The other side of him part.9 end


Foreword:

Finally, muahahaha… akhirnya sampai juga di episode terakhir ciin… muahahahaha…
Berita bagusnya, gue bakal nerusin one shoot terus, dan berita buruknya karena gue jadi jarang update karena harus serius kuliah, mau UTS sebentar lagi dan gue harus benerin nilai gue, kekekek~ wish me luck guys, thnx for support selama ini 🙂

Here it is, RCL and enjoy 🙂

by : Sanniiew

NC 21

.

.

Minho membuka matanya , ia mengusapa matanya, sudah pukul berapa? ketika ia membuka matanya dengan jelas ia tidak menemukan Taemin di kasurnya, ia berdiri dan mengedarkan pandangannya, syukurlah.. ia mendengar suara keran dari dalam kamar mandi, dia berjalan ke sana dan mengetuk pintu memeriksa apakah Taemin masih didalam.

“Taemin…Taemin…. buka pintunya , kau sudah selesai?”, katanya, namun tidak ada respon, dia mulai khawatir, dia tida tahu apa yang dilakukan anak itu, tapi setelah melihat luka yang ia peroleh disekujur tubuhnya membuat Minho lebih concern lagi.

“TAEMIN! SERIUS BUKA PINTUNYA, KALAU TIDAK AKU DOBRAK!”, teriak Minho tidak sabaran, tidak lama kemudian air didalam mati, dan Minho memundurkan badannya sebentar, dan tidak lama terdengar pintu dibuka, dia melihat sosok Taemin dengan handuk menutupi seluruh tubuhnya, hingga kepala, yang terlihat hanya lah wajahnya yang tertutup dengan rambut nya yang basah dan dia berjalan keluar.

“Mau apa kau kesini?”, kata Taemin dengan suara sangat pelan, suaranya terdengar buruk, seperti berbisik dan serak, Minho menarik nafas dan berjalan menghampirinya,namun Taemin memundurkan badannya.
“Taemin… aku kesini karena khawatir pada—”
“JANGAN SENTUH!”, teriak Taemin histeris, ketika Minho ingin menyentuhnya, Minho terkejut, Taemin jatuh dilantai dan menangis,
“Jangan sentuh aku Hyung… jangan… aku kotor… aku mohon, jangan sentuh aku…”. Taemin menangis sejadinya, dia tidak mengerti apa maksudnya? Minho mengambil posisi berjongkok didepannya memperhatikan wajah Taemin yang memerah, dia baru sadar seluruh wajah Taemin mememerah layaknya kepiting rebus.

“Angkat wajah mu Tae…”, kata Minho pelan, Taemin tidak bergeming, “Taemin, aku mau melihat wajah mu, please angkat wajahmu …”, namun tidak ada sautan, Minho sudah mulai habis kesabarannya, dia berdiri dari jongkoknya “Aku kesini ingin melihat mu, aku ingin menemui mu, aku kangen sama kamu, tapi rasanya kau tidak mau melihat ku kan? baiklah, aku akan pergi.”, gertak Minho dan berjalan meninggalkannya.
“MINHO!”, Taemin menahan kaki Minho sambil menangis, Minho berhenti dan memandang ke wajah Taemin, namun dengan cepat tangan Taemin dilepas dan ia kembali sibuk menangis lagi. “J-jangan pergi… aku takut.. aku mohon…”, kata Taemin memeluk dengkulnya sendiri hingga berbentuk bola. Minho semakin miris hatinya melihatnya menangis, dia mendekat dan mencoba menyentuhnya kali ini Taemin tidak menghindar.
“Taemin… aku disini, katakan padaku, ada apa… berhentilah menangis, Minho semakin lama semakin memeluk Taemin dan Taemin melingkarkan tangannya ketubuh Minho, dia tidak menjawab, dan terus menangis, akhirnya ia berhenti hingga Minho harus membopongnya ke atas kasur karena sekarang ia jatuh pingsan.

