi dia tidak menjawab, bahkan dia tidak cerita sedikit pun apa yang ia dengar barusan, aku berharap semua akan baik-baik saja.

Dan disinilah, waw, aku tidak bisa percaya, Dino head itu cukup berkelas juga, oh tidak… sangat berkelas, rumahnya besar sekali, bahkan pintu pagarnya saja hampir setinggi bus tingkat. Aku menekan kelakson mobil, tapi tidak ada jawaban dari sekitar, bagaimana mungkin tidak ada petugas satu pu di rumah besar ini.

BRAK!
“KIIBUMIE! YAH!”, gawat, dia sudah turun, aku rasa dia akan nekat sekarang.
“Y-yah… Kibumie… tunggu hei…”, aku berhasil menarik tangannya , namun dia menepisnya dan menuju kegerbang, dia mencoba membuka gerbang tersebut, anehnya gerbang itu tidak dikunci, dapat aku cegah Key sudah berlari kedalam rumah, benar-benar tidak ada penjaga satu pun, kemana semuanya? Mana mungkin isi rumah ini tidak ada penjaga.

Aku berlari mengikuti Kibum, ada sebuah mobil mercy terparkir di depan rumah, aku rasa itu mobil Jonghyun, aku pernah melihatnya beberapa kali, dan tunggu… kenapa pintu rumahnya tidak dikunci?
“Kibum tunggu!”, aku menarik Key namun ia tetap menolak, “KEY TENANGLAH!”, bentak ku kesal, anak ini benar-benar tidak bisa dikendalikan, dia berhenti dan menatap marah padaku.
“Aku tidak bisa tenang kau tahu?! Sekarang cepat kita masuk!!”, bentaknya, wowowow… ada apa ini? Kenapa dia marah sekali? Apa salah ku? Kenapa dia menjadi seperti ini? Aku mengingatkannya untuk pelan-pelan, secara kami dirumah orang, aku terpaksa melepas genggaman ku dari tangannya dan terdiam, tidak ada gunanya melawannya, dia memang selalu begini, dan aku paham, jika aku mencegah lebih jauh dia akan semakin marah dan nekat

“Baiklah, terserah kau … tapi pelan-pelan…kita dirumah orang..”, kata ku lembut, dia diam sesaat.

.

KEY POV~

“Baiklah, terserah kau … tapi pelan-pelan…kita dirumah orang..”, Maaf Jinki, aku terlalu takut, aku tidak tahu ada apa? Tapi yang jelas dia benar, setidaknya aku harus berhati-hati.

“AAARRGGHHHHH… BERHENTI KATAKU,APPA!!”, kami menoleh , itu Jonghyun, ada apa dengannya, aku berlari kea rah dalam rumah, rumahnya luas sekali, tapi tidak ada orang sedikit pun dirumah ini, kemana penjaga dan juga pelayan rumah ini? Jinki berlari setelah ku, aku tidak bisa menemukannya, dia ada dimana?

“Jinki, kau periksa disana, aku kesana… dan OH, panggil polisi cepat!”, perintah ku, dia hanya mengangguk dan mengikuti perintah ku, dia berlari ke lorong kanan dan aku kelorong kiri, aku melewati taman didalam rumah yang sangat luas, banyak ruangan disana, tapi tidak kutemukan satu pun yang menandakan keberadaan Jonghyun.

“KYAAAAAAAA…”, aku terpaku ditempatku, suara itu, suara itu…
“U-umma?”, aku terkejut, benar, umma ada disini, dia tidak berbohong, ada apa dengan umma? Aku berlari menuju lorong paling ujung dan berbelok ke kiri, ternyata bersambungan dengan lorong yang kanan tadi, tapi aku tidak bisa melihat Jinki, kemana dia?

“LEPASKAN!’, ini dia, ada disini, umma ada disini.
BRAK!
“UMMA!’, aku membuka pintu dan  aku terkejut dengan yang kulihat, aku terpana dan aku tidak bisa melihat dengan jelas dan percaya apa yang kulihat.
“Kibum ada ap—“, Jinki datang di belakang ku, dan dia sama terkejutnya dengan ku, umma, Jonghyun, dan pria yang sama saat itu melihat kearah kami.

.

