[Req’FF/Minkey] Im your stalker.


Foreword:

Hai, ini req ke … berapa yah? lupa cin, pairing ini udah pernah gue tulis dibeberapa FF oneshoot gue, jadi gue udah ada bayanganlah, kekekek~ tetep aja, buat dapet feelnya gue harus bersemedi dulu, kekeke~
Semoga semuanya suka, please bare with me

TO :

My beloved Suunders , especially to:

>> ayamsangtae

>>Mrs.Choi

>>ID_247_0n_no

credit piccu : sungJimun > http://sienko.com

FF by : Sanniiew

Pairing: Minkey (Minho x Key)
Rate : NC 21 kekekek~
Genre :  Romance, smutt, little Angst

.

.

Minho POV~

“Kau mau lompat?”, aku berbalik, dan langsung melayangkan pandanganku ke sosok disebelahku, dia memandangku tersenyum dengan matanya yang sipit dan sorotan yang tajam.
“Pergi kau!”, kataku, dia hanya tersenyum dan berjalan mendekat, menaiki tembok dimana aku berdiri. Apa yang dia lakukan?

“Indah yah? huaaah… aku suka tempat ini, bisa liat kota Seoul yang kindah dari sini, tidak menyangka dibalik keindahan ini terdapat kehidupan yang berat. ” katanya merentangkan tangan sambil merasakan hembusan angin malam di wajahnya “Tidakkah kau berpikir begitu?”, katanya

Aku menatapnya datar dan memalingkan wajahku, ya benar … Seoul tidak seindah yang kau pikir, tepatnya dunia tidak seindah yang kau pikir.
“Kau tahu, ini ketinggian 25 meter, di bawah sana ada semak belukar, dan juga tebing terjal,  tempat ini paling terkenal dengan orang yang mati bunuh diri kan? jika kau terjun, maka BANG! kau akan langsung mati, dan menambah daftar orang yang bunuh diri disini, fantastis!”, katanya tepuk tangan, bagus sekali, aku bertemu dengan orang sinting sebelum aku mengakhiri hidupku, semua terasa sempurna.
“Dan oh, mungkin jika jasat mu masih bagus bentuknya, dan bisa diketemukan, maka kau akan masuk koran, betapa cara menjadi terkenal yang luar biasa ya?”, katanya lagi kali ini terkikik. Aku menatapnya heran, apa maunya disini? Disini tidak ada siapapun,dan mau apa dia disini?

“Kau sudah selesai bicara? sekarang kau pergi, terima kasih atas infonya.”, kata ku dingin, dia menoleh dan berhenti tersenyum , dia mendekat padaku dan memegang tangan kiriku, aku melihat ke tanganku dan beralih ke wajahnya dengan sinis.
“Kau pergi, aku juga pergi.”, katanya mantap, aku terdiam sesaat dan tertawa, aku tertawa sangat keras, hingga perut ku sakit dan mengeluarkan air mata, namun dia hanya menatap ku sambil tersenyum.

“Kau gila?”, tanya ku sinis,
“Mungkin, aku sama gilanya denganmu, karena aku akan melakukan hal yang sama, lompat dari sini. Bagusnya adalah karena akan ada yang menemaniku.”, kata nya tersenyum dan menarik nafas sambil tetap menggenggam tanganku.

“Bagus sekali, dan sebaikny nasihat tadi kau simpan sendiri, dan lepaskan aku.”, kata ku menepis tangannya, dia cemberut. Tapi entah mengapa aku jadi tidak melompat.

“Kau lihat ini…”, katanya membuka hoodie yang sedari tadi menutupi sebagian wajahnya, aku tidak bergeming. “Lihat dulu …”, katanya, aku melirik dan aku melihat luka lebam di wajah kanannya didekat pelipis.
“Ini bekas pukulan tadi, dia memukul ku lebih pelan kali ini, bersyukur masih terkena pelipis ku, dan ini…”, katanya lagi membuka lengan nya dan disitu terlihat luka memar di tangannya sangat besar, dan panjang.
“Ini bekas pukulan tongkat bashball kemarin, dan masih sakit, oh masih banyak lagi mungkin dibagian punggungku … kau mau lihat?”, katanya, aku mengerutkan alisnya.

“Aku rasa tidak, dan bukan urusanku.”, kataku dingin. Dia mengangkat bahunya dan terkekeh.
“Kata-kata yang sama yang keluar dari mulut temanku jika aku bercerita ini.”, katanya, dan dia turun sehingga duduk ditembok dimana kami berdiri. Aku pasti sudah gila, buat apa aku berdiri disini mendengarkan penjelasan bodoh dari orang aneh yang datang tiba-tiba.