Setelah bergumul dengan perasaannya, perlahan Minho membuka handuk yang menutupi tubuh Taemin, dia terkejut, dan menutup mulutnya berusaha menahan teriaknya, tubuh Taemin merah dan hampir berdarah, ditangan, kaki, dan terlebih di bagian selangkangannya dia tidak mengerti apa yang diperbuat Taemin? tanpa pikir panjang ia mengambil baju dan memakaikan ke tubuh lemah Taemin dna menggotongnya keluar kamar, memanggil taxi dan menuju rumah sakit terdekat.

.

.

Sudah pukul 7 pagi , Jinki belum juga terjaga untuk tidur, ia selalu bangun lagi jika hampir saja menutup matanya, sudah hampir 10 gelas kopi ia habiskan untuk tetap terjaga dan menunggu Key terbangun dari tidurnya, dia tidak mau melewatkan sesuatu, dia harus yakin bahwa ketika Key bangun dia tidak akan kabur dan melakukan hal bodoh lainnya.

“Jinki hyung!”, ia menoleh, Dongwoon berdiri dibelakangnya membawa sebungkus makanan,
“Makanlah, kau tidak makan apapun semalaman, dan sebaiknya kau istirahat, aku yang akan menjaganya…”, kata Dongwoon, namun Jinki hanya menggeleng dan meraih tangan Key lagi yang tertidur pulas.
“Maaf Dongwoon,tapi aku mau memastikan dia melihat ku ketika ia membuka matanya.”, kata Jinki mencium tangan Key, Dongwoon menarik nafas dan menepuk punggung Jinki kemudian keluar kamar, ia tahu, jinki masih sayang dengannya, ia sayang pada Key, tapi hanya sebagai teman, dan tidak lebih.

“Key… bangunlah, aku mohon, aku tidak akan kemana-mana lagi, aku janji…”, kata Jinki membenamkan wajahnya di tangan Key, tanpa ia tahu, dari sudut mata Key yang terpejam mengeluarkan air mata namun tubuhnya masih tidak bergerak.
“Ku mohon Key… bangunlah, aku minta maaf, aku mencintai mu Key…”, kali ini Jinki menangis, ia merasa bersalah, ia hanya ingin menebus semuanya, ia tahu ia pernah disakiti, tapi dampak dari keegoisannya membuatnya menjadi merasa bersalah, ia merasa bersalah melihat orang yang ia cintai hingga sekarang terbaring lemah di depannya, dan itu smeua karenanya.

.

.

Jonghyun berjalan dilorong kelas, harinya benar-benar buruk, adik satu-satunya terbaring dirumah sakit, ia tidak habis pikir ia membiarkan si biang kerok Jinki bisa menemui adiknya, dan sekarang ia berjalan sendirian menuju kelasnya dimana tidak ada Minho dan juga Taemin, ia tidak mengerti, semenjak terakhir bertemu dengan Minho ia tidak bsia menemukannya lagi, tidak juga Taemin… ia hilang kontak dengan semuanya, apa yang salah disini sebenarnya? kenapa setiap orang jadi jauh darinya? apa ia terlalu ambisius?

“A-ha , kau sendirian lagi?”, Jonghyunn menoleh, wajahnya berubah, dia ingin tersenyum, entah mengapa ia ingin tersenyum ketika melihat sosok didepannya, mainan barunya sudah datang.
“Hai Jino…”, sapa Jonghyun, Jino terkekeh.
“A-ha, kau masih mengingat namaku Hyung, baguslah…”, ledeknya dan berjalan mendekat ke arah Jonghyun, Jonghyun berdecak.
“Hmm… sudah memutuskan aku jadi mainan baru mu yah?”, tebak Jino, Jonghyun terkejut ketika sekarang tangan Jino sudah melingkar di lehernya, ia menoleh ke kanan dan kekiri, takut ada yang melihat, namun hal itu dijadikan kesempatan oleh Jino dengan mencium leher Jonghyun.
“YAH!”, teriak Jonghyun terkejut dan berusaha mendorong tubuh Jino.
“Wae…?”, bisik Jino nakal, Jonghyun menganga, ada apa dengan anak ini? apa ia sudah gila?
“Menyingkir dari ku!”,kata Jonghyun, namun Jino tidak menggubris dan malah semakin merapatkan tubuhnya.
“Aaa…”, Jonghyun langsung menutup mulutnya, Jino tertawa menang.