JINKI POV~

WHAT THE FUCK? Ada apa ini? Aku tidak bisa dengan jelas mengerti apa yang sebenarnya terjadi, ada apa ini? Kenapa ini? IGE MWOYA???!!!!

“UMMA!”, Key berteriak dan menghampiri ummanya yang terduduk dilantai dengan tangan terikat, dan aku bisa melihat Jonghyun berada di depan pria tidak kukenal siapa dan kerah bajunya dicengkramannya.

“SIAPA KALIAN?!”, Teriak pria itu melepaskan Jonghyun dan mendorongnya kelantai, ia berjalan mendakati Kibum ku dan ingin meraih tangannya.
“YAH! SINGKIRKAN TANGANMU!!”, teriak ku dan menarik Kibum dan berdiri didepannya, pria itu menatap ku geram dan dia ingin meninju.
“DASAR ANAK SIALAN, MATI KAU!”, BUGH! Aku memejamkan mataku, OMO! BUGH?? Aku membuka mata ku sedikit, aku tidak merasakan sesuatu yang keras menuju pipi ku, aku mengintip dan… Jonghyun berdiri didepan ku dengan tongkat baseball ditangannya dengan terengah-engah, dan pria itu… dia koleps dilantai, dia pingsan.
“CIH! FUCKING OLD MAN!!”, kata Jonghyun membanting tongkat itu, aku menganga, dia menolong ku…

“J-jonghyun…”, Key berbisik, Jonghyun menatap kami berdua dan umma Key yang terikat di lantai.
“JONGHYUN KEPALAMU!”, teriak Key dari belakang ku, aku terkejut dan melihat kearah yang ditunjuk Key. Jonghyun memegang kepalanya, darah…

“Key…”, kemudian dia koleps dan jatuh pingsan.
“OMO JONGHYUN!”, aku teriak dan juga Key, kami menangkap tubuhnya, dia terluka hebat dikepala, aku membuka jaket ku dan menekan nya ke bagian yang terluka agar darahnya berhenti.

“PANGGIL AMBULAN KEY, CEPAT!”, teriak ku, Key yang masih shock bangun dengan kikuk dan mengambil ponsel di kantongnya, dia dengan panik menghubungi ambulan, sementara aku menopang tubuh Jonghyun, gawat! Kalau tidak cepat bisa bahaya.

“TIDAK DIANGKAT!”, teriak Key panic, shitt!!
“KEY, BANTU AHJUMMA , AKU AKAN MEMBAWANYA KEMOBIL, AYO CEPAT!”, Kataku menyuruhnya membuka ikatan di tangan ummanya, ummanya sedari tadi hanya diam saja melihat adegan didepannya, aku rasa ia juga shock akan kejadian ini, dia hanya menangis, Key menolongnya berdiri,dan aku membopong Jonghyun di punggungku, kami berjalan keluar, Key membukakan pintu untuk ummanya dan duduk diikursi depan, sedangkan ia membuka pintu belakang dan duduk disana, aku menaruh Jonghyun perlahan duduk bersama Key.

“Tekan lukanya, jangan biarkan darahnya mengalir terus.arra?”, kataku, Key hanya mengangguk dan aku masuk kebalik kemudi menancapkan gas ku secepat mungkin menuju rumah sakit terdekat, God~ bertahanlah Jjong… dari arah berlawanan mobil polisi menuju rumah Jonghyun, syukurlah.. semoga mereka dengan cepat membawa appa nya yang gila itu, kami tidak ada waktu mengurus si fucking brat old man itu!

.

KEY POV~

GOD~ Aku mohon berikan kekuatan pada Jonghyun, aku panic, aku takut, aku senang bertemu dengan umma, aku tidak tahu aka menjadi seperti ini, aku tidak kuat menahan tangis ku sedangkan dipangkuan ku Jonghyun teman ku terluka, aku tahu dia pernah jahat padaku, namun dia orang yang baik dan aku tahu itu, aku rasa ia akan menolong umma sehingga ia menjadi seperti ini? Dan aku tidak percaya bahwa dia adalah anak dari laki-laki itu. Kenapa saat itu aku tidak bertemu dengan umma di rumah itu?

