[Onkey NC 17-21] Call my name part.4 end


Foreword :

Aku tidak bisa berkata apapun, maaf menunggu terlalu lama untuk part terakhir ini, aku minta maaf yang sebesar-besarnya, karena kesehatan ku dan kesibukkan yang menumpuk jadi susah membagi waktu, untuk para Suunders yang req, harap kesabarannya lagi yah? oh ya, berubah pikiran lagi, aku mungkin akan menulis series baru dan ada beberapa, jadi tunggu saja, ASAP 😉 so,check this out, read, enjoy, and leave a comment 🙂

Btw, ada info baru, bakal ada co-author dan sama yadongnya dengan saya, siapa dia? dia sahabat saya, dan dia akan datang dengan rahasia, tunggu saja.

by : Sanniiew

.

.

KEY POV~

Oke, aku tidak mengerti ada apa? saat aku terbangun, aku merasa bahagia, entah ada angin apa, tapi aku merasa nyaman, dan aku merasa ingin lompat kesana kemari, terlebih aku sekarang berbaring tepat disebelah pangeranku, orang yang paling aku cintai, aku tidak bisa lepas dari nya, tidak… dia bahkan tidak akan pernah aku lepaskan. Jinki tidur sangat nyaman, mulutnya sedikit terbuka, aku terkekeh melihatnya, pipinya chubby sekali, aku mengangkat tanganku, betapa aku menyukai setiap inci wajahnya, pipinya, matanya yang seperti bulan sabit, dan bibirnya, aku menyentuh bibirnya, bermain dengan ujung jari ku, perlahan aku membelai bibirnya dengan bibir ku dengan lembut.

“Morning baby…”, bisiknya, aku memundurkan tubuh ku, OMO! dia terbangun. Dia memeluk pinggang ku, dan tersenyum manis. Wajah ku memerah dan dia mencium keningku.
“Morning kiss,hah? good job…”, katanya. aku hanya terkekeh dan memeluknya. Kami saling bertatapan satu sama lain, saling membelai, dan bermain dengan jari-jari kami yang saling bersentuhan, entah mengapa aku menginginkan hal ini untuk terus berlanjut.

“Kibummie…”, katanya, aku mendongak dan tersenyum padanya.
“Kau tahu? aku ada berita bagus pagi ini…”, katanya tersenyum, aku mengerutkan alis dan memiringkan sedikit kepalaku, dan aku menggerakan tangan ku dengan bahasa isyarat.
‘apa?’

“Begini.. kau ingat Noona yang kau lihat bersamaku waktu itu?”, katanya perlahan, ekspresi ku langsung berubah, ada apa dengan Noona itu? kenapa dia mengungkitnya lagi?
“Tenang… dengarkan dulu oke? ini bukan tentang aku dan dia, tapi tentang mu…”, katanya membelai rambut ku, aku menjadi bingung, dia memegang kedua tanganku dan meletakkannya di pipinya.
“Dia itu adalah dokter spesialis kenalan ku, dan kau tahu apa yang akan dia lakukan?”, tanyanya, aku tidak mengerti, jadi aku hanya menggeleng.

“Dia…”, dia mengangkat ku hingga di atasnya, aku sudah tidak sabar ada apa? “Dia akan menolong mu untuk membuat mu bisa bicara lagi.”, katanya tenang , aku terbelalak, aku tidak salah dengar? kembali bicara? jadi maksudnya?

Aku bangkit dari tubuhnya dan menatapnya bingung, dia terduduk dan mengelus kepalaku.
“Ya, Kibummiie… kau mendapatkan donor pita suara, dan kau siap di operasi besok.”, katanya, kali ini aku benar-benar tidak percaya pendengaran ku, aku memang tidak tuli, tapi aku hanya bisu, dan dia mengatakan donor pita suara untukku, besok? itu artinya? oh my god… apa ini mimpi, aku mohon jangan bangunkan aku… air mata mengalir di pipi ku, aku merengkuh tangannya, dia tersenyum dan menghapus air mataku, aku akhirnya bisa bersuara , tepatnya akan bisa bersuara… terima kasih Jinki, terima kasih Tuhan.