“Sudah kuduga… kau menyukainya.. hahahahaha…”, kata Jino senang, Jonghyun merasa dipermainkan, dengan kasar ia mendorong tubuh Jino ketembok dan mendorong tubuh mereka menjadi satu.
“Now what?”, bisik Jino, Jonghyun menyengir, “Dammit! kau akan menyesal bitch!”, kata Jonghyun, ia tidak bisa lagi menahan emosinya, anak ini mempermainkannya, dia tidak punya perasaan apapun, namun kali ini ia hanya mengikuti instingnya.

Jino tersenyum dan melepaskan pelukannya, dia kemudian menggandeng tangan Jonghyun menuju sebuah ruangan, Jonghyun berdecak kesal, dan Jino hanya tertawa dan menutup pintu.

.

.

Minho tidak percaya dengan hasil fisum dokter, ia mengenal dokter ini dengan baik, ia membawa Taemin ketempat yang tepat dimana ia mempunyai koneksi dirumah sakit dimana ia berada saat ini.
Ia berjalan keluar ruang dokter dengan tangan gemetar, ia tidak percaya Taemin akan menerima perlakuan ini, tentu saja ia akan trauma dan shock mendapat hal seperti ini. Dia berusaha melukai dirinya sendiri dengan menggosok tubuhnya dengan keras sehingga merah, dan dia telah mendapatkan tindakan kekerasan seksual oleh seseorang.

Dan itu smeua ia dapatt informasi setelah sang dokter berhasil melakukan pembicaraan pada Taemin dan ia langsung menghendle semuanya untuk menemukan pelakunya seperti yang Taemin katakan pada dialog dengannya.
Minho menghapus air mata sebelum ia memegang gagang pintu untuk masuk kekamar Taemin.

Perlahan ia masuk dan melihat Taemin sudah bangun dan duduk di ujung kasurnya menatap ke luar jendela.
“Hyung…”, panggilnya, Minho terkejut karena Taemin tahu ia sudah ada didalam.
“Ya Minnie…?”, Minho menggerakan kakinya mendekat dan ia duduk disamping Taemin, dan tidak ada pembicaraan apapun, namun Taemin merebahkan kepalanya dipundak Minho.

“Kau tahu… aku takut kau tidak menerima ku lagi, aku jijik Hyung… dulu kau menolakku karena aku jelek, dan sekarang, aku tidak tahu… aku takut…”, Taemin menangis lagi, Minho tidak mengerti apa maksudnya, ia merangkul Taemin dan menegakkan tubuhnya melihat wajahnya, Taemin menunduk , dia tidak mau dilihat Minho dalam keadaan buruk seperti ini. Minho dengan lembut mengusapa air mata Taemin.

“Taemin…aku tidak akan menolakmu…”, kata Minho.
“Ya, kau akan menolakku…”, Taemin berusaha menepis tangan Minho namun ditahan oleh Minho, dan dengan cepat ia menarik Taemin dan mencium bibirnya, Taemin terkejut, dia memukul Minho dengan tangannya yang lain, dan Minho berhasil menangkapnya dan menarik kedua tangannya kebelakang lehernya sendiri,

“M-minhh…”, Minho membuka matanya dan menelusupkan lidahnya kedalam mulut Taemin, membuat Taemin melenguh menerima sentuhan lidah Minho diseluruh mulutnya, perlahan pertahanannya mengendur dan ia memeluk leher Minho dengan kuat ,seakan tidak mau kehilangan Minho lagi. “Aku mencintaimu…”, bisik Minho, Taemin terkejut, ia menutup mulutnya, ia tidak percaya dengan yang ia dengar. “Aku tidak perduli, aku mencintaimu… maaf telah membuat mu terluka selama ini, aku akan mencintaimu sepenuh hati, hanya kau… aku mohon , percaya padaku, kau mencintai ku kan?”, tanya Minho, Taemin tidak bisa menjawab apapun,dia hanya menangis dan memeluk Minho, memukul tubuhnya berkali-kali,
“Maaf Taemin… maaf…”, bisik Minho, Taemin hanya menyembunyikan wajahnya ke leher Minho dan terus menangis,
“A-aku mencintamu Minho…dari dulu…”, katanya. Minho memeluknya erat dan mencium bibirnya lagi. “I know baby… im sorry…”, katanya.