“KEY KITA SAMPAI!”, Jinki berteriak dan keluar dari dala mobil, aku tersadar dari lamunanku dan tidak lama para suster membantu mengeluarkan Jonghyun dengan segera membawanya ke ruang UGD, disaat aku ingin mengikutinya Jinki mencegah ku, dia menunjuk kedalam mobil, dimana umma masih disana.

“UMMA!”, aku teriak dan berjalan kea rah pintunya aku membuka pintu dan memeluknya, dia terpaku sejenak, namun kemudian ia memelukku, dia menangis sejadinya, dari tadi ia diam saja, dan aku juga khawatir.
“Tenang umma…aku ada disini, Kibum mu ada disini… tenanglah…”., aku memeluknya erat dan menangis, aku merindukannya.
“K-kibum.. maaf kan umma…maaf kan umma nak…”, katanya, aku terus menangis sambil mengelus punggungnya.
“Gwencana umma… gwencana…”, hanya itu yang bisa kuucapkan.

.

.

Author POV~

Jinki dan Kibum duduk dikursi tunggu, menunggu keadaan Jonghyun, dia masih berada dalam ruang UGD, sedangkan umma Key sedang ditangani dokter karena beberapa luka dan juga perawatan karena ia sedikit shock.
“Permisi, selamat malam… apa anda keluarga dari Mr.Kim?”, Key dan Jinki menoleh ke sumber suara, didepan mereka seorang petugas kepolisian berdiri gagah, mereka berdiri dan menggeleng.

“Bukan, kami teman anak nya.”, kata Jinki, polisi itu mengangguk.
“Bisa kita bicara sebentar?”, kata Polisi itu, Key menoleh kea rah Jinki, Jinki menggenggam tangannya dan mengangguk pada polisi, petuga situ tersenyum dan mereka berjalan menjauh dari tempat mereka sekarang.

.

“Baiklah, kami baru saja dari kediaman Mr.Kim, kami menemukan ia terkapar di dalam rumahnya sendiri, bisa diceritakan ada hubungan apa kalian dengan nya? Menurut saksi mata ada sebuah mobil keluar dari dalam rumah, dan kami selidiki itu mobil anda benar Tuan Jinki?”, katanya ramah, Jinki mengangguk, dia menoleh kearah Key, Key diam saja.

“Oke, kalau begitu, bisa ceritakan duduk perkaranya, karena kami membutuhkan saksi disini.”, katanya lagi, Jinki terdiam, ia tidak tahu permasalahannya, ia melihat kearah Key, namun Key tidak mau menoleh ke arahnya, dia mulai bingung harus menjawab apa.

“Hmm.. maaf, saya tidak tahu, saya hanya menemani teman saya ini pergi ke rumah Jonghyun , anak dari Mr.Kim, dan kemudian kam—“
“Pria itu menculik umma saya.”, akhirnya Key bersuara, Jinki terdiam dan menggenggam tangan Key, Key menggenggam balik tangan Jinki, kemudian dengan suara bergetar ia bercerita semuanya, dari awal, dari pertama ia bertemu dengan pria itu dijalan, kekerasan yang ia terima sehingga umma nya dibawa pergi begitu saja, dan sampai kejadian hari ini diceritakan secara detail, Jinki dapat merasakan tangan Key bergetar setiap ia menceritakan apa yang terjadi. Ia dapat melihat sorot mata kemarahan, takut, panic, dan juga sedih dimatanya.

“Baiklah, kalau begitu saya hanya butuh kesaksian dari ibu anda dan juga Tuan Jonghyun, terima kasih atas kerja samanya, semuanya serahkan pada kami, kami akan menyelesaikan kasus ini sesuai prosedur hukum yang berlaku.”, kata Polisi itu berdiri dan menyalami Jinki dan Key.

“Terima kasih, kami berharap kasus ini cepat ditangani, Karena kami tidak mau ada korban lagi.”, kata Jinki merangkul Key yang diam saja, Polisi itu tersenyum dan beranjak pergi meninggalkan mereka.

“Kibummie.. kau baik-baik saja?”, Tanya Jinki yang menyadari pacarnya diam saja, Key hanya mengangguk dan menarik baju Jinki dengan kencang. Jinki mengelus kepala Key dengan lembut.
“Sudah, kau tenanglah… ada aku disini, lebih baik kita melihat keadaan umma dan Jonghyun,kajja…’, Jinki menuntun Key, Key hanya mengangguk dan berjalan masuk ke dalam rumah sakit lagi.