“Dia, aku mencintainya, sungguh, meski dia selalu berlaku kasar padaku, dia datang dan pergi padaku, dia datang saat ia bosan dengan perempuan lain, dan datang padaku untuk memenuhi kebutuhan biseksual nya, lalu dia akan kembali jika ia sedang mabuk dan melakukan kekerasan padaku, dia akan marah jika melihat ku dengan pria lain, dan akan menuju padaku memberikan luka dimana-mana, fisik dan juga batin, dan tidak lupa kekerasan seks yang ia berikan.”, katanya menarik nafas, aku mendengarkannya, buat apa aku dengarkan? dia curhat masalahnya, sedangkan aku punya masalah yang berat juga.

“Aku bercerita pada teman-teman ku tentangnya, namun mereka lelah melihatku, lebih tepatnya mereka lelah mengurusi persoalan orang lain, itu yang kudengar sendiri, aku merasa mereka bukan teman, tapi penjilat.”, katanya lagi.
“Orang tua ku bercerai, ibu ku menikah lagi, dan ayahku suka main perempuan, duitnya hanya habis untuk hal itu, sehingga aku ditelantarkan dengan tumpukan uang .”, katanya, aku mengerutkan alis, keluarga? yah, aku juga punya keluarga, dan mereka tidak waras. Aku masih berdiri ditempat ku, aku melihat ia menangis, namun dengan cepat ia menghapusnya.

“Lalu kau?”, dia melihat ku dengan tersenyum “Apa yang membuat mu ingin melompat?”, dan berdiri berhadapan denganku, aku menelan ludah, aku tidak sadar ia punya mata yang indah dan sorotan mata yang tajam. Aku menyengir sinis dan memandang ke arah lain, apakah aku harus beritahu? untuk apa?

“Pertama, orang tua yang mendidik anaknya dengan keras, menuntut untuk jadi yang pertama dan selalu pertama, namun menjadi yang pertama tidak cukup untuk mereka, harus yang paling sempurna dari segala sempurna. ” aku berdecak membayangkan kedua orang itu yang selalu bilang ‘biasa saja’ jika ada orang yang memuji prestasiku dan mereka tidak pernah memeluk ku dengan bangga dengan apa yang aku peroleh.

“Kedua, tepat ketika aku menemukan orang yang aku suka, dan ingin mengatakannya, dia pergi dengan teman ku, dan aku melihatnya berciuman bahkan melakukan hal lebih di kamar mandi kampus. Menggelikan…”, kataku tertawa, semua tergambar jelas saat Taemin dan Onew memasuki kamar mandi disertai desahan dari mulut kecilnya, aku mencengram lengan ku, aku bahkan masih bisa mendengar dengan jelas desahannya sekarang.

“Ketiga, aku muak jadi anak baik, pendiam, dan kaku.”, kataku, aku menyengir di kalimat ini, yah, aku Choi Minho, tidak akan pernah bisa menjadi manusia normal, aku hanyalah robot yang didoktrin untuk selalu menjadi sempurna, hingga aku lupa caranya membalas perasaan seseorang, lupa berterima kasih, lupa untuk sadar bahwa kita makhluk sosial dan tidak selalu menganggap diri kita paling bisa segalanya dan paling hebat. Mungin ini alasan kenapa Taemin lebih memilih Onew sang populer sejati yang terkenal dengan kerendahan hati dan senyum angelnya itu.

Setelah selesai bicara , kami diam, aku tidak mendengar tanggapan apapun darinya.
“Life is suck , right?”, katanya, aku menoleh dan terkekeh mengangguk setuju.
“So, masih mau lompat? aku tidak …”, katanya, aku menoleh terkejut, apa maksudnya? dia berubah pikiran ? pengecut!

“Kenapa? kau pikir aku pengecut?”, tanyanya tersenyum, aku terkekeh karena ia berhasil baca pikiranku. “Aku tidak seperti pikiranmu, tapi …”, katanya mendekat dan melingkarkan tangannya dileher ku, apa yang mau ia lakukan?
“Aku akan menyesal jika aku lompat sekarang, kenapa? karena …”, dia mendekatkan wajahnya ketelingaku.
“Aku bertemu dengan pria yang sangat menarik tepat ketika aku berpikir tidak ada lagi pria baik didunia ini. Dan aku rasa .. aku tertarik padamu.”, katanya dan mencium bibir ku, aku terkejut, apa maksudnya, namun aku tidak menolak, dia menciumku dengan lembut dengan mata tertutup, dan cukup lama.