.

.

“Hmmmhh….”, Jino mendesah dan kemudian menutup mulutnya sendiri, ia tidak percaya mereka akan melakukan ini disekolah, Jonghyun berada dibawahnya, tangan Jino yang lain mencengkram kepala Jonghyun dengan kencang sedangkan Jonghyun asik bermain dengan membernya, ia menghisapnya dan terus bermain dengan lidahnya, membuat Jino lemas dan tidak tahan lagi menopang tubuhnya, mereka sudah bugil seluruhnya, Jonghyun menggendong Jino dan meletakkannya di atas meja dekat situ.

“I want you now…’, bisik Jino menarik Jonghyun dan mencium bibirnya, Jonghyun tersenyum, ia meletakkan jarinya di mulut Jino, Jino menghisapnya dan menggerakan tangan Jonghyun seperti makan lollipop, sementara Jonghyun turun mencium setiap inci leher dan tubuh Jino.
“Mmmhh… hhhmmm…”, desah Jino, Jonghyun suka mendengat desahan nya, seperti musik ditelinganya, setelah dikira cukup basah, Jonghyun menarik tangannya dan ia menjilat lubang senggama Jino.
“Aaahhhh…sshh…mmmhh…c-cepat hhyunggh… “, kata Jino, Jonghyun kemudian menjauhkan wajahnya dan mulai memasukkan satu jarinya.
“AAAHHH…”, teriak Jino, dengan cepat Jonghyun bangkit mencium Jino untuk meredam suaranya, dan ia menambahkan jarinya yang lain, membuat kepala Jino menengadah dan mendesis, namun ia kecewa ketika Jonghyun menarik tangannya,
“Yah!”, teriak Jino kesal, “Apa yang…AAAHHHH…”, Jino teriak ketika member Jonghyun sudah masuk kedalam nya, dia meringis kesakitan dan menangis, Jonghyun mendekat mencium pipinya dan mengelus pinggangnya untuk relax, lama-lama mereka bergerak secara stabil.
“I-i love you Jonghyun…”, desah Jino, Jonghyun diam saja, dia tidak tahu apakah ia mencintai anak ini atau tidak, yang jelas, ia merasa nyaman… Dan tidak lama kemudian…

“AAAHHHH….”, Jino samapi klimaksnya,tubuhnya menegang, Jonghyun terus mengencangkan serangannya sehingga ia juga berteriak dan sampai di klimaksnya, ia perlahan keluarkan membernya dan koleps di lantai, tubuhnya bersandar bufet buku di rungan kecil yang bisa dibilang gudang itu. Jino yang sudah selesai mengambil nafasnya ia turun dan kakinya lemas sehingga ia jatuh, namun Jonghyun dengan sigap menangkapnya dan memeluknya.

“Thanks hyung…’, jawab Jino lemas dan memeluk Jonghyun, Jonghyun hanya bergumam.
“Hyung… lalu apa jawaban mu?”, tanya Jino. “Aku sudah menyukai mu sejak masuk sekolah ini, tapi sepertinya kau lebih tertarik dengan Taemin, hanya cara ini yang bisa kugunakan, jangan benci aku… tapi, aku janji, jika kau tidak menerimaku, aku tidak akan mendekati mu lagi…”, Jino berusaha menyembunyikan tangisnya, Jonghyun berpikir sejenak.

“Tidak perlu buru-buru, aku tidak membencimu, lagi pula, aku tidak akan membiarkan orang pertama yang merebut keperjakaan ku pergi begitu saja.”, kata Jonghyun, Jino terkejut dan menatap Jonghyun tidak percaya.
“Wae?”, tanya Jonghyun,
“Kau tidak bohong kan? ini yang pertama?denganku? waw!sama!”, teriaknya, Jonghyun hanya berdecak dan mengelus kepalanya.
“Berisik, diam sebentar… setelah ini kuantar pulang, aku tidak yakin kau bisa terus duduk disepanjang jam pelajaran sekolah.”, kata Jonghyun. Jino terkekeh.
“Yup, ini sakit hyung~…”, katanya manja.
“Im sorry oke?”, kata Jonghyun, Jino hanya mengangguk dan memeluk Jonghyun, mereka terbaring sebentar dan saling bercanda, well… setidaknya, masalahnya sedikit hilang dari pikiranku, pikir Jonghyun.