.

.

Mrs.Kim POV~

Kepalaku terasa sangat berat, rasanya mau pecah, namun aku tahu ini dimana, aku berada dirumah sakit, aku berada disini setelah semua yang terjadi, aku meninggalkan anak ku Kibum satu-satunya dan kemudian aku disekap oleh seorang pria gila yang berambisi untuk menjadikan ku istrinya, dia sudah gila, aku tidak mau, tidak dengan orang sinting sepertinya.

“Umma?”, aku menoleh, aku tersenyum melihat sosok ini, sosok yang selama ini aku sia-siakan, aku merasa bersalah dengannya, aku tidak pernah sadar dia sudah dewasa, dan tidak sadar dia menjadi namja yang tampan dan juga manis, aku merasa bersalah melihatnya, tubuhnya yang bagus itu selalu menjadi pelampiasan kekesalan ku, namun ia tidak pernah mengeluh, dai tidak mau membalasku, dia tidak juga melukai ku yang sebenarnya ia mampu melakukannya Karena ia laki-laki, dan sekarang ia berdiri didepanku, dia menolongku dari pria gila itu, dia mencari ku dan akhirnya menemukanku, air mata ku mengalir, dia masih mencari ku meski aku telah berbuat jahat padanya.

“U-umma.. kenapa?ada yang sakit?’, dia mendekat kearah ku dengan wajah panic. “Akan kupanggilkan dokter..”,
“Tunggu Kibum!”, aku menarik tangannya, dia berbalik ingin bicara lagi.
“Tidak usah nak… umma baik-baik saja, kau tetaplah disini..”, kata ku tersenyum padanya, dia terkejut, namun kemudian ia duduk dikursi disebelahku dan menundukkan kepalanya, kami diam, tidak ada kata yang keluar dari mulutku, aku harus bicara sesuatu padanya.

“K-kibum…”, dia mendongak,
“M-maaf kan umma ya… umma tahu selama ini tidak pernah menjadi umma yang baik untukmu, umma pantas mendapatkan balasan seperti ini … umma tahu kau membenci umma, makad dari itu maaf kan umma ya Kibummie…”, kata ku mengeluarkan air mata, dia menatap ku tidak percaya.

.

KEY POV~

“M-maaf kan umma ya… umma tahu selama ini tidak pernah menjadi umma yang baik untukmu, umma pantas mendapatkan balasan seperti ini … umma tahu kau membenci umma, makad dari itu maaf kan umma ya Kibummie…”, kata umma, aku tidak percaya dengan yang baru saja kudengar, umma mengatakan maaf padaku? dia berkata maaf? Tidak mungikin… umma yang selama ini membiarkanku terluka meminta maaf padaku.

“U-umma…”
“Kibum, umma mengerti jika kau tidak mau memaafkan umma, umma mengerti jika setelah ini kau tidak mau lagi hidup dengan umma, umma akan membiarkan kau memilih jalan mu sendiri, tapi umma mohon… maaf kan lah umma mu ya…”, katanya lagi menangis, dia mengatakan hal ini? Kibum, anak macam apa kau membiarkan orang tua mu terlebih umma mu sendiri yang melahirkanmu meminta maaf padamu? dia menyalahkan dirinya sendiri dan meminta mu memaafkan semua kesalahannya? Kau benar-benar anak yang buruk Kibummie…

“U-umma… jangan berkata seperti itu .. kau tidak salah umma, kau tidak perlu minta maaf padaku… aku mencintaimu, dan aku tidak akan pergi meninggalkanmu, jadi jangan bicara seperti ini … aku akan selalu bersamamu umma, seperti dulu…”, kata ku menyentuh tangannya dan menangis sejadinya, aku rindu umma ku, aku rindu umma ku yang dulu, yang selalu sayang padaku, membuatkan makanan enak,dan juga mendongeng untuk ku sewaktu kecil, bagaimana pun juga, dia orang tuaku…

Aku merasakan tangannya membelai kepala ku, aku mendongak, dia merentangkan tangannya padaku.
“Terima kasih Kibummie… maaf kan umma…”, aku memeluknya , kami menangis bersama.
“Gwencana umma, aku sayang padamu…”, kata ku..