“Aku harap kau berubah pikiran, dan ini alamat apartemen ku, aku ada disana jika kau butuh teman bicara.”, katanya menyelisipkan sebuah kertas dikantong hoodie ku, dia tersenyum dan mencium pipi ku, dan dengan cepat seperti kucing ia melompat turun, dan berbalik menatapku dengan tersenyum dan berjalan pergi. What the hell was that?. Aku menyentuh bibir ku, bibirnya terasa dingin di bibir ku tadi. Apa yang kau mau Choi Minho?.

.

.

Sudah 3 hari setelah hari itu aku bertemu dengannya, entah malaikat dari mana yang membuat ku untuk tidak melakukan tindakan bodoh itu? aku tidak jadi mengakhiri hidup ku, dan aku kembali ke kehidupanku yang bisa ku bilang ‘sangat luar binasa’ ini.
“Aku berangkat!”, kataku dingin tanpa menyentuh sarapan dimeja makan,
“Kau tidak sarapan, Minho?”, ummaku memakan makanannya tanpa menoleh.
“Jangan lupa jadi yang terbaik Minho.”, appa ku berkata tanpa menoleh dari kegiatan membaca korannya.

“Aku tidak nafsu makan, karena masakannya umma tidak enak. Dan tidak perlu peringatkan aku untuk jadi yang terbaik jika appa tidak pernah merasa puas denganku.”, kataku dingin dan langsung keluar dari ruang makan, aku dapat mendengar appa berteriak namaku dengan geram, dan umma hanya menahannya dan mengatakan biarkan saja aku, ya biarkan saja… karena aku tidak perduli jika tidak dianggap anak lagi kemudian ditendang keluar, jadi gembel sekalian aku tidak keberatan.

Aku melewati jalan yang sama, pandanganku tertuju pada dinding dimana 3 hari yang lalu aku berdiri, dari kejauhan dinding besar itu terlihat memang sangat mengerikan. Aku tersenyum simpul dan mengeluarkan kartu nama dari sakuku, aku memandanginya, Kim Kibum, aku tidak menuju kerumahnya, aku tidak mengunjunginya setelah pertemuan aneh kami beberapa waktu lalu.

Bis yang kutumpangi sudah datang, aku naik dan dammit, penuh seperti biasa, aku berusaha mencari tempat senyaman mungkin untuk memposisikan diriku dengan baik, syukurlah aku punya tubuh tinggi, sehingga tidak terlalu membuat ku sesak untuk mengambil nafas.
Mataku memmutar keseluruh penjuru bis, aku dapat melihat jelas banyak orang sibuk di pagi hari ini. Dan ..mata itu, rambut itu, dan wajah itu. Dia tersenyum padaku, dia duduk dibangku belakang sebelah kanan dari hadapanku. Aku memperhatikannya dan terus melihatnya, dia tersenyum tambah lebar dan terus memandangku.

Semakin lama , orang didalam bis berkurang, kepadatan berkurang dan orang-orang tiba ditujuan masing-masing. Sampai akhirya dia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju arah ku, dia berdiri tepat di sampingku dekat pintu keluar. Dia tidak lagi menatapku, namun bibirnya tetap tersenyum simpul. Saat bis berhenti di pemberhentian berikutnya, dia hendak turun, namun dia melirik ke arah ku sebentar dan tersenyum. Mataku mengikutinya, aku berbalik sehingga sekarang aku berhadapan didepan pintu keluar, dia berbalik dan menatap ku sambil tersenyum, pintu tertutup kemudian mulai berjalan lagi, dia melambai padaku dengan senyumannya yang manis, dan aku melihatnya bergumamkan sebuah kalimat.
‘Saranghae Minho’ (?) MINHO? dari mana dia tahu namaku? seingat ku aku tidak pernah menyebutkan namaku sebelumnya.

“BERHENTI!”, kataku sambil terus memencet bel disamping pintu keluar, semua orang melihat aneh padaku. Dan akhirnya bis itu berhenti juga.
“Maaf ..maaf, terima kasih.”, kataku meminta maaf pada penumpang dan sedikit berteriak pada supir bis, aku dengan cepat turun dari bis dan berlari, ke arah dimana dia tadi berdiri. Aku kerahkan tenaga ku keseluruh kaki ku yang panjang untuk menuju ketempatnya.

.

Tidak ada, kemana dia? aku mengedarkan pandanganku keseluruh tempat, namun dia tidak ada ..aku melihat ke ujung jalan kanan dan kiri tidak ada, aku melihat ke seberang jalan dia juga tidak ada. Aku tidak tahu kenapa aku mencarinya, yang aku tahu aku penasaran, aku ingin menemuinya, hanya itu, apa aku tertarik padanya? aku ras iya, aku sangat penasaran dengannya, dengan Kim kibum ini.