.

.

Key membuka matanya perlahan, ia menghirup udara yang asing baginya, dimana dia? dia melihat putih, apa ia sudah ada disurga?
“Key… key… syukurlah…”, dia mendengar suara Jinki, dan tidak… sekarang ia melihat Jinki didepannya, kenapa ia menangis? apa yang ia tangisi? dan kenapa bisa ada Jinki? jika ia sudah disurga, ia bersyukur, karena Jinki didepannya tersenyum dan menggenggam tangannya.

“J-jinki…”, suaranya serak, Jinki mengangguk dan membelai wajahnya, hangat.. dia bisa juga merasakan kehangatan Jinki.
“Apa.. aku mimpi… kenapa kau disini? aku kangen padamu… Jinki…”, kata Key mengeluarkan air mata,dan sosok Jinki didepannya memeluknya dengan erat sambil berbisik.
“Maaf Key…maaf…. aku disini, i miss you too baby…”, bisiknya, Key tidak tahan, dia menangis sejadinya, dan mereka berpelukan untuk sementara sebelum Jinki melepaskan pelukannya dan mencium kening Key.
“Please dont do this again baby… i love you..”, kata Jinki. Key tersenyum ia tidak mau terbangun dari mimpi indah ini, Jinkinya masih mencintainya.
“Aku senang kau disini, aku harap aku tidak akan bangun… I love you too Jinki.” kata Key, Jinki mengerutkan alisnya, jadi, Key masih menganggap ini mimpi?
“Baby… ini bukan mimpi, kau dirumah sakit, dan sekarang aku disini , ada untukmu… jadi please, sembuhlah…hentikan sikap bodoh mu…”, kata Jinki menggenggam tangan Key dan menangis, Key berusaha mencerna semua kata-kata Jinki. Rumah sakit? dia mengingat semua yang ia lakukan.. peyakitnya kambuh lagi, dia merasa kecewa dengan dirinya, dan tanpa sadar ia sudah menyayat dirinya sendiri, masochist nya kambuh lagi.. dan itu semua karena ia sangat menginginkan Jinki kembali, ia malu, malu karena Jinki kembali untuknya, apa ia akan pergi lagi jika ia sembuh? apa ia bisa menahan pederitaan lebih dari ini jika nantinya Jinki akan pergi lagi?air matanya mengalir dengan deras.. ia tidak sanggup membayangkannya.

“Ssshh… baby… stop crying… hati ku miris melihat mu terus begini…”, Jinki bangkit dan mengusap air matanya, Key diam saja, setidaknya ia akan menerima semua kelembutan ini sampai ia sembuh, hanya untuk saat ini…
“Kau..kau boleh pergi Jinki, aku tidak memaksa.. aku tahu kau akan pergi lagi, jadi.. sekarang pergilah.. aku baik-baik saja…”, Key menepis tangan Jinki.

“A-apa maksudmu baby?”, kata Jinki bingung, Key berhenti menangis dan melihat ke luar jendela.
“Aku tahu aku terlihat menyendihkan, aku selalu menyakiti diri ku karena kau tidak ada, dan kau akan kembali jika aku seperti ini, jadi.. jika aku sembuh kau akan pergi lagi kan? pergilah sekarang karena aku tidak tahu apakah aku bisa menganggung lebih dari ini nantinya…”, jelas Key cuek, Jinki menggertakan giginya. Dia membalikkan tubuh Key dan menatapnya geram.