“Selamat yah …”, katanya lembut, aku langsung memeluknya, aku senang sekali, aku akan bisa bicara dengan mudah dengannya, dengan Jinki ku tersayang.

.

JINKI POV~

Aku mengatakannya, ini memang berita yang sangat luar biasa untuknya,membuatnya tersenyum lebih lebar dari biasanya, dia memang manis saat tersenyu, tapi, kali ini senyumnya sangat lebar sehingga aku tidak tahan melihatnya, aku juga ingin menangis melihatnya bahagia, aku harap senyum ini tidak akan hilang nantinya jika aku melakukan keputusan yang benar, semoga…

TOK TOK TOK.

“Young Master, sarapan sudah siap…”, kata seorang pelayan, Key melepas pelukanku dan berlari ke arah pintu, aku menatapnya dengan tersenyum miris, aku hanya punya waktu hingga besok, saat ia masuk kedalam ruang operasi, setidaknya, aku akan bersamanya.

Krekkrekrek
Dia datang padaku dengan mendorong kereta makanan yang penuh dengan hidangan sarapan pagi, aku tersenyum ketika ia menyerahkan sebuah toast padaku dan ia duduk di sampingku mengunya serealnya dengan lucu, aku terus memandangnya, betapa aku akan merindukan setiap tingkahnya, marahnya, ngambeknya, tangisnya, senyumnya, saat ia terkekeh, dan saat ia cemberut.

Aku merasa ia menarik lenganku, aku tersadar bahwa aku terpaku melihatnya, ia menatap ku kawatir dan bingung, seperti bertanya apa yang aku pikirkan.
“Nothing baby, aku hanya membayangkan, seindah apa suaramu, aku tidak pernah tahu nadanya sejak pertama kita bertemu.”, kata ku membelai rambutnya, ya, kami bertemu dan dia dalam keadaan bisu, maka dari itu aku melindunginya, tapi nanti tidak lagi, im sorry Key.

Dia tersenyum dan mencium pipi ku, hanya itu yang ia lakukan, dan itu mengatakan bahwa ia sangat senang dan tidak sabar, bahkan sepertinya ia juga tidak perduli disetiap operasi pasti ada resikonya, dan itulah yang aku khawatirkan, takut donor ini tidak cocok.

.

.

KEY POV~

Saat ini tiba, aku sudah berpakain baju operasi dari ujung leher hingga kaki, aku hanya menunggu dokter datang dan menunggu appa menandatangani perjanjian dengan dokter. Jinki berdiri disebelahku, aku terus menggenggam tangannya, aku tidak mau melepaskannya, aku tidak tahu apakah ini akan berhasil , aku tahu setiap operasi ada resikonya, dan disinilah aku sekarang, aku tidak gentar, karena aku kuat, dan aku punya orang-orang yang aku cintai, Appa, Jinki, dan juga Minho Taemin yang sengaja datang untuk mendukungku, sayang … Jonghyun tidak bisa datang karena ada yang harus ia urus diperusahaannya.

“Annyeong haseyo semua, maaf menunggu …”, kata seorang dokter, dan benar, aku kenal wajahnya ini, Noona itu berdiri sambil tersenyum menyapa kami semua, ia tidak lagi menggunakan gaun malam, tapi menggunakan baju serba putih dengan stetoskop dilehernya, kacamata bergantung dikantung bajunya.

“Hai Kibum, apa kabar? maaf kan aku waktu itu oke?”, katanya ramah, aku hanya mengangguk dan menatap Jinki, Jinki hanya tersenyum, tapi entah mengapa aku merasa berbeda dengannya, dia jarang melihatku hari ini, seperti menghindari tatapanku.

“Kau siap? “, katanya lagi, aku mengangguk mantp, dia tersenyum dan berjalan ke arah appa dan menyuruh asistennya menandatangani berkas ijin operasi dan berbicara beberapa kata, sebelum ia kembali padaku.
“Nah, sekarang sudah saatnya, kita akan keruang operasi, berdoalah Kibum.”, katanya lembut, saat suster pria membantu membawaku Jinki ingin melepaskan tangannya, namun aku menariknya dan menatapnya memohon untuk tidak melepas tanganku sampai ruang operasi, dia megerti dan terus menggegam tanganku, kami mulai berjalan menuju ruang menegangkan itu.