Aku mulai mengecek dimana sekarang aku berasal, dan… OMO! jalan ini … aku bertanya kepada seseorang yang berjualan di toko pinggir jalan sambil mengeluarkan kartu alamat ditanganku, dia mengangguk membenarkan bahwa disini merupakan jalan yang sama, dan dia menunjukkan dimana letak alamat yang akan kutuju, dan dia mengatakan tidak jauh dari tempat ku berdiri.

Setelah berterima kasih aku langsung menggerakan kakiku, menuju tempat dimana alamat itu tertuju. Cukup sulit, karena harus melewati beberapa blok dan juga pertokoan, dan disinilah aku… aku berdiri di sebuah gedung tepatnya apartemen kecil yang berdiri kokoh didepanku. Aku berjalan mendekat memasuki lobi, aku menuju ruang security untuk menanyakan sesuatu padanya.

“Permisi, apakah benar ini Apartemen Sukira? “, tanyaku,
“Ya benar, ada yang bisa saya bantu?”, tanyanya.
“Kau mencari ku?”, aku menoleh sebelum aku bisa berkata, dia .. dia berdiri tepat didepanku dengan tersenyum dan menenteng kresek belanjaan ditangannya.

“Hai.”, sapaku mendekat, dia tersenyum.
“Hai Minho, apa kabar?”, katanya tersenyum “Ayo ikut aku aku.”, katanya, aku masih tidak mengerti dari mana ia tahu namaku.
Kami berjalan menuju lift, tidak ada kata yang keluar dari mulut kami, hanya saling bertukar pandang, dan hei.. kenapa aku merasa malu dia melihatku, aku juga bisa merasakan wajahnya memerah jika kita tidak sengaja bertemu pandang.

“Here we’are. Come on.”, katanya, lantai 7, dan kami berdiri didepan pintu apartemen bernomer 721, waw, view yang sangat bagus dari balkon ini, dan lagi, tembok itu cukup terlihat dari kejauhan ini.

“Silahkan masuk, anggap saja rumah mu.”, katanya tersenyum, aku berdecak dan masuk kedalam, kesan pertamaku adalah, ini terlalu bersih untuk kamar seorang anak laki-laki.
“Kenapa?”, tanya ketika melihat ku mengedarkan pandangan dari depan pintu, aku tersenyum tertarik.
“Tidak, hanya saja ini bersih sekali.”, kataku, dia tertawa.
“Well, kalau kau tahu ada yang namanya housekipping kau mungkin berubah pikiran.”, katanya masuk kedalam dapur membawa serta belanjaannya, aku masuk keruang televisi, kamar yang sederhana, mungkin hanya ada dapur yang nyambung dengan ruang TV dan di kanan ada kamar mandi dan juga satu pintu, aku duga itu kamarnya, tertulis AMBER OF KEY, hmm?

“Mau minum apa?”, tanyanya dari dalam dapur,
“Apa saja.”, teriakku sambil duduk disofa dan melihat kedinding didepanku, aku tersenyum, banyak sekali lukisan unik disana.
“Kalau apa saja, aku tidak jamin kali ini aku sediakan air untuk cuci tangan.”, katanya terkekeh dan berjalan mendekat sambil membawa nampan berisi minuman dan cemilan, aku berdecak.
“Hell no.”, kata ku acuh, dia terkekeh dan meletakan minuman didepan meja dan duduk disampingku.

“So, Minho, apa yang membawa mu kesini …akhirnya?”, katanya menekankan kata akhirnya padaku, aku mengangkat alisku dan menggigit bibir ku.
“Well. aku rasa aku penasaran awalnya, kenapa kita bisa kebetulan bertemu lagi, dan .. kau tahu namaku.”, kataku, dia terkekeh dan memutar bola matanya.
“Mau jawaban yang jujur atau yang bohong?”,katanya, aku mengerutkan alis, apa sih maunya? Dia tiba-tiba datang padaku, mencegahku melakukan hal bodoh untuk bunuh diri, dan sekarang dia tahu namaku dan entah dari mana?

“Oke, begini … let me tell you something.”, katanya mendekat padaku, mata kucingnya menatap ku lekat, shitt, aku tidak tahu sejak kapan aku tidak bisa lepas dari tatapan pria aneh ini dan well, misterius.
“W-what?”, good, sekarang aku tergagap didepannya, dia menyengir dan perlahan ia memajukan duduknya, entah siapa yang memulai, kami sudah berciuman, dan aku menikmatinya, tidak, mungkin aku mulai menikmatinya, aku relax menerima perlakuannya, dia melingkarkan tangannya di leher ku, aku menjalarkan tangan ku kepinggangnya menjaga jarak kami.Saat aku memulai duluan untuk menjilat bibirnya dia melepas ciuman kami dan tersenyum menggoda.