“S-sakit…”, erang Key ketika Jinki mencengkram bahunya, Jinki mengendurkan tangannya dan berkata.
“Aku tidak akan pergi kemanapun, kau yang meninggalkanku waktu itu, dan sekarang aku datang untuk merebut mu lagi, jadi, jangan kira kali ini kau akan mudah pergi Kibum! aku tidak main-main, dan berhenti melukai dirimu sendiri!!”, teriak Jinki di kata-kata terakhir. Key menutup mulutnya, ia tidak tahu harus berkata apa, air matanya mengalir deras.

“I love you Key… i still love you…’, kata Jinki, Key menangis dan meraih Jinki kepelukannya.
“Im sorry Jinki… im sorry… im sorry…”, Key terus mengucapkan itu, Jinki tersenyum dan memeluknya erat.
“Its alright baby… its alrigt…’, bisiknya.

.

.

>SKIP… sebulan kemudian<

“Ada Taemin?”, tanya Minho ketika membuka pintu ruangan kelas.
“Taemiiiinnnnnn~… namja chingu mu….”, teriak seseorang dari depan kelas, dan itu Jino! Taemin mendongak dari kegiatannya menggambar random, wajahnya memerah ketika melihat Minho berdiri didepan kelas dan melambai padanya.
“Ayo pulang!”, teriak Minho, Taemin mengangguk dan membereskan perlengkapannya, dan berlari ke arah Minho, namun kakinya tersandung meja dan HAP! Minho beruntung punya kaki panjang dan gerakan yang reflek, ia menangkap tubuh Taemin dengan satu tangannya.

“A-aahh.. maaf Hyung…”, kata Taemin berusaha berdiri, Minho hanya tersenyum dan merangkul pinggang Taemin, semua orang dikelas menatapnya dengan iri, termasuk Jino yang duduk dibangku depan, ia beralih dari ponselnya yang asik ber sms dengan Jonghyun hanya untuk melihat pemandangan seru didepannya.
“Kajja!”, kata Minho menarik pinggang Taemin, Taemin hanya mengangguk dan melambai pada Jino.

Jino menarik nafasnya, dia cemburu, kapan dia bisa seperti itu dengan Jonghyun? rasanya tidak akan pernah, sampai sekarang setelah *ehm* kejadian itu tidak ada yang berubah darinya, dan Jonghyun seperti memainkan perasaannya, namun Jino tidak bisa melepaskannya begitu saja.
“Yah…kenapa cemberut begini?”, Jonghyun tiba dan memeluk Jino dari belakang, semua mata dikelas terkejut melihatnya, baru kali ini ia menerima perlakuan Jonghyun terang-terangan.
“Y-yah! a-apa yang kau lakukan Hyung?”, Jino mendorong tubuh Jonghyun , Jonghyun cemberut dan menarik Jino berdiri.
“YAH! DENGAR YAH! CHO JINO SEKARANG MILIKKU, KAMI RESMI PACARAN MULAI DETIK INI, DAN JANGAN ADA YANG BERANI SENTUH DIA SEUJUNG RAMBUT PUN, KARENA DIA PROPERTI KU SEKA— AUW!”, jonghyun berhenti bicara ketika Jino memukul kepalanya dengan tempat pensil
‘SIAPA YANG PROPERTI MU , HAH?”, teriak Jino, Jonghyun berdecak dan menarik pinggang Jino kemudian yang mengejutkan ia mencium Jino dengan kasar, semua mata terkejut menatapnya.
“Kau propertiku yang paling indah, arraso? and I love you!”, kata Jonghyuj ketika melepaskan ciuman mereka. Jino menunduk malu dan terkekeh.
“Pabo, i love you too…’, katanya, Jonghyun tidak tahan melihat tingkah manisnya dia menarik Jino keluar.
“Salah mu adalah, membuat sikap manis dan membuat ku tidak tahan.”, kata Jonghyun. Jino melotot dan memukul Jonghyun.
“Yah! pervert!’, Jonghyun hanya tertawa.

.

Taemin menutup telinganya rapat-rapat, ini sudah larut malam, sudah pukul 11 pm, dan dia masih tidak bisa tidur, dia tidak berani keluar malam-malam, ia ingin pergi dari rumahnya segera, ia tidak tahan mendengar suara bising berasal dari kamar sebelah, kamar Jinki.