.

JINKI POV~

Aku tersenyum melihat semua nya berjalan lancar, aku baru saja dari kamar ahjumma, untuk memastikan bahwa ia baik-baik saja, dan hanya untuk mengecek apakah Key juga baik-baik saja, dan apa yang baru saja kulihat semua terjawab dengan baik, bahkan hasilnya sangat memuaskan.

“J-jinki hyung…”, aku terkejut, aku mendongak ketika menutup pintu, Jonghyun dia sudah sadar!
“Jonghyun! Syukurlah… kau baik-baik saja?”, aku mendekat, dia tersenyum miris dan masih belum bisa bicara banyak.

“A-air …”, katanya, aku mengerti. Aku menuang air digelas dan menyerahkan padanya. Aku membantunya sedikit untuk bangkit dan aku duduk disampingnya.
“Kau oke?”, Tanya ku, dia tersenyum.
“AKu dirumah sakit?”, katanya, aku mengangguk. “Kau yang membawaku?”, aku mengangguk lagi. “Bagaimana dengan ahjumma .. maksud ku, umma Kibum?”, aku terdiam sesaat dan tersenyum.

“Dia baik-baik saja, ia sedang menerima perawatan,dan Kibum bersamanya.”, kata ku, Jonghyun tersenyum.
“Lalu …appa ku?”, tanyanya lesu, aku menelan ludah, apa yang akan kukatakan?
“Hmm.. well, dia sekarang dalam masa pemeriksaan polisi karena kasus penculikan dan juga tindak kekerasan, nanti kau akan dimintai keterangan juga jika kau sudah baikan…”, kata ku pelan-pelan, dia hanya diam, aku menjadi tidak enak…

“Begitu yah … terima kasih hyung atas bantuan mu..”, katanya, aku tersenyum dan menepuk pundaknya.
“Tidak usah sungkan, kau teman ku juga… aku hanya melakukan apa yang menurut ku benar.”, kata ku, dia tersenyum lagi,syukurlah…

“Aku merasa tidak enak pada Kibum, aku telah berbuat kasar padanya, padahal dia sudah percaya padaku bahwa kami teman baik, dan terlebih semua yang dilakukan appa ku, aku tidak percaya ini akan terjadi…”, katanya. Aku mengerutkan alisku, apa yang ia lakukan pada KIbum?

“Ng… menurutku kau tidak perlu berpikir seperti ini, Kibum pasti memaafkanmu, jadi jangan pikirkan apapun, lebih baik kau istirahat , dan cepat sembuh.”, kata ku mengalihkan pembicaraan, aku tidak mau mengangkat masalah ini, biarlah semuanya berlalu…

Jonghyun menoleh padaku dan tersenyum “Terima kasih Hyung, Kibum beruntung memilikimu.”, kata nya, wajah ku memerah, dan aku terkekeh.
“Tidak juga… hehehe..”, aku menggaruk kepalaku.

“Tapi…”, aku mendongak, dan aku melihat senyum usil di bibirnya.
“Kalau sampai kau menyakitinya dan kau tidak berhati-hati menjaga hatinya, aku yang akan merebutnya darimu Hyung..”, dammit! Dino head sialan, kalau dia tidak sakit, akan ku pukul dia.

“ppfh,im kidding hyung…”, ledeknya,
“SHUT UP!”,. teriak ku kesal, dia tertawa.. dan lama-lama aku tertawa dengannya, bodoh…

.

.

>2 bulan kemudian<

JINKI POV~

Semua berjalan semestinya, aku harus banyak terima kasih pada ahjusshi si petugas polisi itu karena kasus ini cepat berakhir, dan akhirnya Mr.Kim itu mendapat ganjaran yang setimpal, bagaimana dengan Key dan Ahjumma? Mereka hidup bersama lagi, ahjumma mencari pekerjaan yang lebih layak, dan Kibum membantu keuangan sedikit dengan menjadi pekerja partime di sebuah majalah Fashion temanku, dia senang sekali mendapat kan tawaran job itu. Mr,Kim, well… dia dipenjara dan dia sudah mengaku bersalah, ia menyesali perbuatannya pada ahjumma , Key, dan terlebih anaknya Jonghyun.