“Ah, you like it Minho ah~..”, katanya iseng, aku berdecak dan menoleh kearah lain.
“Kau yang mulai.” kataku cuek, dia tertawa lagi, aku suka suara tawanya, sangat unik, aku menoleh kesal padanya.
“Oke, im sorry oke? hmm… I love you Minho.”, katanya, aku menganga.

“W-what?!!”, kataku kaget, dia terkekeh.
“Tunggu… kau mungkin salah orang, kau tidak bisa bilang dengan mudah kata-kata seperti itu… er…”
“Kim Kibum or Key.”, potongnya.
“Right,Key. Kau tidak bisa berkata seperti itu padaku.”, kataku, dia mengerutkan alisnya.
“Wae…???”, tanyanya bingung.

“Er… actually, aku tidak tahu kau, kau datang tiba-tiba, dan yah, disaat aku ingin bunuh diri, dan sekarang kau tahu namaku, aku tidak pernah sebutkan namaku, lalu kau menciumku kemudian mengatakan kau..cinta padaku? you kidding me…”, kataku menggeleng. Dia memanyunkan bibirnya, dan..hmm, terlihat imut.

“Kau tahu aku Minho, kau hanya tidak benar-benar melihat ku, kau hanya asal lihat tapi tidak mencerna dengan baik keberadaanku. Aku perhatikanmu mulai dari bis yang sering kita tumpangi bersama, kau turun diterminal yang sama denganku, kau jalan ke kampus yang sama denganku, dan … kau juga mau bunuh diri seperti ku saat itu. Actually, aku tidak membiarkanmu bunuh diri, karena aku suka padamu, sejak lama, dan yah … im your stalker, kau takut?”, katanya panjang lebar. Aku menganga tidak percaya. Dia … it crazy!! fucking crazy!

“T-tapi bagaimana bisa kau…maksudku, kau tahu namaku, kau tahu aku mau bunuh diri, kau tahu..segalanya? tentang ku?”, tanya ku, dia berdiam sebentar dan mengangguk.
“I told you, im your stalker. Kita pernah sekelas dulu, itu yang membuat aku tahu kau, wee,aku juga hampir tahu nama seluruh mahasiswa dikampus kita, tapi kau berbeda … kau membuat ku memperhatikanmu, itu karena kau .. pendiam, sulit didekati, dan .. suram.”, katanya terkekeh melihat kenyataanku, aku berdecak dan terkekeh mendengarnya. Dan kami saling terkekeh melihat kebodohan cara pertemuan kita, kemudian suasana hening.

“Er … bagaimana luka mu?”, tanyaku, dia menoleh dan tersenyum.
“Sudah sembuh, seperti yang kau lihat.”, katanya menunjukkan lukanya. “Dan .. apa yang membuat mu tidak jadi, well… BANG! jangan bilang karena ciuman ku?”, tanya nya usil, aku terkekeh.
“Bisa jadi. Bisa juga karena … aku penasaran dengan kebetulan mu datang padaku.”, kataku. Dia terkekeh. Aku memperhatikan wajahnya, dia sangat .. menarik.
“Mwo?”, tanyanya, aku mengalihkan pandanganku. “Kau mau mencium ku lagi?”, tanyanya usil.
“YAH!”, bentak ku kesal, dia terkekeh.

“Wanna try something? if you dont like it, you can just leave me,and i’ll not bother you again.”, tawarnya, dia mendekat ke arah ku, kami saling berhadapan, dan jarak kami semakin dekat.
“Like what?”, bisik ku, dia tersenyum dan merangkul leher ku.
“Like kiss me.”, bisiknya dan kami berciuman, aku dia memeringkan kepalanya sehingga kami mudah untuk berciuman, dia memainkan tangannya dirambutku, aku merangkul pinggangnya dan membawanya kepangkuanku, aku menjilat bibir bawahnya memintanya untuk membiarkan lidah ku bermain di mulutnya, lidah kami saling beradu dan ia mendesah ketika aku berhasil mengambil kontrol.

“Hmmh Minho…”, katanya ketika ciuman ku turun ke rahang nya dan menuju leher mulusnya, bau tubuhnya harum. “Kau tidak mau berhenti?”, tanyanya, aku melepas ciumanku dan menatapnya.
“Kau mau aku berhenti? “, tanya ku balik sambil menyengir. Dia tersenyum dan menarik kerah bajuku.”Hell no, i want you.”, bisiknya, dammit, membuat ku tegang. Tanpa pikir lagi kami berciuman, dia merangkul ku lebih erat. Tanganku menelusup kebalik bajunya, meraum tubuhnya sambil aku menghisap lehernya yang mulus. Dan tidak lama bajunya sudah lepas, begitu juga bajuku.