Dia mengambil ponselnya dan menekan sms ke 5 kalinya, Minho tidak juga membalas smsnya, ia butuh Minho untuk membawanya keluar dari rumah nya saat itu juga.
“Pleaseee… angkat Minho…”, kata Taemin mencoba menghubungi Minho lagi, namun tidak ada jawaban, mungkin Minho sudah tidur, bagaimana ini? Ia membanting ponselnya dan menutup telinganya dengan bantalnya.

“aaahhhh…j-jinki…f-faster…aaahhhh….”, Taemin terduduk, itu suara Key, mereka sudah cukup lama melakukan hal *ehm* itu dikamar Jinki, dan sekarang, kuping innocentnya harus tercemar dengan suara itu, well.. dia tidak lagi perawan, namun tetap saja…

“J-JINKI! AAAHHHH…” Taemin menutup mulutnya dan RING DING DONG… ia terkejut, ponselnya berbunyi,dengan cepat ia mencarinya, dimana…dimana..kebiasaan buruknya adalah lupa menaruh sesuatu.

“YOBOSEYO MINHO!”, teriak Taemin setelah tahu yang menghubunginya adalah Minho.
“Minho pleaseee… tolong keluarkan aku dari sini, Key dan Jinki Hyung sudah mulai gila, mereka melakukan itu.. dan aku terjebak disini… tolong aku~~…”, Taemin hampir gila, dia mondar mandir panik, dia mengangguk dan mengerti setelah Minho akan datang dalam waktu 15 menit.

.

Ia memandangi pintu kamar Jinki dan menarik nafas, dia masih bisa mendengar suara-suara desahan dari dalam kamarnya, perlahan ia mendekatkan kupingnya ke pintu.
“Aaahhh…hhh…J-jinki… f-fasterr pleasee…”, teriak Key, Taemin menutup mulutnya.
“Dammit Key…hhh… tight…aaahhh…”, lenguh Jinki, Taemin menjauhkan telinganya dan menatap tidak percaya bahwa kedua pria itu akan gila menghabiskan ronde selama ini? ini sudah 2 jam lamanya.

“Apa yang kau lakukan?”, bisik Minho.
“AAhhhmmpff….”, Taemin sempat mau berteriak namun dengan cepat mulutnya ditutup oleh Minho. Minho menariknya menjauh dari sana.

“MINHO HYUNG!”, Taemin memeluknya, Minho hanya tersenyum dan membelai rambut Taemin.
“Kajja, kita kerumah ku saja.”, kata Minho menarik tangan Taemin, Taemin dengan cepat mengambil jaketnya dan berjalan keluar.

.

Minho mempersilahkan Taemin masuk kekamarnya, Taemin menganga, tidak menyangka kamar Minho luas sekali, hampir  kali kamarnya, dan sangat bersih…
“Sorry yah agak berantakan… kau bisa gunakan kasur ku, aku akan tidur di sofa panjang itu…”, kata Minho tersenyum dan memberikan selimut tambahan pada Taemin.
“T-tidak usah Hyung… aku saja yang disofa, masa kau yang di sofa? aku kan tamu…”, kata Taemin, Minho tersenyum dan mendorong Taemin hingga terduduk.
“Nope baby… aku akan tidur disana, ayo tidur, good night.”, kata Minho mencium kening Taemin. Taemin tersenyum dan merebahkan dirinya.

“Hyung…”, Taemin membuka percakapan , ia melihat ke ujung kasurnya dimana ia bisa melihat Minho disana, Minho bergumam.
“Kenapa kau bisa menyukai ku? aku .. sudah tidak lagi Taemin yang polos, aku sudah…”,
“Taemin!”, Taemin berhenti bicara, “Berhenti bersikap seperti ini, aku tidak perduli, dan lupakan lah semuanya, aku mencintai mu apa adanya, aku tahu kau kecewa, aku lebih kecewa jika kau terus menganggap dirimu tidak pantas untukku.. jadi berhentilah berbicara dan membahas hal ini, aku mencintaimu, dan itu selesai.”, kata Minho menatap Taemin dari kejauhan, Taemin terdiam dan tersenyum, ia bangkit dari tidurnya dan sudah ada didepan Minho, ia duduk dengan dengkulnya dan membelai wajah Minho.
“Terima kasih hyung…”, katanya, Minho tersenyum dan membelai kepala Taemin, perlahan wajah mereka saling berdekatan dan bibir mereka menyatu, Minho bangun dan menarik Taemin duduk dipangkuannya, Taemin meletekan tangannya dibelakang leher Minho , bibir bawahnya ia buka untuk memudahkan lidah Minho bermain di mulutnya.