Dan ya Jonghyun, dengan mengejutkan, ia menjual rumahnya yang besar itu,itu smeua karena permintaan ayahnya, karena rumah itu atas namanya, sedangkan perusahaan ayahnya ia serahkan pada sepupunya yang kukenal bernama Heechul, aku tahu dia.. dia artis terkenal. Benar-benar keluarga yang waw!

“YAH HYUNG! CEPATLAH!”, aku tersadar dari lamunanku, aku melihat kearah mobilku, Jonghyun mengeluarkan kepalanya dari dalam kursi penumpang dan menatap ku kesal.
“SUDAH JAM BERAPA INI? AKU TELAT NANTI!”, Katanya. Aku mendengus kesal, aku mengunci pintu dan berjalan ke mobil ku sendiri.

“Tidak usah teriak aku juga dengar Jong…”, kataku menjulurkan lidah, dia mendengus kesal.
“Kalau aku tidak teriak kau tidak akan cepat Hyung, ka tahu berapa kali aku terlambat dalam seminggu jika berangkat dengan mu?”, aku mengangkat bahu.
“4 KALI HYUNG! DAN KAU TAHU, AKU AKAN DITENDANG DARI KELAS DAN MENGULANG JIKA ITU TERUS TERJADI!”, teriknya lagi, aku menutup telingaku lagi, aish dino head satu ini suka berteriak, dan ini aku tahu semenjak kami tinggal satu rumah, oh, aku lupa cerita kalau kami satu rumah? Bagus sekali, dia menjual rumah mewahnya dan sekarang tinggal di rumah ku, otak pelit!

“YAH, CEPAT JALAN…”, katanya lagi menyadarkanku,
“AISH! IYA IYA BAKKA!”, kataku
“MWO? APA ITU BAKKA?”, teriaknya.
“Cari digoogle translate bahasa jepang!”, kataku terkekeh, dia mendengus kesal.

.

Aku berjalan menyusuri koridor jurusan seni, dan yah… dengan dino head ini lagi, entah kenapa dia jadi suka dekat-dekat denganku, dan yang membuat ku tidak nyaman adalah.

“Aigoooo~ Jonghyunieee oppa.. long time no see~, sepulang kuliah jalan yuk…”

“Oppa~.. ganteng sekali hari ini…”

“Jonghyun oppa~ saranghae…” cih, playboy kakap ini suka sekali tebar pesona, mereka tidak tahu bahwa yang berdiri didepannya itu adalah seorang yadong parah.

“Hei, kenapa kau Hyung…? ahahaha…muak mu seperti chicken rebus.”. ledeknya, aku menatapnya sinis.
“Jangan bawa keluarga chicken wing!”, kataku kesal, aku mau mencari Kibum, aku rindu padanya dan ada sesuatu yang ingin kuberikan padanya.

“Jinki Hyung~…”, aku menoleh, wah kebetulan ada Mir.
“Hai Mir, liat Key?”, tanya ku, dia menunjuk ke ujung jalan, oh i got it,
“Jong, aku pergi , bye!”, aku berlari meninggalkannya dan tanpa bisa dicegah, Kibumiee… im comming…

.

JONGHYUN POV~

“Hei, kepala saurus… bertemu lagi, cari siapa kali ini?”, kata Mir padaku, anak sialan, aku selalu tidak suka caranya menggodaku, menjengkelkan, dan lagi dia makan pokky terus.

“yah! aku punya nama tahu?”, kataku, dia mengangguk, “Aku tahu …”, katanya, “Lalu siapa namaku? panggil yang benar.”, kataku. dia terkekeh dan memutar pokkynya di bibirnya,
“Hmmm… i dunno, aku lupa, siapa memang namamu?”, tanyanya, aish bocah ini, aku penah menyebutkan namaku sebelumnya.

“Aku..Kim..Jon…”
“I got it, Kim Jong… Jong… Jongkyong? Jongkyung? aaah… siapa sih?”, katanya menenak sambil terkekeh, aku memutar bola mataku dan pegi meninggalkannya.

“A-HA! KIM JONGHONG! I GOT IT RIGHT? YAH… JONGHONG, I LOVE YOU.”, teriaknya, aku berbalik.
“MWO????!!!!”. teriakku, dia berlari mendekat dan terkekeh,”Kata Dongwoon, kalau aku suka seseorang lebih baik langsung bilang, nah, Jonghong, mau jadi pacarku tidak?”, dia berlutut dan menyerahkan sebatang pokky padaku, i cant belive this, aku ditembak dengan orang sinting.