“Come on…”, katanya tak sabaran melepas belt celanaku, aku berdecak dan membantunya. bad boy huh?
Aku menggendongnya dan membalikkan posisi kami, dia ada dibawah ku sekarang, tanganku meraum ke tubuhnya dan menuju beltnya, aku turunkan celana dan sekalian boxernya, dia mengerutkan alis ketika membernya menelusup keluar.

“aahhh…”, katanya mendesah ketika membernya sudah ada digenggamanku, aku mengocoknya dengan tangan kanan ku, dan tangan kiriku bermain dinipplenya dan lidah ku bermain di bolanya.
“Ssshh…Minho…lagi…”, katanya, aku mengulum membernya dan bermain dengan lidahku.
“Minho! cepat!”, teriaknya, aku mengangguk dan memposisikan diriku, kakinya aku angkat kesamping lebih lebar, dan aku meludahi memberku sendiri untuk memudahkan nya, aku mengocok memberku sebelum memasukkannya.

“You ready?”, tanya ku membelai pinggangnya, matanya terpejam, namun ia mengangguk pasrah, dan
“AAAHHH…MINHOOOO…”, teriaknya, baru sepertiganya , dia melenguh kencang, aku menciumnya untuk menghilangkan rasa sakitnya, aku tidak mau menyakitinya.
“L-lagi..”, perintahnya, aku perlahan memasukan seluruh member ku, dia mengerang kesakitan sambil menggigit bibir bawahnya, air mata keluar dari ujung matanya, aku mengusapnya dengan bibir ku.
“Im sorry Key…”, kataku “Kalau kau merasa sakit, aku berhenti saja ya?, kataku, aku benar-benar peduli padanya, aku tidak tega melihatnya. Dia tersenyum dan membuka matanya, tangannya megngelus pipi ku.

“Dont. Just Move Minho, kalau kau diam saja, ini akan sakit.”, katanya lemah, aku mengangguk dan menciumnya lagi.
Aku gerakkan pinggulku maju dan mundur perlahan, namun semakin lama dia mengimbanginya, erangannya berubah menjadi desahan yang seksi ditelingaku, dia menyukainya, aku tersenyum, ini pertama kalinya aku melakukan ini, jadi aku hanya menggunakan insting ku dan tentu panduan dari beberapa film biru.

“F-faster, more faster Minho.”, mohonnya, aku menanggapinya, dia melenguh dan mendongakan kepalanya.
“THERE!”, teriaknya, aku tahu, aku mengenai titik itu lagi dan membuatnya semakin gila, meracau dan mendesah nikmat. Dammit, he’s so tight.

“A-ahhhh…Minhoo..im…hhh…cummminggg….”, teriaknya, dinding senggamanya mengencang, aku membantu membernya dengan mengocoknya, dan dia keluar di tanganku dan beberapa diperutnya, dan tidak lama aku melenguh.
“Key…aaahhhh….”, aku keluar didalamnya,, dan kemudian aku merebahkan diri disampingnya, dia memejamkan matanya dan bernafas naik turun, aku jadi merasa bersalah , aku bangkit sedikit sesuai kemampuanku dan merangkulnya.

“Hei, are you oke Key?”, bisik ku, dia membuka matanya dan tersenyum.
“Im oke Minho ah~…”, bisiknya lemah dan merapat ketubuhku, aku tersenyum dan mencium keningnya, mengambil jaket ku dan menyelimuti tubuhnya, dia tersenyum. Setelah mengatur nafas, aku menggendongnya dan merebahkannya di kasur kamarnya.

“Minho?”, panggilnya membuka mata.
“Ya?”
“Apa kau akan pulang?”, tanyanya, aku duduk disampingnya dan mengelus kepalanya.
“Tidak, kenapa?”, tanyaku, ya, aku tidak mungkin meninggalkannya begitu saja.

“Aku minta maaf melakukan semua ini Minho, aku tahu kau menyukai orang lain, kau suka Taemin kan? aku merasa jahat melakukan ini padamu, kau boleh pergi jika kau ingin.”, katanya tersenyum, aku heran, kenapa dia mudah sekali tersenyum, seperti tidak perduli dengan perasaannya sendiri. Aku seharusnya bersyukur diberi kesempatan untuk merubah pilihanku dan bertemu dengannya.

“Ya, tapi aku rasa aku mencintaimu, dan bukan menyukaimu. Jika ini terlalu cepat, kau boleh mengusirku. “, kataku tersenyum menggenggam tangannya, dia menutup mulutnya dan aku bisa melihat air mata dipelupuk matanya.