“Saranghae Kibum … believe me, i always love you…”, kata nya dan mengecup keningku, aku tersenyum, namun hati ku bertanya, apa maksud dari kata ‘believe me?’ i do believe him. Dan setelah itu perlahan ia melepas tanganku, sebelum pintu tertutup rapat, aku dapat melihat ia menangis, dan berbalik, kenapa dia menangis? dia bahagia melihatku? ya, pastinya.

.

.

>Seminggu kemudian<

KEY POV~

Aku sekarang disini lagi, terududuk sendirian diatas ranjang ku dan melihat keluar jendela,aku baik-baik saja, hanya saja aku masih tidak boleh bersuara, masih dalam penyembuhan dan juga pengawasaan dokter,mereka mengatakan aku akan bisa memulai berbicara satu kata 1 atau 2 bulan kemudian, penyembuhan yang lama bagi orang awam, tapi tidak menurutku, aku sudah merasakan bisu bertahun-tahun, jarak 1 -2 bulan itu hal kecil untukku, aku senang aku bisa bicara lagi, tapi aku mulai khawatir, semenjak aku dioperasi aku tidak pernah melihat Jinki, aku bertanya pada Appa,Minho, dan Taemin, tapi mereka hanya mengatakan bahwa Jinki sibuk , aku mengerti, aku tidak keberatan, tapi aku rindu padanya, tidak jarang aku menangis ditengah malam karena merindukannya dan ingin melihatnya, kemana dia? kemana Jinki ku?

“Annyoeong Key…”, aku menoleh, aku terkejut, JONGHYUN! aku langsung berdiri dan tersenyum lebar padanya, apa yang membuatnya datang kesini? sangat mengejutkan!! Dia tersenyum padaku dan memelukku, aku memeluknya dengan erat, bagaimanapun dia teman yang baik, dan kami sepakat akan tetap berteman.
“This is for you my prince, how are you?”, katanya menyerahkan sebuket bunga padaku, aku tersenyum dan mengambil note diatas kasur

Aku baik-baik saja, tidak pernah sebaik ini, terima kasih Jjongie~, apa kabar mu? aku kaget kau datang kesini? kau sibuk?

“Tidak, aku sedang ijin. Aku baik Key… hmm, actually, sangat baik.”, katanya dengan wajah memerah, aku tersenyum dan menulis lagi.

YAH! kenapa kau? ceritakan padaku…. pleaseee… kau punya cerita menarik kan?

Dia terkekeh dan duduk di atas kasur bersamaku, aku menatapnya tidak sabaran “Hmm.. sebenarnya, sewaktu kau pulang , aku bertemu dengan seseorang, dia … cantik Key, aku tidak tahu, aku pikir aku gay, tapi dia membuat ku berubah, kami sling berkenalan dan melakukan pendekatan .. yah, well, kami pacaran sekarang , aku bahagia!”, katanya terkekeh, aku tersenyum tambah lebar, dan menepuk pundaknya.

AKU SENANG KAU BAHAGIA JJONG!REALLY…. <33

“Thanks Key,hmm.. btw, kemana Jinki?”, katanya, air mukaku berubah, dan aku tidak bisa menyembunyikan kesedihanku, aku menarik nafas dan menatap ke luar jendela lagi, air mata menetes di pipi ku.

“A-aah…Key, yah, kenapa? kenapa kau menangis?”, tanyanya merangkul pundakku, aku menghapus air mataku dan menggeleng mantap. Aku tidak bisa mengatakan nya, aku bingung memulainya, aku sulit untuk mengungkapkannya, aku hanya ingin Jinki saat ini. Jonghyun tidak berkata apapun, dia hanya memeluk ku menenangkanku, aku tahu dia akan melakukan ini, dia teman yang baik, dan aku bersyukur setidaknya ia disini sekarang.

.

.