“YAH! itu bukan namaku, dan maaf, aku tidak suka pokky, dan aku tidak tertarik padamu, terima kasih.”, kataku pergi.

“YAH! POKKY INI ENAK! LIAT SAJA JONG.. AKU AKAN MENDAPATKAN MU, BEGITU KATA DONGWOON~…”, aish, stupid kid! aish, kenapa aku tersenyum? aish…

.

Key POV~

Huwaaahhh~ cuacanya sangat bagus.. aku tidak sbar beretemu Jinki, tapi kemana dia? dia tidak menghubungi ku sama sekali, membosankan, dia slalu bersama Jonghyun, terus saja seperti itu, lama-lama kucekek si Jonghyun itu biar menjauh dari namja cinguku, aigooo~ aku lebay sekali.

“Yah, tebak siapa?”, sebuah tangan menutup mataku, aigooo~ kenapa orang ini begitu bodoh sekali yah?
“Hmmm… siapa sih? jangan iseng yah? siapa ini?”, aku ledek baru tahu rasa dia,
“Ya, aku siapa?”
“Dongwoon?
“….”

“Mir?”

“…”

“OH, JONGHYUN?”

“YAH!KENAPA JONGHYUN?”, ppfh, akhirnya , aku tertawa melihat tingkahanya, Jinki selalu sensi jika bicara tentang Jonghyun, karena menurutnya makhluk itu berbahaya, well… iaya juga, untung aku tidak cerita tentang peristiwa waktu itu, kalau tidak, dia akan murka dan bahkan menendang Jonghyun dari rumahnya.

“Mianhe yeobo…”, kataku menarik lengannya, dia cemberut, aigoo~ aku tidak bisa tidak mencubit pipinya yang chubby ini.

“Y-yah Kibummie… sakit…”, katanya menghindar dari cubitanku, aku terkekeh,dia merangkulku dan tersenyum.

“Ada apa?”, tanya ku, dia terkekeh dan mengeluarkan sebuah permen.

“Permen?”, kataku heran, dan hanya sebuah.

“Ayo di emut … emut emut…”, katanya menirukan haya mengemut permen, aku tertawa melihat tingkahnya, Jinki pabo… aku mengambil permen dibungkus dengan kertas perak berwarna pink, aku membuka nya dan memandanginya sebentar, aku tidak percaya, apa yang ia mau dengan permen bulat ini?

“Ayo, di emut… itu gampang larut kok…”, perintahnya aku mengangkat bahud an memasukkan permen itu kedalam mulutku, aku mengemutnya perlahan, permen itu cukup besar dimulutku, aku mengernyitkan mata, asemm… Jinki terys memandangi ku, dan… hmmm.. manis, kenapa permen ini bisa berubah rasa? wait… wait… apa ini? aku mengerutkan dahi ku menatap Jinki heran, kali ini Jinki tersenyum lebar padaku.

PLOP! aku mengeluarkan sebuah benda dari mulutku, cincin?!!!!

“J-jinki ini…”, kata ku bingung, kenapa ada cincin di dalam permen? bagaimana dia memasukkannya?

“Hehehe… itu hadiah pertama dari ku sebagai sepasang kekasih, rasa permennya unik kan seperti kamu, kamu itu kecut dan asem, terkadang kamu sering marah dan meledak-ledak, kamu nge bossy, dan kamu juga sering sesukamu, kamu itu moodyan, tapi… setelah mengenal mu, kau itu baik, periang, menyenangkan, tidak membosankan, dan manis jika marah…’, dia berhenti sejenak,dan mengambil cincin dari tanganku tanpa jijik bekas air liur ku. “Dan kau adalah Kim kibum yang kucintai… Ilove you baby…”, katanya memakaikan cincin itu dijari manis kiriku, aku menutup mulutku.. tidak percaya dia bisa bersikap seperti ini?

“Aigooo Lee Jinki, I love you too… makasih baby…” kataku menarik lehernya dan mencium bibirnya, aku tahu ini tempat umum, dan ini dikampus, but, i dont care… ini lah aku, Kim kibum THAT im fallin to Lee Jinki pabo!