“T-tidak, tapi …jinjja? kau… apa? cinta padaku?”, tanyanya tidak percaya. Aku berdecak dan membungkuk membelai pipinya.
“Ya … biarkan aku belajar mencintaimu ya, Key?”, kataku, dia tersenyum dan mencium ku, aku membalas menciumnya dan kami tertidur diranjang yang sama, aku biarkan tubuhnya memelukku, aku tahu dia lelah, meski ini masih pagi.

.

.

“KEY… AKU PULA—- YAH! IGE MWOYA???!!!”, aku memicingkan mataku, menerima suara bising yang meraung didalam kamar,
“Ergghhh… ada apa Jjong?”, tanya Key terbangun dari pelukanku, aku membuka mata dan langsung ditarik keluar dari atas kasur.

“YAH, SIAPA KAU? MAU APA DENGAN ADIKKU?”, tanya seorang pria yang lebih pendek dari ku, tangannya mencengkram kerah ku dan bersiap memukul.
“JONGHYUN! SHUT UP, HE’S MINHO!!”, teriak Key, ketika mendengar nama ku cengkramannya mengendur dan menatap ku heran. WTH?

“M-minho? dia Minho?”, tanyanya pada Key yang masih dikasur. Key memutar bola matanya.
“DIA MINHO? YAH! GARA-GARA KAU AKU HARUS TEGA MEMUKUL ADIKKU SENDIRI!!”, kata nya berteriak lagi.
“JONGHYUN DIAM!!!” teriak Key, kuping ku mulai sakit, aku tidak mengerti, pria ini kakaknya Key? dan mereka saling berteriak tentang ku?

“T-tunggu, aku rasa aku bingung ini ada apa? ada apa dengan ku? kenapa salah ku kau memukul adikmu?”, tanya ku, Jonghyun menatapku kesal dan kemudian menatap Key yang memohon untuk tidak mengatakan padaku.
“T-tidak ada apa-apa Minho ah~..”, kata Key.

“ADA. Tentu saja ada. Dia, adikku, sudah lama suka padamu, dia meminta ku untuk memukul mu saat itu ketika melihat mu ingin bunuh diri, saat itu juga ia mengatakan ia punya ide bagus untuk mencegahmu, dan hal gila itu satu-satunya cara yang ia lakukan.”, kata Jonghyun, aku terkejut, aku melihat ke arah Key, Key menunduk pasrah, WTF?

“Key, apa maksudnya? kau melukai dirimu sendiri?”, tanya ku, Key menunduk lebih dalam.
“M-minho…a-aku…maaf, aku tidak tahu dengan cara apa lagi…aku…”
“Luka ditangan juga?”, dia mengangguk.
“Kemudian kekerasan seksual juga?”, tanya ku, dia mendongak dan menggeleng.
‘Tidak, tidak. I-itu juga bohong … kau…boleh…membenci ku Minho, aku ..aku pembohong…”, kata nya menangis, aku terdiam, tidak tahu harus berkata apa? apa dia sudah gila melakukan ini?

“Jangan salah kan dia, dia hanya ingin dirimu sadar bahwa bunuh diri bukan jalan satu-satunya keluar dari masalah hidup,Minho.”,kata Jonghyun.
“Aku harap kau bisa bijak mendengarkan Key, aku tinggal kalian dulu, selesaikan dengan baik.”, katanya menepuk pundakku dan keluar kamar.

Tinggal kami berdua, kami terdiam, dan dia menangis sendiri, aku menarik nafas dan duduk didepannya.
“Key…”, dia tidak mendongak dan terus tersedu.
“Key lihat aku kalau kau memang menyukaiku.”, kataku, akhirnya dia mendongak dan menatapku. Aku tersenyum dan memeluknya.

“Gomawo Key … gomawo, kalau bukan karena mu, aku tidak akan sadar, terima kasih Key .. terima kasih karena mengajarkan kepercayaan padaku, dan menghargai diriku sendiri.”, kata ku mengatup kedua pipinya dan menghapus air matanya. Dia tersenyum.
“Sama-sama Minho, maaf kan aku ya…”, katanya, aku menggeleng.

“Tidak, kau tidak salah. “, kataku
“I love you Minho, berikan aku kesempatan.”, katanya, aku tersenyum dan membelai rambutnya.

“Tidak ada kesempatan … because I love you too Key, terima kasih.”, bisikku sebelum aku mencium bibirnya dan memeluknya erat, terima kasih karena datang di saat yang tepat Key.

END

Yeaahhh~ im done!
OMO OMO OMO… BAGAIMANA?
ITS FREAKY??