“Hhhh…”, perlahan ciuman Minho turun ke dagu dan leher putih Taemin,dan tangannya berkerja membuka bajunya, Taemin melakukan hal yang sama ketika mereka melepas ciuman mereka.
“I want you Minho Hyung…”, bisik Taemin, dammit, itu membuat Minho mengeras, ia membopong Taemin dan meletakkannya dikasur, tangannya merambat kebelt Taemin dan menurunkan celana beserta boxernya.

“Aaahhhh…Minho…”, Taemin melenguh ketika Minho sudah melahap habis membernya dimulutnya, “Now Minho…”, katanya, setelah memberika penetrasi ke lubang senggama Taemin Minho memposisikan dirinya.
“Kau siap Minnie…?”, Taemin hanya mengangguk dan “AAAHHHHH…MINHOO…”, teriak Taemin, Minho mencium bibirnya untuk menenangkannya. Dan ia memacu gerakannya seirama sambil mencium setiap inci tubuh Taemin, desahan terdengar seirama, Taemin melingkarkan kakinya di pinggul Minho untuk menerima lebih dalam lagi.

“Aaaahh M-minho… a-aku…MINHO!”, teriak Taemin memeluk Minho erat, Minho mendesis karena menerima tekanan pada membernya di lubang Taemin, ia terus memacu tubuhnya dengan cepat untuk mencapai orgasmenya.
“Hhhmm… Taemin… i love you … aaahhhh…”, Minho melenguh dan ia koleps diatas Taemin, Taemin tersenyum dan mencium kening Minho.
“I love you too Minho…”

END

YEAH! DONE BABY! WUHUUUUU~ SO HOT!LOL 🙂

Oke, see ya 🙂
RCL!

THANKS FOR SUPPORT SUUNDERS
ILYSM 🙂

Advertisements

55 thoughts on “The other side of him part.9 end

  1. hadohhh… sweet ending yg bener2 sweet… akhirnya mereka bahagia dengan couple masing2… daaan.. Minnie sok suci banget telfon Minho buat bawa pergi, ujung2-nya jugaaaa~ kyaaa~ *tutup mata*

  2. waaahh,ncx 2min kurang panjang
    #PLTAK
    tp bnran bgus 🙂
    puas bca endx
    buat jonghyun,bnran parah
    masak nglakuin ‘itu’ di sekolah -_-
    moga aja jino sabar ngadpn jonghyun
    hahaha 😀

  3. Ini kayak yaoi massal deh thor.. Si jjong sama jino yaoian,onkey yaoian,2min yaoian.. Jadi.. Ga puas ama 2 min:-( hhmm..tapi bagus thor,jarang2 nemu FF yg kek gini hwhwhw daebak

  4. Katanya hansung, dia mau ngasih rekaman vidio itu ke minho,..
    sampai ff.nya end kok gk nyampe2…
    itu org langsung ngilang aja,
    kata minho jg dia bakal ngusut pelaku pemerkosaan taemin,
    trus mana buktinya..

  5. Yaayy,,, bersatu semua dah akhirnyaaaa….
    wah ini yang panjang ceritanya si jonghyun ma Jino. Kekekekek
    mana aku tau dah sering banget tuh onkey gituan, hehehe like always…
    Ah End End,,,, 2min never ending
    tengkyu authorrr…

  6. huwaaa, finally happy end semua.. masing” dpt couple.. taemin udah ga usah jadi orang lain di hadapan bang menong.
    key udah ga perlu takut kalo jinki bakalan ninggalin dia lagi
    jjong udah dpt mainan sekaligus pacar baru jadi ga usah gangguin taemin lagi..wkwwk

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s