>2 bulan kemudian<

Aku hampir gila, tidak seorang pun yang dapat membantu ku dan menjelaskan padaku kemana Jinki? dia tidak mengirim pesan atau dia juga tidak menghubungi ku, aku mulai frustasi, aku tidak pernah mau bicara pada siapapun kecuali dengan dokter ku, padahal aku tahu aku sanggup, aku sudah mengetesnya sendiri, tapi tidak jika mereka tidak mau memberitahu dimana Jinki, orang pertama yang ingin aku ajak bicara adalah dia, dan hal pertama yang ingin aku katakan adalah I LOVE YOU JINKI, thats a simple right?

Aku harus cari udara segar, aku butuh pencerahan, aku tidak bisa terus berdiam di kamar seluas ini, tidak dengan perawatan dokter yang ia berikan walau sekarang aku sudah pulang ke rumah, dan tidak jika tidak ada Jinki disekitarku, aku butuh udara segar!

“Ahjusshi, kau tidak bisa seperti ini terus, bagaiman pun juga kau harus beritahu Key hyung…”, aku berhenti, apa itu? suara Taemin? kenapa dia ada di ruangan appa? dan apa yang harus dikatakan appa padaku?
“Taemin..tenanglah, kau dengarkan dulu penjelasan Master Kim.”, Minho? kenapa dia juga ada didalam, aku semakin mendekat ke depan pintu jati coklat itu, aku tajamkan pendengaranku.

“AHJUSSI!”, kali ini Taemin berteriak “Aku tidak tahan melihat Key hyung terus diam padahal kita tahu dia sudah bisa bicara, aku tahu dari Noona Sani, dia dokter pribadinya kan? kenapa dia tidak bicara pada kita? ini pasti semua karena Jinki hyung kan?”, JINKI? kenapa dengan Jinki?
“Tae … dengarkan aku, ini sudah keputusan Jinki, aku tidak bisa menolaknya, dan aku sudah berjanji tidak mengatakan pada Kibum kemana Jinki sebenarnya.”, hati ku tercekat, appa menyembunyikan rahasia padaku, dan yang terburuk itu adalah tentang Jinki Hyung. Ada apa ini?

BRAK! aku membuka pintu dengan kasar, semua mata tertuju kearah ku berada, aku menatap mereka dengan marah dan tangan terkepal, aku berjalan menuju mereka.
“K-key hyung…kau…”, Taemin menghampiri ku, tapi aku tidak perduli, aku terus berjalan sehingga aku berada didepan appa. Aku menatapnya tajam, berusaha membuatnya mengatakan padaku. Aku tahu, orang ini otaknya suka tidak beres, dia bertingkah kekanakan, tapi aku tahu dia orang yang serius.

“A-aah..K-kibumiie… jangan tatap appa begini…o-oke son?”, katanya berusaha memelukku, tapi aku menepisnya, dia bertingkah bak drama king lagi, tidak kebal untukku , ini bukan lelucon, aku ingin tahu dimana Jinki ku berada

DIMANA JINKI KU?!!

Aku menggerakan tanganku dengan bahasa isyarat, aku tidak perduli dia tidak mengerti, aku terus menggerakan tanganku.
“Stop Key Hyung…pelan-pelan Hyung…”, kata Minho menepuk pundakku.
“Katanya, DIMANA JINKI KU?!”, kata Minho menjelaskannya, ya, Minho dan Jinki yang hanya bisa bicara bahasa ini dengan ku. AKu dapat melihat appa berubah cemas, wajahnya pucat, aku tahu sesuatu terjadi dengan Jinki hyung.

KATAKAN! DIMANA JINKI?!

Minho menjelaskannya lagi, kali ini appa duduk di sofanya dan menarik nafas panjang.
“Jinki… sudah pergi nak … dia tidak akan kembali lagi kesini…”, katanya dengan sedih, pergi? kemana? tidak kembali? apa maksudnya? aku meraih kerahnya, baru kali ini aku kasar padanya.

PERGI KEMANA? APA MAKSUDNYA DIA TIDAK AKAN KEMBALI?!

Appa menarik nafas lagi dan menutup matanya setelah mendapatkan penjelasan dari bahasaku, aku tidak sabar.
“AAA!!”, hanya itu yang kuteriakan sembari meraih kerahnya lebih kencang, aku tidak berkata appa, karena aku tidak mau bicara kecuali dengan Jinki. Appa terkejut mendengar suara ku pertama kali, walau cuman sekedar huruf vocal yang keluar.