Hope you likeey 🙂
Aku tahu masih banyak kesalahan, mohon dimaafkan, ILYSM SUUNDERS 🙂

RCL PRETTY PLEASE, DONT BE SILENT READER 🙂

Advertisements

39 thoughts on “[Req’FF/Minkey] Im your stalker.

  1. Gyaa gw suka bgt ama ide ceritanya!
    Ini keren! Bahkan tanpa NC pun akan tetap keren!
    Neomu chua! ♥
    Author daebak! \(´▽`)/

  2. taemin sama onew ngapain di kamar mandi? *sok innocent*

    huaaaaa kasian key nya jadi nyakitin diri sendiri gitu demi minho 😦 tapi sudah terbalas kan~

  3. Ini wp keren lah..
    Bisa menemukan berbagai couple shinee disini
    Hahahaha

    Eits..key segitu cinta’y kah sama minho..
    Ampe boong gitu..rela dipukul ama jjong pula..
    Ckckck

  4. Ahh Key jd stalkerx minho? Pdhl pgnx minho yg jd stalk-x KEY. Hohoho…

    Adegan semut merahx kurang thor, hhihihi….

    Like MinKey ❤

  5. minkey,hahahaha..udah lama pngen bca ff minkey..key stalkernya minho bhkan rela nyakitin diri sendiri demi minho?? aigooo..key cinta banget yak ama minho…bagus thor ff nya..buat lbih bnyak minkey ya thor 🙂

  6. si key sepertinya cinta mati ama minho
    ampe dia rela nyakitin dirinya sendiri
    biar dapat perhatian.a minho
    syukurlah ga angst
    ayo eon buat lanjutannya key is yeoja n wgm juga.

  7. oooo trnyata Key itu stalker.. kirain hantu soalnya datang tk djemput pulang tk diantar (??) ^.^
    ceritanya kerreeeennn.. si Key rela dgebukin demi minho.. daebakk

  8. author~ nc nya kenapa cepet banget T~T #plak #ketauan otak yadongnya xD
    aaaaaah suka jga nih sama pairing satu ini :3 couple ke 3 yg aku suka di shinee :3

  9. aigoo…..jadi itu semua bohong???
    ya ampun key….segitu cintanya kah kau dengan minong??
    ahahaha….ampe rela nyakitin diri sendiri demi si frogy,,
    ahh……key terlalu polos,, tapi aku sukaaaaaaaaaa

    key jadi stalker minho,, cucok cucok
    hyaa….dasar minong pervert,, sukanya nonton begituan yah??
    ahahaha……aku suka minkeeyyyyyy……….

  10. wauh.
    kasian key.
    mlukai drinya sndiri gra2 minho.
    smpe memar dan lebam ky gtu.
    sni aq obatin key!!
    *ditendanglocket*
    hahahaha.
    bgus chingu.
    neomu joah.
    DAEBAK!!!

  11. key cintah bgt tuh kya nya sma minho, ampe rela lukain dri’a sndri wat nolongn minho..
    like like this ff

  12. Ontae ny ko agaa jhat y dsni? Hummm
    Ah tpi sumpah deh key ny keren sangat. Haha
    Dy smpe tega nglukain bdan ny sndri cma buat bkin minho sdar, trus ga bnuh dri? Omo! Makin sayang sama key #lha?
    Aish krain yg tntang kekerasan seksual itu bneran, hoah trnyta cma akal2n key buat ngibulin minho doang, syukur2 #elus2 dada author, eh? Hhaha kidding thor ..

  13. waaaahhh outhor cantik deh hehe *noel dagu author 😄
    ini ceritanya keren suka banget karakternya key yang jadi stalker hehehe
    daebak thor

    sumpah jarang banget ada pairing ini huaaa suka banget minkey dehhh

    🙂

  14. apaan emak key sumpah aku kira BENER BENER DISIKSA -__-”
    ternyata biar ngedapetin minooo
    alurnya misterius gabisa ditebak tapi KEREN ceritanyaa
    hahaha NC NC NC NC nyaaa WOW

  15. waaaooow jrang2 aku bca nc minkey brasa janggal krena mreka kalo asliny sring brantem like cat and dog/plakplak
    lol..but it’s nice fanfic xD
    kaget jg trnyata si key cm bo’ong buseet dah ampe’ ngrelain aset brharganya (wajah cantik) dpukul ama jjong LMAO 😄
    demi mndekati minho g sdang depresi dngan hisup..wohoooo minkey jdian deh
    gomawo onn pw nya :3

  16. Nice bgt lo *DAEBAK* agk merinding bacanya tapi bagus banget itu tetem ma onyu. Ngapain di wc gk di jelasin soalnya. Jadi aku gak tau aku kan masih plos *kekekekeke*

♔ Be our lovely Suunders, so leave ur comment in here :). Thank you! ♔

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s