END

ITS OVER BABY 🙂

KEKEKEKEK~

Makasih yang selama ini udah support, makasih juga doanya atas kelancaran untuk kuliah gue, semoga kalian bahagia, dan semoga sukses juga, jaga kesehatan, jangan sampai sakit, dan jangan begadangan*gakngacaauthornya

RCL..

SEE YA ON ANOTHER FF 🙂

ILYSM <3333

Advertisements

49 thoughts on “Fallin’ for you part.6 end

  1. Ah gilla gue suka part ini..
    Cara lamaran yg aneh tapi sosweet deh! Bisa-bisa.. Akir nya umma key ketemu.. Wah jongg ati ati cinlok noh ama onew kalo nempel terus gt! Kkkk itu mir kocak banget siii

  2. pdhl udh dpt pwnya dr kpn tw…tp bru baca skrg huhuhuh
    maaf authorr saya durhaka

    ahhhhhh endingnyaa bikin deg2 ser
    walopun si jinki ngelamarnya kaya gt, tapi teeeteeppp romantiss bgd….
    key beruntungggg ahhaha
    seneng key bs rukun sm ummanya…anak yg baik
    dannn semoga aja jong jadian sm mir aahahhahaa

    terima kasih author bwt ceritanya
    daebak!!!

  3. huwaaaaa itu rumah dan perusahaan jjong knp gak dikasih ke aku aja? hahahaha

    koq jjong milih nunpang sm jinki drpd d rmh’a yg guedeee??

    ahaiiiii akhir’a jinki ngasiii cincin…asekkkk lalalalala akhir’a jinkibum bersatu muach muachhh

  4. Jadi nyampe akhir jinki ga ngungkit masalah tu gelang??
    Apa dia pengen menghindari pertengkaran diantara key dan jonghyun?

  5. Aigooo otak pelit!!!sumpah thor ngakak xD
    jonghyun apa2an jalan pikirannya itu!milih tinggal sama jinki coba wkwkwk
    jonghyun sama mir ciyeeee
    itu moment mir nbak nama jonghyun sweet sumpah xD ngakak thor!!aduhh penuh lovey dovey bgt chap final ini xD
    btw thor kok ga dijelasin sih yg tntng gelang itu TT
    sayang bgt ih huhu
    tpi gantinya cincin ya?eciyeee gimana caranya itu cincin bisa masuk ke permen xD
    jalan ceritanya kecepetan menurut aku but it great kok thor n_n

  6. Haaaaaaaah…
    Happy endang 😀
    jjong pinter dech, ngejual rumah, trus tinggal ama jinki,hahaha..trus duit hasil jual rumahnya kamu kmanain jjong??? Ckckckc –”
    Seneng dech liat jong ama onew deket, mereka lucu, seneng juga liat umma kibum dah baikan..
    Daaaaaan,lebih seneng lagi liat onkey poppoan *lho hahahaha… *abaikan
    Itu di kampus lho, pindah ke kamar gih –” :p
    Ekhem, kayaknya bakal ada kopel baru itu, jongmir -jonghyum mir- ahay.
    Ayo mir,aq dukung kamu lho 😀

  7. Ahirnya aku bisa baca part 6nya..gomawo author nim yg udh ngasih pwny,cepet lagi balesnya..sekali lagi gomawo 😉
    Asli kocak sama aku suka bangt yg part ini..Ternyata jinki sama jong akur juga dan jinki gk ngungkit2 gelang sama perlakuan jong ke kibum..

    Dan yg bikin ngakakkk itu bagian Mir sama jong,ternyata mir suka jong..
    Rasain luh jong..pasti idupnya gk bklan tnang deh..bakal diganggu terus sama mir…

    Dan yg onkey nya sweet banget.. >_<
    Tumben jinki bisa gombal..

    Dan buat author semangat terus bwt nulis ffnya..kalau bisa bnyakin ffonkeynya 😉

  8. yeay happy end.. si jinki akhirnya sahabat karib juga kan ama jonghyun.. juga si jinki romantis ya,abis gitu cara ngelamarnya lucu.lagi.. cicin dimasukkin ke permen.. gimaa caranya.. hebat bgt tuh si jinki.. tp romantis luh caranya.. 😀

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s