“B-baiklah… bisakah kau duduk Kibummie?”, katanya memegang tanganku, aku langsung duduk disampingnya dan menatapnya sinis.
“Baiklah, aku mohon kau mengerti … Jinki mu, tidak akan kembali, itu yang ia mau, dan itu ia lakukan setelah kau mendapat donor pita suara.”, katanya, aku mengerutkan alis, maksudnya? jangan bilang pita suara ini …OH MY GODNESS! Aku mulai mengingat semuanya, apa yang ia lakukan dengan Sanii Noona dokter itu, dan apa yang ia katakan dengannya, dan apa yang ia katakan dengan ku sebelum aku dioperasi, semuanya, mengisyaratkan sesuatu …dan itu tidak mungkin.

Air mata ku menangis, kenapa? kenapa begini? aku rela tidak bisa bicara seumur hidup selama ada Jinki, aku hanya perduli menjadi bisu ketimbang aku tidak bisa membisikkan kata cinta padanya, aku tidak mau ini, tidak…
“K-Kibummie…”, appa memelukku, aku memelukknya erat, aku berjanji, tidak akan kugunakan suara ku, tidak akan…
“M-maaf Kibumiie … tapi Jinki membuat ku berjanji untuk tida mengatakannya tentang…”, aku tidak perduli, pikiran ku kosong, aku tidak bisa mendengar dengan baik yang ada disekitarku, aku menjadi patung, patung tak bersuara, pura-pura tuli.

.

.

>1 tahun kemudian<

Author POV~
with KEY condition

Key berjalan menyusuri taman yang tidak asing baginya, taman dimana ia dan Jinki pernah berkunjung, satu-satunya taman yang terindah yang pernah ia liat di Perancis. Kakinya terus berjalan, ia sudah meneruskan sekolah fashion, dan tetap, ia memutuskan untuk tidak bicara dengan siapapun, walau ia kuliah dibutuhkan untuk berbicara, tapi ia mendapat spesialisasi karena otaknya yang cemerlang.

Ia membelai tanaman yang terjajar dengan indah disana, matanya memutar keselruh arah, merasakan angin berhembus di tengkuk dan rambutnya, ia memejamkan mata, betapa ia tidak bisa melupakan Jinki, tidak setelah selama ini.

“Jinki …”, dia berbisik untuk dirinya sendiri, sehingga tidak ada orang yang mendengar, dan hanya angin yang bisa menangkapnya. Dia hanya berharap, angin akan menyampaikan bisikannya “…i love you.”, katanya lagi dengan sangat pelan.

Di jauh sana seseorang pria menengok kebelakang, ia melihat ke seluruh penjuru penglihatannya.
“Ya, kenapa kau?”, tanya temannya, pria itu mengerutkan alis.
“Mm.. i dunno, im just …hear someone called my name…er…forget it .”, katanya mengangkat bahu.
“Kau hanya mengigau Jinki!”, kata temannya lagi, Jinki pria itu hanya mengangkat bahunya,mungkin
“Lets fine a chicken, im hungry…”, katanya lagi, temannya tertawa.

.

Key tiba-tiba berhenti, dia terpaku ditempatnya, suara itu, ia menoleh, namun yang ia lihat hanya lah keramaian, apa itu tadi? suara itu sangat ia kenal, ia berjalan balik lagi dan melihat kesekeliling. Nafasnya memburu, jantungnya berdebar, ia dapat merasakannya, entah bagaimana … dia hanya mengikuti instingnya , kepalanya ia putar kekanan kekiri bergantian, dan matanya terus menjelajahi taman yang padat. Dan…

Ia terpaku pada sosok yang berdiri sekitar 5 meter darinya, seorang pria dengan rambut coklat dan sedikit ikal, pipi yang chubby dan putih, sedang berdiri mengunyah sosis bakar. Ia berjalan mendekat, semakin mendekat, namun pria itu kemudian pergi lagi, Key terus mempaerhatikan pria itu dengan seksama, ia tidak bisa percaya dengan penglihatannya.

Sampai ia lelah dan akhirnya pria itu berhenti, dia berhenti tepat didepan sebuah tembok besar dan terdapat banyak gembok tergantung disana, ia tersenyum memandang sebuah gembok dan menyentuhnya, dan perlahan air matanya jatuh.
Key menelan ludahnya, jantungnya berdebar cepat, tidak salah lagi,dia… perlahan dia mendekat, mendekat, sehingga jarak mereka hanya 1 meter, namun pria didepannya tidak sadar ada seseorang menatapnya lekat, dan orang itu sudah sangat mengenali siapa sosok didepannya, karena ia tersenyum dan air matanya mengalir, dia tidak bermimpi, dan dugaannya selama ini salah… salah besar, dia masih ada… masih hidup,dan dia masih seorang…

“Jinki…”, Key membuka mulutnya untuk pertama kali, berharap ia tidak salah orang.

“Ya—” , pria itu tersenyum menoleh, dan kemudian ia terkejut, ia menutup mulutnya.
“Jinki…”, panggil Key lagi dengan air mata berucucuran “Jinki… ini aku Kibbummie mu…’, bisiknya , Jinki tidak percaya dengan yang ia lihat, bagaimana bisa terjadi? bagaimana Kibumnya bisa didepannya?

Ia berjalan mendekat, “K-kibum? i-ini k-kau…t-tidak mungkin…”, bisiknya tidak percaya, Key mengambil langkah maju dan menyentuh pipi Jinki dengan lembut, ia menangis lebih keras diiringi tawa pelan dari mulutnya, membuatnya terlihat aneh dengan air mata sekaligus tawanya.
“K-kau benar Jinki… kau Jinki ku… Jinki ku…”, kata Key lagi kali ini mengusap kedua pipi Jinki dengan tangannya, Jinki terkejut, kelembutan tangan di pipinya terasa nyata, god, ia memohon itu bukan mimpi. Jinki merah tangan itu dan mendekat ke arah Key.
“Katakan sekali lagi, kau panggil ku apa?”, kata Jinki, Key tersenyum , akhirnya… sekian lama, ia tidak salah duga.

“Lee Jinki ku.”, katanya berbisik, dan Jinki menarik pinggang Key dan mencium bibirnya dengan lembut, Key melingkarkan tangannya dileher Jinki, mereka tidak perduli banyak pasang mata melihat mereka, ada yang aneh, ada yang jijik, ada yang senang, dll, tapi mereka tidak perduli, itulah hubungan mereka.

.

.

“K-kau dari mana …saja…hhhhh…”, kata Key mendesah seraya Jinki memompa membernya ketubuhnya, Key menggenggam tangan Jinki erat dan menggigit bibirnya menahan perih di lubang senggamanya.

“A-aku … sudah berjanji akan meneruskan usaha Appa ku, dan…ngghh…a-ku… harus berhenti ketika …nghh kau…dapat donor pita suara…”, kata Jinki menarik lembut kaki Key untuk melingkar ke pinggangnya, Key menyentuh membernya sendiri dan menggerakan tangannya.

“Aaahh… F-faster Jinki aahh…”, kata Key, Jinki memompa membernya lebih cepat, ia merasakan desakan dinding Key mengencang, menandakan ia akan mencapai klimaksnya.
“Jinki im gonna….AAHHHHH…ahh…”, Key melenguh,untuk pertama kalinya ia bersuara, suaranya bagaikan musik ditelinga Jinki, ia tidak percaya suara Key akan seindah itu.

“Baby..are alright?”, Jinki merebahkan dirinya dan memeluk Key dengan erat, Key mengangguk pasrah, ia tersenyum dan mencium bibir Jinki yang disambut dengan kuluman sesaat olehnya.

“How about my voice?”, tanya Key, Jinki tersenyum dan memainkan jari Key dijari-jarinya,
“Indah … aku sudah tahu, suara mu indah…” kata Jinki , Key cemberut.
“Tapi ini bukan pita suara ku…”, katanya.
“Well, yes, but  its not important i think …”, kata Jinki dan ia merubah posisinya berada di atas Key, dia menahan berat tubuhnya dengan menompang dengan satu tangan dan membelai rambut Key turun ke pipi nya. “Yang penting, aku disampingku…”, katanya, dan perlahan bibir mereka bertemu lagi dengan lembut sambil tangan mereka membelai rambut dan wajah masing-masing.

“I love you …”, bisik Jinki ditelinga Key dan merebahkan kepalanya dileher jenjang Key dan menciumnya.
“Hmmm… i love you too…” desah Key, tangan Jinki meruam ke pinggang ramping Key seraya ciumannya turun ke pundaknya dan perutnya.

“Ehmmm… baby, a-aku mau tanya, lalu, kenapa kau pergi meninggalkanku, kenapa appa tidak mengatakannya?”, kata Key berusaha mengontrol kata-katanya disela cumbuuan Jinki.
“Itu karena appa mu mungkin tidak mau kita terus berhubungan.”, kata Jinki, Key terperanjat, ia menarik Jinki dan menatapnya serius.
“Well, itu karena tadinya kau sudah mau dijodohkan,dan aku rasa aku akan mati setelah ini jika ia tahu kita akhirnya bertemu lagi.”, kata Jinki.
“MWO? !! LIHAT SAJA DIA NANTI!”, kata Key kesal , Jinki terkekeh.
“LIHAT SAJA, AKU AKAN BALAS PERLAKUANNYA, BERANINYA DIA MENJAUHI KU DENGAN MU.”, kata Key geram.
“Baby.. tapi aku yang memutuskan ini sendiri untuk pergi…”, Key memutar bola matanya.
“Oke, kalau gitu jangan lagi!!”, tegasnya, Jinki tersenyum dan mencium bibirnya

“Can i start again…?”, tanya Jinki nakal, Key berdecak,
“Hell yess, its my turn!”, kata Key membanting Jinki.

“Aaahhhh Key…hmmmhh….”
“Relax…”

.

.

Master Kim Heechul POV~

“OMO! kenapa bulu kuduk ku merinding?”, aku punya firasat buruk

“Kenapa Master?”, tanya butler ku.

“Nothing, dan … oh, bisa tolong cari tahu kabar Key ku sekarang juga?”, tanya ku menyuruhnya mencari langsung bagaimana kabar Kibummie ku yang sedang kuliah disana. Aku memperhatikan butler ku berbicara dengan seseorang.

“Hmm Master… ada sesuatu…”, katanya, aku mendekat.
“OMO! APA?”, tanya ku antusias.

“Butler Kwang mengatakan bahwa Young Master berada di sebuah apartemen, dan bersama… hmm… Butler Jinki.”, katanya , aku terkejut dan menganga lebar, aku tahu apa firasat buruknya, aku rasa Key sudah tahu niat buruk ku dan juga perjanjian ku dengan Jinki dan Appanya.

“Matilah aku…” gumamku.
“Apa Master?”, tanya butler ku.
“Tidak, oh ya , hubungi keluarga Dongwoon, aku batalkan pertunangan.”,
“Baik Master.”

END

Aigoooo~ im freaky author neh?
im sorry its really bad i thought 😦

Thaks for support and for comment, hope u always enjoy my another FF.
Keep supporting me, be health Suunders ILYSM ❤

Comment 🙂

see ya 🙂

Advertisements

86 thoughts on “[Onkey NC 17-21] Call my name part.4 end

  1. Kirain aku jinki yg donorin pita suaranya bwt kibum ternyata jinki nerusin perusahaan appanya..
    dugaanku salah

    Heechul ternyata takut sama kibum ya. .Untung tunanganya langsung dibatalin dan jinkibum happy endingggg

  2. Pingback: Call My Name « JINKIBUM Fanfiction Paradise

  3. Aku fikir jinki udah ga ada karna donorin pita suaranya.
    Ehh untung nya aja engga. Seneng bgt mreka brsatu kmbali hahaha.
    Itu appa nya kibum takut juga sama kibum haa bagus lah jadi pertunangan nya d batalkan huaahah haha

  4. yaaa saya kirain yg donorin itu jinki dan brkhr sad end…g tauy happiii ending…
    hahahha senangy happi end

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s